|
| Saran & Komentar | updated on 30 March 2012 |
|||||||
|
CahayaPengharapanMinistries Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan |
|||||||
|
|
|||||||
|
Mata Yang Baik Matius 6:22-23 - Khotbah oleh Pastor Eric Chang Mari kita lanjutkan eksposisi kita akan firman Tuhan di dalam Matius 6, dan juga Lukas 11, sebagai ayat perbandingan. Matius 6:22-23 berbunyi seperti berikut: "Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; tetapi jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu!" Mari kita baca juga ayat perbandingannya. Sangatlah penting untuk memperbandingkan ayat-ayat Alkitab tatkala mempelajari firman Tuhan. Kita baca Lukas 11:33-36, "Tidak seorangpun yang menyalakan pelita lalu meletakkannya di kolong rumah atau di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian, supaya semua yang masuk dapat melihat cahayanya. Matamu adalah lampu bagi tubuhmu. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu. Tapi jika matamu jahat, gelaplah tubuhmu, karena itu perhatikanlah supaya terang yang ada padamu jangan menjadi kegelapan. Jika seluruh tubuhmu terang dan tidak ada bagian gelap, maka seluruhnya akan terang, sama seperti apabila pelita menerangi engkau dengan cahayanya". Perumpamaan
Tentang Penglihatan Rohani Sebelumnya mari kita memahami kata 'mata' ini secara literal karena itulah maksudnya sebuah perumpamaan. Kita mulai dari yang biasa, lalu bergeser dari yang kecil sampai yang lebih besar untuk memahami ajaran rohani yang Tuhan Yesus ingin berikan kepada kita. Bukankah mata pelitanya tubuh? Jika kita memandang sekeliling sekarang, kita melihat cahaya di mana-mana. Segalanya terlihat baik-baik saja. Cahaya tersebut dibawa ke dalam tubuhmu. Yesus sekarang berbicara secara jasmani/fisik. Mata secara fisik, adalah pelita bagi tubuh, bukan pelita bagi akal (intelek) saya, bukan juga pelita bagi jiwa saya, tapi pelita bagi tubuh saya. Dan selama pelita itu bekerja dengan baik, kita mempunyai cahaya dalam tubuh kita. Coba tutup mata anda dan lihat apa yang terjadi. Di saat anda menutup mata anda, segalanya menjadi gelap. Seketika itu juga anda tiba-tiba berada dalam kegelapan. Lalu anda buka mata anda, dan semuanya menjadi terang kembali. Jadi di sini Yesus menggunakan suatu pengalaman umum untuk memberikan ajaran rohani yang penting kepada kita. Tetapi, sungguh mengherankan bagaimana pernyataan tersebut membuat susah banyak orang Kristen. Mereka tidak mampu mengartikan apa yang Yesus katakan. Tetapi Yesus mengatakan banyak hal yang penting kepada kita melalui pernyataan tersebut. Kita semua yang pernah bermain permainan anak-anak tahu dengan baik kalau anda menutup mata dengan kain, semuanya menjadi gelap. Anda tidak dapat melihat tujuan anda. Segera sesudah anda berada dalam kegelapan, anda menjadi tersesat, anda tidak dapat melihat. Lalu, segera anda merentangkan tangan anda dan meraba-raba. Bukannya kegelapan yang mengelilingi anda, tetapi anda sendiri yang mengalami kegelapan tersebut. Cahaya masih bersinar di sekitar anda, tapi anda tidak dapat melihatnya, karena mata anda tidak diperbolehkan untuk berfungsi. Begitu pula secara rohani, cahaya ada di sekeliling kita. Cahaya Tuhan bersinar atas kita. Tapi jika kita tidak melihatnya, alasannya bukan karena tidak ada cahaya. Alasannya karena ada yang kurang beres dengan mata rohani kita. Kita harus senantiasa memeriksa