| Saran & Komentar | updated on 15 May 2012

Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan

Halaman Utama

  |  Tentang Kami

  |  Hubungi Kami

  |  Izin Pemakaian Materi 

  |  Dapatkan Buletin Gratis di sini! 

Sumber Damai

Khotbah/PA


Inspirasi

Artikel/Renungan

Kesaksian Hidup


Pelatihan

Discipleship Trainings


Lain-Lain...

Buku-buku Terbitan 

Lagu dan Film 

Bible Study (P.A)

Siaran Mandarin

Buletin Gratis!

Follow Us


BACA ONLINE


KATA PENGANTAR

Berpalinglah dan Menjadi Seperti Anak Kecil - Bagian 3

Matius 17:22-18:4
Khotbah oleh Pastor Eric Chang

(Khotbah ini disambung dari Berpalinglah dan Menjadi Anak Kecil - Bagian 2)

Apakah maksudnya menjadi sama seperti anak kecil?

Yesus sedang berkata bahwa kecuali jika Anda secara rohani menjadi anak kecil lagi, maka Anda tidak akan masuk ke dalam kerajaan. Jika Anda pikir bahwa Anda akan menjadi orang penting, lupakan saja! Allah tidak punya tempat bagi kesombongan. Allah tidak berminat pada orang-orang yang memandang tinggi dirinya. Anda harus menjadi sama seperti anak kecil. Apakah maksudnya menjadi sama seperti anak kecil? Mari kita perhatikan beberapa poin ini.

1. Bertobat: berbalik dari arah yang sedang Anda tempuh, sepenuhnya mengubah cara berpikir Anda

Pertama-tama, di sana disebutkan tentang hal 'bertobat (turn = berbalik, berpaling, bertobat),' "Sesungguhnya jika kamu tidak bertobat..." Kata 'turn (berbalik/berpaling)' di sini berkenaan dengan perkara pertobatan. Di dalam Alkitab, kata 'berbalik (turn)', atau 'berpaling (turn ye)' di dalam Perjanjian Lama selalu berarti bertobat. Kata 'bertobat' itu sendiri memang maknanya adalah berpaling, mengubah segenap cara berpikir Anda. Hal pertama yang harus Anda lakukan jika Anda ingin diselamatkan, jika Anda ingin memperoleh hidup yang kekal, jika Anda ingin masuk ke dalam Kerajaan Allah, adalah berpaling.

Berpaling dari arah tujuan Anda sekarang. Berpaling dari jalan raya kebinasaan. Anda harus berpaling karena jalan yang sempit itu adalah arah yang berlawanan! Jalan lebar dan jalan sempit tidak beriringan. Jalan yang sempit itu arahnya berlawanan dengan jalan yang besar! Ada jalan besar yang menuju kebinasaan. Jalan yang sempit mengarah kepada hidup. Anda harus berbalik. Berbalik berarti berubah sepenuhnya, mengalami transformasi, mengalami perubahan sepenuhnya di dalam cara berpikir Anda.

Menjadi seorang Kristen bukanlah perkara yang mudah, di mana Anda cukup berkata, "Baiklah, tadinya aku tidak percaya kepada Allah, sekarang aku percaya kepada Allah, jadi aku sudah menjadi Kristen." Oh, tidak. Tidak segampang itu! Atau, mungkin Anda berkata, "Aku tadinya tidak percaya kepada Yesus. Baiklah, percaya kepada Allah mungkin tidak cukup. Aku akan percaya kepada Yesus juga." Tidak! Hal itu juga tidak cukup. Lalu Anda berkata, "Lalu apa lagi yang Anda ingin agar saya lakukan?" Aku akan mempercayai semua yang Anda katakan. Semuanya 100%!" Namun Anda tetap masih belum diselamatkan.

