| Saran & Komentar | updated on 15 May 2012

Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan

Halaman Utama

  |  Tentang Kami

  |  Hubungi Kami

  |  Izin Pemakaian Materi 

  |  Dapatkan Buletin Gratis di sini! 

Sumber Damai

Khotbah/PA


Inspirasi

Artikel/Renungan

Kesaksian Hidup


Pelatihan

Discipleship Trainings


Lain-Lain...

Buku-buku Terbitan 

Lagu dan Film 

Bible Study (P.A)

Siaran Mandarin

Buletin Gratis!

Follow Us


BACA ONLINE


KATA PENGANTAR

Ciri Iman yang Besar di Mata Allah - Bagian 2
Iman Perempuan Sirofenisia

Matius 15:21-28
Khotbah oleh Pastor Eric Chang

(Khotbah ini disambung dari Ciri Iman yang Besar di Mata Allah - Bagian 1)

Ungkapan dari Perjanjian Lama yang sejajar dengan komitmen total: Berpaut

Nah, hal yang luar biasa saat saya mempelajari Perjanjian Lama adalah bahwa inilah jenis hubungan yang ingin Allah bangun dengan umat-Nya. Inilah jenis hubungan yang Dia inginkan dengan Anda dan saya. Dia tidak ingin yang kurang dari itu. Dan saya sudah sering membahasnya lewat ungkapan komitmen total. Dan ungkapan dari Perjanjian Lama yang sejajar dengan komitmen total adalah kata 'berpaut'.

Berpaut kepada-Nya mencakup hal melayani Dia

Ulangan 10:20 berbicara kepada bangsa Israel, "Engkau harus takut akan TUHAN, Allahmu, kepada-Nya haruslah engkau beribadah dan berpaut." Itulah hal yang diminta oleh Allah dari orang Israel. Bukan sekadar percaya kepada-Nya, namun Anda harus berpaut kepada Tuhan, Allah Anda, dan melayani Dia. Berpaut kepada-Nya mencakup hal melayani Dia.

Kemenangan rohani datang lewat jalan berpaut kepada Tuhan

Ulangan 11:22. Kembali Allah berkata kepada bangsa Israel, "Sungguh-sungguh berpegang pada perintah yang kusampaikan kepadamu untuk dilakukan, dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya dan dengan berpaut pada-Nya." Dan tahukah Anda apa yang akan terjadi jika Anda berpaut kepada Tuhan? Ulangan 11:23 melanjutkan dengan berkata, "Maka TUHAN akan menghalau segala bangsa ini dari hadapanmu, sehingga kamu menduduki daerah bangsa-bangsa yang lebih besar dan lebih kuat dari padamu." Dengan kata lain, kemenangan rohani datang lewat jalan berpaut kepada Tuhan.

Berpaut itu berarti menjadi tidak terpisahkan dari-Nya, menghormati Dia, mentaati Dia

Ulangan 13:4. "TUHAN, Allahmu, harus kamu ikuti, kamu harus takut akan Dia, kamu harus berpegang pada perintah-Nya, suara-Nya harus kamu dengarkan, kepada-Nya harus kamu berbakti dan berpaut." Dapatkah Anda melihat hal apa saja yang tercakup di dalam ungkapan berpaut ini? Maknanya mencakup berjalan bersama Allah, takut akan Dia - yaitu menyembah Dia, menghormati Dia, memelihara perintah-perintah-Nya, mentaati firman-Nya, melayani Dia. Dengan begitu Anda telah berpaut kepada Tuhan, Allah Anda, melekat pada-Nya, tidak terpisahkan dari-Nya.

Berpaut kepada Allah karena itu berarti hidup yang kekal

Ulangan 30:20. "Mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu." Berpaut kepada dia berarti hidupmu. Bagaimana cara agar Anda memiliki hidup? Bagaimana Anda bisa memiliki hidup yang kekal? Ya? Dengan mempercayai Yesus? Tentu, namun bergantung pada apa pengertian Anda pada jawaban tersebut.

Sekarang ini, ungkapan "percaya kepada Yesus", sebagaimana yang Anda ketahui, telah sangat diencerkan sampai-sampai saya sendiri tidak mengerti lagi apa artinya. Tahukah Anda apa artinya? Biasanya ungkapan ini hanya diartikan percaya dan menerima bahwa Dia telah mati bagi Anda.

Namun bukan itu makna percaya yang dimaksudkan oleh Alkitab. Percaya berarti Anda melekat erat pada-Nya setiap hari di sepanjang hidup Anda, melangkah bersama Dia, melayani Dia, memelihara perintah-perintah-Nya. Tahukah Anda apa artinya itu? Apakah Anda berpaut kepada Allah? Jika Anda tidak berpaut kepada Allah, dan jika dalam keadaan itu Anda mengira Anda selamat, maka saya tidak tahu berdasarkan apa Anda berharap pada hidup yang kekal. Saya tidak tahu apa landasan yang Anda gunakan karena yang Allah tuntut dari umat-Nya, bahkan kepada umat Israel di dalam Perjanjian Lama, adalah berpaut kepada-Nya. Dan hal ini dinyatakan di dalam Hukum-Nya, yaitu di dalam kitab Ulangan.

