|
| Saran & Komentar | updated on 07 January 2009 |
||||||
|
CahayaPengharapanMinistries Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan |
||||||
|
|
||||||
|
Karunia Roh Kudus melalui Baptisan Kisah Para Rasul 2:38 - Khotbah oleh Pendeta Eric Chang Mari kita teruskan penyembahan kita dengan mempelajari firman Tuhan. Hari ini kita perlu mempelajari sesuatu yang sangat penting. Judul yang akan saya pakai untuk khotbah saya pada hari ini adalah: Roh Kudus dan Baptisan. Apakah hubungan antara Roh Kudus dengan baptisan? Saudara kita, Swee Chuan, yang akan dibaptiskan pada hari ini, suatu hari bertanya kepada saya, "Kapan kita menerima Roh Kudus? Sebelum, sesudah, ataukah pada waktu baptisan? Saya berpikir bahwa ini adalah sebuah pertanyaan penting dimana semua orang patut untuk mengetahuinya." Dan, saya sangat bersyukur Swee Chuan menanyakan hal ini. Sebenarnya, saya mau memberikan dia penjelasan lebih dalam namun karena pada hari itu, saya kekurangan waktu untuk menjelaskan kepadanya secara keseluruhan. Orang Kristen adalah Seseorang yang Memiliki Roh
Kudus. Rasul Paulus menjawabnya di Roma 8:9. Inilah yang menjadikan seseorang itu Kristen: Dia yang memiliki Roh Kudus yang disebut sebagai orang Kristen. Itulah sebabnya Paulus berkata di Roma 8:9, "Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus." Jika Anda tidak memiliki Roh Kristus, Anda bukan seorang Kristen. Inilah jawaban Paulus. Kita boleh percaya akan seluruh pengakuan iman rasuli. Kita boleh menerima Alkitab sebagai Firman Allah, yang merupakan bagian dari penyataan iman kita, setidak-tidaknya bagian pernyataan injili. Kita boleh pergi ke gereja secara rutin atau bahkan turut aktif dalam kegiatan gereja. Namun, semuanya itu tidak menjadikan Anda seorang Kristen. Tiada satu halpun di sini yang dapat membuat kita menjadi seorang Kristen. Alkitab memberikan jawabannya untuk hal ini: kita adalah orang Kristen, hanya dan satu-satunya, jika kita memiliki Roh Kudus di dalam kita. Jika kita telah menerima Roh Kudus, maka kita adalah orang Kristen yang sesungguhnya. Tanpa Roh Kudus, sekalipun kita memiliki semua yang disebut di atas, kita tidak akan diakui oleh Kristus. Kita bukan milik-Nya. Ini menunjukkan betapa pentingnya pokok pembahasan ini. Lalu pertanyaannya ialah: kapankah kita menerima Roh Kudus, karena segala sesuatunya bergantung kepada apakah jika kita telah menjadi milik Kristus? Apakah kita sungguh adalah seorang Kristen sejati menurut pengertian Alkitab? Apakah kita telah menerima janji Roh Kudus itu? Tanpa Roh, Kita Tidak Memiliki Kekuatan untuk
Hidup sebagai Orang Kristen Seorang Kristen adalah seorang yang supra-natural. Rasul Paulus berkata kepada jemaat di Korintus, "Karena perbuatanmu seperti ini, bukankah kamu manusia natural?" Nah, siapa di antara kita yang tidak natural? Tentu saja kita tidak natural. Kita adalah manusia supranatural jika kita adalah orang Kristen menurut pengertian Alkitab. Itulah sebabnya Paulus menantang jemaat di Korintus dengan berkata, "Bukankah engkau hanya manusia biasa? Bukankah engkau hanya natural?" Apakah yang ditantang dalam hal ini? Artinya, "Engkau masih tidak hidup menurut sebagaimana orang Kristen seharusnya hidup - yaitu di dalam kekuatan Roh Kudus!" Itulah sebabnya surat Korintus semuanya berkenaan dengan Roh Kudus. Jemaat Korintus sebetulnya juga menitikberatkan masalah Roh Kudus tetapi mereka lebih gairah tentang karunia-karunia Roh, daripada kekuatan Roh yang tinggal di dalam. Mereka menaruh perhatian pada manifestasi eksternal dari Roh daripada kekuatan batin dari Roh Kudus. Inilah kesalahan lainnya yang banyak diperbuat oleh orang Kristen. Mereka mencari hal-hal yang dapat terlihat. Inilah tandanya manusia yang natural. Manusia rohani tidaklah tertarik akan penampilan luar, atau pertunjukan eksternal. Berbahasa lidah atau tidak, adalah hal yang eksternal. Apakah Anda berbuah Roh dan memiliki kekuatan Roh dalam batin, inilah yang bersifat internal. Hal-hal ini yang lebih berarti! Pertanyaan Utama: Kapan Anda Menerima Roh Kudus? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita harus mengetahui: Bagaimana kita menerima Roh Kudus dan pada waktu kapan kita menerima Roh Kudus tersebut? Di sini jelas kedua pertanyaan ini saling berkaitan. Jangan memberi jawaban yang mengatakan bahwa Anda telah menjadi Kristen selama 10 hingga 15 tahun. Hal itu tidak penting karena persoalannya ialah 10 tahun, 15 tahun dari kapan? Bagaimana Anda menghitung 10 tahun atau 15 tahun itu? Apakah itu terjadi pada saat Anda berlutut dan menerima Yesus sebagai Juruselamat? Atau dari saat Anda menerima baptisan? Kapankah saat itu dan bagaimana caranya kita dapat mengukurnya? Banyak orang dibaptis beberapa tahun sesudah mereka melakukan semacam pengakuan iman. Dan mereka seringkali mengambil tolok ukurnya dari waktu mereka melakukan pengakuan iman. Menurut Anda kapan waktu yang tepat Anda dikatakan sebagai seorang Kristen? Jawabannya menurut Alkitab adalah pada saat Anda menerima Roh Kudus. Inilah satu-satunya pertanyaan yang perlu Anda jawab. Saya tidak begitu memperdulikan kapan Anda mengangkat tangan pada waktu kesempatan panggilan dalam sebuah KKR atau pertemuan ibadah. Mungkin Anda telah mengangkat tangan Anda dengan hati yang tulus. Tapi apakah itu berarti Anda secara otomatis telah menerima Roh Kudus? Inilah pertanyaan yang harus kita pelajari secara mendalam. Apakah itu berarti dengan mengangkat tangan pada waktu panggilan dalam sebuah ibadah, kita telah menerima Roh Kudus? Sesuaikah hal ini dengan ajaran Alkitab? Barangkali itulah anggapan Anda, dan karena itu Anda menghitung pertobatan Anda dari tanggal Anda mengangkat tangan. Mari kita menyelidiki pertanyaan ini secara lebih mendalam lagi - bukan untuk mengetahui apa jawaban saya. Jawaban saya tidak berarti sama sekali. Jawaban Kitab Sucilah yang penting dan kita akan melihat jawabannya sekarang. Kapan kita menerima Roh Kudus? Apa jawaban Alkitab? Menerima Roh Kudus seperti yang Disebut di Kisah
Para Rasul 2:38 Menarik sekali di sini bahwa ia berbicara tentang Yesus sebagai Tuhan. Tema inilah yang menusuk hati para pendengarnya. Mereka berkata, "...apakah yang harus kami lakukan?" Betul, apakah yang harus kita lakukan sekarang? Perhatikan ayat ke 38, Petrus menjawab: "Lalu Petrus menjawab, "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus." Ayat 39: Sebab bagi kamulah janji itu - Janji apa? Janji tentang Roh Kudus! "Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita." Janji ini adalah merupakan janji Tuhan. Janji apakah itu? Seluruh janji Tuhan semuanya terbungkus dalam bentuk karunia Roh Kudus. Jika Anda tidak memiliki Roh Kudus, Anda belum mendapatkan janji-janji-Nya. Janji ini datang kepada kita melalui iman. Karunia Roh diberikan kepada kita melalui iman. Dengan kata lain, jika Anda memiliki iman, Tuhan akan memberikan kepadamu Roh Kudus dan seluruh janji-Nya akan dinyatakan. Tidak ada janji lain diluar dari Roh Kudus itu sendiri. Tanpa menerima kuasa Roh Kudus tidak mungkin ada janji. Pertobatan adalah Perubahan Total Gereja pada masa kini telah memperlakukan baptisan dengan sesuka hati. Mereka berbuat sesuka hati mereka. Mereka memperlakukan baptisan sebagaimana mereka memperlakukan segala sesuatu yang berasal dari Allah, sama seperti cara mereka memperlakukan Yohanes Pembaptis. Yesus berkata, "Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka" (Matius 17:12). Hari ini kita memperlakukan Firman Allah, kita memperlakukan baptisan, kita memperlakukan segalanya menurut kehendak kita. Kita berkata, "Oh, baptisan itu tidak terlalu penting. Itu adalah hal yang eksternal. Maksud saya, dibaptis atau tidak itu tidak menjadi soal." Siapa yang mengatakan hal itu tidak penting? "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis." Ini firman Tuhan, bukan saya. Jika firman Tuhan berkata hal ini tidak penting, maka saya berhak mengatakan bahwa baptisan itu tidak penting pula. Tapi firman Tuhan tidak mengatakan itu. Bertobat, Dibaptis dan Menerima Roh Kudus Oleh sebab itu kita perlu bertobat dan dibaptis. Kenapa kedua hal ini dianggap begitu penting? Apakah karena hal ini merupakan bagaian dari peraturan gereja? Ataukah karena hal ini merupakan hal yang dilakukan pada umumnya oleh orang-orang beragama? Sekali-kali tidak. Perhatikan sekali lagi, Alkitab berkata, "maka engkau akan memperoleh karunia Roh Kudus." Inilah jawaban sebenarnya tentang bagaimana menerima karunia Roh Kudus tersebut. Alkitab tidak memberikan kita jawaban yang kurang jelas yang dapat membuat kita menjadi kebingungan. Semua jawabannya terpampang