| Saran & Komentar | updated on 26 June 2014

Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan

Halaman Utama

  |  Tentang Kami

  |  Hubungi Kami

  |  Izin Pemakaian Materi 

  |  Dapatkan Buletin Gratis di sini! 

Sumber Damai

Khotbah/PA


Inspirasi

Artikel/Renungan

Kesaksian Hidup


Pelatihan

Discipleship Trainings


Lain-Lain...

Buku-buku Terbitan

Lagu dan Film

Bible Study (P.A)

Siaran Mandarin

Buletin Gratis!

Follow Us


BACA ONLINE


BACA ONLINE


KATA PENGANTAR

Jenis orang Kristen manakah Anda?
Keselamatan: Segenap diri Anda bagi segenap diri Allah
(Bagian ketujuh dari studi sistematis tentang keselamatan)

oleh Pendeta Eric Chang

Jaminan keselamatan: mengalami langsung kuasa keselamatan Allah!

Di dalam seri ini, kita telah berbicara tentang keselamatan. Yang ingin saya tekankan adalah bahwa keselamatan adalah hal yang Anda alami sebagai kenyataan di dalam hidup Anda. Jika Anda belum mengalami realitas ini di dalam hidup Anda, maka semua pembahasan kita mengenai keselamatan hanya teori belaka. Saya mohon setiap orang untuk menyadari bahwa keselamatan adalah hal yang Anda alami.

Apa yang akan terjadi pada orang yang tidak bisa berenang terjatuh dari perahu ke dalam danau? Dia akan tenggelam. Akan tetapi jika dia diangkat keluar dari  danau, apa yang akan di alami? Keselamatan macam apa yang dialaminya? Apakah ini sekadar keselamatan yang dibahas di dalam teori saja? Bukan, ini adalah keselamatan yang langsung dia alami - dia diangkat keluar dari danau! Dan semakin besar pengalaman keselamatan ini, maka akan semakin kuat pula kesannya dalam benak Anda.

Laut Merah adalah laut yang penuh dengan ikan hiu. Jika Anda lemparkan sepotong daging ke dalam Laut Merah, dengan segera ikan hiu akan berdatangan. Jika Anda terjatuh di Laut Merah, Anda akan benar-benar sangat membutuhkan pertolongan yang cepat. Begitulah, ada seorang yang terjun menyelam ke Laut Merah saat kapal yang ditumpanginya berhenti dan membuang sauh. Di manapun kapal berhenti, orang ini selalu mengadakan penyelaman. Akan tetapi Laut Merah bukanlah tempat yang tepat untuk melakukan hal ini. Dengan segera, kapten kapal menyerukan perintah-perintah dari atas dek. Jika tidak cukup cepat maka orang ini tidak akan bisa diselamatkan. Dalam sekejap, tangga-tangga diturunkan, tanda bahaya dibunyikan, orang-orang bergegas turun melalui tangga, dan operasi penyelamatanpun dijalankan. Dan berkat kerjasama semua pihak, dia diselamatkan tepat pada waktunya. Anda bisa bayangkan, ketika orang ini diangkat keluar dari permukaan Laut Merah, begitu dia melihat ada sangat banyak sirip ikan hiu yang bergerak mendatanginya, maka dia benar-benar tahu apa artinya diselamatkan. Dan itu adalah pengalaman yang tak terlupakan baginya.

Demikianlah, bagi seorang Kristen, jika berbicara tentang keselamatan, seharusnya dia mengerti bahwa yang dibicarakan seharusnya adalah hal yang telah dialaminya. Namun sayangnya, ada banyak orang di gereja yang keselamatannya hanya merupakan khotbah pendetanya saja. Keselamatan tidak menjadi realitas yang mereka alami, mereka juga tidak diberitahu bahwa mereka perlu mengalaminya. Mereka hanya tahu bahwa mereka disuruh membuat suatu pernyataan iman, dan mereka telah melakukannya. Akan tetapi, jika Anda bahas masalah keselamatan dengan mereka, mereka akan berkata, "Yah, ini adalah ajaran yang sangat menarik." Akan tetapi  terasa terlalu jauh; hanya menjadi teori. Bagaimana mungkin Allah menjadi nyata bagi Anda jika Anda tidak pernah mengalami karya penyelamatanNya lewat Kristus? Bagaimana mungkin Anda merasa yakin bahwa kuasaNya menyelamatkan Anda jika Anda tidak pernah mengalami kuasa itu bekerja di dalam hidup Anda? Bagaimana Anda bisa berkata bersama rasul Paulus, "Karena aku tahu kepada siapa aku percaya"? (2 Tim 1:12)

Itulah sebabnya saya begitu gigih menerangkan berulang kali di dalam seri pembahasan ini bahwa saya tidak tertarik sekadar membahas doktrin gereja. Ada hal yang lebih berguna untuk dikerjakan ketimbang sekadar membahas perkara akademis. Jika saya berbicara tentang keselamatan, maka yang saya bicarakan adalah sebuah realitas - suatu realitas yang bisa dialami dan harus dialami, dan hanya dengan mengalami keselamatan itu barulah Anda bisa mengalami kuasa Allah dalam menyelamatkan kita lewat Yesus.

Dan pengalaman tersebut mungkin saja tidak dramatis, namun harus merupakan pengalaman yang nyata -  Anda tahu sesuatu telah terjadi atas diri Anda. Sekalipun pengalaman itu adalah suatu proses yang berangsur-angsur, tetaplah harus merupakan suatu pengalaman yang nyata. Sebagian orang diselamatkan dalam hitungan detik. Sebagian yang lain mengalami keselamatan dalam hitungan hari atau minggu, bergantung pada situasi yang mereka hadapi. Orang yang disembuhkan dalam sekejap atau pun dalam waktu tiga bulan, bagaimanapun juga, telah disembuhkan oleh keahlian dari Sang Dokter. Mungkin perkara disembuhkan dalam waktu lima menit terasa lebih dramatis, pengalaman yang terasa begitu mendadak, namun yang penting adalah semuanya berupa keselamatan. Banyak orang yang dibesarkan di tengah keluarga Kristen, misalnya, sering kali mereka tidak mengalami pengalaman mendadak ini. Namun peristiwa yang kurang dramatis tidak mengurangi realitas pengalaman itu sendiri. Satu-satunya pertanyaan penting yang perlu Anda ajukan adalah: Sudahkah Anda disembuhkan? Apakah Anda sudah disembuhkan dari kanker rohani, yaitu dosa? Jika telah Anda alami, maka Anda akan mampu bersaksi bahwa Allah-lah satu-satunya yang memiliki kuasa untuk menyelamatkan: "Karena aku tahu kepada siapa aku percaya." Hanya orang-orang Kristen semacam ini yang memiliki keyakinan yang teguh. Demikianlah, jika Anda masih belum mengalami pengungkapan yang seperti ini, maka sekaranglah saatnya untuk mengambil langkah yang sangat penting ini.

