|
| Saran & Komentar | updated on 30 March 2012 |
|||||||
|
CahayaPengharapanMinistries Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan |
|||||||
|
|
|||||||
|
Jangan Melakukan Kewajiban Agamamu Di Hadapan Orang Matius 6:1-8, 16-18 - Disampaikan oleh Pastor Eric Chang Mari kita melihat ke dalam kekayaan yang terdapat didalam firman Tuhan dalam Matius 6:1-8, 16-18 dan melihat apa artinya. "Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga. Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau [mencanangkan hal itu - meniupkan terompet], seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu." "Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. "Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu." Pertama, izinkan saya membagikan dengan anda sesuatu tentang struktur kepada fasal ini. Matius Fasal 6 akan mengarahkan perhatian kita kepada hubungan kita dengan Allah. Di dalam Matius Fasal 5, yang dititikberatkan adalah hubungan kita dengan sesama manusia, yaitu, bagaimana seorang Kristen yang sejati berhubungan dengan orang lain? Namun di Matius Fasal 6, perhatian sekarang dialihkan kepada hubungan kita dengan Allah, dan didalam beberapa ayat inilah terdapat semacam transisi (peralihan) yang membawa kita ke dalam satu hubungan yang lebih dalam dengan Allah. Pokok dari fasal ini bisa dikatakan sebagai: apakah yang menjadi motivasi seorang Kristen yang sejati? Apa yang memotivasikan seorang Kristen yang benar? Dan bagaimana motivasi ini berbeda dari seorang non-Kristen atau seorang Kristen yang munafik, dan sayangnya, ada banyak sekali orang seperti ini disekitar kita. Dan Allah larang kita menjadi salah satu dari mereka! Kita telah melihat bahwa Khotbah di atas Bukit bukanlah satu koleksi ajaran etis, yang semata mengajar kita bagaimana menjadi baik, tetapi merupakan satu deklarasi, satu konstitusi kerajaan Allah, yang memberitahu kita apa ajaran spiritual itu. Apakah perbedaannya antara ajaran etis dan ajaran spiritual? Ajaran etis hanya menyuruh anda menjadi baik dan mendesak anda untuk berusaha lebih keras menjadi baik. Itulah ajaran etis. Apabila saya berkata kepada anda, " Jangan melakukan hal-hal yang jahat! Berusahalah menjadi baik", itu adalah satu pernyataan etis. Tetapi ajaran spiritual jauh melebihi itu. Ajaran spiritual tidak semata berkata kepada anda, "Jadilah baik," tetapi, "Kamu harus samasekali diubahkan oleh kuasa Allah." Khotbah di atas Bukit tidak dapat diterapkan tanpa kuasa Allah. Saya harap sampai sekarang, anda telah memahami poin ini dengan jelas sekali. Ini bukan hanya sebuah ajaran etis, ini adalah ajaran spiritual. Ini adalah ajaran Yesus, yang berkata kepada kita: "Kamu harus menjadi seperti ini, tetapi kamu harus menjadi seperti ini oleh kuasa Allah. Kamu tidak dapat menjadi seperti ini dengan cara yang lain." Kecuali anda diubahkan, dilahirkan kembali, diperbaharui, apapun istilah yang anda gunakan, anda tidak dapat menggenapi ajaran seperti ini; adalah mustahil. Ajaran spiritual adalah mustahil untuk digenapi karena ia tidak hanya menyuruh anda berbuat baik; ia menyuruh anda menjadi berbeda. Ia menyuruh anda menjadi baru. Ia menyuruh anda untuk masuk ke dalam satu cara hidup yang baru. Tujuh 'Jangan' Yang Membentuk Struktur Fasal Anda akan menemukan tujuh kali kata 'jangan' itu dipakai. Satu struktur yang sempurna! Dalam menjelaskan arti 'jangan' yang pertama, tujuh 'jangan' yang lain mulai mengikuti dan anda harus melihat keindahan struktur ini. 'Jangan' yang pertama - untuk menjelaskan 'jangan' di ayat 1 - 'jangan' yang pertama muncul di Matius 6:2, "Janganlah engkau mencanangkan hal itu." Dan kemudian diikuti oleh dua 'jangan' lagi yang bersangkutan. Sebenarnya, dalam naskah asli, (hal ini agak sulit untuk dijelaskan, namun bagaimanapun) 'jangan' yang kedua terdapat dalam Matius 6:7, "Lagipula dalam doamu itu, janganlah kamu bertele-tele.....". Tentu saja, ini berhubungan dengan 'jangan' di Matius 6:5, yang sebenarnya kata yang berbeda dalam bahasa asli, tetapi juga diterjemahkan sebagai 'jangan'. Jadi 'jangan' yang pertama ada di ayat 2; 'jangan' yang kedua di ayat 7; 'jangan' yang ketiga di ayat 16: "Apabila kamu berpuasa, janganlah murah mukamu.....". Yang keempat ada di ayat 19: "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi...." Yang kelima ada di ayat 25: "Janganlah kuatir akan hidupmu....". 'Jangan' yang keenam adalah: "Janganlah menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi." di Matius 7:1. Dan 'jangan' yang ketujuh adalah: "Jangan kamu memberikan barang yang kudus kepada anjing.....", yang terdapat di Matius 7:6. Apa artinya semua ini akan kita pelajari di waktu akan datang. Hari ini kita hanya akan melihat tiga 'jangan' yang pertama. Setelah Yang Negatif, Tuhan Yesus Memberikan Yang
Positif Untuk Kita Lakukan Setelah melihat semua ini, Tuhan Yesus segera menyatakan apa yang harus kita lakukan. Perhatikan kata 'tersembunyi' yang muncul berulang-ulang kali dalam fasal ini. Tersembunyi! Ini akan berkontras dengan apa yang tidak harus kita lakukan sebagai pameran dan apa yang harus kita lakukan sebagai seorang Kristen - yaitu, segala sesuatu dilakukan secara tersembunyi. Jangan keliru menangkap maksud saya. Jangan salah memahami apa yang dikatakan oleh Tuhan. Kontras itu, tentu saja, adalah perbedaan diantara mereka yang suka menarik perhatian orang lain dan mereka yang memperhatikan kehidupan spiritual yang dalam. Inilah yang diartikan oleh 'tersembunyi'. Kata 'tersembunyi', tentu saja, anda sudah perhatikan banyak kali sekarang. Anda dapat melihatnya muncul dua kali dalam ayat 4, dua kali dalam ayat 6, dan dua kali dalam ayat 18. Makanya, ketika anda mempelajari Alkitab, pelajarilah polanya. Terdapat satu pola yang indah. Dalam segala sesuatu yang Allah kerjakan, terdapat satu pola. Jika anda memperhatikan sehelai daun, anda akan melihat satu pola yang indah pada daun tersebut. Ketika anda melihat pengajaran Tuhan, anda akan sentiasa menemukan suatu pola yang sama. Apabila anda membaca surat Roma, anda perhatikan suatu pola tertentu