|
| Saran & Komentar | updated on 04 February 2012 |
|||||||
|
CahayaPengharapanMinistries Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan |
|||||||
|
|
|||||||
|
Ibu adalah wanita yang sangat cantik Paul Brand
Hidup saya dipengaruhi oleh satu figur besar yang melampaui siapapun. Dia adalah Ibu saya, yang dikenal dengan Granny Brand. Di masa tuanya, hampir tidak ada sisa-sisa kecantikan pada dirinya - saya mengatakan hal ini dengan penuh kasih. Sewaktu ia masih muda, ia adalah seorang wanita yang memiliki kecantikan klasik - saya ada foto untuk membuktikannya - tapi kecantikan itu memudar di usia tuanya. Kondisi kehidupan di pegunungan India yang keras, ditambah dengan perjuangan melawan tipus, disentri, dan malaria menjadikannya seorang wanita tua yang kurus dan bungkuk. Bertahun-tahun di bawah terik sinar matahari dan hembusan angin pegunungan membuat kulit wajahnya menjadi kering, kasar dan berkeriput. Saya tidak pernah melihat wajah orang lain yang memiliki keriput lebih banyak dibandingkan wajah Ibu saya. Dia lebih tahu dari siapapun akan penampilan fisiknya yang demikian- dan untuk alasan inilah, dia dengan keras menolak untuk menyimpan cermin di rumah. Di usianya yang ke-75, Ibu jatuh saat melayani di pegunungan di selatan India dan mengalami patah pada tulang pinggulnya. Sepanjang malam ia terbaring kesakitan di atas lantai sebelum diketemukan oleh seorang pekerja pada keesokkan paginya. Dibutuhkan 4 orang untuk mengangkatnya dengan tandu yang dibuat dari tali dan kayu untuk berjalan menyusuri jalan berlikuk dari pegunungan menuju dataran rendah. Dari situ Ibu ditempatkan diatas mobil jip dan menempuh perjalanan sejauh 240 Km melewati jalan yang tak beraspal. (Dia pernah menempuh perjalanan ini sebelumnya, setelah beliau jatuh dari kuda dengan kepala terlebih dulu di sebuah jalan pegunungan yang berbatu, dan pernah mengalami lumpuh sebagian pada bagian kaki di bawah lututnya.) Setelah kejadian itu, saya segera mengunjungi Ibu di rumahnya di pegunungan yang temboknya dibangun dari tanah liat. Saya datang untuk membujuknya untuk pensiun. Di waktu itu, Ibu hanya bisa berjalan dengan bantuan dua tongkat yang terbuat dari bambu yang lebih tinggi dari dirinya. Dan pada saat berjalan, ia harus mengangkat tinggi kedua kakinya yang sudah lumpuh untuk mencegah kakinya terseret di lantai tiap kali ia melangkah. Setiap langkah terlihat begitu menyakitkan. Namun dia tetap terus pergi berkeliling dengan menunggangi seekor kuda dan bermalam di desa-desa untuk memberitakan Injil dan merawat orang sakit serta menawarkan jasa mencabut gigi penduduk desa.
Saya memberikan begitu banyak alasan untuk memaksa ibu agar ia mau
pensiun. Tidak lagi aman bagi dirinya untuk tinggal sendirian di desa
yang begitu terpencil. Sekiranya terjadi sesuatu, dibutuhkan perjalanan
selama satu hari untuk mencari bantuan. Dengan keseimbangan ibu yang
tidak lagi sempurna, ditambah dengan kelumpuhan pada kakinya, ia
seringkali jatuh dan membutuhkan pertolongan medis. Ibu telah mengalami
patah di tulang belakang dan tulang rusuknya, juga sakit di pusat syaraf
tulang belakangnya, gegar otak, tulang paha yang retak, dan infeksi yang
sangat parah pada tangannya. "Bahkan orang-orang terbaik juga pensiun
dikala mereka mencapai umur 70-an," Saya berkata sambil tersenyum.
