| Saran & Komentar | updated on 26 June 2014

Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan

Halaman Utama

  |  Tentang Kami

  |  Hubungi Kami

  |  Izin Pemakaian Materi 

  |  Dapatkan Buletin Gratis di sini! 

Sumber Damai

Khotbah/PA


Inspirasi

Artikel/Renungan

Kesaksian Hidup


Pelatihan

Discipleship Trainings


Lain-Lain...

Buku-buku Terbitan

Lagu dan Film

Bible Study (P.A)

Siaran Mandarin

Buletin Gratis!

Follow Us


BACA ONLINE


BACA ONLINE


KATA PENGANTAR

Hidup Adalah Kristus

Yang ketiga dari serangkaian khotbah-khotbah penafsiran 2 Korintus 12:9
"Dalam Kelemahanlah Kuasa-Ku Menjadi Sempurna"
Disampaikan oleh Pastor Eric Chang
Kamp Gereja CDC Singapura

Bagaimana Menerapkan Tema Kamp Ini?
Sebagai bagian dari tema kamp ini "Hidup adalah Kristus", pokok yang ditugaskan kepada saya hari ini adalah: "Strategi untuk menerapkan tema kamp ini".

Dengan "strategi", saya mengira bahwa kita ingin tahu "bagaimana" kita seharusnya menghidupi  hidup ini yang adalah Kristus. Sebelum kita dapat sampai pada pokok tentang "bagaimana" menghidupi hidup ini, kita harus mengerti lebih dahulu tentang hidup ini yang harus kita jalani. Tetapi di sinilah masalah saya dimulai, karena untuk menguraikan  "hidup adalah Kristus", saya mungkin perlu memberikan satu uraian yang lebih cocok untuk tingkat pelatihan sepenuh waktu dari pada khotbah kamp seperti yang satu ini.

Jadi saya telah mempertimbangkan bagaimana menyederhanakan hal ini. Tetapi dalam menyederhanakan bahan mungkin berarti saya harus berbicara berputar-putar dan pada akhirnya tidak menjelaskan apa yang sesungguhnya yang dimaksudkan dengan tema ini. Izinkan saya mencoba untuk menerangkan sesederhana mungkin.

Pentingnya "Nothingness" (Kekosongan)
Saya akan memulai dengan berbicara tentang "nothingness" (kekosongan).Untuk mengerti tema ini, kita harus mengerti sedikit tentang "nothing" (kosong).  Saya tidak mencoba untuk berfilosofi.  Sehubungan dengan tema kamp ini, saya akan memusatkan pada arti "nothing" (kosong) dalam Perjanjian Baru.

Mengapa kita harus membicarakan hal ini dengan pokok pembicaraan  "nothing" (kosong)? Karena tema kamp kita diambil dari  Filipi 1:21 "karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan", dan kita harus memahami kalimat "mati adalah keuntungan" jika kita ingin memahami apa artinya "hidup adalah Kristus". Kedua kalimat ini sama seperti dua sisi dari koin yang sama. Jika "mati adalah keuntungan" tidak berarti apa-apa buat anda, sudah pasti tema dari kamp ini "hidup adalah Kristus" juga akan tidak berarti apa-apa buat anda.

Mati Adalah Keuntungan
"Mati adalah keuntungan" - apakah ini berarti apa-apa kepada anda sekarang? Bagaimana mungkin "mati" adalah keuntungan? Ketika anda mati, anda kehilangan segala-galanya. Sejak kapan kematian berarti keuntungan bagi seseorang? Mati secara harfiah berarti menjadi "nothing" (kosong). Jika anda tidak ada lagi, anda telah menjadi "nothing" (kosong).  Anda telah menjadi nol. Jika anda adalah seorang pimpinan sebuah perusahaan, ketika anda mati, apakah anda masih pimpinan bagi perusahaan tersebut? Tentu saja tidak. Tempat anda di perusahaan itu tidak ada lagi. Anda sudah selesai. Jika anda dijadualkan untuk mengambil ujian dan anda mati, apakah itu berarti anda lulus ujian itu? Tentu saja tidak! Anda tidak perlu menjadi seorang jenius untuk memahami hal ini. Jika anda mati, anda tidak dapat menghadiri ujian itu, makanya anda tidak lulus. Jika anda akan berkawin dan anda mati, perkawinan itu dibatalkan. Semuanya dibatalkan. Jika anda hampir mewarisi kekayaan yang besar dan anda mati, anda tidak akan mendapat satu senpun. Nama anda akan dihapuskan dari surat wasiat. Anda tidak ada lagi.

Mati adalah keuntungan? Sedang berbicara tentang apa kita ini? Mati adalah menjadi "nothing" (kosong). Sejauh berkenaan dengan dunia, anda telah habis. Hilang. Kematian menghapus bersih papan tulis sejauh ada hubungannya dengan anda. Nama anda mungkin pernah ada disitu, mungkin sebagai direktur atau eksekutif, atau apa saja, ketika anda mati, nama anda dikeluarkan. Jika anda akan mewarisi sesuatu, nama anda akan dikeluarkan dari daftar wasiat. Mati adalah menjadi "nothing" (kosong). Bagaimana mungkin kematian menjadi keuntungan?

Hal ini sungguh merupakan satu pertentangan (paradoks). Kalau kita tidak mengerti pertentangan (paradoks) ini, bagaimana kita dapat mengerti "hidup adalah Kristus? Dalam ayat ini, kita menemukan  dua bagian dalam kalimat yang sama: "hidup adalah Kristus" dan "mati adalah keuntungan". Kalau satu bagian tidak benar, maka bagian yang lain juga tidak benar. Ini merupakan logika dasar. Kalau bagian "mati adalah keuntungan" tidak benar, maka bagian "hidup adalah Kristus" juga tidak benar.

Nol
Mari kita melihat arti secara alkitabiah tentang menjadi "nothing" (kosong). Anda semua pasti pernah melihat angka nol. Bayangkan sebuah lingkaran di sini dan saya akan bertanya  kepada anda: Sebuah lingkaran melambangkan apa? Sebuah lingkaran melambangkan nol. Tetapi, sebagai sebuah simbol, apakah lingkaran mempunyai arti yang lain?

Dalam sebuah pernikahan, pasangan yang baru biasanya memberikan kepada masing-masing pasangan  sebuah cincin pernikahan sebagai  jaminan. Sebuah cincin adalah sebuah lingkaran. Apa artinya ini? Apakah itu berarti bahwa sebagai janji dalam pernikahan untuk tidak memberikan apa-apa kepada pasangan yang lain? Sumpahnya seharusnya berbunyi: Dengan ini saya memberikan kepadamu sebuah cincin yang melambangkan dalam pernikahan ini bahwa saya tidak memberikan apa-apa kepada anda. Nah, ini merupakan ide yang baru! Anda membuat angka nol itu dari emas yang menyaksikan bahwa anda tidak memberikan apa-apa kepada masing-masing pasangan. Anda berjanji untuk tidak memberikan apa-apa. Itukah arti dari cincin itu? Mungkin dalam kehidupan nyata itulah yang terjadi, bahwa anda tidak memberikan apa-apa kepada masing-masing pasangan kecuali sakit kepala.