Tak ada iman yang layak dibicarakan jika tidak melibatkan tanggung jawab di pihak kita

Banyak orang yang tidak mengalami kuasa keselamatan Tuhan karena mereka tidak memahami hakekat iman yang sejati. Atau, sesudah paham, mereka tidak menindaklanjutinya. Di pesan yang lalu kita membahas penolakan terhadap tanggung jawab. Kita telah melihat bahwa jika seseorang tidak bertanggung jawab atas tindakan-tindakannya, maka tidak akan ada gunanya sama sekali membicarakan iman, karena iman akan menjadi sekadar ketiadaan tindakan dari Anda. Anda menjadi pasif sepenuhnya. Kita telah melihat bahwa perkaranya tidak seperti itu. Kasih karunia tidak menyingkirkan tanggung jawab manusia, justru sebaliknya, kasih karunia meningkatkan tanggung jawab manusia untuk memberi tanggapan. Tanggung jawab berarti kemampuan dan keharusan untuk memberi tanggapan. Tanggung jawab berarti Anda harus memberi jawaban. Anda harus mempertanggungjawabkan tindakan-tindakan Anda.

Kasih Allah menghormati dan menarik kita

Allah menarik kita dengan kasihNya, namun tindakan menarik itu bukan dalam arti menyeret. Kata aslinya dalam bahasa Yunani, kadang kala, bisa diartikan 'menyeret'. Namun saat Allah berbicara tentang hal 'menarik', Allah tidak sedang memperlakukan kita seperti barang, seperti sebalok kayu yang diseret di tanah. Daya tarik dari Allah bukanlah tindakan menarik yang mengandalkan kekuatan yang memaksa. Allah memperlakukan kita sebagai pribadi. Kata 'menarik' ini lebih mendekati gambaran tentang magnet yang menarik benda-benda di sekitarnya. Begitulah, kata 'menarik' berarti ada daya pikat tertentu di dalam kasih Allah. Daya pikat yang mengandung semacam pendorong di dalamnya, akan tetapi pendorong ini tidak memaksa. Saya rasa Anda pernah mengalami pesona cinta. Cinta memiliki kekuatan menarik. Cinta menarik Anda. Namun cinta tidak menyeret Anda secara paksa; walaupun begitu, ia memiliki pendorong yang sangat kuat sehingga membawa Anda mendekati orang tersebut.

Tanggapan iman yang sejati adalah: Segenap diriku bagi segenap diri Allah

Saya harap Anda renungkan lagi Allah yang satu ini: Allah yang hidup, Pencipta langit dan bumi, membuat setiap presiden dan raja di muka bumi ini mejadi tidak berarti, jika dibandingkan dengan keagungan, kuasa dan kemuliaanNya. Akan tetapi, Dia memberikan diriNya melalui Kristus Yesus sepenuhnya dan tanpa syarat kepada kita. Manusia manakah yang memberikan dirinya sepenuhnya kepada Anda? Apakah menurut Anda mereka bersedia melakukan hal itu bagi Anda? Apakah Anda pikir, bahkan kedua orang tua Anda, akan bersedia memberikan diri mereka sepenuhnya kepada Anda? Boleh jadi mereka bersedia, akan tetapi saya tahu ada orang tua yang telah menelantarkan anak mereka, yang memandang anak-anak mereka hanya sebagai pengganggu yang telah menyita begitu banyak waktu mereka, yang telah mengganggu saat tidur mereka di malam hari, dan yang menjadi beban bagi keuangan mereka. bagi banyak orang tua, anak-anak hanya merupakan gangguan, mungkin merupakan gangguan yang dibutuhkan, akan tetapi tetap saja merupakan gangguan. Namun, bagaimanapun juga, anak-anak itu merupakan investasi bagi mereka. Suatu hari nanti, saat mereka dewasa nanti, Anda bisa berharap mendapatkan sesuatu dari mereka. Akan sangat beart bagi manusia biasa untuk memberikan dirinya kepada Anda.

Namun Allah, Allah yang satu ini, Tuhan semesta langit dan bumi, Dia memberikan diriNya kepada kita. Hal ini sungguh membingungkan saya. Alkitab menyebut Dia sebagai Allah, sumber segala kasih karunia [1 Pet 5:10]. Apakah arti dari kasih karunia itu? Artinya adalah kasih karunia yang total. Makna kata 'total' adalah 'segala yang ada'. Jadi, kata 'total' bermakna 'segalanya'. Kata 'total' berasal dari bahasa Latin yang bermakna seluruhnya, lengkap. Segala kasih karunia berarti total kasih karunia. Dan tanggapan macam apakah yang layak bagi kasih karunia yang total itu? Saya harap begitu Anda mulai melihat betapa totalnya komitmen Allah kepada kita, maka Anda mulai menyadari bahwa satu-satunya iman yang layak menurut Alkitab adalah iman yang total. Dapatkah Anda memberikan tanggapan yang lain terhadap kasih karunia yang semacam ini di luar pemberian diri Anda yang sepenuhnya? Adakah jenis tanggapan lain yang layak diterima?

Mari kita anggap bahwa Anda sedang mempertaruhkan nyawa Anda demi orang lain. Anda terluka, atau menjadi lumpuh, atau bangkrut demi menolong orang lain. Namun pada hari kemudian, saat Anda datang kepada orang ini, dia berkata kepada Anda, "Oh, hai! bagaimana kabarmu? Sekarang aku sedang sibuk, tidak ada waktu buatmu." Saya tidak tahu akan seperti apa perasaan Anda. Lalu bagaimanakah perasaan Allah? Dia yang telah memberikan segalanya bagi Anda, bagaimanakah perasaanNya ketika Anda datang padaNya dan berkata, "Tuhan, sekarang aku sedang sibuk. Mugkin nanti malam, aku bisa luangkan waktu lima menit buatMu." Saya bertanya kepada Anda, tanggapan macam apakah yang telah Anda berikan ini?

