| Saran & Komentar | updated on 24 November 2008

Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan

Halaman Utama

| Tempat Pertemuan

 | Tentang Kami

 | Hubungi Kami

 | Dapatkan Buletin Gratis di sini! 

Sumber Damai

Khotbah/PA


Inspirasi

Artikel/Renungan

Kesaksian Hidup


Pelatihan

Discipleship Trainings


Lain-Lain...

Siaran Mandarin Fu Yin Dian Tai

Bible Study (P.A)

Buku-buku Terbitan

Buletin Gratis!

Lagu dan Film

Apakah Anda Bait Allah atau Rumah Belial?

Matius 12:43-45
Khotbah oleh Pastor Eric Chang

Matius 12:43-45

Hari ini, kita lanjutkan pembahasan kita tentang pengajaran Yesus di dalam firman kehidupan yang indah di Matius pasal 12.

Minggu yang lalu, kita mempelajari Matius 12:30, bagian yang kedua, dan kita melihat apa maksudnya ketika Yesus berkata bahwa barangsiapa tidak mengumpulkan bersama Dia, mencerai-beraikan, dan kita melihat di dalam ajaran Yesus, kita semua ini bekerja, entah untuk Kristus atau melawan Kristus. Tidak ada tempat netral di dalam peperangan rohani. Anda tidak bisa mengibarkan bendera putih atau bendera netral. Di dalam kehidupan rohani, tidak ada netralitas. Dengan demikian, kita tahu apa artinya kita mengumpulkan bersama Dia atau mencerai-beraikan.

Pada pesan sebelum itu, kita mempelajari ayat 31 dan 32, apa arti hujat terhadap Roh. Dan kita juga melanjutkan pembahasan ke ayat 33-35, kita melihat bahwa dalam hubungan ini, hanya ada yang baik dan yang jahat, dan pemisahannya selalu tegas: Anda akan berada di pihak yang baik atau di pihak yang jahat. Apakah di dalam diri Anda terdapat yang baik atau yang jahat. Tidak ada netralitas. Di dalam semua ajaran Yesus, tidak ada basa-basi, tidak ada yang kabur, tidak ada yang tidak jelas; selalu diberikan penegasan dan kepastian.

Sedangkan ayat 36-37, saya tidak akan banyak membahasnya karena ayat-ayat tersebut menguraikan tentang hal berbicara, tentang apa yang Anda bicarakan. Yesus sudah menjelaskan sebagian besar hal tersebut di dalam bagian kedua dari ayat 34, bahwa yang diucapkan mulut meluap dari hati. Jika kita sudah memahami prinsip ini, akan sangat mudah memahami ayat 36-37. Karena di sana dikatakan bahwa Setiap kata sia-sia yang diucapkan orang harus dipertanggungjawabkannya pada hari penghakiman (ayat 36). Mengapa mereka harus mempertanggungjawabkan ucapannya? Karena kata-kata yang terucap itu mengungkapkan isi hati Anda. Itu adalah prinsip yang sudah dijelaskan kepada kita di dalam ayat 34. Ayat 37 berbunyi, Karena menurut ucapanmu engkau akan dibenarkan, dan menurut ucapanmu pula engkau akan dihukum. Ucapan Anda akan menunjukkan apakah yang terdapat di dalam hati Anda itu kelimpahan dari yang baik atau dari yang jahat, seperti yang dinyatakan secara gamblang di dalam ayat-ayat yang sebelumnya.

Nah, ayat 38 sampai 42, saya sudah pernah menguraikan apa makna dari tanda nabi Yunus, jadi saya tidak akan membahas ulang bagian ini.

Hari ini, kita masuk ke Matius 12:43-45

Apabila roh jahat keluar dari manusia, iapun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya. Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapih teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula. Demikian juga akan berlaku atas angkatan yang jahat ini.

Nah, ucapan Yesus ini sangatlah indah! Dan saya harap, dengan kasih karunia Allah, saat kita membahas ayat-ayat ini, Anda akan mendapatkan pemahaman tentang maknanya. Apakah makna ayat-ayat ini?

Nah, di sini Yesus mengatakan tentang roh najis yang telah keluar dari seseorang. Dan roh najis ini, yaitu roh jahat (keduanya sama artinya), membawa kembali tujuh roh yang lebih jahat daripada dia, roh yang satu ini saja sudah jahat, dan dia membawa kembali tujuh roh yang lebih jahat dari pada dia. Roh najis atau roh jahat itu artinya sama saja. Ketika dia terusir dari diri seseorang, lalu dia mengembara di tempat-tempat tandus, mencari tempat berteduh. Nabi Yesaya berkata, "Tuhan berfirman, tidak ada kelegaan bagi orang jahat." Firman ini berlaku baik untuk manusia dan juga roh. Roh jahat adalah roh yang selalu gelisah. Dia tidak memiliki kelegaan. Dia tidak memiliki damai sejahtera, dan dia mengembara di tempat-tempat tandus.

Kata tandus menegaskan makna tidak memiliki hidup; mati; dan jahat

Makna apakah yang ingin ditegaskan oleh kata tandus ini? Tidak adanya kehidupan. Jika tidak ada air, maka tidak ada kehidupan. Di mana ada kejahatan, maka tidak ada kehidupan. Hidup selalu bersanding dengan kebenaran, hal yang terus menerus saya sampaikan kepada Anda. Jangan biarkan orang lain mengajarkan hal yang berlainan kepada Anda. Anda tidak akan pernah bisa memisahkan hidup dari kebenaran. Jangan biarkan orang lain mengajari Anda dengan mengatakan tidak masalah jika Anda, sebagai orang Kristen, adalah orang benar atau bukan. Itu adalah jenis dusta yang bersumber langsung dari neraka. Satu-satunya tempat yang tandus, yang tidak ada kehidupan, tidak ada sukacita dan selalu gelisah, adalah tempat kejahatan berdiam. Jika ada kebenaran, maka ada damai sejahtera, ada hidup dan kelegaan. Bahkan roh jahat juga, sama seperti orang berdosa, tidak suka kegelisahan. Roh jahat juga tidak menyukai hal itu. Demikianlah, roh jahat ini, setelah mengembara beberapa waktu, ia memutuskan untuk kembali ke tempat semula, siapa tahu dia bisa berdiam dengan tenang lagi di sana.

Kuasa Roh Kudus bekerja melalui Yesus untuk menyelamatkan kita dari kuasa setan

Mari kita renungkan beberapa pertanyaan. Jika roh jahat itu ingin kembali ke tempatnya semula, lalu mengapa dia keluar dari sana? Mengapa dia tidak berdiam saja di tempat tersebut. Tentunya, rumah yang sudah bobrok sekalipun masih lebih bagus daripada padang gurun, tempat yang tandus. Jawabannya sederhana, sangat jelas. Kitab Suci tidak membiarkan kita tenggelam dalam kebingungan. Kita bisa lihat dari konteks Matius pasal 12 ini. Prinsip dasar pertama dalam melakukan eksposisi, sebagaimana yang sudah saya sampaikan kepada Anda, adalah memperhatikan konteks dari bagian yang sedang diuraikan. Apakah konteks pembahasan di dalam Matius pasal 12 ini?

