| Saran & Komentar | updated on 05 April 2014

Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan

Halaman Utama

  |  Tentang Kami

  |  Hubungi Kami

  |  Izin Pemakaian Materi 

  |  Dapatkan Buletin Gratis di sini! 

Sumber Damai

Khotbah/PA


Inspirasi

Artikel/Renungan

Kesaksian Hidup


Pelatihan

Discipleship Trainings


Lain-Lain...

Buku-buku Terbitan

Lagu dan Film

Bible Study (P.A)

Siaran Mandarin

Buletin Gratis!

Follow Us


BACA ONLINE


BACA ONLINE


KATA PENGANTAR

Perumpamaan Tentang Lalang Di Antara Gandum

Matius 13: 24-30 & 36-43 Khotbah oleh Pendeta Eric Chang, Montreal

Mari kita melihat Matius 13:24-30:

Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi. Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu. Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu? Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu? Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku."

 Penjelasan bagi perumpamaan ini mengikuti di dalam ayat-ayat 36-43:

Maka Yesuspun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: "Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu." Ia menjawab, kata-Nya: "Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia; ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat. Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat. Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman. Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya. Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"

Perumpamaan ini berhubungan dengan penanaman gandum dan lalang di dalam Kerajaan Allah, dan karenanya menunjukkan kepada kita perbedaan yang tampak di antara dua jenis manusia di dalam Kerajaan Allah. Tetapi pertama-tama marilah kita melihat beberapa istilah di dalam perumpamaan ini sebelum kita melanjutkan untuk berbicara tentang perumpamaan itu sendiri. Tuhan Yesus memulai dengan menyebutkan istilah 'Kerajaan Surga.' Ini merupakan istilah Injil Matius yang sejajar kepada 'Kerajaan Allah' dalam Injil Lukas. Hari ini, banyak orang yang tidak mengerti istilah 'Kerajaan Allah' ini. Mereka bertanya, "Apakah Kerajaan Allah menunjuk kepada gereja? Apakah artinya?" Pada dasarnya, Kerajaan Allah menunjuk kepada pemerintahan atau kedaulatan Allah.

Sama seperti kebanyakan dari perumpamaan Tuhan, yang ini berkenaan dengan kerajaan atau pemerintahan Allah di dunia ini. Dalam Matius 21:43, Tuhan Yesus berkata, "Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu (yaitu, dari bangsa Yahudi) dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu." Ini merupakan satu ayat yang bagus dari mana kita dapat memahami artinya 'kerajaan'. Kita dapat membacanya seperti ini: "Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa pemerintahan (kekuasaan) Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah pemerintahan (kekuasaan) itu." Perhatikan bahwa gereja tidak sama dengan Kerajaan Allah. Di sini, Kerajaan Allah dapat diambil dari sebuah bangsa dan diberikan kepada sebuah bangsa yang lain. Bangsa yang baru ini, yang mana Kerajaan Allah diberikan, ialah gereja - bangsa yang kudus yang dimaksudkan dalam 1 Petrus 2:9. Dengan cara ini, Kerajaan Allah diambil dari bangsa Israel. Jika begitu, marilah kita mencatatkan ajaran yang alkitabiah ini: Kerajaan Allah dapat diberikan kepada anda, tetapi Kerajaan Allah juga dapat diambil dari anda. Karena itu, Kerajaan Allah bukanlah sesuatu yang dapat dianggap menjadi milik anda buat selama-lamanya. Allah adalah Raja di atas bangsa Israel, namun Ia mengambil Kerajaan-Nya dari pada Israel dan memberikannya kepada gereja.

Dan justru inilah yang dinyatakan oleh Paulus dari Roma 9 hingga 11, terutamanya dalam fasal 11 di mana ia menyatakan bahwa Israel telah dipatahkan, dan kita, yang bukan bagian dari pohon yang asli, telah dicangkokkan pada pohon tersebut. Di sini, Paulus menggunakan gambaran yang berbeda untuk menyatakan hal yang sama. Untuk memiliki Allah sebagai Raja merupakan satu hak istimewa yang tertinggi karena itu berarti kita telah masuk ke dalam suatu hubungan yang istimewa dengan Dia, sama seperti Israel memiliki suatu hubungan yang istimewa dengan Dia. Tidak ada bangsa lain yang memiliki Allah sebagai Raja. Bangsa-bangsa lain memiliki raja-raja, tetapi Israel memiliki Allah sebagai Rajanya karena Israel mempunyai hubungan yang istimewa dengan Dia. Bangsa Israel menjadi umat-Nya, dan Ia menjadi Allah mereka. Melalui suatu perjanjian Ia menjadi Allah mereka dan mereka menjadi umat-Nya. Demikian juga, kita melalui perjanjian baru menjadi umat-Nya dan Ia menjadi Allah dan Raja kita. Kita telah menerima Kerajaan Allah. Apakah anda telah menerima Kerajaan Allah? Ini bergantung pada apakah anda telah memahkotakan Dia sebagai Raja dalam kehidupan anda. Ini bergantung pada apakah anda telah masuk ke dalam suatu hubungan yang hidup bersama Dia. Tidak seorangpun dapat masuk ke dalam suatu hubungan yang hidup bersama Allah kecuali ia terlebih dulu memahkotakan Dia sebagai Raja atas kehidupannya.

Memiliki Yesus sebagai Raja, membawa tanggungjawab selain juga hak istimewa tertinggi. Hanya mereka yang memiliki Yesus sebagai Raja atas kehidupan mereka memiliki semua berkat yang dianugerahkan-Nya kepada mereka, berkat-berkat seperti kehidupan yang kekal dan semua buah Roh, yang datang dari Dia yang memerintah di dalam hati mereka. Selaku Raja damai sejahtera dan kasih, Ia menghasilkan semua hal tersebut di dalam kehidupan anda jika anda memahkotakan Dia sebagai Raja atas kehidupan anda. Lebih dari itu, Ia menghasilkan kebenaran dan kekudusan di dalam kehidupan anda. Jika Ia tidak berkuasa atas kehidupan anda, maka anda bukan bagian dari Kerajaan-Nya. Oleh karena itu, terdapat suatu perbedaan yang besar di antara orang-orang yang dinamakan Kristen dan orang-orang Kristen yang sejati. Ini merupakan pokok yang utama dalam perumpamaan ini.

Satu lagi hal yang perlu kita mengerti tentang Kerajaan Allah atau Pemerintahan Allah adalah terdapatnya dua tahap: tahap masa kini dan tahap masa depan. Dalam perumpamaan ini, kita berbicara tentang tahap masa kini, dan bagian akhir dari perumpamaan berbicara tentang tahap masa depan, ketika semua yang berbuat jahat akan dikeluarkan dan Allah mendirikan Kerajaan-Nya dalam penghakiman dan keadilan.

Perumpamaan ini berakhir dengan kata-kata ini, "Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!" Tuhan Yesus menggunakan kata-kata ini apabila Ia mengatakan sesuatu yang amat penting. Karena ada banyak orang yang bertelinga tetapi tidak mendengar. Itulah sebabnya Ia berkata, "Domba-dombaKu mendengar suara-Ku, dan Aku mengenal mereka, dan mereka mengikut Aku" (Yohanes 10:27). Perumpamaan ini ditujukan kepada mereka yang bertelinga untuk mendengar, dan siap untuk menjadi domba-domba-Nya karena mereka siap untuk memahkotakan Dia sebagai Raja atas kehidupan mereka. Satu lagi alasan mengapa perumpamaan ini penting ialah karena ini merupakan satu lagi perumpamaan, selain dari perumpamaan seorang penabur, di mana suatu penjelasan diberikan. Perumpamaan-perumpamaan yang lain disampaikan tanpa penjelasan. Ini berarti perumpamaan ini adalah sebuah perumpamaan fondasi (dasar), sama seperti perumpamaan seorang penabur.