mulai muncul. Itulah tandanya hasil perbuatan Allah. Jadi, disini kita melihat keindahan pekerjaan tangan Allah. Apa yang perlu kita perhatikan disini adalah bahwa yang dikontraskan adalah motif: motif yang mendorong seorang Kristen yang sejati melakukan segala sesuatu. Motifnya sangat berbeda. Dalam ayat 1, perhatikan kata-kata ini: mereka melakukan kewajiban agama "supaya dilihat orang". Supaya orang lain dapat melihat, "Oh, betapa baiknya orang ini! Betapa benarnya orang ini!" Dengan demikian, mereka memberikan kemuliaan kepada orang itu, "Ah, dia orang yang sangat bagus sekali!" Betapa enaknya kita rasakan ketika orang menepuk-nepuk di punggung kita. Itulah caranya seorang manusia duniawi rasakan. Dan ukuran kerohanian yang sebenarnya adalah ketika orang memuji anda, itu tidak membuat anda merasa gembira. Jika seseorang memuji anda dan itu membuat anda merasa senang, ini menunjukkan bahwa akar rohani anda masih tidak dalam. Ini menunjukkan anda masih sangat duniawi. Tetapi jika orang memuji anda dan itu tidak terlalu menganggu anda, anda mengabaikannya seolah-olah berkata, "Puji Tuhan! Itu dari Dia!" dan tidak terlalu mempengaruhi anda, maka anda dapat melihat bahwa kehidupan rohani anda menjadi semakin mendalam karena rahasia kehidupan Kristen terdapat pada tempat persembunyian Allah. Itu adalah satu rahasia! Ketersembunyian inilah yang dititikberatkan oleh Tuhan. Maka motivasinya adalah - bandingkan kedua ini - perbedaan antara keinginan akan publisitas dan pujian, dan yang satu lain hanya menginginkan satu hubungan yang tersembunyi dengan Allah. Jadi, seorang Kristen yang sejati mempunyai akar-akar yang dalam dan ia memperhatikan akar-akar itu. Orang-orang
Munafik Menginginkan Aplus Dari Manusia Seorang Kristen bukanlah seorang aktor di panggung kehidupan untuk diaplus oleh manusia. Jalankanlah kehidupan ini sedemikian rupa anda tahu hubungan anda dengan Allah adalah baik. Tentu saja, disini juga terdapat pencobaan yang harus kita waspadai. Saya kadang-kadang begitu tidak menghiraukan pendapat manusia sehingga ketika mereka mencela saya, saya tidak terganggu sama sekali. Meskipun kecaman itu palsu dan tidak benar, saya tidak peduli. Saya sedang belajar untuk mengubah sikap itu sedikit karena bisa saja buruk untuk tidak menghiraukan kecaman orang. Saya ingat banyak kali Helen istri saya berkata kepada saya, "Lihat! Hal-hal yang mereka katakan tentang anda tidak benar. Mengapa anda tidak membela diri anda, mengapa tidak membuat satu pernyataan umum?" Saya berkata saya tidak kuatir sedikitpun apa pandangan mereka terhadap saya. Istri saya menjawab, "Tapi bagaimana dengan kesaksian anda? Jika tidak benar, anda harus meluruskan hal itu." Dan seringkali, sebagaimana dia ketahui, saya enggan menyusahkan diri saya. Saya tidak peduli sama sekali; mereka bisa mengatakan apa saja tentang saya. Saya tidak terganggu sama sekali. Saya hanya diganggu oleh apa yang melukai jemaat, apa yang melukai pekerjaan Allah, apa yang melukai Tuhanku, dan apa yang melukai kemuliaan-Nya. Semua itu menganggu saya! Tetapi apa yang mereka katakan tentang saya tidak menganggu saya. Mereka bisa mengatakan apa saja yang mereka suka. Namun begitu, kita harus juga, kadang-kadang, berhati-hati jangan-jangan kita memberikan suatu kesan bahwa kita tidak peduli akan orang lain samasekali, dan itu adalah salah. Jadi kita berusaha hanya untuk menyenangkan Allah dan melakukannya dengan penuh hikmat, tetapi jangan kita hidup untuk aplus dari manusia. Jadi perhatikan bahwa seorang munafik adalah seseorang yang suka memamerkan diri didepan umum. Selidikilah diri anda! Kita semua memiliki kecenderungan untuk berbuat seperti itu dan kita harus berhati-hati. Izinkan saya mengatakan kepada anda bahwa ancaman terbesar kepada kehidupan Kristen adalah kemunafikan. Itulah sebabnya Tuhan Yesus mengatakannya berulang kali. Ia memperingatkan kita tentang kemunafikan - ragi orang Farisi dan ahli-ahli Taurat! Ia menyuruh kita berjaga-jaga. Catatkan bahwa, kemunafikan masuk dengan perlahan-lahan kedalam kehidupan Kristen dan mengikis habis seluruh kehidupan Kristen kita. Pada akhirnya, anda akan mendapati seraya kehidupan rohani anda merosot, anda semakin memamer-mamerkan diri didepan umum. Seringkali anda akan mendapati banyak orang Kristen memiliki segalanya diluar; tapi kosong didalam. Kita harus pergi ke tempat persembunyian Allah. Tempat persembunyian-Nya - ah, tempat yang menakjubkan! Berapa banyak yang mengenal tempat persembunyian Allah? Orang Kristen Daunan lwn Orang Kristen Berakar Demikian, ini menunjukkan perbedaan diantara dua macam Kristen: mereka yang saya sebut sebagai 'orang Kristen daunan' dan 'orang Kristen berakar'. Orang Kristen macam apa anda, yang berdaun atau yang berakar? Anda tahu, daun sangat cantik. Ah, saya makin lama makin mengagumi kecantikan daun-daunan, khususnya di Kanada. Pohon maple - saya tidak pernah melihatnya di Inggeris - daunnya berubah menjadi begitu merah dan bentuknya begitu indah sekali dan cantik. Daun sangat cantik! Masalahnya mereka tidak tahan lama. Mereka layu dan jatuh. Orang Kristen daunan adalah yang tampil elok di permukaan. Anda melihat mereka dan mereka kelihatan begitu indah. Wow! Orang Kristen yang hebat! Lihatlah! Ia bahkan berubah menjadi merah, seperti daun maple, menyala-nyala dengan semangat, tanpa menyadari bahwa saat ia mulai menyala, itulah saat yang paling berbahaya. Itu sudah mendekati waktunya ia jatuh. Saya sangat kuatir tentang beberapa orang Kristen. Saudara-saudara, saya sangat kuatir. Saya sangat kuatir tentang mereka yang menjadi makin aktif. Lebih aktif mereka, lebih kuatir saya karena kelihatannya kepada sayamereka sedang mendekati titik dimana mereka akan jatuh dengan cepat. Siapa saja yang pernah melayani didalam gereja selama beberapa waktu akan memperhatikan gejala ini. Astaga! Orang-orang yang begitu bersungguh-sungguh, mereka yang begitu aktif, dimana mereka? Sangat menakutkan. Orang-orang Kristen daunan - mereka membimbangkan saya. Mereka kelihatan begitu indah, begitu menyenangkan