| Saran & Komentar | updated on 15 May 2012

Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan

Halaman Utama

  |  Tentang Kami

  |  Hubungi Kami

  |  Izin Pemakaian Materi 

  |  Dapatkan Buletin Gratis di sini! 

Sumber Damai

Khotbah/PA


Inspirasi

Artikel/Renungan

Kesaksian Hidup


Pelatihan

Discipleship Trainings


Lain-Lain...

Buku-buku Terbitan 

Lagu dan Film 

Bible Study (P.A)

Siaran Mandarin

Buletin Gratis!

Follow Us


BACA ONLINE


KATA PENGANTAR

Murid yang sejati

Matius 28:18-20
Khotbah oleh Pastor Eric Chang

Amanat gereja: membentuk murid

Hari ini, saya akan uraikan isi dari Matius 28:18-20. Bagian ini terjadi setelah peristiwa kebangkitan dan berbunyi sebagai berikut:

Yesus mendekati mereka (murid-muridnya) dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Di dalam perikop ini, Yesus memberitahu kita tugas kita di dunia ini, dan tugas yang utama itu adalah membentuk murid. Untuk bisa membentuk murid, maka Anda harus tahu apa itu seorang murid yang sejati. Hal inilah yang akan kita bahas hari ini.

Apa uraian Yesus tentang jenis orang yang boleh dibaptis?  Siapakah mereka yang akan dibaptiskan itu? Tentunya mereka itu adalah para murid. "Jadikanlah...muridKu dan baptislah mereka," artinya, baptislah para murid itu. Dengan demikian, satu-satunya jenis orang yang bisa diterima untuk dibaptis adalah seorang murid. Pertanyaan selanjutnya yang perlu kita ajukan adalah: apa itu seorang murid yang sejati?

Seorang murid akan mengikut Yesus. Makna utama seorang murid adalah seorang pengikut. Namun ada pertanyaan penting: Siapa orang yang Anda ikuti? Siapakah Yesus ini?

Yesus menerima semua otoritas sebagai manusia

Perhatikan ucapan yang disampaikan oleh Yesus setelah kebangkitan, setelah karya keselamatan Allah lewat dirinya dituntaskan di kayu salib. Dia mengucapkan hal ini, "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi." Dan berdasarkan otoritas atau kuasa inilah dia mengutus kita.

Segala kuasa itu diberikan kepada Yesus sebagai Juruselamat kita dan dengan kuasa itu dia mengutus kita. Kita bisa melihat pokok yang sama di dalam Ibrani 2:8-9. Di sana si penulis kitab Ibrani berkata: kita masih belum melihat bahwa segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah kekuasaan manusia, hal yang merupakan tujuan dari penciptaan. Akan tetapi kita telah melihat bahwa segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah kuasa Yesus.

Apa arti semua ini? Artinya adalah bahwa manusia, ketika Allah menciptakanya, diciptakan untuk menjadi raja atas segala ciptaan. Dan kitab Kejadian memberitahu kita bahwa Allah memberi manusia kuasa atas segala ciptaan. Namun ketika manusia berbuat dosa, maka dia kehilangan kekuasaan itu; dia kehilangan kewenangan ini. Sekarang ini, tidak semua ciptaan berada di bawah kewenangan manusia. Malahan, manusia telah menjadi korban dari perbuatannya sendiri.

Seorang Kristen yang berbuat dosa akan segera kehilangan kuasanya

Di sini ada satu prinsip rohani, jika manusia berbuat dosa, dia akan kehilangan kewenangannya, dia akan kehilangan kuasanya. Seorang Kristen yang berbuat dosa akan segera kehilangan kuasanya. Dan jika Anda adalah seorang Kristen yang belum pernah dimerdekakan dari dosa, maka Anda tidak akan tahu apa itu kuasa. Itulah sebabnya mengapa di dunia ini ada orang Kristen yang begitu besar kuasanya dan ada juga yang kuasanya nyaris tidak ada. Sebagian orang Kristen membawa kuasa yang begitu besar, baik disaat memberitakan Firman Allah, mengerjakan pekerjaan Allah, berdoa bagi orang sakit, dalam hal apapun, termasuk dalam hal mengusir setan. Anda hanya perlu membaca biografi para hamba Allah yang hebat itu, dan Anda akan tahu mengapa mereka begitu luar biasa.

Mengapa Allah bisa memakai orang seperti John Sung bukan hanya untuk menyembuhkan orang sakit, bahkan membangkitkan orang mati? Rahasianya ada di dalam kata favorit John Sung itu. Kata favoritnya adalah kekudusan. Semua karya tulis dan tafsirannya selalu membahas tentang kekudusan. Begitu Anda berbuat dosa, saudara-saudariku, Anda kehilangan kuasa. Orang yang berjalan di dalam kekudusan dan kebenaran membawa kuasa Allah dalam dirinya. Demikianlah, ketika Adam berbuat dosa, dia kehilangan kemuliaan Allah yang tadinya ada dalam dirinya. Itulah pokok yang dimaksudkan, jika Anda kudus, maka Anda membawa kemuliaan Allah bersama Anda. Namun begitu Anda berbuat dosa, Anda menjadi kotor, gelap dan kehilangan kuasa. Di kitab Roma Anda bisa membaca bahwa semua orang telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Mereka tidak lagi mempunyai kemuliaan.

Demikianlah, saat Yesus berkata, "Segala kuasa berikut hal-hal yang menyertai kuasa tersebut, kuasa dan kekuasaan, semua kewenangan itu telah diberikan kepadaku," artinya, dia sedang berbicara sebagai manusia yang menjadi penebus, orang yang telah membalikkan apa yang telah diperbuat oleh Adam dalam dosa. Dengan demikian, di dalam terang pengertian inilah kita harus memahami bahwa Yesus sedang menggenapi nubuat di dalam Daniel 7:13-14. Apakah yang tertulis di dalam Daniel pasal 7? Di sana tertulis tentang anak manusia. Yesus disebut sebagai anak manusia. Yesus bukan sekadar Anak Allah, Dia juga anak manusia. Dan di dalam kitab Daniel pasal 7 itu, kita lihat bahwa segala kewenangan, kerajaan dan kekuasaan diberikan kepada anak manusia ini. Jadi kita bisa melihat bahwa rencana penyelamatan Allah telah digenapi di dalam Kristus melalui firman yang terdapat di dalam Matius 28:18 ini.