Ketika saya mempelajari ajaran Tuhan Yesus, saya makin dikagumkan oleh kedalaman, kekayaan dan kekuatannya. Lebih banyak saya mempelajari ajaran-Nya, saya makin heran mengapa ajaran-Nya tidak diajarkan secara sistematis hari ini. Saya telah menjadi orang Kristen selama lebih dari 30 tahun dan saya tidak pernah mendengar ajaran Tuhan dijelaskan dengan cara ini. Kemanapun anda pergi, anda akan mendapati banyak pengkhotbah seringkali suka mengutip beberapa ayat dari ajaran rasul Paulus - biasanya beberapa ayat yang sama - dan berkhotbah seputarya. Mereka suka berpegang pada beberapa ayat, dan kelihatannya tidak mempunyai keyakinan untuk mengkhotbahkan ayat-ayat yang lain di dalam firman Tuhan. Ini bukanlah caranya untuk mengkhotbahkan Firman Allah karena kita akan menjadi samasekali tidak seimbang jika kita sentiasa memberitakan beberapa ayat yang sama. Kita harus memberitakan seluruh maksud Allah. Itulah sebabnya kita sedang mempelajari seluruh ajaran Tuhan, dan tidak semata memilih beberapa ayat di sana sini, tetapi mengambil segala sesuatu yang diucapkan Tuhan dan berusaha untuk memahaminya, di bawah bimbingan Roh Kudus.

Ketika saya membandingkan ajaran Tuhan dengan ajaran gereja, saya perhatikan suatu jurang pemisah yang mengherankan di antara mereka. Jika anda memulai dengan ajaran gereja, anda akan mendapati anda tidak mampu untuk memahami ajaran Tuhan karena pikiran anda telah tertutup kepadanya. Anda telah menetapkan dogma-dogma tertentu dalam pikiran anda yang seterusnya menghalang anda dari memahami ajaran-Nya.

Hal ini benar di dalam pengalaman saya sendiri. Pada waktu saya pertama kali mempelajari ajaran Tuhan, saya tidak dapat memahaminya. Ajaran-Nya tertutup bagi saya, seperti suatu bahasa yang tidak saya mengerti. Saya telah diajarkan doktrin-doktrin dan dogma-dogma tertentu, yang tampaknya bertentangan dengan ajaran Tuhan. Saya menyadari bahwa saya telah menutup diri saya kepada ajaran Tuhan, yang memang sering dilakukan oleh gereja. Kecuali anda datang dengan pikiran yang terbuka dan mengesampingkan dogma-dogma dan doktrin-doktrin yang anda pegang selama ini, anda tidak akan memahami firman Tuhan. Pada masa kini, ada pendeta-pendeta yang berkata, "Kita harus mengajarkan dogma-dogma dan doktrin-doktrin." Tentu saja, kita harus, namun dogma siapa dan doktrin siapa? Kita harus ingat bahwa dogma-dogma adalah bentukan-bentukan (formasi-formasi) ajaran yang dibuat oleh manusia. Setelah kita menerima dogma-dogma ini, kita tidak akan dengan mudah menerima apapun yang lain. Itulah sebabnya mengapa ada orang yang gemar akan dogma karena dogma membentuk pikiran anda dengan cara yang tertentu.

Jika kita harus berbicara tentang dogma, maka saya berharap kita hanya memiliki satu dogma: yaitu, apa saja yang Tuhan Yesus katakan adalah benar. Itu cukup bagi saya dan saya akan berpegang padanya. firman Tuhan adalah roh dan hidup (Yohanes 6:63) dan saya tidak akan mengizinkan dogma atau doktrin siapapun untuk memutuskan apakah saya menerima ajaran-Nya atau tidak. Jika terdapat suatu dogma yang dapat dijelaskan dalam terang ajaran-Nya sehingga mereka tidak bertentangan, saya akan menerimanya. Tetapi saya tidak mau kembali kepada hari-hari silam tersebut di mana pikiran saya begitu dipenuhi dengan doktrin-doktrin dan dogma-dogma sehingga saya tidak dapat memahami ajaran Tuhan.  

Jika anda datang kepada firman Tuhan dengan suatu pikiran bahwa suatu doktrin tertentu adalah benar, anda akan mendapati mustahil untuk menerima ajaran Tuhan. Misalnya, anda mungkin telah memutuskan di dalam pikiran anda bahwa keselamatan diterima melalui iman yang tidak menuntut kekudusan, yang telah menjadi ajaran standar di gereja masa kini - bahwa kekudusan adalah tahap kedua dalam kehidupan kekristenan. Karena anda telah memutuskan hal ini terlebih dulu, anda tidak akan mendengarkan apa yang ingin Tuhan katakan lagi. Betapa tragisnya!

Selanjutnya, apabila kita berbicara tentang doktrin-doktrin atau dogma-dogma pada masa kini, kita biasanya menunjuk kepada doktrin-doktrin Kalvin, Agustinus, atau gereja Katolik Roma. Jika anda seorang Katolik, anda akan berpegang pada doktrin Katolik Roma. Dan anda tidak mau mendengarkan lagi apa yang dikatakan oleh Kitab Suci. Sebagai misal, jika anda telah mempercayai adanya tempat penyucian (purgatory), yang telah menjadi salah satu dogma gereja Katolik, apabila anda membaca Alkitab dan tidak menemukan tempat penyucian di situ, apa yang anda lakukan? Barangkali anda berkata, "Aku tidak peduli apakah Alkitab menyatakan adanya tempat penyucian atau tidak. Gereja menyatakan adanya tempat penyucian, dan aku menerima dogma itu." Jelas sekali, tidak mengherankan mengapa banyak orang begitu gemar mengajarkan dogma dan doktrin.

Gereja Katolik juga menyatakan bahwa diluar gereja Katolik Roma, tidak ada keselamatan. Mereka telah mengubah pernyataan ini sejak Vatikan II. Bagaimanapun, suatu ketika dulu pernyataan ini merupakan satu dogma. Ini menunjukkan bahwa doktrin-doktrin manusia dapat diubah. Lalu, dogma mana yang benar? Dogma sebelum Vatikan II atau yang sesudah Vatikan II? Kalau kita tidak kembali kepada firman Tuhan, kita bahkan mungkin berakhir dengan kepercayaan bahwa kita akan diselamatkan hanya oleh iman, tanpa perlu kekudusan. Ini tentu saja mencerminkan definisi kita akan iman! Apabila saya berkhotbah tentang kekudusan, beberapa orang berkata, "He, jangan berkhotbah tentang kekudusan!" Mereka berpikir bahwa saya memberitakan keselamatan oleh perbuatan. Dogma kita ternyata telah menutup pikiran kita kepada ajaran Tuhan Yesus. Kita perlu pergi ke gereja dengan hati yang terbuka. Lihatlah pada  gereja-gereja pada masa kini. Dogma dan doktrin siapa yang kita ajarkan? Orang-orang yang berbicara tentang doktrin berkata, "Marilah kita mengajarkan doktrin-doktrin Kalvin," seolah-olah doktrin-doktrin Kalvin adalah sama dengan Firman Allah. Atau jika mereka adalah Katolik Roma, mereka akan berkata, "Marilah kita mengajarkan doktrin-doktrin gereja Katolik Roma," seolah-olah doktrin-doktrin Katolik Roma sama dengan firman Tuhan atau barangkali bahkan lebih unggul dari firman Tuhan! Sebagaimana Tuhan Yesus berkata kepada orang-orang Farisi, "Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri." (Markus 7:9) 'Adat istiadatmu' dalam istilah orang-orang Farisi berarti 'doktrinmu.' Doktrin memang telah mengesampingkan Firman Allah. Kita hanya perlu melihat ke dalam Misynah untuk melihat bagaimana mereka mengesampingkan Firman Allah untuk berpegang pada doktrin-doktrin mereka.

