| Saran & Komentar | updated on 15 May 2012

Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan

Halaman Utama

  |  Tentang Kami

  |  Hubungi Kami

  |  Izin Pemakaian Materi 

  |  Dapatkan Buletin Gratis di sini! 

Sumber Damai

Khotbah/PA


Inspirasi

Artikel/Renungan

Kesaksian Hidup


Pelatihan

Discipleship Trainings


Lain-Lain...

Buku-buku Terbitan 

Lagu dan Film 

Bible Study (P.A)

Siaran Mandarin

Buletin Gratis!

Follow Us


BACA ONLINE


KATA PENGANTAR

Apa itu Tanda Nabi Yunus?

Matius 12:38-42
Khotbah oleh Pastor Eric Chang

Doa Pembukaan

Ya Allah dan Bapa kami, kami bersyukur kepadaMu dan hari yang indah ini. Saat kami memikirkan tentang Yesus yang terpaku di salib untuk mati bagi dosa-dosa kami, Dia dikuburkan, dan kemudian bangkit dari antara orang mati, Tuhan, kami merasakan sukacita dan rasa syukur yang tak terkirakan. Kami juga tahu bahwa kebenaran ini bukan sekadar sesuatu hal yang kami baca dari Alkitab saja, sekadar kebenaran yang kami dengar saja, melainkan pengenalan akan Yesus Kristus lewat pengalaman nyata. Kami dapat mengalami kuasa kebangkitan-Nya dari antara orang mati. Kami dapat mengalami secara nyata bahwa Dia hidup sekarang ini dan bahwa Dia adalah Allah serta Juruselamat yang hidup. Kami sungguh berterima kasih kepada-Mu. Kami bisa melihat betapa Dia dapat mengubah hidup kami. Dia dapat menyelamatkan kami dari kematian akibat dosa, Dia mengubah dan memberi kami hidup yang baru yaitu kehidupan oleh kuasa kebangkitan. Kami sangat berterima kasih kepada-Mu, Tuhan.

Tuhan, hari ini kami bersyukur kepada-Mu atas saudara-saudari yang akan dibaptiskan nanti  karena kami juga melihat kuasa kebangkitan-Mu di dalam hidup mereka. Engkau telah memerdekakan mereka dari belenggu dosa, membebaskan mereka dari kekuasaan musuh, yaitu setan. Dan atas itu semua, kami sangat berterima kasih dan memuliakan Engkau.

Kami akan mempelajari Firman-Mu sekarang ini, nyatakanlah maknanya dan berilah kami hati yang rela untuk diajar untuk bisa menerimanya. Dan setelah mendengarkannya, kiranya kami dapat menjalaninya dengan kuasa kebangkitan-Mu karena kami tidak bisa menjalani hidup yang kudus jika mengandalkan kekuatan kami sendiri. Namun kami bersyukur kepada-Mu karena kuasa kebangkitan-Mu sangat mencukupi bagi kami semua. Kami bersyukur sekali lagi kepada-Mu dan memohon ini semua di dalam nama Yesus yang mulia, amen.

Matius 12:38-42

Hari ini, dengan kasih karunia Allah, saya akan menguraikan kepada Anda tentang makna dari tanda nabi Yunus. Kita baca hal itu di dalam Matius 12:38-42 dan saya harap setiap orang nanti benar-benar mencermati apa yang Yesus sampaikan di sini:

Pada waktu itu berkatalah beberapa ahli Taurat dan orang Farisi kepada Yesus: "Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu." Tetapi jawab-Nya kepada mereka: "Angkatan yang jahat dan tidak setia (pezina) ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam. Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan menghukumnya juga. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat setelah mendengar pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus! Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama angkatan ini dan ia akan menghukumnya juga. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!"

Mari kita baca juga perikop yang sejajar dengan Matius 12:38-42, yang terdapat di dalam Lukas 11:29-32

Ketika orang banyak mengerumuni-Nya, berkatalah Yesus: "Angkatan ini adalah angkatan yang jahat. Mereka menghendaki suatu tanda, tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda selain tanda nabi Yunus. Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini. Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama orang dari angkatan ini dan ia akan menghukum mereka. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengarkan hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo! Pada waktu penghakiman, orang-orang Niniwe akan bangkit bersama angkatan ini dan mereka akan menghukumnya. Sebab orang-orang Niniwe itu bertobat waktu mereka mendengarkan pemberitaan Yunus, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus!"

Tanda adalah sesuatu hal yang dilihat dan mengandung pesan dari Allah

Yunus dijadikan sebagai 'tanda', yaitu - untuk dilihat oleh orang-orang Niniwe. Jadi, tanda di dalam Alkitab adalah sesuatu hal yang dapat Anda lihat; dan bukan sekadar dilihat melainkan juga berisi pesan kepada Anda. Dan dengan menggunakan tanda itu, pesan dari Allah disampaikan kepada Anda. Akan tetapi pesan itu sampai dengan sarana tanda yang bisa Anda lihat.

Sebagai contoh, dalam konteks kisah tentang kelahiran Yesus, Lukas 2:12 memberitahu kita, "Dan inilah tandanya bagimu," tidak dikatakan 'mukjizat' bagimu. 'Tanda' yang di Lukas 2 itu adalah bayi yang dibungkus dengan kain lampin. Sehingga para gembala itu akan tahu saat mereka melihat tanda tersebut, bahwa bayi yang terbungkus dengan kain lampin itulah yang akan menjadi Juruselamat.

Di dalam Matius 26:48, kita lihat kata 'tanda' dalam pengertian yang buruk, tanda yang akan diberikan Yudas kepada orang-orang yang akan menangkap Yesus, "Aku akan memberimu tanda. Aku akan mencium mukanya dan kamu akan tahu bahwa Dialah yang harus kamu tangkap." Nah, tentunya, saat dia berkata, "Aku akan memberimu tanda," dia tidak bermaksud berkata, "Aku akan memberimu mukjizat." Yang dia maksudkan adalah, "Aku akan memberimu tanda, untuk menunjukkan bahwa orang itulah yang harus kamu tangkap."