Seorang murid yang sejati mengikut Yesus dan menjadi perwakilan Yesus kemanapun dia pergi

Demikianlah, saat kita diutus ke tengah dunia, kita diutus dengan membawa kuasa. Kuasa Allah ada bersama kita - kuasa dari Dia yang memegang segala kewenangan di bumi dan di surga, kuasa itulah yang ada bersama kita. Jadi, seorang murid adalah orang yang mengikut Yesus dan membawa kuasa Allah. Dia mewakili Yesus kemanapun dia pergi. Itulah sebabnya mengapa Yesus berkata, "Jika ada orang yang menolakmu, berarti dia telah menolakku." Bayangkanlah kewenangan yang kita emban itu. Jika ada orang yang menolak saya, berarti dia telah menolak Yesus! Ini adalah hal yang perlu kita renungkan! Setiap orang yang menerima saya, demikian menurut Yesus, berarti dia sedang menerimanya. Tentu saja, dengan syarat bahwa saya adalah seorang murid sejati. Jadi, saat kita telah memahami betapa besarnya keistimewaan dan tanggung jawab serta kekuasaan seorang murid, maka kita harus pahami dengan cermat apa arti menjadi seorang murid itu. Kita perlu bertanya: Bagaimana agar bisa menjadi seorang murid?

Bagaimana menjadi seorang murid?

Kata 'murid' adalah kata yang sangat sering muncul di dalam Perjanjian Baru. Kata ini muncul sebanyak 262 kali. Lalu apa arti kata ini? Kata murid ini pada dasarnya berarti seseorang yang belajar dari orang lain. Orang yang sedang magang. Orang yang tidak sekadar belajar secara jarak jauh, entah lewat buku atau apapun itu, melainkan orang yang hidup bersama dengan gurunya, seperti seorang santri. Pada zaman itu, jika Anda ingin belajar tentang suatu keahlian Anda tidak datang ke sebuah kampus untuk mempelajari keahlian tersebut. Anda akan pergi ke seorang ahli yang akan mengajari Anda keterampilan itu, orang yang mengetahui seluk beluk urusan tersebut.

Sebagai contoh, Paulus adalah seorang pembuat tenda. Bagaimana cara dia belajar membuat tenda? Dia tidak pergi ke University of Yerusalem, lalu mendaftar di kursus pembuatan tenda. Dia mendatangi seorang ahli pembuatan tenda, dan pakar tersebut akan mengajarinya hal-hal tentang pembuatan tenda, untuk itu dia harus tinggal bersama sang pakar untuk beberapa waktu sampai dia menguasai seluk beluk pembuatan tenda. Di China, kita tidak asing dengan cara belajar semacam itu. Itulah tepatnya cara belajar setiap tukang di China. Mereka mempelajarinya langsung dari sang pakar atau orang yang ahli tentang hal tersebut. Jadi, jika Anda ingin belajar ilmu pengobatan di China, Anda akan pergi menjadi santri dari seorang tabib. Itulah sebabnya mengapa ada rahasia-rahasia yang hilang karena sang guru bisa saja tidak mengajarkan semuanya. Namun selama Anda adalah muridnya, Anda akan menjalani hidup Anda bersama pakar tersebut, Anda akan ikut kemanapun dia pergi, dan sambil dia menjalankan praktek pengobatannya, Anda mengamati hal-hal yang dia kerjakan. Sampai seberapa jauh Anda bisa mengembangkan keahlian Anda akan sangat bergantung pada tingkat keahlian guru Anda. Demikianlah, hal yang sama juga berlaku di Israel, orang-orang pergi mencari guru-guru di berbagai bidang keahlian, menjadi santri mereka untuk mempelajari keahlian para guru itu.

Seorang murid mengikuti, memerhati dan belajar dari gurunya

Sudah tentu, kata kunci dari hal pemuridan di dalam Perjanjian Baru adalah kata 'mengikut'. Inilah sebabnya mengapa kata 'ikut' sering muncul di dalam Perjanjian Baru. Pokok yang diajukan selalu tentang hal mengikut Yesus. Demikianlah, para murid mengikut Yesus kemanapun dia pergi.

Di gereja mula-mula tidak ada Sekolah Alkitab. Tak ada orang yang pergi belajar ke seminari atau Sekolah Alkitab. Sekolah-sekolah semacam itu tidak ada. Lalu dari mana munculnya manusia-manusia Allah yang perkasa itu? Dari mana munculnya para pendeta dan penginjil tersebut? Mereka belajar dengan cara yang sama; mereka menjadi pengikut manusia Allah yang lain sampai akhirnya mereka menguasai bidang tersebut darinya. Demikianlah, kita dapati bahwa Paulus memiliki sekumpulan murid yang ikut kemanapun dia pergi, dia mengajar sambil bekerja. Dan orang-orang ini, seperti Timotius, Titus - para manusia Allah yang hebat ini - mereka semua dilatih sendiri oleh Paulus. Kesempatan yang tidak dimiliki oleh kebanyakan dari kita, yakni dididik langsung oleh Paulus! Namun, hal yang lebih indah daripada itu adalah diajar langsung oleh Yesus!

Jadi, arti murid adalah orang yang mengikuti gurunya di sepanjang hidupnya, di mana dalam masa pendidikan itu dia hidup bersama dengan gurunya. Dari sini, kita bisa melihat hikmat Allah, dan juga hikmat dari Yesus, di dalam melatih para muridnya. Anda bisa belajar bidang teknik atau kedokteran tanpa harus tinggal bersama dengan guru Anda. Anda bisa mengikuti kuliah.

Namun, saya rasa, jika Anda berkesempatan untuk tinggal bersama dengan professor teknik ataupun profesor kedokteran, maka Anda akan belajar jauh lebih banyak tentang bidang-bidang tersebut dibandingkan dengan jika Anda belajar dari ruang kuliah. Bayangkanlah, jika Anda belajar ilmu kedokteran, bukannya dengan cara membaca buku atau mengikuti perkuliahan, namun Anda diberi kesempatan istimewa untuk tinggal bersama ahli bedah yang paling pandai, Anda diizinkan untuk menanyakan segala sesuatu kepadanya, boleh mengamati cara kerjanya, tentunya Anda akan menimba lebih banyak ilmu dari pakar tersebut. Anda akan bisa menimba ilmu jauh lebih banyak dengan cara tinggal bersamanya selama tiga tahun daripada dengan cara membaca buku atau menyimak ceramah beberapa jam setiap harinya. Setiap mahasiswa tahu bahwa seberapa sering pun mereka membaca buku pelajaran mereka, tetap ada banyak hal yang tidak bisa mereka pahami. Lalu kepada siapa mereka akan bertanya? Sungguh beruntung jika sang professor mau meluangkan waktunya sekitar lima menit untuk menanggapi pertanyaan-pertanyaan Anda. Akan tetapi, bayangkanlah keruntungan orang yang mendapat kesempatan untuk tinggal bersama profesornya! Sebab sang professor adalah buku berjalan baginya.