Bagaimana dengan ajaran Tuhan tentang keselamatan? Apakah gereja mengajarkan hal yang sama? Tuhan mengajarkan bahwa kita diselamatkan oleh suatu iman yang harus diartikan sebagai satu komitmen yang total kepada Dia sebagai Raja. Ia mengungkapkan hal ini dengan kata-kata yang tidak mungkin dapat disalahartikan: "Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku." (Matius 10:38). Kecuali kita siap untuk menyerahkan seluruh kehidupan kita, memberikan diri kita dengan sepenuhnya tanpa cadangan kepada Yesus sebagai Raja, kita tidak layak bagi-Nya. Kita harus melakukan apa saja yang diperintahkan-Nya kepada kita, bahkan sehingga memikul salib dan disalibkan. Kecuali seseorang melakukan itu, ia tidak layak bagi-Nya. Ini adalah perkataan-perkataan Yesus.

Apakah doktrin-doktrin kita telah menutup pikiran kita kepada ajaran-ajaran semacam ini? Kita berkata, "Tuhan tidak mungkin menuntut begitu banyak. Ia adalah Allah yang mengasihi dan tentu saja tidak menuntut begitu banyak dari kita." Doktrin-doktrin kita telah mencondongkan pikiran kita untuk menolak ajaran Tuhan. Tidak mungkin Ia menuntut begitu banyak dari kita. Ajaran masa kini menekankan bahwa Yesus memberikan segala sesuatu kepada kita, tetapi tidak menuntut apa-apa yang berarti dari kita. Karena itu, kita tidak mau mendengarkan ajaran Yesus.

Apa terjadi apabila seseorang bertobat, memikul salibnya dan mengikut Yesus sebagai Raja? Ia dilahirkan kembali oleh Roh Allah. Ia diubahkan; kehidupannya dibarui; kehidupan Allah masuk ke dalam jiwanya. Itulah regenerasi (kelahiran kembali) menurut pengertian Firman Allah, dan itu berarti suatu transformasi (perubahan) telah terjadi. Anda bukan lagi pribadi yang sama seperti dulu, karena anda telah diubahkan.

Rasul Paulus berkata, "Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang." (2 Korintus 5:17) Kita mendengar ayat ini dikhotbahkan hari ini, tetapi tampaknya tidak lebih dari suatu status yang baru. Satu ciptaan baru bukanlah suatu status yang baru. Jika saya menciptakan sesuatu dari semula, sesuatu tersebut mengalami perubahan di dalam dirinya. Ini tidak berarti semata suatu perbedaan status di hadapan Allah, sebagaimana yang dititikberatkan oleh kebanyakan penginjil pada masa kini. Demikian, melalui iman yang menyerahkan diri dengan sepenuhnya, anda diubahkan. Anda menjadi seorang manusia baru dalam Kristus. Ajaran Yesus yang dahsyat dan dinamis ini sangat berbeda dari khotbah-khotbah yang lemah dan remang-remang yang diberitakan hari ini.

Sebagai akibat dari perubahan ini, terjadilah suatu kelahiran yang baru (Yohanes 3:3,5). Hal ini juga sering dikhotbahkan hari ini tetapi kelihatannya juga berarti tidak lebih dari suatu status yang baru, dan bukan suatu perubahan hidup. Tetapi Tuhan menunjuk kepada suatu perubahan yang menyeluruh secara batiniah. Ini tidak berarti anda menjadi tidak berdosa, tetapi ini berarti Roh Allah mulai bekerja di dalam kehidupan anda sehingga anda menghasilkan buah dari sebuah kehidupan baru yang dijalankan dalam kekudusan. Itulah sebabnya mengapa penulis kitab Ibrani berkata kita harus mengejar kekudusan, dan tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan (Ibrani 12:14). Kata-kata ini dengan sempurna menyimpulkan seluruh ajaran firman Tuhan. Jika kehidupan anda telah diubahkan, ia akan membuahkan kekudusan karena Roh Allah adalah Roh Kudus. Jika anda memiliki Roh Kudus di dalam diri anda, anda akan menjadi kudus. Dan kita harus menjadi kudus sama seperti Bapa kita di surga adalah kudus. Tuhan berkata, "haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna." (Matius 5:48) Dalam firman Tuhan, kata 'sempurna' adalah kata lain untuk kata 'kudus'. Kedua ungkapan ini - 'haruslah kamu kudus' dan 'haruslah kamu sempurna' - digunakan di dalam Perjanjian Baru.

Gandum ditabur ke dalam dunia untuk memuliakan Allah
Perumpamaan ini, pada kenyataannya, adalah sebuah nubuatan. Perumpamaan ini memberitahu kita dalam bentuk gambaran apa yang akan terjadi di dalam Kerajaan Allah. Kita dapat melihat dengan segera bahwa ada dua jenis pertumbuhan di dalam perumpamaan ini. Pertama-tama, kita harus tahu di mana benih ditaburkan. Benih ini, tidak seperti di perumpamaan seorang penabur, tidak mewakili firman Tuhan. Benih menunjuk kepada anak-anak kerajaan, anak-anak Allah. Mereka adalah orang-orang yang hidup di bawah pemerintahan Allah; mereka adalah orang-orang yang ditaburkan Tuhan Yesus ke dalam dunia. Jika kita adalah anak-anak Allah, maka kita adalah benih Allah yang ditaburkan ke dalam dunia.

Biji gandum bertumbuh apabila ia jatuh ke dalam tanah dan mati (Yohanes 12:24). Dari sini kita dapat melihat bahwa hanya orang yang berkomitmen total siap untuk mati. Seorang Kristen yang sejati adalah seorang yang siap untuk mati; ia telah disalibkan bagi dunia dan telah selesai dengan kehidupan dosa ini. Hanya orang seperti ini yang dapat menjalani sebuah kehidupan yang mewakili benih yang baik dan Firman Allah kepada dunia ini. Oleh karena itu, kita sendiri adalah Firman Allah; kita adalah pesan Allah kepada dunia. Dan cara kita menjalani kehidupan inilah yang akan membuat orang berpaling kepada Tuhan.  

