|
| Saran & Komentar | updated on 30 April 2012 |
|||||||
|
CahayaPengharapanMinistries Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan |
|||||||
|
|
|||||||
|
Janganlah kamu kuatir akan hari besok
"Munira, kamu hanya punya waktu lima menit sebelum saya membunuhmu. Mana yang kamu pilih - keluargamu atau Yesus?" Selama berbulan-bulan Munira berusaha merahasiakan imannya, ia sangat mengasihi keluarganya dan tidak ada maksud menyakiti mereka. Namun ketika ayahnya mengatur pernikahan untuk Munira, ia terpaksa mengatakan kepada mereka tentang kasihnya bagi Kristus. Munira sangat depresi dan merasakan bahwa imannya semakin terkikis. Ia menjawab ayahnya, "Aku harus memilih Yesus." Ayahnya sangat marah karena anak perempuannya berpaling dari keluarganya dengan mengingkari latar belakang kepercayaan keluarganya. Ayahnya memukulinya selama dua jam. Tetapi Tuhan campur tangan. Seorang rekan Kristen membawanya ke tempat yang aman selama beberapa waktu. Munira berkata, "Selama masa pengungsianku, Tuhan menyatakan kesetiaan-Nya kepadaku. Setelah beberapa waktu yang dihabiskan dengan berdoa, dan berdiam diri di hadapan Tuhan, aku akhirnya tiba pada kesadaran bahwa sudah tiba waktunya untuk berdamai dengan keluargaku yang terkasih." Saat ia kembali ke rumah, setiap orang bahagia kecuali ayahnya. Kalimat pertamanya, "Ayah benci kamu! Keluar! Anakku telah mati tiga bulan yang lalu!" Karena hancur hati, Munira menangis di kaki ayahnya dan berkata, "Tuhanku berkata kepadaku untuk kembali kepada Ayah. Aku tidak akan meninggalkan Ayah sekalipun Ayah memukuli dan membunuhku." Ayahnya luluh hatinya dan memeluk Munira. Dan Ayahnya mulai membuka hati kepada iman baru Munira dan akhirnya bahkan menyetujuinya untuk masuk Sekolah Alkitab. Seringkali kita ingin dengan segera mengetahui pengakhiran dari segala sesuatu. Sayangnya kehidupan itu bukanlah seperti sebuah buku di mana kita bisa melangkahi bab-bab awal dan langsung ke bagian akhir dari buku itu. Kita tidak dapat membaca cepat kisah hidup kita. Seperti Munira, kita harus melewatinya bab demi bab, satu hari dalam satu waktu. Dan jika kita tetap taat sekalipun keadaan terlihat begitu mustahil, namun jika kita bertahan, seperti Munira, kita tidak akan kecewa melihat hasilnya. Apakah kita gelisah melihat hasil ketaatan kita pada saat ini? Apakah kita tidak sabar ingin mengetahui apa yang Tuhan rencanakan beikutnya untuk kita? Hal terbaik yang dapat kita lakukan adalah untuk taat pada hari ini dan menyerahkan hari esok kepada Tuhan. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari - Matius 6.34 |
Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.
Kesaksian Hidup: - Jeremy Lin: "Iman dalam Tuhan yang memulai semuanya." - Pertolongan dari Allah yang setia - Jane Fonda - Perjalanan spiritual saya - Kisah pertobatan seorang Master Feng shui - Kekudusan adalah Kebahagiaan - Penginjil dari George Street - Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah! - Hidup adalah tentang orang lain - Tidak ada yang terlalu berat! - Tuhan bisa memakai siapa saja - Pertama kali aku mendengar tentang Allah - Hakim pun meneteskan air mata - Dunia akan menjadi lebih baik jika... - Janganlah kamu kuatir akan hari besok - Bebas Dari Belenggu Rasa Takut Akan Maut - Memberitakan Yesus kepada perampok - Peristiwa 9/11 mengubah hidup saya selamanya - Ibu adalah wanita yang sangat cantik - Nenek Brand: Semangatnya masih hidup - Begitulah Caranya Menjadi Tua - Janganlah Ayah Menjadi Seorang Pengkhianat - Keluarlah dari Zona Nyaman Anda - Rasa Takut Berubah Menjadi Rasa Tenang Ilahi - Tuhan akan Berkerja kalau Kita Setia - Billy Graham: Usia Tua Bukan Untuk Para Penakut - Kertas Dinding yang paling Mahal - Jual rumah untuk memberi kepada orang miskin! - "Siapapun yang mengaku dirinya Kristen patut mati!" - Yesus, Tuhan dan Juru Selamat saya - Ada Sayap-Sayap Malaikat yang Tersembunyi di dalam Kotak Itu - Kesempatan Kedua bagi Gadis-Gadis Nakal - Kutuk Berubah Menjadi Berkat - Apakah Anda Mangsa yang Mudah bagi Musuh? - Siapa Bilang Allah itu Tidak Nyata? - Apakah ada Bedanya Jika Kita Berdoa atau Tidak? - Apakah Saya Menjadi Teladan bagi Anak Saya? - Apakah Anda Telah dilahirkan Kembali? - Dua Wanita Membagi Persahabatan dan Ginjal - Campur Tangan Ilahi, Menolong Seorang Ayah Menemukan Anaknya - Apakah Anda Alkitab yang dibaca orang lain? - Aku Tidak Akan Melepaskannya - Diselamatkan Oleh Telpon Selular - Kekuatan di Saat Kita Berserah - Penulis Buku "Basic Instinct" Menulis Tentang Iman - Hapus Air Matamu & Bangkitlah... - "Aku dulunya hilang, tetapi sekarang ditemukan" ... Kasih karunia yang ajaib! - Aku Hanya seorang Manusia yang Lemah - Apa Pilihanmu - Surga atau Neraka? - Arti Penderitaan: Pengalaman Melalui Lembah Bayang-Bayang Kematian Yang Mendatangkan Sukacita - Beritahukan Kepada Dunia untuk Saya - Dapatkah Kita Mengubah Diri Kita Sendiri? - Di Saat Semuanya Menjadi Tidak Berarti - Gadis Korban Bom Napalm Menemukan Pengampunan - Hukum Emas di dalam Dunia Bisnis - Kristen 'Daun' atau Kristen 'Akar' - Matahari dan Pertumbuhan Kita - Menyelesaikan Apa yang Dimulai - Pemberian Spesial dari Tuhan - Pergilah... Aku akan menyertai-mu! - Perjanjian Seorang Anak dengan Tuhan-nya - "Setan Asing" menjadi Wanita Kue - John Paton - Pengabar Injil kepada Suku Kanibal - Sadhu Sundar Singh - The Beginning - Sadhu Sundar Singh - The Journey |
|||||
|
Copyright 2003-2012. Semua materi di situs ini
adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries. |
|||||||