|
|
Jangan Berzinah
Matius 5:27-30 - Disampaikan oleh Pendeta Eric
Chang
Hari ini kita
melanjutkan untuk belajar lagi tentang pengajaran Tuhan kita Yesus
Kristus dalam Matius pasal 5. Saya telah mengatakan berulang kali bahwa
kita tidak datang untuk mendengarkan khotbah manusia, untuk belajar
pemikiran manusia, tetapi untuk mendengarkan firman Tuhan Yesus sendiri.
Mari kita baca dari Matius pasal 5:27 - 30
Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata
kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya,
sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. Maka jika matamu yang kanan
menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik
bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan
utuh dicampakkan ke dalam neraka. Dan jika tanganmu yang kanan
menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik
bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan
utuh masuk neraka.
Dosa Timbul
dari Hati
Pengajaran Tuhan pada bagian ini
mengandungi kekayaan yang besar dan dalam waktu yang kita miliki kita
akan mencari untuk melihat apa yang Tuhan telah ajarkan kepada kita
dalam firman ini. Pertama mari kita melihat dengan jelas karena dalam
mempelajari ajaran Tuhan Yesus, kita harus melihat dengan tepat pada
tiap-tiap perkataan, dan kemudian yang kedua, memahami prinsip rohani
yang Tuhan sedang jelaskan atau perintahkan kepada kita. Disini Tuhan
Yesus berkata "Jika seseorang memandang seorang wanita sehingga timbul
hawa-nafsu untuk memilikinya, orang itu sudah berzinah dengan dia di
dalam hatinya." Apapun yang dikatakan oleh Firman yang Ketujuh yang
melarang anda untuk berzinah, tetapi apakah berzinah itu sendiri? Apakah
hanya perbuatan jasmaniah saja yang disebut perzinahan? Atau apakah
perzinahan dimulai dalam hati? Semua orang tahu bahwa tidak akan ada
dosa yang terjadi jika tidak timbul dari hati kita terlebih dulu.
Seperti Yakobus berkata "Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh
keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya."
(Yakobus 1:14). Jadi dosa selalu berawal dari hati.
Karena itu kita harus mengerti bahwa dosa adalah
masalah yang bersangkutan dengan hati karena apakah kita berbuat dosa
atau tidak adalah perihal kesempatan. Kita mungkin tidak mempunyai
kesempatan untuk melakukan dosa tetapi itu tidak berarti bahwa kita
tidak akan melakukan dosa tersebut. Tuhan Yesus berkata bahwa Allah
melihat ke dalam hati. Kenyataan bahwa anda tidak melakukan dosa mungkin
hanya menunjukkan bahwa anda tidak memiliki kesempatan, kesempatan untuk
melakukan dosa itu. Tetapi jika diberi kesempatan, anda akan
melakukannya juga karena dosa itu sudah ada dalam hati anda. Jadi kita
harus, sebagaimana yang Tuhan Yesus katakan, membuang setiap pemikiran
yang dangkal bahwa hanya dosa yang dilakukan saja yang disebut dosa, dan
dosa yang ada di dalam hati bukanlah dosa. Tuhan Yesus berkata, "Tidak
seperti itu! Allah melihat apa yang ada di dalam hati."
Saya sering berpikir tentang orang-orang Jepang
yang, ketika mereka datang ke Negeri Cina, melakukan berbagai bentuk
dosa. Apakah orang-orang Jepang lebih buruk dari yang lainnya? Tidak
samasekali. Di negara mereka sendiri, mereka tidak berbuat lebih banyak
dosa dari bangsa-bangsa yang lain. Angka kejahatan di Jepang tidak lebih
buruk dari pada yang lainnya. Lalu mengapa, saat mereka datang ke Cina,
kelakuan mereka seperti binatang? Apakah ini? Ini karena sekarang
lingkungan telah mengekang mereka dari melakukan apa yang dapat mereka
lakukan. Takut pada polisi, takut akan hukum, takut akan masyarakat,
takut akan kritik orang lain, takut akan pendapat orang lain tentang
anda - itu mengekang banyak perbuatan dosa dari berkembang. Tetapi
buanglah kekangan dan tekanan dan lihat apa yang terjadi? Tiap orang
menjadi liar seperti hewan. Hal ini benar untuk semua orang; tidak ada
pengecualian tentang ini.
Saat saya pergi ke Inggris, saya melihat orang-orang
Inggris berkelakuan dengan sopan dan tertib. Pada umumnya, mereka adalah
masyarakat yang taat hukum. Mereka sopan dan ramah seperti orang lain.
Tetapi tahukah anda apa yang mereka lakukan saat mereka pergi ke Mesir?
Tahukah anda apa yang mereka lakukan pada tahun 1956? Nah, anda hampir
tidak dapat membayangkan hal-hal yang mereka lakukan - kejahatan dan
kriminalitas yang mereka lakukan. Mengapa? Karena sekarang mereka berada
di negeri asing! Pembatasan hukum sudah diabaikan! Dan orang-orang ini
yang biasanya akan berkelakuan normal dalam suatu lingkungan menjadi
sangat berbeda dalam lingkungan lainnya.
Kita semua tahu tentang kelakuan tentara Amerika di
Asia Tenggara . Itu terkenal sekali di seluruh Asia Tenggara . Tetapi
apakah orang Amerika lebih buruk dari yang lainnya? Apakah mereka lebih
buruk dari kita? Apakah orang Jepang lebih buruk? Apakah orang Inggris
lebih buruk? Tentu tidak! Kita membohongi diri sendiri jika kita berkata
demikian! Karena jika kita pada posisi yang sama, dibawah tekanan yang
sama - dengan norma-norma sosial, adat-istiadat sosial dan restriksi
sosial dihilangkan, anda tidak berani memikirkan apa yang sanggup anda
kerjakan. Jadi Tuhan Yesus melihat dibalik peraturan lingkungan yang
dangkal dan Dia melihat ke dalam hati manusia, dan berkata, "Izinkan Aku
memberitahu kamu satu hal. Jangan berpikir bahwa Tuhan menunggu kamu
melakukan perzinahan sebelum Dia akan menghakimimu . Saat pikiran
tentang perzinahan itu timbul dalam hati anda, anda telah berdosa di
hadapan Allah sama seperti orang yang melakukan percabulan itu sendiri,
karena jika kamu diberi kesempatan untuk melakukannya kamu akan
melakukannya. Jangan menipu diri sendiri."
"Memandang"
Terus Menerus Dengan Suatu Keinginan
Tetapi sekarang, mari kita mengajukan satu pertanyaan. Apakah maksud
Tuhan Yesus setiap kali anda memandang wanita dan suka kepadanya, anda
sudah berdosa? Wow! Kalau begitu sangat susah sekali berjalan di seluruh
permukaan dunia ini. Anda akan berkata, "Aku harus keluar bukan saja
dengan kaca mata hitam tetapi dengan tirai! Karena jika aku memandang
seorang wanita dan aku berpikir, 'Wow! Dia cantik!' astaga, habis aku.
Aku telah berbuat dosa di dalam hati!" Bagaimana kita dapat menjalankan
kehidupan Kristen? Jika itu yang Tuhan maksudkan, saya kuatir kita
mempunyai masalah yang cukup besar. Karena jika seorang perempuan
melihat seorang laki-laki dan berkata "Wow! Dia cakep sekali!", dia
sudah berdosa. Dia akan ke neraka! "Wow", kata anda, "Ajaran seperti ini
menakutkan. Dimana pintu keluarnya? Mari kita pergi dari sini! Aku tidak
tahan." Jadi mungkin berkat terbesar adalah menjadi buta, supaya anda
tidak akan jatuh ke dalam pencobaan. Apakah ini yang dimaksudkan Tuhan
Yesus? Tentu saja tidak! Mari kita melihat dengan teliti. Tuhan Yesus
tidak bermaksud seperti itu. Manusia akan penuh dengan rasa bersalah
karena, bagaimanapun, jika anda melihat seorang pria atau seorang wanita
yang cakep, mau tidak mau anda akan berkata "Mmmmm", cakep!" Tetapi itu
tidak berarti bahwa anda telah bernafsu terhadap orang tersebut. Jadi
apa yang dimaksudkan Tuhan Yesus?
Saat anda mempelajari Firman Allah, setiap bentuk
katakerja sangat penting. Bentuk katakerja apa yang terdapat disini? Apa
yang terdapat di dalam bahasa asli adalah bentuk katakerja 'past
participle', yang berarti memandang secara terus-menerus, atau menatap
seseorang. Jadi bukan hanya sekedar memandang sepintas lalu, dimana saat
saya melihat seorang wanita saya berkata " Oh, dia menarik sekali", atau
melihat seorang laki-laki dan berkata, "Ia cakep sekali - seorang yang
tampan!" Tidak, ini adalah suatu tatapan yang terus menerus. Pernahkan
anda dipandang dan diamati seseorang sehingga anda merasa tidak nyaman?