Apakah yang ditandakan oleh cincin pernikahan itu? Itu merupakan lambang kesempurnaan. Sebuah lingkaran menjadi lambang kasih yang sempurna. Sebuah lingkaran, yang tidak memiliki  awal dan akhir, melambangkan kesempurnaan, bahwa dengan komitmen yang total, anda tidak mempertahankan apa-apa dari pasangan anda.

Karena itu kita mempunyai arti ganda yang luar biasa: lingkaran yang melambangkan "nothing" (kosong), dan di lain pihak, juga melambangkan kesempurnaan. Tidakkah ini menakjubkan? Hal ini menyimpulkan ajaran Alkitab tentang pokok ini dengan sempurna.

Tujuh poin tentang "nothingness" (kekosongan) yang juga berarti "perfection" (kesempurnaan)

Saya akan membawa anda untuk mempelajari ajaran Perjanjian Baru  tentang tujuh "nothingness" yang melambangkan kesempurnaan.

1. "I Am Nothing" - Aku Tidak Berarti Apa-Apa
Kita menemukan pernyataan ini "I am nothing" atau "Aku tidak berarti sedikitpun" di 2 Korintus 12:11, "Sungguh aku telah menjadi bodoh; tetapi kamu yang memaksa aku. Sebenarnya aku harus kamu puji. Karena meskipun aku tidak berarti sedikitpun, namun di dalam segala hal aku tidak kalah terhadap rasul-rasul yang luar biasa itu." Disini, "nothing" muncul dua kali (di dalam teks Yunani). Disini kita menemukan pernyataan yang penting ini - "Aku tidak berarti sedikitpun".

Juga di Galatia 6:3, rasul Paulus berkata: "Sebab kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti, padahal ia sama sekali tidak berarti, ia menipu dirinya sendiri." Ini adalah orang yang  tidak mengerti bahwa dia tidak berarti apa-apa ketika dia berpikir dia adalah sesuatu.

Lagi di 1 Korintus 13:2, "........tetapi  jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna." Sisi sebaliknya dari pernyataan ini berarti bahwa hanya kasih yang menjadikan kita sesuatu dalam pandangan  Allah. Anda tidak menjadi sesuatu dalam pandangan Allah karena anda dapat berbicara dengan bahasa lidah, atau anda dapat bernubuat, atau anda mengetahui segala sesuatu tentang rahasia-rahasia rohani. Tidak satupun dari hal-hal ini yang akan menjadikan anda sesuatu dalam pandangan Allah. Satu-satunya hal yang diperhitungkan sebagai berarti dalam pandangan Allah adalah kasih. Kalau anda dikuasai oleh kasih Allah, dengan demikian anda menjadi sesuatu. Apabila hal itu tidak menjadi bagian dalam hidup anda, di pandangan Allah anda tidak berarti apa-apa.

Ingatlah hal ini apabila kita berbicara tentang Filipi 1:21. Terdapat dua cara untuk memahami dua tipe "nothingness" dalam Perjanjian Baru. Ada "nothing" dalam arti positif, dan ada juga "nothing" dalam arti negatif. Itu berarti, ada arti yang baik dan arti yang jelek tentang "nothingness".

Contoh dari arti yang baik adalah ketika Paulus berkata bahwa dia menyadari bahwa dia tidak berarti apa-apa. Tanpa kesadaran itu, secara rohani anda tidak akan menjadi apa-apa. Dengan kata lain, anda hanya dapat menjadi sesuatu dalam pandangan Allah ketika anda siap untuk menjadi tidak berarti. Bagaimana dapat mengerti hal ini? Hal ini merupakan  prinsip pembalikan  atau prinsip dwipolaritas. Saya tidak akan membahas hal ini sekarang.

"Nothingness" (Kekosongan) Dan Keselamatan Kita
Sebelum saya melanjutkan, saya perlu menerangkan apa hubungannya semua ini dengan keselamatan. Banyak dari anda telah dibesarkan dalam bentuk kekristenan yang mengatakan bahwa anda diselamatkan melalui  percaya kepada Yesus, tanpa dijelaskan lebih lanjut tentang apa artinya percaya kepada Yesus. Apabila seseorang bertanya kepada anda: "Apakah Yesus mati untuk anda?" Anda berkata, "Ya". "Apakah anda percaya Yesus mengasihi anda?" "Ya, tentu saja. Jika Ia mati untukku, pasti Ia mengasihiku." "Jadi anda percaya Yesus, benar?" "Ya." "Anda telah diselamatkan, haleluya." Nah, itu cepat sekali. Hanya membutuhkan beberapa detik untuk menerima keselamatan.

Sekarang, ketika sampai pada persoalan tentang pemuridan, kita berhadapan dengan suatu masalah yang lebih besar. Apakah pengajaran yang standar di gereja masa kini? Dimanakah pemuridan dapat disesuaikan dalam hal ini? Mengapakah Alkitab berkata bahwa anda harus menjadi seorang murid sebelum anda diselamatkan? "Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku." Dapatkah anda diselamatkan tanpa menjadi murid? Jika jawabannya adalah "tidak", kalau begitu apa yang terjadi kepada pernyataan sebelumnya yang mengatakan bahwa anda diselamatkan melalui percaya kepada Yesus? Apabila jawabannya adalah "ya", maka apa yang harus kita lakukan dengan tuntutan Yesus yang mutlak untuk menjadi murid-muridNya? Untuk diselamatkan, anda harus menjadi murid dan memikul salib anda untuk mengikuti Dia. Memikul salib artinya berada di jalan menuju penyaliban. Disalibkan berarti mati, dan itu berarti menjadi "nothing" (tidak berarti) bagi dunia (Galatia 6:14). Tetapi kehilangan nyawa dengan jalan ini adalah menemukannya (Matius 10:39, Markus 8:35, Lukas 9:24) dan menemukannya adalah sungguh-sungguh memperolehnya. Oleh karena itu, kematian adalah keuntungan.

Persoalan disini adalah Paulus berkata bahwa dia tidak berarti apa-apa. Mengapa? Supaya Yesus menjadi segalanya. Apakah artinya "Bagiku hidup adalah Kristus"? Artinya adalah aku tidak berarti apa-apa dan Kristus adalah segala-galanya. Buat saya, "hidup" tidak berarti apa-apa kecuali itu berarti Kristus. Apakah itu yang diartikan? Dapatkah anda menyatakan kepada saya arti lain dari ini? Dalam menafsirkan firman Tuhan dengan prosedur eksegese yang teliti, kalimat "hidup adalah Kristus" tidak berarti apa-apa kecuali kalau artinya Kristus menjadi segala-galanya bagi saya, sehingga bagi saya hidup adalah Kristus dan saya tidak berarti apa-apa.

