| Saran & Komentar | updated on 04 February 2012

Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan

Halaman Utama

  |  Tentang Kami

  |  Hubungi Kami

  |  Izin Pemakaian Materi 

  |  Dapatkan Buletin Gratis di sini! 

Sumber Damai

Khotbah/PA


Inspirasi

Artikel/Renungan

Kesaksian Hidup


Pelatihan

Discipleship Trainings


Lain-Lain...

Buku-buku Terbitan 

Lagu dan Film 

Bible Study (P.A)

Siaran Mandarin

Buletin Gratis!

Follow Us


BUKU BARU


BACA ONLINE

Kepercayaan-ku pada Yesus

oleh Ann Rice

Saya percaya pada Dia. Sangat sederhana dan sangat rumit. Saya percaya pada Yesus Kristus yang datang ke dunia, dilahirkan sebagai seorang bayi kecil dan hidup lebih dari tiga puluh tahun di tengah-tengah kita.

Kepercayaan saya total. Saya tahu bahwa saya tidak boleh menyakinkan sesiapapun secara logika, sebagaimana seorang ateis tidak dapat menyakinkan saya lewat penalaran bahwa tidak ada Allah.

Studi sejarah yang panjang dan riset biblika telah memimpin saya kepada kepercayaan saya, dan saat iman kembali kepada saya, iman itu kembali secara total. Iman telah mengubah keberadaan saya secara sepenuhnya; ia telah mengubah arah perjalanan saya melewati dunia ini.

Dalam waktu beberapa tahun setelah saya kembali kepada Kristus, saya mendedikasikan karya saya kepada Dia, dan hanya Dia. Studi saya akan Kitab Suci semakin mendalam; studi tentang kesarjanaan Perjanjian Baru menjadi suatu komitmen setiap hari. Doa saya dan meditasi saya dipusatkan pada Kristus.

Dan tulisan saya bagi Dia menjadi suatu pekerjaan yang jauh lebih penting dari profesi saya sebagai penulis sebelum ini.

Mengapa iman kembali kepada saya? Saya tidak tahu apa jawabannya. Tetapi apa yang saya mau bicarakan sekarang adalah tentang percaya.

Iman bagi saya secara intim berkaitan dengan kasih bagi Tuhan dan percaya pada Dia dan percaya pada Dia sifatnya sama transformatif seperti kasih itu sendiri.

Saat ini, ketika saya menulis ini, negara kita sepertinya berada di dalam semacam disorientasi religius. Buku-buku anti-Tuhan mendominasi daftar buku terlaris; orang-orang coba mendiskusikan Anak Manusia dengan penanganan historis yang dangkal tentang apa yang kita tahu dan tidak tahu tentang Yesus Kristus yang hidup di abad pertama di Yudea. Calon-calon pejabat harus mendeklarasikan iman mereka di televisi. Orang Kristen bertengkar satu dengan yang lain tentang pesan Kristus.

Sebelum pengabdian saya kepada Kristus, saya telah mengakrabi argumen-argumen yang menentang Kristus. Pada akhirnya, saya tidak menemukan sang skeptis terlalu menyakinkan, dan di waktu yang bersamaan, Injil-injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes begitu mengagumkan saya.

Dan di atas segalanya, saat saya mulai berbicara lagi kepada Yesus Kristus, saya berbicara dengan kepercayaan.

Suatu siang di 1998 saat iman saya kembali, saya mengalami suatu perasaan tentang ketidak-terbatasan kuasa dan keagungan Tuhan yang menyakinkan saya bahwa Ia mengetahui semua jawaban kepada persoalan teologis dan sosialogis yang telah bertahun-tahun menyiksa saya. Dalam sekilas yang kekal, saya melihat bahwa Tuhan yang dapat membuat Helix Ganda dan serpihan salju, Tuhan yang dapat membentuk lubang hitam di ruang angkasa, dan bunga bakung di lapangan, dapat melakukan apa saja dan Dia pasti tahu segala sesuatu - bahkan tentang mengapa orang baik menderita, mengapa pembunuhan massal dan peperangan mewabah di planet kita, dan mengapa orang Kristen telah kehilangan begitu banyak kewibawaan sebagai orang yang tahu mengasihi, apakah di Amerika atau di tempat-tempat lain.

Saya merasakan suatu kepercayaan pada Tuhan yang Maha Tahu; tiba-tiba saya merasakan dibebaskan dari semua keraguan saya. Sesungguhnya, pertanyaan-pertanyaan saya menjadi begitu sepele di saat berhadapan dengan kebesaran-Nya. Saya merasakan suatu jaminan yang mendalam dan yang tak tergoncangkan bahwa Allah mengetahui dan memahami setiap satu momen dari setiap kehidupan yang pernah atau yang akan ada di bumi ini.

Saya melihat alam semesta ini sebagai permaidani yang besar dan ruwet, dan Pencipta permaidani itu dapat melihat segala pengalaman kita yang terjalin dalam rajutan permaidani itu dalam cara yang tidak mungkin dapat kita pahami saat di bumi ini.

