|
| Saran & Komentar | updated on 30 March 2012 |
|||||||
|
CahayaPengharapanMinistries Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan |
|||||||
|
|
|||||||
|
Jangan Kamu Memberikan Barang Yang Kudus Kepada Anjing Matius 7:6 - Disampaikan oleh Pendeta Eric Chang Hari ini kita melanjutkan pembahasan kita tentang Khotbah di Bukit di dalam Matius 7:6. Di dalam ayat ini kita membaca, "Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing dan jangan kamu melemparkan mutiaramu kepada babi, supaya jangan diinjak-injaknya dengan kakinya, lalu ia berbalik mengoyak kamu." Kita perlu mencari tahu apa yang sedang disampaikan oleh Tuhan Yesus di sini. Apa artinya ini? Tuhan Yesus berkata di dalam bagian awal Matius 7 bahwa kita tidak boleh menghakimi saudara-saudara seiman kita. Kita tidak boleh mengutuk mereka. Tetapi apakah itu lantas berarti bahwa kita hidup tanpa membedakan yang benar dan yang salah? Kita tidak boleh mengutuk tetapi kita harus mengenali atau mengetahui siapa sesungguhnya mereka. Kita harus tahu siapa mereka itu sebenarnya.
Anjing dan Babi
adalah Gambaran Watak Manusia yang Dikuasai Daging Pada saat anda mengetahui betapa kotornya kenajisan dan kejijikan dosa, anda akan menyadari bahwa ungkapan yang dipakai oleh Tuhan Yesus bukanlah gambaran yang dibesar-besarkan mengenai keadaan orang yang tenggelam dalam dosa. Kenyataannya kondisi mereka malah lebih jorok ketimbang anjing atau babi. Kadang kala, ungkapan perbandingan ini tampaknya akan lebih membangkitkan rasa tersinggung pada anjing dan babi ketimbang pada orang yang sedang berkubang dalam dosa. Mari kita bahas pernyataan yang baru saja saya sampaikan ini. Mari kita lihat satu contoh, orang-orang yang memasukkan jutaan orang Yahudi ke dalam kamar gas dan membunuh mereka, jika kita menyebut mereka sebagai babi, kemungkinan besar justru sang babilah yang akan tersinggung karena disamakan dengan mereka. Babi tidak akan berbuat seperti itu. Jika anda pikirkan, sebagai contoh lagi, beberapa orang di Hong Kong atau bahkan di Amerika atau di Inggris yang menyerang sembarang orang di jalanan (orang yang tidak tahu apa-apa) dan memukuli mereka sampai cedera parah atau bahkan mati. Tidak ada anjing yang gemar melakukan itu, kecuali anjing gila atau anjing galak. Anda lihat sendiri, binatang tidak melakukan kekejaman sebagaimana yang sering dilakukan oleh orang berdosa. Jika dikatakan bahwa hewan-hewan itu akan berbalik dan mengoyak anda, sesama manusia pun sering melakukan hal yang sama, tidak ada yang luar biasa dengan hal itu. Jadi sekarang kita dapat memahami bahwa ketika Tuhan Yesus berbicara tentang sifat orang-orang berdosa yang digambarkan seperti anjing dan babi, Ia tidak sekadar membesar-besarkan masalah, karena sesudah kita bandingkan sendiri, ternyata ungkapan ini pun masih kurang kuat dalam menggambarkan permasalahan yang ada.
