|
| Saran & Komentar | updated on 04 February 2012 |
|||||||
|
CahayaPengharapanMinistries Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan |
|||||||
|
|
|||||||
|
Apa pilihanmu - Surga atau Neraka? John Sung Ketika saya berusia 9 tahun, saya melihat sebuah kotak hitam yang kecil ditempatkan di depan rumah. Saya bertanya kepada ibu saya, "Benda apa itu, Bu?" Dan ibu menjawab, "Itu peti mati, tempat tidur untuk adikmu yang sudah meninggal." Saya bingung. Saya mengenal adik perempuan saya yang berumur tiga tahun itu sebagai anak yang lucu dan periang tetapi ibu saya berkata bahwa ia telah meninggal. Saya masuk ke kamarnya dan melihatnya terbaring di tempat tidur dengan wajah yang pucat dan putih. Tangan dan kakinya terasa begitu dingin. Saya tidak tahu pada waktu itu bahwa saya sedang memandang pada suatu kematian. Saya memanggilnya tetapi ia tidak menjawab. Saya kira ia tidak lagi mempedulikan saya. Setelah saya keluar dari kamar itu, saya melihat wajah ibu saya berlinangan air mata. Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya juga tidak tahu bagaimana adik saya meninggal. Saya melihat seseorang mengangkat adik saya dan memasukkannya ke dalam peti mati itu. Saya langsung berteriak kepada ibu, "Mengapa tidak membiarkan dia tidur di tempat tidur saja?" Tidak ada orang yang mendengarkan saya, dan peti mati itu dibawa pergi. Saya bertanya kepada ibu, "Ke mana mereka mau membawa adik? Apakah ia akan kembali lagi?" Ibu saya berkata bahwa adik saya akan dibawa ke suatu tempat yang jauh dan tidak akan kembali lagi. Mendengar jawaban ibu, saya langsung menangis dan berteriak-teriak memanggil adik saya. Setelah itu saya bertanya kepada ibu apakah saya akan menjadi seperti adik saya, dan ibu berkata, "ya" dan saya merasa sangat sedih. Pada malam itu saya bermimpi bahwa saya mati seperti adik saya dan saya dimasukkan ke dalam peti mati. Saya menjadi begitu takut, saya berseru kepada kedua orang tua saya, "Saya tidak mau mati, saya mau tinggal bersama ayah dan ibu." Saya terbangun dari tidur dalam keadaan menangis. Ayah dan ibu saya lari dari kamar mereka dan bertanya apa yang terjadi. Sambil menangis saya berkata, "Saya bermimpi bahwa saya mati. Saya takut. Saya tidak mau mati. Kematian itu begitu mengerikan. Saya akan dibawa ke suatu tempat yang jauh. Tidak, saya tidak mau mati! Saya mau hidup terus dan tinggal bersama ayah dan ibu!" Saudara, takutkah Anda pada kematian? Saya tidak takut sekarang, sama sekali tidak. Setiap orang harus mati. Tidak ada seorangpun yang dapat menghindarinya. Hal yang menakutkan adalah dimanakah Anda akan berakhir setelah Anda mati. Subyek ini sangat perlu kita selidiki. Biarlah saya memberitahu Anda apa yang akan terjadi setelah kita mati. Lukas 16.22-23 Kemudian matilah Lazarus, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham. Orang kaya itu juga mati dan dikubur. Sementara orang kaya itu menderita sengsara di alam maut ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya. Orang kaya itu berakhir di alam maut dan menderita sengsara dan disiksa di dalam api. Lazarus berakhir di pangkuan Abraham. Neraka itu memang ada. Sebelum ini saya sendiri tidak percaya pada neraka atau surga. Saya dibutakan oleh pendidikan dunia dan pengetahuan ilmiah. Tetapi Tuhan telah menunjukkan kepada saya surga dan neraka agar saya kembali kepada-Nya. Waktu saya dimasukkan ke rumah sakit jiwa, kamar saya