eksposisi kita dan kita temukan bahwa kata yang diterjemahkan 'baik' oleh LAI berarti 'tunggal'. Sangatlah penting bagi anda untuk memahami hal ini, karena itulah kata kunci untuk seluruh nats ini. Kata tersebut berarti 'tunggal'. Jika anda menyimak kamus bahasa Yunani, anda akan menemukan bahwa kata tersebut pada dasarnya tidak berarti 'baik', tetapi artinya 'tunggal', yaitu, anda punya pandangan tunggal. Tahukah anda kebalikan dari pandangan tunggal? Pandangan ganda atau pandangan kabur. Pandangan kabur tersebut dikarenakan mata yang tidak terfokus tajam. Anda tidak dapat melihat secara terfokus. Jika anda dapat melihat dengan tajam, maka mata anda sehat. Jika mata anda tidak dapat melihat sesuatu dalam lintasan yang tajam dan jelas, maka mata tersebut kabur. Penglihatan anda tidak lagi tajam. Makin memburuk keadaannya, makin kabur pula penglihatan anda, hingga anda tidak mampu melihat apapun. Mereka yang memakai kacamata, dapat membuktikannya dengan mudah. Lepaskan kacamata anda dan penglihatan anda tidak lagi tunggal. Apa gunanya lensa mata? Lensa mata membantu penglihatan anda menjadi tunggal, sehingga menjadi tajam dan terfokus. Kalau anda lepaskan kacamata, langsung penglihatan anda tidak tunggal lagi. Garis pandang menjadi kabur, dan ada juga yang tidak dapat melihat apa-apa sama sekali. Segalanya kelihatan kabur. Jadi Yesus bukan berbicara tentang mata yang 'baik' dalam pengertian 'sehat' secara umum - tetapi apa yang penting bagi mata adalah penglihatan yang tajam, atau tunggal. Yesus sengaja menggunakan kata "kegelapan" di sini karena kegelapan adalah lambang kebutaan dalam Alkitab. Anda dapat menemukan hal ini di Mazmur 69:23 atau Kisah Para Rasul 13:11. Dalam Kisah Para Rasul 13:11, seorang tukang sihir coba mencegah Paulus dari memberitakan Injil kepada Gubernur Siprus. Akan tetapi, Paulus menghadapinya dengan tegas dan kebutaan menimpa tukang sihir tersebut. Alkitab mengatakan bahwa "kegelapan" (perhatikan kata itu!) meliputinya. Orang itu harus merentangkan tangannya dan meraba-raba mencari seseorang untuk menuntunnya. Ia tidak dapat melihat lagi. Itu merupakan satu peringatan bagi orang-orang yang berusaha untuk mencegah penyebaran Injil dan melawan kekuatan Tuhan.
Tiga Cara Memahami Mata Di dalam Alkitab berkali-kali dikatakan bahwa mata rohani kita telah dibuka dan sekarang kita dapat melihat. Paulus ketika ditugaskan untuk memberitakan Injil, ditugaskan untuk membuka mata orang-orang buta. Bukannya membuka mata jasmani mereka, (itu akan ia lakukan dari waktu ke waktu juga), tetapi untuk memampukan mereka mengerti Firman Allah. Ingatlah juga ketika mengutip perkataan Yesaya, Tuhan Yesus mengumumkan bahwa pelayananNya adalah untuk membuka mata orang-orang buta. Ia tidak menunjuk pada mata jasmani, tapi menunjuk pada pengertian rohani. Begitu juga dalam Efesus 1:18, misalnya, kita membaca perkataan Paulus kepada jemaat di Efesus bahwa "Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah terkandung dalam panggilanNya". Mata hati anda telah dibuka. Inilah intinya. Banyak orang tidak memahami Injil, bukan karena mereka bodoh, tetapi karena mereka tidak mempunyai penglihatan rohani. Mereka buta secara rohani, maka mereka tidak mengerti perkara-perkara rohani. Itulah yang Yesus ingin katakan kepada kita, yaitu untuk mengerti mengapa beberapa orang dapat melihat, sedangkan