Berpaut kepada Allah berarti menyerahkan segenap hati dan jiwa Anda untuk melayani Dia

Di dalam Yosua 22:5, kita dapati hal yang sama, "Lakukanlah dengan sangat setia perintah dan hukum, yang diperintahkan kepadamu oleh Musa, hamba TUHAN itu, yakni mengasihi TUHAN, Allahmu, hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya," (Harap diperhatikan kata 'segala' jalan yang ditunjukkan-Nya, itu adalah komitmen total) "tetap mengikuti perintah-Nya, berpaut pada-Nya dan berbakti kepada-Nya dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu."

Apakah Anda ingin mendengar tentang komitmen total di dalam Perjanjian Lama? Anda bisa menemukannya di ayat di atas. Berpautlah kepada-Nya. Layanilah Dia dengan segenap hati dan jiwa Anda. Tidak ada basa-basi pada ajaran tentang keselamatan di dalam Perjanjian Lama. Tak ada yang namanya separuh di sini, separuh di sana, orang-orang yang berkomitmen separuh hati tidak dikenal di dalam Alkitab, entah itu di dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Alkitab hanya mengenal orang yang berkomitmen total dan pastikanlah bahwa jika Anda ingin berada di dalam jalan menuju hidup kekal, Anda harus berpaut kepada Tuhan dengan komitmen yang total ini.

Berpaut kepada Tuhan dan kuasa-Nya akan bekerja di dalam diri Anda

Yosua 23:8. "Tetapi kamu harus berpaut pada TUHAN, Allahmu, seperti yang kamu lakukan sampai sekarang." - orang Yahudi pada zaman itu memang berpaut kepada Tuhan, dan kuasa Allah bekerja bersama mereka. Perhatikanlah apa yang terjadi ketika Anda berpaut kepada Tuhan: "Satu orang saja dari pada kamu dapat mengejar seribu orang." Satu lawan seribu orang dan Anda menang. Itulah yang disebut berkemenangan, kehidupan Kristen yang berjaya. Itulah hal yang ingin saya lihat di dalam gereja sekarang ini.

Orang-orang Kristen yang kalah, menderita, adalah orang yang paling memalukan yang menyebut dirinya Kristen di zaman sekarang ini. Bukankah kadang kala Anda merasakan hal itu? Orang Kristen yang kalah, menderita, selalu mengalami masalah. Dan kami para pendeta, kami selalu dihantui oleh sekumpulan orang di tengah jemaat yang selalu dirundung masalah. Mereka akan menelepon Anda setiap hari, mereka sedang terkena masalah ini. Esoknya, mereka menelepon lagi, mereka sedang terkena masalah lain. Mereka berpindah dari satu masalah ke masalah yang lain. Dan mereka selalu dikalahkan oleh setiap masalah. Mereka tergelincir terus. Apa yang akan terjadi jika Anda harus mendaki gunung, saya tidak tahu. Namun jika Anda terus saja jatuh setiap kali menemukan masalah, jika Anda tergelincir dalam setiap persoalan kecil, bagaimana Anda nanti bisa bertahan?

Di dalam Yosua 23:10, kita baca. "Satu orang saja dari pada kamu dapat mengejar seribu orang, sebab TUHAN Allahmu, Dialah yang berperang bagi kamu, seperti yang dijanjikan-Nya kepadamu." Satu orang melawan seribu dan Anda tidak akan sekadar menang, Anda akan mengusir mereka, Anda akan menaklukkan mereka. Ini mengingatkan kita pada kitab Wahyu - barangsiapa yang menang. Satu melawan satu saja sudah cukup bagus, jika Anda dapat menang. Jika ilmu bela diri Anda cukup bagus, Anda masih bisa menang melawan tiga orang. Saya punya rekan pelayan di Inggris yang menguasai kungfu, dia pernah diserang dan berkelahi melawan empat orang dan dia mengalahkan mereka semua. Wah! Itu sudah hebat. Bisakah Anda bayangkan satu orang melawan seribu dan masih bisa mengusir mereka? Nah, itu baru kungfu namanya, satu melawan seribu. Maksud saya, Bruce Lee juga tidak ada artinya dibandingkan dengan ini.

Satu melawan seribu - bahkan pahlawan-pahlawan Daud yang perkasa itu juga tidak bisa mengaku sanggup sendirian mengalahkan seribu orang. Namun mereka yang berpaut kepada Tuhan, kuasa Allah akan bekerja di dalam diri orang itu. Dia ini adalah jenis orang Kristen yang berkemenangan, yang berbaris maju dan musuhnya mundur. Kemanapun dia pergi, musuhnya mundur. Tidak ada pertarungan. Kuasa yang hadir tak terbendungkan. Bukankah mejadi orang Kristen semacam itu yang kita inginkan? Orang Kristen yang membangkitkan semangat!