Menghadapi dan
Mengabarkan Kebenaran Firman Saya sangat menguatirkan orang-orang yang berkata bahwa mereka tidak senang dengan khotbah saya karena isinya terlalu keras. Mereka tidak senang dengan khotbah saya karena selalu mengingatkan orang akan dosa mereka. Mereka tidak senang karena isinya yang mengandung teguran keras. Saya tidak menguatirkan penilaian mereka terhadap saya. Apakah isinya terlalu menekan atau terlalu banyak teguran, bukan itu persoalannya, kita tidak perlu menanyakan apakah isi khotbah akan menyenangkan atau tidak. Yang perlu kita tanyakan sesungguhnya adalah, "Apakah isi khotbah ini benar?" Jika ada orang yang berkata kepada saya dan berkata, "Isi khotbah anda tidak benar", maka sayalah yang perlu dikuatirkan. Akan tetapi jika ada orang yang berkata, "Bukannya tidak benar, tetapi saya tidak suka isi khotbah anda", maka orang inilah yang perlu dikuatirkan. Pernahkah Tuhan Yesus mengajar orang dengan berkata, "Engkau sangat luar biasa! Tidak ada lagi yang perlu disempurnakan dalam hidupmu"? Sebaliknya, Ia berkata, sehubungan dengan watak manusia yang sudah terpuruk dalam dosa, bahwa keadaan mereka seperti anjing dan babi. Anda tidak suka mendengarkannya, tidak masalah. Tuhan Yesus datang bukan untuk mengejar popularitas, demikian pula saya. Jika seseorang sangat mengutamakan kebenaran, maka ia akan menanyakan, "Apakah ini benar? Apakah watak manusia benar-benar seperti ini?" Dan ketika ia melihat kebenaran ini, maka ia akan disadarkan dari dosanya dan bertobat dan kemudian kasih karunia Allah akan datang kepadanya. Berkaitan dengan itu, ada beberapa hal yang perlu saya bagikan kepada anda. Di dalam 2 Timotius 4:1-4, Paulus berkata, "Di hadapan Allah" katanya kepada Timotius, "Dan Kristus Yesus yang akan menghakimi orang yang hidup dan yang mati, aku berpesan dengan sungguh-sungguh kepadamu demi penyataan-Nya dan demi Kerajaan-Nya", dari sini kita dapat melihat bahwa pesan ini merupakan suatu perintah. Di dalam ayat yang kedua, ia berkata, "Beritakanlah firman". Tidak peduli apakah menurut anda waktunya tepat atau tidak, anda harus memberitakannya. Tidak masalah apakah keadaannya menyenangkan atau tidak, anda harus mengabarkan firman Allah. Lalu Paulus melanjutkan, "Nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran", artinya kita harus terus melakukannya sekali pun reaksi yang muncul adalah penentangan atau penolakan dan lakukan ini dengan segala kemampuan dan keahlian dalam pengajaran firman Allah. Hal pertama yang disebutkan adalah 'menyatakan apa yang salah'. Kata ini menggunakan kata yang sama dengan kata 'menginsafkan' yang ada di dalam injil Yohanes, berkaitan dengan pekerjaan Roh Kudus (Yoh.16:8). Sesudah yang salah itu dinyatakan, maka datanglah 'tegoran'. Paulus berkata kepada Timotius, "Tegorlah". Dan akhirnya ia berkata, "Nasihatilah". Nah, apakah Paulus menyuruh kita untuk selalu menepuk pundak orang? Dengan menuruti hal ini, anda memang tidak akan menjadi populer. Akan tetapi memang itulah perintah Paulus kepada Timotius. Lalu ia melanjutkan pada ayat yang ketiga, "Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat." Perhatikanlah, mereka tidak mau mendengarkan ajaran yang sehat, firman Allah. Akan tetapi telinga mereka gatal. Mereka mencari orang yang mau mengilik telinga yang gatal ini. Seperti orang yang menggaruk punggung yang gatal. Saya teringat pada sebuah perkakas orang China yang berbentuk seperti garpu yang panjang, sangat menarik. Anda dapat menggaruk punggung anda sendiri dengan alat itu, artinya, jika tidak ada orang lain yang bersedia menggaruk punggung anda, maka anda dapat melakukannya sendiri. Demikianlah kelakuan orang-orang yang tidak mau mendengarkan firman Allah ini. Mereka ingin agar orang berbicara tentang hal-hal yang menyenangkan hati mereka saja. Ini adalah tanda tentang jaman akhir. Akan tetapi Paulus berkata kepada Timotius, "Jangan pernah melakukan hal seperti itu. Jangan mengikuti kesenangan orang. Beritakanlah firman Allah yang sejati." Dan itu berarti memberikan teguran jika perlu. Menyatakan kesalahan jika dibutuhkan. Dan anda harus melakukan hal itu sekali pun orang akan membenci anda. Hal itu bukan masalah. Dan anda harus mengerti mengapa Paulus mengajarkan hal ini kepada muridnya, Timotius, karena memang beginilah cara Tuhan Yesus memberitakan firman. Dan begitu pulalah cara yang harus kita pakai untuk memberitakan firman.