jelas. Bertobat, dibaptis, yaitu dengan mengakui pertobatanmu, maka engkau akan menerima karunia Roh Kudus. Bertobatlah, biarkan hidupmu diubah secara menyeluruh. Cuci bersih dosamu melalui baptisan. Anda berkata, "Wah! Mengapa bunyinya seakan-akan seperti pengakuan seorang Katolik?" Tentu saja karena Alkitablah yang mengatakan demikian. Mari kita kembali ke pertanyaan semula. Kapankah kita menerima karunia Roh Kudus? Apakah gereja memberitahu Anda bahwa Anda telah menerima Roh Kudus pada saat Anda mengangkat tanganmu? Apakah Alkitab berkata demikian? Kapan Anda menerima Roh Kudus? Pada waktu Anda percaya? Apakah pada waktu Anda berlutut dan membuat pengakuan? Apakah itu saatnya Anda menerima Roh Kudus? Jawaban Alkitab begitu sederhana. "Bertobatlah... dan berilah dirimu dibaptis... maka engkau akan menerima karunia Roh Kudus itu." Lalu berapa lamakah? Apakah Roh Kudus akan berada di dalammu sesaat setelah engkau dibaptis? Atau berapa lamakah setelah dibaptis? Apakah tiga hari sesudah baptisan? Apakah lima hari? Seminggu? Tidak! Pada baptisanlah Anda menerima Roh Kudus. Ini merupakan hal yang luarbiasa. Itulah yang dikatakan Firman Allah. Itulah sebabnya baptisan dianggap begitu penting di Gereja Awal. Tetapi, apakah yang telah kita lakukan hari ini? Kita memutuskan bahwa kita lebih tahu daripada Alkitab, dan kita memperlakukan Alkitab sesuka hati kita. Tidak menjadi persoalan apakah seseorang telah dibaptis atau tidak. Saya harus berkata bahwa keberanian gereja selalu mengherankan saya. Keberanian beberapa pendeta dan penginjil kadang-kadang juga mengherankan saya. Betapa beraninya kita berbicara seperti ini ketika Firman Allah mengatakan yang sebaliknya! Tentu saja bukan ini saja bukti-bukti yang ada. Kita perlu menelaah Alkitab secara lebih mendalam lagi. Roh Kudus sebagai Meterai, Pengurapan dan Janji Hal yang kedua adalah Roh Kudus disebutkan sebagai suatu pengurapan. Sekarang pertanyaannya adalah: Kapankah kita menerima pengurapan dari Roh Kudus? Di sini penting sekali buat kita untuk mempelajari hal ini sebab bila kita tidak mengerti akan hal in bagaimana mungkin kita bisa mengetahui bahwa kita telah diurapi atau belum. Ketiga, Roh Kudus disebutkan sebagai penjamin, sebagai panjar, sebagai semacam uang muka. Topik ini pernah saya bicarakan sebelumnya maka saya tidak akan membahasnya secara lebih mendalam. Kapankah kita menerima jaminan dari Roh Kudus? Kapankah Roh Kudus diberikan kepada Anda sebagai uang muka? Kita juga akan menyelidiki apakah yang dimaksud dengan "dimeteraikan" oleh Roh Kudus. Bukan hanya penting mempelajari kapankah kita dimeteraikan, tapi arti dari meterai itu sendiri. Di 2 Korintus 1:21-22 kita baca, "Sebab Dia yang telah meneguhkan kami bersama-sama dengan kamu di dalam Kristus, adalah Allah yang telah mengurapi, memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita." Jadi Dia telah meletakkan meterai-Nya atas kita dan meterai ini adalah Roh Kudus, yang telah diberikan-Nya kepada kita sebagai "jaminan". Jadi, ketiga kata ini dipakai dalam dua ayat ini. Kata "mengurapi" dipakai di ayat 21. Di ayat 22, kita lihat kata "meterai" dan kemudiannya kata "jaminan". Ketiga hal inilah yang dibicarakan sebagai Roh Kudus yang sedang kita bahas ini. Allah telah melakukan tiga hal kepada kita pada saat Roh Kudus diberikan kepada kita. Dia memeteraikan kita. Dia mengurapi kita. Dan Dia memberikan kita 'jaminan', atau lebih baik 'uang muka', atau 'angsuran pertama'. Ibaratnya kita membeli rumah, kita tidak membayar keseluruhannya terlebih dahulu. Anda memberikan uang muka. Dalam bahasa Yunani aslinyapun berarti "uang muka". Uang muka adalah suatu jaminan bahwa engkau akan membayar sisa uang yang belum dibayar. Jadi uang muka berarti uang jaminan. Ia adalah suatu jaminan bahwa engkau akan membayar seluruhnya. Inilah intinya. Roh Kudus diberikan kepada kita sebagai karunia hidup, sebagai jaminan bahwa Allah akan memberikan kepenuhan akan hidup yang kekal pada Hari dimana kita akan bertemu dengan-Nya muka dengan muka. Kita belum memiliki kepenuhan hidup yang kekal, tapi kita telah memiliki jaminan tersebut. Kita memiliki hidup sekarang, hidup yang memiliki janji kekekalan yang akan datang. Jika Anda diberikan sebuah benih, benih itu sendiri merupakan suatu jaminan, bahwa jika ia dipelihara ia akan