|
| Saran & Komentar | updated on 30 April 2012 |
|||||||
|
CahayaPengharapanMinistries Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan |
|||||||
|
|
|||||||
|
Karunia kita Cheryl McGuiness
Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia - Filipi 1.29 "Aku ingin menceritakan tentang karunia yang luar biasa," kata seorang ayah dari China kepada anak perempuannya yang cantik dan berambut hitam itu. Anak itu tersenyum penuh rasa ingin tahu. Dia senang sekali ketika ayahnya mengajarnya tentang Allah. Pria ini mengasihi Kristus, dan semua orang yang mengenalnya tersentuh oleh kebaikan dan belas kasihnya. Dia membuka Alkitabnya yang sudah tua dan memulai ceritanya. "Karunia ini terdapat di Filipi 1.29. Dikatakan, 'Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia.' Terdapat dua karunia di sini. Yang pertama, karunia untuk percaya dan yang kedua, karunia untuk menderita. Penderitaan karena iman kita kepada Allah adalah karunia yang sangat berharga." Anak perempuannya tersenyum, "Terima kasih Papa," dia berkata saat dia mengulurkan tangan untuk memeluknya."Saya mengerti." Anak perempuan ini tumbuh besar dan menjadi istri seorang hamba Tuhan bernama Li Dexian. Pendeta Li ditangkap oleh polisi lebih dari sepuluh kali dan hampir mati karena dianiaya demi imannya. Wanita ini meneruskan pekerjaan ini bersama suaminya dengan penuh sukacita. Dia tidak dilemahkan sama sekali oleh penderitaan yang harus dilewatinya demi Injil karena sejak kecil sudah diajar oleh ayahnya ayat yang ada di Filipi 1.29, bahwa menderita demi Allah adalah suatu karunia. Pendeta Li dan istrinya terus memenangkan tak terhitung banyaknya jiwa bagi Kristus di China dan mereka terus dengan penuh semangat berkerja untuk Tuhan sekalipun berada di bawah ancaman ditangkap. Karunia percaya dan penderitaan adalah satu paket. Keduanya tidak dapat dipisahkan dan satu karunia menguatkan karunia yang lain. Kalau kita telah menerima karunia untuk percaya kepada Kristus, kita akan mengikuti Kristus. Mengikuti Kristus berarti mengambil resiko, melakukan hal yang bertentangan dengan hal-hal yang populer, disalah mengerti dan bahkan mengalami penderitaan secara fisik dan emosi. Percaya seringkali membawa pada penderitaan. Saat kita mengalami penderitaan yang sama seperti yang dialami oleh Yesus ketika dia hidup, kita akan dapat mengenal dia dengan lebih dalam dan akan lebih diperkaya lagi secara rohani. Siklusnya akan terus berlangsung karena penderitaan yang kita alami akan terus menguatkan iman kita. Jangan pernah kita berpikir bahwa kita dapat menghindari penderitaan tanpa mengurangi kepercayaan kita pada Kristus. (Dikutip dari Devosi Total, terbitan Suara Martir, Voice of Martyrs) |
Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.
Kesaksian Hidup: - Jeremy Lin: "Iman dalam Tuhan yang memulai semuanya." - Pertolongan dari Allah yang setia - Jane Fonda - Perjalanan spiritual saya - Kisah pertobatan seorang Master Feng shui - Kekudusan adalah Kebahagiaan - Penginjil dari George Street - Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah! - Hidup adalah tentang orang lain - Tidak ada yang terlalu berat! - Tuhan bisa memakai siapa saja - Pertama kali aku mendengar tentang Allah - Hakim pun meneteskan air mata - Dunia akan menjadi lebih baik jika... - Janganlah kamu kuatir akan hari besok - Bebas Dari Belenggu Rasa Takut Akan Maut - Memberitakan Yesus kepada perampok - Peristiwa 9/11 mengubah hidup saya selamanya - Ibu adalah wanita yang sangat cantik - Nenek Brand: Semangatnya masih hidup - Begitulah Caranya Menjadi Tua - Janganlah Ayah Menjadi Seorang Pengkhianat - Keluarlah dari Zona Nyaman Anda - Rasa Takut Berubah Menjadi Rasa Tenang Ilahi - Tuhan akan Berkerja kalau Kita Setia - Billy Graham: Usia Tua Bukan Untuk Para Penakut - Kertas Dinding yang paling Mahal - Jual rumah untuk memberi kepada orang miskin! - "Siapapun yang mengaku dirinya Kristen patut mati!" - Yesus, Tuhan dan Juru Selamat saya - Ada Sayap-Sayap Malaikat yang Tersembunyi di dalam Kotak Itu - Kesempatan Kedua bagi Gadis-Gadis Nakal - Kutuk Berubah Menjadi Berkat - Apakah Anda Mangsa yang Mudah bagi Musuh? - Siapa Bilang Allah itu Tidak Nyata? - Apakah ada Bedanya Jika Kita Berdoa atau Tidak? - Apakah Saya Menjadi Teladan bagi Anak Saya? - Apakah Anda Telah dilahirkan Kembali? - Dua Wanita Membagi Persahabatan dan Ginjal - Campur Tangan Ilahi, Menolong Seorang Ayah Menemukan Anaknya - Apakah Anda Alkitab yang dibaca orang lain? - Aku Tidak Akan Melepaskannya - Diselamatkan Oleh Telpon Selular - Kekuatan di Saat Kita Berserah - Penulis Buku "Basic Instinct" Menulis Tentang Iman - Hapus Air Matamu & Bangkitlah... - "Aku dulunya hilang, tetapi sekarang ditemukan" ... Kasih karunia yang ajaib! - Aku Hanya seorang Manusia yang Lemah - Apa Pilihanmu - Surga atau Neraka? - Arti Penderitaan: Pengalaman Melalui Lembah Bayang-Bayang Kematian Yang Mendatangkan Sukacita - Beritahukan Kepada Dunia untuk Saya - Dapatkah Kita Mengubah Diri Kita Sendiri? - Di Saat Semuanya Menjadi Tidak Berarti - Gadis Korban Bom Napalm Menemukan Pengampunan - Hukum Emas di dalam Dunia Bisnis - Kristen 'Daun' atau Kristen 'Akar' - Matahari dan Pertumbuhan Kita - Menyelesaikan Apa yang Dimulai - Pemberian Spesial dari Tuhan - Pergilah... Aku akan menyertai-mu! - Perjanjian Seorang Anak dengan Tuhan-nya - "Setan Asing" menjadi Wanita Kue - John Paton - Pengabar Injil kepada Suku Kanibal - Sadhu Sundar Singh - The Beginning - Sadhu Sundar Singh - The Journey |
|||||
|
Copyright 2003-2012. Semua materi di situs ini
adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries. |
|||||||