Bidang kedokteran dan teknik adalah bidang-bidang yang akan lebih baik jika Anda pelajari dengan cara tinggal bersama pakarnya, akan tetapi Anda juga tidak harus mempelajarinya dengan cara demikian. Akan tetapi, di dalam hal kehidupan rohani, Anda tidak bisa mempelajarinya lewat buku-buku saja. Anda tidak akan bisa belajar dengan efektif melalui cara tersebut. Kehidupan rohani bukan sekadar masalah pengetahuan saja, ini adalah persoalan hidup! Kedokteran dan teknik hanya sekadar masalah pengetahuan saja. Anda bisa mendapatkan pengetahuan tersebut melalui buku-buku atau dengan cara lain. Akan tetapi, semua orang tahu bahwa kebersamaan dengan umat Allah akan membuat hidup Anda berbeda.

Saya sering menyampaikan tentang betapa berharganya masa-masa awal pelatihan saya ketika saya mendapat kesempatan untuk hidup bersama manusia Allah seperti Yang Zhi Jie, dari mana saya bisa menyerap bukan saja pengetahuan tapi semangat dari seorang manusia Allah. Saya bisa belajar dari cara dia mengerjakan sesuatu hal, bukan sekadar dari apa yang dia katakan atau dari buku yang dia tulis, melainkan dari cara dia mengerjakannya. Saya bisa mengamati karakternya. Saya bisa mengamati bagaimana, dan dengan sarana apa, Allah berkarya melalui orang ini. Semua itu bukan hal yang bisa Anda pelajari dari buku, ini adalah hasil dari pengamatan langsung. Dan seperti itulah cara Yesus melatih para muridnya. Dia tidak sekadar berceramah kepada mereka. Mereka bisa bercakap-cakap dengannya, menanyakan segala sesuatu kepadanya dan mengikuti dia ke mana-mana. Demikianlah, kita perlu mencermati pokok tentang hal mengikut Yesus ini. Dan juga mengenai arti dari mengikut Yesus. Menjadi pengikut seseorang berarti Anda harus meninggalkan segala sesuatunya. Sama seperti orang yang ingin menjadi murid dari seorang tabib atau pembuat tenda, dia harus meninggalkan rumahnya, harus meninggalkan segala-galanya, termasuk harta dan pekerjaan untuk bisa hidup bersama gurunya. Jadi, jika Anda ingin mengikut Yesus, hal yang sama akan berlaku juga. Anda harus meninggalkan segala-galanya, sampai ke orang-orang yang Anda cintai, untuk bisa mengikut dia.

Hal-hal apa saja yang harus kita tinggalkan? Menurut Yesus: segala-galanya. Dia berkata, "Jika seseorang mengasihi ayah, ibu, saudara, saudari, suami, istri atau anak-anaknya melebihi Aku, maka dia tidak layak bagiKu." Dan yang terpenting serta yang paling pertama harus kita tinggalkan adalah dosa-dosa kita.

Untuk menjadi seorang murid, Anda harus menjalankan ketiga hal ini sekaligus

Jadi, perhatikan hal-hal yang sedang kita teliti di dalam Matius 28:18-20 ini. Kita akan melihat adanya tiga hal yang perlu dilaksanakan berkenaan dengan hal pemuridan ini: Pertama, harus dibaptiskan dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Kedua, belajar mentaati semua hal yang diperintahkan oleh Yesus. Dan ketiga, harus tinggal di dalam persekutuan dengannya, dan dia akan berkata, "Aku selalu bersamamu."

Kita akan secara ringkas membahas ketiga poin itu dalam rangka mengikut Yesus. Untuk menolong Anda mencamkan ketiga poin itu, saya akan mengaitkannya dengan Yohanes 14:6. Ini adalah firman yang sangat terkenal, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup." Akulah jalan, itulah pokok yang pertama. Saya harap kalimat ini tertanam dalam di benak Anda. Untuk menjadi seorang murid, maka Anda harus mengerti dan menjalankan ketiga hal berikut.

(1) Dibaptiskan ke dalam nama Yesus dan mengikut jalan tersebut

Baptisan berarti putus hubungan dengan cara hidup yang lama dan melangkah maju untuk mengikuti jalan hidup baru bersama Kristus

Apa arti jalan itu? Jalan berarti hal yang harus Anda ikuti. Untuk apa jalan itu ada? Untuk diikuti. Jika tidak ada jalan, maka tidak ada hal yang harus diikuti. Jika Anda berdiri di tengah padang pasir, di mana tidak ada jalan sama sekali, tentunya tidak ada hal yang bisa Anda ikuti. Anda tidak tahu sedang berada di mana, dan juga tidak tahu harus melangkah ke mana. Akan tetapi jika Anda ingin sampai ke tujuan, Anda harus mengikuti jalan - dan ini menunjukkan pergerakan. Namun begitu Anda mulai bergerak mengikuti jalan dan melangkah maju, Anda akan meninggalkan hal-hal di belakang Anda. Jika Anda tidak mau meninggalkan hal-hal yang ada, berarti Anda tidak sedang melangkah maju. Jika Anda tidak bersedia meninggalkan cara hidup Anda yang lama, berarti Anda tidak bisa menjadi seorang murid dan memasuki jalan hidup baru bersama Kristus.

Jadi, jika Anda tidak bersedia meninggalkan cara hidup Anda yang lama, berikut dosa-dosanya, maka Anda tidak akan dibaptiskan. Hal pertama yang perlu Anda perhatikan adalah bahwa baptisan itu berarti pemutusan hubungan dengan hidup lama Anda. Saya sampaikan hal ini kepada Anda yang akan dibaptiskan, jika Anda tidak bersedia memutuskan hubungan Anda dengan dosa-dosa Anda, tidak memutuskan hubungan dengan dunia, tidak memutuskan hubungan dengan ego Anda, janganlah menipu diri Anda sendiri dengan mengikuti baptisan. Jika Anda ingin memasuki jalan tersebut, maka Anda harus meninggalkan hal-hal yang memang harus ditinggalkan - dunia, dosa dan ego Anda.

Apa artinya 'dibaptiskan ke dalam nama' Yesus?