Tuntutan iman sudah diturunkan ke tahap di mana kita hanya berbicara tentang iman yang hanya berarti percaya kepada Yesus, bahwa, "Dia memang telah melakukan sesuatu hal buat saya, akan tetapi saya tidak perlu melakukan apa-apa untuk meresponi kasih Allah yang telah diungkapkan lewat pengorbanan Yesus selain mempercayai hal tersebut." Iman macam apakah yang sedang mereka bahas itu? Iman hanya menjadi permintaan untuk mengacungkan tangan di dalam sebuah KKR. Seberapa besar usaha yang perlu Anda keluarkan untuk bisa mengacungkan tangan dan berkata, "Aku percaya kepada Yesus sekarang. Aku akan menyenangkan hati Tuhan sedikit dengan berkata, 'Lihat, tadinya aku tidak percaya, namun sekarang aku percaya .'" Mereka ingin mengatakan bahwa semua jenis iman akan menyelamatkan - Anda hanya perlu percaya bahwa Yesus telah mati bagi Anda, cukup dengan percaya saja. Dan tanggapan yang total itu baru akan diwujudkan di masa depan! Tanggapan total itu hanya dilakukan dalam kebaktian khusus. Jenis kebaktian yang pertama disebut 'penginjilan [evangelistic]', di mana semua jenis iman berlaku. Namun di masa depan nanti, kita akan mengadakan suatu kebaktian khusus yang disebut 'pengudusan [consecration]'. Demikianlah, kita diberitahu bahwa orang-orang dengan iman macam apapun tetap diselamatkan. Dan sesudahnya kita masih punya acara kebaktian pengudusan yang khusus. Dan mereka yang ingin berkomitmen total kepada Allah, dipersilakan untuk sekali lagi mengacungkan tangannya. Dan mereka akan menjadi kelompok khusus di tengah kalangan orang Kristen di gereja.

Dari bagian mana di dalam Alkitab Anda bisa temukan hal semacam ini? Dari bagian manakah tepatnya pandangan ini dilandaskan? Saya telah mempelajari Alkitab selama puluhan tahun, namun saya tidak bisa menemukan ayat-ayat yang mendukung perilaku semacam ini. Apa yang memberi kita hak untuk memisahkan jenis iman 'evangelistic [penginjilan]' dan yang 'consecrated [pengudusan]'?

Demikianlah, kita menetapkan syarat yang rendah untuk orang Kristen kelas rendahan di dalam KKR penginjilan; kepada mereka yang baru saja memulai. Yang lainnya adalah jenis kelas atas, orang-orang yang dikuduskan. Dengan mengajari seseorang bahwa Allah telah memberikan segalanya, dan yang perlu Anda perbuat untuk bisa diselamatkan hanya dengan berkata, "Terima kasih. Aku menerima semua itu," dan ini disebutkan sebagai iman yang menyelamatkan?"

Tingkatan iman yang berbeda

Kita diselamatkan oleh iman, akan tetapi apakah kita tahu iman apa yang menyelamatkan?  Iman memiliki banyak tingkatan.  

Kasih karunia Allah yang mendatangi kita diwaktu kita mendengarkan Injil. Orang yang mendengarkan Injil itu, untuk pertama kalinya, benar-benar mempercayai bawha Allah itu ada. Itukah iman? Itu benar-benar iman. Namun apakah itu iman yang menyelamatkan? Sekadar percaya bahwa Allah itu ada, apakah iman yang itu akan menyelamatkan Anda? Iman yang seperti itu tidak akan menyelamatkan Anda karena masih belum memadai. Apakah ini benar-benar iman? Ia memang benar-benar iman. Anda benar-benar yakin bahwa Allah itu ada. Itu memang iman.

Namun, seiring dengan terus bekerjanya kasih karunia dari Allah, Anda melihat ada lagi anggapan yang baru: sekarang Anda tidak sekadar percaya bahwa Allah itu ada, tetapi juga bahwa Allah mengasihi Anda. Apakah membutuhkan iman untuk mempercayai bahwa Allah mengasihi Anda? Jelas, menyakini hal itu membutuhkan iman. Namun apakah itu merupakan iman yang menyelamatkan? Yang ini juga masih bukan iman yang menyelamatkan.

Allah terus berkarya dengan kasih karuniaNya di dalam hidup Anda dan Anda sekarang percaya bahwa bukan saja Allah mengasihi Anda, namun bahwa Dia telah mengutus anakNya ke dunia ini dan mati bagi kita.  Anda benar-benar mempercayai hal itu; Anda benar-benar menerima hal itu. Apakah itu iman? Tentu saja, itu adalah iman. Tak ada yang meyakini hal-hal tersebut terpisah dari iman. Namun apakah itu adalah iman yang menyelamatkan? Di titik inilah banyak orang Kristen, banyak gereja, akan mengatakan kepada Anda bahwa ini adalah iman yang menyelamatkan, namun menurut dasar dari Alkitab: iman yang ini juga belum menjadi iman yang menyelamatkan, karena Allah masih terus berkarya.

Kemudian tibalah saatnya, ketika Anda akhirnya menyadari bahwa karena Allah telah memberikan segalanya bagi Anda, maka Anda harus memberikan segalanya bagi Dia. Anda lalu sampai pada komitmen total. Di dalam Alkitab, baru di tahap inilah, Anda masuk ke dalam iman yang menyelamatkan. Ini bukanlah titik yang tertinggi; ini adalah titik minimum. Anda akan mulai menyadari bahwa komitmen Anda memang murni, namun Anda akan mengalami kegagalan di banyak segi penerapannya. Dalam tahapan inilah, dalam tahapan komitmen total inilah, Anda menjadi seorang Kristen sejati. Anda menjadi seorang murid. Anda menjadi seorang anak Allah. "...bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar..." demikianlah kata rasul Paulus di dalam 1 Kor 6:19-20. Mulai saat ini, Anda sepenuhnya menjadi milik Tuhan. Pada titik ini, Anda menyadari, untuk pertama kalinya, bahwa Anda telah dibeli dengan harga yang sangat mahal. Dan karena Anda telah dibeli dengan harga yang mahal, maka Anda tidak berhak atas diri Anda lagi; Anda menjadi milik Tuhan sepenuhnya. Ini adalah kesadaran yang mendalam. Namun dengan menjadi milik Tuhan sepenuhnya juga masih belum merupakan titik tertinggi di dalam kehidupan Kristen. Seperti yang telah saya sampaikan, itu baru permulaan dari kehidupan Krsiten. Untuk pertama kalinya, Anda mulai menyadari bawha Anda telah diselamatkan untuk dijadikan milik Tuhan sepenuhnya.