Roh Kudus, yang dengan kuasa-Nya bekerja melalui Yesus, mengusir roh jahat. Dan di dalam ayat 27, Yesus dituduh telah mengusir roh jahat dengan kuasa setan, yang disebut dengan nama Beelzebul. Ada orang yang tadinya dirasuki roh jahat, dan roh jahat ini telah diusir keluar dengan kuasa Allah. Tidak ada roh jahat yang mau keluar atas kehendaknya sendiri, dan tak seorang pun yang bisa membebaskan dirinya sendiri dari kuasa roh jahat. Jika kita bisa mengusir roh jahat dengan kekuatan kita sendiri, maka kita tidak memerlukan kuasa Roh Kudus yang bekerja melalui Yesus, untuk menyelamatkan kita dari kuasa roh jahat. Jadi, jawabannya sangat jelas.

Akan menjadi Bait Allah atau menjadi rumah setan, roh jahat

Kata 'rumah' di dalam Alkitab adalah kata yang lazim digunakan untuk menggambarkan manusia, seseorang Demikianlah, misalnya, saat Anda membangun hidup Anda, Yesus menggambarkannya dengan ungkapan "membangun rumah di atas batu." Anda membangun rumah Anda, hidup Anda, berlandaskan ajaran Yesus. Pembangunan kehidupan Anda diibaratkan seperti pembangunan rumah (Mat 7:24). Atau, misalnya, seperti yang bisa kita lihat di dalam Yohanes 14:23 nanti, Yesus berkata bahwa barangsiapa taat kepada Bapa, maka Bapa dan Anak akan datang dan berdiam di dalam orang itu, yaitu tinggal di dalam dirinya, hidup di dalam dia.

Demikianlah, Perjanjian Baru menyebut orang-orang Kristen sebagai Bait Roh Kudus. Atau, di dalam Wahyu 3:20, Yesus berkata, "Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok..." Dia berdiri di muka pintu kehidupan Anda dan mengetok, supaya Anda membuka hidup Anda bagi Dia. Malahan, Paulus bahkan menyebut dirinya, di dalam 2 Korintus 5:1, sebagai tenda. "Sekalipun tenda ini dibongkar, tidak apa-apa karena aku akan memiliki rumah yang baru untuk didiami. Allah akan memberiku tubuh yang baru." Tubuh jasmani ini diibaratkan seperti rumah. Seperti yang telah ditunjukkan oleh berbagai referensi itu, Kitab Suci mengibaratkan tubuh manusia sebagai 'rumah'.

Prinsip kedua di dalam melakukan eksegesis adalah: selalu membuat perbandingan di dalam Kitab Suci. Jika Anda menemukan gambaran tentang rumah atau apa pun itu, maka bandingkanlah maknanya dengan gambaran yang sama di bagian lain di dalam Kitab Suci. Jangan terburu-buru membuat penafsiran. Alkitab menjelaskan dirinya sendiri dengan sangat gamblang. Jika Anda tidak begitu memahami Alkitab, buku tafsiran mungkin bisa membantu Anda menjelaskan di mana terdapat rujukan ayat yang lainnya.

Dan poin penting yang akan diajarkan oleh Yesus di sini adalah: Anda akan menjadi rumah Allah, Bait Allah, atau akan menjadi rumah setan, roh jahat. Ingatlah bahwa Matius 12 telah menegaskan kepada kita tentang tidak adanya tempat netral di antara keduanya.

Dengan demikian, gambaran ini menjadi jelas bagi kita. Kita akan menjadi Bait Allah atau akan menjadi rumah bagi satu atau banyak roh jahat. Artinya, Anda akan hidup berlandaskan kuasa Allah atau kuasa setan. Itulah artinya karena pribadi yang akan tinggal di dalam rumah itulah yang akan mengendalikan rumah tersebut; pribadi yang memiliki rumah itulah yang memegang kendali. Rumah tidak menyuruh kita untuk melakukan ini atau itu. Pribadi yang tinggal di dalamnyalah yang menentukan apa yang mau diperbuat dengan rumah itu. Dengan demikian: siapakah yang tinggal di dalam Anda? Siapakah yang mengendalikan hidup Anda? Siapakah yang menjadi majikan Anda?

Tak seorangpun yang merupakan tuan atau majikan atas dirinya sendiri. Orang yang mengira bahwa dia adalah tuan atas dirinya sendiri, seperti yang sudah saya sampaikan dalam khotbah-khotbah sebelumnya, berarti belum mengerti seperti apa keadaan dunia dan hidupnya ini. Tak ada orang yang menjadi tuan atas dirinya sendiri. Ada kuasa-kuasa yang jauh melampaui Anda dan saya di dalam dunia ini. Dan jika Anda belum tahu batas kekuatan Anda, maka Anda akan masuk ke dalam bencana yang satu ini. Anda harus tahu diri Anda, tahu batas kemampuan Anda. Selanjutnya Anda akan tahu seberapa kuat musuh Anda. Jika Anda tidak tahu tentang diri Anda dan Anda tidak tahu kekuatan musuh Anda, maka Anda akan masuk ke dalam bencana rohani. Hal ini berlaku baik di dalam bidang rohani maupun militer.

Nah, seperti yang pernah dikatakan oleh Konfusius, Anda juga mungkin akan berkata, Anda menghargai dan menjaga jarak dari setan dan roh jahat. Baiklah, nasehat ini terdengar sangat bagus. Masalahnya adalah, bukan Anda yang menentukan jarak antara Anda dengan setan serta roh jahat. Jika hal itu Anda yang menentukan, maka urusannya menjadi sederhana, bukankah begitu? Anda mungkin ingin menjauh dari mereka, tetapi mereka tidak mau jauh-jauh dari Anda. Nah, jika urusan menghormati dan menjaga jarak dari penjahat itu ditentukan oleh saya, perkaranya jadi gampang. Namun para penjahat itu tidak mau menjauh dari saya, bukankah begitu? Lalu, apa yang bisa saya lakukan? Bisakah saya berkata, "Saya menghormati Anda. Maukah Anda menjauh dari saya?" Nah, omongan semacam ini tentu saja tidak berkesan bagi mereka. Yang mereka inginkan adalah harta Anda, dan mereka akan merebutnya. Dan jika Anda menghormati mereka, maka mereka akan semakin ingin memiliki harta Anda sebagai bukti penghormatan itu. Konfusius sendiri dengan rendah hati menyatakan bahwa dia tidak sepenuhnya memahami dunia roh dan kehidupan rohani, dan dia memang benar. Dia adalah orang yang luar biasa di zamannya, akan tetapi membuat pernyataan semacam dalam perkara rohani menunjukkan kegagalannya dalam memahami makna kehidupan rohani dan kuasa-kuasa yang ada di sana. Bukan Anda yang menentukan jarak dengan roh jahat. Roh jahat tidak akan bisa dicegah dengan pikiran semacam itu.

Nah, jika kita mengerti akan hal tersebut, kita akan menyadari bahwa pihak-pihak yang bertempur di dunia rohani itu kuasanya jauh melampaui batas kekuatan kita. Kita berada di tengah medan perang itu. Kita akan menjadi korban pertempuran, dan hal ini sudah kita lihat di dalam Matius 12:29 - Atau bagaimanakah orang dapat memasuki rumah seorang yang kuat dan merampas harta bendanya? Di ayat itu setan digambarkan sebagai orang kuat yang sedang mengendalikan rumah tersebut, dan Yesus datang untuk membebaskan kita. Dan dengan cara bagaimanakah Yesus membebaskan kita dari kuasa setan? Dengan cara diikatnya dahulu orang kuat itu Sesudah diikatnya barulah dapat ia merampok rumah itu. Yesus datang untuk mengikat setan lewat Roh Allah supaya kita bisa merdeka.