Di sini, para ahli kitab, yaitu para pakar teologi Yahudi pada zaman itu, dan orang-orang Farisi berkata kepada Yesus, "Berilah kami tanda yang bisa kami lihat." Dan Yesus berkata kepada mereka, "Kepada angkatan yang jahat dan pezina (adulterous)  ini, tidak ada tanda yang akan diberikan selain tanda nabi Yunus."

'Angkatan': satu periode waktu, yang bisa saja menjadi sangat lama; segala zaman

Saat Yesus berkata 'Angkatan ini', angkatan yang manakah yang sedang Dia maksudkan? Apakah Dia yang bermaksud menunjuk kepada angkatan pada zaman itu? Apakah ini berarti bahwa hanya angkatan itu yang akan menerima tanda nabi Yunus, sedangkan angkatan yang lain tidak menerima tanda apa-apa? Haruskah kita mengartikan bahwa hanya angkatan itu yang jahat, dan generasi-generasi sesudahnya tidak jahat, jadi hanya angkatan itu saja yang disebut sebagai angkatan yang jahat dan pezina?

Di sini kita perlu memahami bahwa kata 'angkatan' yang dipakai oleh Yesus tidak bermakna seperti yang dimaksudkan di dalam bahasa Inggris (dan mungkin dalam bahasa Indonesia juga). Di dalam bahasa Inggris, makna kata 'angkatan' menunjuk kepada satu kelompok khusus di dalam masyarakat yang hidup pada periode yang sama, jangkauannya mungkin mencakup sekitar 30 sampai 40 tahun. Pemaknaan kata 'angkatan' di dalam Alkitab tidak harus dibatasi pada satu generasi dalam rentang waktu sekitar 30 tahunan, sebagaimana yang dipahami dalam bahasa Inggris. Makna kata tersebut dalam bahasa Ibrani merujuk ke segala zaman, bisa mengacu pada rentang waktu yang sangat lama. Kata ini merujuk kepada masa di mana kita hidup. Ia mencakup semua periode waktu yang disebut sebagai masa kini, yaitu mencakup masa 2000 tahun, atau dalam hal ini, satu periode khusus di dalam rentang waktu Allah. Jadi kalau dikatakan angkatan Perjanjian Lama, itu berarti semua angkatan yang masuk dalam periode Perjanjian Lama.

Angkatan: mengacu pada semua golongan masyarakat

Itulah sebabnya kata 'angkatan' bisa mengacu pada semua golongan di dalam masyarakat, tanpa merujuk pada periode waktu tertentu, sehingga, misalnya, kita bisa menemukan istilah 'angkatan yang benar' di Mazmur 14:5 di Perjanjian Lama. Istilah ini menunjuk kepada segenap golongan yang ada di masyarakat, yang termasuk dalam kelompok orang benar. Dan ada juga istilah 'angkatan yang jahat', yaitu segenap orang yang jahat dari berbagai golongan di dalam masyarakat.

Tanda nabi Yunus berlaku sampai ke zaman sekarang ini

Jadi persoalannya adalah, apakah tanda ini hanya berlaku bagi orang-orang yang sedang berdiri di hadapan Yesus? Atau tanda nabi Yunus ini juga berlaku untuk zaman sekarang? Jika tanda itu hanya untuk mereka, maka tampaknya angkatan yang disebut jahat itu mendapatkan semacam perlakuan istimewa, dan angkatan yang berikutnya tidak mendapat tanda apa-apa sama sekali. Tapi sekarang, setelah kita dengan tepat mengerti makna kata-kata yang diucapkan oleh Yesus, kita mulai melihat bahwa saat Yesus menyebut 'angkatan ini', Dia tidak sekadar menunjuk kepada orang-orang Yahudi yang sedang mendengarkan-Nya. Tanda nabi Yunus berlaku sampai ke zaman sekarang ini, sampai ke masa kini.

Apakah tanda nabi Yunus dan apakah tanda Anak Manusia itu?

Namun persoalannya adalah, apakah tandanya? Dikatakan di dalam Lukas 11:30 bahwa Yunus adalah tanda untuk orang-orang Niniwe sehingga untuk zaman sekarang ini, Anak Manusia adalah tanda bagi kita. Pertanyaannya adalah, bagaimana Yesus, Anak Manusia, menjadi tanda bagi kita? Kita tahu bahwa tanda adalah sesuatu hal yang harus bisa kita lihat. Tanda bukan sekadar sebuah pesan. Anda mungkin berkata bahwa Anak Manusia lebih merupakan pesan ketimbang tanda, akan tetapi sebuah pesan bukanlah hal yang bisa Anda lihat tetapi lebih merupakan apa yang Anda dengar. Tanda harus merupakan sesuatu yang bisa Anda lihat.

Lalu apa itu tandanya? Anda berkata, "Jika Yesus adalah tanda untuk zaman sekarang ini, kami tidak melihat Yesus."

Kebangkitan Yesus bukanlah tanda nabi Yunus

Atau, jika Anda lihat Matius 12:40, bahwa sama seperti Yunus yang berada di dalam perut ikan selama tiga hari tiga malam, demikian pula Anak Manusia akan berada tiga hari tiga malam di dalam perut bumi. Dari sana jelas terlihat adanya rujukan bahwa Yesus akan dikuburkan selama tiga hari tiga malam dan kemudian Dia akan bangkit kembali dari antara orang mati. Namun persoalannya adalah bagaimana kebangkitan itu menjadi tanda bagi kita karena kita tidak melihat langsung kebangkitan tersebut? Bagaimana kebangkitan Yesus bisa menjadi tanda? Bagaimana kebangkitan Yesus bisa menjadi tanda? Peristiwa itu mungkin bisa kita terima sebagai pesan, akan tetapi sulit diterima sebagai tanda.

Saat orang mempelajari Firman Allah, banyak yang mempelajarinya secara dangkal. Mereka berkata, "Oh, tandanya adalah kebangkitan Yesus itu." Akan tetapi, beritahu saya bagaimana kebangkitan itu bisa kita terima sebagai tanda? Jika sebuah mukjizat dilakukan dan Anda bisa melihatnya, maka mukjizat itu akan menjadi tanda. Akan tetapi siapa yang telah melihat kebangkitan itu? Bagaimana kebangkitan itu bisa menjadi tanda?

Jadi, kita masih belum jelas tentang apa itu tanda nabi Yunus dan apa itu tanda Anak Manusia.