Mengapa? Karena Anda harus berbalik. Bukannya berapa banyak hal yang perlu Anda tambahkan, mempercayai ini, itu dan yang lain-lainnya. Yang penting adalah siapa Anda. Camkanlah hal ini. Anda harus mengubah segenap sikap hati Anda. Itulah sebabnya mengapa banyak orang Kristen di zaman sekarang ini, mereka percaya pada ini dan itu akan tetapi mereka belum berubah. Mereka masih saja angkuh. Mereka masih sombong. Mereka masih kasar, masih egois. Mereka belum berbalik. Mereka percaya kepada doktrin yang benar akan tetapi mereka belum berbalik.

Apakah mereka akan diselamatkan? Yesus berkata, "Tidak." Pada Hari Penghakiman, saya beritahu Anda, akan ada kejadian yang mengerikan. Saya ngeri membayangkan hal itu. Karena pada Hari itu, akan ada banyak orang yang akan berkata kepada Tuhan, "Tapi Tuhan, aku percaya segala-galanya 100%! Aku percaya pada semua kredo!" Dan Yesus akan berkata kepada mereka, "Aku tidak kenal kamu semua. Menjauhlah dari-Ku, kamu pembuat kejahatan!"

Mengapa mereka disebut pembuat kejahatan? Karena mereka belum berbalik. Mereka masih manusia lama yang sama dengan sebelumnya hanya saja mereka sudah menambahkan agama pada diri mereka. Pokok yang pertama adalah, jika kamu tidak berbalik, bertobat, mengubah cara berpikir Anda.

Saya sangat cemas karena saya bisa melihat bahwa gereja tidak berpaling. Gereja masih berpikir dengan cara yang lama. Gereja masih berperilaku sama seperti dulu. Seluruh dunia tahu bahwa 'orang-orang Kristen' berperilaku sama seperti orang non-Kristen. Akan tetapi 'orang-orang Krsiten' merasa dirinya superior karena mereka mempercayai hal ini dan itu. Allah tidak berurusan dengan hal-hal yang dangkal. Dia melihat ke dalam hati Anda. Dia tidak peduli tentang apa yang Anda akui, seberapa besar Alkitab Anda, seberapa bagus pakaian Anda. Dia melihat ke dalam hati Anda dan melihat apakah Anda sudah berbalik atau belum, apakah sikap hati Anda sudah berubah atau belum. Itulah pokok yang pertama.

Jadilah anak-anak dalam kejahatan

Itulah yang Paulus maksudkan di dalam 1 Korintus 14:20. Jadilah anak-anak (babes = bayi-bayi) dalam kejahatan, karena anak-anak/bayi-bayi tidak paham jalan-jalan si jahat yang berliku-liku. Menjadi anak-anak berarti Anda berpaling dari kejahatan. Anda tidak mengerti kejahatan. Anda tidak ingin memahami kejahatan. Demikianlah, Paulus berkata kepada jemaat di Korintus, dalam hal kejahatan, jadilah anak-anak/bayi-bayi. Orang-orang mengira bahwa mereka pintar. Mereka tahu bagaimana melakukan segala macam kejahatan di muka bumi ini. Mereka membual tentang ketrampilan mereka dalam berbuat dosa. Sikap hati kita harus berubah. Kita tidak boleh bangga karena mengetahui bagaimana cara berbuat dosa. Kita harusnya malu akan hal itu. Jadilah anak-anak dalam kejahatan. Kita tak punya keahlian di dalam hal kejahatan. Kita tidak membualkan pengetahuan kita tentang kejahatan.

Saya selalu teringat dengan seorang dokter yang pernah saya temui, yang selalu membanggakan dosa-dosanya di hadapan saya. Dia membual kepada saya bahwa dia tahu bagaimana cara melakukan segala macam dosa. Sungguh memuakkan! Saya tidak ingin tahu akan hal itu. Tidak menarik minat saya. Akan tetapi, dia begitu bangga, seolah-olah merupakan sesuatu hal yang cerdik dengan mengetahui tentang cara berbuat dosa.  Paulus berkata di dalam 1 Korintus 14:20, jadilah anak-anak dalam kejahatan, jadilah tidak berdoa. Anda tidak tahu akan hal-hal tersebut dan Anda juga tidak mau tahu.