Peringatan: Anda bisa dibebaskan tetapi tidak ada jaminan bahwa Anda akan tetap merdeka

Saat Yesus melanjutkan uraian-Nya tentang roh jahat, muncul pertanyaan: setelah Yesus mengusir keluar roh jahat dengan kuasa Roh Allah, ke manakah roh jahat itu pergi setelah terusir?

Inilah poin dari ayat-ayat ini: Fakta bahwa Anda telah dimerdekakan tidak menjadi jaminan bahwa Anda akan terus merdeka. Tubuh Anda mungkin tidak dikuasai lagi oleh roh jahat untuk sementara waktu, namun hanya untuk sementara waktu saja, karena roh jahat itu akan segera datang lagi. Sekalipun dia sudah diusir oleh kuasa Allah, dia akan kembali lagi jika rumah itu kosong. Pahami pengajaran Yesus yang satu ini baik-baik. Inilah ajaran Yesus. Ini bukan ajaran saya. Saya harap Anda tahu persis akan hal ini. Saya ingin agar Anda periksa semua poin eksegesis ini supaya Anda bisa melihat bahwa Yesuslah yang menyampaikan hal ini, bukan saya. Dan saya tidak peduli akan apa yang diajarkan oleh orang lain, saya berdiri di sini untuk menguraikan isi Kitab Suci bukan untuk memasukkan ajaran saya sendiri, memasukkan berbagai doktrin yang tidak punya dasar di dalam Kitab Suci. Saya berdiri di sini untuk menguraikan isi Kitab Suci.

Pokok utama dari bagian bacaan ini adalah Yesus sedang memberi kita peringatan: fakta bahwa Anda telah dimerdekakan bukanlah jaminan bahwa Anda akan tetap merdeka, kecuali jika Anda lanjutkan dengan langkah-langkah yang diperlukan untuk itu..

Apakah langkah-langkah yang diperlukan itu? Apakah Anda berpikir jika setan telah diusir dari kehidupan Anda maka dia akan tetap tinggal di luar hidup Anda? Atau, apakah Anda yang berhak mengatakan kepadanya, "Aku tidak mau bersamamu lagi"? Tidak, di dalam kehidupan Kristen, persoalannya tidak sesederhana itu. Masih banyak hal yang harus Anda lakukan untuk bisa menahan setan tetap di luar garis. Lalu apa yang perlu kita lakukan? Mari kita lanjutkan dengan mempelajari hal ini.

Roh jahat itu terusir dan dia mengembara ke sana-kemari, lalu dia kembali ke tempat dia terusir. Saat dia melihat rumah itu, waah! Pemandangan yang indah terhampar di hadapannya. Apakah pemandangan yang menggiurkan itu? Pertama-tama, dan yang terpenting, hal yang paling membangkitkan semangatnya adalah bahwa rumah itu kosong. Terbuka untuk dikuasai, menunggu untuk dikuasai lagi! Tak ada hal yang lebih disukai oleh pencuri selain rumah yang kosong. Sungguh indah sekali! Para maling menyukainya! Bukankah begitu? Anda tidak akan menghadapi perlawanan. Tak heran jika polisi berkata, "Nyalakanlah lampu, atau gunakanlah alat pengatur yang akan menyalakan lampu pada saat-saat tertentu, untuk memberi kesan bahwa rumah Anda tidak kosong, sekalipun rumah itu memang kosong." Tentu saja, Anda bisa menipu manusia dengan cara ini, tetapi setan tidak akan tertipu oleh alat pengatur waktu model apapun.

Demikianlah, Anda hadir ke gereja pada hari Minggu dan Anda berkata kepada setan, "Lihat, aku beribadah di gereja! Dan jika hal itu belum cukup, aku akan beribadah dua kali seminggu. Aku akan hadir dalam kelompok PA, dan aku akan menambahkannya lagi." Anda mau memberi kesan bahwa rumah Anda tidak kosong dengan mengelabui setan lewat aktivitas eksternal. Kita mencoba memainkan cara ini terhadap setan, namun setan sama sekali tidak terkesan. Dia tahu persis apakah rumah itu kosong atau berpenghuni. Lampu akan menyala atau tidak bukanlah masalah, yang dia ingin tahu adalah apakah rumah itu kosong atau tidak.

Saat melihat pemandangan yang menggiurkan ini, pada bagian akhir ayat 44: roh jahat itu kembali dan mendapati bahwa rumah itu kosong. Bukan saja kosong, ada orang lain yang telah membenahi rumah itu karena disebutkan bahwa rumah itu telah bersih tersapu, artinya rumah itu tidak pernah disapu sebelumnya. Sebelumnya rumah itu jorok sekali. Tapi sekarang, sudah tersapu bersih, teratur rapi. Nah, apa lagi yang dia inginkan? Maksud saya, jika ada orang lain yang sudah menyingkirkan sampah-sampah di rumah itu, membersihkan rumah itu, sebenarnya ini sudah sangat ideal. Namun lebih lagi, dia mendapati bahwa rumah itu rapih teratur.

Kata 'rapih teratur' berasal dari kata Yunani 'kosmeo', dan dari sinilah kata 'kosmetik' bersumber. Kata ini pada dasarnya berarti 'dihias', dan di sini, terjemahan RSV memakai istilah "put in order (terjemahan LAI memakai istilah rapih teratur)," dengan mengikuti makna dasar kata 'kosmeo' yang juga menurunkan kata 'cosmos (jagat)', yaitu tempat di mana segala sesuatunya tersusun rapi. Jadi, kata ini bermakna dirapikan, dihias, dan semacamnya. Jika Anda mengenakan kosmetik di wajah Anda, tentunya Anda menambahkan bedak dan sebagainya itu untuk mempercantik penampilan Anda. Mendadak pipi Anda berwarna kemerahan dengan memakai bedak berwarna merah itu, lalu Anda membuat mata Anda terlihat lebih besar dengan memakai teknik tertentu. Sungguh bagus, sangat menarik.

Demikianlah, roh jahat itu kembali dan mendapati hal yang indah ini. Ya, sudah bersih, tersapu, bahkan roh jahat juga menyukai hal-hal yang bersih, bukankah begitu? Anda tahu, bahkan seseorang yang wataknya tidak rapi, jorok, sangat menyukai hal yang bersih, selama bukan dia yang harus membersihkan semua itu. Selama yang membersihkan itu orang lain, dia menyukainya. Dia tidak keberatan sama sekali. Demikianlah, roh jahat itu kembali dan mendapati pemandangan yang menggiurkan ini. Rumah yang indah, sebagus rumah baru! Dia meninggalkan rumah itu dalam keadaan rusak parah, dan sekarang lihatlah! Sangat cantik! Dan rumah itu siap, menunggu untuk dimiliki.

Lalu, apakah dia segera bergegas masuk ke rumah itu? Tidak. Mengapa tidak? Mengapa dia tidak segera saja masuk dan menguasai kembali rumah itu? Bagaimana menurut Anda? Nah, ayat 45 memberitahu kita bahwa dia tidak segera masuk ke rumah itu, tetapi dia pergi dan membawa tujuh roh lain yang lebih jahat daripada dia!