Berikutnya, kita memusatkan perhatian pada lalang. Apakah yang diwakili oleh lalang? Tuhan Yesus memberitahu kita bahwa ladang ialah dunia dan kita ditaburkan ke dalam dunia untuk menjadi saksi bagi Dia, dan untuk menghasilkan buah demi kemuliaan-Nya. "Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga," kata Tuhan Yesus di Matius 5:16. Itulah caranya kita harus bercahaya. Sekali lagi, dogma-dogma kita dan doktrin-doktrin kita telah menyebabkan kita untuk menganggap perbuatan baik sebagai sesuatu yang negatif. Begitulah keadaannya di antara beberapa kelompok kaum injili sekarang. Bagaimanapun, ayat di atas dengan jelas menunjukkan bahwa perbuatan baik tidak dipandang sebagai sesuatu yang negatif oleh Tuhan kita.

Mengapa orang memberikan kemuliaan kepada Allah saat mereka melihat perbuatan baik anda? Mengapa tidak memberikan kemuliaan kepada anda? Kita harus dapat membedakan perbuatan baik macam apa yang sedang kita bicarakan. Perbuatan baik yang dihasilkan dalam kekudusan disertai oleh kehadiran Allah sehingga bahkan orang tidak percaya dapat melihat bahwa perbuatan baik tersebut dihasilkan oleh kuasa-Nya. Mereka tahu bahwa kekudusan yang terdapat di dalam diri anda bukanlah sesuatu yang berasal dari anda, tetapi dari Allah. Disinilah letaknya keindahannya. Mereka mungkin tidak tahu tentang Roh Kudus, tetapi mereka tahu bahwa kekudusan yang terdapat pada anda bukanlah sesuatu yang dihasilkan oleh anda sendiri. Itu adalah sesuatu yang dilakukan Allah. Begitu sempurna perkataan Tuhan Yesus dalam Matius 5:16 sehingga bahkan melalui pernyataan itu sendiri, Ia telah menunjukkan perbuatan baik macam apa yang dimaksudkan-Nya. Ia sedang berbicara tentang perbuatan baik yang datang dari Roh Allah, yang menyebabkan orang lain memuliakan Dia, bukan anda.

Pernahkah anda mengenal seorang abdi Allah yang benar? Apakah anda memberikan kemuliaan kepada dia? Tidak, karena anda tahu kekudusan di dalam kehidupannya, keindahan kehidupannya, datang dari Allah. Seorang yang saleh mempunyai kemampuan untuk membelokkan anda kepada Allah dan menjauhi dirinya sendiri tanpa perlu mengatakan sepatah kata pun. Ujian ini akan menunjukkan apakah kekudusan anda datang dari Allah. Jika orang lain memuji anda, maka ada sesuatu yang tidak beres. Jika orang melihat anda dan berkata, "Betapa indahnya Allah itu!" maka anda tahu bahwa anda mempunyai kekudusan yang benar.

Lalang ditanamkan di antara anak-anak Allah
Lalang yang ditaburkan di dalam perumpamaan ini tidak dari semula berada di dalam ladang, yang mewakili dunia ini. Jika lalang menunjuk kepada orang tidak percaya, mereka seharusnya telah berada di dalam ladang jauh sebelum Tuhan Yesus menaburkan benih yang baik ke dalam ladang. Orang tidak percaya dan orang yang berbuat jahat telah ada di dalam dunia jauh sebelum kedatangan orang Kristen. Sebaliknya, benih lalang ditaburkan sesudah benih yang baik ditaburkan, dan mereka ditaburkan di antara gandum! Mereka ditanam dengan niat yang sengaja di tengah-tengah gandum, dan bukan dimana saja di dalam ladang. Orang-orang yang melakukan kejahatan, dan segala yang menyesatkan, ada di dalam Kerajaan dan harus dikeluarkan (Matius 13:41).  Satu hal lagi yang harus diperhatikan ialah bahwa tidak ada orang di dalam Kerajaan Allah yang tidak mengakui imannya. Oleh karena itu, lalang adalah orang-orang percaya yang mengakui imannya.

Ada satu lagi hal yang sangat penting: tumbuhan yang diterjemahkan sebagai 'lalang' oleh LAI, pada kenyataannya, adalah satu tumbuhan yang sangat menyerupai gandum. Oleh karena itu, jika kita membaca perumpamaan ini dengan berhati-hati, kita akan perhatikan bahwa hamba-hamba tuan ladang hanya menyadari bahwa terdapat lalang di dalam ladang - dan banyak sekali lalangnya - setelah tumbuhan ini bertumbuh dan mulai berbulir. Kita melihat ini di Matius 13:26. Lalang tidak tampak sampai pada waktu buahnya mulai muncul. Lalang telah bertumbuh untuk waktu yang lama sebelum hamba-hamba tuan ladang tiba-tiba menyadari bahwa ladang tersebut penuh dengan lalang. "Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu?", mereka bertanya. Maka lalang begitu menyerupai gandum dan tidak begitu mudah dibedakan sehingga mereka mulai menghasilkan buah. Hanya pada tahap ini sifat lalang yang sebenarnya mulai muncul.

Saya harus mengatakan sesuatu tentang terjemahan bahasa Inggeris atas perumpamaan ini dari teks Yunani. Terjemahan versi AV (Authorized Version) sebagai 'tares' sebetulnya tidak tepat tetapi kita tidak dapat menyalahkan penterjemah karena pada ketika itu pada tahun 1611 mereka ternyata tidak mengetahui arti dari kata Yunani tersebut. Kata 'tares' tidak tepat karena 'tares' ialah semacam buncis. Mereka tergolong dalam keluarga buncis atau kacang dan tidak serupa dengan gandum samasekali. Siapapun dengan segera dapat melihat perbedaan antara 'tares' dan gandum. Akan tetapi, di sini kita berbicara tentang semacam rumput liar yang tidak dapat dibedakan samasekali dari gandum sehingga biji-bijiannya muncul.

Hal yang sama berlaku juga untuk versi RSV (Revised Standard Version). Kata tersebut diterjemahkan sebagai 'rumput liar'. Rumpat liar, sebagaimana kita tahu, tidak menghasilkan buah dan karenanya kita mempunyai suatu kontradiksi di sini. Pernahkah anda melihat rumput liar menghasilkan buah? Dalam kasus ini, besar kemungkinan penterjemah-penterjemah RSV sengaja memilih kata ini karena mereka tahu bahwa nama khusus bagi rumput liar semacam ini tidak dapat dipahami oleh pembaca umum. Bagaimanapun, kebanyakan dari kita bukanlah botanikus (ahli tumbuh-tumbuhan) dan tidak mengetahui nama teknis bagi rumput liar semacam ini. Akan tetapi, jika anda ialah seorang yang berpikir dengan mendalam, anda akan segera bertanya, "Sejak kapan rumput liar menghasilkan buah?"

Terjemahan bahasa Cina mempunyai masalah yang sama. Dalam bahasa Mandarin, terjemahannya ialah bai zi, yang merupakan semacam rumput liar yang tumbuh di sawah padi, dan bukan di ladang gandum. Di antara tanaman padi, terdapat semacam rumput liar yang tampak serupa dengan tumbuhan padi semasa bertumbuh, dan begitu penterjemah-penterjemah Cina memutuskan untuk menggunakan istilah-istilah yang familier tersebut. Sayang sekali, mereka masih terus berbicara tentang ladang gandum. Jadi, kita ada semak padi yang bertumbuh di antara gandum, menimbulkan berbagai macam kebingungan. Pada kenyataannya, nama teknis bagi tumbuhan yang bersangkutan adalah "the bearded darnel." Istilah bahasa Cinanya - du mai - sangatlah berarti karena mempunyai arti 'gandum yang beracun.'