Ciri-ciri Anjing
dan Babi
Anjing pada Jaman
Yesus Hidup dalam Keadaan Setengah Liar
Binatang-binatang
yang Haram di Masa Perjanjian Lama Jadi kita dapat menarik beberapa pelajaran dari kehidupan anjing dan babi. Namun perlu saya beritahukan kepada anda bahwa anjing dan babi di dalam ayat ini menggambarkan hal yang sama. Jika anda mengira bahwa kedua ungkapan ini dimaksudkan untuk menjelaskan dua macam orang, maka anda sudah melakukan kesalahan mendasar. Di dalam memahami isi Alkitab, ada beberapa hal yang diungkapkan dengan berbagai cara namun memiliki arti yang sama atau sejajar. Dan pemakaian gambaran anjing dan babi ini adalah salah satu contoh kesejajaran tersebut. Ungkapan anjing dan babi ini memberitahukan hal yang sama. Artinya, anjing dan babi di dalam ayat ini menggambarkan keadaan orang yang sama.
1. Mengasihi Dosa
dan Kejahatan Demikian pula halnya dengan anjing. Anjing adalah binatang yang jorok pula. Setiap orang yang pernah memelihara anjing tahu betapa anjing itu harus sering dipukul agar tidak mengotori lantai. Di Shanghai, kami memelihara seekor anjing kecil. Dan kejorokan anjing ini benar-benar sangat luar biasa. Jika anda tidak mengawasinya sekejap saja, ia sudah kencing atau buang hajat sembarangan. Dan bukan hanya anjing itu, semua anjing seperti itu. Demikianlah, setiap anjing harus dilatih keras. Harus sering dipukul agar mengerti bahwa ia tidak boleh bertindak sembarangan. Hal ini tentu saja tidak boleh dilakukan terhadap manusia yang beradab. Ini adalah budaya anjing, bukan budaya manusia. Jadi, jika anda diam di antara manusia, maka anda tidak akan berperilaku seperti itu. Dan 2 Petrus ini masih menceritakan satu kebiasaan anjing yang menjijikkan, yang sebenarnya tidak sopan untuk dibicarakan. Akan tetapi Alkitab menyebutkan hal itu, anjing memiliki kebiasaan untuk memakan kembali muntahannya. Dan setiap orang yang memiliki anjing akan tahu bahwa hal ini memang benar sekali, entah anda menyukainya atau tidak. Anjing dan babi, keduanya merupakan mahluk yang sangat jorok. Mereka harus didisiplin dengan keras, akan tetapi setiap kali anda lengah, bahkan anjing yang sangat terlatih sekalipun masih tetap kembali ke muntahannya. Jadi hal pertama yang dapat kita pelajari tentang ciri manusia yang dikuasai kedagingan, yang belum diubah oleh kuasa Allah, adalah kecintaan mereka terhadap dosa, kecintaan terhadap kotoran. Perhatikanlah, pada saat anda masih belum menjadi Kristen, ingatlah cara-cara berpikir anda yang dipenuhi oleh hasrat kedagingan, sangat nikmat bukan? Apakah dosa membangkitkan rasa jijik anda? Selama dosa belum menyakitkan, anda lebih suka untuk menikmatinya.
