| Saran & Komentar | updated on 04 February 2012

Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan

Halaman Utama

  |  Tentang Kami

  |  Hubungi Kami

  |  Izin Pemakaian Materi 

  |  Dapatkan Buletin Gratis di sini! 

Sumber Damai

Khotbah/PA


Inspirasi

Artikel/Renungan

Kesaksian Hidup


Pelatihan

Discipleship Trainings


Lain-Lain...

Buku-buku Terbitan 

Lagu dan Film 

Bible Study (P.A)

Siaran Mandarin

Buletin Gratis!

Follow Us


BUKU BARU


BACA ONLINE

Perumpamaan Tentang Pelita Diatas Kaki Dian

Lukas 8:16-17 - Disampaikan oleh Pendeta Eric Chang, Liverpool, Inggris.

Tuhan Yesus mengatakan di Lukas 8:16, "Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur, tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya."

Anda barangkali bertanya, "Apa yang ingin Yesus katakan kepada kita disini?" Ketika Tuhan Yesus berkhotbah, orang banyak menjadi takjub mendengar pengajaran-Nya. Apa yang begitu menakjubkan tentang satu pernyataan seperti ini? Orang banyak suka mendengar pengajaran-Nya, tetapi ada apa dalam pernyataan seperti itu yang layak didengarkan? Maksud saya, apa yang begitu menakjubkan tentang pernyataan ini yang mengatakan, tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan? Tentu saja tidak ada orang yang berbuat seperti itu! Saya tidak dapat melihat apa-apa yang begitu menakjubkan dalam pernyataan seperti ini. Saya bahkan tidak dapat melihat arti rohani semacam apa yang dapat terkandung dalam pernyataan seperti itu.

Tetapi jika ayat 16 kedengaran terlalu basi dari segi kejelasan, lalu ayat 17 pula berlawanan, "Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan."

Apa artinya semua ini? Menurut anda, apa yang dapat diartikan oleh orang banyak yang mendengarkan Yesus itu? Jika saya mengucapkan kata-kata tersebut kepada anda, atau jika anda keluar kepada orang-orang di jalan dan berkata kepada mereka, "Dengar, aku ingin memberitahu kamu sesuatu yang sangat penting. Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan," tidakkah mereka akan berkata, "Ada yang kurang beres dengan orang ini." Anda cobalah dan lihat. Apabila anda melihat pernyataan ini, anda mungkin bertanya, "Apa yang ingin disampaikan oleh Yesus?" Dan tentu saja pernyataan itu sangat penting karena ia muncul lima kali di dalam tiga Injil yang pertama. Kalau begitu, mengapa begitu penting? Apakah wajar saya mengusulkan kepada anda supaya mencoba pernyataan itu dengan seseorang di jalan? Apakah orang Yahudi memahami pernyataan itu dengan cara yang sama seperti orang lain di jalan? Pada kenyataannya, bagi seorang Yahudi, pernyataan tersebut sangat berarti, seandainya ia mempunyai pengertian rohani, dan juga seandainya ia memahami Kitab Suci. Itu tidak dapat dikatakan bagi orang non-Yahudi. Kalau begitu, mari kita bertanya lagi, apa yang begitu penting tentang pernyataan ini, yang tampaknya tidak semata tidak menyatakan sesuatu yang sangat penting kepada kita, tetapi juga muncul lima kali di dalam kitab-kitab Injil sinoptis, yakni tiga Injil yang pertama? (Matius 5:15, 10:26; Markus 4:21-22; Lukas 8:16-17, 11:33.)

Gideon dan Tiga Ratus Orangnya Menutupi Terang Mereka
Apa artinya menutupi terang atau pelita? Pada dasarnya, terdapat dua cara bagaimana seorang Yahudi dapat memahami pernyataan tersebut. Yang pertama, mereka akan mengingat satu peristiwa bersejarah di dalam Kitab Suci. Dan yang kedua, mereka tahu apa yang ditetapkan oleh peraturan orang Yahudi tentang terang.