2. Anda memerlukan kuasa Allah untuk mengubah Anda, untuk memberikan Anda hidup-Nya: kelahiran kembali

Hal yang kedua di sini adalah, menjadi anak-anak berarti bahwa Allah perlu melakukan sesuatu di dalam hidup Anda. Karena secara alamiah kita ini memang bukan anak-anak lagi. Anda bukanlah anak kecil. Saya juga bukan anak kecil. Hal ini sejajar dengan Yohanes 3:3,5. Kamu harus dilahirkan kembali. Nikodemus tidak bisa memahaminya.

Apa artinya dilahrikan kembali? Haruskah saya masuk kembali ke dalam rahim ibu saya kemudian dilahirkan kembali? Tidak! Ini merupakan pekerjaan Allah. Allah harus mengubah Anda. Pertanyaan yang diajukan oleh Nikodemus dalam hal ini adalah, "Bagaimana saya bisa menjadi anak kecil sedangkan saya sudah dewasa? Saya tak bisa menjadi anak kecil." Jadi, poin yang kedua ini adalah bahwa Allah perlu melakukan sesuatu untuk menjadikan kita berbeda dengan apa yang ada sekarang ini.

Pertama, kita, bertanggung jawab untuk berubah; kita harus berbalik arah. Namun ketika kita sudah berbalik, kita tetap saja tak bisa menjadi anak kecil. Kuasa Allah perlu ikut campur dalam hal ini dan mengubah kita. Kuasa yang mentransformasi inilah yang dimaksudkn dalam kelahiran kembali. Karena sekadar berbalik arah saja tidaklah cukup. Anda harus memiliki hidup, hidup yang berasal Allah. Jadi, perkara menjadi anak merupakan hasil karya Allah di dalam diri kita.

3. Anda harus bersedia untuk tidak memiliki status apapun, menjadi bukan siapa-siapa di dunia ini

Pokok yang ketiga tentang hal menjadi anak ini adalah kesediaan untuk tidak memiliki status apapun. Ini adalah hal yang sangat sukar bagi kita. Kita selalu ingin dihormati. Kita ingin agar orang-orang melihat kita dengan hormat. Kita ingin agar orang lain berkata, "Oh, kamu kenal dia? Tahukah kamu betapa terpelajarnya dia? Tahukah kamu dia kuliah di mana? Tahukah kamu gelar apa yang telah dia raih? Tahukah kamu latar belakang keluarganya? Tahukah kamu siapa ayahnya? Tahukah Anda siapa ibunya?"

Kita ingin agar orang-orang memandang hormat kepada kita. Sedangkan menjadi anak kecil berati menjadi bukan siapa-siapa. Seorang anak kecil bukanlah orang penting di dunia ini. Mereka tidak punya kedudukan; tak punya status hukum yang pasti; tak punya hak pilih; tak berhak mengeluarkan pendapat- apa yang mereka ucapkan tidak dipandang berharga.

Di dalam Mishnah, kitab adat istiadat orang Yahudi, di dalam kitab Arakhin 1:1. Anak-anak dimasukkan ke dalam tingkatan lemah akal dan idiot. Di dalam kedudukan hukum resmi orang Yahudi, anak-anak disamakan dengan orang dewasa yang lemah akal dan bisu (orang yang tuli dan bisu). Mengapa? Karena menurut hukum Yahudi, mereka semua dipandang sama-sama tidak mampu berpikir. Mereka tidak memiliki pemahaman. Mereka tidak mampu memahami hal yang penting dalam setiap situasi. Oleh karena itu, mereka tidak dipandang sebagai badan hukum di dalam adat istiadat mereka. Karena memang berdasarkan definisi [badan hukum] itu jika Anda berurusan dengan Hukum Taurat, maka Anda harus dalam keadaan mampu berpikir. Anda harus tahu apa yang sedang berlangsung. Anda harus memiliki tingkat pengetahuan tertentu tentang Hukum Taurat. Tanpa pengetahuan pada tingkat tersebut, maka Anda dipandang tidak berfungsi di muka hukum. Seorang tuli yang lemah akal, karena dia tidak bisa berkomunikasi, dia tuli dan bodoh, dia tidak mengerti apa yang sedang berlangsung. Seorang yang dungu, karena dia kurang memiliki kemampuan berpikir, dipandang tidak bertanggungjawab atas apapun yang dia kerjakan dalam hukum modern, terlebih lagi di dalam adat istiadat Yahudi. Anak-anak, menurut adat istiadat orang Yahudi, dipandang berada pada tingkat tersebut.

