|
| Saran & Komentar | updated on 30 March 2012 |
|||||||
|
CahayaPengharapanMinistries Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan |
|||||||
|
|
|||||||
|
Janganlah Kamu Mengumpulkan Harta di Bumi Matius 6:19-21 - Khotbah oleh Pastor Eric Chang Kita melanjutkan pelajaran kita tentang Firman Allah, di dalam Matius 6:19-21. "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di surga; di surga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada." Kita akan menelaah beberapa hal yang sangat penting yang disampaikan oleh Tuhan Yesus kepada kita. Dan saatnya bertepatan dengan Natal, di mana kita sudah semakin terbiasa dengan segala macam tawaran barang belanjaan untuk hari Natal. Semuanya ada tersedia. Pusat-pusat perbelanjaan dan toko-toko menjerit ke arah kita dari segala sudut, meneriakkan potongan harga yang mereka tawarkan. Segala macam barang belanjaan menggoda uang kita untuk keluar dari dompet. Setelah berakhirnya semua itu, tidak banyak lagi yang tersisa dari kita. Setidaknya bukan dalam bentuk uang. Mungkin dalam bentuk barang-barang yang sebenarnya tidak kita perlukan, yang masih akan ada sampai Natal tahun depan.
Tuhan Memberikan Tantangan Bagi Iman Kita Alasan mengapa kita mengumpulkan harta, uang dan kekayaan adalah demi kepentingan keamanan. Saya dapat langsung mengatakan satu hal kepada Anda: setiap orang yang ingin melayani Allah, namun menguatirkan masa depannya, tidak berguna sama sekali bagi Allah karena iman Anda tidak mampu menghadapi tantangan ini. Anda tidak berguna bagi Allah. Pekerjaan melayani Allah boleh Anda lupakan karena orang-orang seperti itu tidak berguna bagi pekerjaan Allah. Di dalam ayat ini, Tuhan Yesus menghadapkan satu tantangan besar bagi iman kita. Dan nanti Anda akan melihat apa yang dimaksudkan oleh Tuhan Yesus. Kita akan membagi pembahasan ini ke dalam beberapa pokok penting.
1. Harta Dunia Bersifat Sementara Ia rawan kehilangan karena maling atau pun perampok selalu menunggu kesempatan untuk menyambar seperti elang. Tahun lalu, segera sesudah saya meninggalkan Inggris, saya membaca satu berita besar di koran tentang sekelompok perampok yang sangat ahli yang menyusup masuk ke dalam ruang penyimpanan barang berharga milik American Express di London. Ruang bawah tanah itu dilengkapi dengan berbagai peralatan keamanan elektronik. Sekarang ini banyak sekali penjahat yang ahli dalam bidang elektronik. Anda memanfaatkan penjaga elektronik untuk melindungi harta Anda, dan mereka punya pendobrak elektronik untuk mencuri barang Anda. Di dalam peperangan akal ini, seringkali pihak penjahat yang menang. Para penjahat yang disebutkan di dalam koran tersebut menyewa sebuah tempat tinggal yang bersebelahan dengan gedung American Express. Memang tidak ada hukum yang melarang mereka untuk tinggal bertetangga dengan American Express. Dari sana mereka bergerak ke bawah langsung menuju ke ruang penyimpanan milik American Express. Mereka