Tentunya pertanyaan yang akan muncul adalah yang berkenaan dengan makna dibaptiskan ke dalam nama Yesus. Terjemahan yang pantas untuk kalimat tersebut adalah baptiskan ke dalam nama, akan tetapi kita terbiasa dengan terjemahan, 'baptiskan dalam nama'. Makna kata aslinya secara harfiah berarti 'ke dalam nama.' Apa artinya? Salah satu cara untuk membantu kita memahami artinya adalah dengan mengamati seorang wanita yang telah menikah. Dia menikah dan kemudian mengemban nama suaminya. Itulah sebabnya, dia lalu disebut sebagai 'Nyonya Anu,' sedangkan nama aslinya tidak dipakai lagi.

Demikianlah, saat kita menjadi Kristen, kita dibaptiskan ke dalam nama Yesus. Artinya, mulai sekarang, kita mengemban namanya di dalam diri kita. Apalah arti sebuah nama? Apa bedanya jika kita mengemban nama tersebut atau tidak? Artinya adalah Anda menjadi sama dengan dia. Dan ini menimbulkan tanggung jawab yang serius. Artinya, mulai sekarang, segala sesuatu yang saya perbuat akan berdampak pada nama Yesus. Jika saya berbuat dosa, maka orang akan berkata, "Lihat dia! Seperti itukah orang Kristen?" Nama Yesus telah dicemarkan. Demikianlah, selama Anda tidak menjadi satu dengan suami Anda, maka perbuatan Anda tidak akan berdampak besar pada dirinya. Namun begitu Anda menyatukan diri dengannya, Anda mengemban namanya, segala sesuatu yang Anda perbuat akan berdampak pada segenap isi keluarga Anda. Demikianlah, begitu kita dibaptiskan ke dalam nama Yesus, dibaptiskan ke dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, ini berarti bahwa kita menjadi milik Allah dan kita mengemban namaNya di dalam hidup kita.

Baptisan, langkah besar pertama di dalam hal mengikut Yesus

Jadi, jangan ada orang yang bermain-main dengan baptisan. Baptisan adalah hal yang sangat serius. Saya ingin menanamkan hal ini dengan kuat ke dalam benak setiap jemaat gereja zaman sekarang, terutama di gereja-gereja yang memandang enteng atau bahkan tidak memahami arti baptisan. Jadi, begitu kita disatukan dengan Yesus dan dengan Allah di dalam baptisan, berarti kita telah mengambil langkah besar yang pertama untuk mengikut Tuhan. Sama seperti seorang istri yang mengambil langkah besar memasuki pernikahan, pasangan tersebut membuat komitmen timbal-balik, dan selanjutnya si istri akan ikut kemanapun suaminya pergi.

(2) Mengajarkan murid-murid untuk mentaati dan dikendali oleh segala sesuatu yang telah diajarkan Yesus

Apakah ada dua macam pengikut Yesus: yang 'full-time' dan yang 'awam'?

Kita perlu mengajukan satu pertanyaan lain. Di dalam hal mengikut Yesus, pada umumnya, orang memandang ada dua macam cara mengikut Yesus. Seolah-olah ada dua macam tingkatan di dalam hal mengikut Yesus: kelas yang tinggi dan yang rendah. Umat yang termasuk kelas atas adalah mereka yang secara harfiah mengikut Yesus, secara jasmani mengikut Yesus, yang meninggalkan pekerjaan, profesi dan segala-galanya untuk mengikut Yesus, menjadi seorang pelayan full-time. Demikianlah, terdapat pengikut yang full-time dan yang awam. Keduanya adalah sama-sama pengikut, akan tetapi golongan yang satu dianggap lebih tinggi dari golongan yang lainnya. Lalu, golongan Kristen yang satunya adalah jemaat awam, mereka yang tidak secara harfiah mengikuti Yesus, mereka hanya secara rohani mengikuti Yesus, artinya, mereka mengikuti ajarannya akan tetapi tidak meninggalkan segala sesuatu demi mengikut dia.

Masalah tersebut membawa kita pada poin yang kedua. Kita harus melangkah mengikuti kebenaran, bukan melangkah mengikuti kemauan kita. Hanya jika kita melangkah mengikuti kebenaran baru kita bisa sampai pada hidup kekal. Lalu apa kebenaran dari situasi ini?

Ada orang-orang yang mengikut Yesus secara harfiah, suatu tindakan yang cukup benar. Dan mereka telah meninggalkan pekerjaan serta harta benda mereka - jika mereka memang memiliki harta benda. Ada banyak penginjil zaman sekarang yang tak pernah meninggalkan apa-apa dalam mengikut Yesus. Jika mereka tidak menjadi penginjil, mungkin mereka sudah kelaparan. Namun dalam hal mereka yang telah meninggalkan segala-galanya untuk mengikut Yesus, apakah hal ini menunjukkan suatu tingkatan yang lebih tinggi dalam hal mengikut Yesus? Tidak selalu begitu.

Pada zaman dulu, ada banyak orang yang mengikut Yesus secara harfiah. Di antara mereka, ada satu orang yang bernama Yudas yang - sama seperti para rasul lainnya - telah meninggalkan segala-galanya. Pikirkanlah tentang orang yang bernama Yudas ini. Apakah dia mengikut Yesus? Ya. Apakah dia menjawab panggilan Yesus dan meninggalkan segala-galanya untuk mengikut Yesus? Ya. Dia memberikan tanggapan. Dia mendengarkan panggilan Yesus. Yesus memanggilnya dan Yudas mengikuti Dia. Lalu apa yang salah?

Inilah masalah dalam poin kedua yang akan kita bahas: "Ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu." Kata 'segala sesuatu' ini kata yang sangat penting. Kata 'segala sesuatu' ini merupakan kata kunci bagi poin yang kedua ini. Suatu kebenaran haruslah merupakan kebenaran yang utuh, kebenaran yang lengkap, bukan sekadar kebenaran yang separuh saja. Kebenaran separuh lebih berbahaya daripada kebohongan. Kita akan sangat mudah tertipu oleh kebenaran yang separuh-separuh. Kebohongan yang terang-terangan tidak akan bisa menjebak kita, akan tetapi pernyataan yang mengandung 3/4 kebenaran, mungkin 80% yang benar dan hanya 20% yang bohong, akan sangat mudah menjebak kita. Oleh karenanya, kalimat ini sangatlah penting. "Ajarlah mereka bukan sekadar untuk taat pada apa yang kuajarkan, melainkan untuk taat pada segala sesuatu yang telah kuajarkan, seluruh bagiannya."