bersekutu dengan mereka pada waktu itu. Mereka begitu aktif. Mereka menggerisik - berdesir-desau seperti daun-daun yang ditiup angin. Ah! Mereka orang Kristen yang begitu hebat ketika itu, tetapi mereka tidak bertahan lama. Itulah masalahnya dengan daun. Tetapi orang Kristen yang berakar, ah! Mereka masuk kedalam - diam dan dalam! Anda tidak dapat melihat akar. Akar bertumbuh ditempat yang tersembunyi! Merekalah yang hidup di tempat persembunyian, menarik makanan, menolong orang lain, memberkati orang lain. Akar memberi hidup kepada semua yang ada diatas. Ia memberi hidup kepada daun-daun. Ia memberi hidup kepada seluruh pohon, namun tanpa suara, tanpa merepotkan, tanpa memamer-mamerkan, tanpa publisitas. Sangat indah, bukan, orang Kristen yang berakar ini? Tidak seperti daun, akar tidak berubah pada suatu pohon. Akar tetap sama dari tahun demi tahun. Mereka bertumbuh dan bertumbuh dan bertumbuh. Mereka tidak berubah. Mereka tidak jatuh. Mereka tidak layu pada musim dingin. Mereka terus bertumbuh, karena mereka hidup. Tempat persembunyian Allah! Merekalah orang Kristen yang berakar. Mereka meletakkan akar mereka 'dibelakang layar' seperti yang disebutkan dalam kitab Ibrani: dibelakang tirai, yaitu tempat yang maha kudus. (Misalnya Ibrani 9:3) Anda orang Kristen yang bagaimana? Apakah anda mempunyai akar dibawah? Atau apakah anda seorang Kristen daunan untuk ditonton semua orang, untuk diaplus semua orang? Mereka semua mengenal anda! Ah, andalah orang penting itu - orang penting di dalam organisasi ini dan organisasi itu. Izinkan saya memberitahu anda, ketika saya memikirkan kehidupan orang-orang yang pernah saya kenal, saya perhatikan perbedaan antara orang Kristen daunan dan orang Kristen berakar. Orang Kristen berakar adalah mereka yang diam dan dalam, tetapi besar kekuatannya. Anda mengeluarkan orang-orang Kristen berakar ini, percayalah, gereja akan roboh. Anda mengeluarkan orang-orang Kristen daunan, tidak ada apa-apa yang terjadi. Gereja tampak tidak begitu bagus, kurang perhiasannya, tetapi kehidupan tetap ada disitu. Anda mengeluarkan akarnya, maka habislah, tamatlah gereja itu. Kehidupan rohani gereja bergantung kepada orang-orang Kristen yang berakar. Saya masih ingat seorang saudara di London. Ia tidak tampak signifikan. Tidak ada yang perhatikan dia. Ia tidak popular. Ia tidak menyolok. Tidak ada yang memperhatikan dia, tetapi saya memperhatikan dia. Saya mengatakan bahwa orang ini adalah orang Kristen yang berakar. Akarnya tumbuh jauh kedalam. Ia stabil seperti sebuah batu. Seperti batu! Dalam pendalaman Alkitab, dalam apa saja yang ia lakukan, ia melakukannya tanpa cacat. Secara diam-diam, tanpa cerewet, tanpa menunjuk-nunjuk - ia melakukannya! Seorang Kristen yang berakar! Apabila semua yang lain, dengan bergulirnya waktu selama bertahun-tahun, telah menjadi suam-suam kuku, bagaimana dengan dia? Saya menerima laporan tentang dia selama ini. Tidak ada suatupun yang menganggu dia! Orang Kristen daunanlah yang dipengaruhi oleh perubahan musim. Pada musim semi, mereka mulai berbunga. Pada musim panas, mereka rasa enak. Pada musim gugur, masih dapat bertahan sedikit. Pada musim dingin, mereka hilang. Ketika pencobaan dan kesusahan datang, mereka tidak ada lagi. Orang Kristen yang berakar menghadapi semua itu dengan matang. Mereka tidak mengeluh. Mereka tidak memberengut. Mereka menjadi semakin kuat. Saudara-saudara, anda orang Kristen yang bagaimana? Saya berkata - khususnya kepada mereka yang baru saja dibaptis - saya berdoa pada Allah agar setiap orang menjadi orang Kristen yang berakar dan tidak hanya orang Kristen daunan. Biarlah akar anda bertumbuh! Jauh kedalam tempat persembunyian Allah! Anda inginkan kehidupan, kehidupan yang berlimpahan? Anda hanya dapat menemukannya di tempat persembunyian Allah. Dimana lagi anda dapat menemukan hidup yang berkelimpahan jika tidak di tempat persembunyian Allah? Jadi saya katakan khususnya kepada mereka yang baru dibaptis, catatkan dengan berhati-hati perbedaan diantara dua macam orang Kristen, dan berdoalah kepada Allah, "Tuhan, jadikan aku orang Kristen yang berakar, yang tinggal di tempat persembunyian-Mu, yang menikmati persekutuan dengan Engkau." Berakar di Tempat Persembunyian Allah Jadi, anda harus menjadi seorang Kristen yang mengetahui tempat persembunyian Allah. Jika anda tidak mempunyai waktu untuk Allah, itu akan membawa malapetaka, bukan saja bagi seorang Kristen, tapi bagi setiap manusia Allah. Setiap manusia Allah hanya dapat bertahan hidup apabila akarnya berada dalam tempat persembunyian Allah. Anda akan perhatikan bahwa setiap manusia Allah, secara alami adalah seorang yang agak pendiam. Anda akan perhatikan fakta ini seraya kita melanjutkan pembahasan. Mengapa? Karena ia menghabiskan banyak waktu - kesukaannya adalah - didalam kediaman hadirat Allah. Ia tidak peduli akan keriuhan. Ia mungkin seorang yang sangat sibuk, tetapi ia menginginkan kesepian. Saya beritahu anda saya sendiri cenderung menarik diri ke tempat yang sepi. Setelah suatu pertemuan, setelah semua kegiatan dan kesibukan itu berlalu, saya hanya ingin menghabiskan waktu dengan tenang bersama Tuhan - untuk mengisi kembali kuasa rohani. Tanpa kuasa itu, anda tidak dapat melayani. Dan karena itulah banyak orang begitu sibuk melayani Allah sehingga mereka kehabisan tenaga. Anda harus menempatkan akarmu ditempat persembunyian itu. Dan karena itu, anda akan menemukan bahwa seringkali, saya segera menarik diri seusai suatu pertemuan. Saya hanya mau mendiamkan diri dihadapan Allah, karena disitulah terdapatnya kekuatan. Ada orang mendapati John Sung sangat aneh. Ia tidak banyak berbicara dengan orang, jangankan melakukan kunjungan; ia tidak melakukan hal-hal seperti itu. Selesai satu pertemuan, ia menghilang. Anda bahkan tidak dapat menemukan dia untuk meminta nasihat. Ia tidak menasihati orang lain. Ia tidak ada waktu untuk itu. Anda berkata, "Kemana ia pergi?" Segera, seusai suatu pertemuan, ia menarik diri ke dalam kamar dan mengunci pintu. Ia tidak berbicara kepada siapa-siapa. Anda