Terlebih lagi, jika kebangkitan itu adalah tanda, maka Yesus telah memberikan tanda itu sebelumnya. Anda ingat di dalam Yohanes pasal 11, Yesus membangkitkan Lazarus dari antara orang mati di depan mata orang banyak yang berdiri di sana, bukan sekadar kepada keluarganya. Jadi, jika kuasa kebangkitan adalah tanda, maka Dia telah memberikan tanda itu di depan orang banyak. Dalam kesempatan lain, Dia membangkitkan anak perempuan Yairus, dan lagi, kita tahu bahwa banyak orang yang melihatnya. Dalam kejadian lainnya, Dia membangkitkan orang mati, anak seorang janda di Nain, dan orang banyak juga bisa melihatnya. Dia menghentikan rombongan yang akan menguburkan anak tersebut dan Dia membangkitkan anak itu dari antara orang mati, di depan mata orang banyak. Jadi, mereka sudah melihat tanda kebangkitan, kuasa kebangkitan yang dimiliki oleh Yesus.

Akan tetapi di dalam hal kebangkitan Yesus sendiri, mereka tidak melihatnya. Yesus tidak sedang berbicara tentang para murid-Nya; Dia sedang berbicara tentang angkatan yang jahat ini, mereka yang tidak percaya kepada-Nya. Sekalipun para murid Yesus melihat kebangkitan-Nya, yang memang sudah terjadi, angkatan yang jahat ini tidak melihatnya. Sekali lagi, ingatlah bahwa Dia sedang berbicara kepada para ahli kitab dan orang-orang Farisi. Dia berkata, "Aku akan memberimu tanda," akan tetapi mereka tidak pernah melihat kebangkitan itu.

Demikianlah, apa yang tadinya terlihat sederhana, cukup dengan berkata, "Nah, tandanya adalah kebangkitan Kristus," ternyata malah bukan itu sama sekali. Karena, apa yang tidak bisa dilihat oleh orang yang tidak percaya; angkatan yang jahat dan pezina ini, tidak bisa menjadi tanda bagi mereka.

Sama seperti Yunus yang menjadi tanda setelah keluar dari perut ikan, begitu pula Yesus menjadi tanda bagi angkatan ini setelah kebangkitan

Lalu bagaimana kita bisa memahami tanda luar biasa yang akan Yesus berikan kepada kita? Dia berkata: perbandingannya adalah dengan nabi Yunus. Mari kita renungkan sejenak tentang nabi Yunus. Membandingkan Yesus dengan Yunus adalah seperti membandingkan antara warna hitam dan putih!

Yunus adalah nabi dalam Perjanjian Lama yang sedang melarikan diri dari Allah ketika ia dibuang ke laut. Dan bahkan setelah mengalami hal yang luar biasa di dalam perut ikan selama tiga hari tiga malam, dan kemudian diselamatkan, kita dapati bahwa ketika dia bernubuat ke Niniwe dan orang-orang di Niniwe bertobat, apakah dia gembira? Tidak, dia mengeluh akan hal ini.

Anda akan bertanya, "Apa yang mau dibandingkan antara Yunus dengan Yesus? Bagaimana Yunus bisa dijadikan tanda? Dan di dalam pengertian apa Yesus akan dijadikan tanda, bagaimana Anak Manusia bisa menjadi tanda?"

Anda mungkin berkata, "Nah, kita tidak akan berbicara tentang bagian awal dan akhir dari kisah Yunus. Kita hanya akan membahas masalah tiga hari tiga malam di dalam perut ikan." Namun masalahnya adalah, tidak dikatakan bahwa Yunus menjadi tanda selama dia berada di dalam perut ikan. Yang dikatakan adalah bahwa dia menjadi tanda saat dia pergi kepada orang-orang Niniwe; kepada merekalah dia menjadi tanda. Anda mungkin berkata, "Urusan ini jadi semakin sulit untuk dipahami. Hal yang tadinya saya pikir mudah, semakin Anda bahas ternyata menjadi semakin rumit."

Saya ingin menunjukkan kepada Anda betapa dangkalnya pemahaman orang-orang menyangkut ajaran Yesus yang indah dan ajaib ini. Mereka mengira bahwa mereka sudah mengerti padahal mereka sama sekali belum mengerti.

Semakin saya pelajari ajaran Yesus, semakin saya kagum dengan pengajaran-Nya. Tak ada hal yang semacam ini di dunia. Kemarin, semakin saya renungkan firman Allah, semakin bergelora semangat saya dan istri saya tidak paham mengapa saya begitu bersemangat. Dia ingin saya mau memberitahunya, akan tetapi saat itu sudah pukul setengah empat dini hari, dan tentunya akan sulit untuk melakukan pembahasan di saat seperti itu. Anda tahu, kadang kala semangat saya begitu terpicu oleh Firman Allah sehingga saya tidak bisa tidur, dan saya bekerja sampai matahari terbit. Malahan, memang hal inilah yang terjadi tadi pagi. Jadi, bagi saya, pernyataan orang-orang yang berkata bahwa mereka mengalami kesulitan dalam mempelajari Alkitab, adalah pernyataan yang tidak bisa saya pahami. Saya sendiri justru tidak bisa berhenti mempelajarinya.

Namun ada satu persoalan besar bagi saya. Bagaimana menyampaikan pesan yang ada di sana agar bisa dipahami oleh semua orang, karena terkadang memahami sesuatu hal lebih mudah daripada menolong orang lain untuk bisa memahaminya juga.

Mari kita pikirkan sekali lagi, apa itu tanda nabi Yunus? Nah, tampaknya kita hanya bisa menyentuh sedikit saja dari makna yang ada. Mari kita perhatikan, Yunus menjadi tanda bagi orang-orang Niniwe hanya setelah dia berada tiga hari dan tiga malam di dalam perut ikan. Dan dia menjadi tanda bagi orang Niniwe bukan hanya setelah peristiwa itu, melainkan justru karena peristiwa itu!  