Nah, mungkin Anda berkata, roh jahat yang satu ini sangat murah hati. Dia mau berbagi tempat tinggal dengan tujuh roh jahat yang lain. Maksud saya, dia tidak serakah dan berpikir, "Aku akan menikmati sendiri rumah yang indah ini." Dia sangat murah hati. Nah, bagaimana mungkin pribadi yang sangat jahat bisa bermurah hati? Mungkin hal ini membingungkan Anda. Apakah Anda kira alasan dia mencari teman adalah itu? Atau mungkin Anda pikir roh jahat yang satu ini merasa agak kesepian sekarang. Dia sangat kesepian sehingga dia harus pergi mencari teman. Dia bergegas pergi dan mendapatkan tujuh roh yang lebih jahat dari dia. Mengapa dia harus mencari tujuh roh yang lebih jahat dari pada dia? Apakah alasannya? Renungkanlah hal ini.

Jawabannya sederhana: sebelumnya, dia sudah dicampakkan keluar, jadi dia ingin mengajak tujuh teman yang lebih kuat untuk memastikan bahwa nantinya dia tidak akan mudah diusir keluar lagi. Mengusir satu roh jahat keluar mungkin mudah, namun mengusir tujuh roh jahat yang lebih kuat daripada yang satu itu bukanlah perkara mudah! Yang tujuh itu lebih jahat lagi dari pada dia, secara rohani mereka lebih kuat. Begitulah hal yang berlaku di dunia roh. Semakin besar tingkat kebenaran yang dimiliki akan menunjukkan semakin besar kuasa rohani yang dimiliki. Roh Kudus adalah Roh Allah, sempurna di dalam kekudusan-Nya. Tak ada satu roh-pun yang kuasanya melebihi Roh Kudus.

Dan setan, tentu saja, adalah yang paling jahat di tengah kalangannya. Dan semakin tinggi kedudukan satu roh di dalam lingkungan roh jahat, berarti semakin jahat pula roh tersebut. Sebagai contoh, syarat untuk menjadi penguasa di dalam kerajaan setan tentunya adalah bahwa semakin jahat akan semakin bagus. Setan, sebagai yang paling jahat di antara yang lainnya, tentu menyukai pribadi-pribadi yang semakin serupa dengan dia, semakin jahat semakin bagus.

Perhatikan, roh jahat ini (roh jahat tidaklah bodoh. Saya harap Anda sekarang menyadarinya) mengamati rumah yang bagus itu dan berkata, "Baiklah, dulu aku terusir dari rumah itu, dan tentunya mereka tidak akan banyak kesulitan untuk mengatasi aku lagi." Lalu dia pergi serta mendapatkan tujuh pribadi yang lebih jahat daripadanya, untuk memastikan bahwa kali ini, dia akan bisa bertahan dan tidak akan mudah terusir lagi.

Nah, seperti apa situasinya? Yesus berkata, "Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula." Perhatikan kata-kata-Nya, istilah orang itu menunjukkan kepada kita tentang apa makna kata rumah itu. Rumah itu adalah orang tersebut. Dinyatakan dengan sangat jelas kepada kita, bahkan tidak perlu mencari referensi silang seperti yang sudah saya berikan tadi. Maka akhirnya keadaan orang itu, perhatikan konteks kalimat ini yang berbicara tentang satu orang. Dia tidak sedang berbicara tentang sebuah organisasi, atau masyarakat, atau bahkan organisasi Kristen, yang dibahas adalah "orang itu". Keadaan akhir orang itu yang lebih buruk daripada sebelumnya. Pada awalnya dia hanya dikuasai oleh satu roh jahat saja. Tapi sekarang, berapa banyak roh jahat yang menguasainya? Dia dikuasai oleh delapan roh jahat. Keadaannya sudah delapan kali lebih buruk dari sebelumnya. Malah lebih dari delapan kali karena yang tujuh itu jauh lebih jahat dari pada yang pernah menguasainya. "Maka akhirnya keadaan orang itu," kata Yesus, "lebih buruk dari pada keadaannya semula." Itulah hal yang diajarkan oleh Kitab Suci kepada kita.

Nah, apakah maknanya? Apakah maksud pernyataan ini bagi kita? Nah, banyak hal yang mau disampaikan kepada kita, bukankah begitu? Pokok ajaran yang ini adalah pokok ajaran yang paling perlu kita pahami karena sudah tidak dipahami lagi sekarang ini. Yesus sedang memperingatkan kita: Fakta bahwa Anda sudah dibebaskan dari kuasa setan bukanlah jaminan bahwa Anda akan tetap merdeka. Jadi, apa yang harus Anda lakukan?

Apakah Anda ingin mau dibebaskan sekali saja, atau apakah Anda ingin tunduk pada kedaulatan Allah?

Jika kita kilas balik sedikit, mari kit ajukan pertanyaan: bagaimana orang ini bisa dibebaskan dari kuasa roh jahat tadinya? Nah, kita sudah tahu bahwa dia harus dibebaskan oleh kuasa Allah. Tak seorang pun yang bisa membebaskan dirinya sendiri. Tak ada orang lain yang bisa membebaskan dia. Namun, orang seperti apakah yang bisa dimerdekakan dari kuasa setan? Mengapa Allah tidak membebaskan saja semua orang? Saya harap Anda cukup tahu dan berkata, "Tentu saja, tidak bisa semua karena dibutuhkan iman." Ini memang jawabannya. Bagaimana orang ini bisa dimerdekakan dulunya kalau dia tidak percaya kepada Yesus, atau berseru kepada Yesus untuk membebaskannya? Bagaimana dia bisa merdeka? Kita lihat bahwa segenap pasal 12 dari Matius ini berbicara tentang kuasa Allah yang sekarang ini sedang bekerja, dengan Roh Allah, untuk memerdekakan manusia. Roh Allah bekerja melalui Yesus. Dan tidak ada nama lain di dunia ini yang bisa menyelamatkan kita.

Jadi, lewat nama Yesus orang ini diselamatkan dari kuasa setan dulunya. Dengan cara apa lagi dia bisa diselamatkan? Dapatkah Anda memberitahu saya cara lain yang bisa menyelamatkannya dari kuasa setan? Jika Anda bisa memberitahu saya cara yang lain itu, berarti Anda sedang menyangkal pernyataan di dalam Kitab Suci bahwa nama Yesus adalah satu-satunya nama di mana kita bisa diselamatkan. Karena kita tahu bahwa hanya melalui iman kita kepada Kristus kita bisa diselamatkan, ini berarti bahwa orang ini tadinya diselamatkan karena dia percaya kepada Yesus, dia meminta Yesus untuk memerdekakannya dari kuasa setan.

Lalu mengapa orang meminta Yesus untuk membebaskannya dari kuasa setan dan dosa? Karena, seperti yang sudah saya sampaikan di bagian awal tadi, bahkan seorang berdosa juga bisa letih karena dosanya, bahkan orang berdosa juga bisa tertekan oleh dosanya. Ia bisa merasa kering, tiada sukacita dan gelisah karena berada di bawah kuasa dosa. Dia ingin bebas. Lalu, bagaimana agar bisa bebas? Nah, Anda tinggal datang kepada Yesus, karena memang hanya Dia yang bisa memerdekakan Anda. Lalu Anda datang kepada Yesus dan berkata, "Tuhan, bebaskanlah aku, karena aku tidak memiliki damai sejahtera, aku tidak memiliki kelegaan." Mengapa mereka ingin bebas? Karena mereka ingin damai sejahtera, sukacita dan kelegaan.