berkata, "Orang yang aneh! Tentu saja jika aku punya masalah, engkau harus menasihati aku!" Tahukah anda mengapa? Orang yang menganggap anda aneh tidak paham bahwa tidak seorangpun dapat melayani Allah tanpa menghabiskan waktu yang sangat, sangat lama ditempat persembunyian Allah. Anda tidak mempunyai kekuatan untuk melakukannya. Dan karena itu John Sung meluangkan hampir semua waktu yang ada diantara pertemuan-pertemuan ditempat persembunyian-Nya, dan kemudian muncul untuk pertemuan yang berikut. Ia jarang berbicara kepada orang lain pada waktu-waktu yang sibuk dalam pelayanan. Oleh karena itu, setiap manusia Allah adalah seorang yang menghabiskan banyak waktu di padang gurun. Dan jika sekali-kali Allah memimpin anda keluar kedalam padang gurun, saudara-saudaraku, jangan mengeluh, dan jangan bersungut. Jika anda bijaksana, Allah sebenarnya sedang memberitahu anda, "Lihat! Kamu terlalu banyak daun! Apa yang kamu butuhkan adalah akar. Datanglah ketempat persembunyian-Ku!" Ia akan memimpin anda keluar kedalam padang gurun. Musa ialah seorang manusia Allah, dan Allah melatihnya selama 40 tahun - 40 tahun penuh di padang gurun menggembalakan domba-domba - sebelum Allah mengutusnya ke Mesir dan berkata, "Biarkanlah umat-Ku pergi!" Anda berkata, "Mengapa 40 tahun itu disia-siakan?" 40 tahun itu tidak disia-siakan. 40 tahun itu dihabiskan ditempat persembunyian Allah, untuk mengenal Allah, untuk menarik kuasa-Nya demi menggenapi tugas itu. Tanpa 40 tahun di padang gurun itu, ia tidak akan dapat melakukan tugas itu. Paulus memberitahu jemaat di Galatia bahwa ia sendiri, setelah bertemu dengan Tuhan, menghabiskan tiga tahun di padang gurun. Anda berkata, "3 tahun disia-siakan!" Tidak samasekali! Itulah waktunya untuk memperdalamkan akar! Saya beritahu anda, saudara-saudara, saya sudah menghabiskan banyak tahun di padang gurun - banyak tahun di padang gurun - dimana Allah mengajar saya untuk memperdalamkan akar. Tanpa akar itu, anda tidak mempunyai kuasa. Tanpa kuasa itu, anda tidak akan menghasilkan apa-apa! Samasekali membuang tenaga dan waktu! Sekali lagi saya berkata kepada mereka yang baru dibaptis, perdalamkanlah akar anda. Dan apabila Allah mengesampingkan anda untuk suatu waktu, meninggalkan anda didalam 'ketenangan' dan sepertinya anda berada di tengah-tengah padang gurun, bersyukurlah kepada Allah! Ia sedang mengajar anda untuk meletakkan akar anda kedalam tempat persembunyian itu. Dalam Menerapkan Ajaran Tuhan,
Jangan Dibatasi Oleh Penafsiran Harfiah Pertamanya, dari ayat 2-4, perhatikan bagaimana dalam hal memberi sedekah perbedaan perilaku diantara dua jenis orang Kristen, atau dua jenis orang beragama. Yang satu memberi untuk mendapatkan publisitas. Tentu saja, mencanangkan, atau menurut tulisan asli, meniupkan terompet, adalah bahasa kiasa. Tidak berarti orang Farisi mengeluarkan terompet dan mulai meniupnya, sambil berkata, "Lihat! Aku sedang memberi uang sekarang!" Ini adalah bahasa kiasan. Apabila anda membaca Alkitab, jangan membacanya secara harfiah. Anda tahu, saya kadang-kadang mendapati Tuhan Yesus begitu 'lucu', jika saya diizinkan memakai kata itu. Ia begitu gemilang dalam cara Ia menyampaikan kata-kata-Nya, dan kadang-kadang begitu lucu, sehingga saya berpikir Tuhan Yesus adalah seorang yang sangat lucu. Ia sangat menakjubkan! Anda coba bayangkan bagian itu ketika Ia berkata kepada orang-orang Farisi, "nyamuk kamu tapiskan, tapi unta kamu telan!" Ha! Coba anda gambarkan itu dalam pikiran anda; satu gambaran yang lucu sekali. Sangat menarik! Dan Tuhan Yesus dengan sengaja berkata, "Bayangkan seorang yang sedang menelan seekor unta", dan anda mau tidak mau akan tertawa. Sangat menggelikan! Dan disini, tentu saja - orang-orang Farisi meniupkan terompet ketika memberikan sedekah - satu gambaran yang sangat lucu! Sangat tajam dan menusuk! Sementara anda tertawa, pesannya langsung masuk kedalam tenggorok anda. Saya ingat seorang dosen di Sekolah Alkitab. Ia adalah seorang yang sangat lucu, namun sangat saleh. Dan pada umumnya ia mengajar Sejarah Gereja, yang menurut kebanyakan orang, subyek yang paling membosankan di dunia. Namun tidak demikian apabila ia yang mengajar! Jika anda pernah mendengar sebuah kelas yang mana anda terdengar suara gelak-tawa yang keras, itu pasti Dr. Fawcett sedang mengajar Sejarah Gereja. Dan ini sangat luarbiasa. Ia tidak melakukan itu untuk menghiburkan orang. Itu karena apa yang ia mengajar, ia menyampaikan dengan cara yang begitu mempesonakan sehingga dapat membantu anda mengingat dengan lebih baik. Yesus menggunakan kisan-kiasan seperti itu - kiasan-kisan yang lucu dan menarik - untuk membantu anda melihat gambaran itu di pikiran anda. Sangat mudah untuk mengingat suatu gambaran yang lucu. Sangat sulit untuk mengingat suatu gambaran yang membosankan. Dan sementara kami semua tertawa dalam kelas Sejarah Gereja, ia tidak pernah melepaskan kesempatan supaya sementara mulut kami masih luas terbuka, kebenaran masuk kedalam. Ia masuk dengan cepat sekali. Jadi sementara kami memikirkan gambaran yang lucu itu dan kita menertawakannya, kebenaran Allah masuk kedalam hati kami. Jadi disini kita melihat gambaran seorang munafik yang melakukan hal seperti ini untuk mendapatkan sedikit publisitas. Apa yang ia inginkan? Apakah motifnya? Ia menginginkan pujian manusia. Tetapi Tuhan Yesus berkata, "Ketika kamu memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat oleh tangan kananmu." Biar saya menjelaskan kepada anda dengan segera. Anda lihat, banyak orang Kristen tidak lucu seperti Tuhan dan mereka berpikir secara harfiah, "Bagaimana mungkin aku memberi tanpa tangan kiriku mengetahui apa yang diperbuat oleh tangan kananku? Terlalu sulit! Maksud saya, tentu saja jika aku memberi dengan tangan kanan, tangan kiriku tahu karena keduanya tanganku." Jadi, mereka menyusahkan diri mereka memikirkan hal seperti itu. Nah, janganlah begitu leterlek! Itu memang mustahil! Tangan kanan saya selalu tahu apa yang dilakukan oleh tangan kiri saya. Tangan kiri saya tahu apa yang dilakukan oleh tangan