Anda bisa lihat bahwa kejatuhan Yudas terletak di titik ini. Dia telah mengambil langkah yang pertama, dia telah dibaptiskan, dia mengikut Yesus, namun tidak semua kebenaran ditaatinya. Masalah ini membawa kita pada pokok tentang kebenaran dari Yesus. Kebenaran ini bukan sesuatu hal yang hanya perlu untuk kita pelajari. Kebenaran itu harus masuk ke dalam hidup kita dan mengendali hidup kita. Hanya saat segenap kebenarannya mengendali hidup kita, baru kita bisa lolos dari bahaya yang menghadang Yudas.

Apakah Anda mengikut Yesus dengan niat yang salah?

Lalu apa maksud uraian ini? Kita bisa mengikut Yesus dengan berbagai macam niat. Kita bahkan bisa meninggalkan segala sesuatu untuk mengikut Yesus dengan beragam niat. Kita bisa saja mengorbankan segala-galanya karena menganggap - bahwa dengan mengikut Yesus ini - kita akan mendapat lebih dari yang telah kita korbankan. Yang ditinggalkan tidak harus harta benda, mungkin hal-hal lain yang dipandang berharga. Ada sebagian orang yang tidak menemukan kedamaian dan sukacita di tengah dunia, dan mereka akhirnya malah muak dengan keduniawian, lalu mereka dapati bahwa menjadi murid Yesus bisa memberi mereka rasa kepuasan yang mereka butuhkan dan yang tidak bisa mereka dapatkan dari dunia. Tidak ada yang salah dengan hal itu. Akan tetapi, dasar ini saja tidaklah cukup. Karena jika hanya itu alasan Anda untuk mengikut Yesus, maka Anda sedang mengikut dia dengan niat yang salah. Melainkan Anda mengikut Yesus karena dia adalah kebenaran, dan bukan karena Anda ingin mendapat sesuatu dari sana, berarti Anda telah mengikut Yesus dengan alasan yang salah.

Sebagian orang tertarik dengan gereja karena mereka mendapati bahwa gereja memberi mereka banyak peluang. Dan saya curiga banyak anak muda yang pergi ke gereja karena mereka tahu bahwa mereka bisa memanfaatkan gereja untuk banyak hal - yang tampaknya benar. Sebagai contoh, mereka bisa berlatih kepemimpinan di gereja. Mereka juga bisa berlatih untuk berbicara di depan orang banyak. Anda akan terkejut mendapati betapa banyak orang yang pergi ke gereja demi mencari keuntungan dari gereja, memanfaatkan gereja sebagai tempat berlatih. Saya kenal seorang pengacara yang - bagi saya - tampaknya pergi ke gereja memang dengan tujuan tersebut, yakni agar dia bisa latihan berdebat di dalam rapat-rapat majelis gereja. Di gereja Anda juga bisa belajar bagaimana menangani orang. Ini memang hal yang sangat menguntungkan. Dari sudut pandang sosiologi dan psikologi, ini adalah hal yang sangat bagus. Anda tahu bahwa orang-orang di gereja adalah orang-orang yang baik, mereka tidak akan mencelakai Anda. Sementara, jika Anda pergi ke kalangan orang dunia, siapa tahu, orang-orang akan memangsa Anda. Akan tetapi gereja terdiri dari orang-orang yang baik sehingga Anda bisa merasa aman.

Selanjutnya, ada lagi alasan-alasan yang lainnya. Sebagai contoh, di gereja ada banyak gadis dan pemuda yang ramah. Demikianlah, jika Anda ingin mendapat pasangan hidup yang baik dan ramah, di mana lagi Anda bisa temukan gadis yang ramah dan religius? Di kalangan dunia, Anda tidak akan bisa temukan gadis-gadis semacam itu. Hari ini mereka menikahi Anda, besoknya mereka sudah menceraikan Anda. Namun tidak demikian halnya dengan gadis Kristen, dia tidak akan diperkenankan untuk bercerai dari Anda. Tentu saja, para gadis bisa mengejar keuntungan dari sana juga. Pasangannya tidak akan lari darinya karena gereja tidak akan memperkenankan hal itu dilakukan. Demikianlah, ada cukup banyak alasan yang sekilas tidak terlihat jahat. Mencari pasangan hidup yang baik memang tidak salah. Namun, Anda bisa lihat, ada banyak hal yang bisa mendorong orang masuk ke gereja dengan niat yang keliru.

Ada orang-orang seperti Yudas di tengah jemaat

Tentu saja, hal ini bukan berarti bahwa setiap orang yang datang ke gereja dengan cara ini bukan orang Kristen sejati. Namun masalahnya adalah apa yang benar-benar menjadi motivasi mereka. Jadi Anda bisa lihat mengapa ada orang-orang seperti Yudas yang datang ke gereja karena bisa saja mereka masuk dengan niat awal yang benar. Namun di tengah jalan, niatnya berubah. Dan perubahan niatnya ini terjadi karena tidak semua ajaran Yesus dia taati. Inilah poin pentingnya. Tidak semua ajaran Yesus menjadi bagian dari dirinya.

Ajaran Yesus tidak banyak dikenal oleh orang-orang Kristen

Untuk dapat mentaati semua ajaran Yesus, kita harus mengetahui apa yang diajarkan oleh Yesus. Namun sayangnya, orang Kristen tidak tahu apa yang diajarkan oleh Yesus, ini termasuk orang yang sudah belajar teologia. Banyak yang tidak memahami makna dari perumpamaan- misalnya - dari Matius pasal 13. Apakah Anda mengerti prinsp-prinsip rohani yang terdapat di dalam perumpamaan tersebut. Apa yang sedang Yesus sampaikan di dalam perumpamaan tersebut? Jika Anda tidak tahu prinsip apa yang terkandung di dalam ajaran Tuhan, lalu bagaimana Anda bisa mentaati apa yang telah dia perintahkan? Yesus memerintahkan kita untuk mentaati semua yang telah dia ajarkan, akan tetapi Anda bahkan tidak tahu apa ajarannya, lalu bagaimana Anda akan mentaatinya?

Apa yang sedang terjadi dengan gereja zaman sekarang? Gereja-gereja zaman sekarang tidak tahu apa yang diajarkan oleh Yesus. Anda akan mendapati bahwa dari mimbar-mimbar, tidak ada ajaran Yesus yang dikhotbahkan. Mungkin mereka akan berbicara tentang sedikit bagian dari kehidupan Yesus. Namun tidak banyak ajaran Yesus yang diuraikan dari mimbar. Umat perlu tahu akan hal ini. Poin yang kedua - "Ajarlah mereka untuk mentaati semua hal yang telah Kuperintahkan kepada mereka" -  ini merupakan perintah dari Yesus.