Apakah ini? Ini adalah sebuah tatapan atau pandangan yang terus menerus,
yang juga disertai dengan nafsu berahi.
Saya rasa kita sangat mengenal orang-orang yang
suka melakukan hal-hal seperti ini. Seringkali anda menemukan mereka di
kafe-kafe, anda melihat mereka di bus-bus - anda melihat seorang lelaki
menatap seorang wanita, terus memandangi wanita itu dengan penuh nafsu
berahi yang terlihat dari wajahnya. Inilah yang Tuhan Yesus maksudkan.
Bukan hanya sekedar suatu pandangan sekilas, bahwa anda tidak bisa
melihat wanita, dan entah bagaimana setiap pandangan adalah dosa. Tetapi
jika anda memandang dan lalu selanjutnya, yang tidak begitu kentara
dalam bahasa Inggris, adalah ungkapan niat itu - memandang terus-menerus
dengan maksud, dengan tujuan untuk melampiaskan birahi dengan dia.
Itulah yang Tuhan Yesus maksudkan secara khusus - melihat terus menerus
dengan sebuah maksud untuk membangkitkan nafsu berahi. Ini lebih
daripada sekedar pandangan sekilas, lebih dari sekedar pikiran yang
cepat berlalu. Kehendak orang itu terlibat dalam kegiatan seperti ini.
Bukan sekedar suatu pikiran yang cepat berlalu, karena kalau tidak
setiap kali suatu pikiran melewati pikiran anda, anda telah berbuat
dosa. Itu pasti sangat menakutkan. Kalau begitu kita harus mengejar
setiap pikiran dan bertobat untuk setiap pikiran. Anda akan menghabiskan
sepanjang hari bertobat. Mungkin itu adalah hal yang baik, tetapi itu
bukan apa yang dimaksudkan Tuhan Yesus disini.
Jadi disini Tuhan Yesus tidak mengatakan bahwa jika
seorang laki-laki melihat kepada seorang perempuan dan tertarik
kepadanya, dia sudah berbuat dosa. Karena jika begitu, kita tidak akan
dapat menikah samasekali karena, jelasnya, anda tidak mungkin menikah
dengan seseorang tanpa sebuah ketertarikan terlebih dahulu. Anda tidak
akan menikah dengan seorang yang anda tidak cintai, seorang yang tidak
anda sukai, yang mana dalam orang itu tidak anda temui sesuatu yang
menarik. Dan jika melihat seorang perempuan dan ingin memilikinya adalah
sebuah dosa, itu berarti setiap orang yang menikah sudah berbuat dosa
sebelum dia berbuat apa-apa. Tuhan Yesus tidak berbicara tentang ini.
Dia sedang berbicara tentang sikap dosa.
Panggilan
Yang Tinggi - Tidak Menyembunyikan Dosa Sekalipun dalam Hati Kita
Demikian, setelah memahami hal ini dengan jelas dalam benak kita,
kita tahu bahwa dosa ada didalam hati. Dan jangan berpikir jika anda
menyembunyikan dosa di dalam hati, anda tidak akan dihakimi karenanya.
Jangan pergi dengan pemikiran seperti itu. Dosa ada di dalam hati kita.
Inilah prinsip yang diajarkan Tuhan disini, bahwa jika anda
menyembunyikan dosa, anda memelihara dosa itu di dalam hati anda - bukan
hanya sekedar pikiran yang melintas dalam benak anda, dimana anda
berkata "Tuhan, tolong hentikan ini. Saya tidak ingin hal ini." - tetapi
jika ini adalah pikiran yang anda pelihara, anda sembunyikan, dan anda
nikmati, Tuhan berkata, "Berhati-hatilah dengan apa yang kau pikirkan
karena Tuhan akan menuntut pertanggung-jawaban atas pikiranmu."
Disini kita melihat standar kesucian, standar
kebenaran yang Tuhan kehendaki dari murid-murid-Nya. Hati yang suci,
ingatkah anda? Tuhan Yesus berkata, " Berbahagialah orang yang suci
hatinya, karena mereka akan melihat Allah." [Matius 5:8] Sekarang Dia
menjelaskan kepada kita apa artinya kesucian dalam hati ini. Kesucian
dalam hati berarti: anda tidak menyembunyikan dosa dalam hati anda.
Jangan memelihara pikiran dosa itu! Jangan memelihara dosa di dalam hati
anda! Betapa pentingnya hal ini? Betapa seriusnya hal ini? Tuhan Yesus
mengatakan ini, "jika ada dosa dalam hatimu, kamu harus bertindak begitu
keras dan bengis terhadapnya, dan jika anda perlu memotong tangan dan
mencungkil mata, anda akan melakukannya. Itu lebih baik daripada seluruh
tubuh anda masuk ke dalam neraka."
Jadi, kita dipanggil kepada suatu panggilan yang
tinggi akan kebenaran. Tuhan menyelidiki hati kita. Dia tahu apa yang
anda pikirkan saat ini dan apa yang akan anda pikirkan nanti sore - apa
yang anda pikirkan saat pagi hari tetapi khususnya malam hari saat anda
lelah, saat anda berbaring di tempat tidur dan tidak mengatur pikiran
anda, dan ketika pikiran mulai mengembara - suatu pikiran tentang
percabulan, atau sebuah pikiran tentang perzinahan mulai melintas dalam
benak anda - inilah saatnya untuk melakukan sesuatu. Jangan katakan,
"tidak ada yang melihat" karena Tuhan melihat ke dalam hati.
Satu lagi hal lain yaitu: seperti apa yang manusia
pikirkan dalam hatinya demikianlah manusia itu. Ini berarti jika anda
memelihara pikiran tersebut, maka suatu hari anda akan mendapat
kesempatan untuk melakukannya, dan aargh, anda akan melakukannya. Anda
akan sangat menyesal karena anda akan membayar harga yang tinggi -
karena kekudusan dan keadilan Allah. Jadi berhati-hatilah dengan apa
yang anda pikirkan. Kita harus menyucikan hati kita.
Menolak Dosa -
atau Kehilangan Keselamatan
Mari kita melanjutkan untuk mempelajari
hal ini dengan lebih berhati-hati dan untuk menganalisa apa yang Tuhan
Yesus firmankan bagi kita. Pertama-tama mari kita mempelajari hubungan
hati dengan anggota-anggota yang lainnya. Tuhan Yesus selanjutnya
berkata, "Jika engkau berdosa karena matamu, cungkillah matamu, karena
lebih baik jika matamu dicungkil, jika engkau memandang seorang wanita
dengan nafsu berahi, daripada engkau masuk ke dalam neraka." Apa yang
Tuhan Yesus ajarkan? Apakah secara harfiah (leterlek) Dia menyuruh kita
untuk mengambil pisau kemudian mencungkil mata kita? Apakah Dia sedang
berkata: "okay, tanganku ini telah aku pakai berbuat dosa, berbuat
zinah, untuk mencuri. Lalu aku mengambil pisau dan memotong tangan
kananku." Bagaimana dengan tangan yang kiri? Tangan kiri dapat
melakukan dosa juga. Jadi setelah memotong tangan kanan, tangan kiri
yang akan berbuat dosa. Apa yang akan anda lakukan dengan yang ini?
Akankah dipotong juga? Jadi apakah yang dimaksudkan Tuhan Yesus? Apakah
ini berarti bahwa kita harus mengambil pisau yang besar untuk
memenggalkan kedua tangan kita? Saya rasa kita akan habis jauh sebelum
akhir hidup kita. Huh? Kita semua sebagai seorang Kristen, harus
pincang, karena bagaimanapun, siapakah yang tidak pernah berdosa
sekalipun dalam pikiran? Siapakah yang tidak pernah berbuat dosa dalam
pikiran? Karena itu cepatlah ambil pisau! Dan saya pikir tentu saja
orang-orang Kristen yang baik akan menjadi pincang pada akhirnya. Apakah
ini yang Tuhan Yesus ajarkan kepada kita? Tentu saja Tuhan Yesus baru
saja mengatakan bahwa dosa adalah perihal hati. Lalu apa gunanya
memenggal tangan saya? Apa gunanya mencungkil mata saya?
Bukankan pelajarannya jelas bagi kita? Apapun
kesakitan yang harus ditanggung, apapun harga yang harus dibayar, apapun
yang anda kerjakan, pastikan bahwa anda tidak berbuat dosa, karena tidak
ada suatupun yang lebih penting di dunia ini dibandingkan dengan
keselamatan anda. Mata kita sangat berharga bagi kita. Banyak orang
berkata, "aku akan memberikan mata kananku untuk itu." Apa artinya ini?
Ini berarti bahwa mata mereka adalah sesuatu yang sangat berharga bagi
mereka. Tidak ada yang lebih berharga dibandingkan dengan mata anda.