2. Tidak Setia Sekarang ini banyak orang yang berbicara tentang moralitas baru. Moralitas baru adalah bahwa seks itu bebas. Anda boleh melakukan hubungan seks dengan setiap orang karena seks adalah hal yang alami bagi manusia. Menurut moralitas baru, anda boleh tidur dengan siapa saja. "Ini hal yang nikmat! Mengapa harus dilarang?" Kita tidak butuh tradisi, hukum dan etika buatan manusia yang membatasi kita. Kita bebas untuk berhubungan seks dengan siapa saja. Itulah yang mereka sebut dengan moralitas baru. Kenyataannya, ini adalah hal yang sangat akrab dengan kehidupan anjing. Dengan kata lain, manusia mempelajari ini dari kehidupan anjing. Menjiplak gaya hidup anjing dan menyebutkannya sebagai moralitas baru. Apanya yang baru? Ini sekadar evolusi dengan arah yang terbalik. Dan sesudah meniru perilaku anjing mereka mempromosikannya sebagai moralitas baru. Padahal, ada beberapa hewan yang sangat setia terhadap pasangannya. Namun bukan anjing atau babi. Di sini sekali lagi kita melihat watak manusia. Malah, di dalam Alkitab karakteristik seperti anjing ini sudah disebutkan di dalam Ulangan 23:18. Di situ orang-orang dengan cara hidup yang sangat sembrono ini memang sangat tepat digambarkan seperti anjing.
3. Agresif dan
Galak
4. Tak berguna
bagi pekerjaan Allah Sekarang kita dapat melihat ciri-ciri alamiah manusia secara keseluruhan. Kecintaannya terhadap dosa dan kejahatan. Ketidak-setiaannya terhadap pasangan. Ciri yang kedua ini adalah dampak yang sangat nyata dari ciri pertama, kecintaan terhadap dosa - dalam hal berahi. Yang ketiga adalah keagresifan dan kegalakannya, hal yang sangat sering ditonjolkan oleh manusia. Seringkali kita melihat ciri-ciri tersebut di dalam hidup ini, bahkan dalam kehidupan orang yang menyebut dirinya Kristen. Jika anda mengatakan sesuatu yang tidak mereka senangi, mereka akan menyerang anda. Mereka akan memukul dan menggigit balik, persis sebagaimana yang dikatakan oleh Alkitab. Mereka akan berbalik, menyerang dan menggigit anda. Demikianlah ciri-ciri ini dapat dengan mudah kita temui dalam kehidupan manusia, dan - sayang sekali - di dalam diri orang yang tampaknya seperti seorang Kristen yang sejati. Anda coba memperbaiki kesalahannya. Lalu apa yang terjadi? Anda mengira bahwa anda sedang menolong orang itu. Dan apa yang mereka lakukan? Mereka berbalik dan menyerang anda. Kita dapat membacanya di Galatia 5:15, di mana Paulus sedang memperingatkan orang-orang Galatia, ia berkata, "Tetapi jikalau kamu saling menggigit dan saling menelan, awaslah, supaya jangan kamu saling membinasakan." Kata-katanya memang sangat sinis. Maksud dari tegurannya itu adalah, "Kalian orang-orang Galatia, barhati-hatilah, jika kalian berlaku seperti anjing dan babi, maka kalian akan segera saling menghancurkan." Kesimpulan apa yang dapat kita ambil dari ini semua? Dari sini kita dapat melihat bahwa anjing dan babi merupakan gambaran tentang ciri-ciri manusia dalam keadaannya yang terburuk. Dan jika kita mencintai kebenaran, dan jika jujur terhadap diri kita sesudah memahami keempat ciri ini, kita akan segera berkata, "Benar Tuhan, saya persis seperti apa yang sudah Engkau gambarkan itu. Tuhan, ampunilah saya, di dalam kedagingan saya, saya begitu mencintai dosa. Saya sangat agresif dan galak. Saya sangat kotor, karena itu saya tidak dapat datang ke hadiratMu." Kita tahu bahwa Tuhan Yesus menyampaikan kebenaran kepada kita. Adakah ciri yang tidak tepat, yang tidak benar penggambarannya? Ciri yang mana yang tidak tepat dalam menggambarkan kedagingan kita? Itulah yang saya sebut dengan keindahan dan kebenaran dari pengajaran Tuhan Yesus. Sekali lihat kita dapat langsung mengamati keberadaan kita sebelum dibebaskan dari kedagingan. Pada saat ada orang yang mengritik kita, bukankah kita akan langsung menghantam balik? Kita sangat agresif dan galak. Demikianlah kita pada waktu itu. Kita pernah menjadi pelaku dan pemilik ciri-ciri itu.
