| Saran & Komentar | updated on 30 April 2012

Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan

Halaman Utama

  |  Tentang Kami

  |  Hubungi Kami

  |  Izin Pemakaian Materi 

  |  Dapatkan Buletin Gratis di sini! 

Sumber Damai

Khotbah/PA


Inspirasi

Artikel/Renungan

Kesaksian Hidup


Pelatihan

Discipleship Trainings


Lain-Lain...

Buku-buku Terbitan 

Lagu dan Film 

Bible Study (P.A)

Siaran Mandarin

Buletin Gratis!

Follow Us


BACA ONLINE


KATA PENGANTAR

Hakim pun meneteskan air mata

Anny L.

Pada pagi hari tanggal 21 Agustus, Cooper Mardesich yang baru berusia 4 tahun menemani ibunya untuk mengantar kakaknya ke halte bis, hal ini dilakukannya setiap pagi. Setelah bis itu berangkat pergi, Cooper menyeberang jalan dengan sepedanya. Anak tetangganya yang baru berusia 15 tahun mengemudi mobil ibunya dalam perjalanan ke sekolah, karena silau terkena cahaya matahari dan kaca mobil yang agak kotor, dia tidak melihat Cooper yang sedang menyeberang jalan lalu menabraknya. Walaupun helikopter segera didatangkan dan Cooper dibawa ke rumah sakit terdekat, namun para dokter tidak dapat menyelamatkannya.

Di kamar khusus yang disediakan untuk keluarga yang sedang berduka, ayah Cooper, Ted harus memberitahu kedua kakak Cooper bahwa adik mereka telah pergi untuk selama-lamanya. Cooper yang pada pagi hari masih bermain sepeda dan bercanda dengan kakak-kakaknya sudah tidak ada lagi.

Selang beberapa hari setelah kepergian Cooper, Ted berserta istrinya Sharon bertemu dengan anak yang menabrak Cooper dan keluarganya. Mereka memeluk anak itu (namanya dirahasiakan karena masih di bawah umur) dan memberitahunya bahwa mereka mengasihinya dan dia adalah bagian dari keluarga mereka. Ted dan Sharon menegaskan pada anak itu bahwa dia telah diampuni.

Ted dengan penuh kesungguhan memberitahu anak itu bahwa dia tidak mau kehidupannya yang baru bermula itu rusak karena kejadian kecelakaan itu.

Saat anak itu disidangkan di pengadilan anak, Ted juga menyempatkan diri untuk hadir. Ted meminta waktu untuk berbicara dan memberitahu hakim bahwa dia mendukung penyelesaian yang disarankan oleh pengacara untuk tidak memenjarakan anak itu sekalipun dia telah membunuh seorang anak kecil dan melakukan kesalahan mengemudi tanpa izin dan asuransi.

Apa yang Ted katakan di sidang itu? Ted memberitahu pengadilan bahwa dia tidak mau anak itu dipisahkan dari keluarganya, dari orang tua dan adik-adiknya. Apakah ada kebaikan yang diperoleh dengan menempatkan seorang pelajar yang baik, yang dikasihi oleh keluarga dan teman-temannya ke dalam penjara seolah-olah dia seorang kriminal? Hal itu tidak akan mengembalikan Cooper. Ted mau mengurangi rasa sakit dan penderitaan akibat dari kecelakaan itu dan menginginkan agar setiap pihak yang terlibat dapat dengan cepat dipulihkan.

Saat Ted selesai dengan ucapannya, kedua pengacara dan hakim turut meneteskan air mata. Mereka memuji Ted dan Sharon atas kasih dan belas kasih yang mereka tunjukan, suatu hal yang jarang mereka lihat di pengadilan anak.

Anak itu akhirnya dibebaskan tanpa perlu menjalani hukuman.

Di pengadilan yang lain, di mana Regina Tausinga, ibu kepada anak yang menabrak Cooper diadili atas tuduhan menyebabkan kematian tanpa disengaja karena mengizinkan anaknya yang di bawah umur untuk mengemudi mobil tanpa surat izin mengemudi. Sekali lagi hakim yang memimpin sidang agak kebingungan. Hakim memanggil Ted dan Sharon dan bertanya apakah mereka benar-benar tidak menuntut hukuman apapun atau restitusi dari Regina. Ted menjawab bahwa hal itu benar-benar tidak perlu.