melumpuhkan semua peralatan elektronik di sana. Sesudah beraksi, mereka segera pergi tanpa ada yang tahu berapa juta dolar nilai barang yang mereka curi. Hal ini disebabkan karena apa pun yang disimpan di dalam kotak-kotak di ruang tersebut hanya diketahui oleh pemiliknya, pihak bank sekali pun tidak mengetahui apa isi simpanan nasabahnya. Yang kita ketahui hanya sebatas jumlah yang diperoleh para wartawan dari mereka yang bersedia menyebutkan barang-barangnya yang hilang. Kebanyakan tidak bersedia memberitahu karena mereka tidak ingin dikejar-kejar oleh petugas pajak. Seorang wanita menjelaskan bahwa ia telah kehilangan barang senilai seperempat juta poundsterling berupa intan, perhiasan, emas, dan barang lainnya lagi yang disimpannya di sana. Seperempat juta pound, pada saat itu bernilai lebih dari setengah juta dolar. Semua simpanan dan kekayaannya ditaruh di tempat yang dianggapnya paling aman, jauh di bawah tanah. Sekali pun ada bom yang jatuh di sana, ruangan itu tidak akan terbuka. Tapi pencuri mampu untuk membukanya. Tepat seperti yang dikatakan oleh ayat yang kita bahas saat ini. Mereka menggali lubang dan masuk ke dalam, lalu melarikan semua yang berharga dari sana. Sampai saat ini, sejauh yang saya tahu, para penjahat itu masih belum tertangkap. Saat itu, si wartawan mengajukan satu pertanyaan yang bagus, "Apakah barang berharga Anda itu diasuransikan?" Tentu saja, dalam kebanyakan kasus, barang-barang itu tidak diasuransikan karena mereka pikir ruang penyimpanan tersebut sangat aman. Tidak ada maling yang dapat masuk ke sana. Dan pihak maling membuktikan yang sebaliknya. Jadi ingatlah selalu bahwa segala kekayaan di dunia ini sangat rawan pencurian dan dapat rusak. Baik oleh karena kemalingan atau pun kerusakan, Anda akan kehilangan kekayaan Anda. Jika Anda tidak kehilangannya karena salah satu dari dua cara ini, maka ketika Anda mati Anda akan meninggalkan semua itu, sebagaimana yang tertulis di dalam Alkitab, "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya." Tidak ada yang bisa dibawa.
2. Hatimu Selalu Berada Bersama
Dengan Hartamu Pokok kedua yang dapat kita lihat adalah, Yesus berkata, "Di mana hartamu berada, di situ pula hatimu berada." Jika harta Anda berada di dalam tongkat bambu, maka hati Anda pun ikut berada di dalam tongkat itu setiap saat. Anda akan tidur dan berjalan bersama tongkat itu; bermimpi tentang tongkat itu; sepanjang hari Anda harus berada di sisi tongkat itu. Ah, benar-benar tongkat yang menyusahkan pada akhirnya. Begitu pula halnya jika Anda menaruh harta Anda di ruang bawah tanah, maka hati Anda ikut berada di bawah tanah. Mungkin lebih baik membuat ruang penyimpanan di atas gedung, setidaknya pikiran Anda mengarah ke atas dan bukannya ke bawah. Mungkin peletakan di atas atau di bawah memiliki pengaruh bagi Anda. Tapi yang jelas, tampaknya lebih aman jika penyimpanan itu letaknya di bawah ketimbang di atas tanah.