Ruth berpaut kepada Allah dengan berpaut kepada Naomi

Orang Kristen macam apakah yang kita bentuk sekarang ini? Yang diinginkan oleh Alkitab dari bangsa Israel dalam Perjanjian Lama, dan dari orang Kristen dari Perjanjian Baru, adalah orang-orang yang berpaut kepada Tuhan, Allah mereka. Sama seperti Ruth, dia tidak mau berpisah. Ruth adalah orang asing. Dan seperti yang Anda ketahui, dia menjadi masuk di dalam garis keturunan Mesias, sebagai nenek dari Daud dan terus berlanjut di jalur keturunan Mesias, karena dia berpaut kepada Allah dengan cara berpaut kepada Naomi, "Allahmu adalah Allahku."

Hizkia berpaut kepada Allah dan tidak ada raja yang sama seperti dia, baik sebelum dan sesudahnya

Di dalam Perjanjian Lama, ada satu raja yang menonjol, yang unik di antara raja-raja Israel lainnya, yaitu Raja Hizkia. Di dalam 2 Raja-raja 18:5 disebutkan bahwa tidak ada raja di Yehuda seperti Hizkia. Tidak ada yang seperti dia, baik sebelumnya, dan tampaknya ini termasuk Daud, maupun sesudahnya. Mengapa tidak ada raja seperti Hizkia? 2 Raja-raja 18:6 menjelaskan: Ia berpaut kepada TUHAN, tidak menyimpang dari pada mengikuti Dia dan ia berpegang pada perintah-perintah TUHAN yang telah diperintahkan-Nya kepada Musa. Dia berpaut kepada Allah! Hizkia tidak begitu jauh berbeda dengan raja lainnya di luar ini. Dia dibedakan dari raja yang lain bukan karena kemampuannya. Di dalam standar duniawi, Hizkia bukanlah raja yang terbesar. Namun secara rohani, Alkitab memberi dia tempat yang sangat tinggi, karena dia berpaut kepada Tuhan, Allahnya. Dan tidak ada raja di Yehuda baik sebelum dan sesudah dia.

Dan Anda tahu, salah satu mukjizat terbesar dalam sejarah terjadi pada masa pemerintahan Hizkia (2 Raja-raja 19). Ingatlah pada mukjizat yang saya maksudkan itu. Ketika bala tentara Asyur yang kuat itu datang menyerang dan mengepung Yerusalem, bangsa Israel berada dalam keadaan yang sangat gawat. Namun Hizkia berpaut kepada Tuhan, Allahnya. Dia melihat dari atas tembok Yerusalem dan dilihatnya pasukan Asyur yang kuat itu, tak ada negara yang sanggup bertahan melawan mereka. Pasukan yang sudah menyapu banyak penguasa dan kerajaan itu sedang berdiri di luar tembok Yerusalem, menuntut dia untuk menyerah. Tetapi Hizkia berpaut kepada Tuhan, Allahnya, "Tuhan, kami bukanlah tandingan bagi pasukan ini. Jumlah mereka seperti pasir di laut. Ketangkasan mereka tak tertandingi. Kemampuan perang mereka tak terkalahkan." Pasukan Asyur adalah pasukan yang paling ditakuti saat itu.

Apa yang bisa dilakukan oleh Israel yang kecil ini dalam menghadapi Asyur yang perkasa? Apa yang bisa mereka lakukan? Namun Hizkia berpaut kepada Tuhan, Allahnya. Dan Allah mengerjakan hal yang tepat seperti yang dijanjikan-Nya. Tahukah Anda apa itu? Orang Israel tidak perlu mengangkat pedang maupun menarik busurnya melawan pasukan Asyur yang perkasa itu, Allah yang menyapu bersih pasukan Asyur. Penyakit sampar melanda perkemahan pasukan Asyur. Dan ingatkah Anda pada pagi yang ajaib itu, ketika Hizkia bangun dan melihat ke luar? Pasukan Asyur sudah pergi, pasukan yang masih tersisa sudah pergi! Sebagian besar pasukan Asyur tergeletak di sana, mati. Mereka sudah mati, dihantam bala penyakit yang ditimpakan oleh Allah! Yang tersisa sudah melarikan diri, meninggalkan segala sesuatunya - baik tenda maupun perlengkapan militer mereka. Mereka lari menyelamatkan diri. Mereka telah berhadapan langsung dengan Allah. Mengapa bisa terjadi? Karena adanya satu orang yang berpaut kepada Tuhan, Allahnya, yaitu Hizkia. Sungguh indah! Tahukah Anda apa artinya berpaut kepada Allah dalam menghadapi situasi yang tanpa harapan? Ini adalah hal yang sangat indah.

Elisa berpaut kepada Elia, dan menjadi nabi besar Allah

Hal yang sama kita baca tentang nabi Elisa, yang berpaut kepada Elia sampai tiga kali. Dan saya juga telah mengungkapkan poin ini sebelumnya. Sebelum Elia diangkat oleh Allah, tiga kali dia berkata kepada Elisa, "Kamu boleh pergi sekarang. Kamu sudah tidak ada kewajiban apa-apa lagi terhadapku. Kamu adalah muridku, tetapi kamu tidak perlu lagi ikut denganku. Kamu bebas sekarang. Pergilah, karena kamu tahu, aku telah diutus oleh Allah untuk pergi ke Bethel. Kamu sudah bebas dari kewajibanmu sebagai murid; kamu tidak perlu melayaniku lagi."