Hakim terlihat agak kaget dan berkata, "Baik, kiranya Tuhan memberkati kamu." Dapatkah Anda membayangkan seorang hakim di pengadilan berkata demikian?

Hakim itu melanjutkan dengan berkata, "Hal ini sangatlah tidak lazim. Sangat tidak lazim untuk pihak keluarga korban tidak menuntut apa-apa atas kehilangan tragis mereka."

Regina akhirnya diberi kesempatan untuk berbicara. Sambil menangis, Regina memberitahu bahwa dia menyimpan dua foto Cooper di rumahnya. Foto itu untuk memperingatkan dia dan anaknya agar membuat keputusan yang lebih baik di dalam hidup mereka, dan juga sebagai tanda penghormatan bagi Cooper. "Ted dan Sharon telah memberikan kepada kami suatu anugerah yang tidak dapat kami balas. Mereka mengampuni anak saya, dan saya mau berusaha untuk menjadi layak untuk menerima anugerah tersebut."

"Kami akan selamanya merasa bersalah atas peristiwa ini."

Adik Ted, Jodi berkata, "Dengan mengampuni, tentunya tidak membebaskan Ted dan Sharon dari rasa sakit. Hati mereka tetap sakit dan sedih tiap kali mereka mengenang Cooper. Namun dengan mengampuni, mereka akan menjalani kehidupan dalam keadaan yang lebih ringan dan bahagia. Tak terbayangkan penderitaan yang akan mereka rasakan sekiranya mereka memilih untuk bermusuhan dengan Regina dan anaknya yang merupakan tetangga mereka. Peristiwa itu sesungguhnya telah mengeratkan tali persahabatan dan persaudaraan antara kedua keluarga kami."

Hakim mengakhiri sidang dengan berkomentar bahwa apa yang telah terjadi merupakan suatu penghargaan yang luar biasa bagi Cooper. "Ini adalah suatu kisah yang sangat mengagumkan tentang pengampunan.

[Download]


Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.

Standard
Besar
Terbesar

Kesaksian Hidup:

Hidup seorang yang Bodoh

Hidup saya jadi berarti

Jeremy Lin: "Iman dalam Tuhan yang memulai semuanya."

Hidup tanpa keterbatasan

Perjuangan saya untuk hidup

Pertolongan dari Allah yang setia

Jane Fonda - Perjalanan spiritual saya

Kisah pertobatan seorang Master Feng shui

Kekudusan adalah Kebahagiaan

Nilai suatu jiwa

Yesus atau Mama?

Yuri, ampunilah dia...

Penginjil dari George Street

Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah!

Hidup adalah tentang orang lain

Tidak ada yang terlalu berat!

Tuhan bisa memakai siapa saja

Mansur Sang

Pertama kali aku mendengar tentang Allah

Hakim pun meneteskan air mata

Selamatkanlah yang lain!

Dunia akan menjadi lebih baik jika...

Mereka Akan ingat

Reuni di malam Natal

Allah mau memakai Anda

Kakek dan kaca matanya

Hidup adalah Kristus

Saya seorang Kristen

Janganlah kamu kuatir akan hari besok

Bebas Dari Belenggu Rasa Takut Akan Maut

Memberitakan Yesus kepada perampok

Karunia kita

Peristiwa 9/11 mengubah hidup saya selamanya

Ibaragi Kun

Ibu adalah wanita yang sangat cantik

Nenek Brand: Semangatnya masih hidup

Begitulah Caranya Menjadi Tua

Janganlah Ayah Menjadi Seorang Pengkhianat

Keluarlah dari Zona Nyaman Anda

Rasa Takut Berubah Menjadi Rasa Tenang Ilahi

Tuhan akan Berkerja kalau Kita Setia

Billy Graham: Usia Tua Bukan Untuk Para Penakut

Kertas Dinding yang paling Mahal

Jual rumah untuk memberi kepada orang miskin!