Yang pertama, siapapun yang mengenal Kitab Suci akan segera mengingat, "Ah ya! Terang yang ditutupi dengan tempayan!" Tahukah anda di mana terang ditutupi dengan tempayan di dalam Alkitab? Hakim-hakim fasal 7 ialah satu tempat di dalam Kitab Suci di mana terang ditutupi dengan tempayan. Ini sangat penting untuk dimengerti. Bagi kalian yang bukan orang Kristen atau yang baru percaya, saya akan menceritakan apa yang terjadi di situ.

Terjadi satu peperangan, dan Israel berhadapan dengan tentara musuh yang sangat besar. Jadi, seluruh bangsa Israel berada dalam ketakutan. Situasinya sangat gawat, dan Allah memanggil seorang hamba-Nya bernama Gideon. Dan Gideon mengerahkan satu angkatan tentara sebesar mungkin untuk melawan musuh besar ini yang datang menyerang mereka. Dan masih ia kalah dalam bilangan. Jadi tentara Israel, yang terdiri dari campuran bermacam-macam orang, dengan sekilas pandang, anda dapat tahu bahwa mereka tidak mungkin dapat melawan pihak musuh. Besar kemungkinan mereka akan dibunuh secara besar-besaran. Jadi, Tuhan berkata kepada Gideon, "Tidak. Kita tidak akan pergi berperang dengan orang-orang ini. Aku mau  tiga ratus orang. Perhatikan mereka apabila mereka minum. Pilih mereka yang menghirup dengan membawa tangannya ke mulutnya." Dan jumlah orang yang menghirup dengan membawa tangannya ke mulutnya, ada tiga ratus orang. Nah, apakah tiga ratus prajurit yang khusus ini, telah mempelajari seni 'kung fu' atau seni perang yang lain? Tidak! Tidak sama sekali! Mereka dipilih hanya karena kualitas rohani belaka, bukan karena kemahiran perang karena mereka akan bertempur dalam satu peperangan yang luar biasa oleh kuasa Allah. Mereka akan memenangkan peperangan ini dengan terang, bukan dengan pedang. Setahu saya, inilah satu-satunya peperangan yang dimenangkan semata dengan menyinarkan terang, bukan dengan menarik pedang. Yang dikatakan Allah ialah: "Siapkan suluh, dan tutup setiap suluh itu dengan sebuah buyung." Maka, Gideon dan tiga ratus orang itu masing-masing mengambil suluh yang telah dinyalakan, dan menutupinya dengan sebuah buyung.

Pada malam hari, tiga ratus orang ini maju melawan puluhan ribu tentara musuh. Mereka dibagikan kepada tiga pasukan yang ditempatkan disekeliling perkemahan musuh dari tiga sisi. Satu-satunya senjata yang dibawa masing-masing orang ialah suluhnya yang ditutupi buyung di tangan kiri, dan sangkakala di tangan kanan. Dan Gideon berkata, "Saat aku meniup sangkakala, kamu semua yang bersamaku, juga meniup sangkakala. Kamu juga pecahkan buyung dan cahaya suluh akan bersinar tiba-tiba dalam kegelapan dan kamu akan berteriak, 'Demi Tuhan dan demi Gideon!'"  (Hakim-hakim 7:18-19)

Pendengar Yahudi akan segera menangkap maksud Tuhan Yesus: Apakah suluh dinyalakan untuk sentiasa tetap berada di dalam buyung? Tentu saja tidak! Itulah sebabnya Tuhan melanjutkan untuk berkata di Lukas 8:17, "Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan." Suluh-suluh tentara Gideon disembunyikan saat mereka datang di tengah-tengah musuh, tetapi mereka dinyatakan dan diketahui saat Gideon memberikan sinyal untuk memecahkan buyung dan memulai perang. Bukankah ini hebat? Anda dapat melihat bahwa Tuhan tidak semata berkata, "Tidak seorangpun menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan" karena itu sendiri tidak terlalu berarti.