Jika kita pelajari Lukas 11:30 dengan cermat, kita lihat bahwa Yesus TIDAK berkata, "Kebangkitan-Ku akan menjadi tanda bagimu, hai orang-orang Farisi," melainkan, "Anak Manusia akan menjadi tanda bagi angkatan ini." Dan Dia memang akan menjadi tanda bagi satu angkatan, yaitu termasuk Anda dan saya, bagi semua orang sejak zaman itu sampai sekarang, Dia akan menjadi tanda bagi kita di dalam kebenaran akan kematian dan kebangkitan-Nya, dan itu terjadi hanya setelah kematian dan kebangkitan-Nya. Sama seperti Yunus yang menjadi tanda setelah peristiwa itu, demikian pula Yesus menjadi tanda setelah kebangkitan itu.

Namun setelah kebangkitan itu, 'angkatan ini' tidak melihat Yesus sama sekali

Nah, jika Anda orang yang cukup cerdik, Anda akan berkata, "Setelah kebangkitan? Tetapi setelah kebangkitan, angkatan ini sama sekali tidak melihat Yesus." Paling tidak, sebelum kematian dan kebangkitan-Nya, para ahli kitab dan orang-oang Farisi, dan segenap angkatan itu, bisa melihat Dia. Namun setelah kematian dan kebangkitan-Nya, orang-orang Farisi dan ahli kitab justru tidak pernah melihat-Nya lagi. Malahan, memang itu yang dikatakan oleh Yesus kepada murid-murid-Nya: "Dunia tidak akan melihat-Ku lagi, tetapi kamu akan melihat-Ku." Lalu, bagaimana Dia akan menjadi tanda bagi angkatan ini? Kita masih berada di dalam teka-teki.

Jawabannya terletak pada apa yang Yesus maksudkan dengan kata 'Anak Manusia.' Anda perlu perhatikan, Dia tidak berkata, "Aku akan menjadi tanda," tetapi, "Anak Manusia akan menjadi tanda." Untuk memahami ajaran Yesus, Anda harus sangat cermat, dengan ketelitian yang ilmiah, jika Anda ingin mempelajari Firman-Nya. Jika tidak, maka Anda akan tersasar di tengah jalan. Anda harus perhatikan dengan teliti apa yang Yesus katakan, bukan sekadar mengira-ngira bahwa Dia telah mengucapkan sesuatu hal yang tidak Dia maksudkan.

'Anak Manusia' adalah Yesus dan segenap Gereja: Yesus mewujudkan diri di zaman ini lewat tubuh-Nya.

Nah, 'Anak Manusia' adalah gelar bagi Yesus berasal dari Daniel pasal 7. Dan jika Anda pelajari Daniel pasal 7, Anda akan lihat bahwa 'Anak Manusia' adalah gelar yang sangat istimewa dan tidak lazim. Karena kadang-kadang, jika Anda baca istilah 'Anak Manusia' di dalam Daniel, tampaknya istilah ini menunjuk kepada satu orang. Dia memang merujuk kepada satu orang, tetapi jika Anda teruskan membaca, Anda akan dapati bahwa istilah ini juga merujuk kepada lebih dari satu orang. Saat itu, Anda mungkin akan menggaruk-garuk kepala dan berkata, "Apakah istilah ini mengacu pada satu orang, atau pada beberapa orang?" Namun, tepatnya, justru di sanalah letak misteri ini.

Apakah pokok anggur itu mengacu pada satu orang atau pada banyak orang di dalam Yohanes pasal 15? Pokok anggur itu mengacu pada satu pribadi, Yesus dan Gereja sekaligus. Yesus adalah pokok anggur itu, kita juga adalah pokok anggur itu - kita adalah cabang-cabang dari pokok anggur itu. Anda lihat, pokok anggur itu adalah satu orang dan sekaligus juga Gereja secara keseluruhan. Anak Manusia itu adalah satu orang dan juga segenap Gereja sekaligus. Apakah sumber dari pernyataan ini?

Inilah hal yang coba disampaikan oleh rasul Paulus kepada kita, ketika dia berkata bahwa Yesus hadir di dunia sekarang ini. Dengan cara apa? Di dalam tubuh-Nya. Kitalah tubuh-Nya itu. Rasul Paulus berkata, "Kristus ada di dalam kamu," itulah makna dari Gereja: Kristus hadir di dalam kamu. Kita, sebagai Gereja, adalah perwujudan dari Kristus di tengah dunia sekarang ini. Saat orang-orang melihat kita, mereka seharusnya melihat Yesus. Bagaimana pun juga, saat saya melihat diri Anda, yang saya lihat adalah Anda. Anda tidak bisa menyangkal bahwa tubuh Anda adalah bagian dari Anda. Jika saya mengamati kepala Anda, yang saya lihat adalah Anda. Jadi, saya tidak berkata bahwa saya hanya melihat Anda ketika saya mengamati kepala Anda. Yesus adalah kepala dan kita adalah tubuh, seperti yang dikatakan oleh Paulus kepada kita.

Tanda dari Yesus: kuasa kebangkitan di dalam diri setiap orang Kristen yang diubahkan; tanda dari kehidupan yang berubah

Selanjutnya, kita mulai melihat sesuatu yang indah mulai terjadi. Yesus sedang menyampaikan sesuatu hal yang sangat indah: "Aku akan memberimu tanda, dan ungkapan dari tanda itu adalah kuasa kebangkitan."

Kebangkitan itu tidak sekadar terjadi 2000 tahun yang lalu saja. Kuasa dari kebangkitan itu ada dan bekerja sekarang ini juga di dunia ini. Kuasa kebangkitan adalah sesuatu hal yang bisa dialami oleh Anda dan saya. Kuasa kebangkitan adalah hal yang saya alami secara nyata. Itulah sebabnya mengapa saya menjadi Kristen.

Namun kuasa kebangkitan bukanlah sesuatu yang langsung Anda ketahui sepenuhnya ketika Anda pertama kali menjadi orang Kristen. Anda akan terus diperkenalkan dengan kuasa kebangkitan itu dalam pengalaman sehari-hari saat Anda dibentuk untuk menjadi serupa dengan gambaran Kristus.

Itu sebabnya mengapa di dalam Filipi 3:10, rasul Paulus berkata, "Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya..." Apakah Anda mengira bahwa Paulus tidak mengenal Yesus dan kuasa kebangkitan-Nya? Tentu saja Paulus mengenal kuasa kebangkitan-Nya. Namun yang dia maksudkan adalah, "Aku perlu mengenal lebih banyak lagi akan hal itu." Anda dan saya masih belum sepenuhnya memahami apa yang perlu diketahui dan dialami (kata 'mengenal' di sini berarti mengalami) kuasa kebangkitan-Nya.