kanan. Maksud saya - itu tidak mungkin dapat dilakukan! Disini tentu saja adalah semata satu gambaran kerahasiaan (ketersembunyian). Janganlah begitu terpengaruh dengan penafsiran secara harfiah. Ada orang yang menerapkan hal ini dengan cara demikian di dalam gereja juga. Mereka begitu jauh mengambil arti harfiahnya, misalnya, apabila mereka memberikan persembahan di dalam gereja, mereka pikir adalah tidak alkitabiah untuk menjanjikan apa-apa. Apa yang begitu tidak alkitabiah tentang berjanji, saya tidak tahu. Tetapi mereka berkata, "Lihat, dengan membuat janji persembahan, orang lain akan mengetahui apa yang kamu berikan. Dan kamu tidak harus membiarkan orang lain tahu." Nah, ini penafsiran yang terlalu harfiah. Saya berharap sampai disini kita telah memahami bahwa menjadi seorang Kristen yang sejati adalah satu persoalan motif. Motif dalam memberi sedekah bukanlah untuk mendapatkan publisitas. Bukan berarti ketika anda memberi sedekah, tidak seorangpun boleh melihat anda memberi, sehingga ketika anda ingin memasukkan uang kedalam kotak persembahan, anda menunggu-nunggu dekat kotak persembahan dan sementara tidak ada yang melihat, anda membuka jaket dan memasukkannya. Anda berkata, "Jika aku memasukkannya pada waktu itu, seseorang mungkin melihat aku memasukkan uang kedalam kotak persembahan." Ini sangat merepotkan kita semua. Mungkin kita harus menyiapkan satu kamar rahasia di suatu tempat untuk meletakkan kotak persembahan. Dan itu juga tidak menyelesaikan masalah juga, karena jika anda masuk kedalam kamar itu, orang akan berpikir, "Aha! Kamu memasukkan uang kedalam kotak persembahan!" Makanya bagaimanapun anda melakukannya, tangan kanan akan selalu tahu apa yang dilakukan oleh tangan kiri. Kita tidak dapat menerapkan ajaran ini secara harfiah. Ajaran ini semata mengajarkan agar kita jangan mempunyai motif untuk mencari publisitas. Jadi tidak ada salahnya membuat janji persembahan di gereja. Ada beberapa orang yang menjadi kuatir tentang hal ini, dan mengatakan, "Mungkin membuat janji persembahan tidak alkitabiah. Aku memasukkan saja kedalam kotak persembahan tanpa diketahui." Tetapi seraya anda memasukkan kedalam, mungkin seseorang telah melihat anda. Kemudian anda berpikir, "Kalau begitu aku tunggu saja sehingga semua pergi," tetapi masalahnya mungkin saja setiap orang yang lain juga sedang menunggu sehingga anda pergi. Jadi semua orang sedang menunggu dan berkata, "Kapan kamu pergi supaya aku bisa memasukkan uang kedalam kotak persembahan?" Tidak, ini bukan maksudnya. Maksudnya adalah motif. Berikan Kepada Orang Yang Dalam Kebutuhan Di Israel, orang yang mengemis adalah mereka yang tidak ada pekerjaan. Mereka tidak ada pekerjaan bukan karena mereka tidak diizinkan bekerja atau tidak mau bekerja, tetapi karena mereka tidak mampu bekerja. Terdapat hanya satu macam orang di Israel yang menjadi pengemis. Mereka adalah orang-orang yang lumpuh, buta dan cacat. Mereka tidak dapat pekerjaan. Orang tidak diizinkan untuk menjadi pengemis profesional. Orang mengemis karena tidak ada yang mau memperkerjakan mereka. Tidak ada pekerjaan untuk mereka yang buta, mereka yang tidak ada sebelah tangan atau tidak ada sebelah kaki. Tidak ada pekerjaan bagi mereka. Oleh karena itu, mereka terpaksa mengemis. Dan Tuhan Yesus berkata, "Jika mereka meminta dari kamu, berikan kepada mereka," karena mereka tidak ada sarana yang lain. Jadi apabila anda ingin memahami ajaran Alkitab, anda harus memahaminya dengan tepat dan dengan betul. Jadi, jika seorang pecandu narkoba datang kepada anda, dan berkata, "Bisa tidak kamu memberiku $5?" dan anda berkata, "Tuhan Yesus berkata jangan pertahankan apa-apa; orang ini meminta $5," jadi anda berkata, "Tentu! Ambillah!" Anda tidak mengasihi dia; anda melukai dia. Ia akan pergi membeli obat dengan uang itu. Dan dosis yang berikut mungkin saja membunuhnya. Ketika seorang pemabuk datang dan berkata, "Berikan aku $5" dan anda memberinya $5, ia akan menjadi mabuk, dan kemabukan itu mungkin saja membunuhnya. Ia mungkin tertabrak mobil, dan andalah yang memberikan uang $5 itu! Tidak! Tidak! Ajaran Yesus tidak bermaksud seperti itu. Ia berkata, "Berikan kepada dia yang meminta karena benar-benar membutuhkan." Jika anda tidak memberi kepadanya, ia mungkin mati kelaparan malam itu juga. Berikan kepada setiap orang yang membutuhkan. Itulah maksudnya. Tentang Doa - Motif Kita Amat Penting Tetapi saya juga harus menyebutkan gejala yang bertentangan dengan ini. Ada beberapa orang yang pergi ke persekutuan doa dan tidak pernah berdoa. Anda tahu mengapa? Alasannya justru sama dengan orang yang pertama tadi. Karena mereka kuatirkan pandangan orang terhadap mereka, "Mungkin doaku tidak kedengaran begitu bagus! Orang lain bisa berdoa lebih baik dariku. Jadi, apabila aku berdoa, tidak kedengaran bagus! Apabila dia berdoa, ah, kedengaran bagus sekali - lancar dan manis sekali. Apabila aku berdoa, aku jatuh bangun disana-sini. Semua kalimat aku salah; ucapanku terbalik. Isinya tidak betul secara teologis. Oh, tidak! Aku tidak bisa berdoa!" Perhatikan bahwa orang yang berdoa dan orang yang tidak berdoa dalam persekutuan doa bersalah dalam hal yang sama. Saya mendapati diantara orang Tionghua, seringkali kita bersalah, khususnya pada poin yang kedua. Dalam persekutuan doa, kita tidak berani berdoa. Kita berkata, "Biarlah orang lain yang berdoa." Dan karena itu, selalunya penatua yang berdoa, pemimpin pendalaman Alkitab yang berdoa, pemimpin rapat yang berdoa, jadi dimana yang lain? Mereka tidak mau berdoa, karena mereka terlalu takut akan pendapat orang lain. Sekali lagi, ini menunjukkan bahwa anda belum memasuki tempat persembunyian Allah yang paling dalam. Anda berdoa karena anda ingin berdoa kepada Allah! Anda berdoa kepada Allah dihadapan perkumpulan umat-Nya - untuk apa? Untuk didengar oleh Dia? Untuk didengar oleh mereka? Bukan! Anda berdoa karena anda tahu berdoa bersama-sama seringkali jauh lebih efektif dari berdoa seorang diri. Itulah tujuannya persekutuan doa, bukan untuk berdoa supaya didengarkan orang lain, tetapi