3. Tidak Dapat Melayani Dua Tuan 4. Berikan Apa
Yang Tidak Kita Butuhkan Di sini kita mulai melihat tantangan iman. Iman melibatkan ketaatan kepada Allah dan perintahNya bagi kita adalah untuk saling mengasihi. Mudah untuk mengatakan, "Aku mengasihi saudara-saudara seiman." Kita mengira bahwa mengasihi itu berarti memberi senyum dan berjabat tangan. Itu sudah berarti mengasihi. Akan tetapi Alkitab memberitahu kita bahwa itu bukanlah mengasihi. Seorang non-Kristen juga tersenyum dan menjabat tangan Anda. Mengasihi saudara berarti Anda memperhatikan kebutuhannya. Maka berkatalah Tuhan Yesus di dalam Lukas 18:22, kataNya, "Jadi kamu ingin beroleh harta di surga? Aku beritahu kamu bagaimana cara mendapatkannya. Bawalah yang lebih dari milikmu dan bantulah mereka yang kekurangan di antara saudara-saudara seimanmu. Jika saudara-saudara seimanmu tidak berkekurangan, jika tidak ada lagi orang di gereja yang kekurangan, maka salurkanlah bantuanmu kepada orang non-Kristen di luar. Mereka juga banyak yang kekurangan. Mereka juga layak menerima bantuanmu." Kita tidak sekadar mengasihi saudara seiman saja, kita mengasihi setiap orang yang kekurangan, termasuk musuh kita. Itulah yang diajarkan oleh Alkitab. Itulah cara mendapatkan harta di surga. Dapatkah Anda melihat apa yang saya maksudkan sebagai ujian iman? Ketika Tuhan Yesus menguji iman kita, Ia berkata, "Kamu pikir sangat mudah mentaati pengajaranKu? Kamu pikir perkara mendapatkan harta di surga itu gampang? Aku beritahu kamu sekarang, inilah yang Aku tuntut dari kamu. Aku akan melihat apakah kamu benar-benar memiliki iman atau tidak, apakah kamu siap untuk mentaati firmanKu atau tidak." Jadi, Yesus menguji iman kita. Ia menempatkan iman kita dalam saringan. Anda pikir masuk ke surga itu mudah, mendapatkan hidup yang kekal itu perkara gampang, diselamatkan itu masalah kecil, menjadi murid Yesus itu gampang, semudah mengucapkan aku percaya kepada Yesus? Tidak begitu, Yesus tidak begitu dangkal. Banyak orang Kristen yang dangkal, para pengajar pun banyak yang begitu, tetapi Yesus tidak pernah dangkal. Kita boleh berterima kasih kepada Allah akan hal itu. Ia memandang ke arah kita dan berkata, "Kamu berkata bahwa kamu beriman kepadaKu? Baik, pergilah, kasihilah sesamamu manusia." Anda menyahut, "bagaimana melakukannya?" Jawab Yesus, "Kamu tahu bahwa saudaramu yang itu membutuhkan sepasang sepatu, belikan dia sepatu." Anda menyahut, "Hei, itu urusannya sendiri, bukan urusan saya. Sejak kapan saya jadi pengasuhnya?" Masalahnya, pada saat kita berkata, "Saling mengasihi", pengertian yang terkandung di situ memang menjadikan kita pengasuh bagi saudara seiman. Kebutuhannya menjadi urusan saya. Itulah arti saling mengasihi. Lalu Anda berkata, "Wah, jadi orang Kristen terlalu mahal. Saya harus membelikan sepasang sepatu buat orang lain. Lupakan saja." Itulah ciri praktis ajaran Yesus. Tapi jika Anda menginginkan harta di surga, maka jangan katakan bahwa Yesus belum memberitahu Anda bagaimana cara mendapatkannya. Ia sudah memberitahukannya kepada Anda. Mungkin Anda tidak suka cara seperti itu, akan tetapi memang cara itulah yang Ia berikan kepada Anda.
Apa Arti 'Jangan Mengumpulkan'?
