| Saran & Komentar | updated on 16 November 2014

Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan

Halaman Utama

  |  Tentang Kami

  |  Hubungi Kami

  |  Izin Pemakaian Materi 

  |  Dapatkan Buletin Gratis di sini! 

Sumber Damai

Khotbah/PA


Inspirasi

Artikel/Renungan

Kesaksian Hidup


Pelatihan

Discipleship Trainings


Lain-Lain...

Buku-buku Terbitan

Lagu dan Film

Bible Study (P.A)

Siaran Mandarin

Buletin Gratis!

Follow Us


BACA ONLINE


BACA ONLINE


KATA PENGANTAR

"Sekarang saya tahu apa arti menghargai!"

CPM

Ada seorang pemuda mengajukan lamaran untuk posisi manajer di sebuah perusahaan besar. Dia sudah melewati tahapan wawancara awal, dan tinggal satu wawancara lagi - yaitu wawancara dengan direktur utama - yang harus dia jalani.

Dari daftar riwayat hidup yang dibacanya, sang direktur mendapati bahwa prestasi akademik anak muda ini sangat luar biasa. Dia lalu bertanya, "Apakah kamu pernah menerima beasiswa di masa pendidikan?" Anak muda itu menjawab, "Tidak."

"Apakah pendidikanmu dibiayai oleh ayahmu?"

"Ayah saya sudah meninggal sejak saya berusia satu tahun, ibu sayalah yang membiayai pendidikan saya," jawab si anak muda.

"Di mana ibumu bekerja?"

"Ibu saya bekerja sebagai binatu."

Sang direktur meminta anak muda itu untuk menunjukkan tangannya. Ia lalu memperlihatkan kedua tangannya yang berkulit halus.

"Pernahkah kamu membantu ibumu mencuci pakaian?"

"Tidak pernah, ibu saya ingin agar saya memusatkan perhatian pada pendidikan dan membaca lebih banyak buku. Lagi pula, ibu saya mencuci baju lebih cepat daripada saya."

Sang direktur berkata, "Saya punya satu permintaan. Saat kamu pulang nanti, kamu harus membersihkan tangan ibumu, setelah itu datanglah kembali ke sini besok."

Anak muda itu merasa bahwa peluangnya untuk mendapatkan pekerjan sangat tinggi. Saat dia pulang ke rumah, dia langsung meminta ijin kepada ibunya agar dia diperbolehkan membersihkan kedua tangan ibunya. Ibunya merasa sangat aneh, gembira tetapi bercampur dengan beragam perasaan, namun tetap mengijinkan si anak untuk melakukannya.

Anak muda itu membersihkan kedua lengan ibunya dengan perlahan. Air matanya menetes saat dia mulai mencuci tangan ibunya. Itu adalah kali pertama dia memperhatikan kedua tangan ibunya yang terlihat penuh keriput akibat dinginnya air cucian, dan di kedua tangan ibunya juga ada banyak luka lecet dan memar, sebagian terlihat parah dan membuat sang ibu kesakitan ketika luka-luka tersebut kena sentuh.

Inilah kali pertama bagi si anak muda untuk menyadari bahwa kedua tangan yang setiap hari dipakai untuk mencuci pakaian itulah yang telah memampukan dia untuk membayar biaya pendidikannya. Luka-luka di kedua tangan ibunya adalah harga yang harus dibayar untuk mengongkosi pendidikan, kegiatan sekolah dan masa depannya.

Setelah membersihkan kedua tangan ibunya, dengan diam-diam si anak muda mencuci semua sisa pakaian yang belum diselesaikan oleh ibunya.

Malam itu, mereka berdua bercakap-cakap sampai lama sekali.

Keesokan paginya, si anak muda kembali menghadap direktur utama.

Sang direktur melihat bekas air mata di wajah anak muda itu, lalu dia bertanya, "Bisakah kamu beritahu saya hal-hal yang sudah kamu kerjakan dan kamu pelajari di rumahmu kemarin?"

Anak muda itu menjawab, "Saya sudah membersihkan kedua tangan ibu saya, dan saya juga mencuci semua sisa pakaian yang belum dia kerjakan."

"Sekarang saya tahu apa arti menghargai. Tanpa ibu saya, saya tidak akan bisa menjadi seperti sekarang ini. Dengan membantu ibu saya, baru saya sadari betapa beratnya mengerjakan sendiri suatu pekerjaan. Dan saya sekarang sudah bisa menghargai arti penting serta nilai dari pengorbanan dan membantu seseorang."

Sang direktur berkata, "Hal inilah yang saya cari dari dalam diri seorang manajer. Saya ingin merekrut orang yang mampu menghargai arti pertolongan orang lain, orang yang mengerti penderitaan yan g ditanggung oleh orang lain demi tercapainya suatu tujuan, dan orang yang tidak menjadikan uang sebagai tujuan satu-satunya dalam hidup."

