|
| Saran & Komentar | updated on 01 March 2010 |
|||||||
|
CahayaPengharapanMinistries Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan |
|||||||
|
|
|||||||
|
Kekuatan di Saat Kita Berserah Mary Cook Pada hari dimana tunangan saya meninggal dunia, hari itu mulai turun salju, seperti hari-hari biasa pada bulan November sebelum dia jatuh dari atap. Tubuhnya, ketika saya menemukannya, sudah sedikit tertutup salju. Salju turun hampir setiap hari selama empat bulan setelah itu. Selama itu saya hanya duduk di sofa dan melihat salju menumpuk. Suatu pagi, saya dengan hati yang berat turun ke lantai bawah dan terkejut melihat ada yang sedang membersihkan jalanan di muka rumah saya. Saya melihat seorang wanita yang mencangkul salju di depan pintu rumah. Saya menunduk dan merangkak melewati ruang tamu, dan kembali ke lantai atas karena saya tidak mau orang-orang yang baik hati itu melihat saya. Saya malu. Pikiran yang muncul di benak saya adalah bagaimana saya akan dapat membayar mereka? Saya tidak memiliki kekuatan untuk menyisir rambut saya apalagi untuk membersihkan salju di halaman orang lain. Sebelum Jon meninggal, saya bangga karena saya jarang sekali meminta pertolongan. Saya mendefiniskan diri saya sebagai seorang yang kompeten dan mandiri. Jadi siapakah saya apabila saya bukan orang yang cekatan dan sibuk? Bagaimana saya dapat menghormati saya sendiri apabila yang saya lakukan hanyalah duduk di sofa setiap hari sambil menonton salju turun? Belajar untuk menerima kasih dan dukungan bukanlah hal yang mudah. Teman-teman memasak untuk saya dan saya menangis karena saya bahkan tidak dapat membantu menyiapkan meja. "Saya selalunya tidak semalas ini," hati saya seolah-olah berteriak. Akhirnya, teman saya Kathy meminta saya duduk dan ia berkata kepada saya, "Mary, memasak untuk kamu bukanlah satu beban. Saya mengasihi-mu dan saya mau melakukannya. Saya merasa senang dapat berbuat sesuatu untuk kamu." Berulang-ulang kali, saya mendengar kata-kata itu dari orang-orang yang mendukung saya pada masa-masa kelam tersebut. Seorang pria yang sangat bijak berkata kepada saya, "Kamu bukannya tidak melakukan apa-apa. Dengan terbuka penuh atas penderitaanmu mungkin adalah pekerjaan yang tersulit yang pernah kamu lakukan.'" Saya sekarang bukanlah seorang saya yang dulu, tetapi di dalam banyak hal saya berubah menjadi lebih baik. Kain di dalam kehidupan saya telah terajut dengan rasa syukur dan kerendahan hati. Saya terkejut dengan mengetahui bahwa ada suatu kebebasan yang datang dengan menghadapi rasa ketakutan yang paling dalam dan berjalan dengan utuh. Saya percaya adanya kekuatan pada saat kita berserah. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita di saat-saat kita merasa paling terpuruk. Ia menghantar malaikat-malaikatnya dalam bentuk teman-teman dan orang-orang di sekitar kita untuk membantu kita dengan cara yang praktis dan penuh kasih. (Mary Cook sekarang tinggal di sebuah komunitas yang terdiri dari 450 di Gustavus, Alaska. Dia menjaga satu-satunya kedai kopi di kota itu dan melayani sebagai sukarelawan di rumah sakit.) |
Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.
Kesaksian Hidup: - Billy Graham: Usia Tua Bukan Untuk Para Penakut - Kertas Dinding yang paling Mahal - Jual rumah untuk memberi kepada orang miskin! - "Siapapun yang mengaku dirinya Kristen patut mati!" - Yesus, Tuhan dan Juru Selamat saya - Ada Sayap-Sayap Malaikat yang Tersembunyi di dalam Kotak Itu - Kesempatan Kedua bagi Gadis-Gadis Nakal - Kutuk Berubah Menjadi Berkat - Apakah Anda Mangsa yang Mudah bagi Musuh? - Siapa Bilang Allah itu Tidak Nyata? - Apakah ada Bedanya Jika Kita Berdoa atau Tidak? - Apakah Saya Menjadi Teladan bagi Anak Saya? - Apakah Anda Telah dilahirkan Kembali? - Dua Wanita Membagi Persahabatan dan Ginjal - Campur Tangan Ilahi, Menolong Seorang Ayah Menemukan Anaknya - Apakah Anda Alkitab yang dibaca orang lain? - Aku Tidak Akan Melepaskannya - Diselamatkan Oleh Telpon Selular - Kekuatan di Saat Kita Berserah - Penulis Buku "Basic Instinct" Menulis Tentang Iman - Hapus Air Matamu & Bangkitlah... - "Aku dulunya hilang, tetapi sekarang ditemukan" ... Kasih karunia yang ajaib! - Aku Hanya seorang Manusia yang Lemah - Apa Pilihanmu - Surga atau Neraka? - Arti Penderitaan: Pengalaman Melalui Lembah Bayang-Bayang Kematian Yang Mendatangkan Sukacita - Beritahukan Kepada Dunia untuk Saya - Dapatkah Kita Mengubah Diri Kita Sendiri? - Di Saat Semuanya Menjadi Tidak Berarti - Gadis Korban Bom Napalm Menemukan Pengampunan - Hukum Emas di dalam Dunia Bisnis - Kristen 'Daun' atau Kristen 'Akar' - Matahari dan Pertumbuhan Kita - Menyelesaikan Apa yang Dimulai - Pemberian Spesial dari Tuhan - Pergilah... Aku akan menyertai-mu! - Perjanjian Seorang Anak dengan Tuhan-nya - "Setan Asing" menjadi Wanita Kue - John Paton - Pengabar Injil kepada Suku Kanibal - Sadhu Sundar Singh - The Beginning - Sadhu Sundar Singh - The Journey |
|||||
|
Copyright 2003-2007. Semua materi di situs ini
adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries. |
|||||||