| Saran & Komentar | updated on 15 November 2008

Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan

Halaman Utama

| Tempat Pertemuan

 | Tentang Kami

 | Hubungi Kami

 | Dapatkan Buletin Gratis di sini! 

Sumber Damai

Khotbah/PA


Inspirasi

Artikel/Renungan

Kesaksian Hidup


Pelatihan

Discipleship Trainings


Lain-Lain...

Siaran Mandarin Fu Yin Dian Tai

Bible Study (P.A)

Buku-buku Terbitan

Buletin Gratis!

Lagu dan Film

Waktu untuk Mendengar

Susan Cosio

Ada kalanya saya merasakan saya tidak mempunyai arah hidup yang nyata. Di usia 45, hal ini agak menakutkan. Saya pikir, hal ini adalah karena peran berbeda yang perlu saya tekuni setiap hari dan kecenderungan saya untuk berusaha menyenangkan orang lain. Sepanjang hari, saya harus meresponi permintaan seperti, "Mami, bisakah Mami..." atau "Susan, bisakah Anda..." Dunia saya penuh dengan harapan dari orang lain yang perlu saya penuhi sebagai seorang ibu, seorang teman dan seorang manusia.

Saya percaya, saya harus mengeluarkan diri dari lingkungan dimana segala macam suara menggangu saya agar saya dapat menemukan kompas saya yang sebenarnya. Ini termasuk meluangkan waktu untuk berjalan-jalan di tempat yang sepi untuk mendengar. Terang yang memimpin hidup saya adalah suara kecil Roh Kudus yang hening itu. Di dalam dunia kita yang sibuk dan bising, saya harus berhenti sejenak atau menarik diri dari kesibukan untuk dapat mendengar. Doa, saya temukan, bukanlah tentang apa yang saya ucapkan tetapi tentang apa yang saya dengar.

Waktu yang diluangkan bersama Allah adalah seperti suatu pendakian ke atas puncak tertinggi di tengah-tengah hutan yang lebat; waktu itu memberikan saya perspektif dan sedikit kemampuan untuk melihat di mana saya berada dan ke mana tujuan saya.

Mendengarkan suara Tuhan tidaklah begitu sulit di saat saya meluangkan waktu untuk mendengar dengan baik. Ada kalanya saya mendengarnya secara tiba-tiba di saat saya menarik diri dari satu situasi. Di waktu lain, suara Tuhan itu adalah suatu perasaan yang mendalam tentang prioritas saya atau keyakinan tentang sesuatu yang harus saya lakukan atau ucapkan.

Saya seringkali berjalan-jalan dengan pensil dan buku catatan di kantung saya, dan pulang dengan sedikit catatan atau suatu artikel. Belakangan, di saat ada yang memberitahu saya bahwa ia tersentuh atau digerakkan oleh kata-kata yang telah saya tuliskan itu, saya tahu bahwa itu adalah dari Tuhan.

Pengejaran saya akan kebenaran rohani bukanlah tentang agama tetapi lebih tentang sebuah hubungan. Bukan tentang mengilmiahkan perintah Tuhan, tetapi tentang menghayati kebenaran itu di dalam hati dan benak saya ---suatu pemahaman yang begitu mendalam dan intim di mana bukan saja pemikiran saya, tetapi kelakuan saya juga dipengaruhi. Di dalam perjalanan saya setiap hari, saya tiba pada kesadaran bagaimana menjadi ibu yang  dapat membawa anak-anak saya melewati waktu-waktu yang sulit, digerakkan untuk menelepon teman-teman yang sudah lama tidak ada kabar, dan merasa didorong untuk menyapa orang asing yang setelah itu menjadi teman saya.

Saya mengamalkan kebiasaan berjalan-jalan setiap hari karena waktu-waktu itulah saya dekat dengan Tuhan; di waktu itulah saya menemukan jalan saya. Saya merasa paling damai di saat saya memadamkan suara-suara dunia untuk mendengar suara kecil dan diam dari Tuhan yang sedang mengarahkan saya. "Diamlah" Mazmur 46 mengingatkan saya, "dan ketahuilah bahwa Aku adalah Allah."

(Susan Cosio adalah pendeta di Sutter Medical Center in Sacramento, California. Cosio paling senang berjalan-jalan di pergunungan atau di pantai.)

[Download]


Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.

Standard
Besar
Terbesar

Kesaksian Hidup:

Hati Seorang Misionaris

Berikan Apa yang Ada

Hidup ini Bukan Milik-ku

Penulis Buku "Basic Instinct" Menulis Tentang Iman

Hapus Air Matamu & Bangkitlah...

Waktu untuk Mendengar

86 Tahun Aku Mengikut-Nya

"Aku dulunya hilang, tetapi sekarang ditemukan" ... Kasih karunia yang ajaib!

Aku Hanya seorang Manusia yang Lemah

Ambil dan Bacalah

Anak Kecil Pemain Drum

Apa Pilihanmu - Surga atau Neraka?

Apakah Allah Nyata?

Arti Penderitaan: Pengalaman Melalui Lembah Bayang-Bayang Kematian Yang Mendatangkan Sukacita

Beritahukan Kepada Dunia untuk Saya

Biarlah Terang itu Datang

Dapatkah Kita Mengubah Diri Kita Sendiri?

Di Saat Semuanya Menjadi Tidak Berarti

Diculik Di Manila!

Ditawan oleh Pengharapan

Doa Menyelamatkan Dua Pilot

Gadis Korban Bom Napalm Menemukan Pengampunan

Hidup Dalam Penyerahan

Hidup yang Bergema

Hukum Emas di dalam Dunia Bisnis

Iman dan Kekhawatiran

Kristen 'Daun' atau Kristen 'Akar'

Kepercayaan-ku pada Yesus

Kuasa Kasih

Matahari dan Pertumbuhan Kita

Menyelesaikan Apa yang Dimulai

Pemberian Spesial dari Tuhan

Pengalaman Misi di Vanuatu

Pengorbanan yang Langka

Pergilah... Aku akan menyertai-mu!

Perjanjian Seorang Anak dengan Tuhan-nya

"Setan Asing" menjadi Wanita Kue

Pengakuan Seorang Ateis

Puasa dari Mengkritik

Jalan Raya Kekudusan

John Paton - Pengabar Injil kepada Suku Kanibal

Sadhu Sundar Singh - The Beginning

Sadhu Sundar Singh - The Journey

Semangat Yang Tak Terkalahkan

Sinar Terang di Afrika

Tidak Akan Saya Lupakan

Yesus atau Mama?

Copyright 2003-2007. Semua materi di situs ini adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries.
E-mail kami untuk mendapatkan izin untuk menggunakan materi di situs ini.
Best viewed with IE6.0 and 1024 by 768 resolution.