Pengajaran dari Yesus berada di tingkat yang benar-benar berbeda dari ajaran lain yang ada di dalam Kitab Suci. Hal ini juga disebutkan di dalam Kitab Suci. Contohnya di Ibrani 1:1 - Allah telah berbicara kepada kita melalui berbagai nabi dan ahli taurat, akan tetapi di akhir zaman ini Dia berbicara kepada kita melalui AnakNya. Dan AnakNya ini sangat berbeda dengan semua hamba yang lain. Pengajaran di dalam Perjanjian Lama bisa dimodifikasi oleh Yesus. Dia berkata, "Kamu telah mendengar firman bahwa mata diganti mata, gigi diganti gigi, tetapi Aku berkata kepadamu..." Apa yang telah Yesus lakukan sesungguhnya adalah menaikkan standar seperti yang terjadi di Khotbah di Bukit. Dia tidak membatalkannya. Dia menaikkan standar itu ke tingkat yang lebih tinggi dari sebelumnya. Itulah sebabnya mengapa firman yang lain bisa berlalu akan tetapi ajaran dari Yesus tidak akan berlalu. Di dalam semua kitab Injil akan Anda temukan ajaran dari Yesus yang mengatakan, "Langit dan bumi akan berlalu namun firmanKu kekal." Di dalam Yohanes 6:63, Yesus berkata, "Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup." Demikianlah, kita mendapati bahwa firman dari Yesus berdiri dalam kategori yang sangat berbeda dari bagian-bagian lainnya.

Rasul Paulus juga mengajar tentang hal mengikuti semua ajaran Yesus

Rasul Paulus adalah juru tafsir dari ajaran Yesus. Semua tulisannya adalah tafsiran atas ajaran Yesus. Tidak ada hal baru yang dituliskan oleh Paulus. Anda akan dapati bahwa begitu Anda memahami isi ajaran Yesus, maka semua yang terdapat di dalam tulisan Paulus akan menjadi sangat jelas untuk dipahami. Jika Anda memahami naskah utamanya, maka naskah tafsirannya akan Anda pahami juga. Namun, jika Anda tidak memahami naskah utamanya, sudah pasti Anda tidak akan bisa memahami naskah tafsirannya juga. Tulisan dan pengajaran rasul Paulus jelas sangat berharga bagi kita karena dia adalah penafsir dan ekspositor ajaran Tuhan Yesus yang paling handal. Jika Anda ingin tahu apa yang disampaikan oleh Yesus, dan Anda mengalami kesulitan dalam pemahamannya, maka bandingkanlah pemahaman Anda dengan isi tulisan rasul Paulus, dan Anda akan mendapatkan pembanding yang tepat. Dan jika Anda periksa tulisan-tulisan Paulus, Anda akan menyadari bahwa dia adalah seorang manusia Allah yang telah menyerap ajaran Yesus sepenuhnya. Dia telah menyerap sepenuhnya semua ajaran Tuhan. Dan dia dididik oleh Roh Allah, dipimpin masuk ke dalam kebenaran untuk menguraikan kebenaran firman Tuhan kepada kita. Anda bisa lihat mengapa Paulus mendorong agar setiap orang Kristen, dalam Kolose 3:16, dengan perkataan, "Hendaklah perkataan (ajaran atau pesan dari Tuhan Yesus) Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu," sebagaimana firman Yesus itu telah diam dengan segala kekayaannya di dalam dirinya.

Di 1 Timotius 6:3,4 dia berkata, "Jika ada orang yang tidak sepaham, tidak terima, tidak mau taat ajaran Tuhan Yesus, maka dia adalah orang yang berlagak tahu padahal tidak tahu apa-apa." Demikianlah, Paulus sendiri mendefinisikan murid sebagai seorang pengikut, yang taat kepada ajaran Yesus. Dan kebetulan, [di surat ini], Anda bisa melihat bagaimana dia sendiri mendidik murid-muridnya seperti Timotius ini, untuk mentaati semua ajaran Yesus, dan hal itu bisa kita lihat di 1 Timotius 6:3 dan 4.

Di dalam Kisah 9:25, kita membaca tentang para murid Paulus yang menolong dia dari masalah di Damsyik. Hal yang luar biasa tentang Paulus adalah di dalam kehidupan Kristennya yang masih baru itu, Paulus sudah memiliki murid sendiri. Hal ini mungkin disebabkan oleh pendidikannya yang cukup tinggi sebagai seorang rabbi.

Apakah kita hanya perlu mengikuti ajaran Yesus dan tidak perlu meninggalkan segalanya?

Kita akan merangkum poin yang kedua ini. Poin yang kedua ini menunjukkan bahwa mengikut Yesus berarti mengikuti semua ajarannya. Namun sebelum kita masuk ke poin yang berikutnya, masih ada satu pertanyaan yang perlu kita bahas dengan singkat. Dan pertanyaan itu adalah: jika Anda berkata bahwa Anda mengikut Yesus, apakah persyaratannya hanya mengikuti dia di dalam kebenaran spiritual? Apakah kita hanya perlu mengikuti ajarannya, kita tidak perlu secara harfiah mengikuti dia dengan cara meninggalkan segala harta benda kita?

Pertama adalah mengikuti Tuhan secara rohani, selanjutnya secara harfiah

Tidak, bukan hal semacam itu yang dimaksudkan. Kita harus mengikut Yesus secara rohani dulu sebelum kita bisa mengikut dia secara harfiah. Artinya, kita harus mengikuti urutan yang benar. Bukannya mengikut dia secara harfiah dulu dan selanjutnya berharap agar kita bisa mengikuti dia secara rohani. Demikianlah, hanya jika kita sudah mengikut dia secara rohani baru kita dinyatakan layak, berada di posisi yang benar untuk bisa melangkah ke tahapan selanjutnya, yakni mengikut dia secara harfiah.