Seperti yang Anda ketahui, seorang murid akan ikut kemanapun gurunya pergi, melayani gurunya sebagai budak. Dan sekarang Elia sudah memberinya kebebasan. "Pergilah, aku bebaskan kamu dari kewajibanmu." Namun Elisa berkata, "Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau." Dan dua kali lagi Elia mencoba untuk menyuruh pergi Elisa. Dua kali pula Elisa menolak untuk pergi. Dan dua kali lagi Elisa mengucapkan hal yang sama, "Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau." Dia melekat erat seperti lem, dan Elia tidak bisa mengusirnya. Tak ada jalan bagi Elia untuk mengusirnya pergi.

Dan apakah hasilnya? Elisa menjadi manusia Allah yang rohani dan besar, menjadi nabi besar Allah menggantikan Elia. Jika Elisa tidak berpaut kepada Elia, maka dia tidak akan menjadi nabi besar. Elisa, seperti Rut, telah belajar rahasia berpaut, berkomitmen total, kepada Allah. Ini adalah hal yang sungguh-sungguh indah.

Anda baru bisa menjadi umat Allah dengan cara menjadi ikat pinggang-Nya, berpaut pada-Nya

Ada satu ayat di dalam kitab Yeremia yang sangat menyentuh hati saya. Dan ayat itu ada di dalam Yeremia 13. Yeremia disuruh oleh Tuhan untuk membuat suatu perumpamaan bersifat nubuatan. Anda boleh sebut kejadian ini sebagai perumpamaan tentang ikat pinggang lenan, di mana Allah menyuruh Yeremia untuk membeli ikat pinggang lenan. Dan saya rasa Anda tahu apa itu ikat pinggang lenan. Ikat pinggang lenan itu seperti kilt (pakaian tradisional orang Skotlandia). Ikat pinggang ini terlihat seperti rok yang Anda lilitkan di pinggang dan dikencangkan dengan sabuk. Orang-orang pada zaman itu mengenakan pakaian semacam ini yang disebut dengan ikat pinggang lenan, pakaian semacam rok yang dikencangkan dengan sabuk dan bisa juga disebut ikat pinggang saja, seperti dalam bahasa Ibraninya. Demikianlah, kata ini, di dalam bahasa Ibraninya, bisa mengacu pada sabuk yang terbuat dari kain dan juga bisa mengacu pada pakaian yang seperti rok itu. Nah, Allah berkata kepada Yeremia, bahwa sama seperti ikat pinggang itu yang telah lapuk saat disimpan di tepi sungai Efrata, maka Israel juga akan hancur.

Namun apakah tujuan dari perumpamaan ini? Tujuan dari perumpamaan ini dinyatakan di dalam ayat 11. Saya akan bacakan ayat 11 buat Anda, "Sebab seperti ikat pinggang melekat pada pinggang seseorang, demikianlah tadinya segenap kaum Israel dan segenap kaum Yehuda Kulekatkan kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN, supaya mereka itu menjadi umat, menjadi ternama, terpuji dan terhormat bagi-Ku." Sungguh indah! Allah ingin agar Israel menjadi seperti ikat pinggang-Nya, melekat pada-Nya seperti sabuk, melekat pada-Nya, berpaut kepada-Nya. Kata "Kulekatkan" memakai kata yang sama dengan kata yang berarti Kupautkan di dalam bahasa Ibraninya. "Supaya mereka menjadi umat-Ku," demikian firman Tuhan. Bagaimana cara untuk menjadi umat Allah? Dengan menjadi ikat pinggang-Nya. Dengan berpaut kepada-Nya. "Supaya mereka bukan saja menjadi umat-Ku, tetapi juga menjadi ternama, terpuji dan terhormat bagi-Ku." Bagaimana caranya agar Anda menjadi terpuji, terhormat dan ternama bagi Allah? Dengan menjadi ikat pinggang yang berpaut kepada-Nya.

Namun sayang sekali, kalimat yang terakhir tentang Israel itu menghancurkan hati kita. "Tetapi mereka itu tidak mau mendengar." Mereka tidak mau mendengar. Mereka tidak mau menjadi ikat pinggang. Mereka tidak mau berpaut kepada Allah. Orang Yahudi mau percaya kepada Allah. Mereka masih percaya kepada-Nya akan tetapi mereka tidak mau berpaut kepada-Nya. Nah, bisa saja Anda percaya kepada Allah. saya tidak meragukan kepercayaan Anda kepada Allah. Jika Anda tidak percaya kepada Allah, jika Anda tidak percaya kepada Yesus, maka Anda tidak akan datang mendengar firman.

Namun saya tidak mengurusi soal apakah Anda percaya atau tidak kepada Allah, entah Anda ini orang Kristen atau bukan. Yang saya perhatikan adalah, apakah Anda berpaut kepada Allah, atau Anda juga tidak mau mendengar Allah? Karena jika Anda tidak berpaut kepada Allah, maka Anda tidak akan menjadi umat-Nya. Itulah hal yang disampaikan oleh Alkitab, bukan oleh saya. Karena orang Yahudi adalah umat pilihan. Mereka masih belum menjadi umat-Nya. "Supaya mereka itu menjadi umat." Mereka diharapkan untuk menjadi umat-Nya. Mereka tidak menjadi umat-Nya karena mereka tidak melekat pada-Nya. "Supaya mereka menjadi ternama," yaitu, setiap kali orang lain berbicara tentang Allah, mereka akan memikirkan tentang Anda karena Anda membawa nama-Nya. Supaya mereka menjadi terpuji dan terhormat bagi Allah. Apakah Anda berpaut kepada Allah?