Apakah Ajaran Ini Sangat Tidak Masuk Akal?
Anda mungkin berkata, "Wow! Ini pelajaran yang mengerikan. Bagaimana kalau sedikit Dia dan sedikit aku? Ayo, ini lebih masuk akal. Apakah itu berarti ketika aku menjadi orang Kristen, aku hilang?" Jawabannya, temanku, adalah ya. Masihkah anda ingin dibaptis? Pikirkan hal ini hati-hati. Kalau ada yang salah dengan eksegese saya, tolong tunjukkan pada saya.

"Hidup adalah Kristus" berarti bahwa Kristus adalah segalanya dalam hidup saya. Hidup adalah Kristus. Tidak ada yang lain adalah hidup. "Bagi saya hidup" berarti, sama dengan "Kristus". Kalau kita berkata hidup adalah Kristus, kita artikan hidup sama dengan Kristus dan Kristus sama dengan hidup. Mundur dan maju berada dibawah tanda persamaan . Hal ini merupakan persamaan logika yang sederhana. Itu berarti bahwa saya tidak berarti apa-apa jikalau hidup sama dengan Kristus. Apakah anda mengerti  maksud saya? Apakah sulit untuk dimengerti?

Apa yang dikatakan oleh Paulus disini? Tidakkah Filipi 1:21 berlaku untuk semua orang Kristen, untuk anda dan untuk saya? Mungkin di benak kita, moga-moga tidak. Tetapi jika dia sungguh mengatakannya, maka kita ada dalam kesulitan karena kita tidak tahu bagaimana menghidupi ayat ini. Kalau ayat ini tidak berlaku untuk anda dan saya, mengapa ayat itu ada di Perjanjian Baru?  Mengapa tidak dicoret saja? Mungkin hal ini untuk orang Kristen yang super. Saya hanya ingin menjadi seorang murid biasa dan saya sudah selangkah lebih maju dari kebanyakan orang Kristen. Jangan meminta lebih banyak dari saya. Dalam pemuridan, saya dapat memiliki definisi saya sendiri. Saya dapat menentukan "bagi aku hidup adalah" sedikit saya dan sedikit Kristus. Dengan rumus ini, saya bisa tenang. Mungkin 70% saya dan  30% Kristus. Kalau tidak cukup, kita dapat mengubahnya menjadi 50% saya dan 50% Kristus.

Secara tepat bagaimana hal ini dapat dipadankan kedalam kehidupan kekristenan? Paulus adalah seorang Kristen yang radikal. Bahkan dia adalah orang yang sangat ekstrim. "Aku tidak berarti apa-apa dan Kristus adalah segalanya". Bagi kita, hal ini tidak praktis dalam kehidupan kekristenan setiap hari, bukan? Lebih praktislah. Dapatkah kita menentukan 50-50?  Bagaimana anda dapat menyesuaikan hal ini dengan pernyataan yang lain: "percayalah kepada Tuhan Yesus, maka kamu akan diselamatkan, kamu dan seisi rumahmu" (Kisah Para Rasul 16:31)? Apakah kedua kalimat ini saling ekslusif atau kita harus menerangkan satu dengan yang lain? Jika demikian, yang mana menerangkan yang mana?

Anda berkata hal ini menjadi makin membingungkan. Saya sedang mencoba untuk menjelaskan dengan sesederhana mungkin. Apakah yang saya maksudkan dengan satu menerangkan yang lain? Pertanyaan saya ialah: dapatkah kita mengunakan kalimat dalam Kisah Para Rasul 16:31 untuk menerangkan Filipi 1:21, atau sebaliknya? Jika kita menggunakan Filipi 1:21 untuk menerangkan Kisah 16:31, maka "percaya kepada Tuhan Yesus" mempunyai arti "hidup adalah Kristus". Anda tidak dapat berkata "aku percaya Tuhan Yesus" kecuali anda dapat juga berkata "bagiku hidup adalah Kristus". Definisi dari "percaya" berarti "hidup adalah Kristus". Itulah yang saya maksudkan dengan mengambil ayat ini untuk menerangkan yang lain.

Bagaimana kalau sebaliknya? Dapatkah kita menemukan hasil yang lebih menyenangkan? Sayang sekali jawabannya adalah tidak. Anda mencoba menggunakan kalimat yang satu lagi untuk menerangkan yang satu ini. Mari kita lihat kalau ada cara untuk meringankan pernyataan  "hidup adalah Kristus". Bagaimana kita melakukannya? Perhatikan baik-baik kalau ada cara lain untuk meringankan sampai "kepercayaan yang biasa". Anda bisa memakai cara yang mana saja, kalau anda menghubungkan kedua ayat tersebut bersama-sama, hasilnya selalu sama. Kita harus memilih arti yang lebih tinggi. Yang lebih tinggi tidak boleh diturunkan kepada yang lebih rendah. Sangat penting untuk kita menangkap prinsip ini, karena kita berbicara tentang hal yang bersangkutan dengan keselamatan kita.

Apakah Definisi Kita Tentang "Percaya" Cukup Memadai?
Kalau anda berpikir bahwa untuk diselamatkan adalah semata-mata percaya bahwa Yesus mati untuk anda dan ternyata definisi itu tidak memadai, maka keselamatan anda akan hilang. Anda sedang mendasari harapan anda  untuk keselamatan dengan dasar yang salah. Anda telah mengizinkan dasar itu dipalsukan untuk disesuaikan dengan definisi anda dan anda sedang menipu diri sendiri.

Seperti yang rasul Paulus katakan, kalau anda berpikir bahwa anda itu sesuatu, yakni anda berpikir anda telah diselamatkan tetapi sebenarnya tidak, maka sesungguhnya anda harus dikasihani. Berapa banyak orang pada masa kini yang berpikir bahwa mereka telah diselamatkan namun pada kenyataannya tidak? Anda dapat mengetahuinya dari kehidupan mereka bahwa mereka belum diselamatkan. Anda tahu dari percakapan mereka bahwa mereka belum. Anda tahu dari cara mereka melakukan segala sesuatu. Meskipun demikian untuk beberapa alasan yang misterius, mereka berpikir bahwa mereka selamat Mereka berpikir bahwa mereka adalah sesuatu, yaitu menjadi milik Kristus, meskipun mereka bukan milikNya. Pada hari terakhir, seperti disebutkan di Matius 7:21, "Aku akan menyuruh mereka enyahlah daripadaKu, Aku tidak mengenal kamu." "Selama ini aku sudah memanggil Engkau Tuhan, Engkau kenal aku." "Tidak, Aku tidak mengenalmu." Mereka berpikir mereka adalah sesuatu.