bertumbuh dan berkembang sampai menjadi pohon. Inilah yang disebut sebagai dimeteraikan. Budak Allah yang Dimeteraikan Maka ini berarti jika Anda memiliki Roh Kudus, apakah yang akan terjadi? Ini berarti Anda telah menjadi milik Allah. Anda memiliki tanda meterai milik-Nya. Terlebih penting lagi, mengapa tanda diberikan pada seorang hamba? Tanda tersebut bukan saja sekedar sebagai tanda kepemilikan tapi tanda yang berarti jika seseorang berupaya sesuatu terhadap budak tersebut berarti orang tersebut juga harus bertanggungjawab kepada tuan pemilik hamba tersebut. Apa saja yang Anda lakukan pada budak itu, Anda telah lakukan pada tuanya. Dengan kata lain, jika Anda menyakiti hamba tersebut, Anda akan bermasalah bukan dengan budak tersebut namun dengan tuannya. Meterai sebenarnya di sini menjadi suatu perlindungan. Itulah intinya di Wahyu 7:3. Para hamba Allah memiliki meterai yang melindunginya dari kekuasaan si jahat. Kita akan membacanya lebih lanjut dalam kitab Wahyu di mana penghakiman Tuhan tidak akan mempengaruhi mereka yang telah dimeteraikan. Barangsiapa yang membawa meterai Allah tidak akan celaka oleh Penghakiman Tuhan. Inilah penting untuk kita ketahui. Kesimpulannya, meterai secara sederhana adalah: tanda perlindungan Allah bagi mereka yang menjadi milik-Nya. Jika engkau tidak memiliki meterai tersebut berarti engkau belum menjadi milik Kristus. Engkau akan menjadi korban Penghakiman Allah atau engkau akan di bawah penguasaan si Musuh. Engkau belum memiliki hubungan dengan Tuhan. Anda bukan milik-Nya. Jika Iblis hendak menguasai, memiliki, menjatuhkan engkau dengan cara apapun dia bebas melakukannya. Dengan kata lain, Iblis sanggup melakukan apa saja yang dikehendakinya karena engkau belum memiliki perlindungan dari Allah. Engkau belum menjadi kepunyaan-Nya. Yesus sendiri juga Dimeteraikan Allah Kita dapat menjawab pertanyaan ini dengan beberapa cara. Pertama-tama, kita melihat bahwa kata "dimeteraikan" selalu berkaitan langsung dengan "diurapi" dan lalu berkaitan pula dengan "janji". Sebentar lagi kita akan memperoleh jawabannya dimanakah Ia memperoleh urapan tersebut. Tetapi jelas sekali kata "meterai" selalu berkaitan dengan Roh Kudus. Kapankah Yesus menerima Roh Kudus? Mari kita lihat kembali pada waktu baptisan-Nya. Apakah yang terjadi pada waktu Ia dibaptis? Roh Kudus turun ke atas tubuh Yesus berupa seekor merpati. Lalu kita membaca pada pasal berikutnya di mana dikatakan Yesus dibawa pergi dengan dipenuhi oleh Roh Kudus (Lukas 4:1). Jangan kita bingung dengan hal ini. Kita mungkin berkata, "Tetapi Yesus adalah Tuhan." Benar, tapi Ia datang bukan sebagai Tuhan. Ingat akan hal ini! Ia datang sebagai manusia, untuk menjadi Penyelamat kita. Oleh sebab itu, Ia datang sebagai pelopor, pemimpin dan sebagai penyempurna iman. Sebagai Tuhan, tentunya, Ia tidak perlu menerima Roh Kudus. Tapi Ia datang bukan sebagai Tuhan. Jika Ia adalah Tuhan, maka Ia tidak akan kelaparan di padang gurun ketika Ia dicobai oleh Iblis. Karena Ia adalah seorang manusia dan bukan Tuhan, Ia dapat merasakan kelaparan. Dia datang ke dunia sebagai Anak Manusia untuk menebus manusia. Ini tertulis di Ibrani 5:8 yang berkata, "Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang diderita-Nya". Apakah Allah perlu belajar sesuatu? Tidak! Tetapi Yesus tidak datang sebagai Allah; Ia datang sebagai manusia. Oleh sebab itu, Ia belajar untuk taat melalui penderitaan-Nya. Meterai Penyunatan: Hati Kita telah Disunat! Ini sangat menarik karena kitapun juga telah disunat. Kita juga memiliki meterai, tapi kita tidak disunat di dalam daging. Kita disunat di dalam hati kita. Di Kolose 2 ayat yang ke 11 kita diberitahukan bahwa "Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa." Lalu kita bertanya: Dengan apakah Yesus disunat? Jawabannya terdapat di ayat ke 12: "karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati" Perhatikan bahwa Rasul Paulus menghubungkan penyunatan dengan pembaptisan. Kita tidak menerima sunat daging seperti Abraham, tetapi sunat hati. Bagaimanakah bukti sunat hati itu dapat terlihat? Pada waktu kita menerima baptisan! Bukankah ini hubungan antara ayat ke 11 dan ke 12? Oleh sebab itu, kapankah kita menerima meterai lewat penyunatan ini? Paulus mengatakannya di ayat ke 12, yaitu, melalui baptisan! Lalu