Tempayan, atau Manusia Lama Menutupi Terang Itu
Orang Kristen yang sejati ialah terang yang telah dinyalakan Allah. Lalu apakah yang dilambangkan tempayan? Tempayang diluar diri kita tentu saja ialah manusia lama kita. Dapatkah Gideon dan orang-orangnya memenangkan peperangan ini selama suluh mereka masih ditutupi oleh buyung? Kita juga tidak dapat bersinar sebagai terang di dunia ini dan memenangkan peperangan rohani ini selama kita masih ditutupi oleh manusia lama. Seperti tempayan itu, manusia lama kita harus dipecahkan. Kata 'memecahkan' yang digunakan dalam Hakim-hakim 7:18 ialah kata yang sama yang dipakai Paulus di Roma 16:20 untuk 'menghancurkan' (kepala ular). Menghancurkan atau meremukkan kepala ular adalah satu referansi kepada Kejadian 3:15. Dan di situ ia menunjuk kepada keselamatan manusia. Manusia diselamatkan apabila Iblis dihancurkan, dan apabila manusia lama kita dihancurkan pada saat keselamatan itu diterapkan ke dalam diri kita. Saya telah banyak kali berusaha untuk mengatakan kepada anda bahwa keselamatan itu tidak berarti bagi kita kecuali pada saat ia diterapkan ke dalam kehidupan kita. Kenyataan bahwa Yesus telah menyelesaikan pekerjaan keselamatan di atas kayu salib tidak berarti kita diselamatkan secara otomatis. Kalau tidak, seluruh dunia akan diselamatkan secara otomatis, tanpa berbuat apa-apa. Tidak, we hanya diselamatkan pada saat keselamatan ini diterapkan ke dalam kehidupan kita. Inilah dimaksudkan dengan iman.

Tetapi apa artinya menerapkan keselamatan ke dalam kehidupan kita? Pertama-tama, ini berarti manusia lama harus dihancurkan. Dan alasan mengapa kita harus tetap mengulangi hal ini adalah karena ini merupakan kebenaran pokok dari ajaran Tuhan dan seluruh Perjanjian Baru. Namun, kenyataan ini tidak dimengerti oleh  banyak orang Kristen masa kini. Itulah sebabnya Tuhan Yesus sering menyatakan hal yang sama dengan cara yang berbeda. Kita telah melihat bahwa Ia berbicara tentang kain yang lama dan kain yang baru, anggur yang lama dan anggur yang baru. Ia menyatakan berulang-kali, bahwa anda harus menyangkal diri anda; dan seperti benih anda harus mati. Jika pesan ini tidak dapat menembus ke dalam hati anda, keselamatan akan begitu saja melewati telinga anda seperti angin! Menjadi seorang Kristen yang sejati berarti menjadi seorang manusia yang baru. Dan kita hanya dapat menjadi seorang manusia baru jika yang lama sudah ditinggalkan. Tetapi jika anda mendapati yang lama masih aktif di dalam diri anda, jika anda belum benar-benar berubah sejak datang kepada Tuhan, maka orang Kristen macam apakah anda itu?

Dan lebih dari itu, kita tidak diselamatkan supaya kita dapat menikmati terang itu sendiri, supaya kita dapat menutupi diri kita dalam tempayan kita dan berkata, "Bagus sekali, aku punya terang itu untuk diriku sendiri." Itu tidak akan terjadi karena Tuhan Yesus berkata itu bukan alasannya mengapa anda diberi terang. Tujuan memberikan terang kepada anda bukanlah supaya anda dapat menikmatinya dengan egois tetapi supaya anda bercahaya di dunia ini, supaya anda dapat berjuang melawan kuasa kegelapan agar musuh-musuh kebenaran dapat disingkirkan. Dalam pengertian ini, anda tidak mungkin dapat menjadi seorang Kristen secara rahasia; anda tidak mungkin dapat menjadi seorang Kristen bawah tanah.

