|
| Saran & Komentar | updated on 30 April 2012 |
|||||||
|
CahayaPengharapanMinistries Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan |
|||||||
|
|
|||||||
|
Kekudusan adalah Kebahagiaan Leon Alderman
Orang Jerman punya pepatah: "Orang Jerman mau anaknya punya keahlian. Orang Jepang mau anaknya punya pendidikan. Orang Amerika mau anaknya bahagia." Pepatah ini mengungkapkan apa yang penting di dalam budaya kita. Sebagai orang Kristen, apakah yang Allah inginkan bagi kita? Saya pikir Allah seperti orang tua yang lain, menginginkan anak-anaknya bahagia. Bertahun-tahun yang lalu, sekitar tahun 1982, saya pulang berlibur ke rumah orang tua saya. Di suatu hari yang panas di bulan Juli, ayah saya meminta saya membantunya mengganti tempat mencuci piring untuk ibu saya. Ayah saya adalah seorang pensiunan angkatan laut; tipe orang yang keras dan tidak mendengarkan pendapat orang lain. Saya setuju untuk membantunya dan kami pun memulai pekerjaan kami. Setelah mematikan saluran air ke dalam rumah, kami membongkar semua pipa dan akhirnya menurunkan tempat mencuri piring yang lama. Pekerjaan yang cukup melelahkan di hari yang panas. Saat kami menaikkan tempat mencuci piring yang baru dan mulai menyambung pipanya, saya berkata pada ayah saya, "Mari kita buka kembali keran utama untuk memastikan sambungan pertama ini tidak bocor." Ayah saya mengabaikan saran saya dan berkata, "Tidak perlu". Jadi kami memasangnya semua sambungan pipanya yang mengambil waktu sekitar selama dua jam. Setelah semuanya tersambung, kami membuka keran air dan apa yang terjadi? Kebocoran di sambungan pipa yang pertama! Semua yang sudah kami pasang selama dua jam itu harus dibongkar dan kami harus memulai dari awal lagi! Bukan saja saya 'panas' di luar tapi saya 'panas' di dalam. Seharusnya ayah saya mendengarkan saran saya tadi! Mengikuti perasaan hati saya, saya mau segera meninggalkan dapur yang sumpek itu dan pergi berenang di pantai. Biar dia yang selesaikan semuanya karena dia merasakan dirinya begitu pintar! Tiba-tiba saya mendengar suatu suara kecil berkata pada saya, "Hormatilah ayah dan ibumu (Kel. 20.12) "Allah - saya sudah berusaha, tapi Engkau lihat apa yang terjadi tadi." Tapi suara kecil itu mengulangi pesan yang sama. Dengan sangat enggan, saya menaati perintah yang dari Kitab Suci itu. Setelah sekitar empat jam, kami menyelesaikan pekerjaan itu. Ibu saya mempunyai tempat mencuci piring yang baru. Saya lalu ke ruang tamu dan berbaring di atas sofa. Saya merasa lelah bukan karena pekerjaan fisik tapi lebih karena pergumulan di dalam hati saya. Di saat saya berbaring di situ, entah mengapa saya mengalami suatu sukacita dan kebahagiaan yang mendalam. Rasanya, setiap anggota tubuh saya dipenuhi sukacita yang luar biasa. Saya tidak pernah merasakan penghiburan dan sukacita yang sedemikian besar! Mengapa saya begitu bahagia? Saya baru saya menjalani empat jam yang penuh sengsara! Ayat dari Amsal 29.18 terlintas di benak saya. Berbahagialah orang yang berpegang pada hukum. Kesimpulannya bersifat subyektif, tapi saya merasakan Allah sedang berbisik pada saya: "Leon, adalah merupakan tanggungjawanmu untuk menaati Aku. Adalah tanggungjawab Aku untuk membahagiakan kamu." Kebahagiaan datang dari ketaatan! Dengan kata lain, kekudusan membawa pada kebahagiaan. Kita bisa saja 'senang' setelah bertindak egois namun saat kita menyangkal diri dan bertindak sesuai keinginan Tuhan, "kebahagiaan" yang diberikan Tuhan itu sangatlah indah dan menakjubkan! -as |
Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.