Inilah hal yang telah dipahami oleh perempuan Sirofenisia itu. Dia telah belajar untuk berpaut kepada Allah. dan karena dia telah belajar untuk berpaut kepada Allah, dia menjadi terpuji, terhormat, dan terlebih lagi, dia telah menjadi umat-Nya.

Kata "perempuan (ibu)" di dalam Alkitab adalah sebutan yang membawa rasa hormat

Perhatikan cara Yesus menyebut perempuan Sirofenisia ini. "Hai ibu." Tahukah Anda bahwa ungkapan, "Hai ibu" adalah ungkapan yang menunjukkan rasa hormat dan penghargaan? Banyak orang yang tampaknya tidak tahu akan hal itu. Kata "Hai ibu" adalah ungkapan yang dilandasi penghormatan yang sangat tinggi. Yesus menyebut orang biasa-biasa ini, orang Kanaan ini, dengan panggilan, "Hai ibu."

Jika Anda pelajari Perjanjian Baru, Anda akan menyadari satu hal. Ini adalah sebutan yang Dia pakai untuk memanggil ibu-Nya sendiri. Dua kali di dalam Perjanjian Baru, Dia memanggil ibu-Nya dengan sebutan "ibu/woman". Dua kali Dia menyebut ibu-Nya sebagai "woman." Di dalam Yohanes 2:4, Dia memakai istilah ini saat menyebut ibu-Nya. Dan di dalam Yohanes 19:26, saat di kayu salib, kembali Dia menyebut ibu-Nya dengan sebutan penuh hormat, "Hai ibu (woman)." Kata "ibu (woman)" di dalam Alkitab, saat diucapkan dengan cara seperti itu ("hai ibu") adalah sebutan yang menunjukkan rasa hormat.

Perempuan ini bahkan mendapat penghormatan dan penghargaan dari Yesus. "Barangsiapa menghormati Aku, akan Kuhormati." Yesus menghormati dia dengan penghormatan yang sama seperti yang diberikan terhadap ibu-Nya sendiri. "Siapakah ibu-Ku, saudara-Ku laki-laki dan saudara-Ku perempuan selain dia yang melakukan kehendak Allah?" Perempuan ini telah melakukan kehendak Allah dan Yesus bersedia memanggilnya dengan sebutan yang sama seperti yang Dia tujukan kepada ibu-Nya sendiri. "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu," kata-kata yang terakhir sangatlah penting, yaitu, "seperti yang kau kehendaki."

Berpaut kepada Tuhan, Allahmu, dan Anda akan mengalami keajaiban dan mujizat

Saat Anda berdoa, adakah hal yang Anda kehendaki? Adakah hal yang Anda rindukan?  Barangsiapa berpaut kepada tuhan, Allahnya, maka ia bukan sekadar berkemenangan dan berjaya di dalam kehidupan Kristennya, bukan sekadar menjadi umat Allah, terpuji dan terhormat di dunia ini, tetapi dia juga akan mendapatkan apapun yang dia kehendaki. Apapun! Bukan saya yang berkata 'apapun', yang mengatakan hal itu adalah Yesus. "Apa juga yang kamu minta." Lalu di Yoh 14:14 - "Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."

Saya mendapati bahwa hal ini berlaku di dalam pengalaman saya, sekalipun saya tidak sempurna dalam bertaut pada Allah. Saya dapati bahwa Firman-Nya benar. Saya dapati di dalam pengalaman saya bahwa orang yang berpaut kepada Tuhan tak akan pernah dipermalukan, tak akan pernah kecewa. Saya begitu diliputi oleh kasih kebaikan-Nya.

Pernahkah Anda mengalami kasih kebaikan Allah? Pernahkah Anda mengalami kesetiaan-Nya? Bahkan di saat sepertinya Dia berkata tidak, tapi Anda tetap berpaut, lalu Dia terus berkata tidak, dan Anda terus teguh berpaut pada-Nya. Dan yang ketiga kalinya, Dia berkata tidak lagi, namun Anda tetap saja berpaut pada-Nya. Kemudian Dia berkata ya. Dia datang menghampiri. Sungguh ajaib. Dia anugerahkan apa yang Anda inginkan jika Anda berpaut kepada Allah Anda. Saya tidak tahu, apa gunanya menjadi orang Kristen jika Anda tidak siap untuk berpaut kepada Allah. Karena jika Anda tidak berpaut kepada Allah, maka Anda tidak akan mengalami seperti apa itu berjalan bersama Allah yang hidup. Anda tidak akan tahu maknanya. Dan jika Anda tidak tahu apa artinya mengalami kasih kebaikan Allah di saat berjalan bersama Dia, apa gunanya menjadi orang Kristen?