Sifat yang Sama
tapi dengan Tanggapan yang Berbeda Dan seperti apa watak orang-orang di dalam kelompok yang kedua? Mereka memiliki ciri-ciri yang sama tetapi tidak menyesali hal itu. Jenis orang yang di dalam Alkitab digambarkan dengan ungkapan bahwa mereka bermegah di dalam aib mereka. Di dalam Filipi 3:19, Paulus berkata, "Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka." Sama seperti anjing dan babi, tuhan mereka ialah perut mereka. Mereka akan mematuhi siapapun yang memberi mereka makanan. Mereka adalah jenis orang yang bukan saja tidak bertobat, tidak menyesal, mereka bahkan bermegah atas dosanya. Orang-orang ini akan berkata, "Tidak perlu lahir baru." Berbeda dengan jenis yang sebelumnya, mereka rindu untuk diubahkan. Jenis yang kedua ini, mereka justru bangga dengan kehidupannya yang penuh dosa. "Hmm, tahukah kamu sudah berapa gadis yang kutaklukkan?" Mereka mengira hal ini akan menunjukkan kejantanan mereka. Saya yakin orang-orang seperti ini kurang sukses jika bersaing dengan anjing dalam hal ini. Mereka memang pesaing yang berimbang. Apakah mereka malu dengan keadaannya? Tidak, mereka sangat bangga dengan watak yang menyerupai anjing itu. Mereka sangat bangga dengan watak yang menyerupai babi itu. Pada waktu saya berada di dalam kapal yang sedang dalam perjalanan dari Hong Kong menuju Eropa, saya berkenalan dengan seorang dokter di atas kapal itu, pengalaman ini sudah beberapa kali saya saksikan kepada beberapa orang dari antara anda. Dokter ini sangat bangga dengan dosa-dosanya. Dia benar-benar bermegah atas dosa-dosanya. Terdapat contoh lain dari watak yang sama. Inilah jenis orang yang dimaksudkan oleh Tuhan Yesus ketika berbicara tentang anjing dan babi; Ia sedang berbicara kepada para muridNya yang sudah bertobat. Mereka dulunya juga memiliki sifat seperti itu tapi mereka sudah bertobat. Mereka meratapi dosa-dosa mereka dan mereka telah diubahkan. Akan tetapi jenis yang satunya lagi justru bermegah di dalam dosa dan aib mereka, Tuhan Yesus berkata bahwa terhadap jenis yang seperti ini, jangan melemparkan mutiara ke arahnya, jangan beri dia barang yang kudus.
Mutiara - Gambaran
dari Kekudusan
1. Kemurnian dan
kesempurnaan
2. Buah dari
penderitaan
3. Diperoleh
dengan Pengorbanan yang besar Apa pelajaran yang dapat kita ambil berhubungan dengan masalah kekudusan? Dari sini kita dapat melihat besarnya ongkos pemuridan itu. Akan tetapi hal ini juga mengingatkan saya akan Tuhan Yesus yang telah mengambil dan memberikan kebenaran bagi kita, bukan saja Ia telah mempertaruhkan jiwanya akan tetapi Ia memang mengorbankan nyawanya untuk itu.