Namun itu bukan momen yang membahagiakan bagi saya. Bukan momen yang mudah. Itu adalah suatu pengakuan bahwa saya mengasihi dan mempercayai Tuhan, dan bahwa ateisme saya yang lama adalah suatu penampilan yang palsu.

Saya tahu akan sangat sulit untuk kembali kepada sang Pencipta, untuk menyerahkan hidup saya kepada Dia, dan menjadi anggota suatu agama besar yang penuh perkelahian, yang telah pecah menjadi begitu banyak denominasi dan fraksi dan aliran di dunia ini. Tapi saya tahu bahwa Tuhan akan membantu saya dalam perjalanan saya kembali kepada Dia. Saya percaya bahwa Dia akan membantu saya. Dan kepercayaan saya itulah yang menopang iman saya sampai ke hari ini.

Beberapa hari setelah saya kembali kepada Kristus, saya juga menjadi sadar akan sesuatu yang sangat penting: bahwa godaan pertama yang kita hadapi sebagai orang Kristen yang bertobat adalah mengkritik cara orang Kristen  yang lain mendekati Yesus Kristus. Saya melihat bahwa saya harus menolak godaan itu, bahwa saya harus mencari di dalam iman saya dan di dalam kasih saya pada Allah suatu kepastian bahwa Ia mengetahui semua tentang perpecahan dan perselisihan, dan bahwa Ia tahu siapa yang benar dan siapa yang salah, dan Ia akan tahu bagaimana dan kapan untuk mendekati setiap jiwa.

Mengapa saya berbicara begitu banyak tentang percaya pada Dia? Saya pikir mungkin karena hal ini sangat kurang di kalangan banyak orang Kristen, dan dalam berkata ini saya membuka diri untuk jatuh ke dalam godaan yang baru saya gambarkan tadi. Tetapi biarlah saya membicarakan bukan dengan nada kritis tetapi lebih sebagai suatu penghimbauan. Percayalah pada Dia. Jika Anda percaya pada Dia, percayakanlah diri Anda kepada Dia. Percayalah pada apa yang Ia katakan di dalam Injil-injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes, dan percayalah apa yang Ia katakan tentang penaklukan akan kejahatan; percayalah bahwa Ia telah menang.

Jangan pernah tunduk kepada rasa takut bahwa kejahatan sedang menang di dunia ini, tidak kira betapa parah situasinya. Janganlah pernah tunduk kepada rasa takut bahwa Tuhan tidak melihat pergumulan kita, bahwa Ia tidak menyertai setiap jiwa.

Saya berulang kali kembali kepada Khotbah di Bukit. Saya kembali kepada perintah sederhana: "Kasihilah musuhmu." Dan setiap hari membawa saya lebih dekat kepada pemahaman bahwa terkandung di dalam pesan ini adalah cetak biru untuk membawa Kerajaan Allah ke bumi. Khotbah di Bukit adalah cetak biru yang lengkap. Dan bukanlah tidak mungkin untuk mengasihi musuh-musuh kita dan sesama, tetapi besar kemungkinan itu merupakan hal yang paling paling sulit yang pernah diminta dari kita.

Tetapi kita tidak boleh meragukan kemungkinannya. Kita harus berulang kali kembali kepada Yesus Kristus, setelah setiap kegagalan kita, untuk mencari di dalam Dia solusi kreatif kepada permasalahan yang kita hadapi. Kita harus mempertahankan komitmen kita kepada Dia, dan pada dunia di mana manusia dapat meletakkan persenjataan mereka, dan merangkul sesama, bergandengan tangan dan menciptakan damai dunia.

Jika ini bukan tak terbayangkan, maka hal ini memungkinkan. Dan mungkin kita sedang bergerak ke arah momen itu. Jika kita dapat membayangkannya dan mendedikasikan diri kita kepadanya, maka damai di dunia ini, damai pada Kristus, dapat datang.

Anne Rice adalah penulis 27 buku terlaris termasuk buku yang mendasari film "Interview with Vampire" yang dibintangi oleh Tom Cruise. Penulis buku-buku terlaris mengenai vampire, Ann Rice kembali kepada Tuhan tiga tahun yang lalu setelah 30 tahun meninggalkan imannya. Baca kutipan dari buku terbarunya, "Christ the Lord: The Road to Cana."

(Dikutip dari The Washington Post, tanggal March 21, 2008. Diterjemah dan diedit seperlunya oleh Cahaya Pengharapan Ministries)

[Download]


Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.

Standard
Besar
Terbesar

Kesaksian Hidup:

Hidup tanpa keterbatasan

Perjuangan saya untuk hidup

Pertolongan dari Allah yang setia

Jane Fonda - Perjalanan spiritual saya

Kisah pertobatan seorang Master Feng shui

Kekudusan adalah Kebahagiaan

Nilai suatu jiwa

Yesus atau Mama?

Yuri, ampunilah dia...

Penginjil dari George Street

Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah!

Hidup adalah tentang orang lain

Tidak ada yang terlalu berat!

Tuhan bisa memakai siapa saja

Mansur Sang

Pertama kali aku mendengar tentang Allah

Hakim pun meneteskan air mata

Selamatkanlah yang lain!