apakah artinya sunat dalam hati? Bagaimana sunat hati itu datang kepada kita? Kita telah mengetahuinya bahwa meterai itu sendiri adalah Roh Kudus. Jadi kita lihat ada semacam persamaan: Roh adalah meterai, yang menyunat hati kita melalui baptisan. Lalu apakah ini berarti kita diselamatkan oleh baptisan? Sama sekali tidak! Kita telah melihat bahwa harus ada pertobatan dan baptisan. Bukan baptisan yang menyelamatkan, tetapi apa yang diungkapkan oleh baptisan itu, yaitu sunat di dalam hati, yang menyelamatkan. Ini penting sekali. Hanya mencelupkan diri dalam air itu sendiri tidak akan menyelamatkan siapapun. Transformasi yang terungkap melalui baptisanlah yang berarti. Itulah sebabnya setiap orang yang hendak dibaptis pada hari ini secara berhati-hati diberikan pertanyaan tentang komitmen mereka terhadap Tuhan, pertobatan, perubahan secara total dari hidup yang lama ke yang baru. Pertobatan bukan hanya sekedar penyesalan, tetapi perubahan yang sungguh secara total dari kehidupan yang lama. Menanggalkan segala hawa nafsu kedagingan, seperti yang Paulus katakan, agar mereka dapat mengenakan Kristus. Baptisan dan Kelahiran Kembali dan Pembaruan Roh
Kudus Sekali lagi kita melihat hubungan antara permandian dan kelahiran kembali, permandian dan Roh Kudus. Baptisan dan Roh selalu dikaitkan bersama-sama! Permandian ini bukan sembarang permandian. Tetapi sesungguhnya adalah baptisan yang, sebagaimana kita lihat, berkenaan dengan penyunatan di dalam hati. Siapapun yang tidak berubah dalam hatinya, yaitu belum sungguh-sungguh bertobat, seharusnya tidak boleh menerima baptisan. Tetapi bagi seseorang yang telah meninggalkan kehidupannya yang lama dan dibaptis, dia akan menerima penyunatan hati. Ia akan menerima permandian kelahiran kembali (dalam bahasa Yunani berbentuk deskriptif genetif, yaitu permandian yang mengakibatkan kelahiran kembali). Ini adalah permandian yang memberikan hidup baru. Tetapi bagaimana kita menerima hidup baru itu? Hidup baru ini datang dari Roh Kudus: pembaruan oleh Roh Kudus. Itulah sebabnya kita membaca di 1 Petrus 3:21 kata-kata berikut. Saya memberikan semua referensi ini sekalipun sedikit merepotkan Anda supaya Anda tahu saya bukan memberitahu Anda apa pandangan saya. Adalah penting Anda tahu apa yang dikatakan Alkitab. Apa yang saya katakan tidaklah penting. Mari kita kembali ke 1 Petrus 3:21 yang tertulis demikian, "Juga kamu sekarang telah diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan - maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah - oleh kebangkitan Yesus Kristus." Apakah yang menyelamatkan kita? Baptisan menyelamatkan kita. "Wah!" Engkau berkata, "itu pernyataan yang luar biasa. Baptisan menyelamatkan?" Ya! "...bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani" - bukan dengan mencelupkan diri ke dalam air untuk membersihkan kotoran dari Anda -"melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah..." Bagaimana caranya memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah? Melalui pertobatan tentunya! Melalui pertobatan yang sungguh-sungguh di dalam hatimu! Dalam pasal ini kita mengetahui bahwa Petrus berbicara tentang nabi Nuh dengan kapalnya sebagai kiasan. Bagaimanakah mereka dapat selamat? Banjir besar yang diakibatkan oleh hujan yang besar selama empat puluh hari empat puluh malam sehingga air di bumi naik menutupi segalanya. Inilah gambaran begitu indah untuk menerangkan mengenai baptisan. Bagaimanakah nabi Nuh beserta dengan ke 8 orang di dalam bahtera dapat diselamatkan? Mereka selamat karena berada di dalam bahtera pada waktu baptisan air yang luar biasa banyaknya datang dari atas dan bawah. Mereka diselamatkan melalui baptisan ini. Dan Petrus berkata bahwa hari ini kita juga diselamatkan lewat baptisan, bukan karena sekedar tubuh kita dicuci. Nabi Nuh diselamatkan karena berada di dalam bahtera dan dia telah dibaptis - mengapa? Karena tidak seperti orang-orang lainnya, Nabi Nuh bertobat dari dosa-dosanya. Dia telah berpaling dari kehidupan dosa - perhatikan kata ini - dan mentaati Tuhan! Ini penting sekali. Dia mentaati Tuhan. Pada waktu Tuhan Allah berkata, "Nuh, buatlah sebuah bahtera", dia membuatnya. Pada waktu Tuhan berkata, "Nuh, masuklah ke dalam bahtera", diapun masuk ke dalam bahtera. Nabi Nuh menyatakan pertobatannya