beberapa orang tidak; mengapa seseorang dapat melihat keindahan dan kemuliaan Kristus, sedangkan seorang yang lain tidak dapat melihatnya. Orang tersebut tidak tahu apa yang begitu menggairahkan anda, karena ia tidak dapat melihat apa-apa. Saya kira kita mulai mengerti apa yang dimaksudkan Yesus. Mata yang bekerja dengan baik harus melihat dengan tajam. Tidak ada penglihatan yang terpecah. Tidak ada penglihatan yang kabur. Tetapi secara rohani, apakah artinya semua ini? Kita temukan bahwa kata 'tunggal' itu digunakan dalam Perjanjian Lama untuk menunjuk kepada kesatuan hati. Ini sangatlah penting. Namun ada satu hal lagi saya ingin anda mengerti, yaitu sebagaimana mata bagi tubuh, demikian jugalah roh manusia bagi jiwanya. Ini dapat ditemukan dalam Amsal 20:27, yang berbunyi "Roh manusia adalah pelita Tuhan". Itulah kunci untuk memahami bagian dari ajaran Tuhan ini. Sebagaimana mata bagi tubuh, demikian pula roh manusia bagi jiwanya. Sebagaimana mata berguna bagi tubuh, demikian pula akal (intelek) manusia berguna bagi kemampuannya dalam mengerti sesuatu. Adalah penting untuk memahami bahwa Yesus tidak berbicara mengenai pengertian intelektual. Ia berbicara tentang pengertian rohani. Keduanya sangatlah berbeda. Anda hanya dapat melihat hal-hal rohani dengan roh anda, sama halnya dengan mata jasmani anda hanya dapat melihat hal-hal jasmani. Akal (Intelek) anda melihat hal-hal intelektual dan roh anda melihat hal-hal rohani. Masing-masing punya fungsi tersendiri. Saya tidak dapat menggunakan mata saya untuk melihat hal-hal intelektual maupun kebenaran rohani dari Tuhan. Anda pun tidak dapat menggunakan mata intelek anda jika anda buta terhadap hal-hal jasmani. Akal anda adalah mata untuk melihat kebenaran intelektual. Anda tidak dapat sembarangan menukarnya dan berkata, "mata saya tidak berfungsi dengan baik, saya rabun jauh, jadi saya akan menggunakan mata intelektual saya untuk melihat". Gampang sekali jadinya jikalau anda dapat melakukannya, jikalau anda mampu menukar fungsi mata tersebut. Masing-masing mata punya fungsi sendiri-sendiri. Anda mungkin sudah punya penglihatan jasmani, dan juga penglihatan intelektual, tapi mungkin anda tidak punya penglihatan rohani, dan inilah yang Tuhan Yesus bicarakan. Anda mungkin orang terpandai di dunia, tetapi secara rohani anda bisa jadi sama butanya dengan kelelawar. Apakah anda sadar akan hal itu? Anda mungkin punya penglihatan jasmani yang bagus, tetapi anda terlalu bodoh sehingga tidak dapat mengerti kebenaran intelektual sama sekali karena pikiran anda tidak mampu menangani kebenaran intelektual tersebut. Atau mungkin seorang yang lain parah rabun-jauhnya, namun ia mampu mengerti kebenaran intelektual, karena pikirannya tajam. Mata pikirannya sangat tajam. Semua ini haruslah anda mengerti untuk menangkap ajaran Tuhan supaya anda mengerti apa yang Tuhan Yesus katakan kepada kita dengan jelas.
Kemampuan Untuk Fokus Terhadap
