| Saran & Komentar | updated on 15 November 2008

Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan

Halaman Utama

| Tempat Pertemuan

 | Tentang Kami

 | Hubungi Kami

 | Dapatkan Buletin Gratis di sini! 

Sumber Damai

Khotbah/PA


Inspirasi

Artikel/Renungan

Kesaksian Hidup


Pelatihan

Discipleship Trainings


Lain-Lain...

Siaran Mandarin Fu Yin Dian Tai

Bible Study (P.A)

Buku-buku Terbitan

Buletin Gratis!

Lagu dan Film

Matahari dan Pertumbuhan Kita

Deborah L

Setelah saya menerima Kristus dan saya begitu ingin membagikan sukacita dan kehidupan berarti mengenal Kristus kepada keluarga saya. Beberapa bulan setelah titik penting dalam kehidupan saya itu, hal yang aneh mulai terjadi pada papa saya. Ia setiap hari bolak balik ke kelenteng empat lima kali karena ia takut jika ada patung-patung berhala yang ia terlewatkan. Secara tiba-tiba dia akan gemetaran ketakutan dan mulai tidak dapat tidur di malam hari. Saat ia ke kelenteng meminta bantuan dari para bhiksu, mereka juga tidak dapat membantunya.

Penyakitnya menjadi semakin parah. Ia akan menghitung jumlah ubin di lantai, menyentuh kancing baju orang yang tidak dikenal di tempat umum dan juga banyak kelakuan yang aneh-aneh. Papa saya akhirnya menerima Kristus dengan harapan bahwa ia akan menemukan ketenangan dan kekuatan untuk mengalahkan penyakitnya. Perjuangannya berjalan sekitar dua hingga tiga tahun. Kami membawanya berkonsultasi ke beberapa doktor; malam demi malam kami berusaha untuk menenangkan papa, kami berdoa, kami menangis, kami bahkan sampai sempat berkelahi karena stress. Keluarga kami menjadi kacau. Saya melakukan banyak hal yang tak terbayangkan oleh saya sebelumnya. Saya melutut di depannya, saya memohon kepadanya bahkan ada kalanya saya agak kasar dengannya.

Tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkan kami selama tiga tahun itu. Saat-saat itulah kami mulai berlutut, memegang tangan dan berdoa bersama sebagai satu keluarga. Itulah saat-saat di mana saya mulai mendapat kekuatan dari firman Allah, mengandalkan Dia sepenuhnya. Itulah saat-saat di mana Allah begitu dekat dengan kami. Itu jugalah saat-saat di mana mama mulai belajar untuk mengandalkan kekuatan Tuhan. Sekalipun capek setelah sepanjang malam merawat dan menemani papa, ia akan meluangkan setiap waktu luangnya untuk membaca firman Tuhan dan berdoa setiap kali ia punya kesempatan untuk duduk di kursi dan beristirahat.

Secara pelahan-lahan mental papa mulai stabil. Tetapi apa yang Tuhan pedulikan adalah hati kami. Ya iman telah menyembuhkan papa, tetapi di dalam hatinya masih ada keragu-raguan. Kami dapat melihat bahwa ia tidak memiliki sukacita dan ia masih takut akan si jahat.

Tetapi di Natal tahun yang lalu, firman Tuhan yang dikhotbahkan dari mimbar menjamah hati papa. Lewat pemberitaan firman itu, secara ajaib papa mengalami sukacita yang luar biasa. Sejak itu ia tidak henti-henti memberitahu orang tentang kebaikan Allah. Sekarang ia tanpa keraguan sedikit pun dan dengan penuh keberanian dapat membagikan bahwa ia telah mengalami kebaikan Allah. Dan ia juga dengan penuh yakin berkata bahwa ia mau memberikan segalanya kepada Tuhan dan ia tidak lagi takut pada si Jahat. Dalam waktu sekejap, rohnya terbang tinggi bagaikan rajawali.

Saya bersyukur kepada Tuhan karena tidak meninggalkan saya selama pencobaan sekitar 3 tahun itu. Penghiburan-Nya senantiasa tersedia apakah lewat firman-Nya atau pun lewat saudara-saudara seiman di dalam Kristus. Karena iman saya yang mungil, seringkali saya tergoda untuk menyerah. Tetapi Allah tidak akan pernah mengizinkan kita untuk diuji melampaui apa yang dapat kita tanggung.

"Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggal sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa. Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami" - 2 Kor. 4.8-10

(Originally translated and uploaded by Cahaya Pengharapan Ministries)

-as

[Download]


Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.

Standard
Besar
Terbesar

Kesaksian Hidup:

Hati Seorang Misionaris

Berikan Apa yang Ada

Hidup ini Bukan Milik-ku

Penulis Buku "Basic Instinct" Menulis Tentang Iman

Hapus Air Matamu & Bangkitlah...

Waktu untuk Mendengar

86 Tahun Aku Mengikut-Nya

"Aku dulunya hilang, tetapi sekarang ditemukan" ... Kasih karunia yang ajaib!

Aku Hanya seorang Manusia yang Lemah

Ambil dan Bacalah

Anak Kecil Pemain Drum

Apa Pilihanmu - Surga atau Neraka?

Apakah Allah Nyata?

Arti Penderitaan: Pengalaman Melalui Lembah Bayang-Bayang Kematian Yang Mendatangkan Sukacita

Beritahukan Kepada Dunia untuk Saya

Biarlah Terang itu Datang

Dapatkah Kita Mengubah Diri Kita Sendiri?

Di Saat Semuanya Menjadi Tidak Berarti

Diculik Di Manila!

Ditawan oleh Pengharapan

Doa Menyelamatkan Dua Pilot

Gadis Korban Bom Napalm Menemukan Pengampunan

Hidup Dalam Penyerahan

Hidup yang Bergema

Hukum Emas di dalam Dunia Bisnis

Iman dan Kekhawatiran

Kristen 'Daun' atau Kristen 'Akar'

Kepercayaan-ku pada Yesus

Kuasa Kasih

Matahari dan Pertumbuhan Kita

Menyelesaikan Apa yang Dimulai

Pemberian Spesial dari Tuhan

Pengalaman Misi di Vanuatu

Pengorbanan yang Langka

Pergilah... Aku akan menyertai-mu!

Perjanjian Seorang Anak dengan Tuhan-nya

"Setan Asing" menjadi Wanita Kue

Pengakuan Seorang Ateis

Puasa dari Mengkritik

Jalan Raya Kekudusan

John Paton - Pengabar Injil kepada Suku Kanibal

Sadhu Sundar Singh - The Beginning

Sadhu Sundar Singh - The Journey

Semangat Yang Tak Terkalahkan

Sinar Terang di Afrika

Tidak Akan Saya Lupakan

Yesus atau Mama?

Copyright 2003-2007. Semua materi di situs ini adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries.
E-mail kami untuk mendapatkan izin untuk menggunakan materi di situs ini.
Best viewed with IE6.0 and 1024 by 768 resolution.