dengan ketaatannya kepada Tuhan. Dengan cara inilah dia menerima baptisan. Air datang turun. Seluruh keluarganya selamat dari banjir besar. Dan Petrus berkata di ayat ke 21, "Dengan cara yang sama, kamu telah diselamatkan." Bagaimana? Melalui pertobatan yang berarti pemutusan dengan hidup yang berdosa, seperti Nuh memutuskan hubungan dengan dunia dosa. Dia bertobat. Dia berpaling dari dosa dan mentaati Allah. Dia masuk ke dalam bahtera. Dengan cara seperti inilah, baptisan akan dapat memberikan keselamatan. Baptisan dan Roh Kudus saling berkaitan karena Roh Kudus seringkali disebutkan sebagai suatu pencurahan, hujan yang membawa berkat, dan air yang membasahi kita. Menarik sekali di dalam kitab Yoel 2, yang dikutip pula dalam Kisah Para Rasul 2, Petrus menjelaskan kepada orang banyak tentang apakah yang telah terjadi kepada mereka, yaitu tepat seperti yang telah dinubuatkan oleh Yoel: bahwa Roh Kudus akan dicurahkan atas mereka. Baptisan Roh Kudus! Inilah yang terjadi. Baptisan dan Roh selalu dikaitkan bersama-sama di dalam Alkitab. Baik pada saat Yesus dibaptis maupun pada pernyataan umum seperti 1 Korintus 12:13 dimana Paulus berkata, "Engkau dibaptis dalam satu Roh ke dalam tubuh Kristus." Kita lihat di sini kata "baptis" dan "Roh" setiap kali muncul bersama-sama di dalam Kitab Suci. Juga kita melihat Yohanes Pembaptis berkata dengan kata-katanya sendiri, "Aku membaptis kamu dengan air. Dia akan membaptis kamu dengan Roh." Sangat menarik! Sekali lagi, baptisan dan Roh - kedua kata ini dikaitkan bersama. Anda menemukan karakteristik ini di dalam Perjanjian Baru. Perbandingan antara Baptisan Yohanes dengan
Baptisan Yesus Ini tidak berarti baptisan air menjadi tidak penting. Sebaliknya, di Yohanes 4:1-2 contohnya, kita melihat Yesus dan murid-murid-Nya membaptiskan lebih banyak orang dari Yohanes Pembaptis. Mereka menjalankan baptisan dengan air. Tetapi Yohanes Pembaptis berkata, "Aku membaptis engkau hanya dengan air, yaitu sesuatu yang terlihat. Aku tidak dapat memberikanmu hidup baru. Hanya Dia dapat memberi engkau hidup baru. Yang dapat kuberikan hanyalah sebuah upacara penyucian apabila kamu bertobat. Tetapi pada waktu Yesus datang, Dia akan memberikanmu pencucian di batin, pencucian kelahiran kembali!" Hal ini penting untuk diamati. Kita Diurapi Roh Kudus pada waktu Pembaptisan,
Sama Seperti Tuhan Yesus! Sekali lagi, kapan kita menerima pengurapan tersebut adalah sebuah pertanyaan yang penting. Apakah engkau sudah diurapi dengan Roh Kudus sebelum menerima baptisan? Apakah Anda diurapi Roh Kudus pada suatu waktu yang tak ditentukan setelah baptisan? Jika demikian tentu saja Anda tidak tahu kapan Anda diurapi. Ataukah engkau diurapi pada waktu dibaptis? Sekali lagi, baptisan Yesus menjawab semua pertanyaan kita. Kapankah Roh Kudus datang ke atas diri Yesus? Kapan Roh Kudus secara kasat mata terlihat turun ke atas Yesus? Jawabannya sangat sederhana, yaitu pada saat Ia menerima baptisan. Pekerjaan Roh Kudus sebelum dan sesudah Baptisan Jika saya melihat ke belakang, saya dapat melihat betapa Tuhan telah bekerja di dalam hidup saya jauh sebelum saya percaya. Pada kenyataannya jika Tuhan tidak bekerja di dalam hidup kita, tidak mungkin kita dapat percaya kepada-Nya. Kita bukan berbicara tentang kehadiran Roh Kudus dalam setiap hidup kita dalam satu cara atau yang lain. Penekanannya di sini adalah apakah engkau telah menerima Roh Kudus sebagai karunia, sebagai hak milik, sebagai tanda dan sebagai meterai, dan bukan arti secara umumnya. Dengan kata lain, kita dapat berkata bahwa Roh Kudus bekerja di dalam hidup orang-orang yang tidak percaya. Jika ayah atau ibumu bukanlah seorang Kristen pada hari ini, doa semacam apakah yang akan engkau panjatkan? Engkau akan berdoa bahwa semoga Allah, dengan kuasa Roh Kudus-Nya akan bekerja di dalam hidup mereka. Bukankah itu yang Anda doakan? Dengan demikian engkau yakin bahwa Roh Kudus akan hadir di tengah-tengah hidup mereka meskipun mereka belum menjadi Kristen. Jelaslah sudah apabila engkau mengakui Yesus, Roh Kuduslah bekerja di dalam hidupmu. Tanpa Roh Kudus, mustahil kita dapat datang kepada Kristus sama sekali. Sekarang kita tidak bicara mengenai hal ini, tapi kita bicara mengenai meterai. Kapankah kita dimeteraikan oleh Roh Kudus? Maksud saya bukan kapan Roh