Sering saya menyampaikan dengan terus terang, jika Anda tidak mau berpuat kepada Dia, lupakan saja. Tidak usah menjadi orang Kristen. Berkemas-kemaslah. Tidak usah datang ke gereja lagi. Tidak perlu lagi percaya kepada Tuhan. Bersikap tegaslah. Jangan berputar-putar. Percayakan diri Anda kepada-Nya, percayalah kepada-Nya atau lupakan saja semua ini! Saya tidak tahu apa gunanya berputar-putar tanpa ketegasan. Namun jika Anda berpaut kepada Tuhan, Allah Anda, melekat pada-Nya, maka Anda akan mengalami keajaiban dan mukjizat berkelanjutan.

Saat saya memberi kesaksian tentang mukjizat-mukjizat yang saya alami, beberapa orang bertanya kepada saya, "Apa rahasia Anda?" Agak memalukan jika saya sampai harus memberitahu Anda apa rahasianya, karena yang disebut rahasia ini sebenarnya sederhana saja. Berpautlah kepada Tuhan, Allah Anda, maka Anda akan mengalami mukjizat demi mukjizat. Lalu orang-orang bertanya, "Bagaimana dengan Anda? Mengapa Anda mengalami semua mukjizat ini sementara saya tidak ada?" Dan jawaban saya sederhana saja. Satu-satunya hal yang telah saya lakukan adalah, dengan kasih karunia Allah, berpaut kepada Allah, dan menjadi satu dengan Dia. Saya mengalami kasih kebaikan Allah sampai dengan hal yang sekecil-kecilnya sehingga hati saya meluap oleh rasa syukur.

Allah memberi saya jam seperti yang saya cari, lewat pemberian hadiah

Saya akan tutup dengan satu contoh yang baru-baru ini terjadi. Terjadinya sekitar dua hari yang lalu. Dan kadang kala contoh yang terjadi terkesan sangat remeh sehingga bahkan contoh itu malah membuat malu. Jam tangan saya. Anda mungkin bertanya, "Ada apa dengan jam tangan Anda?" Saya membeli jam tangan saya di Hong Kong pada tahun1973. Sebuah jam tangan yang sangat murah. Dan belakangan ini, jam tangan itu berjalan semakin cepat sehingga saya tidak tahu persis waktu yang tepat, karena tampaknya jam tangan tersebut selalu berputar semakin cepat. Akibatnya saya menjadi tidak tahu pasti ketepatan waktu pada jam tangan saya.

Jadi, belakangan saya berpikir untuk mengganti jam tangan ini. Lalu saya mulai mencari di toko-toko. Dan Helen bersabar untuk menunggui saya berbelanja karena dia tahu persis siapa saya. Jika sampai pada urusan membeli sesuatu, saya adalah orang yang paling lambat dalam berbelanja. Saya memeriksa barang yang saya minati, dan memutuskan, "Oh, terlalu mahal." Demikianlah, minggu demi minggu berlalu, namun saya masih belum membeli apapun. Saya terus saja mencari tetapi tidak ada yang cocok. Mungkin saya ini termasuk pembeli yang paling buruk, karena orang yang ingin menjual sesuatu pada saya akan merasa bosan. Mungkin mereka akan berkata, "Orang ini sudah sekitar dua puluh menit di sini, tetapi tidak ada satupun yang dia beli." Jadi, saya amati jam tangan saya dan berpikir, "Mengapa tidak ditunggu sampai putus saja?" Yah, sambungan ke tali jam tangan itu memang sudah mulai lapuk. Sudah mulai ada retakan di sisi dalamnya sehingga tidak lama lagi mungkin benar-benar putus dan saya terpaksa harus mencari jam tangan yang baru. Nah, yang lucu dari sambungan ke tali jam tangan ini adalah bahwa Anda tidak bisa mencari yang sama dengannya di sini. Sambungan tali jam ini dibuat secara aneh sehingga Anda harus mencari tali jam tangan yang khusus supaya cocok.

Lalu saya berpikir, "Yah, mungkin saya perlu membeli model yang lain. Model yang memiliki kalkulator, dan yang memberi petunjuk waktu juga. Jadi saya akan memiliki kalkulator dan jam tangan. Dan di tengah cuaca yang panas, saya tidak suka pergelangan tangan saya terlilit oleh sesuatu benda, saya hanya perlu menyimpannya di dalam saku. Terlebih lagi, model yang ini juga punya alarm, jadi saya bisa mendapatkan alarm, jam tangan dan kalkulator, dengan begitu saya bisa mendapatkan hampir semuanya dengan harga sekitar $60 atau $70. Tentunya ini sangat ideal." Saya terus saja mencari dan memikirkannya. Saya rasa mungkin sudah dua atau tiga bulan berlalu sejak saya mulai mencari jam tangan baru. Dan Helen sudah tidak lagi memikirkan kapan saya akan membeli barang ini. Nah, saya memang masih belum membeli apa-apa, bahkan sampai dengan hari ini.