Darnel ialah tumbuhan yang lazimnya hanya bertumbuh di ladang gandum. Darnel begitu menyerupai gandum sehingga seorang ahli akan mengalami kesulitan membedakannya dari gandum sehingga darnel tersebut mulai berbulir. Biji darnel berwarna hitam, dan isinya berasa pahit. Lebih dari itu, biji darnel juga beracun. Itulah sebabnya nama bahasa Cinanya - du mai (gandum beracun) - begitu tepat sekali. Darnel adalah mai karena ia kelihatan seperti gandum, dan ia adalah du karena ia beracun. Para ahli mengatakan bahwa jika seseorang memakan biji darnel, ia akan mengalami kepusingan, rasa mengantuk, kemuakan, diare, sawan dan ganggren, dan barangkali bahkan kematian!

Sampai di sini, kita harus menyadari bahwa kita sedang menangani dua jenis tumbuhan yang kelihatan sangat serupa tetapi samasekali berbeda dalam inti. Lalu, bagaimana kita dapat membedakan kedua jenis tumbuhan tersebut? Tuhan Yesus berkata, "dari buahnya pohon itu dikenal." (Matius 12:33) Benih yang baik menghasilkan buah yang baik; benih yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik (Matius 7:17).

Mari kita menyimpulkan pembahasan kita sejauh ini tentang rumput liar atau lalang ini. Darnel bertumbuh di antara gandum di dalam Kerajaan Allah. Meskipun mereka tampak seperti orang Kristen sejati, namun mereka bukan. Buah yang dihasilkan oleh rumput liar ini berwarna hitam sedangkan buah yang dihasilkan oleh gandum adalah keputih-putihan. Lebih dari itu, biji-bijian dari rumput liar ini beracun sedangkan biji-bijian yang dihasilkan oleh gandum sangat bergizi. Namun keduanya bertumbuh di dalam gereja, yaitu Kerajaan Allah pada masa sekarang. Pada masa sekarang, menurut perumpamaan-perumpamaan Tuhan Yesus, terdapat orang yang melakukan kejahatan di dalam Kerajaan Allah. Ingat perumpamaan tentang perjamuan kawin? Di dalam perumpamaan itu, ada seseorang masuk ke dalam perjamuan kawin tanpa pakaian pesta, dan kemudiannya dicampak keluar dari perjamuan tersebut sekalipun ia telah masuk ke dalam ruang pesta.

Hal yang berikut yang harus kita perhatikan adalah hubungan dekat yang terjalin di antara darnel dan gandum. Mereka telah menjalin hubungan satu dengan yang lain, menunjukkan bahwa mereka berdua berfungsi bersama-sama di dalam Kerajaan Allah. Itulah sebabnya mengapa Tuhan mengingatkan bahwa mencabut darnel akan sekaligus menyebabkan gandum ikut tercabut juga. Karena itu, darnel harus dibiarkan bertumbuh sampai hari Penghakiman.  

Dari manakah datangnya darnel tersebut? Tuhan Yesus menyatakan bahwa darnel ditaburkan ke dalam Kerajaan Allah oleh seorang musuh, yaitu Iblis, yang berjuang melawan kedaulatan Allah. Ingat bahwa darnel mewakili semacam orang yang tertentu, begitu juga dengan gandum. Musuh akan menaburkan orang-orang yang pada intinya bukan orang Kristen ke tengah-tengah masyarakat Kristen. Di luar orang-orang ini tampak seperti orang Kristen; mereka bahkan berbicara dan berkelakuan seperti orang Kristen sampai suatu titik tertentu tetapi pada kenyataannya mereka berbeda.

Meskipun darnel bukan orang-orang Kristen sejati, itu tidak berarti mereka tidak memikirkan diri mereka sebagai orang Kristen sejati.  Pada kenyataannya, darnel berpikir bahwa mereka adalah gandum, persis karena mereka tampak begitu menyerupai gandum. Mereka percaya bahwa mereka adalah gandum. Ini merupakan tragedi yang paling besar. Jadi, darnel bukanlah orang-orang yang sengaja ingin membinasakan gereja. Tidak samasekali! Mereka adalah orang-orang Kristen yang tidak sejati, tetapi berfungsi di dalam gereja dan memikirkan diri mereka sebagai orang Kristen sejati.

Ini menimbulkan satu pertanyaan yang penting: bagaimana anda tahu apakah anda sebenarnya gandum atau darnel? Bagaimana anda mengetahuinya? Anda mungkin mempunyai keyakinan bahwa anda adalah seorang Kristen yang sejati namun persoalannya ialah, apakah anda seorang Kristen sejati di mata Allah, bukan apakah anda seorang Kristen sejati di mata anda sendiri. Sebagaimana yang dikatakan oleh Paulus, hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri. (1 Korintus 11:28)

Di dalam penjelasan bagi perumpamaan ini di Matius 13:41, kita melihat bahwa lalang atau darnel adalah segala sesuatu yang menyesatkan di dalam gereja. Di dalam Alkitab RSV, kata Yunani bagi 'yang menyesatkan' diterjemahkan sebagai 'yang menyebabkan dosa' sementara kata Yunani yang lain di ayat tersebut diterjemahkan sebagai 'pembuat kejahatan', atau 'yang melakukan kejahatan'. Kata 'pembuat kejahatan' bukan satu terjemahan yang tepat karena ia memberikan satu kesan yang keliru tentang orang-orang ini. Secara harfiah, kata Yunani itu berarti 'yang melanggar hukum'. Tentu saja, jika anda melanggar hukum, anda seorang pembuat kejahatan. Tetapi, jika kita membandingkan bagaimana kata ini digunakan di lain tempat di Perjanjian Baru, suatu gambaran yang sangat penting tentang darnel mulai tampak. Kata Yunani yang sama digunakan di Matius 7:23 di mana ia menunjuk bukan kepada orang-orang tidak percaya tetapi kepada orang-orang Kristen. Sebenarnya, ia digunakan untuk menggambarkan pekerja-pekerja Kristen! Matius 7:21-23 mengatakan:

Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"

Di dalam perikop di atas, orang-orang ini mengakui Yesus sebagai Raja atas kehidupan mereka apabila mereka memanggil-Nya, "Tuhan, Tuhan". Namun sebagaimana yang dikatakan oleh nabi Yesaya, "bangsa ini datang mendekat dengan mulutnya dan memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya menjauh dari pada-Ku" (Yesaya 29:13). Bukan setiap orang yang berseru kepada Yesus "Tuhan, Tuhan" akan masuk ke dalam Kerajaan Surga di masa depan (perhatikan kata kerja masa depan 'akan masuk' dipakai di sini) tetapi ia yang melakukan (perhatikan kata kerja masa kini dipakai di sini) kehendak Bapa yang di surga. Pada hari Penghakiman, banyak yang akan berkata, "Tuhan, tidakkah kami bernubuat dalam nama-Mu dan mengusir setan dalam nama-Mu dan melakukan mujizat dalam nama-Mu?" Mereka ialah orang-orang yang bekerja dalam nama Yesus. Dan perhatikan kata-kata yang mengerikan di ayat 23: "Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" Kata 'pembuat kejahatan' di dalam perikop ini adalah kata Yunani yang sama yang digunakan di dalam perumpamaan lalang di antara gandum ini. Coba bayangkan - orang-orang ini yang mengusir setan, yang bernubuat dan melakukan mujizat penyembuhan dalam nama Yesus sebenarnya ialah pembuat kejahatan dan akan ditolak oleh Tuhan!