Menurut Alkitab, ini bukanlah tahapan kedua dari kehidupan Kristen; ini adalah tahapan pertama dari kehidupan Kristen! Sekarang Anda menyadari bahwa lewat kematian Yesus kita telah dimerdekakan dari dosa untuk dijadikan imamat Allah. Hal ini dapat dilihat di Wah 1:5-6 - ... Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darah-Nya (perhatikan apa yang terjadi setelah dia membebaskan kita dari dosa-dosa kita) dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, Bapa-Nya,... Ini bukanlah tahapan kedua dari kehidupan Kristen. Ini justru permulaannya. Menjadi imam bukanlah jabatan yang dikhususkan bagi orang-orang tertentu di tengah jemaat. Menurut Alkitab, setiap orang Kristen adalah seorang imam. Setiap orang Kristen yang telah ditebus oleh darah Kristus adalah imam Allah. Sungguh suatu hak yang istimewa! Menurut Perjanjian Lama, setiap imam mengabdi sepenuhnya bagi Allah. Tidak ada imam part-time. Yang ada ialah imamat, tidak ada imam part-time. Sadarkah Anda akan tanggung jawab Anda? Kasih karunia Allah telah menaruh tanggung jawab keimaman di dalam hidup Anda untuk hidup bagi Dia.

Sebagai seorang imam Allah, apakah yang seharusnya dilakukan oleh setiap orang Kristen?

Apakah yang dikerjakan oleh imam? Seorang imam mempersembahkan korban. jadi, itulah pekerjan Anda: yakni mempersembahkan korban setiap hari kepada Allah. Korban macam apakah itu?

  • Korban berwujud penyembahan kepadaNya - merupakan dupa bagi doa!
  • Jenis persembahan yang lainnya: Mempersembahkan diri Anda! Roma 12:1-2 berlaku pada setiap orang Kristen - Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Inilah segenap ajaran yang alkitabiah. Kita juga akan melihat beberapa bukti bahwa tak ada tanggapan jenis lain yang merupakan tanggapan yang layak bagi kasih karunia Allah, atau merupakan tanggapan yang menyelamatkan, selain tanggapan yang merupakan komitmen total kepada Dia - sama halnya dengan para imam Allah di dalam Perjanjian Lama yang menjalani hidup hanya bagi Allah, yang tidak memiliki harta waris di dunia ini selain Allah. Dan itu berarti menjalani hidup bagi Dia, sebagaimana setiap orang Kristen sejati menjalani hidupnya bagi Allah, entah Anda seorang pendeta atau bukan. Yang membedakan hanyalah perbedaan fungsi. Setiap imam di dalam Bait Allah memiliki pekerjaan yang berbeda. Para imam membagi-bagi pekerjaan mereka. Setiap imam mendapat pekerjaan berbeda yang harus mereka jalankan. Dan setiap orang Kristen sejati adalah sama-sama imam Allah sama seperti saya. Dan di hadapan Allah, Anda adalah hambaNya, sama seperti saya juga.

Kebenaran inilah yang diproklamasikan oleh gerakan reformasi gereja. Luther memproklamasikan kenyataan hebat tentang keimaman setip orang percaya. namun apakah yang terjadi sejak masa reformasi itu? Kita telah menurunkan nilai iman di tengah gereja! Kita telah menguranginya sampai hanya pada, "Mempercayai bahwa Yesus telah mati bagi saya - hanya itu yang perlu saya lakukan." Demikianlah, dengan penurunan nilai iman ini, kita telah menurunkan nilai orang Kristen menjadi dua kelas. Mayoritasnya adalah kelas yang lebih rendah, orang-orang Kristen kelas rendah, yang sekadar 'percaya kepada Yesus', yang mungin hanya sekadar diselamatkan. Lalu ada sekelompok kecil kelas orang-orang yang berkomitmen, mereka adalah orang-orang yang dikuduskan, mereka adalah imam-imam Allah. Ini bukanlah apa yang diproklamirkan oleh gerakan reformasi gereja. Dan juga bukan ajaran Alkitab. Satu-satunya jenis iman yang menyelamatkan, adalah iman yang berkomitmen total. Akan tetapi, di kalangan gereja, apakah yang sedang kita perbuat di zaman sekarang ini? Kita harus menentang ajaran yang menghasilkan kekristenan semacam ini di kalangan gereja.

Berbagai macam kekristenan di gereja-gereja sekarang

1) Kekristenan 'hidangan penutup'

Ada banyak macam orang Kristen di tengah gereja sekarang, sesuai dengan tanggapan mereka terhadap kasih karunia. Ada satu macam kekristenan yang saya sebut sebagai 'Kekristenan Hidangan Penutup'. Untuk apakah orang Kristen jenis ini pergi ke gereja? Mereka pergi ke gereja mencari hidangan penutup (dessert). Apakah maksud dari kalimat tersebut? Nah, hidangan penutup bukanlah hal yang penting di dalam hidup ini, akan tetapi akan membuat hidup terasa lebih menyenangkan. Ada sebagian orang yang sudah puas dengan kehidupan mereka, namun masih ada sedikit tambahan yang mereka inginkan. Mereka 'ingin merasa sedikit lebih lengkap', demikianlah kira-kira. Mereka menginginkan tambahan hidangan sepotong coklat setelah hidangan utama. Jika mereka tidak mendapatkan sepotong coklat tersebut, mereka akan merasa ada sesuatu yang hilang, terasa kurang lengkap. Demikianlah, mereka butuh sedikit kekristenan sebagai pelengkap bagi semua yang telah mereka miliki. Mereka punya pendidikan yang bagus, dan mereka cukup puas dengan hidup mereka. Mereka punya pekerjaan yang bagus, rumah dan mobil yang bagus. Masyarakat menghormati mereka; mereka cukup terpandang di tengah masyarakat. Anda tentu akan berkata kepada orang-oang semacam ini, "Apa lagi yang kau butuhkan?Kamu sudah miliki segala-galanya." Cukup tepat! Mereka sudah memiliki segalanya. Yang mereka butuhkan sekarang ini adalah semacam hidangan penutup. Mereka sudah menikmati ayam, bebek, dan juga ikan, sekarang yang mereka butuhkan adalah hidangan penutup [dessert] pada akhir acara jamuannya. Dan hidangan pencuci mulut menjadi pelengkap semua itu. "Oh, kekristenan sungguh menyenangkan! Seperti krim yang melapisi kue tart. Kue tartnya sendiri sudah enak, akan tetapi lapisan krimnya membuat kue ini terasa lebih enak." Seperti itulah orang-orang Kristen jenis 'hidangan penutup'. Kekristenan itu sendiri bukanlah hal yang penting bagi mereka, bukan merupakan hal yang mendasar, akan tetapi menjadi pelengkap yang menyenangkan atas semua yang telah dimiliki.