Mari kita memikirkan tentang hal ini dengan lebih berhati-hati lagi. Bagaimana kalau definisi kita tentang keselamatan salah? Kita mendengar pengajaran ini terus menerus di dalam gereja  bahwa keselamatan adalah semata-mata "percaya dan diselamatkan", sedangkan definisi "percaya" tidak ditetapkan oleh Perjanjian Baru, tidak oleh Filipi 1:21, tetapi oleh mereka sendiri semata-mata sebagai suatu kepercayaan bahwa Yesus mati untuk anda. Tidakkah hal ini kedengarannya biasa bagi anda? Bagaimana kalau definisi ini benar-benar tidak selaras dan bahkan salah, saya bertanya kepada anda lagi? Keselamatan anda tergantung pada hal ini. Anda jawablah pertanyaan itu sendiri. Bukan saya yang harus memberitahu anda bagaimana menjawabnya. Saya hanya meminta anda untuk melihat pada Alkitab.

Hanya Ada Satu Macam Orang Kristen Di Dalam Alkitab
Apakah anda yakin dengan jawaban bahwa ada dua level kekristenan? Yang satu adalah orang Kristen kelas rendah yang biasa, orang Kristen yang berkeliling dengan kelas Ekonomi. Anda tetap dapat sampai ke tempat tujuan tetapi anda duduk di kelas Ekonomi. Sedikit tidak nyaman tetapi pada akhirnya anda akan tetap sampai disana. Orang percaya yang biasa-biasa berada dalam kelas Ekonomi ini. Yang satu lagi adalah orang Kristen yang memilih untuk dimuridkan dan memilih kursi empuk. Apakah hal ini menyelesaikan masalah kita? Tentu saja tidak. Tidak ada dua kelas orang Kristen yang berbeda di dalam Alkitab. Saya tidak pernah menemukannya. Jika anda menemukan dua kelas orang Kristen yang berbeda, tolong tunjukkan kepada saya dimana. Saya pasti kehilangan sesuatu dari Alkitab. Ada orang-orang Kristen yang lemah dan yang duniawi, tetapi mereka  tidak pernah dibenarkan: mereka dimarahi.

Sebagaimana telah saya tunjukkan, Paulus selalu menggambarkan orang percaya yang benar sebagai orang kudus. Dia tidak mengenal orang Kristen kelas dua. Saya kuatir bahwa kita mereka-reka sendiri orang Kristen yang semacam itu. Jika anda menanyakan kepada gereja, mereka akan berkata bahwa terdapat orang Kristen yang kelas lebih tinggi. Tetapi izinkan saya bertanya kepada anda pertanyaan yang semula: "Jika saya dapat sampai ke Beijing dari Hong Kong dengan memakai kelas Ekonomi, mengapa saya harus merepotkan diri dengan kelas yang lebih tinggi? Apakah karena lebih nyaman?" Jika analogi (kiasan) itu digunakan, hal ini memang tidak masuk akal menurut Perjanjian Baru, karena setiap orang tahu bahwa Perjanjian Baru menunjukkan bahwa orang-orang Kristen "kelas pemuridan" memikul kehidupan yang lebih keras. Tentu saja hanya orang Kristen macam itulah yang dikenal dalam Perjanjian Baru. Kalau kita memutar-balikkan analogi (kiasan) itu dan berkata bahwa anda dapat sampai di Beijing dengan dua kelas, satu adalah kelas Ekonomi (pemuridan), dan yang lain adalah kelas mewah (orang percaya yang mudah), kalau demikian siapa yang ingin pergi dengan kelas Ekonomi dan membayar lebih? Anda pasti gila jika anda memilih kelas ini.

2. "I Have Nothing" - Aku Tidak Punya Apa-Apa
Murid yang sejati tidak mempunyai apa-apa. Murid yang palsu memiliki segala sesuatu yang dia inginkan. Mari kita melihat pada 2 Korintus 6;10, "sebagai orang berdukacita, namun senantiasa bersukacita; sebagai orang miskin, namun memperkaya banyak orang; sebagai orang tak bermilik, sekalipun kami memiliki segala sesuatu." Hal ini merupakan satu paradoks dengan kebenaran dwikutub yang penting. Jika anda memiliki segala sesuatu secara rohani, maka anda dapat berkata bahwa anda benar-benar kaya. Tetapi anda tidak memiliki segala sesuatu kecuali anda juga tidak memiliki apa-apa. Mengertikah anda hal itu? Paulus berkata secara harfiah dia miskin dan meskipun demikian dia selalu membuat orang lain kaya. Bagaimana anda dapat menjadi miskin namun memperkaya banyak orang? Itu adalah kekayaan rohani yang anda berikan. Orang yang kaya adalah sangat-sangat miskin secara rohani. Mereka tidak memiliki apa-apa untuk diberikan. Tetapi, bagi murid yang benar, apakah yang telah dia lakukan? Dia melihat dirinya sendiri tidak memiliki apa-apa. Dia semata-mata seorang pengurus kepada semua yang ada padanya. Dia tidak melihat dirinya sendiri memiliki apa-apa. Seperti murid-murid dalam Kisah Para Rasul, mereka tidak menganggap milik mereka sendiri sebagai milik mereka. Mereka hanyalah pengurus dari apa yang mereka punya. Hanya orang-orang yang memiliki mental seperti ini adalah murid-murid yang sejati. Orang-orang seperti itulah yang kaya secara rohani.

Kita melihat dalam Alkitab sisi negatif dan positif dari tidak memiliki apa-apa. Ada sisi negative di Wahyu 3:17 yang mana sangat cocok sebagai gambaran kondisi rohani zaman ini. "Karena engkau berkata "Aku kaya dan telah memperkaya diriku, dan tidak kekurangan apa-apa", dan karena engkau tidak tahu bahwa engkau melarat dan malang, buta dan telanjang." Mereka menyangka mereka tidak membutuhkan apa-apa. Pada kenyataannya, mereka tidak memiliki apa-apa. Itu merupakan satu situasi yang tragis. Banyak orang Kristen yang tidak memiliki apa-apa secara rohani. Ada juga orang Kristen yang memiliki segala sesuatu. Hanya membutuhkan beberapa menit saja untuk menemukan orang Kristen macam apakah yang sedang berbicara dengan anda. Anda berbicara  kepada satu macam orang Kristen dan anda melihat kekayaan dalam hidup mereka, dinamika kehidupan mereka. Anda tahu kehidupan mereka penuh. Mereka mungkin tidak memiliki banyak uang dalam dompet mereka. Bukan karena mereka tidak dapat memilikinya. Tetapi karena mereka telah berpaling dari hal-hal itu. Bukan karena mereka tidak bisa memilikinya tetapi mereka melihat diri mereka hanya sebagai pengurus kepada apa saja yang mereka miliki. Semuanya itu ada pada pengendalian Tuhan. Apabila Tuhan berkata untuk menggunakannya untuk tujuan tertentu, dengan senang hati diberikan. Dan meskipun mereka tidak memiliki apa-apa, mereka memiliki kekayaan-kekayaan rohani yang membuat orang lain kaya.