"Mengapa Ibu tidak datang ke Vellore dan tinggal di dekat kami?" Maka tetap tinggallah ia disana. Delapan belas tahun kemudian, pada usia sembilan puluh tiga, Granny dengan terpaksa harus merelakan kebiasaan dirinya untuk berkelana dengan duduk di atas kuda poninya karena ia telah terlalu sering jatuh. Penduduk desa di India yang setia mulai membawanya di atas sebuah tandu dari satu kota ke kota lainnya. Setelah masa pelayanan selama dua tahun sejak saat itu, ia meninggal di usia sembilan puluh lima. Sesuai permintaanya, Granny dikubur dengan berbalutkan sebuah kain yang tidak lagi baru dan tanpa peti mati. Ia membenci akan ide menyia-yiakan kayu yang dibuat untuk peti mati. Ia sekaligus ingin menyimbolkan dirinya yang telah meninggal kembali ke tanah namun rohnya dibebaskan. Salah satu kenangan terakhir dan terkuat yang saya miliki tentang Ibu saya adalah sebuah desa di pegunungan yang sangat ia cintai, mungkin saat terakhir saya melihatnya di dalam lingkungannya. Ia sedang duduk di atas tembok batu yang rendah yang mengelilingi desa, dengan orang-orang berdesakan dari segala arah. Mereka sedang mendengarkan semua yang hendak ia katakan mengenai Yesus. Kepala mengangguk-angguk penuh harapan, kerumunan orang banyak melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang menunjukkan keingin tahuan mereka. Mata Granny yang berair terlihat begitu bersinar, dan berdiri disampingnya, saya dapat melihat apa yang sedang ia lihat melalui matanya yang semakin menurun secara fungsi: wajah-wajah antusias yang menatap dengan penuh percaya dan kasih pada orang yang mereka mulai kasihi. Meskipun saya memiliki kemudaan, kekuatan, pengetahuan yang sangat baik akan kesehatan dan teknik agrikultur , saya tidak akan dapat memaksakan kesetiaan dan cinta kasih yang demikian dari orang-orang di desa itu. Mereka sedang melihat wajah seorang wanita tua yang telah keriput, namun entah bagaimana tubuh Granny yang semakin mengerut ini menjadi semakin transparan dan dirinya seperti roh yang bersinar. Bagi mereka, Granny sangatlah cantik. Granny Brand tidak memerlukan sebuah cermin yang terbuat dari kaca dan khrom yang dipoles; dia telah memiliki wajah dari beribu-ribu penduduk desa yang berpijar. Penampilan dirinya yang telah memudar malah membuat pandangan tentang Tuhan bersinar melaluinya seperti sebuah mercu suar. |
Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.
Kesaksian Hidup: - Pertolongan dari Allah yang setia - Jane Fonda - Perjalanan spiritual saya - Kisah pertobatan seorang Master Feng shui - Kekudusan adalah Kebahagiaan - Penginjil dari George Street - Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah! - Hidup adalah tentang orang lain - Tidak ada yang terlalu berat! - Tuhan bisa memakai siapa saja - Pertama kali aku mendengar tentang Allah - Hakim pun meneteskan air mata - Dunia akan menjadi lebih baik jika... - Janganlah kamu kuatir akan hari besok - Bebas Dari Belenggu Rasa Takut Akan Maut - Memberitakan Yesus kepada perampok - Peristiwa 9/11 mengubah hidup saya selamanya - Ibu adalah wanita yang sangat cantik - Nenek Brand: Semangatnya masih hidup - Begitulah Caranya Menjadi Tua - Janganlah Ayah Menjadi Seorang Pengkhianat - Keluarlah dari Zona Nyaman Anda - Rasa Takut Berubah Menjadi Rasa Tenang Ilahi - Tuhan akan Berkerja kalau Kita Setia - Billy Graham: Usia Tua Bukan Untuk Para Penakut - Kertas Dinding yang paling Mahal - Jual rumah untuk memberi kepada orang miskin! - "Siapapun yang mengaku dirinya Kristen patut mati!" - Yesus, Tuhan dan Juru Selamat saya - Ada Sayap-Sayap Malaikat yang Tersembunyi di dalam Kotak Itu - Kesempatan Kedua bagi Gadis-Gadis Nakal - Kutuk Berubah Menjadi Berkat - Apakah Anda Mangsa yang Mudah bagi Musuh? - Siapa Bilang Allah itu Tidak Nyata? - Apakah ada Bedanya Jika Kita Berdoa atau Tidak? - Apakah Saya Menjadi Teladan bagi Anak Saya? - Apakah Anda Telah dilahirkan Kembali? - Dua Wanita Membagi Persahabatan dan Ginjal - Campur Tangan Ilahi, Menolong Seorang Ayah Menemukan Anaknya - Apakah Anda Alkitab yang dibaca orang lain? - Aku Tidak Akan Melepaskannya - Diselamatkan Oleh Telpon Selular - Kekuatan di Saat Kita Berserah - Penulis Buku "Basic Instinct" Menulis Tentang Iman - Hapus Air Matamu & Bangkitlah... - "Aku dulunya hilang, tetapi sekarang ditemukan" ... Kasih karunia yang ajaib! - Aku Hanya seorang Manusia yang Lemah - Apa Pilihanmu - Surga atau Neraka? - Arti Penderitaan: Pengalaman Melalui Lembah Bayang-Bayang Kematian Yang Mendatangkan Sukacita - Beritahukan Kepada Dunia untuk Saya - Dapatkah Kita Mengubah Diri Kita Sendiri? - Di Saat Semuanya Menjadi Tidak Berarti - Gadis Korban Bom Napalm Menemukan Pengampunan - Hukum Emas di dalam Dunia Bisnis - Kristen 'Daun' atau Kristen 'Akar' - Matahari dan Pertumbuhan Kita - Menyelesaikan Apa yang Dimulai - Pemberian Spesial dari Tuhan - Pergilah... Aku akan menyertai-mu! - Perjanjian Seorang Anak dengan Tuhan-nya - "Setan Asing" menjadi Wanita Kue - John Paton - Pengabar Injil kepada Suku Kanibal - Sadhu Sundar Singh - The Beginning - Sadhu Sundar Singh - The Journey |
|||||
|
Copyright 2003-2012. Semua materi di situs ini
adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries. |
|||||||