Kudus menarik Anda? Bukan kapan Roh Kudus menginsafkan Anda akan dosa? Bukan kapan Roh Kudus bekerja dalam kehidupan Anda? Tapi kapankah kita menerima Roh Kudus sebagai hak milik dan karunia dari Allah? Kapankah kita dimeteraikan oleh Roh Kudus? Menurut Kisah Para Rasul 5:32, bagaimana kita menerima Roh Kudus? Kepada siapakah Allah memberikan kuasa Roh Kudus-Nya? Di ayat ini tertulis bahwa Roh Kudus hanya diberikan kepada mereka yang taat kepada Dia. Lalu Anda akan bertanya, "Jika Roh Kudus diberikan hanya kepada orang yang taat kepada-Nya, lalu bagaimana mungkin seseorang dapat menjadi Kristen? Karena mereka yang tidak menaati Dia tidak memiliki Roh Kudus, mereka tidak dapat berubah kecuali mereka dapat menyelamatkan diri mereka tanpa kuasa Roh Kudus." Janganlah kita membingungkan diri kita sendiri. Kita sudah katakan bahwa Roh Kudus bekerja di dalam diri orang-orang yang tidak percaya tanpa pengecualian, tetapi Ia tidak diberikan kepada mereka. Roh Kudus diberikan kepada mereka yang menaati Dia sebagai karunia, sebagai jaminan, sebagai meterai atau sebagai suatu pengurapan dalam cara yang khusus. Tidak ada seorangpun di sini yang akan dibaptis pada hari ini kecuali Roh Kudus bekerja sebelumnya di dalam hidup mereka, bukan? Kecuali kita ingin mengajarkan doktrin keselamatan berdasarkan perbuatan di mana mereka yang bekerja keras untuk mencapai posisi ini, dan sekarang mereka akan menyelamatkan diri mereka sendiri. Dan sekarang, setelah mereka dibaptis, mereka akan menerima Roh Kudus. Sebelumnya, semuanya terserah mereka sendiri. Betulkah demikian? Tentu saja tidak. Sampai saat ini juga, Roh Kudus yang bekerja di dalam diri mereka. Jadi mereka mengalami Roh Kudus bekerja dalam kehidupan mereka, benar!Lalu apa gunanya mengatakan bahwa Allah memberikan Roh Kudus hanya kepada mereka yang taat kepada-Nya, karena mereka memiliki Roh Kudus bahkan sebelum mereka mentaati Dia? Saya ulangi kembali pertanyaan ini untuk memperjelas pikiranmu sehingga engkau dapat mengerti. Ketika dikatakan bahwa, "Roh Kudus, dikaruniakan kepada semua orang yang mentaati Dia", itu berarti Ia memberikan Roh itu sebagai suatu karunia, sebagai kegenapan janji-Nya. Engkau tidak akan menerima janji Allah sampai engkau taat kepada-Nya. Inilah sesuatu hal yang penting yang perlu kita pahami. Diurapi Berarti Diberikan Otoritas oleh Allah Para nabi juga menerima Roh Kudus. Mengapa demikian? Karena tanpa kuasa Roh Kudus mereka tidak akan mempunyai mandat untuk bernubuat. Engkau tidak dapat bernubuat tanpa Roh Allah. Roh Allahlah, seperti yang tertulis di dalam Alkitab, yang membuat para nabi mampu bernubuat, menyatakan kehendak Allah, atau memberitahukan hal yang akan terjadi, jika Allah mengizinkan mereka untuk berbicara. Itulah sebabnya di Yesaya 61:1-2, terutama ayat 1, nabi ini berkata, "Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku; Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara." Lalu apakah pengurapan itu? Roh Kudus adalah pengurapannya, pengurapan nabi itu, yang membuat dia dapat menyampaikan Injil tersebut. Yesus mengutip kata-kata ini di Lukas 4:18 dari Yesaya ini di mana Ia berkata, "Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku." Lalu kapankah Yesus mengutip kata-kata ini seperti yang tertulis di injil Lukas? Pada waktu Ia berada di Bait Allahkah pada waktu berumur 12 tahun? Tidak. Ia mengutip kata-kata tersebut sesaat setelah Ia selesai dibaptiskan. Kapan Yesus diurapi? Pada baptisan-Nya! Di saat itulah Ia diurapi - pada waktu Roh Kudus turun ke atas-Nya. Itulah sebabnya segera sesudah baptisan-Nya, Yesus mengucapkan kata-kata tersebut. Atau lebih tepat, segera sesudah baptisan dan pencobaan - baptisan dulu dan kemudian pencobaan. Tetapi hal pertama yang Ia lakukan, setelah dibaptis dan kembali dari pencobaan adalah mengumumkan bahwa: "Aku telah diurapi untuk menyampaikan Kabar Baik." Lalu Ia segera memulai pelayanan-Nya karena Ia telah memperoleh pengurapan tersebut. Sekarang kita melihat gambaran ini semakin jelas. Kapan kita menerima urapan Roh Kudus? Pada baptisan - sama seperti Yesus. Sebelumnya Ia telah memiliki Roh Kudus, namun sekarang Ia telah diurapi untuk menyampaikan Injil. Dari situlah Ia memulai pelayanan-Nya. Dia tidak menyampaikan Kabar Baik sebelum diurapi. Dia tidak menyampaikan Kabar