"Siapapun yang mengaku dirinya Kristen patut mati!"

Kesaksian Natal

Yesus, Tuhan dan Juru Selamat saya

Ada Sayap-Sayap Malaikat yang Tersembunyi di dalam Kotak Itu

Kematian yang Memberi Hidup

Kesempatan Kedua bagi Gadis-Gadis Nakal

Kutuk Berubah Menjadi Berkat

Apakah Anda Mangsa yang Mudah bagi Musuh?

Siapa Bilang Allah itu Tidak Nyata?

Mangkuk Kayu

Apakah ada Bedanya Jika Kita Berdoa atau Tidak?

Apakah Saya Menjadi Teladan bagi Anak Saya?

Mimpi Berbicara

Kesaksian Saya - John Sung

Apakah Anda Telah dilahirkan Kembali?

Menjalani Kehidupan Ganda

Dia adalah Pahlawan-ku

Nikolai Khamara dari Rusia

Dua Wanita Membagi Persahabatan dan Ginjal

Missionaris Memaafkan

Doa Abjad

Campur Tangan Ilahi, Menolong Seorang Ayah Menemukan Anaknya

Apakah Anda Alkitab yang dibaca orang lain?

Apa Nilai Firman Bagi Anda?

Ignasius dari Roma

Aku Tidak Akan Melepaskannya

Minumlah Anggur itu

Tidak Ada yang Kebetulan

Diselamatkan Oleh Telpon Selular

Kekuatan dari Doa

Rasa Bersyukur

Kasih Seorang Anak Kecil

Kekuatan di Saat Kita Berserah

Kebangkitan Rohani dan Doa

Hati Seorang Misionaris

Berikan Apa yang Ada

Hidup ini Bukan Milik-ku

Penulis Buku "Basic Instinct" Menulis Tentang Iman

Hapus Air Matamu & Bangkitlah...

Waktu untuk Mendengar

86 Tahun Aku Mengikut-Nya

"Aku dulunya hilang, tetapi sekarang ditemukan" ... Kasih karunia yang ajaib!

Aku Hanya seorang Manusia yang Lemah

Ambil dan Bacalah

Anak Kecil Pemain Drum

Apa Pilihanmu - Surga atau Neraka?

Apakah Allah Nyata?

Arti Penderitaan: Pengalaman Melalui Lembah Bayang-Bayang Kematian Yang Mendatangkan Sukacita

Beritahukan Kepada Dunia untuk Saya

Biarlah Terang itu Datang

Dapatkah Kita Mengubah Diri Kita Sendiri?

Di Saat Semuanya Menjadi Tidak Berarti

Diculik Di Manila!

Ditawan oleh Pengharapan

Doa Menyelamatkan Dua Pilot

Gadis Korban Bom Napalm Menemukan Pengampunan

Hidup Dalam Penyerahan

Hidup yang Bergema

Hukum Emas di dalam Dunia Bisnis

Iman dan Kekhawatiran

Kristen 'Daun' atau Kristen 'Akar'

Kepercayaan-ku pada Yesus

Kuasa Kasih

Matahari dan Pertumbuhan Kita

Menyelesaikan Apa yang Dimulai

Pemberian Spesial dari Tuhan

Pengalaman Misi di Vanuatu

Pengorbanan yang Langka

Pergilah... Aku akan menyertai-mu!

Perjanjian Seorang Anak dengan Tuhan-nya

"Setan Asing" menjadi Wanita Kue

Pengakuan Seorang Ateis

Puasa dari Mengkritik

Jalan Raya Kekudusan

John Paton - Pengabar Injil kepada Suku Kanibal

Sadhu Sundar Singh - The Beginning

Sadhu Sundar Singh - The Journey

Semangat Yang Tak Terkalahkan

Sinar Terang di Afrika

Tidak Akan Saya Lupakan

Copyright 2003-2012. Semua materi di situs ini adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries.
E-mail kami untuk mendapatkan izin untuk menggunakan materi di situs ini.
Best viewed with IE6.0 and 1024 by 768 resolution.