Saat kita menjadi Kristen, kita mulai mengalami kuasa yang mengubah kita menjadi manusia baru, membawa kita dari maut menuju hidup. Hari ini, saudara-saudari yang akan dibaptis akan menjadi kesaksian akan kuasa tersebut. Anda bisa melihat perubahan yang akan terjadi pada hidup mereka. Anda akan bisa melihat tanda kebangkitan di dalam hidup mereka. Adalah suatu kesempatan istimewa untuk bisa masuk ke dalam pelayanan pastori: Anda berada dekat sekali dengan orang-orang dan mengamati pertumbuhan rohani mereka. Dan saya tidak pernah berhenti terheran-heran serta takjub pada kuasa transformsi dari Allah saat saya melihat orang-orang berubah di depan mata saya. Namun yang terindah adalah bukan sekadar karena saya telah melihat hal itu, tanda ini adalah tanda yang bisa dilihat oleh setiap orang, termasuk orang non-Kristen.

Saya mewawancarai beberapa orang sebelum mereka dibaptis, dan saya tanyakan mereka tentang bagaimana mereka sampai menjadi Kristen. Dan Anda akan segera melihat bahwa di dalam setiap kasus, ada satu peristiwa, saat mereka melihat tanda dari kehidupan yang mengalami perubahan di dalam diri orang lain yang mereka kenal. Mereka bisa melihat kuasa kebangkitan. Mereka berkata, "Saya kenal baik dengan orang ini, dan saya perhatikan dia sudah mengalami perubahan yang sepenuhnya! Saya sangat takjub akan hal itu sehingga saya mulai tertarik ke arah Allah."

Dapatkah Anda melihat tanda dari kebangkitan itu sedang bekerja di setiap saat, setiap masa?

Itulah tepatnya hal yang dijanjikan oleh Yesus kepada angkatan ini, dan sekarang kita mulai memahaminya. Bukan pertunjukan mukjizat yang bisa Anda lihat pada orang yang mengalami perubahan itu, artinya, bukan mengenai orang sakit yang disembuhkan. Anda tahu bahwa ada banyak orang yang telah melihat berbagai mukjizat, atau pernah mendengar tentang mukjizat, namun mereka tidak banyak terpengaruh akan hal itu. Mungkin ada sedikit pengaruhnya, akan tetapi tidak sekuat jika mereka melihat tanda dari kehidupan yang berubah. Nah, itulah tepatnya kuasa kebangkitan itu. Karena di saat kita berbicara tentang hidup yang berubah, hal apakah yang sebenarnya sedang kita bicarakan? Peralihan dari maut ke dalam hidup, seperti yang dikatakan oleh rasul Paulus. Perubahan pada seseorang terjadi saat dia dikeluarkan dari kuasa dosa, tempat berdiamnya maut, untuk masuk ke kuasa hidup, tempat berdiamnya kebenaran.

Gereja dapat dibandingkan dengan Yunus

(1) Setiap kehidupan yang diubahkan masih tetap memiliki beberapa kekurangan, sama seperti Yunus

Jika seseorang menjadi manusia baru sepenuhnya, apakah hal itu berarti bahwa dia langsung menjadi orang yang sempurna? Tidak, itu tidak berarti bahwa dia langsung sempurna. Dan hal ini harus kita sampaikan dengan hati-hati. Di sana Anda bisa melihat poin yang merupakan perbandingan dengan Yunus lagi.

Tanda itu bukan berarti hanya merujuk kepada Yesus saja; tanda itu harus terlihat di dalam Gereja. Gereja adalah pihak yang dibandingkan dengan Yunus. Anda telah melihat bahwa Anda tidak bisa membanding Yesus yang sempurna dengan Yunus. Hal itu tidak bisa dilakukan karena Yunus tidak taat, sedangkan Yesus selalu taat. Anda akan melihat bahwa setelah melalui pengalaman yang memberi perubahan, yaitu tiga hari di dalam perut ikan besar, Yunus masih membawa karakter manusia lamanya - dia masih menggerutu ketika orang-orang Niniwe ternyata bertobat karena, tampaknya, dia merasa hal itu akan membuatnya kehilangan muka.

Nah, jika kita lihat orang Kristen, kita akan mendapati bahwa di satu sisi, sangatlah indah mengalami perubahan, namun kita juga tahu bahwa di dalam setiap perubahan itu masih ada beberapa kekurangan, sama seperti Yunus.

(2) Sama seperti Yunus yang dibaptis di dalam air dan bangkit ke dalam hidup yang baru, orang-orang yang akan dibaptis ini juga akan masuk ke dalam air dan bangkit menuju hidup yang baru

Jadi, sekarang, Anda mulai bisa melihat keindahan dari tanda nabi Yunus ini. Tanda nabi Yunus adalah tanda Anak Manusia, yang juga merupakan tanda dari Gereja. Dan kita juga mendapati kecocokan dari poin ini: bahwa sama seperti Yunus yang secara harfiah dibaptiskan di dalam air dan bangkit menuju hidup yang baru, kita juga melihat para saudara yang terkasih, yang akan dibaptiskan ini, akan masuk ke dalam air dan bangkit menuju hidup yang baru.

(3) Saat Yunus dibaptiskan, terjadi perubahan rohani padanya, dengan demikian, menjadi seorang Kristen bukanlah sekadar masalah pembaptisan, melainkan juga masalah adanya perubahan rohani, kebangkitan: mati bagi dunia, bagi dosa-dosa Anda dan hidup buat Allah

Sama seperti Yunus, bukan sekadar baptisan jasmani itu yang membuat perbedaan; bersamaan dengan itu, terjadi juga perubahan rohani di dalam hatinya. Dengan demikian, menjadi seorang Kristen bukan sekadar masalah pembaptisan melainkan juga masalah perubahan rohani. Dan itulah yang menjadi pokok jika kita berbicara tentang kuasa kebangkitan; kita mati bagi dunia ini, bagi dosa, dan hidup untuk Allah. Di dalam perut ikan itulah untuk pertama kalinya Yunus mati bagi dunia. Dia memang telah mati secara harfiah menurut pengertian dunia - dia terkubur di bawah laut, namun dia hidup bagi Allah. Kita mendapati doanya yang indah, yang dia panjatkan di dalam pasal 2.