'Mengumpulkan' Mencakup Kelebihan Dari Milik Kita dan Keamanan Masa
Depan Namun Anda mungkin berkata, "Apa yang tidak saya butuhkan sekarang bisa saja saya butuhkan besok." Maksudnya, "Baiklah, kebutuhan saya setiap bulan terpenuhi, tetapi bagaimana kalau nanti saya jatuh sakit?" Lalu Anda memperhitungkan, "Jika saya sakit, saya harus menghadapi tagihan dokter sebanyak 2000 sampai 5000 dolar. Dan saya harus punya uang untuk itu. Jadi lebih baik sedia payung sebelum hujan." Anda lihat, dengan alasan itu sebenarnya kita sedang berusaha untuk menghindari pengajaran Tuhan. Apa pun alasannya, tindakan Anda berarti mengumpulkan, bukankah demikian? Dan Yesus, entah Anda suka atau tidak, berkata, "Kamu perlu menggunakan apa yang kamu butuhkan saat ini. Tetapi jangan kamu mengumpulkan." Karena mengumpulkan berarti menyiapkan untuk masa depan. Anda tidak membutuhkan 2000 dolar sekarang ini, tetapi Anda menyimpannya untuk masa depan. Jadi apa yang disebut sebagai 'mengumpulkan' itu selalu berhubungan dengan masa depan. Dan justru hal itulah yang dilarang oleh Yesus, bukankah demikian? Bukankah sangat jelas? Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, inilah tantangan iman. Ia menusuk langsung ke dasar keyakinan kita, membuat kita kehilangan rasa aman. Anda lihat, apa yang kita kumpulkan adalah jaminan masa depan kita. Dan Allah menyingkirkan jaminan masa depan kita. Kita tidak lagi merasa aman. Bukankah hal ini akan membuat Anda merasa tidak enak? Anda tidak lagi memiliki jaminan keamanan. Bagaimana menurut Anda? Apakah ajaran Yesus ini tidak praktis? Apa pendapat Anda? Mungkin karena Yesus berbadan sehat, ia tidak pernah sakit, tidak pernah memerlukan dokter. Saya bisa sakit. Dan jika sakit, saya perlu dokter. Saya harus sedia payung sebelum hujan. Anda sedang mencari alasan. Apa yang saya sampaikan adalah apa yang disabdakan oleh Yesus. Saya tidak menyampaikan pendapat pribadi saya. Pendapat pribadi saya tidak berarti sama sekali. Perhatikan sabda Yesus. Ia menghadapkan kita dengan masa depan dan bersamanya suatu tantangan iman yang menyingkirkan semua jaminan duniawi. Bukankah demikian? Bukankah hal ini sangat jelas, saudara-saudara? Ia tidak mengijinkan kita untuk bersandar pada hal-hal duniawi sebagai penjamin keamanan kita. Ia meletakkan kita di dalam tantangan iman yang membuat kita bergantung sepenuhnya hanya kepada Allah. Jika Anda sakit, demikian kata Yesus, maka Anda akan bergantung sepenuhnya kepada Allah. Tidak ada simpanan untuk berjaga-jaga. Apakah iman Anda sanggup menerima tantangan itu? Bersediakah Anda menerimanya? Anda bilang Anda memiliki iman? Jika iya, maka Yesus ingin melihatnya. Bagaimana jika diuji? Sabda Yesus menguji Anda sampai ke titik yang sangat pedih, bukankah demikian? Anda berkata, mengapa saya hari ini datang ke gereja ini dan mendengar khotbah semacam ini? Saya sedang bersenang hati tadinya. Sekarang Anda menyingkirkan jaminan keamanan saya. Saudaraku, saya minta maaf tetapi yang menyatakan hal ini bukan saya. Anda boleh menguji sendiri apakah ini semua Firman dari Yesus.