Setelah mengikut Yesus di jalur rohani, Anda akan menjadi lebih terbuka terhadap panggilannya untuk melayani secara 'full-time'

Namun tentu saja, bagaimana kita tahu bahwa kita juga seharusnya berada di antara mereka yang mengikut dia secara harfiah? Bagaimana kita tahu bahwa kita seharusnya menjalankan pelayanan full-time? Bagaimana kita tahu bahwa kita telah dipanggil untuk mengikut dia secara full-time dan bukan sekadar di jalur rohani saja? Dalam hal makna 'full-time' ini, sebenarnya setiap orang Kristen sejati adalah pelayan full-time. Akan tetapi, makna 'full-time' yang dimaksudkan di sini hanya sebatas bahwa Anda tidak melakukan pekerjaan lain kecuali sebagai penginjil, pengajar atau pendeta. Lalu bagaimana kita tahu bahwa kita telah dipanggil? Bagaimana panggilan Allah yang semacam ini disampaikan kepada seseorang?

Jika Anda telah mengikut Yesus di jalur yang rohani, maka Anda akan terbuka pada panggilannya di dalam pengertian yang khusus ini. Dan yang dimaksudkan dengan panggilan di tahap yang kedua ini, saya tidak bermaksud mengatakan bahwa panggilan ini berbeda dengan panggilan yang bersifat umum, melainkan bahwa panggilan ini adalah bagian dari panggilan umum itu. Namun bagaimana panggilan itu bisa sampai kepada kita? Bagaimana seorang hamba Allah yang sejati bisa tahu bahwa Allah ingin agar dia pergi memberitakan Injil secara full-time? Apakah dia mendengar suatu suara tertentu? Apakah dia mendapat penglihatan dari langit? Apa itu panggilan?

Dorongan dari Roh Kudus itu akan menjadi semakin berat untuk ditolak

Panggilan itu bersifat rohani. Yang saya maksud dengan rohani adalah bahwa Roh Kudus berkarya di dalam hati Anda dan mendorong Anda. Anda akan mendapati bahwa isi dari panggilan ini mendorong sedemikian kuatnya; Roh Kudus mendorong Anda dengan sangat kuat. Anda akan mendapati bahwa tarikan rohani ini, panggilan rohani dari Allah ini dalam bentuk dorongan, akan menjadi semakin berat untuk ditolak.

Dan kadang kala, panggilan bagi seorang hamba Allah yang sejati bisa muncul melalui penglihatan. Namun pada umumnya, panggilan itu berupa dorongan batin dari Roh Kudus. Seperti yang terjadi pada diri saya, sekalipun sebagai seorang Kristen yang masih baru, saya dapati bahwa tarikan dari Tuhan begitu kuatnya sehingga saya hanya bisa menurut saja. Saya mendapatkan banyak pengalaman rohani, akan tetapi semua pengalaman itu tidak menunjukkan adanya suatu panggilan. Panggilan itu selalu terjadi jauh di dalam batin; Roh Kuduslah yang menarik Anda.

Dan kata 'menarik' ini justru dipakai dua kali oleh Yohanes, Bapalah yang menarik Anda, Anda akan merasakan tarikan ini.

Anda bisa secara efektif menghentikan panggilan ini

Namun apakah itu berarti bahwa karena kita telah menerima panggilan ini, lalu kita tidak akan mampu untuk menolaknya? Tidak benar juga. Anda bisa menolak panggilan tersebut dan menolaknya secara efektif, sebagaimana yang telah diperbuat oleh banyak orang. Jika setiap orang tidak menolak panggilan dari Allah, akan ada banyak orang yang terlibat di dalam pelayanan full-time sekarang ini. Poinnya adalah bahwa Anda bisa secara efektif menghentikan panggilan ini.

Sama seperti orang muda yang kaya di dalam Lukas pasal 18. Yesus memanggil dia. Yesus berkata kepadanya, "Juallah segala milikmu dan ikutlah Aku." Sungguh kesempatan yang luar biasa! Yesus telah memanggilnya. Pikirkanlah, dia telah dipanggil untuk menjadi salah satu murid dekat Tuhan, untuk mengikut Yesus secara pribadi. Namun apakah dia mau ikut? Tidak, dia tidak mau. Dia pergi. Dia tidak mengikut Yesus sekalipun Yesus telah secara khusus memanggilnya. Saya rasa dia akan menjadi salah satu orang yang paling sedih di sepanjang masa. Dia memiliki begitu banyak kekayaan. Dia tidak mau meninggalkan kekayaan tersebut. Lalu di mana kekayaannya itu sekarang? Tidak ada! Dia kehilangan segalanya saat di masuk liang kubur. Dia telah mencampakkan kesempatan seumur hidup untuk menjadi murid Yesus, untuk bisa bersama para rasul yang lain. Dengan mencampakkan kesempatan semacam itu, orang kaya ini menjadi contoh orang yang tidak memiliki penilaian akan apa yang kekal!

Akan tetapi, berapa banyak orang Kristen yang melakukan hal yang sama di zaman sekarang ini? Mereka bisa merasakan tarikan yang begitu kuat dari Allah akan tetapi mereka membuat berbagai macam alasan seperti yang diajukan oleh orang muda yang kaya ini, dan mereka tidak mau ikut. Mereka tidak mau ikut dalam cara yang semestinya. Jika dia sama sekali tidak mempercayai Yesus, tentunya dia tidak mau mendatangi Yesus dengan cara seperti itu. Namun dia tidak mau ikut Yesus ketika Yesus menariknya masuk ke dalam pengertian murid yang full-time, sebagai rasul.

(3) Tinggal di dalam Yesus (Aku selalu menyertaimu selalu)

Demikianlah, kita bisa lihat bahwa seorang murid adalah orang yang mengikuti jalan kebenaran, yang taat pada semua kebenaran yang ada di dalam Yesus, dan dia mengalami hidup di dalam Yesus. Dia mengalami hadirat Tuhan tinggal di dalam dirinya. Seperti yang dikatakannya, "Aku selalu menyertaimu." Itu adalah suatu janji. Suatu pernyataan. "Aku selalu menyertaimu."

Akan tetapi begitu banyak orang yang tidak mengalami hadiratnya. Mengapa? Karena mereka tidak melangkah di jalan itu. Mereka tidak melangkah di jalan itu karena mereka belum meninggalkan cara hidup lama mereka, tidak meninggalkan cara hidup mereka yang penuh dosa. Mereka tidak mengalami hadirat Roh Kudus karena mereka tidak mentaati semua kebenaran ajaran Yesus. Mereka bahkan tidak tahu apa itu ajarannya. Jadi bagaimana mereka bisa mengalami kuasa hadirat Yesus lewat Roh Kristus dalam diri mereka?