Dunia akan menjadi lebih baik jika...

Mereka Akan ingat

Reuni di malam Natal

Allah mau memakai Anda

Kakek dan kaca matanya

Hidup adalah Kristus

Saya seorang Kristen

Janganlah kamu kuatir akan hari besok

Bebas Dari Belenggu Rasa Takut Akan Maut

Memberitakan Yesus kepada perampok

Karunia kita

Peristiwa 9/11 mengubah hidup saya selamanya

Ibaragi Kun

Ibu adalah wanita yang sangat cantik

Nenek Brand: Semangatnya masih hidup

Begitulah Caranya Menjadi Tua

Janganlah Ayah Menjadi Seorang Pengkhianat

Keluarlah dari Zona Nyaman Anda

Rasa Takut Berubah Menjadi Rasa Tenang Ilahi

Tuhan akan Berkerja kalau Kita Setia

Billy Graham: Usia Tua Bukan Untuk Para Penakut

Kertas Dinding yang paling Mahal

Jual rumah untuk memberi kepada orang miskin!

"Siapapun yang mengaku dirinya Kristen patut mati!"

Kesaksian Natal

Yesus, Tuhan dan Juru Selamat saya

Ada Sayap-Sayap Malaikat yang Tersembunyi di dalam Kotak Itu

Kematian yang Memberi Hidup

Kesempatan Kedua bagi Gadis-Gadis Nakal

Kutuk Berubah Menjadi Berkat

Apakah Anda Mangsa yang Mudah bagi Musuh?

Siapa Bilang Allah itu Tidak Nyata?

Mangkuk Kayu

Apakah ada Bedanya Jika Kita Berdoa atau Tidak?

Apakah Saya Menjadi Teladan bagi Anak Saya?

Mimpi Berbicara

Kesaksian Saya - John Sung

Apakah Anda Telah dilahirkan Kembali?

Menjalani Kehidupan Ganda

Dia adalah Pahlawan-ku

Nikolai Khamara dari Rusia

Dua Wanita Membagi Persahabatan dan Ginjal

Missionaris Memaafkan

Doa Abjad

Campur Tangan Ilahi, Menolong Seorang Ayah Menemukan Anaknya

Apakah Anda Alkitab yang dibaca orang lain?

Apa Nilai Firman Bagi Anda?

Ignasius dari Roma

Aku Tidak Akan Melepaskannya

Minumlah Anggur itu

Tidak Ada yang Kebetulan

Diselamatkan Oleh Telpon Selular

Kekuatan dari Doa

Rasa Bersyukur

Kasih Seorang Anak Kecil

Kekuatan di Saat Kita Berserah

Kebangkitan Rohani dan Doa

Hati Seorang Misionaris

Berikan Apa yang Ada

Hidup ini Bukan Milik-ku

Penulis Buku "Basic Instinct" Menulis Tentang Iman

Hapus Air Matamu & Bangkitlah...

Waktu untuk Mendengar

86 Tahun Aku Mengikut-Nya

"Aku dulunya hilang, tetapi sekarang ditemukan" ... Kasih karunia yang ajaib!

Aku Hanya seorang Manusia yang Lemah

Ambil dan Bacalah

Anak Kecil Pemain Drum

Apa Pilihanmu - Surga atau Neraka?

Apakah Allah Nyata?

Arti Penderitaan: Pengalaman Melalui Lembah Bayang-Bayang Kematian Yang Mendatangkan Sukacita

Beritahukan Kepada Dunia untuk Saya

Biarlah Terang itu Datang

Dapatkah Kita Mengubah Diri Kita Sendiri?

Di Saat Semuanya Menjadi Tidak Berarti

Diculik Di Manila!

Ditawan oleh Pengharapan

Doa Menyelamatkan Dua Pilot

Gadis Korban Bom Napalm Menemukan Pengampunan

Hidup Dalam Penyerahan

Hidup yang Bergema

Hukum Emas di dalam Dunia Bisnis

Iman dan Kekhawatiran

Kristen 'Daun' atau Kristen 'Akar'

Kepercayaan-ku pada Yesus

Kuasa Kasih

Matahari dan Pertumbuhan Kita

Menyelesaikan Apa yang Dimulai

Pemberian Spesial dari Tuhan

Pengalaman Misi di Vanuatu

Pengorbanan yang Langka

Pergilah... Aku akan menyertai-mu!

Perjanjian Seorang Anak dengan Tuhan-nya

"Setan Asing" menjadi Wanita Kue

Pengakuan Seorang Ateis

Puasa dari Mengkritik

Jalan Raya Kekudusan

John Paton - Pengabar Injil kepada Suku Kanibal

Sadhu Sundar Singh - The Beginning

Sadhu Sundar Singh - The Journey

Semangat Yang Tak Terkalahkan

Sinar Terang di Afrika

Tidak Akan Saya Lupakan

Copyright 2003-2012. Semua materi di situs ini adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries.
E-mail kami untuk mendapatkan izin untuk menggunakan materi di situs ini.
Best viewed with IE6.0 and 1024 by 768 resolution.