|
| Saran & Komentar | updated on 04 February 2012 |
|||||||
|
CahayaPengharapanMinistries Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan |
|||||||
|
|
|||||||
|
Usia Tua Bukan Untuk Para Penakut Billy Graham
Bob Smietana (BS): Ada banyak orang yang, karena penyakit dan rasa kesepian, merasa diabaikan
oleh Allah. Mereka telah kehilangan semangat hidup karena tidak mampu
lagi mengurus diri mereka atau melakukan pekerjaan sebagaimana biasanya.
Hal ini pasti akan terasa sangat berat bagi mereka yang telah
mencurahkan sepanjang hidupnya untuk melayani orang lain. Bagaimana
pendapat Anda tentang orang-orang yang semacam itu jika dikaitkan dengan
pengalaman Anda menghadapi kesulitan hidup di hari tua Anda? Billy Graham: Nah, kita semua tahu tentang pepatah tua yang mengatakan bahwa usia tua
itu bukan untuk para penakut. Dan semakin tua umur saya, semakin saya
sadari bahwa pepatah itu ada benarnya. Saya akui bahwa saya tidak suka
dengan beban akibat usia tua ini, berkurangnya tenaga, menurunnya
kemampuan tubuh, kepedihan akibat kehilangan banyak teman dan
orang-orang yang Anda kasihi yang telah meninggal. Namun kita bisa
memilih untuk mengizinkan hal-hal tersebut mengecewakan kita, atau
belajar untuk menerima kenyataan serta mendapatkan pelajaran dari Allah
bagi kita lewat semua hal itu. Sebagai contoh, sekarang ini saya sudah tidak bisa lagi
melakukan hal-hal yang pernah saya kerjakan sebelumnya, dan sejujurnya,
ada kalanya saya berharap untuk bisa mengerjakan semua itu lagi. Namun hal ini tidak benar. Kasih Allah kepada kita
tidak bergantung pada keadaan atau perasaan kita. Di kala saya sudah
tidak bisa lagi mengerjakan hal-hal yang menjadi pekerjaan saya
sebelumnya (dan Allah juga tidak mengharapkan saya untuk terus bisa
mengerjakannya), saya masih bisa
mengerjakan beberapa hal dan itulah hal yang Allah ingin untuk
saya kerjakan. Sekarang saya punya lebih banyak waktu untuk berdoa;
waktu untuk mendorong semangat anak dan cucu saya serta orang lain juga;
lebih banyak waktu untuk merenungkan kebaikan Allah kepada saya selama
bertahun-tahun ini. Saya selalu berdoa supaya Allah berkenan menolong
saya untuk bisa menjadi berkat bagi orang lain. Namun beban hidup ini
tentunya akan mengingatkan kita akan hal yang lain bahwa: Dunia ini
bukanlah tujuan akhir hidup kita. Beban-beban yang kita tanggung
sekarang ini hanya bersifat sementara saja. Istri saya, Ruth, telah meninggal hampir dua tahun yang
lalu, dan setiap hari saya sangat merindukan dia. Namun suatu hari nanti
kami akan berkumpul bersama di surga - di hadirat Allah untuk
selama-lamanya, terbebas dari beban hidup masa kini. Jika harapan kita
sepenuhnya ada pada Kristus, maka kita tahu bahwa kita semua hanyalah
pengembara di dunia ini, yang sedang berjalan ke rumah kekal kita di
surga. Usia tua seharusnya membuat kita bisa menatap masa depan di surga
dengan penuh sukacita. Sebagian Jemaat, dan hal ini menguatirkan hati saya,
tidak menyadari betapa penuh tekanannya pekerjaan seorang pendeta itu.
Kita perlu untuk berdoa bagi para pendeta, dan para pemimpin jemaat
perlu secara khusus mewaspadai persoalan-persoalan yang menimpa pendeta
mereka dan melakukan segala yang bisa mereka perbuat untuk menolong dan
menguatkan para pendeta ini. Hal pertama yang sering saya sampaikan kepada para
pendeta atau misionaris baru adalah agar mereka tetap dekat dengan
Kristus. Allah memanggil mereka ke dalam pelayanan ini, dan hanya Dia
yang bisa memberikan hikmat serta kekuatan yang mereka butuhkan, lewat
Roh Kudus-Nya. Sangatlah mudah untuk menjadi sangat sibuk dalam
pelayanan sampai kita gagal meluangkan waktu untuk bersama dengan Allah
di dalam doa dan pendalaman Alkitab - hal yang jauh lebih penting dari
segala hal yang lainnya. Semua pendeta harus memiliki susunan prioritas
yang jelas. Hal ini berlaku untuk kita semua, tapi terutamanya buat
semua pendeta yang sibuk, karena terdapat begitu banyak tuntutan ke atas
diri mereka. Saya sering berkata bahwa jika saya bisa mengulangi
hidup saya lagi, maka saya akan meluangkan lebih banyak waktu untuk
belajar, dan saya akan meluangkan lebih banyak waktu bersama keluarga
saya. Kadang kala, kita perlu berkata, "Tidak," atas permintaan dan
tuntutan yang disampaikan ke kita; ada hal lain yang mungkin lebih
penting di mata Allah. Saya pernah dengar ada pendeta yang berkata bahwa dia
harus mengadakan rapat setiap malamnya, dan cara dia bercerita jadi
mirip dengan orang yang sedang membual tentang kesibukannya. Saya tidak
habis pikir, apakah dia pernah benar-benar belajar untuk mengelola
waktunya. Saya juga menguatirkan keluarganya. Saya juga bertanya-tanya
apakah dia pernah belajar untuk mendelegasikan tugas, dan belajar untuk
melibatkan orang lain di kalangan Jemaatnya untuk ikut dalam pelayanan.