bersebelahan dengan seorang pasien yang akan menangis dan berdoa setiap menjelang malam. Ia akan mengingat-ingat dosa-dosa yang telah ia lakukan dan mengigit lidahnya. Menjelang fajar, ia akan berhenti. Dan di malam hari, proses itu berulang lagi. Setiap malam, pasien itu merasa ia melihat api yang panas bernyala-nyala di sekitarnya. Pada awalnya saya tidak mengerti, lalu saya bertanya kepada Tuhan. Dan Tuhan memberitahu saya, "Di neraka, para penghuni di situ tidak ada hal lain untuk dilakukan melainkan berkubang dalam kemelaratan mereka. Semakin mereka memikirkannya, semakin mereka menderita. Jadi orang yang tidak bertobat akan berhadapan dengan kesedihan yang mendalam dan dengan berjalannya waktu, mereka akan semakin tersiksa." Saya pernah mengalami hal ini, semakin saya mengingat dosa yang telah saya lakukan, semakin saya tersiksa. Di tahap di mana saya tidak lagi dapat menanggungnya, saya diingatkan bahwa saya harus berdoa. Setelah saya berdoa, semua beban dosa itu hilang dan damai kembali ke dalam hati saya. Sudahkah Anda bertobat dari dosa-dosa Anda? Jika tidak, Anda tidak akan pernah merasa damai! Pernah saya berkhotbah di Beijing dan terdapat seorang gadis bernama Chow. Ia mati di usianya yang ke 15. Selama empat bulan ia dirawat di rumah sakit dan ketika ia mendengar saya mengabarkan Injil, Roh Kudus berkerja di dalam hatinya dan menyelamatkan jiwanya. Ia akhirnya bertobat dari dosa-dosanya. Semakin hari, penyakitnya menjadi semakin parah. Ia meminta kakaknya untuk mencari Pendeta Wang(Ming Dao) untuk membaptisnya. Setelah baptisannya, ia mengalami sukacita yang tak terucapkan. Lalu ia meminta untuk bertemu dengan ayahnya. Ia berkata kepada ayahnya, "Ayah harus percaya bahwa ada Allah yang hidup." Ayahnya menjawab, "Aku seorang pencandu opium dan orang yang berdosa. Bagaimana mungkin Tuhan mau dengan seseorang yang berdosa seperti aku." Anaknya berkata, "Tuhan itu kasih. Ia mengasihi orang berdosa. Ia mengasihi ayah. Jika ayah tidak menempatkan kepercayaan pada Tuhan, saya tidak akan bertemu dengan ayah lagi." Ayahnya tergerak dengan perkataan anaknya dan berlutut untuk mengakui dosanya. Setelah itu ia meminta untuk bertemu dengan kakaknya dan menyatakan hal yang sama kepadanya. Kakaknya juga tersentuh dengan rayuan adiknya dan bertobat dari dosanya. Demikianlah ia bertemu dengan setiap anggota keluarganya dan meminta kepada mereka untuk bertobat. Anak gadis berusia 15 tahun ini menyelamatkan seluruh keluarganya. Ia begitu penuh dengan sukacita. Setelah itu, ia mengumpulkan seluruh keluarganya dan berkata, "Penyakit saya tidak akan sembuh. Walaupun saya tahu saya akan mati, tapi saya sangat bersuka cita. Karena saya akan pergi ke suatu tempat yang penuh dengan kegembiraan. Ayah, ibu, kakak dan adik-adik saya, akan berada di sana juga. Kita akan bertemu di sana nanti. Sekarang malaikat sudah mau datang untuk menjemput saya. Yesus datang! Saya akan kembali ke rumah-Nya. Janganlah bersedih dan menangis." Dengan kata-kata terakhir itu, ia meninggalkan dunia ini. Ia meninggal dengan sebuah senyuman di bibirnya. Ia sudah kembali ke rumah surgawinya. Saudara-saudaraku yang terkasih, apa yang akan menjadi pilihanmu, surga atau neraka? Semoga Anda sudah siap untuk kembali ke rumah surgawi! (Sumber: Dirangkum dan diterjemahkan dari khotbah John Sung, Heaven and Hell) -as |
Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.