Hal-Hal Rohani Jadi penglihatan tunggal tentunya adalah lawan dari penglihatan yang terbagi. Pandangan tunggal tidak menyilang atau juling. Mata menyilang adalah kalau kedua mata melihat ke tengah-tengah dan juling adalah kalau kedua mata melihat ke samping. Beberapa orang punya masalah ini dan kita janganlah mentertawakan atau mengolok-olok mereka. Mereka adalah orang-orang yang malang. Saya tahu bahwa kelainan ini dapat diatasi dan kita merasa senang karena kelainan tersebut dapat dibetulkan melalui operasi. Masalahnya kalau persoalan ini tidak dibetulkan, maka mata yang satu melihat ke arah ini, sedangkan yang satunya lagi ke arah sana. Kita tak tahu kalau mereka melihat ke arah kita atau tidak, bingung jadinya! Saya sering bertanya-tanya saat Tuhan melihat kita, apakah Ia tahu kita melihat ke arahNya atau tidak, karena mata kita yang satu melihatNya, sedangkan mata yang lain melihat ke arah dunia. Dalam situasi seperti ini, apa yang anda alami? Anda mengalami penglihatan ganda rohani! Saya jamin tidak ada orang Kristen yang satu matanya melihat Tuhan, sedangkan mata yang satu lagi melihat dunia, dapat melihat hal-hal rohani secara jelas. Tidak mungkin anda dapat melihat dengan jelas seperti ini. Hanya jika seluruh perhatian anda terpusat pada Tuhan, maka pandangan anda menjadi tunggal. Hanya jika saya tidak melihat hal-hal yang lain selain Yesus, saya dapat melihat kebenaran rohani. Tanyailah diri anda sekarang, seperti apakah penglihatan anda sekarang? Apakah pandangan anda terpusat pada Yesus? Ataukah terpusat sedikit pada Yesus dan sedikit di sana-sini, sehingga anda tidak dapat melihat apa-apa? Penglihatan anda kabur atau bingung dan itu merupakan suatu masalah bagi banyak orang Kristen. Jadi rahasia pertama tentang penglihatan rohani adalah bahwa anda harus fokus seutuhnya pada Tuhan jika anda ingin melihat dengan jelas dalam kehidupan rohani anda. Jika anda ingin melihat kemuliaan Kristus, maka janganlah mendua hati. Orang yang mendua hati tidak dapat melihat apapun dengan jelas. Lebih ngeri dari itu: ketika anda berdoa, Tuhan tidak akan menjawab. Saya mengatakan hal ini atas wewenang dari Alkitab, bukan wewenang saya sendiri. Ketika anda berdoa dengan penglihatan yang terbagi-bagi, Tuhan tidak akan menjawab. Ini dapat kita baca dalam Yakobus 1:8 di mana Yakobus berkata, "orang yang mendua hati janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatu dari Tuhan". Jika orang itu berdoa, takkan ada jawaban dari Tuhan, karena dia terombang-ambing dalam semua jalan hidupnya. Hanya orang yang berpikiran tetap, orang yang sepenuhnya taat akan Tuhanlah yang doanya dijawab. Tetapi orang yang mendua hati tidak akan menerima apa-apa. Tuhan tidak mau mendengarkan orang macam ini. Jika doa anda tak terkabulkan, sebaiknya anda menanyai diri anda: Apakah anda taat sepenuhnya pada Tuhan? Apakah pandangan anda terfokus pada Dia? Ataukah anda masih mencoba main-main, melayani dua Tuan, dimana satu kaki berada di Kerajaan Allah, sedangkan kaki yang satu lagi di dunia? Anda tak boleh berbuat semacam itu. Tuhan tidak menerima orang seperti itu. Saya sudah sering kali memperingatkan orang di dalam pertemuan, konferensi, dimanapun juga bahwa hanya ada satu jenis orang Kristen yang diterima oleh Tuhan, yaitu orang Kristen total - seorang yang berkomitmen total pada Allah. Orang yang terbagi hatinya tidak akan diterima oleh Allah. Jika dia berdoa, Tuhan tidak mendengarkan. Apa gunanya jadi orang Kristen jika Allah tidak berbicara dan mendengarkan kita?
Karakter Yang Rumit Mempengaruhi