Beginilah cara para penginjil mengabarkan Injil sekarang ini. Saya tidak mau memberitakan Injil dengan cara itu karena saya tahu apa bahayanya. Apa yang akan terjadi pada seseorang jika dia menjadi Kristen karena dia hanya mau menikmati sukacita dan sebagainya? Apa yang akan terjadi saat dia sudah mendapatkan semua itu? Apakah dia ingin menjadi Kristen karena kepeduliannya pada kebenaran, karena dia telah belajar membenci kejahatan, karena dia telah belajar untuk mengasihi kebenaran? Tidak! Dia menjadi Kristen karena dia menginginkan sesuatu buat dirinya: dia lelah ditekan oleh dosa.

Lalu apa yang terjadi? Lalu dia datang kepada Yesus, sama seperti banyak orang yang mengacungkan tangannya pada KKR dan mengambil keputusan untuk datang kepada Yesus. Para pembimbing yang bijak akan mencari tahu apa motivasi orang-orang ini. Mengapa mereka mengacungkan tangannya? Mengapa mereka ingin mengenal Yesus? Tetapi (hal itu) tidak (diselidiki), di zaman sekarang ini, orang-orang hanya ingin mencari penganut Kristen: "Oh, apakah kamu ingin datang kepada Yesus? Bagus, bagus. Silakan berlutut. Terimalah Kristus."

Kemudian, apa yang terjadi? Sebulan kemudian, orang yang bersangkutan malah menjauh dan semakin jauh. Dalam setahun, Anda bahkan tidak bertemu lagi dengannya di gereja. Kebanyakan orang, Anda bahkan tidak perlu menunggu sampai setahun untuk tidak bertemu lagi dengannya di gereja. Pembimbing macam apakah yang kita miliki sekarang ini di Gereja? Penginjil macam apa? Pengkhotbah macam apa? Apakah mereka begitu bodohnya sehingga tidak bisa melihat apa yang tampak di hadapan mereka? Orang-orang itu hanya ingin damai sejahtera, sukacita.

Jika Anda tawarkan hal itu kepada mereka Anda akan memperoleh banyak pengikut karena semua orang haus akan kedamaian, semua orang haus akan sukacita. Anda bisa meraup mereka semua. Saya tidak mau meraup orang dengan cara ini. Untuk apa? Meraup mereka hanya untuk kehilangan mereka dalam gelombang yang berikutnya? Jika mereka datang berduyun-duyun, mereka juga akan pergi berduyun-duyun.

Ada jenis orang yang hanya mau memperalat Allah. Mereka ingin memperalat Allah untuk membebaskan mereka dari belenggu yang membuat kehidupan ini terasa berat bagi mereka. Benar, semua orang ingin bebas dari perbudakan di Mesir. Namun apakah mereka juga ingin masuk ke dalam kedaulatan Allah? Tidak. Lihat saja orang-orang Israel. Benar, mereka ingin keluar dari Mesir, tetapi apakah mereka mau tinggal di bawah pemerintahan Allah? Tidak. Mereka menggerutu terhadap Allah! Dan akhirnya segenap angkatan itu binasa di padang gurun.

Inilah poinnya, saudara-saudari: memang bagus jika Anda ingin bebas dari dosa. Namun apakah itu karena Anda memang membenci dosa atau sekadar membenci akibat dari dosa? Anda tidak begitu benci terhadap dosa; Anda hanya tidak suka pada akibatnya. Hal ini terjadi jika Anda belum mengerti bahwa Anda tidak akan bisa merdeka dari akibat dosa jika Anda tidak merdeka dari dosa dan tetap memelihara kemerdekaan itu.

Banyak orang yang mengacungkan tangannya; mereka ingin membuat suatu keputusan yang religius; mereka ingin masuk ke reformasi moral. Untuk sesaat, mereka menjalani kehidupan yang lebih baik. Mereka telah 'bersih disapu." Baiklah, beberapa dosa lama telah disingkirkan. Ada semacam proses 'penambalan' yang langsung jadi, untuk sesaat, dan orang ini memang terlihat lebih baik daripada sebelumnya, bahkan perilakunya mengalami perubahan sampai pada batas tertentu. Lagi pula, rumah yang lama itu memang sudah dicat ulang; dihias ulang.

Apakah Anda ingat kata 'kosmeo' yang diterjemahkan dengan ungkapan 'rapih teratur'? Setiap orang mengamati dan berkata, "Nah, sekarang aku melihat kamu sudah lebih baik dari sebelumnya. Engkau menjadi orang yang lebih ramah, lebih baik." Itu memang bagus! Itu adalah hasil karya Allah! Tak perlu malu akan hal itu. Itu adalah hasil karya Allah. Persoalannya adalah apakah hal itu bisa bertahan? Itulah poinnya. Ada satu perubahan yang nyata dan hanya bisa dilakukan Allah. Itulah poinnya. Memang ada perubahan yang nyata dan itu adalah hasil karya Allah. Ada pembersihan, dan itu adalah karya Allah. Satu hal yang tidak boleh Anda bayangkan adalah bahwa pembersihan penataan itu akan bertahan secara otomatis.

Saya beritahu Anda bahwa doktrin 'sekali selamat tetap selamat' ini adalah ajaran paling berbahaya yang masuk ke dalam Gereja di zaman sekarang ini, dan saya katakan bahwa ajaran itu bersumber langsung dari neraka karena telah merusak banyak sekali orang dan kerusakan yang ditimbulkannya jauh melebihi apa yang berani saya bayangkan. Di dalam pelayanan saya saja, saya telah melihat orang-orang yang secara rohani hancur berkeping-keping, satu demi satu, karena mereka berpikir, "Nah, aku sudah terjamin sekarang."

Tidak ada hal yang lebih berbahaya selain pikiran bahwa Anda sudah terjamin sekarang. Pada saat Anda berpikir bahwa Anda sedang tegak berdiri, saat itulah Anda sebenarnya sedang jatuh, begitulah kata rasul Paulus (1 Korintus 10:12). Akan tetapi angkatan kita ini sudah tuli. Kita punya mata tetapi tidak melihat; punya telinga tetapi tidak mendengar.

Perhatikan kata-kata Yesus yang membuat kita gentar di dalam ayat 45, di akhir dari bagian bacaan ini: "Demikian juga akan berlaku atas angkatan yang jahat ini." Pada dasarnya Dia sedang berkata: Inilah hal yang akan terus terjadi di tengah angkatan yang jahat ini. Mereka ingin 'Kekristenan kosmetik." Mereka ingin percaya tanpa harus membayar harganya. Mereka ingin keselamatan yang gratisan, tidak melibatkan perubahan jangka panjang, atau setidaknya, perubahan yang terjadi itu tidak melibatkan kedaulatan Kristus di dalam hidup mereka. Mereka ingin memberitakan iman di dalam Yesus, namun iman yang tidak melibatkan komitmen total pada pemerintahan dan kedaulatan Kristus ke atas pemerintahan mereka. Dan orang di dalam bacaan ini pernah memiliki iman, seperti yang kita lihat, jika tidak maka dia tidak akan bisa dibebaskan dari kuasa setan. Nah, beritakanlah Injil yang semacam itu, saudara-saudariku, dan Anda akan menuai bencana.

