|
| Saran & Komentar | updated on 07 January 2009 |
||||||
|
CahayaPengharapanMinistries Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan |
||||||
|
|
||||||
|
Penyatuan dengan Kristus I Korintus 6:17 - Renungan oleh Pendeta Eric Chang Hari ini kita akan mempelajari bersama-sama sedikit mengenai arti baptisan karena beberapa orang segera akan dibaptis. Kita memikirkan perkara ini dan merasa bahwa ada banyak orang Kristen yang sudah dibaptis tetapi sama sekali tidak mengerti arti baptisan. Selain itu ada beberapa orang bukan Kristen yang bertanya-tanya apa sesungguhnya arti baptisan itu. Beberapa dari Anda sudah mengalami pembaptisan beberapa bulan yang lalu. Saya merasa bahwa kali ini Anda akan dapat menyegarkan pikiran Anda dan merenungkan kembali-maksud saya Anda yang sudah dibaptis-apa yang sudah Anda lakukan sehubungan dengan Tuhan. Setiap orang Kristen harus memikirkan kembali apa yang terjadi padanya, yaitu apa yang dilakukannya pada hari ia dibaptis. Dan apa arti baptisan itu bagi kita pada saat ini, yaitu bagi kita yang sudah dibaptis? Apakah baptisan itu sesuatu yang terjadi di masa lalu ataukah masih ada artinya bagi kita sekarang? Berbicara mengenai baptisan, saya akan berusaha menghindari istilah-istilah yang sulit atau istilah teknis. Jika saya menggunakan istilah-istilah tersebut, saya akan berusaha untuk menjelaskannya. Saya ingin membahas hal ini secara sangat sederhana; dengan cara yang bisa dimengerti dengan mudah oleh setiap orang. Alasan lainnya kita perlu memikirkan hal ini secara bersama-sama adalah karena banyak orang Kristen dibaptis tanpa diberi penjelasan apa yang terjadi padanya. Ada orang-orang yang mencoba membaca buku-buku mengenai baptisan dan merasa sangat sulit memahaminya sehingga akhirnya mereka menyerah. Saya teringat ketika saya masih kuliah di Sekolah Tinggi Alkitab, seorang teman kuliah bertanya kepada saya, "Apa arti baptisan? Saya belum pernah dibaptis, tetapi apa artinya? Mengapa saya harus dibaptis?" Jadi orang ini telah menyerahkan dirinya pada pekerjaan Allah tetapi belum mengetahui arti baptisan, dan belum dibaptiskan. Tetapi setelah kami berdiskusi, ia akhirnya dibaptis, padahal ia telah menjadi orang Kristen selama bertahun-tahun. Selain itu timbul pertanyaan: Jika Anda tidak dibaptis, apakah Anda sesungguhnya orang Kristen atau bukan? Pertanyaan-pertanyaan semacam inilah yang akan kita lihat pada saat kita membahas arti baptisan.
Baptisan Adalah Sakramen Persatuan Jadi sekarang kita bertanya lagi: persatuan dengan siapa? Persatuan dengan Kristus. Bagaimana cara terbaik untuk mencoba memahami hal ini? Anda yang telah dibaptis pasti ingat bahwa saya menggunakan contoh pernikahan karena pernikahan juga adalah akad untuk bersatu. Jadi dalam gereja kita memiliki dua sakramen. Kita memiliki sakramen persatuan dan sakramen komuni. Jadi kalau begitu yang terjadi pada Anda dalam baptisan adalah: Ketika Anda dibaptis, Anda masuk dalam perjanjian persatuan dengan Kristus-seperti ketika dua orang menikah, mereka masuk dalam ikatan perjanjian satu dengan yang lainnya.
Baptisan dalam Kitab Suci Dibandingkan dengan Pernikahan Kita dapat melanjutkan dengan banyak bacaan semacam itu. Ada Efesus pasal 5 dan selanjutnya dan bacaan mengenai pernikahan di sana. Bacaan ini-yaitu Efesus 5:21 dan selanjutnya-biasanya dibacakan pada upacara pernikahan seseorang. Sekali lagi di tengah-tengah bacaan mengenai pernikahan ini kita membaca referensi terhadap baptisan. Di ayat 26 kita membaca "...untuk menguduskannya,"-yaitu gereja-"sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman." Jadi tepat di tengah-tengah ayat itu, kita membaca referensi terhadap baptisan. Dan pada ayat 31, kita membaca ayat yang tepat sama dengan ayat yang terdapat dalam Matius 19:5. "Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging." Sekali lagi di Roma 6:5 kita dikatakan "telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya". Ada sangat banyak lagi bacaan-bacaan dalam Alkitab yang menyatakan Yesus sebagai Mempelai gereja. Dalam kitab II Korintus ada bacaan lainnya (yang tidak perlu kita lihat sekarang, seperti telah saya katakan ada banyak bacaan mengenai hal ini) di mana Paulus ketika berbicara dengan jemaat di Korintus mengatakan, "Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus." (II Korintus 11:2). Jadi kita dapat melihat bahwa gambaran mengenai pernikahan ini, mengenai orang Kristen yang dipersatukan dengan Kristus, digunakan berulang kali.