4. Berharga karena
Langka
Mutiara dan Barang
yang Kudus Merujuk kepada Injil
Jangan Memaksakan
Injil terhadap Orang yang tidak dapat Mengenali Nilainya Dengan demikian anda dapat melihat hubungan antara ayat ini dengan ayat selanjutnya dalam pengajaran Tuhan Yesus, yang akan kita bahas minggu depan. Di situ Tuhan Yesus berkata, "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu." Jika anda tidak meminta, maka anda tidak akan menerima. Ini adalah prinsip dari Allah. Inilah sebabnya mengapa Yakobus menulis dalam suratnya, "Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak meminta". Dan di sini kita melihat penerapan dari prinsip Allah, Ia tidak pernah mengambil injil serta menjejalkannya ke dalam kerongkongan kita, karena itu, Tuhan Yesus berkata, "Jangan kamu lakukan hal itu. Aku tidak memberi kamu wewenang untuk melakukan hal itu." Ia menunjukkan injil kepada anda. DisajikanNya injil di hadapan anda. Jika anda meminta, maka anda akan memperoleh injil itu. Mengabarkan injil adalah seperti menampilkan keselamatan di lemari pajangan, menampilkan mutiara untuk dilihat oleh orang. Jika anda menghendakinya, maka anda harus masuk ke dalam toko dan memintanya. Anda harus memperolehnya dengan iman anda. Allah tidak akan melemparkan injil kepada anda. Jika seorang pekerja Kristen bukan hanya mengambil, memamerkan dan, lebih dari itu, melemparkan injil ke hadapan orang lain, maka ia sudah menyalahgunakan injil. Bagaimana si pedagang menemukan mutiara yang tak ternilai itu? Tentunya ia sudah pernah menyaksikan mutiara itu di dalam suatu kesempatan. Jika ia tidak pernah melihatnya, maka ia tidak akan mendapatkannya. Tidak disebutkan bahwa ia menggali tanah untuk mendapatkannya. Mutiara itu terpajang di suatu tempat yang sempat ia lalui, ia menatap mutiara tersebut dan berkata, "Wah, mutiara ini sangat berharga." Lalu ia mengingininya, ia menawarnya. Ia membayar harga untuk memperoleh mutiara itu. Demikianlah, Tuhan Yesus memberi murid-muridNya suatu prinsip yang sangat penting di dalam mengabarkan injil. Ayat ini kurang dipahami oleh sangat banyak orang Kristen, akibatnya terjadi hal-hal yang sangat merugikan injil. Terlalu sering terjadi di mana orang Kristen mencoba untuk menjejalkan injil ke tenggorokan orang non-Kristen yang sebenarnya tidak mau menerimanya. Apa akibatnya? Orang-orang itu menjadi lebih sengit melawan injil. Berapa banyak dari antara kita yang pernah bersekolah di lembaga pendidikan milik gereja? Saya bersekolah di sebuah sekolah milik yayasan Katholik. Dan ketika saya lulus dari sana, dapat dikatakan bahwa saya justru menjadi orang yang sangat anti Kekristenan. Sekolah itu terus saja menjejalkan Kekristenan ke diri saya. Selama bertahun-tahun sesudah itu, saya malah tidak ingin lagi mendengar sedikitpun tentang Kekristenan. Saya jemu mendengar hal-hal keagamaan. Mengapa? Karena mereka berusaha untuk menjejalkan agama mereka ke dalam diri saya. Anda lihat, hal ini seharusnya tidak kita lakukan. Beritakanlah firman dengan ucapan dan kehidupan anda. Yang lebih penting adalah dengan kehidupan anda ketimbang dengan mulut anda. Tampilkanlah kekudusan Allah di dalam hidup anda. Anda adalah lemari pajangan bagi mutiara injil. Atau dengan kata lain, sebagaimana yang diucapkan oleh Paulus, anda adalah surat berisi injil yang membawa firman kepada setiap orang untuk dibaca, firman hidup. Dengan demikian setiap orang dapat melihat injil dan bagi yang menghendakinya, yang merindukan kekudusan, mengetahui nilai mutiara ini, mereka dapat datang kepada anda dan berkata, "Apa yang harus saya