Saya yakin bahwa anda sanggup menyerahkan mobil anda, atau menyerahkan
apa saja, "Ambil semua, asal saya masih memiliki mata saya." Tetapi
Tuhan Yesus berkata lebih baik mencungkil mata daripada seutuhnya masuk
ke dalam neraka!
Janganlah kita berpikiran terlalu harfiah
(leterlek)! Tuhan Yesus berkata kepada orang-orang Farisi, bahwa mereka
menapis nyamuk sementara unta mereka telan, dan anda berkata: "Wow!
Orang-orang Farisi mempunyai mulut yang besar - mereka dapat menelan
unta. Orang seperti apakah mereka?" Baiklah, saya pikir kita tidak harus
jatuh ke dalam kemustahilan seperti ini. Tuhan Yesus tidak mengatakan
bahwa kita harus membawa pisau dapur ke mana-mana setiap hari, pastikan
selalu ada di ikat pinggang anda dan setiap kali kita ingin berbuat
dosa, maka kita tinggal mengeluarkan pisau dapur itu dan wham! Potong
saja! Pastikan kita membeli pisau yang bagus dan tajam di Pecinan!
Bukan, bukan ini maksudnya. Tuhan Yesus sedang berkata: "Begitu penting
hal ini, dan jika anda harus melakukannya, lakukan saja! Meskipun sangat
berat untuk dilakukan." Ini berarti, tidak ada hal yang lebih penting,
apapun penderitaannya. Dapatkah anda bayangkan betapa sakitnya jika anda
harus mencungkil mata anda? Pada zaman itu tidak ada anestetik (obat
bius). Anda cungkil saja - mengerikan! Hampir saja membuat anda merasa
mual saat anda memikirkan hal tersebut. Dan untuk memenggal tangan?
Ouch!! Pikirkanlah. Tetapi Tuhan Yesus berkata, "Apapun sakitnya, apapun
harganya - dan harganya sangat tinggi! Karena, lihatlah, jika anda
memenggal tangan anda, anda tidak dapat bekerja lagi. Anda sudah habis.
Bagaimanakah seorang suster dapat melayani di Rumah Sakit tanpa tangan?
Bagaimana anda akan bekerja tanpa tangan? Anda telah menjadi cacat, anda
buntung. Penghidupan anda telah hilang. Jadi bukan hanya konsep
penderitaan saja di sini, tetapi juga konsep kehilangan segala sesuatu
termasuk di dalamnya, untuk menjadi cacat dan buntung. Tetapi Tuhan
Yesus berkata lebih baik menanggung kehilangan itu semua daripada
kehilangan keselamatanmu.
Sekarang perhatikanlah hal ini. Saat saya melihat
orang-orang Kristen, saya tidak melihat bahwa ada pemahaman seperti ini
tentang keselamatan. Saya tidak melihat ada pemahaman seperti ini
tentang keselamatan samasekali. Saya melihat bahwa ada orang-orang
Kristen yang masih menaruh banyak hal - profesi mereka, pekerjaan
mereka, dan segala sesuatu yang lain - lebih penting daripada
keselamatan mereka. Jadi kita harus datang untuk memahami bahwa tidak
ada yang lebih penting daripada Injil. Namun saya temukan banyak orang,
di saat anda berbicara kepada mereka tentang Injil, apa yang akan mereka
katakan? Mereka berkata, "Aku tidak punya waktu. Aku akan datang jika
ada waktu." Konsep seperti apakah ini? Apakah anda pikir ada yang lebih
penting daripada keselamatan? Anda lihat, pemikiran yang salah ini
adalah karena kita hanya memperhatikan apa yang sementara, dan kita
gagal untuk melihat betapa pentingnya apa yang kekal. Mereka adalah
orang-orang yang tidak dapat melihat nilai kerohanian. Tidak perlu
untuk mencungkil mata mereka karena mereka memang tidak melihat nilai
hal-hal yang kekal. Mereka tidak melihat. Mereka buta. Tidak ada gunanya
mencungkil mata mereka. Kata-kata ini ditujukan kepada orang-orang
Kristen.
Pengontrolan
Diri Adalah Sangat Penting Untuk Keselamatan
Tetapi sekarang saya ingin menyentuh satu
lagi hal yang penting. Apakah maksud Tuhan Yesus begitu bersifat kiasan
sehingga tidak ada maksud lain dari memotong tangan, mencungkil mata,
selain dari mengatakan bahwa kita harus memahami betapa pentingnya
keselamatan? Tidak juga! Kita harus memahami bahwa untuk seorang
Kristen, seluruh tubuhnya harus ditaklukkan. Banyak orang Kristen tidak
mengerti penaklukan ini - yaitu pedisiplinan tubuh kita. Tahukah anda
keselamatan erat kaitannya dengan disiplin tubuh kita? Bahwa tubuh kita
ini, perasaannya, nafsunya, keinginannya, harus dapat benar-benar
dikendalikan. Salah satu dari buah Roh adalah penguasaan diri, seperti
yang telah kita lihat sebelumnya. Mengapa? Karena penguasaan diri sangat
penting untuk keselamatan! Tahukah anda tentang ini? Paulus berbicara
tentang kebenaran, penguasaan diri dan penghakiman dalam Kisah Rasul
24:25. Mengherankan, bukan? Mengapa dia berbicara tentang penguasaan
diri? Ini karena keselamatan berhubung rapat dengan penguasaan diri.
Itulah sebabnya mengapa Rasul Paulus mengatakan dalam 1 Korintus 9:27: "Tetapi
aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah
memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak."
"Aku membuat tubuhku menjadi hamba. Aku menundukkan tubuhku. Aku
membabak-belurkan tubuhku. Bagaimana keadaan anda dibandingkan dengan
Paulus? Mengapa Paulus melakukan itu? Apakah ia semata seorang yang suka
memukuli dirinya? Apakah dia seorang pertapa yang suka menghukum dirinya
sendiri? Tidak juga! Paulus bukanlah seorang pertapa.
Ada beberapa biarawan, misalnya, yang tidur atas
kasur yang keras karena mereka berpikir bahwa ini akan menyenangkan
Tuhan. Hal ini salah! Kita tidak menyenangkan Tuhan dengan cara itu.
Tetapi keselamatan berkaitan dengan penguasaan diri, yaitu penaklukan
setiap bagian tubuh. Saya berharap ada waktu yang cukup untuk
mengembangkan aspek ini dari ajaran Tuhan, tetapi kita akan memuaskan
diri kita hari ini dengan hanya menyebutkan saja dan kembali membahasnya
pada lain kesempatan.
Jika anda ingin diselamatkan, jika anda ingin
benar-benar pasti bahwa anda tidak akan ditolak pada akhirnya nanti,
pahamilah bahwa anda perlu menaklukkan, mengendalikan atau
mendisiplinkan tubuh anda. Dan salah satu cara yang sangat bagus untuk
belajar mendisiplinkan tubuh adalah puasa. Tahukah anda akan kebenaran
ini? Puasa sangat jarang dipahami saat ini, tetapi hal ini adalah
sesuatu yang sangat penting dalam ajaran Tuhan, dan juga suatu unsur
yang penting dalam ajaran gereja. Puasa sering dipraktekkan di Gereja
Purba, bukan untuk memperoleh keselamatan, namun untuk mendisiplinkan
tubuh, untuk menaklukkan tubuh.
Perang Rohani
- Menaklukkan Diri Sendiri
Jika kita tidak dapat menaklukkan diri
kita, jika kita tidak dapat mengalami kemenangan atas diri kita, atas
kerakusan kita, atas hawa-nafsu kita, bagaimana mungkin kita akan
memenangkan peperangan rohani ini? Makanya, kemenangan dalam peperangan
rohani, marilah kita mengerti dengan jelas, dimulai dari kemenangan atas
diri sendiri, dan atas kedagingan kita. Itulah sebabnya mengapa Paulus
dalam 1 Korintus 9:27 berkata: "Tetapi aku melatih tubuhku dan
menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang
lain, jangan aku sendiri ditolak." Dia mengatakan itu dalam banyak
cara yang lain. Dia mengatakan hal yang sama dalam Galatia 5:24, 6:14,
dan Roma 8:13. Dalam semua ayat tersebut, dia berbicara tentang
mematikan perbuatan dan keinginan daging. Apakah artinya? Hal ini
berarti kita membawa keinginan-keinginan dan perbuatan-perbuatan daging
kepada kematian. Artinya ialah tidak mengijinkan mereka untuk menyatakan
diri mereka samasekali. Sangat mengherankan mengapa ajaran seperti ini
sangat asing bagi gereja masa kini. Yang sering ditekankan ialah tentang
diselamatkan.