Bolehkah Anda katakan bahwa orang-orang ini tidak beriman? Tidak, Anda tidak bisa berkata seperti itu, mereka punya iman! Lagi pula, mereka memang percaya bahwa Injil itu baik, menyenangkan. Malahan, lebih dari itu, mereka juga menyukai Injil. Mereka sangat menyukainya! Sama seperti mereka menyukai hidangan penutup - sangat nikmat! Enak! Jadi, kita tidak bisa katakan bahwa mereka tidak beriman. Akan tetapi apakah itu iman yang menyelamatkan? Inilah persoalannya. Kita harus membedakan antara iman dengan iman yang menyelamatkan.

Di kalangan gereja, orang-orang Kristen jenis 'hidangan penutup' ini biasanya terdiri dari pengusaha sukses. Para profesional yang berhasil. Mereka menikmati kekristenan. Mereka menyumbangkan banyak uang ke gereja. Lagi pula, mereka memang mampu melakukannya, dan juga tindakan tersebut membuat mereka merasa senang. Bagaimanapun juga, jika Anda menginginkan hidangan penutup yang enak, Anda harus menyiapkan uang yang cukup banyak untuk membayarnya. Maksud saya, kue Black Forest itu tidak murah. Demikianlah, Anda boleh menikmatinya! Enak! Indah! Namun ketika Anda berbicara tentang tanggapan total, mereka akan berkata, "Hei! Sudahlah! Jangan bicara terlalu jauh!" Selama Anda menyampaikan kekristenan sebagai hidangan penutup, orang berdatangan ke gereja, menikmati ketentraman - dengan kata yang lebih kasar, menikmati 'candu. Demikianlah, kita berkata, "Niat Anda memberitakan Injil itu bagus. Sampaikan khotbah yang enak-enak saja." Anda habiskan waktu enam hari dalam seminggu, dan pada hari Minggu, sungguh senang rasanya bisa berada di gereja. Anda beribadah di gereja, dan sepulangnya dari sana, Anda merasa nyaman. Itulah hidangan penutup. Masalah yang berkaitan dengan orang Kristen macam ini adalah, mereka tidak suka dengan khotbah tentang komitmen total, yakni jika Anda sampaikan bahwa Yesus bukanlah hidangan penutup, melainkan roti hidup, bahwa dia adalah makanan pokok. Itulah sebabnya mengapa orang-orang semacam ini tidak menyukai saya karena saya selalu merusak hidangan penutup mereka.

2) Kekristenan jenis 'Pemadam Api'

Ada lagi jenis orang Kristen lainnya. Yang satu ini adalah jenis kekristenan 'pemadam api'. Bagi mereka, alat pemadam api bukan sekadar hidangan penutup, alat pemadam api jelas sangat penting. Bukan sekadar sesuatu yang ekstra. Pemadam api adalah alat yang harus Anda miliki karena adanya bahaya kebakaran. Dan kembali lagi, alat pemadam api yang bagus jelas berharga mahal, dan orang-orang ini bersedia membayar harga yang mahal. Namun, tentu saja, alat pemadam api bukanlah sesuatu hal yang terus menerus akan Anda pegang sepanjang hari. Anda menggantungkannya di dinding. Anda tidak perlu memperhatikannya setiap hari. Dan jika Anda sudah memilikinya, Anda boleh mengabaikannya. Lupakan saja! Satu-satunya saat di mana Anda membutuhkannya adalah saat terjadi kebakaran. Saat Anda tidak sedang menghadapi kebakaran, Anda tidak perlu memikirkan alat pemadam api tersebut.

Demikianlah, begitu Anda telah membeli alat pemadam api, begitu Anda telah memiliki iman, Anda langsung mendapatkan segala-galanya, dan suatu hari nanti, jika terjadi kebakaran, Anda mengeluarkan lagi alat pemadam api itu. Dan mereka ingin memakainya pada Hari Penghakiman nanti. Itulah saat Anda akan mengeluarkan alat pemadam api tersebut. Sangatlah penting untuk bisa memadamkan api penghakiman.

Mereka adalah jenis orang Kristen yang, setiap kali ada masalah, lalu mereka lari kepada Allah. Oh ya, Allah sangatlah penting bagi mereka! Memang benar, mereka memiliki iman kepada Allah. Tak perlu disangsikan lagi. Selama Allah tidak menuntut hal yang lebih daripada itu dari saya. Selama Allah tidak menuntut harga yang lebih mahal daripada alat pemadam api. Saya harap Anda tidak termasuk dari kelompok yang ini.