Hal yang sama berlaku di dalam hukum modern. Jika seorang anak kecil, misalnya, menggores kaca jendela mobil Anda, maka dia tidak bisa ditangkap sebagai penjahat karena dia dianggap tidak bertanggung jawab atas tindakannya. Jika dia melemparkan botolnya ke arah jendela Anda, maka satu-satunya orang yang bisa dihukum adalah orang tuanya, akan tetapi si anak tetap bebas. Tak ada tindakan hukum yang bisa diambil terhadap si anak. Sebenarnya, inilah alasan mengapa vandalism (tindakan perusakan fasilitas umum) sekarang ini begitu meluas di West Island, Motreal. Rumah-rumah di masuki, barang-barang dirusak, ada juga yang dicuri, oleh para remaja, para remaja adalah mereka yang berusia di bawah 16 tahun, mereka masih dipandang tidak bertanggungjawab, dianggap belum memiliki pengertian yang utuh. Saya rasa mereka tahu persis akan apa yang mereka perbuat, akan tetapi hukum memakai sudut pandang yang terlalu longgar. Jadi, menurut hukum, seorang anak adalah orang yang tanpa status. Dia tidak bisa dituntut pertanggungjawabannya.

Di dalam Berakoth 7:2 dalam kitab Mishnah, disebutkan tentang 'perempuan, budak, anak-anak' dalam urutan seperti itu. Perempuan berada dalam kedudukan yang sangat rendah saat itu, dan Anda tahu bahwa kedudukan mereka dianggap sama dengan budak saat itu. Jadi, di sini bisa kita dapati 'perempuan, budak, anak-anak' dalam urutan seperti itu, dan anak-anak bahkan berada dalam kedudukan yang lebih rendah daripada budak. Ini bukan berarti bahwa perempuan tidaklah dikasihi. Bukan berarti bahwa budak tidak dikasihi. Hanya berarti bahwa mereka tidak memiliki kedudukan. Itulah makna pentingnya. Banyak orang yang mengasihi budak mereka seperti orang-orang mengasihi anjing peliharaannya. Akan tetapi anjing tidak memiliki status. Ini adalah pokok penting yang perlu dipahami.

Menjadi seorang Kristen bukan berarti bahwa kita boleh mengganggu setiap orang karena kita beranggapan bahwa anak-anak itu nakal dan mereka memecahkan jendela-jendela, lantas kita menjadi orang Kristen lalu boleh memecahkan jendela rumah orang lain, karena kita sekarang adalah anak-anak! Sama sekali bukan begitu maksudnya. Yang dimaksudkan adalah, ketika Yesus mengatakan hal itu, bahwa kita ini tidak memiliki status apa-apa. Kita perlu camkan hal ini baik-baik.

4. Seperti seorang anak yang bergantung sepenuhnya, seorang Kristen bisa mempercayakan kepada Allah segenap kebutuhan rohani dan jasmaninya

Ada banyak lagi poin lainnya. Sebagai contoh, seorang anak bergantung sepenuhnya kepada orang tuanya. Sama halnya dengan itu, seorang Kristen memiliki Kristus sebagai Majikannya. Seorang anak juga bergantung sepenuhnya secara keuangan. Seorang anak bergantung sepenuhnya, dalam arti dia boleh mempercayakan kepada Allah akan segenap kebutuhan rohani dan jasmaninya. Dengan demikian, jika Anda adalah seorang anak Allah, dan Anda tidak punya uang, seperti Yesus dan Petrus, Anda bisa percayakan kepada Allah untuk memenuhi kebutuhan Anda. Dan hal ini sudah saya lakukan berkali-kali, sudah sangat sering saya mengalami penyediaan dari Allah yang sangat ajaib, bukan hanya dalam peristiwa ikan yang berenang ke arah kami, akan tetapi dalam banyak kesempatan sebelum itu.