Saya pernah juga memberitakan Injil yang semacam itu. Saya mengakui kesalahan saya di hadapan Tuhan. Saya tidak tahu banyak saat itu. Namun saya bertobat di hadapan Tuhan. Saya telah melihat bencana yang timbul akibat pengajaran yang semacam ini. Kita harus memberitakan Firman Allah. Nah, saya tidak secara khusus memilih untuk menguraikan bagian bacaan yang ini pada hari ini. Perhatikan bahwa pembahasan ini sekadar mengikuti alur pengajaran Yesus di dalam Injil Matius, dan kita sampai pada bagian ini di hari ini. Saya tidak memilih bagian yang mana dalam Alkitab yang akan saya khotbahkan; saya tidak punya ayat kegemaran. Saya sekadar menyampaikan apa yang ada dalam Firman Allah mengikuti urutan bacaannya, dan saya ingin, dengan kasih karunia Allah, mengkhotbahkannya dengan  tulus dan benar.

Jika kita tidak punya telinga untuk mendengar apa yang disampaikan oleh Yesus kepada kita, darah dari pelanggaran orang lain berada di tangan kita. Jika Anda bersaksi kepada mereka dengan cara yang seperti itu, atau, jika mereka yang sedang dalam pelatihan mengkhotbahkan Injil secara dangkal macam ini, ingatlah bahwa Anda akan menanggung darah dari kesalahan mereka. Yesus memperingatkan kita, dan saya sampaikan kepada Anda, khususnya mereka yang sedang dalam pelatihan: Ingatlah demikian juga akan berlaku atas angkatan yang jahat ini. Angkatan ini tidak mau mendengarkan apa yang ingin disampaikan oleh Yesus; mereka ingin memperoleh Injil yang mengikuti kemauan mereka. Seperti yang sudah diperingatkan oleh rasul Paulus kepada kita, pada hari-hari akhir nanti, orang akan mencari pengajar hanya untuk memuaskan telinga mereka. Telinga mereka tidak mau mendengarkan kebenaran. Mereka ingin sekadar digelitik oleh kegenitan dan kepalsuan dalam ajaran-ajaran tersebut, yang berasal dari eksposisi yang tidak benar atau malah tanpa dasar eksposisi sama sekali (2 Tim 4:3). Malahan, di dalam pemberitaan gereja-gereja sekarang ini, sebenarnya bisa dikatakan sudah tidak ada lagi eksposisi. Tidak banyak pengkhotbah yang melakukan eksposisi sekarang ini. Mereka hanya memberitakan hal-hal yang umum saja.

Jadi, pikirkanlah sekali lagi: apakah Anda termasuk dalam angkatan yang hanya ingin memperalat Allah untuk dibebaskan dari dosa sekali saja? Jika memang demikian, maka itu adalah kebodohan karena, saya beritahu Anda, Anda dibebaskan dari sesuatu yang akan kembali dengan kekuatan yang berlipat tujuh, sehingga keadaan akhir Anda akan lebih buruk dari sebelumnya. Saya mohon Anda mau memahami hal ini.

Tidak ada janji Allah di dalam Alkitab yang tidak bersyarat

Dan saya juga mohon agar Anda mengerti bahwa tidak ada janji Allah di dalam Alkitab yang tidak bersyarat. Jika Allah membuat janji kepada Anda, dan Anda tidak memenuhi bagian persyaratannya, maka janji itu akan musnah. Saya punya banyak makalah, majalah, artikel yang dikirimkan kepada saya, dan di antaranya ada sebuah buku yang penuh dengan janji. Akan selalu ada buku yang penuh dengan janji. Namun apakah syaratnya disebutkan? Tidak. Jika Anda coba mengklaim satu janji tanpa memenuhi syaratnya, saya beritahu Anda dengan sejujurnya, Anda tidak akan pernah mendapaktan janji itu. Dan sekalipun janji itu diberikan secara khusus buat Anda, dan hanya Anda saja, namun Anda tidak memenuhi syarat dari janji itu, maka janji itu akan musnah.

Allah membatalkan janji-Nya kepada hamba-Nya, imam Eli, yang tidak setia kepada-Nya

Saya beri Anda satu contoh dari fakta yang sangat penting ini, dan sebenarnya ada banyak contoh di dalam Kitab Suci. Di sini, Firman Allah ditujukan kepada seorang hamba Allah, seorang imam di Israel yang bernama Eli. Perhatikan, saya secara khusus menyampaikan bahwa sekalipun janji Allah itu disampaikan kepada hamba-Nya, jika hamba Allah itu tidak memenuhi syarat yang ditetapkan, tidak setia kepada Allah, maka janji itu akan batal. Tak ada pengecualian akan hal itu. Dan perhatikan Firman Allah langsung, di dalam 1 Samuel 2:30, Sebab itu demikianlah firman TUHAN (Ia berbicara kepada Eli, imam Allah), Allah Israel sesungguhnya Aku telah berjanji: Keluargamu dan kaummu akan hidup di hadapan-Ku selamanya. Yaitu, Allah menyatakan, "Aku telah berjanji kepadamu dan kepada nenek moyangmu bahwa kalian akan terus melayani-Ku selamanya," yaitu menjadi imam di Ruang Kudus di Bait Allah. Di sini Allah menjanjikan, "Jabatan imam untuk selama-lamanya."

Tetapi sekarang demikianlah firman TUHAN: Jauhlah hal itu dari pada-Ku! (Ia telah membatalkan janji itu kepada Eli) Sebab siapa yang menghormati Aku, akan Kuhormati, tetapi siapa yang menghina Aku, akan dipandang rendah. Dan Eli beserta keluarganya bukan sekadar tidak dapat lagi melayani sebagai imam, sekalipun Allah sudah menjanjikan hal itu, bahkan lebih buruk lagi, keadaanya setelah itu malah jauh lebih parah daripada sebelumnya. Inilah maksudnya. Allah berkata kepada Eli bahwa Eli dan seluruh keluarganya akan dibinasakan dalam penghakiman Allah; dia tidak akan punya keturunan lagi.

Ayat 31: Sesungguhnya akan datang waktunya, bahwa Aku akan mematahkan tangan kekuatanmu dan tangan kekuatan kaummu, sehingga tidak ada seorang kakek dalam keluargamu. Maka engkau akan memandang dengan mata bermusuhan kepada segala kebaikan yang akan Kulakukan kepada Israel dan dalam keluargamu takkan ada seorang kakek untuk selamanya. Perhatikan bahwa janji untuk melayani Allah selama-lamanya berubah menjadi janji bahwa, untuk selama-lamanya, tidak akan ada lagi kakek di tengah keluarganya. Mereka semua akan dibinasakan oleh Allah.

Ayat 33: Tetapi seorang dari padamu yang tidak Kulenyapkan dari lingkungan mezbah-Ku akan membuat matamu rusak dan jiwamu merana; segala tambahan keluargamu akan mati oleh pedang lawan. Dan masih berlanjut. Allah pada awalnya membuat janji kepada Eli, dan kepada seluruh keluarganya, dan keluarga nenek moyangnya, bahwa mereka akan menjadi imam untuk selamanya.

Namun semua janji itu berlaku dalam pemahaman bahwa Anda akan tetap setia. Eli tidak setia kepada Allah sebagai seorang imam. Dia bukan orang jahat. Dia hanya, secara umum, tidak setia. Dia mengasuh anak-anaknya dengan buruk. Dia tidak menunjukkan keimamannya, atau fungsinya di tengah masyarakat, dengan benar. Dan dia membangkitkan amarah Allah sehingga seluruh keluarganya dibinasakan. Saya telah sampaikan sebelumnya, "Yang menerima banyak harus mempertanggungjawabkan lebih banyak" (Lukas 12:48). Jika Allah memberi banyak kepada Anda, Dia akan menuntut banyak juga dari Anda. Jangan dengar ajaran yang berbeda dari orang lain. Inilah yang dikatakan oleh Kitab Suci.