3) Kekristenan 'Jimat keberuntungan'

Ada lagi jenis kekristenan yang lain, dan yang berikut ini akan saya sebut sebagai 'kekristenan jimat keberuntungan'. Jimat, bagi Anda yang mengetahuinya, adalah barang yang berharga, tak jarang harganya sangat mahal. Akan tetapi, begitu Anda memiilkinya, jimat itu akan tetap menjadi milik Anda. Hanya sampai di situ saja. Inilah jenis orang Kristen [yang berkata], "Tuhan, berkatilah ibuku, ayahku, anak-anakku, diriku dan usahaku." Inilah kekristenan jenis 'jimat keberuntungan'! "Dan jika aku sedang berada di jalan raya, Tuhan, pastikanlah agar tak ada orang yang menabrak mobil baruku. Ongkos perbaikan sekarang ini mahal sekali." Demikianlah, inilah jenis kekeristenan yang selalu meminta perlindungan, berkat - seperti mengandalkan jimat keberuntungan. Sungguh menyenangkan jadi orang Kristen! Dan jika ada orang yang menabrak mobilnya, dia akan berkata, "Hei, Tuhan! Ada apa denganMu? Aku sudah bayar harga jimatnya, tapi lihat apa yang terjadi! Mobilku rusak!" Mereka adalah orang-orang Kristen yang menggerutu karena, bagaimanapun juga, mereka telah menaruh satu dolar di kotak persembahan, namun apa yang terjadi pada mobil mereka? Allah seharusnya menghindarkan dia dari keharusan membayar ongkos perbaikan sebesar $400 untuk mobilnya.

Berapa banyak orang Kristen di gereja yang hanya sekadar orang Kristen jenis [pencari] 'jimat keberuntungan'? Anda tinggal mendengarkan doa mereka dan akan segera tahu. Segenap isi doanya penuh terisi dengan kata 'aku': "Tuhan, pastikanlah agar aku lulus ujian, lebih baik lagi kalau lulus dengan nilai A, namun jika Engkau tidak bisa memberikannya, jadikanlah kelulusan itu dengan nilai B." Dan ketika mereka akhirnya hanya lulus dengan nilai C, mereka berkata, "Ya Allah, apa yang telah Kau lakukan padaku? Aku hanya dapat nilai C!" Seperti itulah jenis kekristenan macam ini. Anda tentu mengetahuinya. Sejujurnya, Anda tentu melihat adanya orang-orang Kristen semacam ini di gereja, bukankah begitu?

4) Orang Kristen jenis 'Seragam Paduan Suara'

Ada lagi jenis kekristenan lainnya, yang akan saya sebut sebagai jenis kekristenan 'seragam paduan suara'. Anda tentu tahu seperti apa seragam paduan suara itu. Jika Anda tergabung dalam sebuah padun suara, Anda akan mengenakan semacam seragam yang berwarna merah atau pun  biru, atau apapun warnanya. Dan kekristenan yang satu ini juga terlihat sangat indah. Kekristenan membuat Anda terlihat sangat baik. Anda bisa menyembunyikan 'jimat keberuntungan' Anda, akan tetapi jenis kekeristenan yang satu ini, mereka justru ingin agar Anda melihat, "Aku adalah orang Kristen. Lihat aku!" Orang Kristen jenis ini memandang bahwa kekristenan itu sangat baik karena memperbaiki kepribadian. Kekristenan memperbaiki moralitas Anda; menjadikan Anda orang yang lebih baik. Bagus sekali! Inilah jenis orang yang mau mengirimkan anak-anak mereka ke sekolah minggu. Mereka bahkan mau pergi ke gereja karena mereka merasa bahwa gereja berguna baginya; menjadikan dia orang yang lebih baik. Lagi pula, ikut paduan suara di gereja juga bagus; memperbaiki kualitas suara Anda. Anda mungkin bahkan mendapatkan pengalaman yang berharga. "Oh, sungguh bagus bisa mengenakan seragam paduan suara ini! Terlihat sangat indah."

Waktu saya tinggal di Hong Kong, di sana ada beberapa gereja yang memiliki dua kelompok paduan suara: kelompok pertama dan kedua - yang satu mengenakan seragam merah, dan yang satunya lagi mengenakan seragam biru. Dan saya bisa mengamati bahwa mereka berlomba-lomba satu dengan lainnya untuk tampil lebih bagus, seolah-olah berkata, "Akan kutunjukkan siapa yang lebih bagus." Apakah kita menyanyi demi kemuliaan manusia?

Namun banyak sekali orang Kristen di sekarang ini yang bersedia melayani di gereja, mereka bersedia melakukan hal ini, mereka rela menyibukkan diri, begitu sibuk dengan kegiatan gereja. Begitu banyak dari antara mereka yang hanya merupakan 'orang Kristen jenis seragam paduan suara'. Banyak sekali orang Kristen yang begitu aktif di gereja. Mereka mengerjakan hal ini dan itu, sangat sibuk. Namun banyak yang tidak bertahan. Mereka menghilang setelah beberapa waktu. Mengapa mereka menghilang? Karena mereka tidak pernah menjadi orang Kristen yang berkomitmen total. Mereka ikut menyanyi dalam paduan suara, akan tetapi mereka bukan imam. Tahukah Anda tentang kumpulan imam yang segenap pelayanannya adalah menyanyikan lagu bagi Tuhan? Namun mula-mula mereka adalah imam-imam, baru kemudian mereka menyanyi. Jika Anda hanya merupakan orang Kristen jenis 'seragam paduan suara' dan bukanlah seorang imam, berarti Anda punya masalah.

Yang diberitakan sekarang adalah kekristenan yang berbeda

Dalam setiap jenis itu, Anda tidak bisa memungkiri bahwa mereka memang memiilki iman. Anda juga tidak bisa berkata bahwa apa yang mereka kerjakan itu tidak baik. Apa yang mereka ucapkan dan kerjakan seringkali memang benar. Saat mereka berkata bahwa kekristenan itu memuaskan seolah mengisi kekosongan dengan menikmati hidangan penutup, itu memang benar! Kekristenan itu memang memuaskan. Namun hal itu bukan kebenaran yang utuh. Itu masih bukan merupakan kebenaran yang sepenuhnya. Jika Anda katakan bahwa kekristenan itu seperti alat pemadam api, di sana juga ada kebenaran. Memang benar bahwa jika kita sedang menghadapi masalah, seorang Kristen yagn sejati bisa datang kepada Allah dan Allah akan menolong Anda. Namun itu bukan kebenaran yang seutuhnya. Memang benar juga bahwa Allah akan memberkati dan melindungi ktia. Yang ini juga benar, namun bukan kebenaran yang sepenuhnya. Memang benar bahwa Injil membuat kita menjadi lebih baik. Namun itu bukan kebenaran yang seutuhnya. Demikianlah, memberi tanggapan kepada Allah dengan cara ini memang merupakan tanggapan yang murni, akan tetapi bukan tanggapan yang memadai. Masih belum cukup. Namun sungguh tragis, orang-orang Kristen semacam ini masih berpikir bahwa mereka selamat! Sungguh suatu tagedi yang sangat besar - sekalipun dia bukan seorang imam Allah, suatu kedudukan yang seharusnya dia miliki.