Demikian pula halnya, bagi mereka yang akan dibaptis, perubahan rohani berarti mati bagi dunia dan dosa-dosa mereka, dan selanjutnya, hidup bagi Allah. Itulah kebangkitan.,

Yesus sedang berkata: "Jemaat (setiap orang Kristen), sebagai anak manusia yang dilahirkan kembali, adalah tanda nabi Yunus (kuasa kebangkitan) buat angkatan ini."

Dan sebagai konsekuensi dari baptisan ini, mereka akan menjadi tanda buat angkatan ini. Sejak saat ini, Anda dan saya, setiap orang Kristen sejati, menjadi "tanda Anak Manusia" untuk bisa dilihat oleh dunia. Dengan cara itulah dunia bisa mengenal Yesus. Mereka mengenal Yesus melalui Anda dan saya. Begitulah cara bagi mereka untuk bisa melihat Yesus. Mereka melihat Yesus di dalam Anda dan saya. Jika kita tidak menjadi tanda bagi angkatan ini, maka angkatan ini tidak akan mendapatkan tanda apa-apa. Demikianlah, ajaran yang indah ini menunjukkan kepada kita tentang tanggung jawab kita di tengah angkatan ini, menjadi tanda yang Allah berikan untuk dunia.

Itu sebabnya mengapa setiap orang Kristen yang tidak berperilaku sebagai seorang Krsiten, ia akan menjadi lebih buruk daripada orang non-Kristen karena seorang non-Kristen tidak akan menjadi batu sandungan bagi orang non-Krsiten lainnya, orang non-Kristen itu tidak bisa menghambat yang lainnya untuk datang mengenal Allah untuk masuk ke dalam hidup yang kekal. Namun seorang Kristen, yang tidak berperilaku selayaknya seorang Kristen, bisa menjadi batu sandungan terhadap seorang non-Kristen.

Jadi, keindahan dari pernyataan Yesus adalah: Kita, dalam kehidupan kita sebagai orang Kristen, adalah tanda - kita memperlihatkan Yesus kepada dunia.

Namun dengan adanya hak istimewa itu, datang pula tanggung jawabnya. Itu sebabnya saya pernah katakan pada beberapa orang, "Jangan terburu-buru minta dibaptis." Itu sebabnya saya tidak pernah mendorong seseorang untuk segera dibaptis. Jika ada orang yang berkata bahwa dia tidak begitu yakin, saya akan berkata, "Tunda dulu. Tunggu sampai kamu benar-benar yakin." Tanggung jawab besar dan hak yang istimewa yang muncul dari tanggung jawab itu adalah bahwa mulai saat dibaptis, dunia akan melihat Yesus di dalam diri kita. Dan jangan ada orang Kristen yang mencari-cari alasan karena Allah tidak akan mendengarkan alasan. Jangan berkata pada orang lain, "Jangan lihat saya. Saya belum menjadi orang Kristen seutuhnya. Yang penting percaya saja pada Allah." Ada apa? Apakah kuasa kebangkitan tidak cukup kuat untuk mengubah Anda? Jika kuasa itu tidak cukup kuat untuk mengubah Anda, lalu mengapa Anda menjadi orang Kristen?

Rasul Paulus berkata, "Lihat aku." Dan Anda berkata, "Wah, Paulus, engkau terlalu sombong." Paulus tidak sekadar berkata seperti itu, dia malah berkata, "Teladani aku, sama seperti aku meniru teladan Yesus." Lalu Anda berkata, "Ah Paulus! Aku tidak menyangka kalau kamu seangkuh itu." Paulus tidaklah sombong. Dia percaya pada apa yang bisa dikerjakan oleh Allah di dalam dirinya. Dia berkata, "Aku adalah yang terkecil di antara para rasul, bahkan tidak layak untuk disebut sebagai rasul" sebagaimana yang tertulis di dalam 1 Korintus 15:9. Di dalam 1 Timotius 1:15, dia berkata, "Di antara mereka, aku ini orang yang paling berdosa."

Namun dia berkata, "Aku hidup oleh kasih karunia Allah. Aku bisa mengerjakan semuanya melalui Kristus yang menguatkanku (yang memberiku kuasa)" (Filipi 4:13). Menjadi seorang Kristen berarti berurusan dengan kuasa; bukan sekadar berbicara tentang hal ajaran, doktrin, teologi. Bagi kebanyakan orang, menjadi orang Kristen itu hanya sekadar menjadi penganut suatu ajaran. Siapa yang mau menjadi orang Kristen jika urusannya hanya sekadar memegang suatu kepercayaan?

Menjadi orang Kristen itu berarti berurusan dengan kuasa. Di sepanjang Alkitab, hal ini dinyatakan dengan jelas kepada kita. Kita sedang berbicara tentang kuasa Allah. Di dalam surat kepada jemaat di Korintus, Paulus berkata bahwa dia ingin menguji beberapa orang yang menyebut dirinya Kristen. Dia mengatakan hal ini, "Saat aku datang nanti, bukan omongan mereka yang ingin kudengar, tetapi aku ingin melihat kuasa mereka." Saya sendiri tidak berminat untuk berada di dalam posisi yang sama dengan orang-orang tersebut saat Paulus datang saat itu, karena dia tidak berminat pada omongan Anda. Dia ingin melihat kuasa apa yang ada di dalam diri Anda.

Dan jika kita membicarakan kuasa Allah, berarti kita sedang membicarakan tentang kuasa kebangkitan karena di dalam kuasa kebangkitan itulah terlihat kuasa yang paling besar dari Yesus. Dan sekarang, jika kebangkitan jasmani saja sudah sangat ajaib, bukankah kebangkitan rohani itu lebih ajaib lagi?

Yang mana yang lebih mudah bagi Allah untuk dikerjakan? Membangkitkan orang secara jasmani atau secara rohani? Tentu saja, keduanya sama. Kuasa yang samalah yang membangkitkan jasmani yang mati dan rohani yang mati. 