supaya orang lain dapat berkata "Amen, Tuhan!" pada apa yang didoakan. "Di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka." [Matius 18:20] Itulah tujuannya persekutuan doa. Apabila saya berdoa, atau apabila orang lain berdoa, dan anda berkata, "Amen, Tuhan!" yang berarti, "Aku mendukung doa itu! Aku setuju dengan doa itu." Ini berarti doa itu akan sampai ke takhta kasih karunia. Itulah nilainya sebuah gereja, bahwa berdoa bersama-sama dalam kesatuan jauh lebih berkuasa dari berdoa seorang diri. Kalau tidak, kita tidak membutuhkan gereja. Kita semua bisa berdoa sendiri-sendiri. Itulah sebabnya kita membutuhkan gereja, supaya apabila kita berdoa bersama-sama, dari segi kekuatan, dari segi penerimaan, doa itu akan lebih cepat dijawab. Tuhan lebih siap menjawab doa itu karena janji-Nya, "Dimana dua atau tiga orang berkumpul dalam nama-Ku." Ia ingin mempersatukan kita dengan cara ini. Bukan karena Ia tidak tahu apa yang kita butuhkan. Ia tahu apa yang kita butuhkan. Ia ingin melihat sikap kita terhadap kebutuhan kita. Ini sangat penting. Doa Harus Datang Dari Lubuk Hati Biar saya memberitahu anda sesuatu, saudara-saudara, dan khususnya kepada yang telah dibaptis dan semua yang baru menjadi orang Kristen. Doa yang disukai Allah adalah doa yang datang dari dalam lubuk hati kita. Satu ucapan 'terima kasih, Tuhan' dari dalam lubuk hati jauh lebih menyenangkan Allah daripada satu pidato panjang yang disampaikan kepada Allah. Kadang-kadang anda tidak tahu apa yang harus dikatakan dalam doa. Berdiamlah dihadapan-Nya, dan carilah satu ungkapan 'terima-kasih' dari dalam lubuk hati anda, dan katakan, "Terima kasih, Tuhan!" Doa itu begitu menakjubkan. Doa itu akan bergema di seluruh surga. Doa seperti itu sangat menyenangkan Allah karena ia datang dari dalam lubuk hati anda. Allah kadang-kadang menjawab doa-doa yang tak teratur kalimatnya. Tetapi doa yang lancar dari orang yang agamawi Ia tidak mau dengar. Ia bosan mendengarnya. Ketika saya datang kepada Tuhan untuk pertama kalinya, saya ingat ketika itu saya sedang duduk didalam penjara dibawah senapan seorang tentara Komunis. Saya mempersembahkan satu doa dari lubuk hati saya. Saya bahkan tidak tahu bagaimana untuk berdoa. Pada waktu itu, saya bahkan bukan orang Kristen. Saya hanya berbicara kepada Allah, dan berkata, "Oh, Tuhan, jika Engkau ada, kasihanilah aku, seorang berdosa. Selamatkan aku dari situasi ini, dan oleh anugerah-Mu, aku akan melayani Engkau seumur hidupku" tepat dari dalam lubuk hati saya! Dan Allah menjawab. Bang! Seperti kilat jawabannya datang tanpa perlu saya menunggu beberapa detikpun. Jawabannya datang dengan segera. Hadirat Allah menutupi saya. Dengan segera, saya berada di dalam tempat persembunyian-Nya, tepat didalam penjara itu. Doa seperti itulah yang Allah ingin dengar dan itulah yang Allah ajarkan kepada saya. Pelajaran yang pertama tentang kehidupan Kristen yang saya pelajari adalah ini: Jangan bertele-tele kepada Allah! Ia tidak ingin mendengarkan itu! Katakan saja dari lubuk hatimu. Mungkin tidak kedengaran bagus dan mungkin tidak betul tatabahasanya. Tatabahasa anda tidak bagus. Bahasa Inggeris anda tidak bagus dan bahasa Cina anda tidak bagus - Ia tidak disitu untuk memberi nilai kepada bahasa Cina anda! Ia bukan guru bahasa. Panjatkan suatu doa kepada-Nya! Setiap hari, bukan berapa jam anda habiskan untuk berdoa, tetapi berapa banyak anda persembahkan dari dalam lubuk hati anda. Satu kalimat, saudara-saudara, pada malam hari atau pagi hari, atau apa saja yang anda doakan, adalah lebih baik dari satu pidato yang panjang kepada Allah. Ia tidak ingin mendengarkan pidato-pidato. Bayangkan jika anak perempuan saya datang kepada saya, dan menyampaikan satu pidato. Saya akan tercengang dan berkata, "Apa sudah terjadi pada dia?" Ia hanya perlu mengatakan, "Ayah, aku mengasihimu!" Nah, itu bagus sekali! Itu saja yang saya butuhkan. Apa lagi yang Allah inginkan dari anda? Mengapa kita berhubungan dengan Allah seolah-olah Ia adalah semacam orang yang suka mendengar pidato? Jika pada malam hari sebelum tidur anda hanya berkata, "Tuhan, aku benar-benar mengasihi Kau!" atau, "Betapa besarnya kasih-Mu terhadapku!" - itu adalah doa yang paling indah. Itulah maksudnya! Itulah yang dimaksudkan oleh Tuhan Yesus: berdoalah dari dalam hati! Disitulah tempat tersembunyi yang disebutkan itu. Dari akar keatas - itulah doa yang harus dipersembahkan kepada Allah. Allah Mengasihi Orang Yang Memberi Dengan
Sukacita Karena itu, apabila kita menyerahkan apa-apa untuk Allah, lakukanlah dengan sukacita. Dan saya ingin mengatakan kepada anda semua, apa yang anda tidak dapat lakukan dengan sukacita, lupakan saja! Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita! Apa yang tidak dapat anda berikan dengan sukacita, jangan berikan! Allah tidak akan memaksa anda untuk memberi. Jika anda ingin memasukkan sesuatu kedalam kotak persembahan, jangan berkata, "Disini Tuhan, aku telah membayar pajakku. Ambillah!" Jika anda tidak dapat memberi dengan sukacita, simpan saja uang itu! Ia tidak mau uang anda. Apabila anda mempersembahkan diri anda kepada Tuhan, jangan berkata, "Nah, aku telah diseret secara terpaksa ke tempat ini. Aku tidak ada pilihan lain sekarang. Keadaanku memaksa aku untuk mempersembahkan diriku kepada-Mu Tuhan." Siapa ingin memaksa anda untuk mempersembahkan diri anda kepada Tuhan? Jika anda tidak dapat mempersembahkan diri anda atau apa saja kepada Tuhan dengan sukacita, apa saja yang tidak dapat diberikan dengan sukacita, jangan menyusahkan diri anda untuk memberi. Orang Kristen Yang Spiritual Mencari Upah Yang
