|
| Saran & Komentar | updated on 06 September 2010 |
|||||||
|
CahayaPengharapanMinistries Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan |
|||||||
|
|
|||||||
|
Janganlah Ayah Menjadi Seorang Pengkhianat
Pendeta Florescu tidak tahan melihat anak laki-lakinya dipukuli oleh petugas Komunis. Dia sendiri telah mengalaminya, dan dia tidak dapat tidur selama dua minggu karena takut diserang oleh tikus-tikus yang kelaparan yang sengaja dimasukkan ke dalam sel oleh orang-orang Komunis itu. Kepolisian Rumania menghendaki Florescu untuk menyerahkan para anggota gereja bawah tanahnya supaya mereka juga dapat ditangkap. Mengetahui bahwa pukulan dan siksaan tidak membawa hasil, orang-orang Komunis itu membawa Alexander, anak laki-laki Florescu yang hanya berusia empat belas tahun, dan mulai memukuli anak laki-laki itu. Sementara Florescu menyaksikan, mereka memukuli anak laki-laki itu tanpa ampun, mereka mengatakan bahwa mereka akan memukulinya hingga mati jika dia tidak mengatakan keberadaan orang-orang percaya yang lainnya. Akhirnya, Florescu berteriak dengan penuh kemarahan meminta mereka untuk menghentikannya. "Alexandar, aku harus mengatakan apa yang mereka inginkan!" dia berkata kepada anaknya. "Aku tidak tahan lagi menyaksikan engkau dipukuli." Dengan tubuh penuh luka, dan darah mengalir dari hidung dan mulutnya, Alexander menatap mata ayahnya. "Ayah, jangan melakukan ketidak-adilan padaku dengan mempunyai ayah seorang pengkhianat. Tetaplah kuat! Jika mereka membunuhku, aku akan mati dengan kata "Yesus" di bibirku. Keberanian anak itu membuat orang-orang Komunis itu marah, dan mereka memukulinya hingga mati dengan disaksikan oleh ayahnya. Anak itu tidak hanya bertahan dalam imannya, namun dia juga telah menguatkan ayahnya untuk melakukan hal yang sama. Tidak adakah keadilan di dunia ini? Ketika kita membaca kejahatan yang dilakukan terhadap orang-orang yang tidak berdosa,kita mulai bertanya-tanya. Iman kita mungkin menjadi goyah saat kita mendengar penderitaan yang mengerikan di tangan orang-orang jahat. Kita mungkin menjadi lemah hati saat belas kasihan itu tidak kunjung datang. Tidak adakah keadilan di dunia ini? Sebagai jawaban atas terikan kita ini, Alkitab mengajarkan prinsip, "Ya, dan belum." Ya, ada orang jahat yang harus menghadapi peradilan di dunia ini sekarang. Namun, tangan perkasa Allah yang adil belum terjadi atas bumi ini. Hal itu disediakan bagi akhir zaman. Kita melemah saat menunggu, namun Allah tidak berubah. (Dikutip dari Suara Martir, the Voice of Martyrs) |
Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.
Kesaksian Hidup: - Ibu adalah wanita yang sangat cantik - Nenek Brand: Semangatnya masih hidup - Begitulah Caranya Menjadi Tua - Janganlah Ayah Menjadi Seorang Pengkhianat - Keluarlah dari Zona Nyaman Anda - Rasa Takut Berubah Menjadi Rasa Tenang Ilahi - Tuhan akan Berkerja kalau Kita Setia - Billy Graham: Usia Tua Bukan Untuk Para Penakut - Kertas Dinding yang paling Mahal - Jual rumah untuk memberi kepada orang miskin! - "Siapapun yang mengaku dirinya Kristen patut mati!" - Yesus, Tuhan dan Juru Selamat saya - Ada Sayap-Sayap Malaikat yang Tersembunyi di dalam Kotak Itu - Kesempatan Kedua bagi Gadis-Gadis Nakal - Kutuk Berubah Menjadi Berkat - Apakah Anda Mangsa yang Mudah bagi Musuh? - Siapa Bilang Allah itu Tidak Nyata? - Apakah ada Bedanya Jika Kita Berdoa atau Tidak? - Apakah Saya Menjadi Teladan bagi Anak Saya? - Apakah Anda Telah dilahirkan Kembali? - Dua Wanita Membagi Persahabatan dan Ginjal - Campur Tangan Ilahi, Menolong Seorang Ayah Menemukan Anaknya - Apakah Anda Alkitab yang dibaca orang lain? - Aku Tidak Akan Melepaskannya - Diselamatkan Oleh Telpon Selular - Kekuatan di Saat Kita Berserah - Penulis Buku "Basic Instinct" Menulis Tentang Iman - Hapus Air Matamu & Bangkitlah... - "Aku dulunya hilang, tetapi sekarang ditemukan" ... Kasih karunia yang ajaib! - Aku Hanya seorang Manusia yang Lemah - Apa Pilihanmu - Surga atau Neraka? - Arti Penderitaan: Pengalaman Melalui Lembah Bayang-Bayang Kematian Yang Mendatangkan Sukacita - Beritahukan Kepada Dunia untuk Saya - Dapatkah Kita Mengubah Diri Kita Sendiri? - Di Saat Semuanya Menjadi Tidak Berarti - Gadis Korban Bom Napalm Menemukan Pengampunan - Hukum Emas di dalam Dunia Bisnis - Kristen 'Daun' atau Kristen 'Akar' - Matahari dan Pertumbuhan Kita - Menyelesaikan Apa yang Dimulai - Pemberian Spesial dari Tuhan - Pergilah... Aku akan menyertai-mu! - Perjanjian Seorang Anak dengan Tuhan-nya - "Setan Asing" menjadi Wanita Kue - John Paton - Pengabar Injil kepada Suku Kanibal - Sadhu Sundar Singh - The Beginning - Sadhu Sundar Singh - The Journey |
|||||
|
Copyright 2003-2007. Semua materi di situs ini
adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries. |
|||||||