Saul tidak setia kepada Allah dan janji yang dimilikinya tidak bertahan

Allah memilih Saul di dalam Perjanjian Lama untuk menjadi raja atas Israel, dan keluarganya akan menjadi penerusnya, angkatan demi angkatan. Itulah janjinya. Namun karena Saul tidak setia kepada Allah, janji kepadanya dibatalkan. Dan bukan hanya dibatalkan, dia berserta keluarganya juga dibasmi. Kedengarannya keras, berat, namun Anda harus tahu Firman Allah. Allah sungguh indah di dalam kasih kebaikan-Nya. Namun jangan lupa bahwa Dia itu kudus.

Namun sekarang ini, gereja-gereja ingin menghapuskan kekudusan. Kita hanya ingin berbicara tentang kasih. Kita tidak mau berbicara tentang kekudusan. Kasih Allah adalah kasih yang kudus. Dia tidak akan mau bersanding dengan kejahatan. Dia tidak akan mentolerir dosa di tengah umat-Nya. Rasul Paulus memperingatkan jemaat di Korintus berulang kali untuk 'membuang yang busuk dari tengah-tengah kamu.' Buang itu, jika tidak, maka semua yang lain akan ikut membusuk, dan semua harus dibuang sekalian. Sekarang ini, kita melihat pemberitaan Injil yang sudah diencerkan. Lihatlah ajaran Yesus. Saya tidak menyuruh Anda untuk menelannya bulat-bulat tanpa tanya. Saya ingin Anda agar mempelajari Firman Allah dan memutuskan sendiri: apakah ini Firman Allah atau bukan? Itu sebabnya sebagian besar isi khotbah saya adalah referensi ayat-ayat, agar iman Anda dilandaskan pada Firman Allah, dan bukan pada perkataan saya.

Dua langkah keselamatan yang penting:

(1) Dimerdekakan dari kuasa dosa dan setan,

(2) Dipenuhi oleh Roh Kristus untuk menjadi Bait Allah

Kita akan merangkum sambil kita tutup. Segenap ajaran Kitab Suci menegaskan hal ini secara jelas bagi kita: kita akan menjadi Bait Allah atau menjadi rumah setan, dikuasai oleh satu atau banyak roh jahatnya. Anda yang membuat pilihan itu, akan tetapi tidak ada tempat netral di antara keduanya. Anda hanya bisa menjadi Bait Allah atau menjadi rumah setan, satu dari dua itu.

Sekalipun Anda dikuasai oleh roh jahat, hal itu tidak berarti bahwa Anda tidak bisa menginginkan kemerdekaan. Dia menguasai rumah, diri Anda, tetapi dia tidak menguasai kehendak Anda. Anda bisa berseru kepada Allah, kepada Yesus untuk memerdekakan Anda. Anda bisa berseru.

Namun izinkan saya memperingatkan Anda: saat Yesus memerdekakan Anda, dan Anda membiarkan rumah Anda kosong, maka setan akan kembali lagi, dan kali ini dia akan kembali dengan kekuatan yang berkali-kali lipat. Inilah alasan mengapa mustahil memulihkan keselamatan seseorang yang pernah mengenal Tuhan, dan berpaling lagi dari Allah. Inilah peringatan yang diberikan dalam Ibrani 6:4-6, yang perlu Anda renungkan baik-baik. Injil tidak memperkenankan kita untuk memperalatnya dengan cara ini.

Jadi, sebagai kesimpulannya, kita harus mencermati kebenaran yang penting ini: ada 2 langkah penting di dalam keselamatan. Anda harus menjalani keduanya jika Anda ingin tetap selamat. Nah, saat seseorang dimerdekakan dari kuasa setan, apakah Anda akan menyebutnya diselamatkan atau tidak diselamatkan? Tentu saja, Anda akan menyebutnya diselamatkan. Dia diselamatkan dari kuasa setan. Orang ini, yang roh jahat sudah terusir darinya, diselamatkan atau tidak diselamatkan? Berdasarkan definisi kata 'diselamatkan', maka Anda harus mengatakan, "Ya, dia diselamatkan; dia diselamatkan dari kuasa setan; dia diselamatkan dari roh jahat."

Namun karena dia telah diselamatkan, apakah itu berarti bahwa dia akan tetap selamat? Saat roh jahat ini kembali dengan membawa tujuh roh yang lebih jahat dari dirinya, apakah dia masih selamat? Tidak, dia masuk ke dalam belenggu lagi. Keadaannya sekarang lebih buruk daripada sebelumnya. Menjadi Kristen, lalu murtad, berarti berakhir dalam keadaan yang lebih buruk daripada tidak pernah menjadi Kristen sama sekali.

Inilah alasan mengapa di dalam gereja ini kami sangat berhati-hati dalam menerima baptisan. Demi kesejahteraan Anda yang sangat saya pedulikan. Jika saya menolak untuk membaptis Anda, hal itu bukan karena saya ingin mempersulit keadaan buat Anda. Ini karena kasih kepada Anda, karena saya tahu jika saya menerima Anda untuk dibaptis, dan Anda kemudian murtad, maka keadaan Anda selanjutnya akan lebih buruk daripada sebelumnya. Itu sebabnya saya lebih suka menolak Anda sebelum Anda tahu persis di hadapan Allah, dan saya juga tahu persis bahwa Anda memang siap untuk dibaptiskan. Ada gereja-gereja yang meraup begitu saja setiap orang yang ingin dibaptis. Setiap orang yang ingin dibaptis langsung dibaptiskan. Kami tidak akan melakukan hal itu karena kasih kami terhadap Anda. Jika yang kami inginkan hanya jumlah jemaat yang besar, maka tidak akan ada masalah.

Namun kami menghendaki, seperti yang telah kita katakan di pesan yang lalu, pembangunan kualitas rohani, membangun dengan bahan emas, dan perak dan batu permata. Kami tidak ingin membangun dengan kayu, rumput dan jerami.

Ingatlah selalu, ada dua langkah menuju keselamatan

Langkah yang pertama adalah, dengan iman, dibebaskan dari dosa dan dari kuasa dosa, dibersihkan, dijadikan baru lagi, dihias ulang, dipulihkan kembali kepada keindahan rumah yang semula. Jika Anda telah dibersihkan, dan kerusakan-kerusakan yang terjadi telah dipulihkan, dibangun ulang, berarti ya, Anda telah diselamatkan.

Namun langkah yang berikutnya, dalam pengertian tertentu, malah lebih penting daripada langkah yang sebelumnya. Apakah langkah yang kedua itu? Apakah hal yang salah dengan rumah itu? Rumah itu kosong. Jika Anda telah dimerdekakan dari setan, Anda tidak boleh membiarkan diri Anda menjadi kosong. Anda harus mengijinkan Roh Allah mengisi Anda, supaya Anda menjadi Bait Allah. Anda harus mengijinkan Yesus masuk ke dalam hidup Anda dalam segenap kepenuhan-Nya. Ini bukanlah level tinggi di dalam kehidupan Kristen. Ini adalah dasar bagi keselamatan.