Di sini kita melihat arti bagi perumpamaan ini mulai tampak. Pembuat-pembuat kejahatan ini (atau darnel) bukanlah orang-orang tidak percaya. Mereka memanggil Yesus 'Tuhan' dan barangkali memaksudkannya ke suatu tahap tertentu namun kehidupan mereka tidak dijalankan dalam ketaatan kepada kehendak Allah. Mereka tidak melakukan kehendak-Nya. Dari sini kita dapat melihat bahwa tidak penting doktrin atau dogma macam apa yang dianuti anda, selama doktrin atau dogma tersebut selaras dengan firman Tuhan. Jika tidak, maka doktrin anda akan membawa anda bergabung dengan orang-orang ini pada hari Penghakiman - di dalam api neraka.

Apakah orang-orang ini memiliki iman? Tentu saja. Tidak seorangpun yang dapat melakukan apa-apa dalam nama Yesus jika ia tidak memiliki iman. Mereka adalah orang-orang yang mengusir setan dalam nama Yesus, menunjukkan bahwa mereka percaya nama-Nya dapat mengusir setan. Apakah anda memiliki iman seperti ini? Mereka dapat bernubuat dalam nama Yesus. Apakah anda mempunyai iman untuk bernubuat? Akan tetapi, apa yang tidak dimiliki mereka ialah ketaatan kepada kehendak Allah. Bernubuat tidak sama dengan melakukan kehendak Allah. Melakukan mujizat - dan pada masa kini terdapat banyak penyembuh-penyembuh iman - tidak sama dengan melakukan kehendak Allah. Melakukan kehendak Allah adalah menjalankan suatu kehidupan yang kudus. Sekarang kita mulai melihat mengapa firman Tuhan menitikberatkan kekudusan. Karena menjalankan suatu kehidupan yang kudus menunjukkan bahwa anda benar-benar hidup di bawah kedaulatan Allah. Dengan lain kata, Tuhan adalah sesungguhnya Raja atas kehidupan anda. Dan inilah ajaran yang alkitabiah. Bukankah kebenaran Allah cukup jelas? Atau anda masih berpegang pada doktrin yang membutakan anda?

Sudah tiba waktunya untuk menyimpulkan apa yang telah dibahaskan sejauh ini. Kecuali anda memahkotai Yesus sebagai Raja atas kehidupan anda, anda bisa melakukan semua mujizat di dunia ini tetapi anda tidak akan diselamatkan, meskipun anda melakukan semua mujizat itu karena anda percaya pada nama Yesus. Hanya iman yang tunduk kepada kekuasaan Allah yang menyelamatkan; dan bukan iman yang melakukan mujizat. Oleh karena itu, anda harus membedakan dengan berhati-hati arti dari iman yang alkitabiah. Itulah sebabnya rasul Yakobus berkata, "Tunjukkanlah kepadaku imanmu dari perbuatan-perbuatanmu" (Yakobus 2:18). Iman macam apa yang anda miliki? Jika iman anda adalah iman yang melakukan mujizat, itu tidak berarti iman tersebut akan menyelamatkan anda. Hanya iman yang mengakui Dia sebagai Raja atas kehidupan anda seharian - saat demi saat - yang menyelamatkan. Iman seperti ini barangkali tidak spektakuler seperti melakukan mujizat, tetapi itulah yang diharapkan Allah dari anda. Selain itu, jika anda dapat juga melakukan mujizat dalam nama Yesus, itu bagus sekali. Tetapi yang satu tidak dapat mengantikan yang lain. Hal ini harus kita mengerti.

Siapa diri anda, dan bukan apa yang anda lakukan, yang berarti bagi Allah. Saya mengatakan ini sebagai peringatan kepada kaum muda yang berpikir bahwa menyibukkan diri dalam gereja menunjukkan mereka sebagai orang Kristen yang baik, berlari keliling mengorganisir kegiatan ini dan itu. Beberapa orang yang mulai menghadiri gereja berkata, "Aku ingin melakukan sesuatu untuk gereja." Dan jika mereka tidak diberikan sesuatu untuk dilakukan, mereka akan meninggalkan gereja tersebut dan mencari gereja yang lain. Jika seseorang berpikir dengan cara ini, ia belum mengerti bahwa pertama-tamanya Allah ingin melihat siapa dia sebenarnya. Sangat mudah untuk menemukan pekerjaan untuk dikerjakan orang, tetapi itu mungkin mengakibatkan lebih banyak kerugian daripada keuntungan. Mereka barangkali berpikir dengan melibatkan diri dalam banyaknya kegiatan, mereka menjadi orang Kristen yang baik. "Aku adalah presiden persekutuan ini; aku mengelolakan persekutuan ini; aku mengorganisir kegiatan itu; aku memimpin PA dan aku melakukan itu." Barangkali anda sangat sibuk, tetapi anda itu orang yang bagaimana? Apakah anda tergolong sebagai gandum atau darnel? Semua aktivitas itu membuat anda tampak seperti seorang Kristen yang sejati di luar, tetapi siapakah anda di dalam?

Sangat menyedihkan melihat orang-orang di Matius 7 ini berpikir bahwa mereka akan diselamatkan. Pada hari Penghakiman, mereka mungkin saja mempersembahkan pekerjaan-pekerjaan mereka sambil berkata, "Tuhan, Tuhan, bukankah kami melakukan ini dan itu demi nama-Mu?" Mereka secara jujur berpikir dengan melakukan hal-hal tersebut mereka akan diselamatkan. Mereka benar-benar menaruh kepercayaan pada Yesus tetapi Yesus menolak mereka. Hari Penghakiman adalah hari yang penuh dengan kejutan. Banyak orang akan pergi ke sana sambil berpikir, "Kursiku di surga sudah dicadangkan untukku," tetapi Allah akan berkata kepada mereka, "Aku tidak pernah mengenal siapa kamu. Enyahlah daripada-Ku." Sayang sekali mereka telah dibimbing untuk mempercayai bahwa mereka adalah orang Kristen yang sejati. Iblis ialah bapa segala dusta. Percayakah anda pada dustanya bahwa anda bisa menjadi seorang Kristen yang sejati tanpa menjadi kudus? Bahwa anda bisa diselamatkan tanpa menjadikan Allah sebagai Raja atas kehidupan anda?