Orang Kristen di negara-negara tertentu menjalankan kegiatan-kegiatan mereka dibawah tanah, tetapi kehidupan mereka harus sentiasa menunjukkan bahwa mereka adalah orang Kristen. Mereka barangkali harus menjalankan kegiatan bawah tanah seperti, mencetak Alkitab dibawah tanah, seperti yang terjadi di Rusia. Mereka barangkali harus mengadakan pertemuan di dalam hutan dan di dalam gunung. Kegiatan bisa saja dirahasiakan disebabkan oleh situasi, tetapi kehidupan mereka tidak dapat dirahasiakan. Terang selalu bercahaya. Adalah sifat terang untuk bercahaya agar orang lain tahu bahwa mereka adalah orang Kristen. Ketika saya berada di Negeri Cina, saya diketahui sebagai orang Kristen. Hal itu tidak dapat dirahasiakan. Teman-teman saya di Negeri Cina dikenal sebagai orang Kristen. Itu bukan rahasia. Tentu saja, sejauh mungkin seringkali kita harus mengadakan pertemuan di tempat yang sepi dan rahasia. Tetapi ingat ini, kita tidak diselamatkan hanya supaya kita dapat menikmati terang itu. Allah telah menyelamatkan anda supaya anda mengambil tempat anda di dalam peperangan rohani itu.

Menutupi Terang Anda Apabila Tertekan?
"Astaga! Peperangan rohani bukan keahlian saya," anda barangkali berkata. Tuhan Yesus mengetahui itu juga. Apabila anda membandingkan kelima-lima ungkapan Tuhan Yesus ini, anda akan menemukan satu pola yang menarik. Sekalipun kita telah bercahaya sebagai terang, namun kadang-kadang karena banyaknya tantangan yang harus dihadapi, banyak orang ingin menutupi terang itu kembali.

Ketika kami berada di Negeri Cina, kami yang dikenal sebagai orang Kristen mulai ditekan. Sebagai contoh, saya menarik perhatian pihak polisi meskipun saya orang Kristen yang baru percaya, seorang anggota jemaat yang tidak berarti. Saya tidak dapat membayangkan tekanan yang harus dihadapi oleh pemimpin-pemimpin jemaat. Bahkan saya, seorang Kristen baru percaya yang tidak berarti di dalam gereja, ditekan sedemikian rupa sehingga saya tergoda untuk menutupi terang itu kembali. Keadaan menjadi terlalu sulit. Jika anda melihat seorang polisi berpakaian seragam diluar pintu gereja dengan sebuah buku catatan guna mencatat nama anda sementara anda memasuki gereja hari ini, saya bertanya-tanya apakah anda akan berhenti di pintu pagar dan berkata, "Tidak jadi ke gereja hari ini," dan terhuyung-huyung anda pergi? Sebenarnya, itulah yang terjadi kepada kami. Kami datang ke gereja dan menemukan polisi duduk diluar pintu untuk mencatat nama kami. Dan dalam keadaan seperti itu, tidak perlu  saya katakan, banyak orang yang memutuskan untuk menutupi terang mereka. Mereka mengambil tempayan dan menutupi kepala mereka. Dari banyak sisi, kita tidak dapat menyalahkan mereka. Apakah anda siap untuk mempertaruhkan seluruh karir anda demi Kristus seperti yang dilakukan teman saya? Karena ia seorang Kristen, ia tidak diizinkan untuk masuk universitas. Ia tidak dapat melanjutkan studinya. Bukankah lebih baik berkata, "Aku akan membiarkan terangku bercahaya setelah aku keluar dari universitas, bukan sebelumnya"? Masalahnya ialah, pada waktu anda telah mendapatkan pendidikan universitas, profesi anda yang terancam. Jadi, lebih baik anda menutupi terang anda sekali lagi. Oleh karena itu, meskipun anda telah menjadi seorang Kristen yang sejati, dan manusia lama anda telah dihancurkan, anda akan sentiasa dicobai untuk menutupi terang itu sekali lagi.

Dan bagaimana dengan anda? Umpamanya, sebagai seorang Kristen, anda harus berdoa sebelum makan di kantin rumah sakit atau kantin universitas, atau di restoran. Lalu, teman-teman anda berkata, "Ah! Kamu salah satu orang gila agama itu!"

"Aku? Tidak! Siapa bilang aku orang gila agama?"

Mereka berkata, "Kami tahu kamu gila agama. Kamu pergi ke gereja setiap Minggu. Tahukah kalian? Ia pergi ke gereja!!!"