Sikap Kita Terhadap Jaminan Keamanan Duniawi Mengungkapkan Siapa Diri
Kita Mari kita pertimbangkan apa yang sudah dikatakan oleh Tuhan Yesus. Ia sedang menguji iman kita. Kami mau membangun jemaat yang orang-orangnya memiliki iman yang mampu menghadapi ujian. Dan bagi mereka yang tidak bersedia dibawa melewati sinar-X rohani ini, minggu demi minggu, mereka segera beralih ke gereja lain. Mereka akan mencari gereja yang khotbahnya singkat, di mana Anda tidak perlu duduk di atas bangku kayu sampai satu setengah jam lebih, melewati saat-saat yang menyebalkan, ditambah lagi dengan tidak adanya orang-orang yang akan menyanyikan satu atau dua lagu yang manis sehabis khotbah yang melelahkan. Anda akan berkata, "Aduh, tidak. Saya merasa sangat....sabda Yesus telah membuat saya merasa sangat tidak nyaman. Saya mau cari gereja lain di mana saya dapat menikmati kisah-kisah yang indah. Khotbah yang singkat, dan dua puluh menit kemudian semua sudah selesai. Ada lagu-lagu yang manis dari paduan suara. Sedangkan kalian di sini bahkan tidak punya paduan suara." Baiklah, tidak ada masalah bagi saya. Tujuan saya adalah untuk mengabarkan firman Allah. Jika tidak ada orang yang mau mendengar firman Allah, tak jadi soal buat saya. Saya akan terus mengabarkan firman Allah seperti yang diinginkan oleh Yesus agar saya lakukan. Dan pada akhirnya saya yakin bahwa gereja ini hanya akan dipenuhi oleh mereka yang tidak takut untuk diperiksa oleh sinar-X rohani, yang benar-benar memiliki hubungan dengan Allah. Dan dengan demikian kami akan memiliki gereja yang dibangun di atas dasar yang teguh. Begitu kita mengerti bahwa Yesus sedang menantang iman kita. Yesus sedang menguji iman kita dan berkata, "Apakah kepercayaanmu itu diberikan kepadaKu atau kepada jaminan dari dunia?" Bagaimana Anda menjawab pertanyaan itu? Saya tidak akan terkejut jika sebagian besar dari kita akan menjawab, "Ya, saya percaya kepada Allah dan juga kepada jaminan keamanan dari dunia. Saya ingin keduanya. Saya ingin memastikan bahwa masih ada jalan mundur yang tersedia. Jika Allah tidak menolong saya keluar dari kesulitan saya maka setidaknya saya dapat kembali kepada jaminan keamanan duniawi saya." Dan itu Anda sebut sebagai iman. Itu adalah iman menurut definisi Anda. Tidak heran jika dunia memandang ke arah gereja dan berkata, "Keterlaluan. Orang-orang semacam ini berkata bahwa mereka percaya kepada Allah," dalam hal apa Anda percaya kepada Allah?
Bergantung Sepenuhnya Kepada Allah Bukan Berarti Kemalasan Setiap hari saya memandang kepada Allah, dan berkata, "Tuhan, inilah anakMu. Saya tidak tahu harus pergi ke mana untuk mendapatkan makanan. Tetapi Engkau adalah Bapaku. Saya berserah kepadaMu untuk memenuhi kebutuhan saya." Dan Ia tidak pernah gagal memenuhi kebutuhan saya. Berapa tahun saya tinggal di Inggris? Pemerintah Inggris, karena saya warga negara China, tidak pernah memberi saya ijin kerja. Akan tetapi Allah memenuhi segala kebutuhan saya. Anda pikir saya tidak mau bekerja? Sudah tentu saya ingin bekerja. Tetapi Allah tidak mengijinkan saya. Ia sedang mengajar saya, tahun demi tahun, sepanjang masa kuliah saya. Segalanya, Allah memenuhi kebutuhan saya. Saya hanya memandang kepadaNya. Allah saya dapat dipercaya. Luar biasa hal yang sudah Ia lakukan. Pada waktu saya pergi ke Eropa dari Hong Kong. Waktu saya keluar dari China, saya singgah sebentar di Hong Kong. Bagaimana saya bisa sampai ke Eropa? Saya tidak punya uang. Pemerintah China mengijinkan saya untuk membawa 10 dolar China. Berapa lama saya bisa tinggal di Hong Kong dengan 10 dolar China? Nilai 10 dolar China pada waktu itu mungkin sekitar 20 atau 30 dolar Hong Kong, saya tidak ingat persis. Bagaimana saya akan menjalani hidup di Hong Kong, apa lagi ke Eropa? Akan tetapi saat saya berdoa dan menanti