Apa Arti Pernikahan? Apabila kita berbicara tentang perjanjian dan persetujuan, yang kita maksudkan bukanlah dua orang yang terlibat di dalamnya harus pergi ke gereja. Karena bahkan orang tak percaya tahu bahwa kecuali ia memiliki kontrak dengan istrinya-sebuah perjanjian-mereka bukanlah suami dan istri. Jadi sekalipun mereka tidak pergi ke gereja, mereka pergi ke Kantor Catatan Sipil, atau tempat semacam itu, untuk menandatangani sebuah sertifikat yang menyatakan "Hari ini kita telah menjadi suami istri." Dan yang menarik adalah sekalipun Anda pergi ke Kantor Catatan Sipil, Anda tetap diminta untuk menghadirkan dua atau tiga orang saksi. Dua atau tiga orang ini juga diminta untuk menandatangani akte pernikahan. Mengapa harus ada saksi? Karena mereka itu dimaksudkan untuk menyaksikan bahwa persetujuan tersebut telah dilakukan di hadapan mereka. Anda lihat bahwa dalam hubungan antar pribadi, hubungan tersebut belum menjadi konkrit atau terbentuk secara tetap sebelum ada perjanjian. Jadi seseorang bisa saja mengatakan bahwa ia percaya kepada Kristus, ia mengasihi Yesus, ia ingin mengikut Yesus, tetapi selama ia belum memiliki perjanjian dengan Kristus, ia bukanlah orang Kristen. Hal ini disebabkan dalam sebuah perjanjian, Anda menyerahkan diri satu kepada yang lain. Sebelum itu tidak ada komitmen yang nyata. Atau ada komitmen dalam hati, tetapi komitmen itu tidak dinyatakan di hadapan saksi-saksi sehingga menjadi konkrit dan nyata. Jadi sekarang kita lihat bahwa baptisan bukan hanya semacam upacara, melainkan sebuah perjanjian. Dan kata 'perjanjian' ini digunakan berulang kali dalam Alkitab. Itulah sebabnya kita memiliki Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Dan saya akan ulangi sekali lagi pengertian ini sehingga tidak seorang pun merasa tidak yakin akan hal ini, apa yang terjadi dalam baptisan? Kita mengalami persatuan dengan-Nya, tetapi persatuan ini bukan hanya sebuah perasaan, melainkan sebuah komitmen yang pasti, sebuah persetujuan, sebuah perjanjian dengan Kristus.
Bagaimana Perbandingan Antara Persatuan dalam Pernikahan dengan
Persatuan dalam Baptisan? Kedua, seperti pernikahan, baptisan adalah sebuah pernyataan, sebuah deklarasi. Dengan kata lain, saya menunjukkan kepada setiap orang melalui tindakan saya bahwa saya mencintai orang ini. Demikian pula dalam baptisan saya menyatakan hal tersebut di hadapan semua orang, dan di hadapan langit dan bumi, yang juga merupakan saksi. Ingat bahwa langit dan bumi bukan semata-mata benda mati, langit dan bumi memiliki kekuatan spiritual. Di hadapan semua ini, saya menyatakan hari ini bahwa saya mengasihi Yesus dan sudah menyerahkan diri saya kepada-Nya. Tetapi yang ketiga, hal ini juga berarti bahwa karena saya telah menyatakan komitmen saya kepada-Nya, maka saya siap untuk mematahkan ikatan cara hidup saya yang lama. Bahkan hal ini juga terjadi dalam pernikahan dengan seseorang. Ketika Anda menikah, hidup Anda tidak lagi sama seperti dulu. Sekarang Anda memasuki sebuah kehidupan yang baru, yaitu hidup berpasangan dengan seseorang lain. Kehidupan Anda bukan lagi kehidupan yang berpusat pada diri sendiri di mana Anda dapat melakukan apa saja yang Anda inginkan. Sekarang ada orang lain yang Anda pedulikan. Kehidupan Anda sekarang juga berubah total karena hal ini. Jadi ketika Anda dibaptiskan, Anda sebenarnya juga mengatakan, "Cara hidup lama yang penuh dosa telah saya tinggalkan sepenuhnya. Sekarang saya memasuki kehidupan baru yang bersatu dengan Kristus." Dan juga seperti dalam pernikahan, jika ada cinta yang sejati antara dua orang, maka ketika Anda telah menikah Anda menempatkan kepentingan pasangan Anda di depan kepentingan Anda sendiri. Anda akan memikirkan tentang pasangan Anda, bukan diri Anda sendiri, jika ada cinta sejati. Itulah sebabnya ada istri-istri penuh pengabdian yang melepaskan karier mereka sendiri, mereka melepaskan kepentingan mereka sendiri untuk