"Kamu diterima."Anak muda ini bekerja dengan sangat giat, dan dia sangat dihormati oleh para bawahannya. Semua karyawan bekerja dengan rajin dan selaras sebagai satu kesatuan. Prestasi perusahaan meningkat pesat.

Seorang anak, yang dilindungi secara berlebihan dan terbiasa dituruti segala keinginannya, akan membangun mentalitas 'paling berhak' (merasa punya hak atas segala sesuatu tanpa batas) dan akan selalu mementingkan diri sendiri. Dia akan menjadi tidak peduli akan jerih payah orang tuanya. Saat memasuki masa kerja, dia akan merasa bahwa setiap orang harus patuh kepadanya, dan jika dia menjadi manajer, dia tidak pernah mau memahami jerih payah para bawahannya serta selalu mengkambing-hitamkan orang lain atas setiap permasalahan. Orang-orang jenis ini, yang secara akademis mungkin memiliki prestasi, mereka mungkin akan meraih sukses untuk sementara waktu, namun akhirnya mereka akan merasa tidak memiliki prestasi. Mereka akan menggerutu dan dipenuhi kebencian dan sibuk bertengkar kesana-kemari. Jika kita termasuk orang tua yang protektif, apakah kita benar-benar sedang menunjukkan kasih kita atau justru kita sedang menghanurkan masa depan anak-anak kita?

Anda bisa saja membesarkan anak di rumah yang mewah, memasukkan di ke kursus-kursus mahal, menyediakan TV layar besar untuk dia tonton. Namun saat anda sedang membersihkan rumput di halaman, biarkanlah mereka ikut mengalaminya. Setelah makan, biarkan mereka ikut mencuci piring dan mangkok bersama-sama dengan saudara-saudari mereka. Ini bukan karena anda tidak cukup uang untuk membayar pembantu, melainkan karena anda ingin mengasihi mereka dengan cara yang benar. Anda ingin agar mereka memahami, tak peduli seberapa kaya orang tua mereka, suatu hari nanti mereka akan menjadi tua (dan justru harus bergantung pada orang lain), sama halnya dengan ibu dari si anak muda tersebut. Pokok yang paling penting adalah anak anda belajar untuk menghargai setiap jerih payah dan menghadapi kesukaran dan belajar untuk bisa bekerja bersama orang lain untuk menggarap sesuatu hal.

Kebodohan melekat pada hati anak muda, tetapi tongkat didikan akan mengusir itu dari padanya - Amsal 31.15

(Dikutip dan diterjemahkan dari Learning Petals oleh CPM)

[Download]


Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.

Standard
Besar
Terbesar

Kesaksian Hidup:

Tinggal di dalam Hadirat Allah

Mana yang kamu pilih? Hidup atau mati?

Penderitaan adalah Suatu Karunia

Tidak ada apapun yang dapat menghentikan langkah-ku

A beautiful Life

Dora Yu - Bejana yang dipakai Tuhan

Mukjizat yang paling besar

Seorang Yahudi menemukan Mesias-nya

A beautiful Life

"Sekarang saya tahu apa arti menghargai!"

Kebangkitan masih terjadi

Dari Kelaparan menuju Kepenuhan

Jangan berkata sepatahpun

Mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri

Identitas Sejati Terungkap hanya di dalam Kristus

Saya seorang Skizofrenia, Saya mengasihi Tuhan!

Michael Oher/Blind Side - Tuhan memperbesar pemberian kita yang kecil

"Cahaya! Beri aku cahaya!"

Carilah dahulu KerajaanNya

"Tuhan, terima kasih untuk kanker ini"

Hari aku hampir mati

"Saya tahu rencana Tuhan bagi hidup Anda!"

Pahlawan tragedi Titanic

Hidup seorang yang Bodoh

Hidup saya jadi berarti

Jeremy Lin: "Iman dalam Tuhan yang memulai semuanya."

Hidup tanpa keterbatasan

Perjuangan saya untuk hidup

Pertolongan dari Allah yang setia

Jane Fonda - Perjalanan spiritual saya

Kisah pertobatan seorang Master Feng shui

Kekudusan adalah Kebahagiaan

Nilai suatu jiwa

Yesus atau Mama?

Yuri, ampunilah dia...

Penginjil dari George Street

Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah!

Hidup adalah tentang orang lain

Tidak ada yang terlalu berat!

Tuhan bisa memakai siapa saja

Mansur Sang

Pertama kali aku mendengar tentang Allah

Hakim pun meneteskan air mata

Selamatkanlah yang lain!

Dunia akan menjadi lebih baik jika...