Namun saat saya merenungkannya, tampaknya, membangkitkan orang yang mati secara rohani, dalam pengertian tertentu, lebih susah daripada membangkitkan orang yang mati secara jasmani. Namun, bagaimanapun juga, kuasa yang samalah, dan memang hanya kuasa itu saja, yang bisa melakukannya: yaitu kuasa kebangkitan Allah.

Inilah yang sedang Yesus sampaikan kepada kita adalah: kita, sebagai Jemaat, sebagai anak manusia yang dilahirkan kembali, adalah tanda nabi Yunus bagi angkatan ini.

Berserulah kepada Allah dan teruslah mengalami kuasa kebangkitan Allah sebagai tanda dari Yesus buat dunia

Jika sampai dengan saat ini, jika Anda bukan seorang Kristen, dan Anda baru sekadar mendengar tentang kebangkitan Kristus, maka saya minta kepada Anda hari ini, bukan sekadar untuk mendengarkannya, tetapi juga untuk datang dan mengalami kuasa itu di dalam hidup Anda.

Mungkin sekarang ini, Anda seperti Yunus, yang melarikan diri dari Allah, akan tetapi Anda juga bisa seperti Yunus, saat dia berdoa dan berseru kepada Allah di dalam kesedihannya di dalam perut ikan - saat dia ditelan oleh kuasa maut, sama seperti Anda yang ditelan oleh kuasa kematian rohani. Dan jika Anda tidak dibebaskan dari kuasa itu, maka itu juga akan berarti bahwa Anda nanti akan ditelan oleh kuasa kematian jasmani. Karena kita tahu bahwa jika Yunus tidak berseru kepada Allah dari dalam perut ikan itu (pasal 2) dan berseru di dalam kesedihannya, mungkin dia akan binasa di dalam perut ikan itu. Jika dia tidak diselamatkan, maka dia akan binasa.

Namun kemudian, setelah diselamatkan, dia lalu menjadi tanda bagi orang-orang di Niniwe. Dan dia menjadi tanda itu justru karena dia telah mengalami kuasa kebangkitan Allah itu di dalam hidupnya sendiri. Dan pokok dari kisah nabi Yunus ini adalah bahwa peristiwa itu merupakan sesuatu yang bisa Anda alami, yaitu apa yang bisa Allah kerjakan di dalam hidup Anda.

Apakah kisah ini benar? Silakan Anda buktikan sendiri di dalam pengalaman Anda: Allah yang bisa menyelamatkan Yunus, tidak bisakah Dia menyelamatkan Anda?

Dan jika Anda seorang Kristen, saya juga menyampaikan hal ini kepada mereka yang akan dibaptis, saya juga punya sesuatu untuk saya sampaikan kepada Anda. Jangan berkata, "Nah, aku sudah jadi orang Kristen sekarang. Semuanya sudah berakhir." Anda baru mulai masuk ke jalan tersebut. Ini baru hari-hari permulaan. Perjalanan Anda masih jauh. Anda akan mengalami bukan saja awal dari kuasa itu, akan tetapi juga bahwa kuasa itu terus bekerja di dunia ini hari demi hari.

Sama seperti rasul Paulus yang berkata, "Agar aku mengenal-Nya di dalam kuasa kebangkitan-Nya hari demi hari, agar aku mengalami kuasa itu setiap hari." Dan inilah hal yang saya alami setiap hari. Inilah sukacita di dalam kehidupan Kristen. Saya mengalami kuasa itu yang terus bekerja di dalam hidup saya sambil juga bekerja di dalam hidup orang lain. Inilah sukacitanya, di sinilah letak kebahagiaanya, inilah kuasa kehidupan orang Kristen. Mari kita berdoa.

Doa penutup

Bapa dan Allah kami, kami bersyukur kepada-Mu karena Engkau adalah Juruselamat yang ajaib dan luar biasa. Kami bersyukur kepada-Mu atas karya keselamatan-Mu. Dan kami bersyukur karena kuasa keselamatan-Mu, kuasa kebangkitan itu adalah kuasa yang bisa kami alami di dalam hidup kami, dan itulah sebabnya kami bisa tahu bahwa hal itu benar, itu sebabnya hati kami membara oleh keyakinan di dalam hati kami karena kami tidak sekadar berbicara tentang peristiwa yang terjadi 2000 tahun yang lalu, melainkan sesuatu yang berlangsung terus menerus di dunia sekarang ini dan terjadi di dalam hidup kami setiap hari. Tuhan, kami memuji dan bersyukur kepada-Mu atas kuasa dalam kehidupan Kristen, atas bukti dan makna dari pengenalan akan Engkau. Kami memuji dan memuliakan-Mu.

Dan kami berterima kasih kepada-Mu serta berdoa secara khusus bagi para saudara-saudari yang akan dibaptis. Ya Tuhan, kami dengan penuh kasih menyerahkan setiap orang dari mereka ke dalam tangan-Mu. Kami berdoa kiranya Engkau memelihara mereka di dalam kasih karunia-Mu dan di dalam kasih-Mu. Memelihara mereka di dalam kuasa kebangkitan-Mu, terus mengubah mereka agar semakin serupa dengan kepenuhan gambaran Kristus, sampai segenap keindahan gambaran Kristus menjadi semakin tampak di dalam kehidupan mereka, sampai mereka benar-benar menjadi tanda bagi angkatan ini.

Bagi mereka yang sudah lebih lama mengenal Engkau, kami berdoa kiranya Engkau berkenan mengampuni kami karena kami masih belum juga menjadi tanda sebagaimana yang seharusnya. Bantulah kami untuk mengetahui betapa seriusnya tanggung jawab akibat menjadi batu sandungan bagi orang lain dan menghalangi mereka masuk ke dalam Kerajaan Allah. Ampunilah kami, Tuhan, karena kami mengambil tanggung jawab yang ternyata tidak bisa kami penuhi. Kami berdoa kiranya tidak seorang pun dari kami yang menjadi malas atau ceroboh akan kehidupan yang kami jalani. Tuhan, saat kami menjalani hidup yang kudus, kami mendapati bahwa kami ini lemah dan tidak ada kuasa. Bantulah kami untuk bisa ingat akan hal yang telah kami dengar dari ajaran-Mu hari ini, bahwa kuasa kebangkitanMu itulah yang memampukan kami untuk mencapai semua itu, untuk menjalani jenis kehidupan yang Engkau inginkan bagi kami karena kami tidak sanggup menjalaninya dengan kekuatan kami sendiri. Bantulah kami untuk maju dan menjadi tanda bagi angkatan ini, supaya banyak hati berpaling kepada-Mu dan Paskah terlihat di dalam diri kami, supaya mereka menjadi Paskah yang hidup dan tertarik datang kepada-Mu.