Baik sebelum dibaptis. Tetapi setelah itu dia diurapi untuk menerima tugas-Nya, disitulah pelayanan-Nya dimulai. Hal-hal ini amat menakjubkan. Saya harap Anda dapat melihat hubungan yang terus menerus antara perkataan "baptisan" dan "Roh." Karena hubungan inilah, kita lalu melihat hubungan antara pemeteraian, Roh dan baptisan. Demikian pula antara pengurapan dengan Roh dan baptisan; dan antara jaminan dengan Roh dan baptisan. Saya harap Anda sudah dapat mengerti betapa pentingnya baptisan itu. Seperti Rasul Petrus katakan, bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, tetapi sebagai ungkapan pertobatan dari batin untuk memohon hati nurani yang bersih di hadapan Allah melalui kebangkitan Yesus Kristus, yang menjadikan pertobatan berarti. Jika Yesus tidak pernah bangkit dari kematian-Nya, maka tidak ada gunanya bertobat. Kita bisa bertobat, tapi dari manakah pengampunan dosa itu? Dimanakah kita dapat menemukan kekuatan untuk hidup baru? Melalui kebangkitan-Nya kita diberikan kuasa untuk menjalani hidup baru itu. Dua Pengecualian pada Prinsip Umum bahwa Roh
Kudus Diberikan pada Baptisan Sebagai contoh, ada satu peristiwa di dalam Kitab Suci, di dalam keadaan yang sangat khusus, di mana Ia memberikan Roh Kudus sebelum baptisan di Kisah Para Rasul 10:47. Dan ada satu peristiwa lain di mana Ia memberikan Roh Kudus setelah baptisan di Kisah Para Rasul 8:12-17. Untuk menyempurnakan pembahasan kita, maka saya menyinggung dua perikop ini. Dua kejadian ini merupakan dua peristiwa yang khusus dalam sejarah gereja. Namun jangan menggunakan dua pengecualian ini untuk menyatakan bahwa pengecualian tersebut membuktikan bahwa peraturan itu tidak ada. Sebagaimana kita tahu, kedua pengecualian tersebut, pada kenyataannya, membuktikan peraturan itu. Pertama, Roh Kudus diberikan sebelum baptisan. Mengapa? Karena Kornelius bukan orang Yahudi dan orang-orang Yahudi enggan menerima orang bukan Yahudi untuk masuk ke dalam gereja. Begitu beratnya sampai Petrus harus memberikan penjelasan yang panjang kepada jemaat di Yerusalem mengapa ia membaptiskan orang-orang tersebut. Dan dia berkata, "Seperti engkau tahu, ketika aku masih berkhotbah, Allah mencurahkan Roh Kudus kepada mereka. Oleh sebab itu, aku tidak mempunyai pilihan lain selain dari membaptis mereka." Seolah-olah dia ingin berkata, "Aku sesungguhnya tidak mau membaptiskan mereka, sungguh, namun aku tidak mempunyai pilihan lain." Inilah situasi yang terjadi pada Gereja Awal di mana terdapat penolakan untuk menerima orang-orang bukan Yahudi untuk masuk ke dalam gereja. Dalam kasus yang lain, justru terjadi hal yang sebaliknya. Pada waktu orang Kristen Samaria dibaptis terlebih dahulu, namun mereka tidak menerima Roh Kudus. Mengapa demikian? Sekali lagi, hal ini bersangkutan dengan situasi yang terjadi antara orang Samaria dengan orang Yahudi. Dan Allah, dalam hal ini, memaksa gereja di Yerusalem untuk pergi dan menerima kaum Samaria yang mereka benci sekali. Mereka sendiri menerima orang-orang Samaria tersebut ke dalam persekutuan. Oleh sebab itu, walaupun mereka telah bertobat dan dibaptis, gereja di Yerusalem diperintahkan untuk pergi dan memastikan bahwa mereka menerima kaum Samaria ke dalam persekutuan melalui karunia Roh. Jadi kedua pengecualian ini menjelaskan pertama, bahwa Allah memiliki kebebasan untuk memberikan Roh sebelum atau setelah baptisan. Dan kedua, untuk menunjukkan bahwa sebagai prinsip dasar, Roh diberikan pada waktu baptisan seperti yang kita telah lihat dari ayat-ayat lain. Sekali lagi saya ulangi, bukan karena air atau baptisan itu sendiri yang memiliki kekuatan untuk membersihkan dosa, tetapi karena ketaatan yang diungkapkan oleh baptisan, baik pertobatan di dalam maupun ketaatan di luar terhadap perintah Yesus. Dia memerintahkan kita untuk dibaptis: "Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus" (Matius 28:19). Yesus memerintahkan baptisan. Apabila Anda melakukannya, Anda mentaati Dia. |
Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.
Arti Baptisan: - Karunia Roh Kudus melalui Baptisan - Pencobaan sesudah Baptisan 1 - Pencobaan sesudah Baptisan 2 - Ikrar dari Hati Nurani yang Baik kepada Allah
|
||||
|
Copyright 2003-2007. Semua materi di situs ini
adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries. |
||||||