Diselamatkan mempunyai arti yang jauh lebih dalam
dari sekedar dibaptis saja. Ada suatu peperangan rohani, suatu
pertempuran rohani di mana kita terlibat di dalamnya. Dan langkah
pertama adalah untuk memenangkan kemenangan atas diri kita sendiri.
Itulah sebabnya mengapa dalam salah satu amsal dikatakan, "dia yang
berkemenangan atas dirinya sendiri, yang mengendalikan dirinya, adalah
lebih besar daripada dia yang menakluk tujuh kota." Hal ini sangat
benar. Ada orang yang telah menaklukkan seluruh dunia tetapi tidak bisa
menaklukkan dirinya sendiri. Mereka berakhir dalam kekalahan, kehancuran
dan kebinasaan, sehingga mereka kehilangan segala yang telah mereka
taklukkan. Kemenangan harus diraih terlebih dahulu terutamanya atas diri
kita sendiri.
Tetapi disini muncul suatu lagi pertanyaan saat kita
merenungkan firman Tuhan Yesus. Tuhan Yesus menerangkan disini bahwa
begitu penting untuk kita mencapai kemenangan atas diri kita sendiri,
mengapa? Supaya kita tidak masuk ke dalam neraka!! Jika anda melakukan
dosa perzinahan, apakah dalam hati atau bahkan benar melakukannya,
hukuman Perjanjian Lama atas perzinahan adalah kematian. Ini adalah dosa
yang mematikan - dosa yang dihukum mati. Karena untuk dosa seperti itu,
tidak ada korban penghapusan dosa di bait Allah. Untuk dosa semacam itu,
hukumannya adalah hukuman mati. Bagaimana seseorang mendapat pengampunan
dari dosa seperti ini? Tidak ada pembicaraan tentang pengampunan di
sini. Jadi mari kita menanyakan suatu pertanyaan: jika demikian halnya,
lalu ketika anda masih bukan Kristen, apakah anda pernah melakukan dosa
itu? Mungkin anda pernah terlibat dalam perzinahan, dan persetubuhan
diluar nikah, jangankan di dalam hati. Tetapi jika itulah standar
keadilan, maka anda hanya perlu memikirkan saja di dalam hati, dan
menurut standar firman Allah, anda telah dijatuhkan hukuman neraka. Anda
telah terlibat dengan dosa yang mematikan - dosa yang hukumannya adalah
kematian, yang mana tidak ada korban penebusan dosa di bait Allah.
Anda lihat dalam Perjanjian lama, dalam bait Allah,
satu-satunya korban penghapusan dosa yang ada adalah korban penghapusan
bagi dosa karena ketidaktahuan, dosa yang tak disengaja, bukan untuk
dosa yang disengaja, yaitu dosa yang telah direncanakan sebelumnya,
diperhitungkan, diperkirakan, sampai terjadi. Untuk dosa semacam ini
tidak ada korban penghapusan dosa di bait Allah. Tidak ada korban
persembahan di Bait Allah untuk itu. Jadi apa yang akan terjadi kepada
kita jika kita melakukan dosa sebelum kita mengenal Tuhan, jangankan
dosa yang kita lakukan setelah kita menjadi orang Kristen? Apa yang akan
terjadi kepada kita? Bukankah kita semua telah dijatuhkan hukuman
neraka? Tidakkah jelas bahwa tidak seorangpun yang dapat menghindari
bencana neraka? Apakah ada orang yang berani berkata bahwa dia tidak
pernah mempunyai pikiran yang berdosa? Pikirkanlah dosa yang sudah anda
lakukan di dalam tubuh, usah disebut dosa-dosa yang telah anda lakukan
dalam pikiran. Lalu bagaimana, bagaimana seseorang dapat dibenarkan
dibawah ajaran Yesus? Kita semua binasa! Bagaimana kita dapat
diselamatkan?
Dengan
Standar-Nya Yang tinggi , Tuhan Yesus Menekankan Pentingnya Keselamatan
Melalui-Nya
Pengajaran Tuhan Yesus yang ini menimbulkan seluruh persoalan
tentang keselamatan. Ia menetapkan satu standar sehingga tidak seorang
manusia pun dapat dibenarkan di hadapan Allah. Lalu bagaimana kita dapat
luput dari bencana neraka? Lihatkah anda dalam terang ajaran Tuhan Yesus
ini, bahwa Dia sedang mengatakan tepat seperti yang Rasul Paulus katakan
di Roma 3:23? Nah, Paulus berkata tepat seperti yang Tuhan katakan bahwa
".... semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan
Allah". Tamatlah kita! Kita semua orang terhukum - dihukum mati!
Jadi jika anda bukan seorang Kristen, dengarkanlah firman Tuhan Yesus
ini dengan teliti. Tuhan Yesus berkata dengan pasti kepada anda, anda
hanya punya satu masa depan yang menunggu anda: masa depan itu adalah
neraka. Bagaimana anda akan diselamatkan?
Kita dapat melihat bahwa pengajaran Tuhan Yesus
mensyaratkan, dan menyatakan secara tidak langsung - perlunya
penyelamatan. Ia menunjukkan perlunya pengampunan dosa, yang tidak akan
pernah kita capai sendiri. Karena di sini dikatakan, "jangan lakukan
itu!" tetapi tidak dikatakan apa yang harus kita perbuat jika kita telah
melakukannya. Apa yang harus kita lakukan? Ya syukur kepada Allah, Tuhan
Yesus telah memberitahu kita ditempat lain apa yang harus kita lakukan.
Kita harus bertobat! Ingat kita mulai dengan pengajaran Tuhan Yesus di
mana Dia mengawali dengan berkata: "Bertobatlah karena Kerajaan Allah
sudah dekat." Itulah firman yang pertama dalam pengajaran Tuhan Yesus.
Berubahlah secara total! Ubahlah seluruh arah hidup anda.
Dari semua ini, kita mulai melihat bahwa semua itu
membuat kita untuk menyadari kengerian dosa, saat kita melihat bagaimana
Allah memandang dosa. Dosa sangat menakutkan. Pahamilah hal ini jika
anda bukan seorang Kristen, dan pahamilah dengan sejelasnya bahwa Allah,
dalam kekudusan-Nya, tidak akan melakukan hal lain kepada anda selain
membuang anda ke dalam neraka jika anda tetap dalam dosa. Allah
bermaksud supaya alam semesta ini bebas dari dosa dan Dia akan membuang
setiap noda dosa. Anda bisa meyakini hal itu. Beberapa orang menanyakan
mengapa Allah tidak melakukan sesuatu untuk mengatasi masalah-masalah
dunia ini. Mengapa Dia tidak melakukan sesuatu? Izinkan saya mengatakan
sesuatu kepada anda, Dia sedang mengerjakan sesuatu setiap menit. Tidak
ada artinya menanyakan pertanyaan tersebut. Dia akan membuang setiap
titik dan setiap noda dosa yang ada di dunia ini. Jika anda tetap
berpegang pada dosa, Dia akan membuang anda beserta dosa anda. Tetapi
syukur kepada Allah karena Dia telah memberi kita satu jalan keluar!
Setelah membuat kita menyadari kengerian dosa, Tuhan Yesus menunjukkan
kepada kita mengapa Dia datang ke dunia ini. Dia memulai pengajaran-Nya,
sebagaimana yang telah kita lihat dengan kata 'bertobat'.
Tetapi anda berkata tidak ada gunanya bertobat
karena dosa ini tidak ada pengampunannya menurut hukum Perjanjian Lama.
Perzinahan dihukum mati! Tidak ada korban penghapusan dosa untuk
menutupinya. Jadi apa gunanya bertobat? Benar, PL tidak dapat
menyelamatkan anda. Tetapi syukur kepada Allah! Tuhan Yesus berkata
misalnya di Markus 10:45, "Karena Anak Manusia juga datang....... untuk
memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang." Dia datang
khusus untuk menyelamatkan anda. Itulah sebabnya mengapa Dia datang. Dan
saat kita mengikuti Perjamuan Kudus, setiap minggu kita mengikutinya -
ia mengingatkan kita sekali lagi, bahwa jika bukan karena darah-Nya dan
tubuh-Nya kita semua akan berakhir di neraka. Tak seorangpun dapat
menghindari malapetaka neraka! Dan pikirkanlah hal ini saat mengikuti
Perjamuan Kudus. Setiap kali anda mengikuti Perjamuan Kudus,
pikirkanlah: "jika bukan karena tubuh ini, Tuhan, jika bukan karena
darah ini, saya pasti langsung masuk ke neraka dan menghabiskan
kekekalan dalam kebinasaan." Perhatikan sungguh-sungguh keajaiban ajaran
Tuhan ini.