Lalu wajah anda menjadi merah. Anda barangkali segera merasakan seluruh manusia lama itu menjadi hidup kembali dan anda memasukkan kepala anda ke dalam tempayan kembali. Dan anda berkata, "Sebenarnya, aku hanya pergi sekali-sekali. Aku sudah tidak ke gereja beberapa minggu," hampir merasa begitu gembira anda tidak ke gereja untuk beberapa minggu. Bahkan tekanan yang begitu lembut menyebabkan anda menutupi dirimu dengan tempayan sekali lagi.

Pelita dan Peraturan Orang Yahudi
Tuhan Yesus berbicara tentang pelita yang ditutupi dengan beberapa benda selain dari tempayan. Pelita juga ditutupi dengan gantang juga. 'Gantang' muncul di Matius 5:15, di Markus 4:12 dan juga di Lukas 11:33. Gantang ialah alat yang digunakan untuk mengukur jagung, tepung jagung atau tepung gandum. Seringkali, gantang dibuat dari kayu dan cukup ringan untuk digunakan sebagai penutup. Dan di Markus 4:21, Tuhan Yesus berbicara tentang meletakkan pelita dibawah tempat tidur. Bukan hal yang gampang terjadi! Meletakkan pelita dibawah tempat tidur! Kemudian di Lukas 11:33, bukan saja ditempatkan dibawah tempat tidur, tetapi juga ditempatkan di dalam kolong rumah! Apa itu kolong rumah? Kolong rumah ialah suatu tempat dimana anda menyimpan semua makanan anda, dan barang-barang berharga. Kolong rumah ialah semacam kamar gudang. Kolong rumah ialah tempat yang paling sulit untuk didobrak karena ia paling dilindungi. Jadi disamping tempayan, kita menemukan bahwa terang dapat ditutupi dengan gantang, dan juga dapat ditempatkan dibawah tempat tidur dan kedalam kolong rumah.

Apa artinya semua ini? Anda berkata, "Tentu saja tidak ada orang yang berbuat seperti itu." Dalam kenyataannya, mereka berbuat seperti itu. Anda perlu mengetahui peraturan orang Yahudi untuk memahami hal ini. Bagi seorang Yahudi, meletakkan pelita dibawah tempat tidur bukan hal yang tak masuk akal. Hal itu sering dilakukan. Untuk memahami hal ini, anda perlu memahami beberapa hal tentang peraturan orang Yahudi. Salah satu hal yang harus dimengerti ialah pada hari-hari tertentu dalam satu minggu atau hari-hari tertentu dalam satu tahun, terang tidak boleh dipadamkan. Terang tidak boleh dipadamkan, umpamanya pada hari Sabat, yaitu, pada hari Sabtu, hari suci bagi orang Yahudi, karena berbuat itu merupakan suatu pekerjaan. Menyalakan pelita merupakan satu pekerjaan. Memadamkannya juga merupakan satu pekerjaan. Jadi, jika anda memadamkan pelita anda dibawah peraturan para rabi, yaitu, peraturan yang ditetapkan para rabi pada zaman Tuhan Yesus, bukan dibawah peraturan Kitab Suci, anda telah melakukan satu pelanggaran. Anda telah berbuat dosa. Lalu, apa yang akan anda lakukan jika anda punya pelita yang sedang menyala dan anda tidak diizinkan untuk memadamkannya? Seandainya anda ingin tidur, dan pelita itu masih menyala, bagaimana anda dapat tidur jika pelita itu masih menyala? Anda tidak diizinkan untuk memadamkannya, dan anda tidak dapat tidur, jadi, tentu saja, anda meletakkannya dibawah tempat tidur! Itu diperbolehkan. Geserkan saja dibawah tempat tidur dan anda tidak melanggar peraturan apapun! Jadi apabila Tuhan Yesus berbicara tentang meletakkan pelita dibawah tempat tidur, orang Yahudi mengenal kebiasaan itu dengan baik. Tidak ada bahayanya meletakkan pelita dibawah tempat tidur, walaupun anda harus berhati-hati. Pelita mungkin menyebabkan kayu dibawah tempat tidur menjadi sedikit panas tetapi tidak akan membakar tempat tidur karena jarak dibawah tempat tidur jauh lebih tinggi dari pelita. Dan pelita minyak adalah sangat datar. Jadi, itu adalah satu cara untuk menyingkirkan terang.