jawabanNya, Allah telah menyatakan satu hal dengan sangat jelas kepada saya: "Aku akan membawamu ke Eropa. Aku ingin engkau pergi ke sana." Jadi saya upayakan berbagai cara, mencari pekerjaan, karena saya tahu bahwa orang Kristen tidak boleh duduk-duduk menunggu makanan diberikan. Burung-burung tidak bertengger di pohon dan menerima makanan. Jika berbicara tentang burung, Anda lihat mereka terbang ke sana kemari mencari makan. Allah tidak pernah mengajarkan kita untuk menjadi pemalas. Kemalasan adalah kejahatan yang besar di dalam kehidupan Kristen. Saya pernah, sayang sekali, memecat salah satu rekan sekerja saya di Inggris karena masalah kemalasan ini. Kami tidak mentolerir kemalasan. Allah ingin kita bekerja dan menjalankan bagian kita. Tetapi Allah mempunyai cara untuk mengajar kita untuk percaya kepadaNya. Jadi saya mulai mencari pekerjaan, dan namun tidak ada satu pun yang tepat, yang dapat memberi saya uang cukup untuk berangkat jauh meninggalkan Hong Kong. Sebuah sekolah milik lembaga Kristen menawarkan pekerjaan dengan gaji 160 dolar Hong Kong. Bayangkan, bagaimana Anda akan hidup di Hong Kong dengan uang sejumlah itu? Lalu saya mendapatkan sebuah pekerjaan lain yang sangat bagus, dengan tawaran beberapa ribu dolar Hong Kong per bulan. Tetapi Tuhan tidak mengijinkan saya untuk mengambilnya. Pekerjaan itu adalah sebuah pekerjaan tetap. Dan sebagai orang Kristen saya merasa bahwa saya harus jujur kepada mereka, saya berkata bahwa saya tidak akan tinggal lama di Hong Kong. Di Hong Kong sangat banyak pengangguran, jadi pekerjaan yang ideal tentunya adalah pekerjaan tetap. Dan saya hanya dapat bekerja untuk waktu satu tahun karena Allah ingin agar saya pergi ke Eropa. Jadi saya berkata sebagai orang Kristen, saya akan berkata yang sejujurnya, saya hanya dapat bekerja untuk jangka waktu satu tahun. Lalu mereka meminta saya untuk mempertimbangkan lagi, dan jika saya tidak bersedia mempertimbangkan untuk bekerja untuk jangka waktu yang panjang, maka saya akan kehilangan tawaran ini. Kemudian saya memutuskan untuk mendatangi kapten-kapten kapal dan berkata, "Dapatkah Anda memberi pekerjaan di kapal buat saya? Saya akan mengerjakan apa pun tugas yang tersedia bagi saya di kapal, saya bermaksud berangkat menuju Eropa." Beberapa dari antara mereka dengan ramah berkata, "Jumlah anak buah di kapal kami sudah penuh, kami tidak bisa membawa Anda.
Kita Benar-benar Percaya Jika Kita Mengalami Pemeliharaan Allah Saat itu saya berpikir, "Bukankah ini luar biasa? Apakah mungkin tidak ada satu orang pun di Hong Kong yang dapat mendengar suara Allah sehingga Allah mengirim seseorang dari Portland, Oregon, dari jauh, di belahan bumi yang lain, hanya untuk melakukan satu tugas?" Sejak saat itu, saya tidak pernah lagi mendapat bantuan dari wanita tersebut, tugasnya hanya untuk memastikan bahwa saya dapat berangkat ke Eropa. Bukankah ini luar biasa? Allah membawa saya keluar dari Shanghai menuju Hong Kong, lalu mengirim seseorang dari Amerika, terbang menuju Hong Kong untuk membiayai saya ke Eropa. Hanya jika Anda tahu Jalan Tuhan, maka Anda akan melihat yang lebih hebat lagi dari pada itu. Jika Anda mengenal Jalan Tuhan, Anda akan tahu bahwa Ia tak pernah gagal. Jika Ia menyuruh Anda untuk melakukan sesuatu, Ia ingin melihat Anda segera melakukannya jika Anda ingin berjalan bersamaNya. Allah dapat dipercaya. Namun jika Anda tidak pernah memulai, bagaimana Anda akan tahu bahwa Ia dapat dipercaya? Apa landasan iman Anda? Sekarang ini Yesus menantang Anda dengan berkata, "Percayakan padaKu segala kebutuhanmu." Anda memiliki keluarga yang harus dicukupi kebutuhannya? Sudah tentu. Begitu pula para pengabar injil. Beberapa orang tampaknya lupa bahwa para pengabar injil juga memiliki keluarga. Dan Allah memenuhi kebutuhan mereka.