Setelah Diselamatkan dari Dosa, Kita Tak Lagi
Seenaknya Melakukan Dosa
Tetapi kemudian, akankah kita berkata, "karena tubuh dan darah
Kristus telah menebus aku, ah, karena itu aku bebas terus melakukan
dosa?" Nah, pemikiran semacam ini sangat umum di kalangan orang Kristen
dan saya telah membagikan hal ini sebelumnya dan saya tidak akan
mengulanginya lagi saat ini. Tetapi ingat, jika firman ini tidak
ditujukan untuk murid-murid-Nya, lalu kepada siapa lagi? Di sini Tuhan
Yesus sedang berbicara kepada murid-murid-Nya, dan Dia berkata - Dia
mengingatkan mereka - "hati-hati dengan apa yang kamu pikirkan!" Ajaran
yang sama ini diulang juga dalam Matius 18:8- 9. Diulangi juga dalam
Markus 9:43-48 untuk menekankan betapa pentingnya Firman ini.
Firman-firman penting yang disampaikan Tuhan Yesus biasanya diulangi
untuk menekankan kepentingannya. Kita lambat dalam belajar. Sering kita
mendengar sesuatu sekali, kita tidak mengingatnya. Tuhan mengulangi
ajaran-Nya supaya kita mengingatnya, agar ajaran-Nya dapat dipahami oleh
kita yang tumpul dalam pengertian ini.
Jika Firman ini tidak ditujukan kepada
murid-murid-Nya, lalu kepada siapa lagi? Karena untuk berbicara kepada
orang bukan Kristen tentang hal ini, bahwa mereka harus memenggal
tangan, mencungkil mata, tidak ada kemungkinan samasekali dia akan
memperhatikan. Itu sama seperti melemparkan mutiara anda kepada babi.
Bukan begitu! Pikirkanlah dengan berhati-hati akan hal ini. Tuhan Yesus
sedang memperingatkan murid-murid-Nya: "Jangan berpikir karena Aku telah
menebusmu dengan darah-Ku, jangan menyangka karena aku telah menyerahkan
nyawa-Ku sebagai tebusan bagimu, maka engkau dengan enaknya terus hidup
dalam dosa! Jangan pernah pikirkan itu!" Rasul Paulus berkata:
"Sekali-kali tidak! Jangan biarkan pikiran tersebut melintas dalam benak
anda. Jangan membohongi diri anda sendiri. Allah tidak bisa dibohongi!"
dan dia melanjutkan untuk berkata, "bahwa tidak ada orang cabul, tidak
ada pendosa, tidak ada orang yang berzinah ..." - semua itu, dan dia
berkata "tak seorangpun seperti itu yang dapat masuk ke dalam kerajaan
Allah, apapun yang mereka sebutkan tentang diri mereka." [Galatia
5:19-21] Perhatikan dengan teliti Firman Allah ini. Pastikan anda
menjalankan kehidupan yang kudus. Keselamatan bukan satu alasan untuk
berbuat dosa. Jangan membiarkan pendapat manusia, tradisi, atau doktrin
apapun membutakan mata anda terhadap bahaya didepan, bahkan orang-orang
Kristen sekalipun. Ikutlah! Lihat pada pengajaran Kristus; jangan pada
pengajaran manusia, dan lihat apa yang Dia katakan kepada anda, bukan
apa yang saya katakan kepada anda.
Tidak
Seorangpun Dapat Luput dari Penghakiman Allah di Hari Kebangkitan
Waktu kita berjalan begitu cepat dan saya
harus menghentikan hanya untuk satu hal, atau dua hal. Pertama tentang
tubuh anda. Catatkan dengan baik firman Tuhan Yesus, banyak kekayaan di
dalamnya. Dia berkata, "cungkillah matamu atau penggallah tanganmu
supaya jangan seluruh tubuhmu dicampakkan ke dalam neraka." "Ha!" anda
pasti berkata, "bagaimana dengan mereka yang telah dikremasi? Bagaimana
dengan mereka yang di Irlandia Utara yang terkena ledakan bom? Tidak ada
tubuh yang dapat dicampakkan ke neraka. Karena tubuh mereka sudah
menjadi debu. Ah! Kalau begitu tidak ada masalah lagi. Jalan terbaik
(anda tahu, ada orang yang berpikir seperti itu) untuk luput dari
penghakiman adalah dengan dikremasikan setelah anda meninggal karena
tidak ada lagi tubuh yang dapat dibuang ke neraka. Nah, jangan
membohongi diri dan menjadi naif, karena, tentu saja jika anda meneliti
ajaran Yesus dengan teliti, pengajaran tentang kebangkitan tubuh juga
telah dinyatakan secara tidak langsung. Dan tentu saja, Dia selanjutnya
berbicara secara khusus tentang kebangkitan kemudiannya. Anda lihat
bagaimana, dalam perikop yang sederhana ini, begitu banyak doktrin yang
telah ditemukan - doktrin penebusan , doktrin kebangkitan, doktrin
pengudusan, doktrin keselamatan - semuanya terangkum dalam firman yang
sederhana ini. Bukankah ini terlihat sederhana? Sekarang anda dapat
melihat betapa dalam dan kayanya pengajaran Tuhan Yesus itu. Bagi mata
yang tak dapat melihat, tidak ada apa-apa untuk dilihat. Bagi mata yang
dapat melihat, begitu banyak yang terlihat sehingga susah untuk
mengetahui dari mana harus memulainya. Begitulah kayanya firman Tuhan.
Jadi telah dinyatakan dalam bagian Firman ini dokrin
kebangkitan sebelum doktrin penghakiman dan juga doktrin tentang neraka.
Itulah yang dikatakan Paulus dalam Kisah Para Rasul 24:15. Apa yang
dikatakan disana? Paulus berkata bahwa kita semua akan dibangkitkan -
"orang-orang yang benar maupun orang-orang yang tidak benar" - pada hari
kebangkitan - dibangkitkan untuk dihakimi. Jangan sangka ada cara untuk
melarikan diri dari penghakiman Allah! Apakah anda melihat mengapa Allah
dalam hikmat-Nya memberikan doktrin kebangkitan? Karena banyak orang
jahat akan berkata dalam hatinya, "Ketika aku mati aku akan menyuruh
tubuhku dibakar saja dan abunya dibuang ke laut agar aku bebas dari
penghakiman Allah." Tidak ada keuntungan seperti itu! Jangan berharap!
Itulah sebabnya mengapa doktrin kebangkitan ada disitu. Tuhan telah
mengingatkan kita: kita tidak akan dapat luput dari penghakiman Allah;
kita tak akan dapat memperdayakan Allah. Dia akan mengumpulkan kembali
debu dan abu tubuh anda dan memastikan anda berdiri dihadapan-Nya untuk
dihakimi.
Doktrin Neraka
Saya akan menyimpulkan khotbah ini dengan
doktrin neraka. Tuhan Yesus telah menyebutkan beberapa kali tentang
neraka dan inilah saatnya untuk kita melihat betapa pentingnya doktrin
ini. Tetapi sebelum kita membahas tentang doktrin neraka, saya ingin
mengatakan secepatnya dalam waktu penutupan ini, bahwa tidak seorangpun
harus berkhotbah tentang neraka yang belum pernah merasakan betapa
sakitnya dan ngerinya neraka dalam hatinya. Siapapun yang berkhotbah
tentang neraka seolah-olah sesuatu yang dinikmati - bahwa dia bisa
memanggang orang-orang berdosa disana, menggantung mereka diatas bara
belerang, dan melihat mereka mendesis seperti sosis (sate) panggang -
siapapun yang menyukai doktrin neraka, saya rasa orang seperti itu lebih
baik menutup mulutnya dan tinggalkan gereja dengan tenang. Tak
seorangpun yang layak berkhotbah tentang neraka tanpa merasakan betapa
ngerinya, betapa menakutkan, betapa nyatanya neraka itu.
Ada seorang gadis di Shanghai yang bukan seorang
Kristen. Ia belajar di salah sebuah perguruan tinggi di Shanghai, dan
dia meninggal. Dia meninggal selama beberapa jam, tetapi mereka
membiarkan tubuhnya disana. Beberapa jam kemudian, saya lupa apakah 8
atau 9 jam kemudian, dia hidup lagi. Saat dia hidup kembali, dia basah
dengan keringat dan gementar karena ketakutan. Orang disekeliling
bertanya, "Apa yang terjadi dengan kamu? Tahukah kamu bahwa kamu sudah
mati?" Dia berkata, "Aku tahu aku telah mati. Aku ingin menceritakan
sesuatu kepada anda sekalian. Aku mendapat sebuah pengalaman yang paling
mengerikan dan menyeramkan dalam hidupku." Mereka bertanya, "Apa yang
telah terjadi dengan kamu?" Dia berkata, "Aku diberikan suatu
penglihatan untuk melihat neraka. Aku dibawa ke bawah untuk melihat
neraka." Ingat bahwa dia bukan seorang Kristen. Dan dia berkata, "Saat
aku melihat neraka, saat aku melihat tempat yang mengerikan dan
menakutkan itu, Allah mengijinkan aku untuk kembali. Dia mengijinkan
aku kembali untuk mengatakan kepada anda bagaimanakah neraka itu, agar
anda, jika anda tidak takut akan Allah, anda mungkin takut akan neraka."