Pendeta bukan orang yang harus mengerjakan segala-galanya - ini bukanlah
pola yang alkitabiah. Kita juga harus belajar untuk mengurusi diri kita,
tidak peduli siapapun kita ini. Yesus dan murid-murid-Nya membutuhkan
saat beristirahat - demikian pula kita: " BS: Bagaimana Anda
menjalani hidup tanpa ditemani Ruth? Billy Graham: Ruth adalah sahabat terdekat dan juga
penasihat saya selama 64 tahun masa pernikahan kami, dan saya tidak
pernah bisa membayangkan bagaimana menjalani hidup tanpanya. Saya
bersukacita bahwa dia sekarang sudah aman di hadirat Tuhan yang dia
kasihi dan layani dengan setia - akan tetapi saya sangat merindukan dia.
Saya selalu memikirkan dia setiap hari - hampir setiap jam - dan saya
menantikan saat di mana kami akan disatukan lagi di surga. Pada saat yang bersamaan, penghiburan dan kasih karunia
Allah terasa begitu nyata bagi saya. Lebih dari yang pernah saya alami
sebelumnya, seperti yang digambarkan oleh rasul Paulus ketika dia
menyebut Allah sebagai, "Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus
Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala
penghiburan, yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga
kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam
penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah."
(2 Korintus 1:3-4). Saya juga sangat beryukur pada keluarga dan teman-teman yang membuat saya jarang merasa sendirian. Akan tetapi kepedihan itu memang nyata, dan tentunya akan mengingatkan kita pada kebutuhan kita pada Allah. Kepedihan itu juga mestinya mengingatkan kita akan harapan kita pada surga oleh kematian dan kebangkitan Kristus bagi kita. Kesedihan itu nyata - namun Kristus juga nyata. |
Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.
Kesaksian Hidup: - Pertolongan dari Allah yang setia - Jane Fonda - Perjalanan spiritual saya - Kisah pertobatan seorang Master Feng shui - Kekudusan adalah Kebahagiaan - Penginjil dari George Street - Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah! - Hidup adalah tentang orang lain - Tidak ada yang terlalu berat! - Tuhan bisa memakai siapa saja - Pertama kali aku mendengar tentang Allah - Hakim pun meneteskan air mata - Dunia akan menjadi lebih baik jika... - Janganlah kamu kuatir akan hari besok - Bebas Dari Belenggu Rasa Takut Akan Maut - Memberitakan Yesus kepada perampok - Peristiwa 9/11 mengubah hidup saya selamanya - Ibu adalah wanita yang sangat cantik - Nenek Brand: Semangatnya masih hidup - Begitulah Caranya Menjadi Tua - Janganlah Ayah Menjadi Seorang Pengkhianat - Keluarlah dari Zona Nyaman Anda - Rasa Takut Berubah Menjadi Rasa Tenang Ilahi - Tuhan akan Berkerja kalau Kita Setia - Billy Graham: Usia Tua Bukan Untuk Para Penakut - Kertas Dinding yang paling Mahal - Jual rumah untuk memberi kepada orang miskin! - "Siapapun yang mengaku dirinya Kristen patut mati!" - Yesus, Tuhan dan Juru Selamat saya - Ada Sayap-Sayap Malaikat yang Tersembunyi di dalam Kotak Itu - Kesempatan Kedua bagi Gadis-Gadis Nakal - Kutuk Berubah Menjadi Berkat - Apakah Anda Mangsa yang Mudah bagi Musuh? - Siapa Bilang Allah itu Tidak Nyata? - Apakah ada Bedanya Jika Kita Berdoa atau Tidak? - Apakah Saya Menjadi Teladan bagi Anak Saya? - Apakah Anda Telah dilahirkan Kembali? - Dua Wanita Membagi Persahabatan dan Ginjal - Campur Tangan Ilahi, Menolong Seorang Ayah Menemukan Anaknya - Apakah Anda Alkitab yang dibaca orang lain? - Aku Tidak Akan Melepaskannya - Diselamatkan Oleh Telpon Selular - Kekuatan di Saat Kita Berserah - Penulis Buku "Basic Instinct" Menulis Tentang Iman - Hapus Air Matamu & Bangkitlah... - "Aku dulunya hilang, tetapi sekarang ditemukan" ... Kasih karunia yang ajaib! - Aku Hanya seorang Manusia yang Lemah - Apa Pilihanmu - Surga atau Neraka? - Arti Penderitaan: Pengalaman Melalui Lembah Bayang-Bayang Kematian Yang Mendatangkan Sukacita - Beritahukan Kepada Dunia untuk Saya - Dapatkah Kita Mengubah Diri Kita Sendiri? - Di Saat Semuanya Menjadi Tidak Berarti - Gadis Korban Bom Napalm Menemukan Pengampunan - Hukum Emas di dalam Dunia Bisnis - Kristen 'Daun' atau Kristen 'Akar' - Matahari dan Pertumbuhan Kita - Menyelesaikan Apa yang Dimulai - Pemberian Spesial dari Tuhan - Pergilah... Aku akan menyertai-mu! - Perjanjian Seorang Anak dengan Tuhan-nya - "Setan Asing" menjadi Wanita Kue - John Paton - Pengabar Injil kepada Suku Kanibal - Sadhu Sundar Singh - The Beginning - Sadhu Sundar Singh - The Journey |
|||||
|
Copyright 2003-2012. Semua materi di situs ini
adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries. |
|||||||