Penglihatan Rohani Ini ada kaitannya dengan karakter kita, yaitu tidak rumit. Orang Kristen yang taat bukanlah orang yang rumit. Ia adalah orang yang terus terang. Segala-galanya jelas bagi dia. Orang seperti ini, pendiriannya sangat jelas. Tetapi orang Kristen yang mendua hati sangat rumit. Anda tidak tahu apa pendiriannya. Orang tersebut terlalu campur aduk pikirannya. Saya mohon kepada setiap orang Kristen agar belajar untuk tidak menjadi orang yang rumit. Tahukah anda bahwa hampir mustahil bagi dua orang yang rumit untuk menjalin persahabatan? Kadang-kadang susah sekali mengerti saudara-saudara kita terutama yang berasal dari Hong Kong. Mereka sangat rumit. Saya harap mereka bisa lebih sederhana seperti saya. Saya orangnya sederhana. Pikiran yang rumit tidak saya mengerti. Mereka mengucapkan sesuatu yang tidak mereka maksudkan. Anda pikir mereka memaksudkannya lalu anda berpegang pada kata-kata mereka dan mereka jadi tersinggung. "Hei, apa salahku?" Mereka mengatakan sesuatu dan anda berpegang pada kata-kata mereka dan ternyata mereka tidak memaksudkannya. Misalnya, jika anda ingin lebih banyak nasi, janganlah berpura-pura dan berkata, "Tidak, tidak, aku tak mau lebih banyak nasi". Namun demi kesopanan kita berkata, "Tidak, tidak, aku tidak mau lagi." "Makanlah sedikit lagi" "Baiklah, baiklah, sedikit lagi." Mengapa tidak katakan saja, "Tentu saja! Bagus! Bagus! Aku suka nasi ini!" Biar kami tahu apa pendirian anda. Pada akhirnya, anda tidak tahu apakah orang itu semata-mata ingin tampak sopan. Apakah ia memaksudkan kata-katanya? Saya tidak tahu berapa kali saya telah mencoba untuk mengetahui apakah perkataan yang diucapkan seseorang itu ikhlas atau tidak. Marilah kita menjadi orang yang lebih simpel. Sebagai orang Kristen, kita harus jujur satu dengan sama lain. Kita tidak perlu bermain "catur" satu sama lain, bermain siasat, "Apa saya telah membuat langkah yang benar? Apa maksud dia? Apa yang dinyatakan secara tidak langsung dengan pernyataan tersebut?" Ah! Begitu rumit sekali. Beberapa orang tampaknya dibesarkan seperti itu. Mereka telah menjadi "ahli-ahli catur". Saya yakin mereka dapat mengalahkan saya dalam permainan catur kapan pun. Ketika anda mengucapkan sesuatu, mereka akan berkata, "Apa sih dibalik pernyataan itu?" walaupun saya tidak bermaksud apa-apa. Namun mereka yakin ada sesuatu di balik kalimat yang anda ucapkan, "Tidak ada orang berbicara dengan begitu sederhana, pasti ada sesuatu di balik pernyataan itu." Mereka tidak dapat bayangkan kalau anda dapat mengatakan sesuatu yang tidak mengandungi maksud lain di baliknya. Inilah yang membuat persahabatan dengan orang seperti ini mustahil. Saya benar-benar tidak mengerti beberapa orang. Saya putus asa karena saya tidak dapat memahami mereka. Mereka mengatakan sesuatu namun ternyata mereka tidak memaksudkannya. Ya ampun! Di gereja kita harus belajar bahwa orang yang rohani adalah orang tidak rumit. Katakan saja apa yang anda maksudkan, dan katakannya dengan kasih, agar kita semua tahu apa pendirian masing-masing. Begitulah sifatnya seorang yang rohani. Bukankah baik karena kita dapat datang kepada Tuhan Yesus tanpa perlu "bermain catur" denganNya? Bayangkan kalau kita perlu "bermain catur" dengan Yesus, saya tidak tahu bagaimana saya bisa menang. Kita pasti akan selalu kalah dan Ia pasti akan menang terus. Betapa senangnya kita, karena kita bisa datang kepada Tuhan Yesus dan kita tidak perlu menerka-nerka apa Ia punya maksud lain kalau Ia mengucapkan sesuatu. Hubungan anda dengan Dia bisa terus terang, jujur dan penuh kasih. Jadi mari kita waspada terhadap karakter yang rumit ini.