Sebuah Prinsip Dalam Kehidupan Rohani Anda dapat saja tidak melanggar hukum, namun Anda telah melanggar prinsip hidup. Dan jika Anda melanggar prinsip hidup, itu berarti Anda sedang mengancam keselamatan hidup Anda dengan akibat yang sama atau bahkan lebih parah ketimbang melanggar hukum. Melanggar hukum mungkin tidak membahayakan nyawa Anda. Melanggar aturan parkir mungkin hanya menimbulkan denda sejumlah uang. Ini tidak terlalu masalah. Akan tetapi melanggar prinsip hidup akan membahayakan nyawa dan kehidupan kekal Anda. Sebagai contoh, tidak ada hukum yang melarang Anda untuk merokok. Tetapi Anda tahu bahwa merokok dapat merusak paru-paru Anda, meningkatkan kemungkinan munculnya kanker dan serangan jantung. Jadi setiap kali Anda merokok, apa yang terjadi? Apakah polisi akan menangkap Anda? Tidak, karena tidak ada hukum yang Anda langgar. Akan tetapi apakah itu berarti bahwa Anda aman? Tidak sama sekali! Karena Anda sudah melanggar prinsip kehidupan jasmani. Anda sedang melakukan sesuatu yang membahayakan nyawa Anda. Hal yang sama berlaku juga dengan alkohol. Tidak ada pelanggaran hukum yang terjadi jika Anda minum minuman keras. Tidak ada polisi yang akan menangkap Anda hanya karena Anda telah membeli lima puluh botol minuman keras yang paling keras. Tidak ada hukum yang melarangnya. Namun jika Anda menghabiskannya, Anda sedang melanggar satu prinsip kehidupan jasmani. Anda sedang membahayakan nyawa Anda. Jadi di sini Yesus sedang mengajarkan kita satu prinsip kehidupan. Bagaimana berjalan bersama Allah? Bagaimana kita bisa tahu bahwa ia adalah Allah yang hidup? Ia memberi Anda satu tantangan. Saya sudah menyebutkan sebelumnya, bahwa bukan Allah yang takut terhadap tantangan, kitalah yang mundur darinya. Ia berkata, "Ujilah Aku dan lihatlah. Aku tidak akan pernah gagal memenuhi kebutuhanmu jika engkau taat kepadaKu. Lakukan apa yang Kuperintahkan. Dan Aku akan mengerjakan bagianku." Bukankah ini sebuah ujian yang adil? Setiap orang berkata bahwa ia ingin membuktikan apakah firman Allah itu benar. Allah memberi Anda tantangan untuk membuktikannya. Lakukan saja. Allahku tidak pernah gagal. Saya tahu ini benar. Semoga Allah berbicara langsung ke dalam hati kita semua. Mari kita diam sejenak dan berdoa. |
Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.
Khotbah di Bukit: - Melebihi Kebenaran Orang Farisi - Sumpah: Ya, Ya Atau Tidak, Tidak - Jangan Melakukan Kewajiban Agamamu Dihadapan Orang - Janganlah Kamu Mengumpulkan Harta di Bumi - Jangan Kamu Menghakimi, Supaya Kamu Tidak Dihakimi - Jangan Kamu Memberikan Barang Yang Kudus Kepada Anjing - Mintalah, Maka Akan Diberikan Kepadamu
|
|||||
|
Copyright 2003-2012. Semua materi di situs ini
adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries. |
|||||||