Gandum dan darnel melambangkan dua kelompok orang di dalam gereja: mereka yang mempercayai Yesus sebagai Juruselamat (Savior) dan mereka yang mempercayai Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat (Lord and Savior), dan dalam urutan ini. Jika anda menjadi seorang Kristen karena anda semata mempercayai Yesus sebagai Juruselamat, anda telah mempercayai satu dusta. A.W. Tozer, seorang abdi Allah yang besar yang telah menulis banyak buku yang bagus seperti The Pursuit of God, membuat pernyataan ini dalam bukunya, The Root of the Righteous: "Bidat paling besar dalam pengajaran gereja masa kini adalah usaha untuk memisahkan Juruselamat dan Tuhan, dan untuk mengatakan bahwa anda bisa menerima Yesus sebagai Penyelamat tanpa menerima-Nya sebagai Tuhan, dan kemudian menerima-Nya sebagai Tuhan pada suatu tahap pengudusan yang berikutnya." Orang yang mengatakan itu berpikir mereka mengerti teologi. Mereka berpikir, pertama-tama, anda harus menerima Yesus sebagai Juruselamat untuk diselamatkan. Namun mereka tidak mengatakan apa-apa tentang Dia sebagai Tuhan atas kehidupan anda. Kemudian, jika anda menyukainya suatu hari kelak, barangkali anda bisa memahkotai Dia sebagai Tuhan atas kehidupan anda. Tetapi menurut mereka itu adalah tahap pengudusan yang lebih tinggi. Dan tidak apa-apa jika anda tidak berbuat demikian karena anda tetap akan diselamatkan. Inilah yang saya maksudkan dengan dusta si Iblis. Tidak ada apa-apa yang disebut tentang pemerintahan Allah, atau kedaulatan Allah. Orang-orang ini ingin memperalatkan Yesus untuk menyelamatkan diri mereka sendiri. Barangkali satu hari nanti, mereka mungkin berkata, "Baiklah, aku menerima Yesus sebagai Tuhan juga." Siapa saja yang mengajarkan ini sedang mengajarkan dusta si Iblis, sebagaimana diperingatkan A.W. Tozer berulang-kali. Namun begitu,  tampaknya inilah ajaran yang standar pada masa kini. Kita dibesarkan berdasarkan ajaran ini, yang telah membutakan mata kita kepada Firman Allah.

Banyak kali ketika saya memberitakan firman Tuhan, orang akan berkata, "Ha! Ia telah mengelirukan pengudusan dan pembenaran!" Pada kenyataannya, saya tidak keliru apa-apa. Saya telah mempelajari cukup banyak teologia untuk tidak melakukan kesalahan dasar seperti itu, yaitu, untuk memisahkan kehidupan Kristen kepada dua tahap, dan tahap yang kedua tidak diwajibkan (boleh dipilih). Ini adalah dusta Satan.

Mengetahui kondisi rohani kita yang sebenarnya
Di dalam perumpamaan ini, darnel secara jujur percaya mereka telah diselamatkan, dan mereka adalah orang Kristen di dalam Kerajaan Allah. Memang, mereka ada di Kerajaan sampai mereka dicampak keluar. Jadi, darnel adalah anak-anak Iblis. Tetapi apakah mereka menyadari bahwa mereka adalah anak-anak Iblis? Jawabnya tidak. Kita hanya perlu membaca Yohanes 8 untuk menyadari bahwa anak-anak Iblis biasanya tidak menyadari siapa diri mereka yang sebenarnya. Di Yohanes 8:39, orang-orang Yahudi berkata, "Abraham adalah bapa kami." Untuk itu, Tuhan Yesus menjawab, "Iblislah yang menjadi bapamu" (Yohanes 8:44). Ia mengatakan ini kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang Farisi, yaitu orang-orang yang paling saleh di antara orang Yahudi, dan yang paling bersemangat dalam hal-hal agama pada waktu itu. Orang-orang Farisi berusaha untuk menegakkan kebenaran mereka sendiri. Namun Tuhan Yesus memanggil mereka anak-anak si Iblis. Orang-orang tidak percaya tidak disebutkan sebagai anak-anak si Iblis, tetapi malah orang-orang yang taat agama ini yang disebut sebagai anak-anak si Iblis. Sangat mengagetkan membaca hal-hal seperti ini dalam Alkitab, bukan?

Tuhan Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi, yang menjadi umat pilihan Allah, dan kepada orang-orang Farisi, pemelihara hukum Taurat yang lebih benar dari semua, "Jika kamu anak-anak Abraham, kamu akan mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham." Apa yang dilakukan oleh Abraham? Ia memahkotai Allah sebagai Raja atas kehidupannya. Apa saja yang dikatakan Allah, Abraham akan lakukan. Kemana saja Allah mengutus dia, ia akan pergi karena Allah adalah Raja atas kehidupannya. Itulah yang dikerjakan oleh Abraham. Dan Tuhan Yesus tidak berputar-putar dalam bicara. Ia berusaha untuk mengungkapkan kondisi rohani mereka yang sebenarnya. Itulah sebabnya anda harus memberitahu seorang sakit bahwa ia sakit, kalau tidak, ia berpikir bahwa ia sehat. Anda mungkin saja merasa sangat sehat, tetapi sedang mengidap sakit kanker. Umpamanya ayah saya. Ia merasa baik-baik saja sebelum ia mati karena penyakit kanker. Ia merasa sehat sekali; ia merasa kuat. Ia pergi melakukan pengecekan rutin dan dokter berkata, "Benjolan apa itu?" Ayah saya berkata, "Benjolan apa?" Dokter itu berkata, "Benjolan yang ini." Ayah saya berkata, "Ah! Itu tidak menyakitkan. Tidak apa-apa." Dua bulan kemudian, ayah saya meninggal dunia. Ia merasa baik-baik saja ketika ia pergi melakukan pengecekan medis pada hari tersebut. Merasa baik tidak membuktikan apa-apa samasekali.

Tahukah anda kondisi rohani anda? Barangkali tidak. Itulah sebabnya Tuhan berkata kepada mereka, "Iblislah yang menjadi bapamu." Tuhan bukan menghina mereka. Tuhan sedang berkata, "Sadarilah keadaanmu. Kecuali kamu menerima Allah sebagai Raja atas kehidupan kamu, kamu akan menjadi anak-anak si Iblis, dan kamu akan binasa dalam dosa-dosamu." Ia juga berkata kepada mereka, "Sekiranya kamu buta, kamu tidak berdosa, tetapi karena kamu berkata: Kami melihat, maka tetaplah dosamu" (Yohanes 9:41). Mereka berpikir bahwa mereka melihat, dan bahwa semua orang yang lain itu buta. Tidak ada hal yang lebih mengerikan daripada menganggap diri kita sebagai sesuatu yang ternyata tidak. Itulah tragedi yang paling dahsyat. Semoga Allah melarang hal itu dari terjadi pada kita! Kita harus datang kepada Tuhan dan berkata, "Tuhan, aku hanya ingin membuka diriku kepada Engkau. Aku merayu kepada Engkau untuk menunjukkan kepadaku siapa diriku yang sebenarnya."