Apakah kehidupan anda memperkaya siapa saja ataukah membuat orang lain miskin? Apabila anda  tinggal satu rumah dengan orang lain, apakah kehadiran anda membuat orang lain miskin, membuat orang-orang lain capek, mengambil sukacita dari orang lain, menjengkelkan mereka, dan melelahkan orang lain, atau kehadiran anda di dalam rumah tangga itu memperkaya orang lain? Anda tahu bagaimana menjawab pertanyaan itu. Dari itu, anda tahu apakah tema kamp ini mempunyai arti bagi anda atau tidak. Bagi seseorang yang hidup dengan sedemikian  sehingga Kristus menjadi hidupnya, orang itu selalu akan memperkaya orang lain. Setelah bersama dengan orang seperti itu, anda pergi dengan perasaan yang diperkaya. Anda merasakan sudah menerima banyak. Tetapi ada orang lain yang kalau anda bersama dengan mereka sebentar saja, anda merasa capek sekali. Mereka mengeringkan anda. Seringkali saya melihat bahwa pemimpin-pemimpin gereja terlalu capek dan lelah. Pasti ada banyak orang-orang miskin secara rohani di dalam gereja yang sudah mengeringkan mereka itu. Dimanakah orang-orang yang baginya "hidup adalah Kristus?" Anda tahu sendiri. Apakah anda macam orang yang memperkaya orang-orang lain atau anda membuat mereka kecapekan?

3. "I Do Nothing" - Aku Tidak Berbuat Apa-Apa
Ya, aku tidak berbuat apa-apa. Apakah artinya ini? Untuk mengerti hal itu, kita dapat membuka dalam Yohanes 8:28, "Maka kata Yesus: "Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku." Aku tidak berbuat apa-apa, tentu saja tidak dari diriku sendiri. Itu sangatlah penting. Itu merupakan prinsip dasar yang mengendalikan seseorang yang hidupnya adalah Kristus.

Jadi siapakah yang memegang peranan penting dalam mengendalikan hidup kita? Siapakah yang menjadi peran utama yang mengendalikan kehidupan Yesus? Bapa, "Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri." Dorongan yang mengontrol hidup kita adalah Kristus. Itulah yang dimaksudkan. "Bagiku hidup adalah Kristus" berarti Kristuslah yang mengarahkan seluruh segi hidup anda sampai ke hal-hal yang terkecil. Itu tidak berarti anda menjadi robot. Anda tidak dapat menjadi robot karena anda dengan sadar, menurut pilihan anda sendiri, meminta Dia mengarahkan anda. Dengan kata lain, mencari pimpinan merupakan suatu tindakan menurut kehendak anda sendiri. Tidak pernah secara otomatis. Apakah anda melakukannya? Apakah anda bertanya kepada Tuhan apa yang harus anda lakukan, atau apakah anda semata-mata melakukan apa yang anda inginkan dan membuat keputusan-keputusan anda sendiri?

Menjadi orang Kristen pada tingkatan ini dalam Perjanjian Baru merupakan kekristenan dasar. Yaitu menjalani suatu kehidupan yang diarahkan oleh Tuhan sendiri. Itulah yang memerdekakan anda. Itu merupakan sumber kuasa anda. Dia adalah hidup anda karena Dia mengarahkan cara berpikir anda, cara anda melakukan sesuatu, dan apa yang harus anda lakukan. Dapatkah anda berkata dengan jujur bahwa: Aku tidak berbuat apa-apa dari diriku sendiri?

Mungkin anda berkata bahwa "aku tidak melakukan apa-apa dengan betul". Di dalam rumah tangga, anda menyinggung perasaan setiap orang, dan anda membuat malu setiap orang dalam rumah itu. Memang anda tidak dapat melakukan sesuatu pun dengan betul. Ada orang Kristen yang tidak melakukan apa-apa sama sekali karena, jika mereka melakukan sesuatu, mereka melakukan hal-hal yang salah. Mereka benar-benar membuat orang lain gusar karena mereka tetap melakukan hal yang salah. Anda mau berkata, "Tolonglah, aku memohon agar kamu jangan melakukan apa-apa. Dengan cara ini, paling sedikit, kamu tidak akan menjengkelkan orang lain. Kamu tidak akan menghanguskan nasi, atau merusakkan perabotan. Kamu tidak akan menjatuhkan piring. Tolong jangan melakukan apa-apa. Paling sedikit dengan cara ini, anda tidak berbuat dosa." Setidak-tidaknya, pada tingkatan ini, kita dapat belajar untuk tidak berbuat apa-apa.

Tentu saja menjadi seorang murid berarti lebih daripada tidak melakukan apa-apa dalam pengertian itu. Saya secara pribadi akan sangat puas jika beberapa orang Kristen tertentu mau untuk tidak melakukan apa-apa. Jauh lebih damai jika mereka tidak berbuat apa-apa. Setiap kali mereka membuka mulut mereka, mereka menyatakan hal yang salah. Sangat luarbiasa. Mungkin kita sendiri telah melakukan hal yang sama. Bayangkan betapa damainya dalam suatu pernikahan jika kedua pihak mau menutup mulut. Setidak-tidaknya anda tidak dapat bertengkar jika anda berdua tutup mulut. Setiap kali mereka membuka mulut, mereka bertengkar. Kadang-kadang merupakan berkat untuk menjadi bisu. Anda tidak mendengar dua orang bisu bertengkar. Betapa indahnya.

Coba bayangkan kehidupan orang Kristen yang hidup diatas prinsip tidak melakukan apa-apa dari dirinya sendiri. Tuhan mau kita mengambil satu langkah ke depan dan disitulah masalah kita dimulai. "Aku tidak melakukan apa-apa kecuali apa yang dikatakan Bapa untuk Aku lakukan." Itu tingkat yang terlalu tinggi, bukan? Namun itulah kehidupan kekristenan yang dasar. Itulah yang dimaksudkan dengan percaya kepada Yesus, mempercayai bahwa Dia dapat mengarahkan anda. Untuk mengatakan bahwa saya percaya Yesus yang telah mati untuk saya adalah sama dengan berkata bahwa saya percaya suatu kejadian yang terjadi pada 2000 tahun yang lalu. Apakah Dia masih melakukan sesuatu hari ini? Ya, Dia masih. Dia mengarahkan hidup saya setiap saat dari setiap hari. Beranikah anda menyatakan hal itu? Mari saya katakan pada anda bahwa Yesus anda benar-benar hidup. Beberapa orang percaya pada Yesus yang mati yang telah meninggal 2000 tahun yang lalu. Ia seharusnya telah bangkit dan naik ke surga namun sejak itu tidak melakukan apa-apa.

Kalau kita tidak melakukan apa-apa dari diri sendiri, maka Dialah yang melakukan segala sesuatu. Kalau Dia melakukan segala sesuatu, maka Dia adalah hidup saya. Itulah yang dimaksud dalam Filipi 1:21. Saya berharap setelah khotbah ini, tidak ada yang akan berkata saya belum menjelaskan ayat ini dengan rinci. Jika anda tidak dapat menghidupinya, jangan salahkan saya.