Ada banyak orang-orang berdosa yang tidak takut
apapun. Anda memberitahu mereka tentang kasih Allah - tidak ada
tanggapan dari mereka. Satu-satunya bahasa yang mereka mengerti adalah
bahasa ketakutan, dan Allah dalam hikmat-Nya memberikan keduanya -
bahasa kasih dan bahasa ketakutan. Gadis ini - dan apa yang saya
ceritakan kepada anda adalah kisah benar - dia bukan seorang Kristen
sebelumnya. Dia menjadi Kristen setelah pengalamannya tersebut. Dan
hasilnya, seluruh kampus itu mengalami suatu kebangkitan, ratusan dari
mereka datang kepada Tuhan karena kesaksian gadis tersebut karena mereka
tahu bahwa dia mengatakan kebenaran karena mereka semua tahu bahwa
sebelumnya dia bukan seorang Kristen. Kenyataan dari neraka adalah
sesuatu yang menakutkan, andai saja kita dapat menangkapnya.
Tidak
Mempercayai Adanya Neraka Tidak Akan Mengubah Kenyataan
Jangan katakan kepada diri anda sendiri, "Nah, aku tidak percaya hal
ini." Sudah saya tekankan sebelumnya, bahwa mempercayai sesuatu ataupun
tidak mempercayai sesuatu tidak akan mengubah kenyataan samasekali.
Ingatlah selalu dengan jelas dalam benak anda bahwa kepercayaan tidak
merubah apapun dalam hidup anda, sejauh yang menyangkut fakta. Anda
tidak percaya? Itu tidak membuat perbedaan! Jika anda tidak percaya ada
tempat yang namanya Australia, apakah ada perbedaannya? Akankah
Australia hilang karena anda tidak percaya? Jika anda katakan kepada
orang zaman dulu tentang pesawat terbang, mungkin mereka berkata, "Aku
tidak percaya," apakah itu akan membuat perbedaan? Kenyataan tidak
berubah karena anda percaya atau tidak. Itu hanya akan mengubah anda!
Iman mengubah anda; ia tidak mengubah kenyataan. Ingatlah dengan jelas.
Jadi jangan menghiburkan diri anda dengan berkata, "Nah, jika aku tidak
percaya, tidak akan ada neraka." Saya katakan kepada anda, anda akan
terkejut besar saat hal itu datang kepada anda!
Jika rumah ini sedang terbakar, dan seseorang
berkata, "Rumahnya terbakar!", dan memang sedang terbakar, dan anda
berkata, "Aku tidak percaya", apakah anda berpikir api itu akan padam?
Sangat tidak merepotkan. Saya berharap api bisa padam hanya dengan
berkata, "Aku tak percaya" dan api segera padam. Itu pasti menyenangkan
- satu solusi cepat untuk setiap masalah! Sayangnya, mempercayai sesuatu
atau tidak mempercayai sesuatu tidak mengubah apa-apa yang menyangkut
kenyataan samasekali. Kepercayaan hanya akan mengubah anda.
Perhatikanlah kenyataan ini.
Jadi jika dokter mengatakan kepada anda suatu hari
bahwa anda terkena kanker, dan anda berkata, "Aku tidak percaya! Aku
tidak merasa apapun! Aku tidak rasa sakit samasekali. Aku merasa normal
saja." Apakah anda berpikir kanker dalam diri anda akan hilang? Itulah
yang dokter katakan kepada ayah saya: "Anda menderita kanker leher." Dia
tidak merasakan apapun. Tidak sakit! Tidak terjadi sesuatu! Tetapi dua
bulan kemudian dia meninggal. Dia tidak merasa sakit pada saat itu,
tetapi dia meninggal. Jadi jangan berpikir bahwa mempercayai sesuatu
atau tidak mempercayai sesuatu membuat suatu perbedaan. Saya mengatakan
ini secara khusus karena banyak orang sengaja tidak mau berpikir tentang
neraka. Mereka berkata, "Aku tak mau memikirkan neraka. Aku tidak mau
berpikir tentang kematian, dan karena itu neraka tidak ada." Sayang
sekali, neraka ada. Neraka tidak akan lenyap karena anda tidak
mempercayainya. Ingatlah hal itu selalu. Selalu ingat bahwa iman
mempengaruhi anda, dan tidak mempengaruhi kenyataan. Iman mempengaruhi
sikap anda terhadap kenyataan.
Pentingnya
Neraka
Saya ingin membagikan beberapa poin lagi
karena waktu kita begitu terbatas. Pertama, mengapa perlu ada neraka?
Saya berpikir dan merenungkan hal ini dan akhirnya saya berkata, "Syukur
kepada Allah bahwa ada neraka." Anda berkata, "Apa kata kamu?" Saya
berkata, "Syukur kepada Allah bahwa neraka ada." Dan saya mengatakan ini
dalam segala kerendahan, dengan takut dan gentar. Anda berkata, "Oh,
bagaimana dapat anda mengatakan hal seperti itu?" Baiklah, akan saya
jelaskan mengapa! Jika tidak ada neraka, tidak akan ada keadilan di
dunia ini. Saya memikirkan, misalnya, segala sesuatu yang terjadi di
abad ini. Saya berpikir tentang kengerian Perang Dunia Kedua. Saya
memikirkan orang-orang yang memasukkan 6 juta orang Yahudi dan
bangsa-bangsa lainnya - Polandia, Belanda dan lainnya - ke dalam kamar
gas. Orang-orang ini termasuk wanita dan anak-anak, yang tidak pernah
tahu-menahu tentang maksud peperangan itu, dan mereka digas sampai mati
tanpa belas kasihan. Saya memikirkan jenis kejahatan semacam apa yang
sanggup mewujudkan hal seperti ini. Saya memikirkan kejahatan yang
mengambil nikmat dalam menyiksa sesama manusia supaya mati
perlahan-lahan. Saya pikir harus ada cara untuk membereskan
ketidakadilan ini.
Saya memikirkan orang seperti Hitler yang
menyebabkan kematian, bukan hanya 6 juta jiwa dalam kamar gas, tetapi
juga 20 juta jiwa di Eropa saja yang mati - mati terkena bom, mati
tertembak, mati terbakar - semua karena orang tersebut, seorang
megalomania (penyakit gila yang mengkhayalkan dirinya seperti seorang
yang agung dan mulia). Dan dia, saat kekalahan datang, setelah membawa
dunia ke dalam kehancuran, hanya mengambil peluru lalu menembak
kepalanya untuk menghindari penghakiman manusia. Saya mengatakan kepada
diri saya sendiri, "haruskah orang semacam ini - orang yang telah
membunuh 20 juta orang, baik para ayah, para ibu, anak-anak laki-laki,
anak-anak perempuan, dan semua jenis manusia yang lain, dan menyebabkan
kesengsaraan, dan penderitaan jutaan orang yang tak terhitung jumlahnya
- haruskah dia dilepaskan dengan satu tembakan di kepala?" Saya rasa ini
tidak adil. Apakah anda pikir ini adil? Saya akan mengatakan bahwa dia
harus bertanggungjawab atas kematian orang banyak tersebut. Berarti,
jika orang-orang ini harus menderita, maka penderitaannya harus paling
tidak 20 juta kali dari apa yang mereka deritai. Kalau tidak, jujur saja
saya tidak melihat adalanya keadilan. Bukan karena saya menderita; saya
menderita sangat sedikit di tangan orang ini. Tetapi saya memikirkan
mereka yang menderita karenanya, demi mereka, saya merasa harus ada
keadilan. Menurut anda apakah adil untuk orang ini, setelah
mengakibatkan kesengsaraan dan penderitaan kepada jutaan orang yang tak
terhitung jumlahnya harus dilepaskan hanya dengan satu tembakan, tanpa
rasa sakit, tanpa penderitaan, tanpa apapun? Akankah anda katakan bahwa
ini adalah keadilan? Baiklah, anda boleh berpegang kepada pendapat anda,
tetapi syukur kepada Allah bahwa ada tempat untuk keadilan di dunia ini
dimana Allah akan membuat perhitungan. Setiap orang akan mendapat
bagiannya. Dan lalu saya akan memuji Allah karena keadilan-Nya, sejauh
yang saya mengerti, sekalipun tidak mencukupi, akan digenapi.