Tidak ada pengalaman tanpa Anda mengikuti Yesus di jalur pemuridan

Di sinilah letak keindahan dari pemuridan. Tentu saja, jika Anda mengikut Yesus, maka Anda akan ada bersama dia dan dia bersama Anda. Banyak orang Kristen yang tidak mau mengikut Yesus dan karena itu mereka tidak mengalami hadirat Yesus. Tapi mereka malah bertanya, "Mengapa Yesus tidak datang dan menyertai saya?" Jika Anda ingin agar Yesus menyertai Anda, maka Anda yang harus menyertai dia.

Seseorang berkata kepada George Washington saat mereka sedang menghadapi perang saudara, "Kalau Allah menyertai kita, maka kita pasti menang." Washington menjawab, "Masalahnya bukan pada apakah Allah menyertai kita atau tidak; masalahnya adalah apakah kita ada bersama Allah." Seperti itulah gambaran persoalannya. Jika Anda ingin mengalami hadirat Yesus, Anda tidak bisa sekadar duduk dan berkata, "Mengapa hadiratnya tidak datang kepada saya?" Anda harus mengikut dia. Selanjutnya, Anda akan menikmati hadiratnya. Demikianlah, kita bisa lihat bahwa jika kita ingin menikmati hadiratnya, maka langkah-langkah tersebut harus dijalani. Arahnya adalah melalui jalur pemuridan.

SELESAI

(Copyright owned by Cahaya Pengharapan Ministries. May be used for non-profit purposes but must be attributed to this website.)

[Download]


Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.

Standard
Besar
Terbesar

Seri Matius:

Mat 14:22-33 Iman membutuhkan Keberanian

Mat 2:2 Bintang yang ajaib

Mat 3:13-17 Penundukan kepada Allah, Kegenapan segala Kebenaran

Mat 4:17 Apa itu Kebenaran?

Mat 2:1-12 Tiga Prinsip Damai Sejahtera

Mat 3:13-4:17 Visi Kerajaan Allah 1

Mat 3:13-4:17 Visi Kerajaan Allah 2

Mintalah Roti & Ikan

Perlakukan Orang Lain Sebagaimana Anda Ingin Diperlakukan Oleh Mereka

Masuk Melalui Jalan yang Sempit

Waspadalah Terhadap Nabi-Nabi Palsu

Dua Macam Dasar

Iman Perwira Romawi

Syarat untuk Mengikut Yesus

Prinsip Kelayakan

Berdoalah Kepada Tuan Empunya Tuaian

Domba di Tengah-Tengah Serigala

Iman adalah: Jangan Takut

Aku Datang Bukan Untuk Membawa Damai

Pikullah Salib-mu

Penyatuan dengan Kristus

Di Manakah Letaknya Kebesaran Yohanes Pembaptis?

Kerajaan Surga Datang dengan Kuasa

Apa Makna Memikul Salib dalam Kehidupan Sehari-hari?

Apakah Anda termasuk Bintang atau Lubang Hitam?

Nikmatilah

Kristus Menang Atas Iblis yang Belum Menyerah!

Apakah Anda bersama dengan Kristus atau hanya Berpihak pada-Nya?

Apakah Anda Mengumpulkan Bersama Yesus? - bagian 1

Apakah Anda Mengumpulkan Bersama Yesus? - bagian 2

Dosa yang Tidak Dapat Diampuni

Apa itu Tanda Nabi Yunus?

Apakah Anda Bait Allah atau Rumah Belial?

Kehendak Tuhan dan Kita

Rahasia menjadi 'Lima Roti dan Dua Ikan'?

Apa Rahasia Keunggulan Spiritual?

Manusia Telah Menjadikan Firman Allah Tidak Berlaku - 1

Manusia Telah Menjadikan Firman Allah Tidak Berlaku - 2

Akar Permasalahan Manusia

Ciri Iman yang Besar di Mata Allah - 1

Ciri Iman yang Besar di Mata Allah - 2

Tanda-Tanda Zaman - Bagian 1

Tanda-Tanda Zaman - Bagian 2

Bagaimana Salib Menjadi Batu Sandungan

Apakah Gereja dibangun di atas Petrus?

Si Aku - Hambatan Menuju Kebesaran Rohani

Kasih dan Kebencian

Jalan Menuju Kuasa dan Kemuliaan

Iman yang Memindahkan Gunung - Bagian 1

Iman yang Memindahkan Gunung - Bagian 2

Berpalinglah dan Menjadi Seperti Anak Kecil - Bagian 1

Berpalinglah dan Menjadi Seperti Anak Kecil - Bagian 2

Berpalinglah dan Menjadi Seperti Anak Kecil - Bagian 3

Celakalah Orang yang Membuat Orang Lain Tersandung - Bagian 1

Celakalah Orang yang Membuat Orang Lain Tersandung - Bagian 2

Celakalah Orang yang Membuat Orang Lain Tersandung - Bagian 3

Apa yang Kita Ketahui Tentang Malaikat? - Bagian 1

Apa yang Kita Ketahui Tentang Malaikat? - Bagian 2

Persahabatan yang diinginkan Allah

Kerajaan Allah itu Milik Anak-Anak Kecil

Apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?

Sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga

"Pergi, juallah segala hartamu, dan datanglah serta ikutlah Aku"

Apa yang dimaksudkan dari yang pertama menjadi yang terakhir?

Jalan untuk menjadi yang terutama

Imanmu Telah Menyelamatkan Engkau

Komitmen untuk mengasihi kebenaran

Kemunafikan: Ragi orang Farisi

Tujuh gejala kanker rohani - 1

Tujuh gejala kanker rohani - 2

Kristus sebagai Tuan - Obat penawar bagi kemunafikan

Apa artinya menjadi Anak Allah? Apa arti menjadi murid Yesus?

Jadilah Anak Allah

Takaran Kejahatan

Neraka menurut ajaran Tuhan Yesus

Anda bisa berkata tidak kepada Allah

Tanda-tanda kedatangan Kristus

Kekejian yang membinasakan

Siapakah Raja Anda, Allah atau Iblis?

Tujuan dari Anti Kristus: Menyesatkan gereja

Apakah kita termasuk burung nazar atau burung elang?

Tanda-tanda di langit

Penebusan: Apakah maknanya?

Pembebasanmu sudah dekat!

Berjaga-jagalah

Bagaimana menjadi anak-anak Terang

Iblis dan mahkamah Surgawi

Iblis telah menuntut untuk menampi kamu

Salibkan daging!

Murid yang sejati

Misi gereja di tengah dunia

Copyright 2003-2012. Semua materi di situs ini adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries.
E-mail kami untuk mendapatkan izin untuk menggunakan materi di situs ini.
Best viewed with IE6.0 and 1024 by 768 resolution.