lakukan untuk dapat memiliki hal yang sama?" Jadi apapun yang anda lakukan, saudara-saudara, ingatlah akan prinsip ini. Jangan menjejalkan injil ke dalam kerongkongan orang lain. Injil sangat berharga. Jika anda melemparkannya kepada sembarang orang, maka mereka akan memandangnya tidak berharga. Anda sedang membuangnya ke sembarang arah. Di dalam gereja kami, sebagai contoh, kami tidak memberikan Alkitab sebagai hadiah, bahkan kepada mereka yang dibaptis. Watak manusia memang aneh, apa yang mereka dapatkan dengan mudah, akan mereka anggap tidak berharga. Apapun yang anda sebarkan kepada mereka, maka mereka akan berpikir, "Saya tidak harus berkorban untuk mendapatkan ini. barang ini tidak berharga." Jika anda memberikan Alkitab kepada seorang non-Kristen, ini bisa saja merupakan hal yang menyenangkan baginya. Memberi kutipan-kutipan ayat Alkitab juga bisa menjadi hal yang baik. Akan tetapi, apapun yang anda lakukan, janganlah memberi gratis tanpa sebab. Jika ia sangat menginginkan sebuah Alkitab untuk dirinya, anda dapat saja membelikan sebuah untuknya. Akan tetapi hal terbaik yang mestinya anda lakukan adalah membiarkannya untuk membeli sendiri sebuah Alkitab baginya, dan itu akan menjadi barang yang sangat berharga bagi dia. "Harga buku ini cukup mahal." Jadi ketika ada orang yang berlaku sembarangan terhadap Alkitab, ia akan berkata, "Hati-hati. Itu bukan barang gratisan." Watak manusia memang sangat aneh. Bukannya saya hendak mengatakan bahwa semua orang seperti itu, akan tetapi sebagian besar seperti itu.
Berpaling dari
mereka yang Menolak Injil adalah Tindakan yang Sesuai dengan Hikmat
Allah Tapi perhatikanlah mereka yang menerima sebagian saja, yang menerima secara terbatas, tidakkah mereka juga terputus dari harta tak ternilai yaitu injil Allah? Itu sebabnya mengapa sebagian orang menjalani kehidupan Kekristenan yang miskin secara rohani. Di dalam kerajaan Allah, akan ada orang Kristen yang sangat kaya dan yang sangat miskin. Akan ada orang Kristen yang memiliki setumpuk mutiara di dalam kerajaan Allah. Dan akan ada juga orang Kristen yang sekadar selamat masuk ke dalam kerajaan tanpa memperoleh apapun kecuali tubuhnya sendiri. Inilah gambaran yang diberikan oleh Paulus di dalam 1 Korintus 3, "Mereka selamat, tetapi seperti keluar dari api." Seperti orang yang selamat dari kebakaran. Mereka lolos tetapi tidak memiliki apa-apa lagi. Jika anda masuk ke dalam kerajaan Allah nanti, saudara-saudara, akan seperti apa keadaan anda nanti? Apakah anda akan menjadi orang Kristen yang tidak memiliki apa-apa lagi atau menjadi salah satu dari antara mereka yang memiliki kekayaan rohani yang besar? Di dalam kerajaan Allah, saudaraku, akan ada berbagai macam orang Kristen di sana, mulai dari yang paling miskin sampai yang paling kaya. Jika anda menimbun harta di bumi, apa yang akan anda dapatkan di dalam kerajaan? Jika anda membiarkan watak anjing dan babi mengendalikan atau mendominasi kehidupan Kekristenan anda, maka anda akan menjadi warga melarat dalam kerajaan. Anda menjadi gembel di dalam kehidupan sekarang dan nanti. Akan tetapi jika anda adalah orang yang mencintai kekudusan dan mampu mengenali nilai mutiara itu, anda akan menjadi orang Kristen dengan kehidupan yang berkelimpahan, kehidupan rohani yang kaya sekarang ini dan di dalam kerajaan Allah nanti. Itulah hikmat! Sudahkah anda mengumpulkan harta di surga? Apa gunanya memiliki kekayaan yang melimpah di bumi kalau pada saat anda mati nanti tidak ada satu sen pun yang dapat anda bawa ke sana. Anda harus meninggalkan semuanya itu, sobat. Dan