Kejahatan dan
Dosa Harus Dibasmi - Neraka Adalah Tempatnya
Jadi kita dapat melihat bahwa Tuhan
sungguh-sungguh berniat untuk menghapuskan kejahatan dan dosa di dalam
dunia ini. Ingat itu! Ketika orang berkata kepada anda , "Apa yang Allah
kerjakan?" Anda bisa menjawab, "Tuhan sedang mengerjakan pekerjaan yang
dahsyat! Dia akan memastikan setiap sisa dosa dan kebusukan, akan
ditangani. Jika saya saja merasakan ketidakadilan dan kegeraman karena
dosa, saya bertanya-tanya apa perasaan Allah terhadap dosa? Jika seorang
yang berdosa semacam saya bisa marah karena dosa, bagaimana dengan Allah
yang Maha Kudus, bagaimana perasaan-Nya?
Jadi kejahatan harus dibasmi dan neraka ada untuk
membasmi kejahatan. Apa yang akan Allah lakukan dengan setiap dosa? Apa
yang akan Allah lakukan dengan kejahatan? Apa yang akan Dia lakukan
kepada Iblis? Kita berbicara tentang Hitler, tetapi bagaimana dengan
Iblis? Apakah mereka akan ditinggalkan tergantung-gantung secara kekal?
Apakah alam ini akan menolerir kejahatan semacam itu? Tidak juga! Itulah
sebabnya mengapa Allah mempersiapkan suatu tempat untuk menghapuskan
kejahatan - untuk membakar, untuk mengeluarkan kejahatan. Tetapi disini
kita harus membedakan beberapa hal. Ada orang mengira bahwa setiap orang
akan dipanggang di neraka untuk selama-lamanya, bahwa neraka adalah
semacam tempat panggangan agung. Tidak, tidak! Neraka ada sebagai tempat
pembasmian, tempat penghapusan kejahatan. Ingat itu!
Pengertian
yang Salah Tentang Neraka
Di sini saya ingin membetulkan beberapa
pengertian yang salah tentang neraka. Pertama, ingat hal ini, bahwa
tidak seorangpun yang begitu saja akan dikirim Allah ke neraka! Allah
penuh belas kasihan dan pemurah. Allah tidak berkenan samasekali kepada
kematian orang fasik. [Yeh. 33:11] Alkitab menyatakan bahwa Allah tidak
berkenan kepada kematian orang-orang berdosa. Mari kita tinggalkan
pemikiran sadis tersebut yang mana Allah seolah-olah menikmati melihat
orang-orang berdosa dipanggang. Neraka hanya mempunyai satu fungsi
praktis: pembasmian kejahatan. Neraka tidak dimaksudkan untuk menjadi
tempat penyiksaan.
Kedua, mari kita mengingat bahwa apa yang kita telah
baca dalam Alkitab tentang neraka menunjukkan bahwa neraka adalah tempat
pembasmian kejahatan. Neraka bukanlah suatu tempat yang ada hanya untuk
memanggang orang. Ketika anda membaca ajaran Alkitab dengan teliti, anda
akan mendapati setiap kali Alkitab mengajarkan ini: bahwa neraka adalah
suatu tempat untuk membinasakan kejahatan dan membinasakan mereka yang
enggan bertobat dari kejahatan. Pikirkanlah hal ini dengan baik. Neraka
bukanlah tempat di mana orang akan duduk disitu selama-lamanya. Alkitab
mengatakan bahwa api neraka itu kekal. Tetapi Alkitab tidak mengatakan
bahwa pembinasaan orang-orang berdosa itu juga kekal. Dua hal ini harus
dibedakan dengan berhati-hati, dan adalah sangat penting bagi kita untuk
membedakannya. Kenyataan bahwa api neraka itu kekal tidak berarti bahwa
hukuman di dalamnya juga kekal. Saya ingin anda membedakan ini dengan
jelas dalam pikiran anda. Saya ulang: kenyataan bahwa api-neraka adalah
kekal tidak berarti hukuman atas orang berdosa juga kekal.
Saya telah menyelidiki dengan sangat berhati-hati
pengajaran Alkitab tentang neraka karena saya seorang pemberita Firman
Allah dan saya ingin memberikan kepada anda fakta-fakta yang tepat.
Sebagai misal, lihat Yudas 7. Yudas 7 mengatakan sesuatu yang luarbiasa.
Dikatakan bahwa Sodom dan Gomora dihancurkan dengan api kekal. Pikirkan
baik-baik apa artinya? Api kekal! Sodom dan Gomora - apakah masih
terbakar hari ini? Tidak, mereka tidak ada lagi! Lalu bagaimana api itu
bisa kekal? Dalam menafsirkan Alkitab, kita harus mempunyai pengertian
yang tepat. Sodom dan Gomora dihancurkan dengan api kekal - apakah
artinya? Api kekal menunjuk kepada api Allah - api dari Allah pasti
kekal; itulah sebabnya mengapa kita berbicara tentang api kekal. Ini
tidak berarti bahwa Sodom dan Gomora tetap menyala hari ini. Tentu saja,
Sodom dan Gomora tidak ada lagi! Mereka telah berakhir! Tetapi api itu
tetap kekal. Anda mengerti? Dan karena itu, janganlah kita membuat
kesalahan saat kita membaca Alkitab dimana ada dikatakan 'api kekal',
ini berarti orang-orang berdosa dipanggang di situ selamanya. Sodom dan
Gomora sudah berakhir! Mereka tidak ada lagi. Mereka hangus terbakar.
Mereka tidak lagi eksis. Mereka telah dihancurkan oleh api.
Allah Telah
Melakukan Semuanya - Dia Telah Mengutus Anak-Nya - Untuk Menyelamatkan
Kita dari Neraka
Allah tidak berkenan mencampakkan manusia berdosa ke neraka untuk
dipanggang selama-lamanya. Tetapi Dia mempunyai satu kewajiban yang
menyedihkan - kewajiban untuk menghapuskan orang-orang berdosa yang
menolak untuk bertobat. Dia tidak berkenan melakukannya, tetapi Dia tak
punya pilihan lain. Pikirkan sakitnya itu! Dia tak punya pilihan,
saudara-saudara, selain dari menghancurkan orang-orang berdosa yang
enggan bertobat. Pilihan apakah yang Dia miliki? Anda tidak mau
bertobat. Dia telah melakukan segalanya untuk menyelamatkan anda; apa
lagi yang harus Dia perbuat? Katakan pada saya apa lagi yang harus Allah
kerjakan untuk menyelamatkan anda. Anak-Nya Yang Tunggal tergantung
diatas kayu salib untuk mati, untuk menumpahkan darah-Nya sampai tetes
yang terakhir - hal apa lagi yang harus Dia lakukan untuk menyelamatkan
anda? Pada Hari Penghakiman, apa yang dapat anda katakan terhadap Allah,
saya bertanya kepada anda, jika anda diserahkan kepada penghancuran
kekal. Apa yang anda dapat katakan melawan Dia? Dia telah melakukan
segalanya! Dan saya katakan kepada anda, Dia telah melakukan segalanya
demi keselamatan anda. Anda tidak mau menerimanya. Anda berkata, "Aku
tidak percaya!" Itu tidak merubah kenyataan apapun. Bagaimanapun, Dia
telah melakukannya untuk anda.
Saat anda berhadapan dengan kenyataan neraka, saya
rasa Allah akan berkata, "Maaf! Sahabat-Ku, Aku telah melakukan
segalanya bagimu. Aku sendiri mengutus Anak-Ku yang Kukasihi, apa yang
sangat berharga bagi-Ku, lebih dari tangan-Ku, lebih dari memenggal
tangan-Ku, lebih dari mencungkil mata-Ku. Aku telah mengutuskan Anak-Ku
untuk mati! Aku lebih rela mencungkil mata-Ku - itu tidak sesakit
mengirimkan Anak-Ku untuk mati. Siapa saja yang pernah menjadi seorang
bapa atau ibu pasti tahu akan hal ini. Namun kamu enggan datang
kepada-Ku! Kamu tidak mau datang kepada-Ku! Pilihan apa yang kau berikan
untuk-Ku, teman-Ku kecuali menghapuskanmu?
Itulah sebabnya mengapa Tuhan Yesus mengatakan
dalam Matius 10 ,"Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat
membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah
terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di
dalam neraka." - catat kata 'membunuh' - "baik tubuh maupun jiwa di
neraka." [Matius 10:28] Ini sangat menakutkan; ini membuat anda merasa
ngeri. Dia berkata, "Jangan takut dengan apapun di dunia ini. Tidak
sesuatupun yang dapat dilakukan dunia ini terhadap engkau! Tapi takutlah
akan Dia yang berkuasa membinasakan tubuh dan jiwa kau di neraka."
Apakah Dia senang akan hal ini? Saya katakan sekali lagi, tak ada
sedikitpun perasaan senang. Hal ini akan sangat menyakitkan Dia. Anda
adalah juga ciptaan-Nya, tetapi pilihan apa yang engkau berikan pada
Dia, temanku?
Jangka-waktu
Penderitaan di Luar Kegelapan
Tentu saja Alkitab mengajarkan bahwa
terdapat satu jangka waktu penderitaan. Penderitaan itu datang sepanjang
penantian eksekusi di tempat yang disebut kegelapan yang paling gelap.