Ini sebabnya mengapa, di dalam uraian saya tentang keselamatan, saya menyampaikan dua khotbah tentang keselamatan. Anda mungkin bertanya, "Apa hubungan ayat-ayat ini dengan keselamatan?" Berkaitan sepenuhnya dengan keselamatan. Tanpa dipenuhi, Anda tidak akan bisa bertahan, seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya, "Barangsiapa tidak memiliki Roh Allah di dalam dirinya, ia bukan milik Kristus" (Rom 8:9). Dan untuk bisa memiliki Roh Kristus, maka Anda tidak bisa sekadar memiliki sedikit bagian saja dari Roh itu. Roh Kristus akan masuk sepenuhnya atau tidak sama sekali.

Roh itu adalah Roh Yesus; berbeda dengan air yang bisa Anda tuangkan sedikit saja ke dalam cangkir. Anda tidak bisa memiliki separuh saja dari Roh Yesus di dalam hidup Anda. Anda akan memiliki Roh Yesus sepenuhnya atau tidak sama sekali. Sangat tegas. Entah Roh Kristus akan memenuhi diri Anda atau Anda kosong sama sekali. Sangat jelas dan tegas. Jadi saya mohon agar Anda mengerti dengan jelas Firman Allah. Anda perlu dipenuhi oleh Roh Kristus, dan jika Anda telah dipenuhi oleh Roh Kristus, maka Yesus menjadi Majikan atas kehidupan Anda.

Bukti dari pengisian yang penuh itu adalah bahwa Yesus menjadi Penguasa atas hidup Anda. Dia memegang kendali Anda hidup Anda. Ingatkah Anda akan pembahasan kita tentang hal dipenuhi oleh Roh, yang kami jelaskan, bahwa di dalam Kitab Suci sering kali dibuat perbandingan antara penuangan anggur dengan Roh? Sudahkah Anda perhatikan bahwa jika Anda dipenuhi oleh anggur, maka anggur itu akan berpengaruh nyata pada hidup Anda? Anda akan kehilangan kendali. Saat Dia memenuhi Anda, Dia tidak merusak kepribadian Anda. Dia akan menjadikan Anda pribadi sejati yang tidak pernah Anda alami sebelumnya. Itulah sebabnya Kitab Suci berkata, "Janganlah dipenuhi oleh anggur tetapi penuhlah oleh Roh" (Efesus 5:18)

Jadi, Anda telah percaya kepada Yesus. Baiklah, rumah Anda telah disapu bersih. Anda telah dibersihkan dan dosa, dan puji Tuhan akan hal itu! Baik, ada perubahan di dalam hidup Anda. Sebelumnya, Anda hancur, rusak, jahat, tapi sekarang, ada kecantikan yang baru. Anda telah dihias ulang. Tapi izinkan saya bertanya: Apakah Anda dipenuhi oleh Roh Allah? Apakah Yesus itu Tuan dan Penguasa atas hidup Anda? Allah hanya memberikan Roh-Nya kepada mereka yang taat kepada Dia, seperti yang kita baca di dalam Kisah 5:32. Jika Anda menjadikan Yesus sebagai Penguasa atas hidup Anda, maka Anda akan memiliki kepenuhan Roh. Jika Yesus bukan Penguasa atas hidup Anda, maka Anda tidak akan memiliki kepenuhan Roh. Segamblang itu.

Namun jangan mengira bahwa hal dipenuhi oleh Roh ini, komitmen total ini, adalah tingkatan tinggi di dalam kehidupan Kristen. Ini adalah bagian dari proses. Ini adalah langkah penting yang kedua. Hari ini, kita telah diajarkan bahwa ajaran ini hanya untuk orang Kristen jenis unggul. Tidak ada kaitannya dengan keselamatan. Saya beritahu Anda, pendapat semacam itu tidak alkitabiah sama sekali karena jika Anda tidak dipenuhi oleh Roh (ingat bahwa ini adalah ajaran Yesus, bukan ajaran saya), maka roh jahat akan kembali kepada Anda dengan tujuh roh lain yang lebih jahat daripadanya. Dan selanjutnya, Anda akan mengalami hal tersebut, hal yang disebutkan di dalam Ibrani 6:6, yang akan menjadi nyata di dalam hidup Anda.

Memang mustahil memulihkan orang yang pernah merasakan hal yang dari Kerajaan, kuasa dari masa yang akan datang, memperoleh bagian dari Roh, yaitu dibebaskan dari kuasa setan oleh kuasa Roh. Di dalam pengertian itu, Anda akan mengalami bahwa kuasa Allah bekerja di dalam hidup Anda, saat terusirnya roh jahat dari hidup Anda.

Ayat 1 Yoh 3.24 24 memberitahu kita bahwa Yesus tinggal di dalam kita lewat Roh yang Dia berikan kepada kita. Namun jika Yesus tidak masuk ke dalam hidup Anda dan memenuhi hidup Anda dengan Roh-Nya, maka Anda tidak akan pernah mendapat perlindungan terhadap serangan dari si jahat, dan akan jatuh ke dalam tangan si jahat lagi.

Itu sebabnya, sambil merenungkan ajaran Yesus, tanyakanlah diri Anda apakah Anda dipenuhi oleh Roh Kristus? Dan apakah Anda akan terus dipenuhi oleh Roh? Renungkanlah hal ini baik-baik.

SELESAI

(Copyright owned by Cahaya Pengharapan Ministries. May be used for non-profit purposes but must be attributed to this website.)

[Download]


Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.

Standard
Besar
Terbesar

Seri Matius:

Bintang Penunjuk Kelahiran Yesus

Penundukan kepada Allah, Kegenapan segala Kebenaran

Apa itu Kebenaran?

Tiga Prinsip Damai Sejahtera

Visi Kerajaan Allah 1

Visi Kerajaan Allah 2

Mintalah Roti & Ikan

Perlakukan Orang Lain Sebagaimana Anda Ingin Diperlakukan Oleh Mereka

Masuk Melalui Jalan yang Sempit

Waspadalah Terhadap Nabi-Nabi Palsu

Dua Macam Dasar

Iman Perwira Romawi

Syarat untuk Mengikut Yesus

Prinsip Kelayakan

Berdoalah Kepada Tuan Empunya Tuaian

Domba di Tengah-Tengah Serigala

Iman adalah: Jangan Takut

Aku Datang Bukan Untuk Membawa Damai

Pikullah Salib-mu

Penyatuan dengan Kristus

Di Manakah Letaknya Kebesaran Yohanes Pembaptis?

Kerajaan Surga Datang dengan Kuasa

Apa Makna Memikul Salib dalam Kehidupan Sehari-hari?

Apakah Anda termasuk Bintang atau Lubang Hitam?

Nikmatilah

Kristus Menang Atas Iblis yang Belum Menyerah!

Apakah Anda bersama dengan Kristus atau hanya Berpihak pada-Nya?

Apakah Anda Mengumpulkan Bersama Yesus? - bagian 1

Apakah Anda Mengumpulkan Bersama Yesus? - bagian 2

Dosa yang Tidak Dapat Diampuni

Apa itu Tanda Nabi Yunus?

Apakah Anda Bait Allah atau Rumah Belial?

Kehendak Tuhan dan Kita

Rahasia menjadi 'Lima Roti dan Dua Ikan'?

Apa Rahasia Keunggulan Spiritual?

Kunci Kerohanian Petrus

Manusia Telah Menjadikan Firman Allah Tidak Berlaku - 1

Manusia Telah Menjadikan Firman Allah Tidak Berlaku - 2

Akar Permasalahan Manusia

Copyright 2003-2007. Semua materi di situs ini adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries.
E-mail kami untuk mendapatkan izin untuk menggunakan materi di situs ini.
Best viewed with IE6.0 and 1024 by 768 resolution.