5. Sebagai anak Allah, Anda dipandang sangat berharga di mata-Nya

Menjadi seorang anak Allah berarti Anda tidak memiliki status di dunia ini, akan tetapi Anda dipandang sangat tinggi di mata orang tua Anda. Inilah hal yang luar biasa dari anak-anak. Di mata dunia, mereka tidak memiliki status apa-apa, akan tetapi di mata orang tuanya, anak ini dipandang sangat berharga. Malahan, si anak, bisa dikatakan, merupakan orang yang mengendalikan rumah tangga. Inilah hal yang luar biasa. Yesus berkata, "Kalau kamu ingin menjadi orang penting di dunia ini, maka kamu bukan siapa-siapa di mata Allah. Akan tetapi jika kamu bukan siapa-siapa di mata dunia, kamu menjadi anak Allah. Kamu sangat berharga di mata Allah. Dia sangat memperhatikanmu. Dia menjagaimu." Jadi, ini adalah pilihan Anda. Apakah Anda ingin menjadi orang penting di dunia ini atau menjadi orang yang berharga bagi Allah? Itulah pilihannya. Namun secara rohani Anda tidak bisa menjadi keduanya.

Anda sekarang mungkin mulai bisa memahami mengapa saya memilih untuk tidak menjadi orang penting di dunia ini, tidak memiliki jemaat besar, tidak memiliki gedung yang megah, menjadi bukan siapa-siapa tetapi berharga di mata Allah. Itulah sebabnya mengapa saya katakan bahwa anak-anak tidak berarti di mata dunia, akan tetapi bagi orang tuanya, si anak sangatlah berharga, paling dikasihi. Orang tua bahkan bersedia mengorbankan nyawa mereka demi si anak karena si anak sangat berharga bagi mereka.

6. Seorang anak itu sederhana, tidak berpikiran rumit, berbicara langsung, jujur

Terakhir, watak anak kecil itu sederhana. Kesederhanaan watak adalah poin yang sangat penting juga di dalam Perjanjian Baru. Ada dua kata dalam bahasa Yunani yang biasanya di dalam Perjanjian Baru berbahasa Inggris diterjemahkan dengan kata 'sincere (tulus)' atau 'pure (murni)', dan kata yang diterjemahkan itu sebenarnya bermakna 'tidak rumit (uncomplicated = tidak rumit, tidak berbelit-belit). Marilah, dalam rangka menjadi anak-anak, kita belajar untuk tidak sekadar hidup tanpa status, akan tetapi juga tidak berbelit-belit dalam kepribadian kita. Jika segenap jemaat tidak berbelit-belit, maka kita akan menikmati persahabatan yang sangat indah bersama-sama. Pernahkah Anda perhatikan bagaimana cara anak-anak bermain bersama? Mereka tidak berbelit-belit. Mereka tidak memakai cara yang berliku-liku. Mereka tidak perlu memasang topeng di wajah. Seorang anak begitu sederhana, begitu sederhananya, sampai-sampai terkadang dia bisa mempermalukan orang tuanya.