mengikuti tujuan suami mereka, untuk berada di tempat di mana suami mereka berada. Mereka berkata, demikian pula kita sebagai orang Kristen berkata ketika dibaptiskan, "Mulai saat ini kepentingan-Nya-yaitu kepentingan Yesus-lebih utama dari kepentingan saya, keinginan saya dalam masalah profesional dan sosial. Dialah yang kepentingan-Nya paling utama dalam diri saya." Sementara saya mengatakan hal ini, saya berharap orang-orang Kristen akan menyelidiki hati mereka dan bertanya, "Apakah saya telah bersikap setia pada komitmen baptisan saya?" Juga, seperti dalam pernikahan, karena kedua orang itu sekarang telah bersatu, maka suami tidak pergi ke satu tempat dan istri ke tempat lain. Tidak! Di mana yang satu berada, di sana juga yang lain berada. Mereka akan pergi bersama-sama. Di mana pun mereka berada mereka akan menjalaninya bersama-sama. Demikian pula orang Kristen yang bersama dengan Yesus. Orang Kristen yang sejati adalah orang Kristen yang selalu hidup dalam persekutuan dengan Yesus. Pernikahan macam apa yang terjadi jika sang suami tinggal di satu tempat dan istrinya di tempat lain? Mereka seharusnya ingin bersama-sama. Mereka ingin bersekutu satu dengan yang lainnya. Hal ini juga menunjukkan bahwa orang Kristen yang tidak berdoa, yang tidak merasa senang bersekutu dengan Yesus, belum mengetahui apa artinya menjadi orang Kristen. Hal ini berarti bahwa kita juga mengatakan, "Pada saat-saat yang sulit sekalipun, dalam keadaan kaya atau pun miskin, Tuhan, aku akan bersama-Mu." Dalam baptisan, ketika kita menerima baptisan dalam hati kita, kita juga mengatakan melalui tindakan itu bahwa Yesus menjadi Tuhan dari hidup kita. Sama seperti istri yang setia yang berkata kepada suaminya, "Saya ingin kau menjadi kepala rumah tangga ini." Dalam setiap penatalaksanaan harus ada seorang kepala. Keluarga adalah sebuah kesatuan dan penatalaksanaan yang bersifat sosial, dan harus ada seseorang yang menjalankan keluarga itu. Harus ada seseorang yang mengambil tanggung jawab untuk menandatangani pernyataan dan dokumen. Tentu saja hal ini tidak berarti terjadi ketidakseimbangan antara suami dan istri; melainkan karena kasih mereka menghormati satu terhadap yang lain, mereka saling menghargai dan ingin memberikan tempat yang terhormat kepada pasangannya. Demikian pula orang Kristen ingin memberi Yesus tempat yang terhormat dalam hidupnya. Ia ingin memuliakan Yesus. Ia merasa gembira dan mengatakan, "Ya, Yesus adalah Tuhan dalam kehidupan saya, dan ini sungguh sebuah sukacita!" Selanjutnya, dalam sebuah pernikahan ada hadiah pernikahan kepada pasangan, atau di negara Barat biasanya adalah cincin kawin. Apa arti hal ini? Ini adalah sebuah janji. Demikian pula Yesus, ketika kita dibaptiskan Dia memberi kita sebuah hadiah. Dia memberikan Roh Kudus kepada kita. Roh Kudus adalah janji Tuhan kepada kita. Roh Kudus yang diberikan Tuhan kepada kita itu pertama-tama dan terutama berarti, "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau." Demikian pula lambang yang berbentuk cincin itu. Lambang itu adalah sebuah janji, "Aku tidak akan meninggalkanmu. Kamu dapat menunjukkan cincin ini sebagai buktinya." Kedua, hal ini juga berarti bahwa apa yang telah kujanjikan kepadamu akan kupenuhi. Jadi apa yang dijanjikan Yesus kepada kita adalah bahwa Dia akan menggenapi semua yang telah diberikan-Nya kepada kita. Dia akan memelihara kita. Dia akan melindungi kita. Dia akan membimbing kita dan Dia telah memberikan kehidupan kekal kepada kita. Hal inilah juga yang diharapkan seorang istri dari suaminya, yaitu agar suaminya melindunginya pada saat bahaya dan pada saat ia membutuhkan. Agar suaminya memenuhi kebutuhan hidupnya. Agar suaminya mengarahkan dia atau memberinya nasihat dan hikmat jika diperlukan. Dan semua ini Yesus juga berjanji untuk menggenapinya pada kita. Tentu saja Dia berbuat jauh lebih banyak dari itu. Dia memberikan kehidupan kekal kepada kita.