Tetapi jika anda tidak ingin mengambil risiko, cara yang lain ialah menutup terang pelita itu. Anda dapat menutupinya dengan gantang yang agak besar. Pelita tidak akan padam karena gantang itu dibuat dari kayu. Atau, anda dapat menutupinya dengan tempayan dan kemudian berharap ia akan padam dengan sendirinya untuk menghemat sedikit minyak! Jika pelita padam dengan cara ini, anda tidak bersalah karena anda bisa berkata, "Aku tidak berniat untuk memadamkannya. Aku menutupinya supaya aku tidak diganggu oleh terangnya." Jadi anda lihat, kebiasaan-kebiasaan ini sangat umum. Satu cara lagi ialah dengan memasukkan saja pelita itu ke dalam kolong rumah.

Selain dari hari Sabat, terdapat juga waktu-waktu lain bilamana terang harus ditutupi. Umpamanya, dibawah peraturan orang Yahudi, jika seseorang menghampiri saat kematiannya, terang juga harus ditutupi. Waktu yang lain apabila terang harus ditutupi adalah pada waktu Perayaan Terang. Sekali lagi, terang tidak boleh dipadamkan, dan dalam kasus ini, mereka tidak boleh memadamkan terang selama delapan hari! Jadi, anda dapat bayangkan seperti apa pelita dibiarkan menyala selama delapan hari. Sekarang, anda menyadari betapa berartinya kata-kata tersebut bagi orang Yahudi.

Tempayan dan gantang juga melambangkan pekerjaan kita
Bagaimana hal ini dapat diterapkan kepada kita? Manusia lama kita mungkin telah dipecahkan setelah kita menjadi orang Kristen yang sejati. Sayangnya, banyak orang "Kristen" yang bahkan belum mencapai tahap itu. Mereka belum putus sepenuhnya dari masa lalu mereka. Cara hidup mereka yang lama menghantui mereka sehingga hari ini, dan membuntuti mereka seperti bayang-bayang. Mereka belum pernah merasakan sukacita sebagai ciptaan baru. Kehidupan mereka ialah satu pergumulan yang terus menerus di antara daging dan roh. Kehidupan yang penuh kesengsaraan ini menjadi bagian dari kehidupan harian. Oleh karena itu, mereka umpama 'orang Kristen padang gurun' yang belum sampai Tanah Perjanjian. Kehidupan Kristen bagi mereka adalah satu urusan yang tidak menggembirakan. Mereka tidak menikmati berkat-berkat rohani yang dilambangkan oleh susu dan madu. Tetapi sekalipun anda telah menjadi seorang Kristen yang sejati, kita telah melihat bahwa ada banyak alasan mengapa adanya godaan untuk menutupi terang itu kembali. Di Negeri Cina, kita telah melihat bahwa itu disebabkan oleh penganiayaan. Di dunia Barat, harga untuk menjadi seorang Kristen yang sejati juga tinggi dalam pelbagai cara.

Lihatlah pada gantang dan tempayan. Gantang dan tempayan melambangkan kepada kita makanan dan minuman karena mereka digunakan untuk mengukur tepung dan biji-bijian, dan untuk menyimpan minuman. Berarti, mereka digunakan untuk mengumpulkan makanan dan minuman. Jadi, mereka mewakili keperluan kehidupan harian. Dan sama seperti gantang dan tempayan mengumpulkan makanan dan minuman kita, pekerjaan dan profesi kita ialah sarana untuk kita menyediakan keperluan harian kita. Sangat mengherankan berapa banyak orang Kristen yang mengizinkan profesi mereka, pekerjaan mereka dan keinginan duniawi mereka untuk menutupi terang mereka. Berapa banyak orang yang ingin melayani Tuhan tetapi tidak dapat. Mereka tidak hendak melayani Tuhan karena hal-hal ini terlalu berarti bagi mereka.