pada hari itu anda akan menyadari sepenuhnya bahwa harta di surga sajalah yang masuk hitungan. Jadi, saudara-saudaraku, kita semua memiliki watak anjing dan babi secara alami. Dan karena itu, kita tidak boleh menyombongkan diri di hadapan para pendosa. Setiap kali anda melihat seorang pendosa, ingatlah bahwa anda juga seorang pendosa. Saya pun seorang pendosa yang telah diselamatkan oleh kasih karunia Allah. Tanpa kasih karunia Allah, maka saya akan sama persis dengan anjing dan babi. Tidak ada satu alasan pun yang dapat saya gunakan untuk bermegah di hadapan orang lain atau mahluk lain. Ketika saya melihat ada orang yang bermegah karena dosa-dosanya, hati saya menjadi sedih akan keadaan orang itu. Saya tidak menganggap diri saya lebih baik dan berbangga di atas orang tersebut. Alkitab memerintahkan saya untuk berpaling dari mereka, jika mereka menolak injil, dan itulah yang saya lakukan dengan sedih hati. Mungkin dengan berpalingnya saya justru membuat mereka malah datang kepada Kristus. Jadi jangan menganggap diri anda lebih bijak ketimbang Tuhan Yesus. Jangan berpikir bahwa anda lebih tahu bagaimana mengatasi situasi ketimbang Tuhan Yesus. Jangan berpikir bahwa anda lebih baik ketimbang Tuhan Yesus. Ketika seseorang menolak berita injil, walaupun sedih, anda harus dengan tegas berpaling darinya. Kenyataan bahwa anda telah berpaling darinya mungkin merupakan kesempatan terakhir baginya untuk bertobat karena tindakan kita mungkin saja mendadak menyadarkan dia dan ia akan berpikir, "Mungkin memang hal itu yang saya butuhkan." Seringkali sesuatu yang sudah ditawarkan dan tidak ditawarkan kembali, tiba-tiba menjadi sangat berharga. Pelajarilah hal ini dari pengalaman menangani anak-anak. Ketika anda memberikan makanan kepadanya, "Ini enak, ayo dimakan! Ayo ditelan." Semakin dirayu, mereka semakin menolak. Lalu anda berkata, "Kalau tidak mau, saya simpan saja." Dan mendadak ia berseru, "Saya mau! Jangan disimpan!" Jadi jangan mengira bahwa anda lebih pandai atau lebih baik daripada Yesus. Ini memang satu kesalahan besar yang banyak dilakukan oleh orang Kristen. Saya sudah sering melihat orang yang berpaling dan bertobat, yang pada awalnya tidak mau mendengarkan injil. Tetapi ketika saya berhenti membicarakan injil dengan mereka, mereka malah mulai mencari tahu lebih banyak lagi. Marilah kita hidup di dalam hikmat Allah. Sekarang anda dapat melihat hal yang tampaknya seperti sebuah pernyataan yang sederhana dari Tuhan Yesus, ternyata mengandung kekayaan makna sedalam itu. Kekayaan makna yang menjelaskan bagaimana kita dapat bertumbuh di dalam kehidupan Kristen kita jika kita sudah menyingkirkan watak anjing dan babi di dalam diri kita. Dan selanjutnya kita dapat memperoleh mutiara yang berharga itu. Dan kita juga mendapat pelajaran bagaimana membagikan mutiara kehidupan ini kepada orang lain. Biarkan hati anda terbuka untuk diselidiki oleh Allah untuk melihat apakah kita sudah diubahkan sepenuhnya, apakah kita sudah semakin dekat dan mendekat lagi kepada Allah setiap hari di dalam kekudusan. |
Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.
Khotbah di Bukit: - Melebihi Kebenaran Orang Farisi - Sumpah: Ya, Ya Atau Tidak, Tidak - Jangan Melakukan Kewajiban Agamamu Dihadapan Orang - Janganlah Kamu Mengumpulkan Harta di Bumi - Jangan Kamu Menghakimi, Supaya Kamu Tidak Dihakimi - Jangan Kamu Memberikan Barang Yang Kudus Kepada Anjing - Mintalah, Maka Akan Diberikan Kepadamu
|
|||||
|
Copyright 2003-2012. Semua materi di situs ini
adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries. |
|||||||