Lalu datanglah saudara John Hyron, dan kemarin dia berkata, "Kau tahu, Margaret ingin agar saya memberimu sesuatu. Dan saya telah membawanya." Apakah itu? Yah, itulah kalkulator dan jam tangan dan alarm dalam satu benda. Bukankah ini sulit dipercaya? Sukar dipercaya! Karena, tentu saja, saya yakin bahwa tak seorang pun dari Anda yang tahu bahwa saya sedang mencari benda yang satu ini, apa lagi Margaret yang tinggal di Macao. Tapi apa yang saya dapatkan? Saya mendapatkan barang yang persis seperti yang sedang saya pikirkan. Dan saya yakin bahwa John juga tidak tahu apa-apa tentang itu. Bukankah ini luar biasa?

Itulah yang saya maksudkan dengan kasih kebaikan Tuhan. Kalau saja saya telah membeli barang tersebut, tentunya saya akan berada dalam keadaan yang aneh karena memiliki dua barang yang sama dan saya tidak tahu harus berbuat apa dengan salah satunya. Yang lebih buruk lagi, saya akan memboroskan uang dari Tuhan. Namun karena saya menunggu sampai berbulan-bulan dan masih belum membelinya, padahal ada beberapa obral yang sangat menggoda dan saya memang benar-benar tergoda. Saya tidak tunduk pada obralan tersebut. Kemudian, lihatlah! Saudara kita, John, datang dan memberi saya titipan dari Margaret, barang yang persis sama dengan yang sedang saya pikirkan. Saya hanya bisa berkata, "Tuhan, kasih kebaikan-Mu sungguh luar biasa!" Pertama-tama, saya tidak pernah menduga bahwa Margaret akan meminta John membawakan oleh-oleh semacam itu. Saya tidak pernah menduganya. Namun dari 1001 macam barang yang mungkin diberikannya, dia memberi saya satu macam, dan yang satu macam itu tepat sama dengan yang sedang saya pikirkan, dengan yang saya inginkan, karena saya memang membutuhkannya. "Jadilah seperti yang kau kehendaki."

Selama bertahun-tahun saat berjalan bersama Allah, saya mengalami pertolongan-Nya. Dia melihat ke dalam hati Anda, Dia tahu apa yang Anda butuhkan, dan dari semua hal itu, Dia memberi Anda apa yang Anda inginkan. Seorang saudari menyampaikan kesaksian tadi dan dia mengutipkan satu ayat dari Perjanjian Lama, "Dan bergembiralah karena TUHAN; maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu." Dan ayat itu sangatlah benar. Allah adalah Allah yang hidup dan saya tersentak akan hal ini karena saya mendadak menyadari bahwa Dia melihat ke dalam hati saya dan melihat keinginan saya, dan Dia juga telah melihat kebutuhan saya dan memandang bahwa kebutuhan ini memang layak, dan Dia memenuhinya. Sungguh sulit dipercaya! Berjalan bersama dengan Allah sungguh ajaib! Saya telah mengalami hal ini, seperti yang telah saya katakan, selama puluhan tahun. Tak ada satupun janji-Nya yang gagal.

Saya mengikut Allah bukan karena Dia telah menganugerahkan saya jam tangan yang dilengkapi dengan kalkulator. Jangan salah sangka terhadap saya. Bukan karena itu! Saya mengikut Allah bukan karena itu. Itu semua adalah sebagian dari berbagai kemurahan-Nya di sepanjang waktu. Saya telah mengalami banyak masa sukar. Dan oleh kasih karunia Allah, saya semakin menyerupai perempuan Sirofenisia ini di dalam hal berpaut kepada Tuhan (walau masih jauh di bawahnya, karena saya tidak berani membandingkan diri dengan orang yang luar biasa ini). Saya berpaut kepada-Nya. Seringkali ketika saya sedang tidak punya uang, seringkali di saat semua orang tampaknya menentang saya dan saya merasa seperti sedang berdiri sendirian, seringkali ketika dunia serasa runtuh di kepala saya, seringkali di saat jawabannya seperti suatu penolakan, saya tetap berpaut kepada Tuhan, Allah saya, dan hasilnya sungguh indah.

Jadi, saya mohon Anda memahami rahasia iman ini. Apakah rahasia iman yang besar? Bukan sekadar percaya bahwa Allah bisa membuat mukjizat, bahwa Allah bisa menyembuhkan, bahwa Allah sanggup memenuhi kebutuhan. Kita semua bisa saja percaya akan hal itu, tetapi rahasianya adalah berpaut kepada Tuhan, Allah Anda.

Sekalipun jawaban yang muncul seolah merupakan penolakan, dan penolakan lagi, dan penolakan juga, namun Anda terus berpaut kepada-Nya. Sama seperti Elisa, tiga kali dia disuruh pergi, tiga kali pula dia menolak untuk pergi. "Demi TUHAN yang hidup dan demi hidupmu sendiri, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau." Jika Anda memiliki iman yang semacam itu, Anda akan tahu apa arti kemenangan rohani. Anda akan tahu apa artinya menjadi umat Allah. Anda akan tahu apa artinya melangkah bersama Allah. Anda akan tahu apa itu sukacita dalam hadirat-Nya.

SELESAI

[Download]


Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.