"Aku tidak melakukan apa-apa". Dalam Yohanes 5:30, Yesus berkata, "Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri." Itu lagi. Itu tidak berarti bahwa Dia tidak mampu melakukannya. Dia telah memilih untuk tidak melakukannya. "Tidak dapat berbuat apa-apa" itu adalah atas kehendak-Nya, atas pilihan-Nya sendiri. "Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku." "Tidak dapat berbuat apa-apa" disini justru diartikan sebagai tidak melakukan apa-apa menurut kehendak pribadi kita. Sangat jelas sekali, kehendak Bapalah yang Dia lakukan. Jadi kita terus memakai cara ini di dalam Yohanes 5:19, "Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak." Apa yang dikerjakan Bapa, Anak juga mengerjakannya. Itulah yang dimaksudkan dengan "Hidup adalah Allah." Tuhan adalah hidup saya dan Dia mendefinisikan hidup saya. Saya tidak mau melakukan apa-apa selain dari kehendak-Nya. Dapatkah anda menyatakannya dengan jujur? Seperti itukah kehidupan Kristen yang anda hidupi, atau apakah anda berharap untuk diselamatkan oleh semacam pengakuan yang dangkal tentang kepercayaan bahwa Yesus mati untuk anda? Kekristenan semacam ini tidak ada dalam Perjanjian Baru.

Apakah ini terlalu radikal untuk anda? Jika Yesus adalah hidup saya, maka itulah caranya saya harus hidup. Kalau tidak demikian, Yesus bukan hidup saya. Dan kalau Dia bukan hidup saya, maka beritahukan pada saya bagaimana saya dapat diselamatkan! Kita sedang berbicara tentang kehidupan. Hidup adalah keselamatan dan keselamatan adalah hidup. Hanya ini satu-satunya macam keselamatan, satu-satunya macam kehidupan, yang dapat saya lihat dalam Perjanjian Baru.

4. "I Know Nothing" - Aku Tidak Mengetahui Apa-Apa
"Aku tidak mengetahui apa-apa!" - kita bergerak dari satu "nothingness" ke satu "nothingness" yang lain! Kehidupan Kristen adalah tidak mengetahui apa-apa. Sungguh indah, bukan? 1 Korintus 2:2 adalah prinsip yang menuntun kehidupan rasul Paulus, rahasia bagaimana dia hidup. Apa yang ia tahu? Izinkan ia menjawab pertanyaan itu sendiri dari 2 Korintus 2:2, "Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan.  (1 Korintus 2:2).

Paulus selanjutnya mengatakan bahwa dia telah mempelajari filsafat dunia ini. Paulus adalah orang yang terpelajar, begitu terpelajar sehingga ketika dia diadili, hakim itu berkata kepadanya: "Engkau gila, Paulus! Ilmumu yang banyak itu membuat engkau gila. Engkau mengetahui terlalu banyak. Engkau terlalu banyak belajar dan kepandaianmu sudah membuat engkau gila!" (Kisah Para Rasul 26:24). Paulus berkata bahwa ia tidak gila (ayat 25). Ia tahu dengan jelas apa yang dia bicarakan. Mengapa mereka mengira dia gila? Lihatlah ini. Baginya, sejak ia datang kepada Tuhan, satu-satunya hal yang berarti baginya adalah Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan. Bagian yang menyangkut "Yesus Kristus" kita masih dapat mengerti, tetapi "Dia yang disalibkan", seorang yang mati? Apakah ini? Mungkin ia benar-benar sudah gila. Paulus selanjutnya berkata bahwa Kristus yang disalibkan itu adalah kuasa Allah yang menyelamatkan! Apa? Kristus yang disalibkan? Apa yang sedang ia bicarakan?

Saya tidak akan menjabarkan hal itu sekarang. Cukuplah dengan menyatakan bahwa orang yang hidup menurut prinsip "hidup adalah Kristus" juga memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa. Hal itu tidak berarti bahwa anda akan meninggalkan pengetahuan sekular anda, seperti halnya jika anda dilatih dalam bidang computer, anda tidak akan dengan tiba-tiba tidak mengerti computer sama sekali. Maksudnya adalah pengetahuan semacam itu tidak lagi menentukan cara hidup anda. Sebelumnya itu merupakan segalanya. Anda bangga karena kepandaian dan pengetahuan anda. Anda menganggap diri anda itu sesuatu. Sekarang prinsip yang menuntun kehidupan anda bukan hal-hal itu lagi. Bagi anda, prinsip yang beroperasi dalam hidup anda (yang menentukan pengetahuan anda dan segala sesuatu yang lain) adalah Yesus Kristus. Yesus Kristus yang ini tidak dipandang terutamanya sebagai Raja dari alam semesta ini. Ia memang seorang Raja tetapi bukan itu yang ditekankan di Perjanjian Baru. Yang ditekankan ialah Yesus Kristus yang rendah hati dan lemah lembut. Itulah yang dimaksudkan dengan "Yesus, yang disalibkan". Bagaimana rendah diri-Nya dan bagaimana lemah lembut-Nya? Ingat kita sedang membicarakan Filipi 1:21. Filipi 2 menyatakan bahwa Ia sama dengan Allah, Raja di atas segala raja dan Tuhan di atas segala tuhan. Apa yang telah Ia lakukan? Ia merendahkan diri-Nya untuk turun ke dalam dunia ini. Ia dilahirkan dalam palungan. Itu bukan yang paling rendah. Ia turun jauh lebih rendah lagi dari pada itu. Ia mati dengan kematian sebagai seorang penjahat di atas kayu salib. Begitulah rendahnya Ia merendahkan diri-Nya. Yesus yang inilah, bukan Raja di atas segala raja dengan suatu mahkota di atas kepala, yang kita sedang bicarakan.

Yesus sebagai Raja, secara mengherankan, tidak menjadi pusat dari pengetahuan Paulus. Apa yang menjadi pusat? Yesus yang tidak memakai mahkota di kepala-Nya kecuali mahkota duri. Dapatkah anda mengerti hal ini? Hal ini membawa kita masuk kepada hal-hal yang dalam. Adalah mudah untuk memuliakan Tuhan yang bertakhta di atas alam semesta ini. Itu bukanlah Tuhan yang dimuliakan Paulus. Ia memuliakan Allah yang merendahkan diri-Nya sampai menjadi seorang hamba. Bayangkan apa yang akan terjadi jikalau pikiran seperti ini menguasai pikiran anda. Anda akan menjadi seorang Kristen dengan kualitas yang berbeda, bukanlah semacam orang Kristen yang disebut "power Christian", atau "glory Christian" yang membanggakan Allah sebagai Raja di atas segala raja (meskipun Ia memang demikian), tetapi semacam orang Kristen yang membanggakan Allah yang telah merendahkan diri-Nya lebih rendah dari seorang hamba.

