| Saran & Komentar | updated on 06 September 2010

Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan

Halaman Utama

  |  Tentang Kami

  |  Hubungi Kami

  |  Izin Pemakaian Materi 

  |  Dapatkan Buletin Gratis di sini! 

Sumber Damai

Khotbah/PA


Inspirasi

Artikel/Renungan

Kesaksian Hidup


Pelatihan

Discipleship Trainings


Lain-Lain...

Siaran Mandarin Fu Yin Dian Tai

Bible Study (P.A)

Buku-buku Terbitan

Buletin Gratis!

Lagu dan Film

Nenek Brand: Semangatnya masih hidup

Philip Yancey

Matius 7.12 Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka

Dalam kunjungan saya yang terakhir ke India bersama Paul Brand, pada tahun 1990, ia menunjukkan kepada saya rumah masa kecilnya di Kolli Malai Mountains. Jip kami menelusuri sebuah jalan raya yang sangat bagus. Sebuah sepeda motor berpapasan dengan kenderaan kami, seorang wanita membonceng dengan mendekap punggung pengemudinya, dan kain sarinya melambai-lambai seperti bendera. Lekuk-lekuk jepit rambutnya menggugah memori  Brand. Ia menceritakan, "Dulu belum ada jalan raya. Ketika masih kecil, saya didudukkan di sebuah benda aneh terbuat dari kain kanvas yang digantungkan di bahu pengangkut barang dengan mengaitkan pada dua buah bambu. Ketika sudah cukup besar untuk berjalan, saya berjalan terhuyung-huyung, dan pandangan mata saya hanya setinggi betis pengangkut barang. Saya menyaksikan lintah-lintah yang kecil bentuknya meloncat dari semak-semak dan menempel di betis-betis itu kemudian menggembung oleh karena darah yang diisapnya."

Dalam perjalanan tersebut, bagaimanapun juga, kami lebih mencemaskan radiator yang bisa menjadi terlalu panas ketimbang lintah. Akhirnya kami tiba di jalan yang rata dan berbelok melintasi sebuah dataran tinggi yang memberi kami sejumlah pemandangan yang sangat luar biasa, yaitu hamparan tanaman padi yang menghijau dan garis-garis lengkung yang pucat di cakrawala yang menandai adanya perbukitan di kejauhan. Kemudian aspal tidak tampak lagi dan jalan menurun memasuki sebuah desa kecil. Batu kerikil mengakibatkan debu, kemudian dua garis bekas ban kendaraan sepanjang barisan pohon-pohon eucalyptus. Kami mengikuti garis-garis bekas ban itu selama setengah jam tanpa meihat satu orang pun, dan saya mulai bertanya-tanya apakah kami telah tersesat.

Tiba-tiba jip sudah tiba di puncak sebuah bukit kecil dan sebuh pemandangan yang menakjubkan menyambut kedatangan kami. Seratus lima orang berdiri menantikan kami di pinggir jalan, dan mereka telah menanti kami selama empat jam. Mereka mengelilingi mobil kami, menyapa kami dengan gaya tradisional India, kedua telapak tangan dirapatkan dan kepala dianggukkan. Perempuan-perempuan dengan sari mereka yang berwarna cerah, yang terlihat berwarna-warni seperti burung-burung tropis, mengalungkan rangkaian bunga ke leher kami dan memandu kami ke tempat hidangan yang dihamparkan di atas daun-daun pisang. Seusai menyantap hidangan, setiap orang menuju kapel berdinding tanah yang didirikan oleh ayah Paul Brand dan kami disuguhi acara selama satu jam berupa nyanyian, pidato penghormatan, dan tari-tarian.

Secara khusus saya ingat pidato yang diucapkan oleh seorang wanita mengenai apa yang telah dilakukan oleh ibu Paul, Granny Evie Brand. Ia mengatakan, "Penduduk di wilayah perbukitan ini tidak melakukan aborsi. Mereka meninggalkan anak-anak yang tidak mereka inginkan di tepi jalan. Nenek Brand (ibu Paul) memungut anak-anak ini, merawatnya sampai sehat, mengasuhnya, dan berusaha mendidiknya. Saya adalah salah seorang anak yang tidak diinginkan, yang dibiarkan mati begitu saja. Jumlah kami ada puluhan, namun Nenek Brand memperlakukan kami seperti anak-anaknya bukannya seperti di panti asuhan. Kami menjuluki Nenek Brand sebagai Ibu Bukit. Keberhasilan saya di sekolah mendorongnya untuk membiayai saya belajar di sebuah sekolah yang baik, dan akhirnya saya meraih gelar sarjana. Sekarang saya mengajar ilmu perawatan di University of Madras, dan saya hari ini datang dari satu tempat yang ratusan mil jauhnya untuk menghormati keluarga Brand atas jasa-jasa mereka bagi saya dan banyak orang lain."

Setelah mengucapkan kata sambutan singkat dan menghapus air matanya, Dr Brand mengajak saya ke luar ruangan untuk menyaksikan peninggalan yang diwariskan oleh orang tuanya. Ia menunjuk rumah kayu buatan tangan ayahnya, di mana tiang-tiang penyangga jembatan kecilnya diberi suatu wadah untuk melindunginya dari serangan rayap. Sebuah klinik yang berfungsi sekaligus sebagai sebuah sekolah - orangtuanya telah membangun sembilan buah sekolah di daerah perbukitan tersebut-dan sebuah toko yang menjual peralatan kayu. Sebuah kebun jeruk membentang di kawasan perbukitan itu, salah satu proyek pertanian Nenek Brand. Suaminya Jesse, telah mendirikan enam petak kebun untuk pohon mulberry, pisang, tebu, kopi dan singkong. Beberapa kali Paul mengomentari betapa tingginya pohon-pohon jacaranda yang ditanam oleh ayahnya tujuh dasawarsa sebelumnya itu. Bunga-bunganya yang berwarna ungu pucat jatuh berserakan di tanah seperti karpet. Ketika tiba saatnya untuk meninggalkan tempat itu, ia mengajak saya ke suatu tempat dimana kedua orang tuanya dimakamkan, di suatu lereng yang  letaknya di bawah pondok di mana ia dibesarkan. Ia mengatakan, "Tubuh mereka memang berbaring di sini, tetapi semangat mereka tetap hidup. Coba tengok ke sekeliling Anda."