Tuhan berbicara tentang kegelapan yang paling gelap dan juga api, dua
hal. Yang pertama datang dulu, dan yang kedua mengikutinya. Ketika anda
duduk dalam kegelapan yang paling gelap, di "dunia kekelaman" seperti
yang disebut Yudas 1:13, anda akan mempunyai banyak waktu untuk
memikirkan kenyataan rohani yang tidak anda pikirkan semasa hidup anda.
Anda akan mempunyai banyak waktu untuk memikirkan hal itu. Kadang-kadang
orang datang ke gereja dan mereka berkata, "Aiyah! Mengapa khotbahnya
begitu panjang?" Saya katakan kepada anda, anda begitu diberkati, karena
pada hari itu sementara anda menantikan penghakiman dari Allah, anda
akan berkata, "Huh, ini lama sekali. Berapa lama aku harus duduk di sini
dan menunggu penghakiman? Bisa cepat sedikit!" Anda akan mempunyai
semua waktu untuk memikirkan, untuk menyesal, "Selama aku di dunia, apa
yang aku lakukan dengan hidupku? Betapa bodohnya aku ini! Ketika aku
mendengarkan Injil, hanya masuk ke satu telinga dan keluar lewat telinga
lain. Sekarang, aku berharap ia telah masuk ke dalam hatiku dan tinggal
di situ. Manusia celaka aku ini!" Itulah periode penderitaan, api
penyesalan akan membakar dalam hati anda sebelum api yang memusnahkan
itu.
Penderitaannya bukan main dahsyat - penderitaan
karena penyesalan itu hampir tak ada bandingannya dalam penderitaan
manusia. Seperti orang ibu yang sedang menjaga anaknya, menjaga bayinya.
Dia berpaling untuk mengambil sesuatu dan bayinya terjatuh dari tembok.
Dapatkah anda membayangkan perasaan menyesal dari ibu itu dalam situasi
seperti itu? Dapatkah anda membayangkan bagaimana diri anda dalam
keadaan itu? Sementara dia berpaling satu saat, bayi itu terjatuh, jatuh
dan mati. Hanya satu detik! Penyesalan, kepahitan - apa yang akan dia
lakukan? Itu adalah penyesalan, temanku. Tak ada penderitaan yang lebih
parah dari penderitaan seperti itu. Mungkin anda pernah merasakan
sedikit, jika anda pernah gagal dalam ujian, atau sesuatu seperti itu.
Anda mungkin pernah sedikit merasakannya. Anda berkata, "Ah, andai saja
aku bekerja lebih keras, tetapi sekarang, apa gunanya?" Itu adalah
penyesalan. Kepahitannya sulit untuk dibayangkan. Ini terasa seperti
ada ulat di dalam yang mengunyah-gunyah jiwa kita. Ibu yang mengalami
hal itu pasti siap untuk bunuh diri saja. Rasa sakitnya itu tak
tertahankan karena anaknya jatuh tepat di saat sementara dia berpaling
ke tempat lain. Bagaimana dia dapat terus menjalankan kehidupannya yang
sisa dengan pikiran tersebut?
Neraka -
Tempat Pembinasaan dengan Api yang Tak Terpadamkan
Jadi, neraka ada - dan saya ingin setiap
orang jelas tentang hal ini - sebagai tempat pembinasaan. Saya
mengatakan ini dengan jelas berdasarkan otoritas dari Firman Allah. Di
Matius 3:12, Yohanes Pembaptis mengatakan ini, "Ia akan mengumpulkan
gandum-Nya ke dalam lumbung, tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya
dalam api yang tidak terpadamkan." Kata yang digunakan oleh Yohanes
Pembaptis di sini, "dibakar" atau "dihanguskan" dengan api yang tak
terpadamkan, berarti dibakar seluruhnya, tidak ada yang tertinggal. Tak
ada apapun yang tertinggal. Ini bertepatan dengan kata yang digunakan
dalam Keluaran 3:2. Di sana Allah menampakkan diri kepada Musa di semak
duri. Ingat apa yang terjadi? Semak duri itu menyala tapi tidak dimakan
api! Itulah katanya - tidak dimakan api, tidak dibinasakan, tidak
dihanguskan oleh nyala api. Api adalah sesuatu yang mengerikan, sesuatu
yang sangat berkuasa! Api menghanguskan banyak benda; api membinasakan
mereka dengan cepat. Dan di sini dikatakan debu jerami akan dimakan api,
dibakar, tak ada sesuatu yang tertinggal! Kata bahasa Yunani itu selalu
berarti kehancuran total. Hal yang sama terdapat di Lukas 3:17 di mana
Yohanes Pembaptis mengatakan hal yang sama.
Kesimpulan
Saya pikir bahwa anda semua sekarang, saya percaya, akan mengerti
dengan jelas betapa pentingnya Firman Allah. Saya telah meluangkan
banyak waktu untuk menekankan hal ini. Ini merupakan suatu pengajaran
yang sangat amat penting. Kita harus mengerti bahwa neraka itu ada.
Kenyataan neraka sangat menakutkan dan penghancuran neraka adalah sangat
nyata seperti semua hal lain yang nyata. Jangan pernah membohongi diri
anda sendiri dengan berpikir bahwa anda dapat luput dari hal tersebut
karena Allah yang maha kudus dan adil akan memastikan bahwa dalam alam
semesta-Nya, tak satupun noda kejahatan dan dosa akan disisakan.
Semuanya akan diserahkan ke neraka untuk dihancurkan nanti.
Kita juga telah melihat bahwa orang-orang berdosa
akan dibinasakan di neraka, pada akhirnya nanti, secepatnya. Kita juga
melihat bahwa ada beberapa orang, seperti Hitler dan orang-orang
sepertinya, akan berada di neraka untuk waktu yang sangat lama. Mereka
tidak akan diizinkan untuk dilepaskan dengan begitu cepat. Mereka akan
dibuat menderita seperti apa yang mereka telah kenakan terhadap orang
lain. Saya berpendapat bahwa orang-orang semacam ini akan berada di
neraka untuk waktu-waktu yang sangat lama, bukan karena Allah
menyukainya, tetapi karena keadilan yang harus ditegakkan. Dan juga kita
temukan dalam Wahyu 20:10 bahwa Iblis, binatang itu, dan nabi-nabi palsu
akan berada di dalam api neraka untuk selamanya. Karena begitu besar
kejahatan mereka sehingga mereka harus menanggung akibatnya secara
kekal. Tetapi yang lain, seperti yang telah kita baca, akan dibinasakan
di neraka. Jadi marilah mengerti dengan jelas pengajaran ini. Tetapi itu
bukan semua pengajaran Tuhan Yesus tentang neraka; kita akan melihat
kembali nanti. Tetapi saat ini marilah kita mempertimbangkan semua ini
dengan teliti untuk memahami dengan tepat pengajaran Tuhan Yesus.
Jadi hari ini kita telah menangani satu aspek yang
sangat penting dari pengajaran Tuhan, dan tentu saja, kita harus
memahami bahwa segala sesuatu yang Tuhan ajarkan adalah penting. Dalam
waktu yang kita lalui bersama, saya coba untuk membagikan sebanyak
mungkin dari kekayaan yang terdapat dalam Firman Allah. Simpan ini di
dalam hati anda karena kalau tidak, anda akan mempunyai menyesal untuk
selama-lamanya. Kita memberitakan hal-hal yang kita tahu adalah benar,
jadi berhati-hatilah bagaimana anda mendengar Firman Allah. Sadarlah
bahwa di dalam dunia ini, tidak ada hal yang lebih penting dari pada
keselamatan, bahwa kita harus membereskan hubungan kita dengan Allah dan
memasuki kehidupan yang Dia ingin berikan kepada kita. Itulah sebabnya
Dia berkata, "Mintalah - kamu akan terima!" Dia rindu, Dia menunggu -
untuk memberi kepada kita. Ia menunggu kita untuk meminta. |
[Download]
Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.
Khotbah
di Bukit:
-
Garam Dunia
-
Terang Dunia 1
-
Terang Dunia 2
-
Melebihi Kebenaran Orang Farisi
-
Jangan Membunuh
-
Jangan Berzinah
-
Sumpah: Ya, Ya Atau Tidak, Tidak
-
Memberikan Pipi Kiri
-
Mengasihi Musuhmu
-
Jangan Melakukan Kewajiban Agamamu Dihadapan Orang
-
Janganlah Kamu
Mengumpulkan Harta di Bumi
-
Mata Yang Baik
-
Jangan Kuatir
-
Jangan Kamu Menghakimi, Supaya
Kamu Tidak Dihakimi
-
Jangan Kamu
Memberikan Barang Yang Kudus Kepada Anjing
-
Mintalah, Maka Akan
Diberikan Kepadamu
|