Kesaksian Hidup: - Pertolongan dari Allah yang setia - Jane Fonda - Perjalanan spiritual saya - Kisah pertobatan seorang Master Feng shui - Kekudusan adalah Kebahagiaan - Penginjil dari George Street - Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah! - Hidup adalah tentang orang lain - Tidak ada yang terlalu berat! - Tuhan bisa memakai siapa saja - Pertama kali aku mendengar tentang Allah - Hakim pun meneteskan air mata - Dunia akan menjadi lebih baik jika... - Janganlah kamu kuatir akan hari besok - Bebas Dari Belenggu Rasa Takut Akan Maut - Memberitakan Yesus kepada perampok - Peristiwa 9/11 mengubah hidup saya selamanya - Ibu adalah wanita yang sangat cantik - Nenek Brand: Semangatnya masih hidup - Begitulah Caranya Menjadi Tua - Janganlah Ayah Menjadi Seorang Pengkhianat - Keluarlah dari Zona Nyaman Anda - Rasa Takut Berubah Menjadi Rasa Tenang Ilahi - Tuhan akan Berkerja kalau Kita Setia - Billy Graham: Usia Tua Bukan Untuk Para Penakut - Kertas Dinding yang paling Mahal - Jual rumah untuk memberi kepada orang miskin! - "Siapapun yang mengaku dirinya Kristen patut mati!" - Yesus, Tuhan dan Juru Selamat saya - Ada Sayap-Sayap Malaikat yang Tersembunyi di dalam Kotak Itu - Kesempatan Kedua bagi Gadis-Gadis Nakal - Kutuk Berubah Menjadi Berkat - Apakah Anda Mangsa yang Mudah bagi Musuh? - Siapa Bilang Allah itu Tidak Nyata? - Apakah ada Bedanya Jika Kita Berdoa atau Tidak? - Apakah Saya Menjadi Teladan bagi Anak Saya? - Apakah Anda Telah dilahirkan Kembali? - Dua Wanita Membagi Persahabatan dan Ginjal - Campur Tangan Ilahi, Menolong Seorang Ayah Menemukan Anaknya - Apakah Anda Alkitab yang dibaca orang lain? - Aku Tidak Akan Melepaskannya - Diselamatkan Oleh Telpon Selular - Kekuatan di Saat Kita Berserah - Penulis Buku "Basic Instinct" Menulis Tentang Iman - Hapus Air Matamu & Bangkitlah... - "Aku dulunya hilang, tetapi sekarang ditemukan" ... Kasih karunia yang ajaib! - Aku Hanya seorang Manusia yang Lemah - Apa Pilihanmu - Surga atau Neraka? - Arti Penderitaan: Pengalaman Melalui Lembah Bayang-Bayang Kematian Yang Mendatangkan Sukacita - Beritahukan Kepada Dunia untuk Saya - Dapatkah Kita Mengubah Diri Kita Sendiri? - Di Saat Semuanya Menjadi Tidak Berarti - Gadis Korban Bom Napalm Menemukan Pengampunan - Hukum Emas di dalam Dunia Bisnis - Kristen 'Daun' atau Kristen 'Akar' - Matahari dan Pertumbuhan Kita - Menyelesaikan Apa yang Dimulai - Pemberian Spesial dari Tuhan - Pergilah... Aku akan menyertai-mu! - Perjanjian Seorang Anak dengan Tuhan-nya - "Setan Asing" menjadi Wanita Kue - John Paton - Pengabar Injil kepada Suku Kanibal - Sadhu Sundar Singh - The Beginning - Sadhu Sundar Singh - The Journey |
|||||
|
Copyright 2003-2012. Semua materi di situs ini
adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries. |
|||||||