Kemurahan Hati Dengan Kekayaan Anda akan mendapati orang-orang saleh pada umumnya sangat murah hatinya. Kadang-kadang begitu murah hati sehingga kita mengalami masalah. Setiap kali saya keluar dengan saudara saya, William atau Pendeta Yu, saya selalu merasa risih. Di setiap toko, kami seperti orang-orang gila karena kami selalu berebut-rebut untuk membayar. Hal ini terjadi bukannya karena adat sopan santun orang Cina. Saya tidak mau ia membayar karena saya tahu ia hanya punya sedikit uang. Sebaliknya, ia menganggap keperluan saya lebih besar dari keperluannya, karena itu ia tidak mau saya membayar. Makanya kami tidak habis-habisnya berebut-rebut di sana. Kadang-kadang ia memakai tipu muslihat, supaya ia yang dapat bayar. Suatu hari ia pergi ke warung makan dengan saya. Saya berkata, "kamu tidak akan bayar, kan?" Secara mengejutkan dan dengan polosnya ia berkata, "Ok! Ok!" sambil memberikan dompetnya kepada saya. Saya pikir, "Ini lucu, aneh sekali!" Jadi saya masukkan dompetnya ke dalam saku celana saya. Saya pikir kali ini saya merasa sedikit lega. Tetapi sesampainya di kasir apa yang terjadi? Ternyata ia sudah bayar. Anda tahu apa yang dia lakukan? Ia mengambil uangnya dari dompet, menaruhnya ke dalam saku celananya, lalu memberikan dompet yang kosong itu kepada saya. Sungguh suatu usaha agar ia yang membayar. Dan saya perhatikan bahwa manusia Allah selalu seperti itu, bukan karena mereka mau pamer, tetapi karena mereka ingin merasakan sukacita dalam membantu orang lain. Anda menjadi murah hati, kalau mata anda terpusat kepada Allah. Ini bukan berarti anda perlu memberi kepada orang yang sudah kaya. Kita tidak usah bermurah hati kepada orang kaya, karena mereka sudah punya lebih dari cukup. Mengapa menyusahkan diri untuk memberi kepada mereka? Kepada orang miskinlah kita perlu bermurah hati. Kita tidak perlu mengesankan orang kaya dengan kemurahan kita. Mereka boleh saja menganggap kita pelit, tidak apa-apa. Mereka sudah punya lebih dari cukup, tapi orang yang perlu kita bantu adalah orang miskin. Jika anda memberi sesuatu kepada orang yang berada, barangkali mereka akan berkata, "apa ini?" Tetapi jika anda memberikan benda yang sama kepada orang miskin, wow, mereka menganggapnya begitu berharga. Jadi kenapa tidak berikan saja kepada orang miskin? Biarkan orang kaya membantu diri mereka sendiri. Itulah prinsip saya. Dan karena mata kita tertuju kepada Allah, maka penglihatan kita menjadi jelas. Perhatikan ini: karakter anda menjadi tulus, tidak rumit, mudah dimengerti, tidak saling memperdaya, tidak mempergunakan teknik psikologis untuk saling menguasai. Saya diberitahu bahwa kesenian diplomasi adalah mempengaruhi orang agar mau melakukan apa yang kita mau dan membuat mereka menyukainya. Mereka pikir mereka melakukan apa yang mereka ingin lakukan, tetapi pada kenyataannya, mereka melakukan apa yang kita ingin mereka lakukan. Saya diberitahu bahwa itulah puncaknya kesenian psikologi jika diterapkan secara praktis. Kita bisa saja berbuat seperti itu, kita susun tipu daya untuk membuat orang mau melakukan apa yang kita mau dan membuat mereka percaya bahwa itulah yang ingin mereka lakukan. Oh! Begitu cerdik, namun di mata Tuhan, itu suatu kebodohan! Kita harus belajar untuk memfokuskan mata kita kepada Tuhan, supaya karakter kita menjadi sederhana dan kemudian kita menjadi murah hati dengan benda-benda duniawi, karena kita sekarang sudah mengenal Allah. Ketika kita baca Mazmur 23, "Tuhan adalah gembalaku, tidak akan kekurangan aku", apakah anda mempercayainya atau tidak? Saya penasaran apa ada orang Kristen yang memakai kalimat yang tidak mereka percayai? Itulah yang disebut orang Kristen yang rumit. Itulah penglihatan terbagi, yaitu menggunakan kata-kata tanpa memaksudkannya. Jika anda percaya kalimat tadi, katakanlah, kalau tidak, ya tidak usah dikatakan. "Aku tidak akan kekurangan," baik jasmani maupun rohani, kita dapat melihat betapa benarnya hal tersebut.