Mentalitas semacam ini menentukan seluruh proses cara berpikir Paulus. Ini adalah semacam kualitas, semacam kerendahan hati, semacam keramahan, semacam kelemah-lembutan di dalam kehidupan seseorang yang tidak dapat dilukiskan. Saya masih mencoba untuk belajar hal ini.

Setiap hari saya merenungkan salib Kristus. Saya tidak merenungkan pada Yesus sebagai Raja di atas segala raja karena hal itu mudah untuk dimengerti. Hal yang membuat saya sulit untuk mengerti adalah Yesus sebagai seorang yang lebih rendah dari seorang hamba, yang membasuh kaki murid-murid-Nya, dan mau mati untuk semua murid-murid-Nya dan untuk kita semua yang telah menjadi murid-murid-Nya, dan yang untuk selamanya berada di surga dengan bekas paku pada tangan-Nya, bekas-bekas luka pada kening-Nya, dan luka tikaman pada hati-Nya. Yesus seperti inilah yang saya berusaha untuk mengerti. Sangat lambat sekali untuk saya mengerti namun saya masih berusaha. Dan Paulus berkata bahwa Yesus seperti inilah yang ia ingin kenal. Mengenal Dia adalah mengerti seluruh rahasia yang ada, dan ia tidak ingin mengetahui yang lainnya lagi.

5. "I Fear Nothing" - Aku Tidak Takut Apa-Apa
Poin yang kelima: aku tidak takut apa-apa. "I fear nothing." Sekarang kekuatan dari manusia rohani mulai muncul. Aku tidak takut apa-apa. Ini adalah hal yang menarik. Di sini sekali lagi, saya mempunyai begitu banyak ayat. Terdapat banyak ayat tentang "jangan takut". Filipi 1:28 "dan tiada digentarkan sedikitpun oleh lawanmu." Seorang yang memiliki sifat seperti ini adalah orang yang tidak mempunyai rasa takut. Di masa remaja saya, tahukah anda nama apa yang saya pilih untuk tim bola saya? Namanya ialah "Dreadnought". Saya sangat tertarik dengan pengetahuan kemiliteran dan ada sebuah kapal perang yang sangat terkenal namanya "Dreadnought" (artinya "Tidak Gentar") yang dikatakan tidak dapat tenggelam. Jadi dalam bahasa Cina tim kami bernama "Da Wu Wei".

Orang Kristen yang benar tidak takut apa-apa untuk suatu alasan yang sangat sederhana, karena satu-satunya pribadi yang dia takuti adalah Allah. Di Lukas 8:24, ketika Tuhan Yesus berada ditengah-tengah badai dan kapalnya sedang tenggelam, apakah anda melihat sedikit ketakutan pada diri-Nya? Ia sedang tidur dengan nyenyak, tanpa ketakutan. Di sini anda melihat kualitas tidak takut apa-apa. John Wesley begitu terkesan dengan sekelompok orang Kristen yang naik kapal berlayar ke Amerika Utara. Pada waktu itu, seperti begitu banyak dari kita, ia masih belum lahir baru, dan ia melihat orang-orang Kristen ini (yang dikenal sebagai 'pietists' oleh orang-orang Jerman) yang memiliki keyakinan yang demikian rupa di dalam Yesus Kristus sehingga mereka tidak memiliki rasa takut. Kepercayaan mereka menghapuskan rasa takut. Seperti inikah percaya anda kepada Yesus? Apakah ujian sekolah membuat anda cemas? Atau, kesehatan anda membuat anda cemas? Atau, pernikahan anda membuat anda cemas? Segala sesuatu membuat anda cemas. Anda adalah orang Kristen yang takut dan cemas. Kalau anda hidup seperti itu, anda tidak tahu apa artinya menjadi orang Kristen. "Hidup adalah Kristus" berarti anda tidak memiliki rasa takut karena Ia hidup di dalam anda. Tanggung jawab ada pada-Nya.

Saya dapat berbicara tentang hal ini dari pengalaman saya sendiri. Saya hidup hampir tiga tahun di Cina dalam keadaan kemiskinan hina papa. Saya kehilangan segalanya semenjak kedatangan kaum komunis. Tidak satu senpun yang tinggal. Setiap hari, saya harus mempercayai Tuhan untuk memenuhi kebutuhan saya. Saya akan bangun setiap pagi tanpa mengetahui sama sekali dari mana saya akan mendapat makanan selanjutnya. Bayangkan hal itu. Saya tidak memiliki uang sama sekali dan hampir tiga tahun hidup seperti itu.

Jika anda bangun pagi tanpa satu sen dalam saku anda, tanpa makan siang apalagi makan malam di hadapan anda untuk minggu-minggu dan bulan-bulan yang akan datang, bagaimanakah kondisi anda? Dapatkah anda rileks dan penuh dengan damai dan sukacita? Hanya kalau Kristus adalah hidup anda. Saya akan bangun pagi dan berkata "Tuhan, inilah anak-Mu. Aku lapar dan tidak ada apa-apa untuk dimakan dan aku juga tidak memiliki uang untuk membeli makan siang. Aku tidak takut. Aku tahu bahwa bagaimanapun Engkau akan mencukupi kebutuhanku hari ini." Pernahkah Ia gagal? Tidak pernah. Mengapa saya memberitakan Injil dengan keyakinan? Karena saya tahu bahwa Allah yang memberi makan dua juta orang di padang gurun dengan manna dari surga, adalah Allah yang sama, yang memberi saya makan setiap hari dan mengatur supaya saya tidak mati kelaparan. Begitulah praktisnya Tuhan saya itu. Kalau seseorang bertanya kepada saya, "Apakah Allah memberi kamu makan ketika kamu lapar?" Jawaban saya ialah: tentu saja. Apakah mungkin Allah yang menciptakan surga dan bumi tidak dapat membuat cukup makanan untuk memberi makan anda? Tidak takut. Saya dapat menjelaskan hal ini dalam waktu yang panjang tapi waktu saya terlalu cepat berlalu.