Tempat Tidur Melambangkan Perkawinan
Dan apa yang dilambangkan oleh tempat tidur di dalam Alkitab? Pada saat anda berpikir tentang tempat tidur, anda segera berpikir tentang istirahat, tentang tidur, tentang persantaian. Bukankah benar bahwa kesenangan dan kesukaan akan kesenangan dapat menjadi suatu bahaya yang besar kepada kehidupan Kristen? Tetapi di dalam Kitab Suci, tempat tidur ialah simbol untuk perkawinan. Sangat luar biasa betapa bahayanya perkawinan itu kepada seseorang secara rohani. Bagi kalian yang memikirkan perkawinan, tolong tandai kata-kata saya ini. Tempat tidur, atau perkawinan, mempunyai satu cara untuk membujuk kita untuk meletakkan pelita itu bukan diatas tempat tidur tetapi dibawah. Sangat luar biasa betapa banyaknya orang yang telah kehilangan terang mereka yang bercahaya melalui perkawinan. Sebelumnya, Tuhan sangat penting bagi mereka, tetapi setelah mereka berkawin, istri mereka atau suami mereka menjadi yang terutama bagi mereka. Tuhan digeserkan dari tempatnya. Dan jangan anda berkata dalam hati anda, "Hal ini tidak akan terjadi kepadaku!" Seperti yang dikatakan Paulus, "Berhati-hatilah! Apabila kamu berpikir kamu berdiri teguh, kamu akan jatuh dengan dahsyat." Kita telah kehilangan banyak orang yang baik dalam pekerjaan Tuhan kepada perkawinan karena segera sesudah mereka berkawin, mereka kehilangan semangat untuk keluar dan bersinar demi Kristus. Dan seringkali hal-hal ini berkaitan. Segera sesudah anda berkawin, tiba-tiba, pekerjaan anda dan profesi anda yang tidak terlalu berarti bagi anda sewaktu masih bujang, sekarang menjadi sangat penting karena anda harus menyediakan bagi keluarga anda. Saya masih ingat ada beberapa orang yang pernah berkata kepada saya, "Aku barangkali telah melayani Tuhan jika aku masih bujang. Tetapi aku sekarang telah berkeluarga. Aku tidak bisa melakukannya sekarang." Terangnya telah digeserkan kebawah tempat tidur.

Kolong Rumah Melambangkan Harta-milik Kita
Dan bagaimana dengan kolong rumah? Kolong rumah ialah tempat dimana kita menyimpan harta-milik kita. Jadi, ia melambangkan semua harta-milik kita, bukan? Kolong rumah itu sama dengan peti besi, atau bank di zaman modern ini. Uang disimpan dibawah rumah di dalam kolong rumah. Orang menggali lubang di dalam kolong rumah mereka dan menutupinya dengan penutup palsu untuk menyembunyikan harta mereka sama seperti orang membangunkan tembok pada masa kini. Ya, cinta akan uang telah mencegah terang dari bercahaya.

Oleh karena itu, gantang melambangkan makanan; tempayan, minuman; tempat tidur, perkawinan; dan kolong rumah, harta-milik kita dan barang-barang berharga kita, apakah hal-hal ini menghalangi anda dari bercahaya hari ini? Apakah anda benar-benar berfungsi sebagai terang di dunia ini?

Ringkasan
Mari kita meringkaskan khotbah kita. Allah tidak memberikan kepada kita terang demi kepentingan kita sendiri. Tetapi seperti Gideon dan orang-orangnya, kita harus bercahaya di dunia ini sebagai hamba-hamba Yesus yang setia. Untuk bercahaya, agar terang dapat bersinar dari kehidupan kita, manusia lama itu harus dihancurkan. Tetapi berhati-hatilah, jangan-jangan anda mengambil tempayan yang lain dan menutupi terang anda lagi. Yaitu, anda kembali kepada cara hidup yang lama, sikap mementingkan diri sendiri dan sebagainya. Atau, anda menutupi terang anda dengan tempayan atau gantang, anda meletakkan terang dibawah tempat tidur atau kedalam kolong rumah dengan mengizinkan cinta akan hal-hal duniawi untuk mencegah anda dari bersinar. Jika demikian halnya, apa gunanya diberi terang dari permulaan? Dan berjaga-jagalah! Tempayan, gantang, tempat tidur dan kolong rumah dapat mengakhiri terang anda sama sekali, berarti, anda dapat berpaling sepenuhnya dari menjadi seorang Kristen.