Hidup Dalam Penyerahan Penuh Kepada
Tuhan Tetapi saya tidak berniat untuk mengabdi kepada dunia. Anda juga tentukan pilihan anda. Mengapa menjalani tahun-tahun ke depan dalam kebingungan rohani? Apa gunanya? Anda tidak tenang, dan tidak ada sukacita. Mengapa susah-susah menyebut diri anda orang Kristen? Apa yang anda capai? Apa yang anda lakukan dalam doa? Tidak ada gunanya. Segala-galanya atau tidak sama sekali. "Jika seluruh tubuhmu terang dan tidak ada bagian yang gelap", inilah yang disebut orang Kristen. Tidak ada bagian yang gelap karena terang dari Allah bersinar sepenuhnya atas kita. Kita seharusnya seperti itu! Itulah kehidupan yang harus kita jalani. Apabila kita dipenuhi dengan terang, kita akan menjadi terang. Yesus berkata: "Kamu adalah terang dunia". Bagaimana kita menjadi terang? Kita menjadi terang saat kita dipenuhi dengan terang. Tidak ada bagian dari kita yang gelap. Mengapa ada banyak orang Kristen yang tidak dapat memberi kesaksian? Mereka pikir bersaksi berarti mencari orang lalu berbicara kepada mereka. Kita seharusnya bersaksi melalui kehidupan kita. Bagaimana kita bersaksi melalui kehidupan kita? Kita bersaksi melalui kehidupan apabila seluruh tubuh kita dipenuhi dengan terang Allah. Jadi perhatikan hal ini baik-baik. Apakah anda dipenuhi dengan terang? Tanyalah diri anda dengan jujur. Atau masih ada bagian yang dipenuhi oleh kegelapan? Adakah bagian yang masih dipenuhi dosa? Adakah bagian yang penuh dengan kebingungan rohani? Adakah bagian yang tidak dimiliki Tuhan? Biarkan saya mengatakannya sekali lagi: Tuhan tidak akan menerima anda seperti ini. Allah hanya menerima orang yang total, yang sepenuhnya menyerahkan dirinya kepadaNya. Saya ingin mengatakan sekali lagi bahwa menyerahkan diri kita sepenuhnya kepada Allah, bukan berarti anda harus bekerja full-time untuk melayani Allah. Kita akan berbicara tentang pelayanan full-time lain kali setelah anda belajar dulu untuk mempersembahkan dirimu sepenuhnya kepada Allah baik itu di sekolah, di tempat kerja, di universitas, atau dimana saja. Menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah bukan bermaksud kita harus hidup terasing. Orang yang rohani tidaklah terpisah dari kehidupan sehari-hari dan dari kenyataan yang ada. Tidak! Saya mengikuti berita setiap hari. Saya mengamati segala yang terjadi di dunia karena orang yang rohani tidak berkhayal dalam dunia asing. Ia berada di dunia ini, bukan di dunia akan datang, untuk berfungsi sebagai terang bagi dunia ini. Ia berada di sini untuk melakukan suatu pekerjaan bagi Allah. Kita tidak dapat melakukan tugas tersebut kalau kita tidak tahu apa yang terjadi di dunia ini. Saya terkejut waktu mengetahui beberapa orang Kristen yang tidak mendengar berita, mereka tidak pernah membaca surat kabar, mereka sama sekali tidak tahu apa yang terjadi di dunia ini. Kita tidak boleh hidup seperti itu di dunia ini. Setiap orang Kristen hidup dalam dunia yang nyata. Kita harus berfungsi sebagai terang di sini dan pada masa kini. Itulah tugas kita. Bagaimana kita dapat berfungsi sebagai terang? Itu terjadi apabila kita dipenuhi dengan terang, yaitu saat terang Allah mengalir ke dalam hati kita karena kita memusatkan perhatian kepadaNya. Inilah rahasia penglihatan rohani.
Dosa Menyebabkan Kebutaan Rohani Yesus juga memberikan satu peringatan yang terakhir, yang sudah saya sebutkan sebelumnya, yaitu, "Jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu". Begitu pula Lukas berkata, "Karena itu perhatikanlah supaya terang yang ada padamu jangan menjadi kegelapan." "Perhatikanlah!" berarti anda harus melakukan sesuatu. Dalam Lukas 11:35 Yesus berkata, "Berhati-hatilah! Aku tidak menjamin kalau terangmu akan selalu tetap terang. Kamu harus berhati-hati!" Mengapa? Karena mata kita bisa saja berpaling lagi ke tempat lain. Hati kita mungkin mulai mendua lagi. Mungkin mata kita pernah suatu ketika berfokus pada Tuhan, seperti murid-murid Yesus, tapi dunia menyeret dan menggoda kita, sehingga perhatian kita berpaling dari Dia lagi. Saudara-saudara, saya mohon kepada anda, jaga mata anda agar tetap terfokus pada Tuhan. Hati-hatilah karena dunia suka mempesonakan anda. Anda berkata, "Apa yang begitu berkilau itu tadi?" Lalu anda berbalik dan melihatnya, maka dunia sudah mendapatkan anda dan menguasai perhatian anda. Dunia ini penuh dengan hal-hal yang mempesonakan dan benda-benda kilau-kemilau yang sangat menarik. Anak-anak, kita dapat mengalihkan pandangan mereka dengan mudah. Ambil saja satu benda kecil yang mempesonakan, dan matanya langsung menempel pada benda itu. Kalau anda menggerakkan benda itu ke sini, matanya bergerak ke sini juga. Anda menggerakkannya ke sana, ia bergerak ke sana juga. Saya melihat banyak orang Kristen ditangkap dunia dengan cara yang sama. Dunia mempamerkan beberapa benda di hadapan mereka, langsung mereka jadi terlena. "Perhatikanlah supaya terang yang ada padamu jangan menjadi kegelapan". Kalau tidak penglihatan sehat yang Allah berikan itu akan merosot lagi karena dosa. Jangan menganggap enteng hal ini!