Perbedaan Antara Pernikahan dan Baptisan Ketika Anda menyaksikan suatu baptisan Anda akan perhatikan bahwa tandanya berbeda. Anda melihat seseorang dicelupkan dalam air dan kemudian diangkat lagi dari air. Lalu Anda bertanya pada diri Anda sendiri, "Apa yang terjadi? Apa artinya semua ini?" Anda lihat, persatuan antara Kristus dengan kita ini-dan inilah bedanya, meskipun keduanya adalah sakramen persatuan-jauh lebih rumit daripada persatuan antara dua orang. Hal ini lebih sulit karena adanya dosa. Dosa itu menjadi penghalang antara Allah dengan kita dan membuat persatuan ini menjadi sangat sulit. Bukan hanya sulit, melainkan tidak mungkin. Kesulitan semacam ini tidak ada di antara dua orang. Jika Anda dan pasangan Anda saling mencintai, kalian menikah. Itu saja. Yah, barangkali tidak sesederhana kedengarannya. Gambaran mengenai kesulitan ini dapat dilihat secara lebih jelas apabila dua orang yang akan menikah berasal dari keluarga yang saling bermusuhan. Anda dapat melihat masalah yang besar dalam persatuan ini. Dan dalam hal ini, dosa itu harus disingkirkan lebih dulu. Penghalang atau kesulitan yang ada di antara mereka harus disingkirkan lebih dulu. Inilah yang harus dilakukan Yesus di atas kayu salib. Karena Dia mengasihi kita, maka Dia ingin menyatukan kita dengan diri-Nya. Untuk dapat melakukan hal ini, Dia harus lebih dulu menyingkirkan penghalang yang ada. Dan penghalang itu harus disingkirkan-Nya melalui kematian-Nya. Dalam Baptisan, Kita Mati terhadap Dosa dan Bangkit Menuju
Kehidupan Baru-Kehidupan Bersama Kristus! Jadi sekarang kita telah membicarakan arti baptisan secara sangat sederhana, tetapi saya harap artinya cukup jelas untuk dimengerti oleh setiap orang. Karena itu bagi orang-orang yang segera akan menjalani upacara pembaptisan pikirkanlah dengan teliti apa yang telah kita bicarakan siang ini. Ini adalah sebuah langkah yang besar, sama seperti persatuan dalam pernikahan adalah sebuah langkah yang besar. Tetapi bagi kita yang sekarang telah menjadi milik Kristus, yang telah dipersatukan dengan-Nya, marilah kita selalu mengingat apa arti hal ini, apa hak-hak dan tanggung jawab kita. Ketika Anda berada dalam kesulitan dan masalah, ingatlah selalu hal ini: Yesus mengasihi Anda dan Anda telah dipersatukan dengan-Nya. Dan Dia akan memelihara Anda. Anda dapat mempercayai hal ini. Jangan pernah merasa ragu-ragu akan hal ini. Dia melihat air mata Anda, Dia mengetahui beban hati Anda, penderitaan Anda, dan Dia sangat mempedulikan Anda. Karena itu bawalah persoalan Anda kepada-Nya. Anda akan mengetahui betapa dalam kasih-Nya kepada Anda. Juga, belajarlah untuk hidup dengan memuliakan Dia, supaya Dia sungguh-sungguh memiliki sukacita di dalam kita dan kita memiliki sukacita di dalam Dia. |
Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.
Arti Baptisan: - Karunia Roh Kudus melalui Baptisan - Pencobaan sesudah Baptisan 1 - Pencobaan sesudah Baptisan 2 |
||||
|
Copyright 2003-2007. Semua materi di situs ini
adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries. |
||||||