Kalau begitu bagaimana kita tahu siapa diri kita yang sebenarnya? Apakah kita ditinggalkan untuk menebak apakah kita orang Kristen yang sejati? Kita bersyukur kepada Allah karena kita tidak ditinggalkan untuk menebak. Tuhan Yesus ada memberitahu kita bagaimana kita tahu. Ketika buahnya mulai tampak, kita dapat membedakan di antara seorang Kristen yang sejati dan seorang  Kristen atas nama. Di dalam firman Tuhan, kata 'buah' menunjuk kepada buah Roh, yaitu kekudusan di dalam kehidupan kita. Apakah kehidupan anda kudus? Apakah anda sering bertengkar dengan saudara-saudara anda, dengan saudara-saudara seiman atau dengan pemilik rumah? Jika anda berkelakuan seperti orang tidak percaya setiap hari, apakah anda pikir anda akan diselamatkan? Tuhan berkata, "dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka." (Matius 7:20) Dari buah kehidupan anda, anda dapat mengenal siapa diri anda. Saya mengenal siapa diri saya. Anda mungkin berpikir saya seorang Kristen yang bagus. Namun saya mengenal siapa saya dan saya dapat melihat betapa banyaknya kegagalan saya. Tetapi saya juga melihat betapa besarnya anugerah Allah, menjadikan saya sebagaimana saya ada sekarang. Jika saya melihat sesuatu yang baik dalam diri saya, saya hanya dapat berkata seperti rasul Paulus, "karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang" (1 Korintus 15:10) Saya tahu siapa saya sebelumnya; saya tahu siapa saya sekarang. Saya tahu apa yang telah Allah lakukan dalam kehidupan saya dan saya berkata, "Terima kasih, Tuhan." Apabila orang lain mulai melihat suatu perubahan pada anda dan anda dengan jujur mengetahui bahwa perubahan tersebut adalah pekerjaan Allah di dalam hati anda, anda sedang menghasilkan buah Roh di dalam kehidupan anda. Kemudian anda akan tahu bahwa anda adalah seorang Kristen yang sejati. Dan Roh Allah akan bersaksi dengan roh anda bahwa anda adalah anak Allah (Roma 8:16).

Apakah anda selalu meledak dalam kemarahan? Bagaimana kelakuan anda? Jangan berpikir bahwa hal-hal seperti ini tidak penting. Satan mau anda percaya bahwa anda akan diselamatkan, bagaimanapun kelakuan anda. Bagaimana anda bertingkah laku merupakan suatu indikasi apakah anda sebuah ciptaan baru atau tidak. Itulah sebabnya hal ini begitu penting. "Tanpa kekudusan, tidak seorangpun dapat melihat Allah." Tanpa kekudusan yang dikerjakan Roh Kudus di dalam kehidupan anda, anda tidak akan melihat Allah. Tanyalah diri anda sendiri: apakah anda bagian dari gandum atau darnel?

Ingatlah, sekali lagi, bahwa darnel itu beracun. Itulah sebabnya darnel harus dipisahkan dari gandum. Darnel harus dipisahkan dengan berhati-hati. Pada kenyataannya, jika terjadinya kesalahan saat menuai, dan beberapa dari biji darnel bercampur dengan gandum dan digiling menjadi tepung gandum, orang yang memakan tepung gandum ini akan menjadi sakit. Itulah sebabnya mengapa darnel harus dipisahkan dengan berhati-hati dan dibinasakan. Saya berdoa agar Allah akan membuka mata anda supaya kita berkata, "Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!"

Mari kita mengakhiri dengan satu poin yang terakhir. Pembuat kejahatan bukanlah orang yang melakukan pembunuhan, perzinahan dan hal-hal seperti itu. Karena itu janganlah berkata, "Nah, aku tidak membunuh, aku tidak berzinah, jadi aku tidak tergolong sebagai pembuat kejahatan." Janganlah menipu diri. Jangan lupa bahwa orang-orang yang melakukan mujizat disebut sebagai pembuat kejahatan oleh Tuhan Yesus. Kata 'pembuat kejahatan' juga berlaku untuk orang-orang Farisi di Matius fasal 23. Kata tersebut berarti 'yang melanggar hukum' Ini berarti orang-orang Farisi tidak tunduk kepada hukum Kristus. Mereka melakukan perkara mereka sendiri, mempercayai apa yang ingin mereka percayai. Mereka tidak hidup dibawah keTuhanan-Nya. Rasul Paulus berbicara tentang hukum Kristus di 1 Korintus 9:21 dan Galatia 6:2. Ia berkata, "aku tidak hidup di luar hukum Allah, karena aku hidup di bawah hukum Kristus." Mengapa tidak ada orang yang mengkhotbahkan ayat ini? Ingatlah hal-hal ini dengan berhati-hati supaya, sebagaimana kata Paulus, kekudusan disempurnakan di dalam kehidupan anda. (2 Korintus 7:1-2).

[Download]


Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.

Standard
Besar
Terbesar

Perumpamaan:

Perumpamaan tentang Kantong Kulit yang Lama dan yang Baru

Mat 13:3-23 Perumpamaan tentang Seorang Penabur Benih I

Mat 13:1-9 Perumpamaan tentang Penabur - Dari Sudut Pandang Keselamatan

Perumpamaan tentang Pelita

Perumpamaan tentang Benih yang Tumbuh dengan Sendirinya

Perumpamaan tentang Lalang di antara Gandum

Perumpamaan tentang Benih Sesawi

Perumpamaan tentang Harta yang Terpendam

Perumpamaan tentang Mutiara

Perumpamaan tentang Ragi

Perumpamaan tentang Pukat

Perumpamaan tentang Ahli Taurat yang Menerima Pelajaran tentang Hal Kerajaan Surga

Perumpamaan tentang Orang Kaya yang Bodoh

Perumpamaan tentang Orang Samaria yang Murah Hati

Perumpamaan tentang Pohon Ara yang Mandul

Perumpamaan tentang Sahabat pada Tengah Malam

Perumpamaan tentang Tamu-tamu

Perumpamaan tentang Pesta Perjamuan Besar I

Perumpamaan tentang Pelita Diatas Kaki Dian

Perumpamaan tentang Pembangunan Menara dan tentang Raja yang akan Maju Berperang 1

Perumpamaan tentang Pembangunan Menara dan tentang Raja yang akan Maju Berperang 2

Perumpamaan tentang Pembangunan Menara dan tentang Raja yang akan Maju Berperang 3

Perumpamaan tentang Domba yang Hilang

Perumpamaan tentang Uang Dirham yang Hilang

Perumpamaan tentang Anak yang telah Mati dan Hidup Kembali

Perumpamaan tentang Dua Anak yang Hilang

Perumpamaan tentang Bendahara yang Tidak Setia

Perumpamaan tentang orang kaya dan Lazarus

Perumpamaan tentang Hamba yang Tidak berguna

Perumpamaan tentang Hakim yang Tidak Adil

Akankah Yesus mendapati iman di Bumi? I

Akankah Yesus mendapati iman di Bumi? II

Perumpamaan tentang orang Farisi dan Pemungut cukai

Perumpamaan tentang Uang Mina

Perumpamaan tentang Hamba yang Tidak Mengampuni

Para Pekerja di Kebun Anggur - Bagian Pertama

Para Pekerja di Kebun Anggur - Bagian Kedua
Prinsip tentang yang terdahulu dan yang terakhir

Perumpamaan tentang Pohon Ara

Perumpamaan tentang dua orang anak

Perumpamaan tentang Para Penggarap Kebun Anggur yang Jahat

Perumpamaan tentang Perjamuan Kawin

Perumpamaan tentang Pesta Perjamuan Besar 2

Perumpamaan tentang 10 Gadis-gadis yang Bijaksana & Bodoh

Perumpamaan tentang talenta

Pemisahan antara Kambing dan Domba 1

Pemisahan antara Kambing dan Domba 2

Perumpamaan tentang Kedatangan Yesus yang kedua

Copyright 2003-2014. Semua materi di situs ini adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries.
E-mail kami untuk mendapatkan izin untuk menggunakan materi di situs ini.
Best viewed with IE6.0 and 1024 by 768 resolution.