Saya teringat satu kali ketika saya mempermalukan ayah saya. Saya tidak yakin apakah dia pernah memaafkan saya akan kejadian itu. Sewaktu kami berada di rumah seorang kawannya, di sana ada banyak pohon plum dari jenis yang sangat enak. Ayah saya mencicipi salah satu buah plum itu, lalu mulai memakan terus menerus. Dan saya sendiri juga makan cukup banyak buah plum itu. Dan kemudian, saat kami diundang makan malam, tuan rumah bertanya kepada ayah saya, "Sudahkah Anda cicipi buah plum di luar?" Ayah saya menjawab, "Ya, saya sudah mencicipi sekitar dua atau tiga buah plum tadi." Saya berkata, "Apa? Dua atau tiga? Mungkin lebih dari 12 atau 13!" Oh! Ayah saya begitu malu dan marah. Setelah itu, dia memarahi saya dan berkata, "Kenapa kamu katakan kepada mereka bahwa Ayah makan begitu banyak buah plum?" Akan tetapi saya membatin, "Wah, memang itu yang ayah lakukan. Mengapa ayah berkata hanya makan dua atau tiga buah kalau sebenarnya ayah melahap begitu banyak buah plum itu?" Saat itu pikiran saya sangat sederhana. Saya tidak tahu apa-apa tentang diplomasi, tentang taktik. Anda lihat, pikiran seorang anak begitu sederhananya sehingga bisa sampai ke tingkat yang memalukan. Saat itu saya berpikir bahwa saya sekadar menyatakan apa adanya. Demikianlah, pikiran kita ini begitu rumitnya. Kita merasa bahwa mengatakan sesuatu hal secara apa adanya kepada seseorang itu sangatlah tidak sopan. Kita harus mengenakan topeng. Kita harus menudungi kebenaran, kita harus membuat modifikasi. Saat itu saya tidak mengerti mengapa ayah saya begitu marah. Saya mencoba merenungkannya dan saya berpikir, "Nah, dia memang benar-benar makan sekitar 12, 13 buah plum. Kenapa dia harus menegurku? Apa yang salah dengan ucapanku? Aku tidak mengucapkan hal-hal yang salah." Saat itu saya tidak bisa memahaminya. Hanya setelah Anda bertumbuh dewasa baru Anda mulai mengerti hal-hal tersebut. Anda mulai belajar untuk berpikir berbelit-belit.

Kali ini, Yesus berkata, "Sebagai anak-anakKu, belajarlah untuk berterus terang. Belajarlah untuk jujur. Belajarlah untuk berpikiran sederhana. Janganlah berbelit-belit." Kita harus belajar lagi untuk menjadi seorang anak kecil. Jadi di sini, mari kita pahami satu prinsip yang paling penting, bahwa jika kita ingin masuk ke dalam Kerajaan Allah, maka kita harus bersedia merendahkan diri kita. Hanya dengan cara itu kita bisa masuk ke dalam kerajaan dan menjadi sangat berharga di mata Allah.

-SELESAI-

(Copyright owned by Cahaya Pengharapan Ministries. May be used for non-profit purposes but must be attributed to this website.)

[Download]


Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.

Standard
Besar
Terbesar

Seri Matius:

Mat 14:22-33 Iman membutuhkan Keberanian

Mat 2:2 Bintang yang ajaib

Mat 3:13-17 Penundukan kepada Allah, Kegenapan segala Kebenaran

Mat 4:17 Apa itu Kebenaran?

Mat 2:1-12 Tiga Prinsip Damai Sejahtera

Mat 3:13-4:17 Visi Kerajaan Allah 1

Mat 3:13-4:17 Visi Kerajaan Allah 2

Mintalah Roti & Ikan

Perlakukan Orang Lain Sebagaimana Anda Ingin Diperlakukan Oleh Mereka

Masuk Melalui Jalan yang Sempit

Waspadalah Terhadap Nabi-Nabi Palsu

Dua Macam Dasar

Iman Perwira Romawi

Syarat untuk Mengikut Yesus

Prinsip Kelayakan

Berdoalah Kepada Tuan Empunya Tuaian

Domba di Tengah-Tengah Serigala

Iman adalah: Jangan Takut

Aku Datang Bukan Untuk Membawa Damai

Pikullah Salib-mu

Penyatuan dengan Kristus

Di Manakah Letaknya Kebesaran Yohanes Pembaptis?