Mereka Akan ingat

Reuni di malam Natal

Allah mau memakai Anda

Kakek dan kaca matanya

Hidup adalah Kristus

Saya seorang Kristen

Janganlah kamu kuatir akan hari besok

Bebas Dari Belenggu Rasa Takut Akan Maut

Memberitakan Yesus kepada perampok

Karunia kita

Peristiwa 9/11 mengubah hidup saya selamanya

Ibaragi Kun

Ibu adalah wanita yang sangat cantik

Nenek Brand: Semangatnya masih hidup

Begitulah Caranya Menjadi Tua

Janganlah Ayah Menjadi Seorang Pengkhianat

Keluarlah dari Zona Nyaman Anda

Rasa Takut Berubah Menjadi Rasa Tenang Ilahi

Tuhan akan Berkerja kalau Kita Setia

Billy Graham: Usia Tua Bukan Untuk Para Penakut

Kertas Dinding yang paling Mahal

Jual rumah untuk memberi kepada orang miskin!

"Siapapun yang mengaku dirinya Kristen patut mati!"

Kesaksian Natal

Yesus, Tuhan dan Juru Selamat saya

Ada Sayap-Sayap Malaikat yang Tersembunyi di dalam Kotak Itu

Kematian yang Memberi Hidup

Kesempatan Kedua bagi Gadis-Gadis Nakal

Kutuk Berubah Menjadi Berkat

Apakah Anda Mangsa yang Mudah bagi Musuh?

Siapa Bilang Allah itu Tidak Nyata?

Mangkuk Kayu

Apakah ada Bedanya Jika Kita Berdoa atau Tidak?

Apakah Saya Menjadi Teladan bagi Anak Saya?

Mimpi Berbicara

Kesaksian Saya - John Sung

Apakah Anda Telah dilahirkan Kembali?

Menjalani Kehidupan Ganda

Dia adalah Pahlawan-ku

Nikolai Khamara dari Rusia

Dua Wanita Membagi Persahabatan dan Ginjal

Missionaris Memaafkan

Doa Abjad

Campur Tangan Ilahi, Menolong Seorang Ayah Menemukan Anaknya

Apakah Anda Alkitab yang dibaca orang lain?

Apa Nilai Firman Bagi Anda?

Ignasius dari Roma

Aku Tidak Akan Melepaskannya

Minumlah Anggur itu

Tidak Ada yang Kebetulan

Diselamatkan Oleh Telpon Selular

Kekuatan dari Doa

Rasa Bersyukur

Kasih Seorang Anak Kecil

Kekuatan di Saat Kita Berserah

Kebangkitan Rohani dan Doa

Hati Seorang Misionaris

Berikan Apa yang Ada

Hidup ini Bukan Milik-ku

Penulis Buku "Basic Instinct" Menulis Tentang Iman

Hapus Air Matamu & Bangkitlah...

Waktu untuk Mendengar

86 Tahun Aku Mengikut-Nya

"Aku dulunya hilang, tetapi sekarang ditemukan" ... Kasih karunia yang ajaib!

Aku Hanya seorang Manusia yang Lemah

Ambil dan Bacalah

Anak Kecil Pemain Drum

Apa Pilihanmu - Surga atau Neraka?

Apakah Allah Nyata?

Arti Penderitaan: Pengalaman Melalui Lembah Bayang-Bayang Kematian Yang Mendatangkan Sukacita

Beritahukan Kepada Dunia untuk Saya

Biarlah Terang itu Datang

Dapatkah Kita Mengubah Diri Kita Sendiri?

Di Saat Semuanya Menjadi Tidak Berarti

Diculik Di Manila!

Ditawan oleh Pengharapan

Doa Menyelamatkan Dua Pilot

Gadis Korban Bom Napalm Menemukan Pengampunan

Hidup Dalam Penyerahan

Hidup yang Bergema

Hukum Emas di dalam Dunia Bisnis

Iman dan Kekhawatiran

Kristen 'Daun' atau Kristen 'Akar'

Kepercayaan-ku pada Yesus

Kuasa Kasih

Matahari dan Pertumbuhan Kita

Menyelesaikan Apa yang Dimulai

Pemberian Spesial dari Tuhan

Pengalaman Misi di Vanuatu

Pengorbanan yang Langka

Pergilah... Aku akan menyertai-mu!

Perjanjian Seorang Anak dengan Tuhan-nya

"Setan Asing" menjadi Wanita Kue

Pengakuan Seorang Ateis

Puasa dari Mengkritik

Jalan Raya Kekudusan

John Paton - Pengabar Injil kepada Suku Kanibal

Sadhu Sundar Singh - The Beginning

Sadhu Sundar Singh - The Journey

Semangat Yang Tak Terkalahkan

Sinar Terang di Afrika

Tidak Akan Saya Lupakan

Copyright 2002-2014. Semua materi di situs ini adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries.
E-mail kami untuk mendapatkan izin untuk menggunakan materi di situs ini.
Best viewed with IE6.0 and 1024 x 768 resolution.