| Saran & Komentar | updated on 15 November 2008

Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan

Halaman Utama

| Tempat Pertemuan

 | Tentang Kami

 | Hubungi Kami

 | Dapatkan Buletin Gratis di sini! 

Sumber Damai

Khotbah/PA


Inspirasi

Artikel/Renungan

Kesaksian Hidup


Pelatihan

Discipleship Trainings


Lain-Lain...

Siaran Mandarin Fu Yin Dian Tai

Bible Study (P.A)

Buku-buku Terbitan

Buletin Gratis!

Lagu dan Film




Dalam salah satu foto yang paling terkenal dari Perang Vietnam adalah foto seorang anak kecil berusia 9 tahun, Kim Phuc yang tubuhnya terbakar karena serangan bom napalm oleh pihak Amerika ke lokasi yang dicurigai sebagai tempat persembunyian tentara VietKong pada tanggal 8 Juni 1972. Foto ini memenangkan penghargaan Pulitzer bagi fotographer, Nick Ut.
 
 

Gadis Korban Bom Napalm Menemukan Pengampunan

Kim Phuc

Pada tanggal 8 Juni 1972, saya lari keluar dari klenteng di desa saya, Trang Bang, Selatan Vietnam; saya melihat sebuah pesawat yang terbang semakin rendah dan menjatuhkan empat bom. Saya melihat api di sekitar saya dan saya melihat baju dan tubuh saya terbakar, terutamanya bagian lengan dan tangan kiri saya. Sambil berlari saya menanggalkan baju saya.

Saya hanya berumur 9 tahun pada waktu itu, tetapi saya masih ingat pikiran yang melintasi benak saya pada waktu itu: saya akan menjadi jelek dan orang akan menganggap saya aneh. Foto yang terkenal itu diambil di Jalan No. 1 dari Saigon menuju ke Phnom Penh. Setelah seorang prajurit memberi saya minum dan menyiram air ke seluruh tubuh saya, saya jatuh pingsan. Nick Ut, fotografer yang memotret foto itu membawa saya ke rumah sakit.

Setelah beberapa hari baru saya sadar dan tahu bahwa saya sudah berada di rumah sakit. Separuh dari tubuh saya sudah terbakar dan saya diperkirakan tidak akan hidup. Rasa sakitnya nyaris tidak tertanggung. Dagu saya sudah melekat dengan dada saya dan tangan kiri saya terbakar hampir sampai ke tulang. Saya diopname selama 14 bulan dan menjalani 17 operasi yang sangat menyakitkan. 

Hidup saya sangat susah setelah saya pulang dari rumah sakit. Rumah kami telah hancur; kami kehilangan segala sesuatu dan kami hanya hidup dari hari ke hari.

Walaupun saya senantiasa dalam keadaan sakit, gatal dan kepala saya sakit terus, waktu yang saya habiskan di rumah sakit membuat saya bercita-cita untuk menjadi seorang dokter. Tetapi akhirnya saya harus putus sekolah karena pihak pemerintah lokal menginginkan saya untuk menjadi simbol pemerintah dan mengeluarkan saya dari kuliah pra-medis saya.

Amarah yang terpendam dalam hati saya selama bertahun-tahun adalah seperti kebencian yang setinggi gunung. Saya sangat membenci hidup saya. Saya membenci semua orang yang normal karena saya tidak normal. Saya berkali-kali benar-benar mau mati.

Saya banyak menghabiskan waktu siang saya di perpustakaan untuk membaca buku-buku agama untuk menemukan tujuan bagi hidup saya. Salah satu buku yang saya baca adalah Alkitab.

Pada Natal 1982, saya menerima Yesus Kristus sebagai Juruselamat saya. Titik itu merupakan titik balik yang ajaib di dalam kehidupan saya. Allah membantu saya untuk belajar mengampuni - pelajaran yang paling susah dari semuanya. Hal ini tidak terjadi dalam waktu satu hari dan hal itu tidaklah mudah bagi saya. Tetapi akhirnya saya berhasil.

Pengampunan membuat saya bebas dari kebencian. Saya masih mempunyai banyak bekas luka di dalam tubuh saya dan hari-hari saya dipenuhi oleh rasa sakit yang amat akibat luka-luka terbakar itu, tetapi hati saya sudah dimurnikan.

Napalm memang sangat kuat kuasanya tetapi iman, pengampunan dan kasih jauh lebih kuat. Kita sama sekali tidak akan terlibat dalam perang jika setiap orang dapat belajar untuk hidup dengan kasih yang sejati, pengharapan dan pengampunan.

(Diedit dan diterjemahkan dari kolum This I Believe tanggal 30 Juni 2008, Canadian Broadcasting website)

[Download]


Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.

Standard
Besar
Terbesar

Kesaksian Hidup:

Hati Seorang Misionaris

Berikan Apa yang Ada

Hidup ini Bukan Milik-ku

Penulis Buku "Basic Instinct" Menulis Tentang Iman

Hapus Air Matamu & Bangkitlah...

Waktu untuk Mendengar

86 Tahun Aku Mengikut-Nya

"Aku dulunya hilang, tetapi sekarang ditemukan" ... Kasih karunia yang ajaib!

Aku Hanya seorang Manusia yang Lemah

Ambil dan Bacalah

Anak Kecil Pemain Drum

Apa Pilihanmu - Surga atau Neraka?

Apakah Allah Nyata?

Arti Penderitaan: Pengalaman Melalui Lembah Bayang-Bayang Kematian Yang Mendatangkan Sukacita

Beritahukan Kepada Dunia untuk Saya

Biarlah Terang itu Datang

Dapatkah Kita Mengubah Diri Kita Sendiri?

Di Saat Semuanya Menjadi Tidak Berarti

Diculik Di Manila!

Ditawan oleh Pengharapan

Doa Menyelamatkan Dua Pilot

Gadis Korban Bom Napalm Menemukan Pengampunan

Hidup Dalam Penyerahan

Hidup yang Bergema

Hukum Emas di dalam Dunia Bisnis

Iman dan Kekhawatiran

Kristen 'Daun' atau Kristen 'Akar'

Kepercayaan-ku pada Yesus

Kuasa Kasih

Matahari dan Pertumbuhan Kita

Menyelesaikan Apa yang Dimulai

Pemberian Spesial dari Tuhan

Pengalaman Misi di Vanuatu

Pengorbanan yang Langka

Pergilah... Aku akan menyertai-mu!

Perjanjian Seorang Anak dengan Tuhan-nya

"Setan Asing" menjadi Wanita Kue

Pengakuan Seorang Ateis

Puasa dari Mengkritik

Jalan Raya Kekudusan

John Paton - Pengabar Injil kepada Suku Kanibal

Sadhu Sundar Singh - The Beginning

Sadhu Sundar Singh - The Journey

Semangat Yang Tak Terkalahkan

Sinar Terang di Afrika

Tidak Akan Saya Lupakan

Yesus atau Mama?

Copyright 2003-2007. Semua materi di situs ini adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries.
E-mail kami untuk mendapatkan izin untuk menggunakan materi di situs ini.
Best viewed with IE6.0 and 1024 by 768 resolution.