Dengarkanlah doa kami ini ya Tuhan. Terimalah sembah kami. Bersihkanlah kami dari segala dosa dan kuatkanlah kami dari atas. Kami memohon dan bersyukur kepada-Mu di dalam nama Yesus, amen.

All Scripture quotations are from the Revised Standard Version, except as otherwise noted.

SELESAI

(Copyright owned by Cahaya Pengharapan Ministries. May be used for non-profit purposes but must be attributed to this website.)

[Download]


Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.

Standard
Besar
Terbesar

Seri Matius:

Mat 14:22-33 Iman membutuhkan Keberanian

Mat 2:2 Bintang yang ajaib

Mat 3:13-17 Penundukan kepada Allah, Kegenapan segala Kebenaran

Mat 4:17 Apa itu Kebenaran?

Mat 2:1-12 Tiga Prinsip Damai Sejahtera

Mat 3:13-4:17 Visi Kerajaan Allah 1

Mat 3:13-4:17 Visi Kerajaan Allah 2

Mintalah Roti & Ikan

Perlakukan Orang Lain Sebagaimana Anda Ingin Diperlakukan Oleh Mereka

Masuk Melalui Jalan yang Sempit

Waspadalah Terhadap Nabi-Nabi Palsu

Dua Macam Dasar

Iman Perwira Romawi

Syarat untuk Mengikut Yesus

Prinsip Kelayakan

Berdoalah Kepada Tuan Empunya Tuaian

Domba di Tengah-Tengah Serigala

Iman adalah: Jangan Takut

Aku Datang Bukan Untuk Membawa Damai

Pikullah Salib-mu

Penyatuan dengan Kristus

Di Manakah Letaknya Kebesaran Yohanes Pembaptis?

Kerajaan Surga Datang dengan Kuasa

Apa Makna Memikul Salib dalam Kehidupan Sehari-hari?

Apakah Anda termasuk Bintang atau Lubang Hitam?

Nikmatilah

Kristus Menang Atas Iblis yang Belum Menyerah!

Apakah Anda bersama dengan Kristus atau hanya Berpihak pada-Nya?

Apakah Anda Mengumpulkan Bersama Yesus? - bagian 1

Apakah Anda Mengumpulkan Bersama Yesus? - bagian 2

Dosa yang Tidak Dapat Diampuni

Apa itu Tanda Nabi Yunus?

Apakah Anda Bait Allah atau Rumah Belial?

Kehendak Tuhan dan Kita

Rahasia menjadi 'Lima Roti dan Dua Ikan'?

Apa Rahasia Keunggulan Spiritual?

Manusia Telah Menjadikan Firman Allah Tidak Berlaku - 1

Manusia Telah Menjadikan Firman Allah Tidak Berlaku - 2

Akar Permasalahan Manusia

Ciri Iman yang Besar di Mata Allah - 1

Ciri Iman yang Besar di Mata Allah - 2

Tanda-Tanda Zaman - Bagian 1

Tanda-Tanda Zaman - Bagian 2

Bagaimana Salib Menjadi Batu Sandungan

Apakah Gereja dibangun di atas Petrus?

Si Aku - Hambatan Menuju Kebesaran Rohani

Kasih dan Kebencian

Jalan Menuju Kuasa dan Kemuliaan

Iman yang Memindahkan Gunung - Bagian 1

Iman yang Memindahkan Gunung - Bagian 2

Berpalinglah dan Menjadi Seperti Anak Kecil - Bagian 1

Berpalinglah dan Menjadi Seperti Anak Kecil - Bagian 2

Berpalinglah dan Menjadi Seperti Anak Kecil - Bagian 3

Celakalah Orang yang Membuat Orang Lain Tersandung - Bagian 1

Celakalah Orang yang Membuat Orang Lain Tersandung - Bagian 2

Celakalah Orang yang Membuat Orang Lain Tersandung - Bagian 3

Apa yang Kita Ketahui Tentang Malaikat? - Bagian 1

Apa yang Kita Ketahui Tentang Malaikat? - Bagian 2

Persahabatan yang diinginkan Allah

Kerajaan Allah itu Milik Anak-Anak Kecil

Apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?

Sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga

"Pergi, juallah segala hartamu, dan datanglah serta ikutlah Aku"

Apa yang dimaksudkan dari yang pertama menjadi yang terakhir?

Jalan untuk menjadi yang terutama

Imanmu Telah Menyelamatkan Engkau

Komitmen untuk mengasihi kebenaran

Kemunafikan: Ragi orang Farisi

Tujuh gejala kanker rohani - 1

Tujuh gejala kanker rohani - 2

Kristus sebagai Tuan - Obat penawar bagi kemunafikan

Apa artinya menjadi Anak Allah? Apa arti menjadi murid Yesus?

Jadilah Anak Allah

Takaran Kejahatan

Neraka menurut ajaran Tuhan Yesus

Anda bisa berkata tidak kepada Allah

Tanda-tanda kedatangan Kristus

Kekejian yang membinasakan

Siapakah Raja Anda, Allah atau Iblis?

Tujuan dari Anti Kristus: Menyesatkan gereja

Apakah kita termasuk burung nazar atau burung elang?

Tanda-tanda di langit

Penebusan: Apakah maknanya?

Pembebasanmu sudah dekat!

Berjaga-jagalah

Bagaimana menjadi anak-anak Terang

Iblis dan mahkamah Surgawi

Iblis telah menuntut untuk menampi kamu

Salibkan daging!

Murid yang sejati

Misi gereja di tengah dunia

Copyright 2003-2012. Semua materi di situs ini adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries.
E-mail kami untuk mendapatkan izin untuk menggunakan materi di situs ini.
Best viewed with IE6.0 and 1024 by 768 resolution.