| Saran & Komentar | updated on 06 September 2010

Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan

Halaman Utama

  |  Tentang Kami

  |  Hubungi Kami

  |  Izin Pemakaian Materi 

  |  Dapatkan Buletin Gratis di sini! 

Sumber Damai

Khotbah/PA


Inspirasi

Artikel/Renungan

Kesaksian Hidup


Pelatihan

Discipleship Trainings


Lain-Lain...

Siaran Mandarin Fu Yin Dian Tai

Bible Study (P.A)

Buku-buku Terbitan

Buletin Gratis!

Lagu dan Film

Tuhan akan Berkerja kalau Kita Setia

Albina Pereira

Shaloom,

Saya Albina, saya mau menceriterakan kesaksian saya tentang buletin gratis yang dikirim ke saya di Timor Leste.

Kesaksiannya seperti ini: saya memberi kursus komputer di sebuah daerah di Dili, kursusnya untuk semua kalangan, dan kebetulan kami punya sepuluh komputer, jadi setiap kali pelajarnya bisa mencapai sampai 20 orang. Kami telah memulai kursus pada bulan Maret lalu.

Mengingat semua peserta kursus masih bukan Kristen, saya mengusulkan agar setiap seminggu sekali kami memulai kursus dengan sebuah renungan. Puji Tuhan semua peserta setuju.

Saya memutuskan untuk selalu memulai kelas pada hari Rabu dengan 15 menit renungan. Awalnya walaupun mereka setuju tapi masih ada satu dua orang yang sepertinya tidak mau mendengarkan saat saya membagikan renungan. Kami juga sepakat untuk memulai kelas dengan doa sesuai dengan kepercayaan masing-masing.

Pada minggu ketiga yang mana saya membagikan renungan dan berdoa, ada satu peserta yang secara terang-terangan menunjukan sikap tidak mau mendengarkan. Setiap kali saya membagikan renungan atau berdoa dia akan selalu berisik. Dia akan membunyikan keyboard komputer lah, mouse atau berbisik sendiri-sendiri atau malah berdiskusi secara pelan-pelan dengan teman di sampingnya untuk mengalihkan perhatian temannya itu.

Pada minggu yang lalu ini saya hampir putus asa, saya berdoa dan meminta petunjuk Tuhan, yang pasti saya sudah hampir tidak mau lagi membagikan renungan pada hari Rabu minggu ini. Tapi pada awal minggu ini saya mendapatkan kiriman buletin gratis dari Cahaya Pengharapan.

Dalam buletin itu saya mendapatkan satu cerita tentang logika yang sederhana, saya membagikan cerita itu ke peserta kursus yang saya sertai dengan ayat tentang Iman di Ibrani 11.1. Saya mulai bersaksi bagaimana saya benar-benar merasakan adanya Tuhan lewat iman saya. Saya juga memberikan contoh lain seperti kopi segelas, kalau kita tidak meminumnya dan merasakan langsung dengan mulut kita, kita tidak akan tahu apakah kopi itu terlalu manis, atau pahit, sama halnya dengan pengenalan kita akan Tuhan. Kalau kita hanya mendengar tanpa pernah merasakan jamahan kasih-Nya secara nyata dalam hati maka semua itu percuma saja.

Saat saya sedang berbicara saya dapat melihat peserta yang selalu berulah itu sangat tenang mendengarkan. Tak lama kemudian saya melihat matanya berkaca-kaca seperti mau mengeluarkan air mata. Saya melihatnya mengangkat mukanya ke atas untuk  menahan agar air matanya tidak jatuh. Hati saya dipenuhi ketenangan dan sukacita. Saya percaya bahwa renungan kali ini ada sesuatu yang beda.

Saya mengakhiri renuangan dengan doa memohon berkat untuk semua peserta dan sekaligus memohon penyertaan Tuhan dalam kursus kami. Kali ini, saat saya berdoa saya tidak lagi mendengarkan suara bisikan atau bunyi komputer maupun keyboard.

Saat kami selesai kursus, pelajar yang selalu berulah itu memberi saya salam sebelum dia keluar dari ruangan dengan mengucapkan, "Selamat malam dan sampai jumpa lagi". Saya agak kaget karena selama beberapa minggu ini, dia tidak pernah menunjukkan hormat sama sekali.

Saya yakin sekali bahwa saya telah menaburkan benih dan suatu saat nanti dia tidak akan bisa mengelak dalam menghadapi kenyataan tentang Tuhan.

Satu hal yang saya petik dari pengalaman ini adalah bahwa di saat kita hampir putus asa Tuhan akan melakukan bagian-Nya asal kita jangan berhenti untuk melanjutkan apa yang kita bisa lakukan untuk membantu yang lain. Saya mohon ampun kepada Tuhan karena saya hampir menyerah dengan ulah orang itu.