Kesaksian Hidup: - Jeremy Lin: "Iman dalam Tuhan yang memulai semuanya." - Pertolongan dari Allah yang setia - Jane Fonda - Perjalanan spiritual saya - Kisah pertobatan seorang Master Feng shui - Kekudusan adalah Kebahagiaan - Penginjil dari George Street - Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah! - Hidup adalah tentang orang lain - Tidak ada yang terlalu berat! - Tuhan bisa memakai siapa saja - Pertama kali aku mendengar tentang Allah - Hakim pun meneteskan air mata - Dunia akan menjadi lebih baik jika... - Janganlah kamu kuatir akan hari besok - Bebas Dari Belenggu Rasa Takut Akan Maut - Memberitakan Yesus kepada perampok - Peristiwa 9/11 mengubah hidup saya selamanya - Ibu adalah wanita yang sangat cantik - Nenek Brand: Semangatnya masih hidup - Begitulah Caranya Menjadi Tua - Janganlah Ayah Menjadi Seorang Pengkhianat - Keluarlah dari Zona Nyaman Anda - Rasa Takut Berubah Menjadi Rasa Tenang Ilahi - Tuhan akan Berkerja kalau Kita Setia - Billy Graham: Usia Tua Bukan Untuk Para Penakut - Kertas Dinding yang paling Mahal - Jual rumah untuk memberi kepada orang miskin! - "Siapapun yang mengaku dirinya Kristen patut mati!" - Yesus, Tuhan dan Juru Selamat saya - Ada Sayap-Sayap Malaikat yang Tersembunyi di dalam Kotak Itu - Kesempatan Kedua bagi Gadis-Gadis Nakal - Kutuk Berubah Menjadi Berkat - Apakah Anda Mangsa yang Mudah bagi Musuh? - Siapa Bilang Allah itu Tidak Nyata? - Apakah ada Bedanya Jika Kita Berdoa atau Tidak? - Apakah Saya Menjadi Teladan bagi Anak Saya? - Apakah Anda Telah dilahirkan Kembali? - Dua Wanita Membagi Persahabatan dan Ginjal - Campur Tangan Ilahi, Menolong Seorang Ayah Menemukan Anaknya - Apakah Anda Alkitab yang dibaca orang lain? - Aku Tidak Akan Melepaskannya - Diselamatkan Oleh Telpon Selular - Kekuatan di Saat Kita Berserah - Penulis Buku "Basic Instinct" Menulis Tentang Iman - Hapus Air Matamu & Bangkitlah... - "Aku dulunya hilang, tetapi sekarang ditemukan" ... Kasih karunia yang ajaib! - Aku Hanya seorang Manusia yang Lemah - Apa Pilihanmu - Surga atau Neraka? - Arti Penderitaan: Pengalaman Melalui Lembah Bayang-Bayang Kematian Yang Mendatangkan Sukacita - Beritahukan Kepada Dunia untuk Saya - Dapatkah Kita Mengubah Diri Kita Sendiri? - Di Saat Semuanya Menjadi Tidak Berarti - Gadis Korban Bom Napalm Menemukan Pengampunan - Hukum Emas di dalam Dunia Bisnis - Kristen 'Daun' atau Kristen 'Akar' - Matahari dan Pertumbuhan Kita - Menyelesaikan Apa yang Dimulai - Pemberian Spesial dari Tuhan - Pergilah... Aku akan menyertai-mu! - Perjanjian Seorang Anak dengan Tuhan-nya - "Setan Asing" menjadi Wanita Kue - John Paton - Pengabar Injil kepada Suku Kanibal - Sadhu Sundar Singh - The Beginning - Sadhu Sundar Singh - The Journey |
|||||
|
Copyright 2003-2012. Semua materi di situs ini
adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries. |
|||||||