Standard
Besar
Terbesar

Seri Matius:

Mat 14:22-33 Iman membutuhkan Keberanian

Mat 2:2 Bintang yang ajaib

Mat 3:13-17 Penundukan kepada Allah, Kegenapan segala Kebenaran

Mat 4:17 Apa itu Kebenaran?

Mat 2:1-12 Tiga Prinsip Damai Sejahtera

Mat 3:13-4:17 Visi Kerajaan Allah 1

Mat 3:13-4:17 Visi Kerajaan Allah 2

Mintalah Roti & Ikan

Perlakukan Orang Lain Sebagaimana Anda Ingin Diperlakukan Oleh Mereka

Masuk Melalui Jalan yang Sempit

Waspadalah Terhadap Nabi-Nabi Palsu

Dua Macam Dasar

Iman Perwira Romawi

Syarat untuk Mengikut Yesus

Prinsip Kelayakan

Berdoalah Kepada Tuan Empunya Tuaian

Domba di Tengah-Tengah Serigala

Iman adalah: Jangan Takut

Aku Datang Bukan Untuk Membawa Damai

Pikullah Salib-mu

Penyatuan dengan Kristus

Di Manakah Letaknya Kebesaran Yohanes Pembaptis?

Kerajaan Surga Datang dengan Kuasa

Apa Makna Memikul Salib dalam Kehidupan Sehari-hari?

Apakah Anda termasuk Bintang atau Lubang Hitam?

Nikmatilah

Kristus Menang Atas Iblis yang Belum Menyerah!

Apakah Anda bersama dengan Kristus atau hanya Berpihak pada-Nya?

Apakah Anda Mengumpulkan Bersama Yesus? - bagian 1

Apakah Anda Mengumpulkan Bersama Yesus? - bagian 2

Dosa yang Tidak Dapat Diampuni

Apa itu Tanda Nabi Yunus?

Apakah Anda Bait Allah atau Rumah Belial?

Kehendak Tuhan dan Kita

Rahasia menjadi 'Lima Roti dan Dua Ikan'?

Apa Rahasia Keunggulan Spiritual?

Manusia Telah Menjadikan Firman Allah Tidak Berlaku - 1

Manusia Telah Menjadikan Firman Allah Tidak Berlaku - 2

Akar Permasalahan Manusia

Ciri Iman yang Besar di Mata Allah - 1

Ciri Iman yang Besar di Mata Allah - 2

Tanda-Tanda Zaman - Bagian 1

Tanda-Tanda Zaman - Bagian 2

Bagaimana Salib Menjadi Batu Sandungan

Apakah Gereja dibangun di atas Petrus?

Si Aku - Hambatan Menuju Kebesaran Rohani

Kasih dan Kebencian

Jalan Menuju Kuasa dan Kemuliaan

Iman yang Memindahkan Gunung - Bagian 1

Iman yang Memindahkan Gunung - Bagian 2

Berpalinglah dan Menjadi Seperti Anak Kecil - Bagian 1

Berpalinglah dan Menjadi Seperti Anak Kecil - Bagian 2

Berpalinglah dan Menjadi Seperti Anak Kecil - Bagian 3

Celakalah Orang yang Membuat Orang Lain Tersandung - Bagian 1

Celakalah Orang yang Membuat Orang Lain Tersandung - Bagian 2

Celakalah Orang yang Membuat Orang Lain Tersandung - Bagian 3

Apa yang Kita Ketahui Tentang Malaikat? - Bagian 1

Apa yang Kita Ketahui Tentang Malaikat? - Bagian 2

Persahabatan yang diinginkan Allah

Kerajaan Allah itu Milik Anak-Anak Kecil

Apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?

Sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga

"Pergi, juallah segala hartamu, dan datanglah serta ikutlah Aku"

Apa yang dimaksudkan dari yang pertama menjadi yang terakhir?

Jalan untuk menjadi yang terutama

Imanmu Telah Menyelamatkan Engkau

Komitmen untuk mengasihi kebenaran

Kemunafikan: Ragi orang Farisi

Tujuh gejala kanker rohani - 1

Tujuh gejala kanker rohani - 2

Kristus sebagai Tuan - Obat penawar bagi kemunafikan

Apa artinya menjadi Anak Allah? Apa arti menjadi murid Yesus?

Jadilah Anak Allah

Takaran Kejahatan

Neraka menurut ajaran Tuhan Yesus

Anda bisa berkata tidak kepada Allah

Tanda-tanda kedatangan Kristus

Kekejian yang membinasakan

Siapakah Raja Anda, Allah atau Iblis?

Tujuan dari Anti Kristus: Menyesatkan gereja

Apakah kita termasuk burung nazar atau burung elang?

Tanda-tanda di langit

Penebusan: Apakah maknanya?

Pembebasanmu sudah dekat!

Berjaga-jagalah

Bagaimana menjadi anak-anak Terang

Iblis dan mahkamah Surgawi

Iblis telah menuntut untuk menampi kamu

Salibkan daging!

Murid yang sejati

Misi gereja di tengah dunia

Copyright 2003-2012. Semua materi di situs ini adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries.
E-mail kami untuk mendapatkan izin untuk menggunakan materi di situs ini.
Best viewed with IE6.0 and 1024 by 768 resolution.