Jadi, kita melihat bahwa apa yang tampaknya satu pernyataan yang sepele dari Tuhan Yesus ternyata mengandungi kekayaan rohani yang begitu besar bagi kita. Sekarang kita dapat mengerti mengapa pernyataan ini diulangi begitu banyak kali. Ia menangani bukan saja keselamatan kita tetapi juga apa yang disebut sebagai pengudusan kita, yaitu, kehidupan kita yang dikuduskan, fungsi kita sebagai seorang Kristen, sebagai terang, pada masa kini.

[Download]


Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.

Standard
Besar
Terbesar

Perumpamaan:

- Perumpamaan tentang Kantong Kulit yang Lama dan yang Baru

- Perumpamaan tentang Seorang Penabur Benih

- Perumpamaan tentang Penabur - dari Sudut Pandang Keselamatan II

- Perumpamaan tentang Pelita

- Perumpamaan tentang Benih yang Tumbuh dengan Sendirinya

- Perumpamaan tentang Lalang di antara Gandum

- Perumpamaan tentang Benih Sesawi

- Perumpamaan tentang Harta yang Terpendam

- Perumpamaan tentang Mutiara

- Perumpamaan tentang Ragi

- Perumpamaan tentang Pukat

Perumpamaan tentang Ahli Taurat yang Menerima Pelajaran tentang Hal Kerajaan Surga

- Perumpamaan tentang Orang Kaya yang Bodoh

- Perumpamaan tentang Orang Samaria yang Murah Hati

- Perumpamaan tentang Pohon Ara yang Mandul

- Perumpamaan tentang Sahabat pada Tengah Malam

- Perumpamaan tentang Tamu-tamu

- Perumpamaan tentang Pesta Perjamuan Besar I

- Perumpamaan tentang Pelita Diatas Kaki Dian

- Perumpamaan tentang Pembangunan Menara dan tentang Raja yang akan Maju Berperang 1

- Perumpamaan tentang Pembangunan Menara dan tentang Raja yang akan Maju Berperang 2

- Perumpamaan tentang Pembangunan Menara dan tentang Raja yang akan Maju Berperang 3

- Perumpamaan tentang Domba yang Hilang

- Perumpamaan tentang Uang Dirham yang Hilang

- Perumpamaan tentang Anak yang telah Mati dan Hidup Kembali

- Perumpamaan tentang Dua Anak yang Hilang

- Perumpamaan tentang Bendahara yang Tidak Setia

- Perumpamaan tentang orang kaya dan Lazarus

- Perumpamaan tentang Hamba yang Tidak berguna

- Perumpamaan tentang Hakim yang Tidak Adil

- Akankah Yesus mendapati iman di Bumi? I

- Akankah Yesus mendapati iman di Bumi? II

- Perumpamaan tentang orang Farisi dan Pemungut cukai

- Perumpamaan tentang Uang Mina

- Perumpamaan tentang Hamba yang Tidak Mengampuni

- Para Pekerja di Kebun Anggur - Bagian Pertama

- Para Pekerja di Kebun Anggur - Bagian Kedua
Prinsip tentang yang terdahulu dan yang terakhir

- Perumpamaan tentang Pohon Ara

- Perumpamaan tentang dua orang anak

- Perumpamaan tentang Para Penggarap Kebun Anggur yang Jahat

- Perumpamaan tentang Perjamuan Kawin

- Perumpamaan tentang Pesta Perjamuan Besar 2

- Perumpamaan tentang 10 Gadis-gadis yang Bijaksana & Bodoh

- Perumpamaan tentang talenta

- Pemisahan antara Kambing dan Domba 1

- Pemisahan antara Kambing dan Domba 2

- Perumpamaan tentang Kedatangan Yesus yang kedua

Copyright 2003-2012. Semua materi di situs ini adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries.
E-mail kami untuk mendapatkan izin untuk menggunakan materi di situs ini.
Best viewed with IE6.0 and 1024 by 768 resolution.