6. "I Lack Nothing" - Aku Tidak Kekurangan Apa-Apa
Aku tidak kekurangan apa-apa. Apakah secara jasmani atau rohani, orang yang hidup di dalam Kristus memiliki segalanya. Tidak memiliki apa-apa meskipun memiliki segalanya. Ia tidak kekurangan apa-apa. 1 Tesalonika 4:12 "bahwa kamu tidak kekurangan sesuatu apapun." Hiduplah sedemikian sehingga anda tidak kekurangan suatu apapun. Tidak kekurangan apa-apa ini bisa saja karena pemeliharan Tuhan secara langsung, atau apabila situasi mengizinkan, anda juga dapat bekerja dengan tangan anda sendiri (seperti yang dilakukan oleh rasul Paulus) dan mencukupi kebutuhan anda sendiri. Perhatikan bahwa Allah mencukupi kebutuhan saya di China karena tidak ada jalan lain bagi saya untuk memperoleh pendapatan. Tetapi di kemudian hari ketika ada kesempatan bagi saya untuk memperoleh pendapatan saya sendiri, saya tidak begitu manja dan bergantung kepada Tuhan dan berkata, "Engkau dapat mencukupi aku dengan makanan, jadi aku tidak perlu bekerja lagi." Tidak, saya keluar untuk bekerja. Ketika pertama kali saya menjadi gembala sidang di Liverpool, gereja terlalu kecil sehingga mereka tidak dapat membantu saya. Saya katakan kepada mereka bahwa hal itu tidak menjadi masalah buat saya, saya akan mencari pekerjaan. Maka saya keluar untuk mengajar. Saya mengajar dari Senin sampai Jumat dan saya bekerja di gereja hari Sabtu dan Minggu. Sangat tidak Alkitabiah! Saya bekerja tujuh hari dalam seminggu tanpa satu hari pun untuk beristirahat. Setelah enam bulan, Allah di dalam kebaikan-Nya membuat gereja itu bertumbuh dalam jumlah yang cukup besar sehingga mereka mampu memberi saya jumlah yang sama dengan yang saya terima melalui mengajar.

Apakah Allah mencukupi secara langsung atau melalui pekerjaan kita sendiri, yang lebih penting, kita tidak kekurangan sesuatu pun di tingkat rohani. Bagaimana kondisi rohani anda? Apakah anda merasa ada kekosongan dalam batin anda? Apakah anda merasa bahwa setiap hari anda kekurangan sesuatu dalam hidup anda tetapi anda tidak tahu apa kekurangannya? Jawabannya sangat sederhana. Apa yang anda kurang justru adalah tema Kamp ini. Anda belum menerapkan kebenaran rohani ini bahwa Kristus adalah hidup anda. Selama Kristus tidak menjadi hidup anda, percayalah pada saya, anda dapat mencoba semampu anda untuk memenuhi kekosongan dalam hidup anda, itu tidak akan berhasil. Anda akan selalu dihantui oleh kekosongan yang menggangu itu. Tetapi setelah menerima pesan hari ini, jangan pernah berkata anda tidak mengetahui bagaimana mengisi  kekosongan itu. Saya telah mengatakan kepada anda apa yang Alkitab ajarkan. Tidak ada cara mudah. Tidak ada cara murah. Tetapi ada cara yang ajaib. Kristus akan memenuhi hidup anda sampai melimpah dan anda tidak akan kekurangan apapun sama sekali.

7. "I Withhold Nothing" - Aku Tidak Menahan Apa-Apa
Karena anda tidak kekurangan apa-apa, anda juga seharusnya tidak menahan apa-apa. Anda memiliki begitu banyak untuk diberikan sehingga anda tidak perlu menahan suatu apapun. Pernahkah anda bertemu orang Kristen yang kelihatannya memiliki sumber-sumber yang tidak ada batasnya? Mereka selalu mempunyai sesuatu untuk diberikan. Mereka begitu kaya sehingga mereka tidak harus menahan apapun. Mereka tidak perlu menjadi kikir.

Kisah Para Rasul 20:20, "dan sekarang aku tidak pernah melalaikan (atau, menahan) apa yang berguna bagi kamu, baik dimuka umum maupun dalam perkumpulan perkumpulan di rumah kamu." Pernahkah anda menahan sesuatu dari Tuhan? Apakah anda mempunyai sesuatu untuk diberikan kepada Tuhan atau kepada sesama? Apakah kehidupan anda sebuah kehidupan yang kaya? Apakah kehidupan anda kehidupan yang berkuasa? Ketika rasul Paulus berkata kepada jemaat di Efesus di Kisah Para Rasul 20 bahwa dia tidak menahan apa-apa, kualitas apakah yang ada pada orang ini sehingga Tuhan menggoncangkan dunia melaluinya? Kehidupan Kekristenan yang bagaimana yang ingin anda jalani?

Kesimpulan
Sebagai penutup, saya ingin bertanya kepada anda: Kehidupan Kekristenan yang bagaimana yang ingin anda hidupi? Apakah anda ingin menjadi yang biasa, Kristen yang rata-rata, yang tidak begitu baik tapi juga tidak begitu jelek? Atau anda ingin membuat hidup anda dihitung dalam generasi ini, sebagai seseorang yang melaluinya Tuhan dapat mengoncang bukan saja Singapura tetapi seluruh dunia? Allah sedang mencari orang yang seperti ini. Saya kuatir berapa banyak orang Kristen yang hidup menurut pelajaran yang telah kita dapatkan di sini: "bagiku hidup adalah Kristus".

Paulus begitu berkelimpahan sehingga ia berkata adalah suatu sukacita baginya untuk menjadi korban bagi orang lain. Itulah mentalitasnya saat dia menulis 2 Korintus 12:15, "Aku suka mengorbankan segala milikku, bahkan mengorbankan diriku untuk kamu." Di Roma 9:3, Paulus begitu rela tidak mempertahankan apa-apa, bahkan sampai pada keselamatannya sendiri. Beberapa orang mungkin mau untuk memberikan segala sesuatu kepada anda - kecuali keselamatan mereka. Paulus berkata bahkan keselamatannya sendiri tidak berharga baginya, jika, melalui kebinasaannya, orang lain dapat diselamatkan. Roma 9:3 membuat saya meneteskan air mata: di mana Paulus berkata bahwa jika, melalui kebinasaannya, kaum sebangsanya dapat diselamatkan, ia dengan senang hati akan menyerahkan keselamatannya bagi kesejahteraan kekal mereka. Apa sebenarnya yang sedang dikatakan Paulus? Paulus sedang berkata bahwa ia mau pergi ke neraka kalau bangsa Yahudi dapat pergi ke surga. Berapa banyak dari anda yang berani berkata di sini bahwa anda mau pergi ke neraka kalau orang-orang di Singapore dapat pergi ke surga? Berapa banyak dari kita yang berani berkata kami mau ke neraka kalau orang-orang Indonesia dapat mendengar Injil dan diselamatkan? Dimanakah Allah dapat menemukan orang seperti ini?

Semuanya itu merupakan bagian dari "hidup adalah Kristus". Ini bukanlah semacam kekristenan yang super. Itu hanyalah sebagian dari definisi dari artinya "hidup adalah Kristus".

[Download]


Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.

Standard
Besar
Terbesar

Kekuatan dalam Kelemahan:

- Anak Domba Atau Serigala

- Keselamatan Dan Kelemahan

- Hidup Adalah Kristus

- Kehidupan Kristen Yang Tak Terkalahkan

Copyright 2002-2014. Semua materi di situs ini adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries.
E-mail kami untuk mendapatkan izin untuk menggunakan materi di situs ini.
Best viewed with IE6.0 and 1024 by 768 resolution.