(Dr. Paul Brand adalah putra Jesse dan Evie Brand (Nenek Brand), misionaris yang meninggalkan kenyamanan hidup di Inggris untuk melayani di Pergunungan Kolli di India)

[Download]


Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.

Standard
Besar
Terbesar

Kesaksian Hidup:

Ibaragi Kun

Ibu adalah wanita yang sangat cantik

Nenek Brand: Semangatnya masih hidup

Begitulah Caranya Menjadi Tua

Janganlah Ayah Menjadi Seorang Pengkhianat

Keluarlah dari Zona Nyaman Anda

Rasa Takut Berubah Menjadi Rasa Tenang Ilahi

Tuhan akan Berkerja kalau Kita Setia

Billy Graham: Usia Tua Bukan Untuk Para Penakut

Kertas Dinding yang paling Mahal

Jual rumah untuk memberi kepada orang miskin!

"Siapapun yang mengaku dirinya Kristen patut mati!"

Kesaksian Natal

Yesus, Tuhan dan Juru Selamat saya

Ada Sayap-Sayap Malaikat yang Tersembunyi di dalam Kotak Itu

Kematian yang Memberi Hidup

Kesempatan Kedua bagi Gadis-Gadis Nakal

Kutuk Berubah Menjadi Berkat

Apakah Anda Mangsa yang Mudah bagi Musuh?

Siapa Bilang Allah itu Tidak Nyata?

Mangkuk Kayu

Apakah ada Bedanya Jika Kita Berdoa atau Tidak?

Apakah Saya Menjadi Teladan bagi Anak Saya?

Mimpi Berbicara

Kesaksian Saya - John Sung

Apakah Anda Telah dilahirkan Kembali?

Menjalani Kehidupan Ganda

Dia adalah Pahlawan-ku

Nikolai Khamara dari Rusia

Dua Wanita Membagi Persahabatan dan Ginjal

Missionaris Memaafkan

Doa Abjad

Campur Tangan Ilahi, Menolong Seorang Ayah Menemukan Anaknya

Apakah Anda Alkitab yang dibaca orang lain?

Apa Nilai Firman Bagi Anda?

Ignasius dari Roma

Aku Tidak Akan Melepaskannya

Minumlah Anggur itu

Tidak Ada yang Kebetulan

Diselamatkan Oleh Telpon Selular

Kekuatan dari Doa

Rasa Bersyukur

Kasih Seorang Anak Kecil

Kekuatan di Saat Kita Berserah

Kebangkitan Rohani dan Doa

Hati Seorang Misionaris

Berikan Apa yang Ada

Hidup ini Bukan Milik-ku

Penulis Buku "Basic Instinct" Menulis Tentang Iman

Hapus Air Matamu & Bangkitlah...

Waktu untuk Mendengar

86 Tahun Aku Mengikut-Nya

"Aku dulunya hilang, tetapi sekarang ditemukan" ... Kasih karunia yang ajaib!

Aku Hanya seorang Manusia yang Lemah

Ambil dan Bacalah

Anak Kecil Pemain Drum

Apa Pilihanmu - Surga atau Neraka?

Apakah Allah Nyata?

Arti Penderitaan: Pengalaman Melalui Lembah Bayang-Bayang Kematian Yang Mendatangkan Sukacita

Beritahukan Kepada Dunia untuk Saya

Biarlah Terang itu Datang

Dapatkah Kita Mengubah Diri Kita Sendiri?

Di Saat Semuanya Menjadi Tidak Berarti

Diculik Di Manila!

Ditawan oleh Pengharapan

Doa Menyelamatkan Dua Pilot

Gadis Korban Bom Napalm Menemukan Pengampunan

Hidup Dalam Penyerahan

Hidup yang Bergema

Hukum Emas di dalam Dunia Bisnis

Iman dan Kekhawatiran

Kristen 'Daun' atau Kristen 'Akar'

Kepercayaan-ku pada Yesus

Kuasa Kasih

Matahari dan Pertumbuhan Kita

Menyelesaikan Apa yang Dimulai

Pemberian Spesial dari Tuhan

Pengalaman Misi di Vanuatu

Pengorbanan yang Langka

Pergilah... Aku akan menyertai-mu!

Perjanjian Seorang Anak dengan Tuhan-nya

"Setan Asing" menjadi Wanita Kue

Pengakuan Seorang Ateis

Puasa dari Mengkritik

Jalan Raya Kekudusan

John Paton - Pengabar Injil kepada Suku Kanibal

Sadhu Sundar Singh - The Beginning

Sadhu Sundar Singh - The Journey

Semangat Yang Tak Terkalahkan

Sinar Terang di Afrika

Tidak Akan Saya Lupakan

Yesus atau Mama?

Copyright 2003-2007. Semua materi di situs ini adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries.
E-mail kami untuk mendapatkan izin untuk menggunakan materi di situs ini.
Best viewed with IE6.0 and 1024 by 768 resolution.