Sekarang saya bertekad untuk terus tetap membagikan benih kasih Tuhan karena saya tahu bahwa walaupun ada kalanya orang sepertinya tidak mau mendengarkan tapi mereka sebetulnya sangat membutuhkan. Puji Tuhan dan terima kasih untuk Cahaya Pengharapan, kiranya Tuhan selalu memberkati.

Salam dari Dili, Timor Leste.

[Download]


Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.

Standard
Besar
Terbesar

Kesaksian Hidup:

Ibaragi Kun

Ibu adalah wanita yang sangat cantik

Nenek Brand: Semangatnya masih hidup

Begitulah Caranya Menjadi Tua

Janganlah Ayah Menjadi Seorang Pengkhianat

Keluarlah dari Zona Nyaman Anda

Rasa Takut Berubah Menjadi Rasa Tenang Ilahi

Tuhan akan Berkerja kalau Kita Setia

Billy Graham: Usia Tua Bukan Untuk Para Penakut

Kertas Dinding yang paling Mahal

Jual rumah untuk memberi kepada orang miskin!

"Siapapun yang mengaku dirinya Kristen patut mati!"

Kesaksian Natal

Yesus, Tuhan dan Juru Selamat saya

Ada Sayap-Sayap Malaikat yang Tersembunyi di dalam Kotak Itu

Kematian yang Memberi Hidup

Kesempatan Kedua bagi Gadis-Gadis Nakal

Kutuk Berubah Menjadi Berkat

Apakah Anda Mangsa yang Mudah bagi Musuh?

Siapa Bilang Allah itu Tidak Nyata?

Mangkuk Kayu

Apakah ada Bedanya Jika Kita Berdoa atau Tidak?

Apakah Saya Menjadi Teladan bagi Anak Saya?

Mimpi Berbicara

Kesaksian Saya - John Sung

Apakah Anda Telah dilahirkan Kembali?

Menjalani Kehidupan Ganda

Dia adalah Pahlawan-ku

Nikolai Khamara dari Rusia

Dua Wanita Membagi Persahabatan dan Ginjal

Missionaris Memaafkan

Doa Abjad

Campur Tangan Ilahi, Menolong Seorang Ayah Menemukan Anaknya

Apakah Anda Alkitab yang dibaca orang lain?

Apa Nilai Firman Bagi Anda?

Ignasius dari Roma

Aku Tidak Akan Melepaskannya

Minumlah Anggur itu

Tidak Ada yang Kebetulan

Diselamatkan Oleh Telpon Selular

Kekuatan dari Doa

Rasa Bersyukur

Kasih Seorang Anak Kecil

Kekuatan di Saat Kita Berserah

Kebangkitan Rohani dan Doa

Hati Seorang Misionaris

Berikan Apa yang Ada

Hidup ini Bukan Milik-ku

Penulis Buku "Basic Instinct" Menulis Tentang Iman

Hapus Air Matamu & Bangkitlah...

Waktu untuk Mendengar

86 Tahun Aku Mengikut-Nya

"Aku dulunya hilang, tetapi sekarang ditemukan" ... Kasih karunia yang ajaib!

Aku Hanya seorang Manusia yang Lemah

Ambil dan Bacalah

Anak Kecil Pemain Drum

Apa Pilihanmu - Surga atau Neraka?

Apakah Allah Nyata?

Arti Penderitaan: Pengalaman Melalui Lembah Bayang-Bayang Kematian Yang Mendatangkan Sukacita

Beritahukan Kepada Dunia untuk Saya

Biarlah Terang itu Datang

Dapatkah Kita Mengubah Diri Kita Sendiri?

Di Saat Semuanya Menjadi Tidak Berarti

Diculik Di Manila!

Ditawan oleh Pengharapan

Doa Menyelamatkan Dua Pilot

Gadis Korban Bom Napalm Menemukan Pengampunan

Hidup Dalam Penyerahan

Hidup yang Bergema

Hukum Emas di dalam Dunia Bisnis

Iman dan Kekhawatiran

Kristen 'Daun' atau Kristen 'Akar'

Kepercayaan-ku pada Yesus

Kuasa Kasih

Matahari dan Pertumbuhan Kita

Menyelesaikan Apa yang Dimulai

Pemberian Spesial dari Tuhan

Pengalaman Misi di Vanuatu

Pengorbanan yang Langka

Pergilah... Aku akan menyertai-mu!

Perjanjian Seorang Anak dengan Tuhan-nya

"Setan Asing" menjadi Wanita Kue

Pengakuan Seorang Ateis

Puasa dari Mengkritik

Jalan Raya Kekudusan

John Paton - Pengabar Injil kepada Suku Kanibal

Sadhu Sundar Singh - The Beginning

Sadhu Sundar Singh - The Journey

Semangat Yang Tak Terkalahkan

Sinar Terang di Afrika

Tidak Akan Saya Lupakan

Yesus atau Mama?

Copyright 2003-2007. Semua materi di situs ini adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries.
E-mail kami untuk mendapatkan izin untuk menggunakan materi di situs ini.
Best viewed with IE6.0 and 1024 by 768 resolution.