Setiap orang Kristen sejati, yang telah diselamatkan, hidup demi Allah. Mengapa dia menjalani kehidupannya bagi Allah? Karena dia telah dibeli dengan harga yang mahal; maka dia menjadi milik Allah. Dia punya tanggung jawab untuk hidup untuk Majikannya. Di sini, Paulus, memakai ungkapan yang menyatakan bahwa seseorang yang telah dibeli adalah seorang budak atau hamba, "Kamu telah lunas dibeli; kamu adalah milik majikanmu." Tanggung jawab seorang budak adalah hidup untuk majikannya karena seorang budak adalah milik majikannya. Sesederhana itulah persoalannya. Akan tetapi, seperti yang telah saya sampaikan,  sekarang ini, kita telah memberitakan kekristenan yang berbeda sejak zaman reformasi gereja.

Orang Kristen yang sejati adalah orang Kristen yang total

Iman yang sejati, iman yang menyelamatkan, adalah komitmen total. Iman yang diberitakan oleh rasul Paulus selalu merupakan iman yang todal. Dia tidak kenal dengan jenis iman yang lain. Di dalam 2 Kor 9:8 kita temukan ayat yang sangat menyolok:

Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai (segala) kebajikan.

Di dalam bahasa Yunani, kata 'segala' ini muncul sebanyak 5 kali dalam ayat di atas. Akan tetapi diterjemahkan dengan berbagai kata dalam bahasa Indonesia. Kadang kala dipakai kata 'senantiasa' dan juga memakai kata 'pelbagai'. Anda baru bisa melihat keindahan ayat ini jika Anda membacanya di dalam bahasa Yunani karena terjemahan Inggris [dan juga Indonesia] telah menyingkirkan keindahan karakter ayat ini. Di sini, apa yang disampaikan oleh Paulus adalah bahwa Allah telah memberkati kita dengan segala kasih karunia, Dia telah memberikan kita segala kasih karunia, kalimat ini diterjemahkan dengan 'segenap kasih karunia'. 'Segala kasih karunia' berarti kasih karunia total, hal yang sedang kita bicarakan sejauh ini. Allah telah memberikan kita segala kasih karunia, artinya, Dia tidak menahan sesuatupun dari kita. Kemudian diikuti dengan empat kata 'segala' lagi, supaya kamu 'senantiasa' berkecukupan di dalam 'segala' sesuatu dan malah berkelebihan di dalam 'segala' kebajikan. [Di dalam terjemahan bahasa Inggris terdapat kata 'segala' yang kurang itu, yakni kata 'all sufficiency (segala kecukupan)', yang di dalam RSV diterjemahkan dengan kata 'enough (cukup)', dan di dalam terjemahan LAI diterjemahkan dengan istilah 'berkecukupan'.] Ada 5 kata segala di dalam satu ayat - dari kasih karunia total sampai ke iman yang total di dalam satu ayat, komitmen yang total ini terungkap dalam istilah 'segala kebajikan' [yang diterjemahkan sebagai "pelbagai kebajikan" oleh LAI].

Saya telah mempelajari cara Paulus memakai kata 'segala' atau 'total' atau 'penuh' ini. Dan lembar-lembar penelitian saya itu dipenuhi oleh ungkapan 'segala' karena satu-satunya jenis kekristenan yang dikenal oleh Paulus adalah kekristenan yang total! Gambaran tentang gereja, tentang orang Kristen, di dalam Perjanjian Baru terlihat sangat berbeda dari gambaran tentang orang Kristen yang kita lihat di zaman sekarang ini. Saya hanya akan sajikan beberapa bagian saja kepada Anda untuk memberi Anda gambaran tentang macam orang Kristen yang dibicarakan oleh Paulus di dalam Perjanjian Baru:

 (1) Orang Kristen menurut Perjanjian Baru adalah seseorang yang kepadanya Allah memberikan segala hikmat - bukan beberapa hikmat - melainkan segala hikmat. Allah telah memberi dia hikmat yang sepenuhnya, hal ini terlihat, misalnya, di dalam Kolose 1:9,28 dan seterusnya, juga di dalam Efesus 1:8 dan seterusnya.

 (2) Allah menguatkan kita dengan segala kekuatan dan segala kesabaran, (Kol 1:11). Allah menguatkan kita dengan segala kekuatan karena seorang Kristen yang total  membutuhkan segala kekuatan, kekuatan yang total, untuk bisa menjalani kehidupan jenis ini.

 (3) Dia memberi kita segala kekayaan...pengertian. Di dalam Kolose 2:2, Paulus tidak sekadar berbicara tentang kekayaan pengertian, melainkan segala kekayaan...pengertian karena orang Kristen yang total membutuhkan perlengkapan jenis ini. Dari sini, Anda akan mulai mengerti betapa seorang Kristen yang total selalu bergantung sepenuhnya pada kasih karunia. Dan kita telah melihat bahwa jika iman yang ada kecil saja, maka akan kecil juga kebutuhan akan kasih karunia.

 (4) Dan selanjutnya, dia berkata di dalam Kolose 4:12, bahwa Anda tidak sekadar berdiri teguh dalam kehendak Allah, melainkan di dalam segala hal yang dikehendaki Allah.

 (5) Dan Paulus menyebut tentang iman yang harus kita terima. Dia tidak sekadar berkata bahwa kita menerima bahwa Yesus telah mati bagi kita dan seterusnya, dia berbicara tentang penerimaan yang total: patut diterima sepenuhnya (1 Tim 1:15, 4:9). Bagi saya, ungkapan diterima sepenuhnya (all acceptance) masih kurang menegaskan makna kata aslinya. Ungkapan diterima seutuhnya (of total acceptance) mungkin lebih menunjukkan makna yang dimaksudkan. Demikianlah, ketika Paulus berbicara tentang hal penerimaan, tentang iman, dan tentang ketaatan, dia selalu memakai kata 'all (=segenap, segala, sepenuhnya)' yang bermakna total.