Kerajaan Surga Datang dengan Kuasa

Apa Makna Memikul Salib dalam Kehidupan Sehari-hari?

Apakah Anda termasuk Bintang atau Lubang Hitam?

Nikmatilah

Kristus Menang Atas Iblis yang Belum Menyerah!

Apakah Anda bersama dengan Kristus atau hanya Berpihak pada-Nya?

Apakah Anda Mengumpulkan Bersama Yesus? - bagian 1

Apakah Anda Mengumpulkan Bersama Yesus? - bagian 2

Dosa yang Tidak Dapat Diampuni

Apa itu Tanda Nabi Yunus?

Apakah Anda Bait Allah atau Rumah Belial?

Kehendak Tuhan dan Kita

Rahasia menjadi 'Lima Roti dan Dua Ikan'?

Apa Rahasia Keunggulan Spiritual?

Manusia Telah Menjadikan Firman Allah Tidak Berlaku - 1

Manusia Telah Menjadikan Firman Allah Tidak Berlaku - 2

Akar Permasalahan Manusia

Ciri Iman yang Besar di Mata Allah - 1

Ciri Iman yang Besar di Mata Allah - 2

Tanda-Tanda Zaman - Bagian 1

Tanda-Tanda Zaman - Bagian 2

Bagaimana Salib Menjadi Batu Sandungan

Apakah Gereja dibangun di atas Petrus?

Si Aku - Hambatan Menuju Kebesaran Rohani

Kasih dan Kebencian

Jalan Menuju Kuasa dan Kemuliaan

Iman yang Memindahkan Gunung - Bagian 1

Iman yang Memindahkan Gunung - Bagian 2

Berpalinglah dan Menjadi Seperti Anak Kecil - Bagian 1

Berpalinglah dan Menjadi Seperti Anak Kecil - Bagian 2

Berpalinglah dan Menjadi Seperti Anak Kecil - Bagian 3

Celakalah Orang yang Membuat Orang Lain Tersandung - Bagian 1

Celakalah Orang yang Membuat Orang Lain Tersandung - Bagian 2

Celakalah Orang yang Membuat Orang Lain Tersandung - Bagian 3

Apa yang Kita Ketahui Tentang Malaikat? - Bagian 1

Apa yang Kita Ketahui Tentang Malaikat? - Bagian 2

Persahabatan yang diinginkan Allah

Kerajaan Allah itu Milik Anak-Anak Kecil

Apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?

Sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga

"Pergi, juallah segala hartamu, dan datanglah serta ikutlah Aku"

Apa yang dimaksudkan dari yang pertama menjadi yang terakhir?

Jalan untuk menjadi yang terutama

Imanmu Telah Menyelamatkan Engkau

Komitmen untuk mengasihi kebenaran

Kemunafikan: Ragi orang Farisi

Tujuh gejala kanker rohani - 1

Tujuh gejala kanker rohani - 2

Kristus sebagai Tuan - Obat penawar bagi kemunafikan

Apa artinya menjadi Anak Allah? Apa arti menjadi murid Yesus?

Jadilah Anak Allah

Takaran Kejahatan

Neraka menurut ajaran Tuhan Yesus

Anda bisa berkata tidak kepada Allah

Tanda-tanda kedatangan Kristus

Kekejian yang membinasakan

Siapakah Raja Anda, Allah atau Iblis?

Tujuan dari Anti Kristus: Menyesatkan gereja

Apakah kita termasuk burung nazar atau burung elang?

Tanda-tanda di langit

Penebusan: Apakah maknanya?

Pembebasanmu sudah dekat!

Berjaga-jagalah

Bagaimana menjadi anak-anak Terang

Iblis dan mahkamah Surgawi

Iblis telah menuntut untuk menampi kamu

Salibkan daging!

Murid yang sejati

Misi gereja di tengah dunia

Copyright 2003-2012. Semua materi di situs ini adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries.
E-mail kami untuk mendapatkan izin untuk menggunakan materi di situs ini.
Best viewed with IE6.0 and 1024 by 768 resolution.