Jangan Biarkan Siapapun Alihkan
Perhatian Kita Dari Allah Saya menceritakan kepada seseorang beberapa waktu yang lalu tentang seorang saudara yang hendak melayani Tuhan. Ia menikahi seorang gadis. Ia mengatakan kepada gadis itu bahwa ia mau melayani Tuhan dan ia menyetujuinya pada waktu itu. Sesudah saudara ini lulus dari pelatihan yang ia jalani dan sudah siap untuk melayani Tuhan, istrinya malah berubah pikiran. Saudara ini mengasihi istrinya, tetapi ia juga mengasihi Tuhan. Apa yang harus ia lakukan? Ia tidak tahu harus berbuat apa. Ia menjadi bingung dan terbagi dua. Penglihatannya terbagi dua. Ia memandang istrinya, tetapi ia juga memandang Tuhan. Ia mencintai istrinya, tapi ia mencintai Tuhan juga. Dia terperangkap di tengah-tengah. Apa yang harus ia lakukan? Saudara yang malang ini seperti kapal karam, hancur secara rohani. Nah, apa yang akan saya lakukan? Saya akan mengatakan dengan terus terang. Tidak kira seberapa saya sayang kepada seseorang, kalau ia menjadi penghalang antara saya dengan Tuhan, maka malang bagi dia. Jika seseorang membujuk saya untuk tidak mengikuti Tuhan, maka malang sekali bagi dia. Saya tidak mau persahabatan semacam itu. Jika ada orang yang berusaha mengalihkan perhatian saya dari Tuhan, seberapa menariknya orang tersebut, orang itu harus pergi. Tuhan adalah segalanya bagi saya. Ialah yang mati bagi saya. Tidak ada orang lain yang mengasihi saya seperti Tuhan. Saya tidak akan mau dibohongi dan membiarkan seseorang yang lain mengambil kasih saya dari Tuhan. Tetapi selama seseorang tidak menghalangi jalan saya dengan Tuhan, saya akan mengasihi orang itu sebagaimana Tuhan ingin saya mengasihi. Saya akan mengasihi orang itu dengan kasih yang tidak pernah diberi oleh orang lain di dunia ini. Tetapi Tuhan akan selalu menjadi penglihatan dan terang saya. Kiranya Tuhan berbicara kepada hati kita masing-masing dan memberi kita penglihatan rohani, sehingga mata kita menjadi tunggal, supaya karakter kita menjadi tidak rumit, supaya kita menjadi murah hati terhadap orang-orang yang memerlukan dan kepada gereja secara keseluruhan dan supaya kita dapat sepenuhnya menyerahkan hidup kita kepada Tuhan. Mari kita berdoa! |
Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.
Khotbah di Bukit: - Melebihi Kebenaran Orang Farisi - Sumpah: Ya, Ya Atau Tidak, Tidak - Jangan Melakukan Kewajiban Agamamu Dihadapan Orang - Janganlah Kamu Mengumpulkan Harta di Bumi - Jangan Kamu Menghakimi, Supaya Kamu Tidak Dihakimi - Jangan Kamu Memberikan Barang Yang Kudus Kepada Anjing - Mintalah, Maka Akan Diberikan Kepadamu
|
|||||
|
Copyright 2003-2012. Semua materi di situs ini
adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries. |
|||||||