 (6) Kemudian dia berbicara tentang segala sukacita di dalam Rom 15:13

 (7) Segala pengetahuan di dalam Rom 15:14

 (8) Segala kesunguhan (all earnestness) 2 Kor 8:7. Segala kesungguhan berarti segala semangat, segenap ketekunan. Dia tidak memahami tentang adanya orang Kristen dengan 'sedikit' kesungguhan. Dia tidak punya rumusan tentang orang Kristen jenis ini. Demikianlah, daftar ini bisa diperpanjang lagi, akan tetapi waktu kita sudah hampir habis.

 (9) Di dalam 1 Kor 13:2, dia berbicara tentang iman yang sempurna (=all faith = segenap iman), bukan sekadar iman, melainkan iman yang sempurna. Dan hal mengejutkan yang dia sampaikan mengenai iman yang sempurna ini adalah bahwa iman yang sempurna ini tidak mencukupi. Kita merasa puas berbekalkan iman saja padahal Paulus berkata bahwa iman yang sempurna saja masih belum cukup. Dia berkata bahwa sekalipun Anda memiliki iman yang sempurna, yang mampu memindahkan gunung, namun jika Anda tidak memiliki kasih, Anda tidak berarti apa-apa. Saya pikir ini adalah salah satu pernyataan yang paling menggetarkan dalam tulisan-tulisan Paulus. Dia ingin menyatakan bahwa iman yang sempurna, jika tidak bergerak bersama kasih, tidak akan menjadi iman yang menyelamatkan. Dia berkata bahwa iman sejati yang menyelamatkan adalah iman yang bekerja bersama kasih (Gal 5:6).

Setelah saya menyusun daftar ungkapan 'segala' di dalam tulisan-tulisan Paulus, akhirnya saya sampai pada kesan seperti ini: "Gambaran seperti apa yang kita dapatkan tentang seorang murid yang sejati yang dilengkapi oleh atribut-atribut totalitas ini!"

Namun semua hal yang disampaikan oleh Paulus itu tidak melebihi apa yang telah disampaikan oleh Yesus di bagian awal, jika kita mengasihi Allah, maka kita tidak sekadar menagsihi Allah dengan hati, pikiran dan jiwa kita, melainkan dengan segenap hati, dan segenap jiwa, dan segenap kekuatan kita (Mar 12:30; Luk 10:27). Alkitab tidak mengenal jenis kekristenan lainnya, jenis iman lainnya, selain iman yang total.

Iman yang total berarti selalu dalam semangat yang berapi-api!

Kata 'semangat (zeal)' atau 'kesungguhan (earnestness)' adalah kata yang sangat digemari oleh Paulus. Kata ini, yaitu spoude, di dalam berbagai bentuk turunan variasinya, muncul sebanyak 31 di dalam Perjanjian Baru, dan sebanyak 21 kali muncul di dalam tulisan-tulisan Paulus. Kata ini, pada dasarnya, bermakna melangkah terus, bergegas, penuh semangat. Itulah jenis kata yang dipakai oelh Paulus sebanyak 21 kali. Pada bagian yang lain, dia berkata kepada orang Kristen di Roma, dalam Rom 12:11, "Biarlah rohmu menyala-nyala."

Dalam surat kepada jemaat di Laodikia, di Wah 3:15, ada tiga kali kata 'boiling (menyala, mendidih)' ini muncul. Kata 'panas' di sana berarti mendidih, air yang sedang mendidih. Alkitab tidak mengenal jenis kekristenan yang suam-suam kuku. Allah tidak punya waktu buat kekristenan suam-suam kuku, bagi kekristenan jenis 'seragam paduan suara', jenis 'jimat keberuntungan', jenis 'hidangan penutup' dan jenis 'alat pemadam api'. Allah tidak punya waktu untuk jenis-jenis yang semacam itu! Jika Anda tidak dingin atau tidak panas - jika Anda suam-suam kuku - maka Anda membuat Allah mual, dan Dia akan memuntahkan Anda keluar dari mulutNya! Mengapa begini?  Jika Anda memberikan segala-galanya kepada seseorang, akan tetapi orang tersebut tidak punya banyak waktu bagi Anda, bagaimanakah perasaan Anda?

Kata 'layak (worthy)' itu muncul sebanyak 41 kali di dalam Perjanjian Baru. Kita temukan di dalam pengajaran Tuhan, jika seseorang tidak memberi tanggapan yang total kepada Allah, maka orang semacam ini tidak layak bagi Allah. Di dalam Matius 10:37-38, ada tiga kali kata 'layak' ini muncul dalam rentang dua ayat saja, "Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku."

Allah telah memberikan segala-galanya kepada kita, dan jika kita menanggapi kurang dari memberikan segalanya kepada Dia, maka kita tidak layak bagiNya. Ini berarti bahwa orang Kristen jenis 'hidangatn penutup', 'alat pemadam api', 'jimat keberuntungan' dan 'seragam paduan suara' tidak layak bagi Allah. Apakah mereka orang Kristen? Mereka menyebut diri sebagai orang Kristen. Apakah mereka percaya? Ya, dalam beberapa segi, mereka percaya. Akan tetapi mereka tidak layak bagi Tuhan karena mereka tidak berkomitmen total kepadaNya!

-Selesai-

(Penguraian lengkap tentang komitmen total dapat dibaca di buku Totally Committed karangan Pendeta Eric Chang)

[Download]


Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.

Standard
Besar
Terbesar

Seri Pedalaman Alkitab: Seri Keselamatan

Keselamatan dan Kekudusan

Keselamatan dan Iman

Keselamatan dan Kelahiran Kembali

Keselamatan: Kemerdekaan dari kuasa dosa

Keselamatan dan Kasih Karunia

Keselamatan dan Pertanggungjawaban Manusia

Jenis orang Kristen manakah Anda?

Keselamatan: Menghasilkan buah oleh karya Allah

Keselamatan: Bertahan sampai pada akhirnya

Keselamatan & Pencobaan

Keselamatan & Jaminan Palsu

Keselamatan & Jaminan yang sejati

Keselamatan: Mencapai kepenuhan Allah

Keselamatan: Dipenuhi oleh Roh Allah

Copyright 2002-2014. Semua materi di situs ini adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries.
E-mail kami untuk mendapatkan izin untuk menggunakan materi di situs ini.
Best viewed with IE6.0 and 1024 by 768 resolution.