Spiritual Anda lihat, prinsipnya sangat sederhana. Jika anda mengasihi seseorang, atau anda mengasihi Allah, kasih selalu mengklaim obyek yang dikasihi itu. Selalu! Tidak ada pengecualian samasekali. Kasih selalu mengklaim obyek yang dikasihinya. Itulah sebabnya orang yang saling mengasihi saling menikahi. Kalau tidak, ada banyak orang Kristen super yang saling mengasihi tetapi tidak pernah bernikah. Tidak! Bukan begitu! Mereka akan berkata, "Aku mengasihimu tanpa upah. Kamu tahu, aku hanya mengasihimu. Itu saja, dan selesai disini!" Saya pikir dalam gereja, kita tidak akan dapat menikahkan siapapun karena kita penuh dengan orang-orang Kristen super. Ini berarti hanya orang Kristen yang duniawi saja yang bernikah. Astaga! Jangan lagi pergi ke upacara pernikahan, karena orang-orang Kristen duniawi sedang bernikah disitu. Orang Kristen super tidak bernikah karena mereka tidak menyukai upah. Oke. Tentu saja, saya tidak akan mengambil upah dari anda karena saya mengasihi anda, karena saya sedang mencari upah spiritual, bukan upah dari anda. Namun itu tidak berarti saya tidak menginginkan upah apapun. Kasih selalu ingin memiliki obyek yang dikasihinya. Nah, jika kasih itu adalah kasih manusia, anda mengklaim orang yang dikasihi itu. Jika kasih itu adalah kasih akan hal-hal duniawi, anda mengklaim hal-hal itu. Sebagai misal, 'orang yang mengasihi dunia' berarti mereka mengasihi barang-barang yang ada didalam dunia. Mereka mengasihi sebuah mobil; mereka mengasihi sebuah radio; mereka mengasihi gramopon. Apa yang anda maksudkan dengan 'mengasihi sebuah radio', 'mengasihi sebuah mobil'? Anda berkata, "Oh, kelihatan bagus sekali!", dan kemudian, "selamat tinggal!" dan anda keluar dari toko itu. Tentu saja tidak, anda ingin memilikinya. Itulah maksud saya. Kasih berarti anda ingin memiliki benda itu. Kasih selalu ingin memiliki apa yang dikasihinya - itulah prinsip kasih. Apabila saya mengasihi Yesus, apa artinya? Itu berarti saya ingin memiliki Yesus. Saya tidak malu untuk mengatakan bahwa saya ingin memiliki Yesus. Apa salahnya? Saya begitu mengasihi Yesus sehingga saya menginginkan-Nya. Dialah yang saya inginkan. Saya tidak akan berpura-pura kepada anda bahwa saya tidak menginginkan upah, bahwa saya menyerahkan semuanya untuk melayani Tuhan karena saya tidak menginginkan upah. Itu omong kosong belaka. Saya mengasihi-Nya. Paulus menyatakan bahwa Dialah yang dia inginkan: "Aku kehilangan segala sesuatu!" Untuk apa? Untuk upah itu - untuk memperoleh Kristus! Itulah yang ia inginkan. [Filipi 3:8] Manusia rohani mencari upah rohani. Jika itu tidak menggairahkan anda, tidak ada apa-apa yang akan menggairahkan anda. Tidak ada orang yang melayani Allah tanpa alasan. Ia menginginkan Allah! Mazmur 42:1-2 adalah salah satu ayat yang paling indah dalam Alkitab. Apa yang dikatakan disitu? Mazmur 42:1-2 berbunyi, "Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?" Disini adalah seorang yang mengasihi Allah, yang merindukan Allah. Sama seperti dua orang yang saling mengasihi, oh, mereka saling merindukan. Anda tahu, apabila anda tidak melihat dia selama 2 jam, tampaknya seperti 2 tahun. Kapan kali terakhir anda saling bertemu? "Oh, 2 tahun yang lalu!" Padahal hanya 2 jam yang lalu. Dan jika anda harus berpisah untuk beberapa waktu, berhari-hari menjadi seperti bertahun-tahun, bertahun-tahun seperti selama-lamanya. Oh, tiada terderita! Hati anda merindukan - merindukan - orang itu, untuk bersama orang itu. Makanya disini, pemazmur berkata, "Hatiku merindukan Allah!" Anda lihat, kasih manusia ingin memiliki manusia yang dikasihi itu. Kasih yang spiritual ingin memiliki Allah. Apa artinya pemazmur merindukan Allah? Apakah ia semata merindukan Allah seolah-olah berkata, "Aku tidak menginginkan Engkau, tetapi aku mengasihi Engkau. Aku merindukan Engkau, tetapi aku tidak ingin memiliki Engkau"? Omong kosong! Tentu saja, pemazmur rindu untuk memiliki Allah, untuk bersekutu dengan-Nya. Kasih Yang Sejati Tidak Hanya Ingin Memiliki,
Tetapi Juga Memberi Kepada Obyek Yang Dikasihi Jadi, kasih selalu memiliki dua aspek ini. Ia ingin memiliki dan ia memberikan dirinya kepada obyek yang sama itu. Dengan cara yang sama, apabila kita ingin memiliki Yesus, kita juga memberikan diri kita kepada Yesus. Kasih yang sejati tidak hanya ingin memiliki, tetapi juga memberi. Jika kasih hanya ingin memiliki, itu bukan kasih namanya. Itu adalah ketamakan. Dan itu tidak sama dengan kasih. Anda tahu ada orangtua yang mengasihi anak mereka dengan cara itu. Mereka hanya mengklaim bahwa anak itu, "Anak ini aku punya. Aku punya!" Apa yang mereka berikan? Apakah kasih? Apakah pengertian? Apakah waktu? Apakah kesabaran? Apa yang mereka berikan? Itu bukan kasih; itu adalah ketamakan. Suka menguasai! Kita berbicara tentang kasih. Dan semua kasih yang sejati ingin memiliki dan memberi. Upah Yang Paling Besar Yang Diinginkan Manusia
Rohani - Allah Sendiri! Dalam Wahyu 2:28, Tuhan Yesus berkata kepada barangsiapa yang menang, "kepada-Nya akan Kukaruniakan bintang timur." Tetapi apakah bintang timur itu? Nah, pertanyaannya bukan, "apakah bintang timur itu?" tetapi "siapakah bintang timur itu?" Dan kalian yang menyanyikan hymne tadi - "Dialah bunga bakung di lembah-lembah, bintang timur yang gilang-gemilang," seharusnya tahu jawaban kepada pertanyaan itu. Yesuslah Bintang Timur itu! Apabila Yesus berkata, "kepada-Nya akan Kukaruniakan bintang timur", artinya Aku akan memberikan diri-Ku sendiri sebagai upah! Dialah Bintang Timur itu. Dalam Wahyu 22:16, Yesus disebut sebagai "bintang timur, yang gilang-gemilang." Oh, betapa indahnya memiliki Yesus! Allah Ialah Sumber Segala Keindahan Jika anda melihat keindahan sebuah lukisan, dan anda berkata, "Ah, lukisan itu cantik sekali", apa maksud anda? Apakah ada apa-apa yang asli pada lukisan itu? Tidak! Yang dilukiskan mungkin sebuah kapal; mungkin gunung-gunung; mungkin air, namun anda berkata, "Cantik sekali!" Dengan kata lain, lukisan itu cantik karena ia menggambarkan ciptaan Allah. Itu saja yang dilakukannya. Atau anda memandang sebuah patung pahatan. Anda berkata, "Oh, patung ini cantik sekali." Mengapa anda berkata patung itu cantik? Mungkin itu sebuah patung manusia atau apa saja, namun anda berkata, "Oh, patung itu cantik!" Mengapa anda berkata patung itu cantik? Karena ia memantulkan keindahan Allah - keindahan ciptaan Allah. Dengan kata lain, semua keindahan berasal dari Allah - keindahan Allah. Kita mempunyai satu gambar untuk diikuti. Kita mempunyai satu model untuk diikuti. Dan bertanyalah kepada diri sendiri, "Dari mana Allah mendapatkan keindahan itu?" Anda lihat, seorang pelukis tidak semestinya cantik untuk melukiskan sebuah lukisan yang cantik, bukankah begitu? Ia mungkin saja seorang yang sangat jelek, tetapi ia dapat melukiskan sebuah lukisan yang cantik karena ia tidak melukiskan dirinya. Ia sedang melukiskan sesuatu yang lain. Boleh jadi apabila ia melukiskan dirinya sendiri, ia melukiskan dirinya dengan cantik. Dan sekalipun ia melukiskan dirinya sendiri - ia mempunyai sesuatu untuk diikuti. Dari situlah ia mendapatkan kecantikan itu! Dari mana Allah mendapatkan gambaran itu - standar keindahan itu? Dari mana? Bukan dari suatu tempat yang lain, bukan dari seseorang yang lain. Bukan dari seorang model yang duduk disitu. Bukan dari alam. Tapi dari diri-Nya Sendiri! Dialah asal-usul segala keindahan. Betapa indahnya Dia Yang merupakan sumber segala keindahan! Lihatlah pada bunga mawar, atau bunga anyelir, atau bunga apa saja - begitu indah! Bagaimana Allah membentuknya? Dari mana Dia mendapatkan ide yang begitu indah? Apakah Dia menyalinnya dari suatu tempat yang lain? Tidak! Dialah sumber segala keindahan. Keindahan datang dari Dia. Jadi apabila saya memandang pada ciptaan, saya berkata sendiri, "O Tuhan, betapa indahnya Engkau! Betapa besarnya kuasa Engkau! Betapa besarnya hikmat Engkau!" Allah Adalah Indah Karena Dia Adalah Kasih Tetapi ambil seorang yang cantik dan keluarkan kasih dari orang itu, orang itu menjadi begitu jelek! Begitu jelek! Bintang-bintang filem semuanya tampan-tampan dan cantik-cantik, dan mereka semua saling menikahi. Mereka mempunyai angka penceraian yang paling tinggi di dunia! Apa masalahnya? Apakah karena kecantikan itu tidak cukup menarik? Tidak, karena meskipun seseorang itu sangat cantik, namun tanpa kasih, orang itu menjadi jelek. Tidak ada apa-apa lagi pada orang itu. Sekarang pikirkan Allah. Alkitab memberitahu kita bahwa, "Allah adalah kasih." Oh, betapa indahnya Allah itu! Apabila anda melihat seorang Kristen yang indah, yaitu seorang Kristen yang memancarkan kasih Kristus, anda mendapat satu gambaran betapa indahnya Allah itu. Tetapi Allah adalah indah secara harfiah, dan indah secara moral dan indah secara rohani. Jika seorang yang jelek dapat dijadikan indah oleh kasih Allah, wow, seperti apa Allah itu? Itu diluar imajinasi saya. Melalui satu proses deduksi dan induksi, saya dapat melihat betapa indahnya Allah, bahwa orang seperti saya, yang tidak layak dikasihi, Dia kasihi dengan satu kasih yang abadi. Kita hampir tidak dapat memahami kasih seperti itu. Pikiran kita diherankan olehnya. Namun Dia mengasihi kita! Dan itulah sebabnya saya mencari upah ini, karena saya melihat bahwa segala sesuatu dalam dunia ini sedang berlalu, tetapi Dia tetap selama-lamanya! Allah begitu indah, tak terkatakan indahnya! Oh, Dia begitu mempesonakan! Manusia akan berlalu, keindahan manusia akan menjadi layu, segala yang ada didalam dunia akan pergi. Tetapi Allah tidak berubah. Berapa banyak orang menghabiskan begitu banyak uang seraya mereka melangkah menuju usia 40 atau 50, sehingga make-up di wajah makin lama makin tebal? Maksud saya mereka menambalkan apa yang tidak ada disitu. Mungkin ada diantara kita yang pernah mendengar tentang Li Li Hua, seorang bintang filem Cina yang terkenal. Nah, saya kebetulan bertemu dengan dia sekali di Bandara Hong Kong. Suatu percekcokan sedang berlangsung, dan saya berkata, "Apa yang terjadi disini?" dan ia berjalan melewati tepat dihadapan saya. Saya tidak tahu ia adalah Li Li Hua karena saya tidak pernah menonton filem. Saya tidak punya waktu untuk menonton filem. Dan ia berjalan melewati saya, dan seseorang berkata, "Itu adalah Li Li Hua!" Saya berkata, "Benar? Oh!" Anda tahu apa? Astaga! Dalam usianya yang lanjut, ia begitu ditutupi make-up sehingga saya tidak yakin saya dapat melihat Li Li Hua samasekali. Saya dapat melihat kemiringan tubuhnya, tetapi saya tidak dapat melihat dia, dan ia dioperasi untuk menegangkan kulit dahinya dan macam-macam lagi. Sekarang pembedahan plastik dapat melakukan hal-hal yang menakjubkan. Tetapi anda lihat bahwa kemuliaan manusia - itulah maksudnya - kemuliaan manusia menjadi pudar. Idola-idola yang kita cintai dalam dunia ini, mereka menjadi pudar. Mobil yang berkilau menjadi berkarat. Semuanya berlalu. Tetapi Allah tetap sama kelmarin, maupun hari ini dan sampai selama-lamanya. [Ibrani 13:8] Ia tidak berubah. Jadi, saya katakan, apakah motivasi saya? Apakah motivasi anda? Anda bekerja begitu keras mempelajari subyek-subyek itu, atau apa saja. Bagus! Bagus! Silakan saja! Buku-buku teks anda akan menjadi kuno dalam beberapa tahun akan datang. Anda belajar benda seperti itu, huh! Mungkin anak-anak anda akan melihat buku-buku teks anda, dan berkata, "Wow! Ini milik perpustakaan sejarah kuno." Semua ini ketinggalan zaman. Tidak dipelajari lagi! Mereka sekarang mempelajari "Matematika Baru" dan sesuatu seperti itu. Anda berkata, "Apa 'Matematika Baru' itu? Aku tidak pernah mempelajarinya." Segala sesuatu dalam dunia ini, Alkitab mengatakan, sedang berlalu, tetapi Allah tetap sama sampai selama-lamanya. Upah apa yang anda cari? Apakah anda seorang yang rohani atau duniawi? Jadi sekali lagi, saya membagikan dengan anda, jika anda menginginkan hidup yang berkelimpahan yang kita bicarakan tadi, maka keinginan anda adalah akan Allah! Tidak ada yang lain selain dari Allah! Marilah kita menjernihkan motif kita menjadi orang Kristen. Marilah kita memperdalamkan akar kita. |
Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.
Khotbah di Bukit: - Melebihi Kebenaran Orang Farisi - Sumpah: Ya, Ya Atau Tidak, Tidak - Jangan Melakukan Kewajiban Agamamu Dihadapan Orang - Janganlah Kamu Mengumpulkan Harta di Bumi - Jangan Kamu Menghakimi, Supaya Kamu Tidak Dihakimi - Jangan Kamu Memberikan Barang Yang Kudus Kepada Anjing - Mintalah, Maka Akan Diberikan Kepadamu
|
|||||
|
Copyright 2003-2012. Semua materi di situs ini
adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries. |
|||||||