| Saran & Komentar | updated on 04 February 2012

Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan

Halaman Utama

  |  Tentang Kami

  |  Hubungi Kami

  |  Izin Pemakaian Materi 

  |  Dapatkan Buletin Gratis di sini! 

Sumber Damai

Khotbah/PA


Inspirasi

Artikel/Renungan

Kesaksian Hidup


Pelatihan

Discipleship Trainings


Lain-Lain...

Buku-buku Terbitan 

Lagu dan Film 

Bible Study (P.A)

Siaran Mandarin

Buletin Gratis!

Follow Us


BUKU BARU


BACA ONLINE

Dapatkah Kita Merubah Diri Kita Sendiri?

Redaktur

Leo Tolstoy, novelis Russia yang terkenal dengan novel realis-nya War and Peace dan Anna Karenina pernah berkata bahwa banyak orang mencoba mengubah dunia, tetapi mereka lupa mengubah diri mereka sendiri. Tolstoy sendiri berhasil mengubah dunia sastra dan Rusia lewat revolusi sosial dan reformasi religius. Tetapi apakah ia berhasil mengubah dirinya?

Perjalanan spiritual Tolstoy yang panjang dan berliku-liku bermula setelah kematian saudaranya yang membuatnya bertanya, "Apakah ada makna di dalam kehidupanku yang dapat mengalahkan maut yang sedang menanti? Sekalipun sudah menjadi penulis Rusia yang terkenal dan mencapai segala yang ia pernah impikan, tetapi Tolstoy tidak bahagia, "Walaupun buku-bukuku telah menjadikanku seorang selebriti aku bertanya kepada diriku sendiri, 'Baik, sekarang kamu sudah menjadi lebih terkenal dari Gogol, Pushkin, Shakespeare, Moliere dan semua penulis di dunia, lalu apa?'"

Di usianya yang ke 51 ia menjadi begitu depresi hingga ia harus menyembunyikan tali-tali tambang dan senjata api di rumahnya agar ia tidak tergoda untuk bunuh diri. Seperti kebanyakan orang di zamannya, ia percaya bahwa pengetahuan akan menyediakan jalan keluar dari penderitaannya.

Lalu, Tolstoy mulai dengan rajin membaca karya-karya ilmu pengetahuan dan filsafat. Ia bertanya dan menulis surat kepada banyak tokoh-tokoh di zamannya, tetapi ilmu pengetahuan, filsafat atau apa pun tidak menyediakan jawaban yang dicarinya. Dari sini bermulalah tahap kedua dari pencariannya, Tolstoy mulai mendalami studi akan Budhisme, Islam dan Kekristenan. Ia akhirnya tiba kepada kesimpulan bahwa solusi kepada "masalah kehidupan" dapat ditemukan di dalam kata-kata dan ajaran Yesus tetapi bukan pada doktrin ataupun penyimpangan yang ada di gereja pada waktu itu.

Suatu hari di musim semi saat ia sedang berjalan-jalan di hutan, Tolstoy mengambil satu langkah iman. Allah, katanya adalah seperti vodka, harus ditelan dengan sekali tegukan tanpa terlalu memikirkannya. Di dalam buku catatannya, Tolstoy menulis, "Saat aku memikirkan Tuhan, gelombang sukacita membanjiri diri aku. Segala sesuatu menjadi hidup dan berarti. Mempercayai-Nya, aku hidup. Melupakan-Nya, aku mati."

Tolstoy menghabiskan  tahun-tahun terbaik dalam hidupnya untuk membuat perenungan dalam bidang agama. Beratus-ratus halaman buku catatannya penuh dengan tulisan-tulisan yang bersifat rohani yang ditulis setiap hari. Ia juga menulis buku-buku yang mengulas keyakinan-keyakinan agamanya dengan terperinci. Hal ini sangat mengecewakan para pengulas maupun pembaca sastra yang mendambakan lebih banyak novel yang sangat bagus dirinya.

Setelah menjadi seorang Kristen, Tolstoy menjadi sangat tidak tenang dengan kenyamanan dan kemewahan kehidupannya selama ini. Keinginannya untuk hal-hal materil dan cita-cita pribadinya menimbulkan konflik batin di dalam dirinya. Keseriusannya meresponi ajaran Yesus, membuatnya melakukan hal-hal yang revolusioner.

Yesus berkata kepada orang muda yang kaya, "Juallah segala milikmu dan berikan kepada orang miskin, dan engkau akan memiliki harta di Surga." Setelah membaca ayat tersebut, Tolstoy membebaskan para budak pengolah tanahnya, menyerahkan harta miliknya kepada orang lain dan menjual perkebunannya yang luas. Untuk menyamakan dirinya dengan orang kebanyakan, ia mengenakan pakaian petani, membuat sepatunya dengan tangan sendiri, dan mulai bekerja di ladang. Namun upaya-upaya Tolstoy untuk bersikap jujur dan membuat pembaruan menimbulkan persoalan tanpa akhir di dalam keluarganya sendiri. Apa yang Tolstoy lakukan sebagai langkah-langkah menuju hidup kudus dinilai oleh Sonya, istrinya, sebagai kebodohan dan pelecehan terhadap keluarga. Pendapatan keluarga semakin berkurang dan karena ia menyerahkan hak cipta buku-bukunya kepada orang lain membuatnya tidak dapat mewariskan apa-apa bagi anak-anaknya. Di dalam buku catatannya, Tolstoy menulis bahwa istrinya menghambat dia dalam memenuhi keinginannya untuk hidup kudus dengan mendesaknya agar menjalani hidup "normal".

Sampai menjelang kematiannya, Tolstoy sendiri menilai bahwa ia telah gagal untuk mencapai kesempurnaan. Buku-buku catatannya berisi tema-tema penyesalan bahwa ia telah gagal untuk menjembatani cita-cita Injil, utamanya Khotbah di Bukit dengan keseharian hidupnya. Ia merasa telah gagal untuk mempraktekkan apa yang dikhotbahnya. Kebaikan dan kekudusan yang coba dipraktekkannya tidak lahir dari hatinya tetapi dari prinsip-prinsip semata.

Memang banyak yang menilai bahwa Tolstoy telah berusaha tetapi gagal untuk menerapkan hukum moral yang ideal ke dalam dirinya. Membaca tulisan akan kegagalannya membangkitkan lebih banyak keputusasaan dibanding pengharapan. Karena jika Tolstoy nyaris tidak dapat menolong dirinya, bagaimana mungkin ia diharapkan dapat membantu kita?

Menjelang akhir hayatnya, Tolstoy menanggapi kritikan terhadapnya dengan menulis, "Seranglah aku, aku pun menyerang diriku sendiri. Seranglah aku, jangan serang jalur yang kuikuti dan yang kutunjukkan kepada setiap orang yang menanyai aku di mana letak jalur itu. Seandainya aku tahu jalan pulang dan aku berjalan mengikutinya dengan mabuk, apakah jalan itu menjadi kurang tepat karena aku limbung!"

Memang diperlukan ketajaman persepsi untuk dapat memisahkan di antara cita-cita Injil dari kelemahan-kelemahan para pengikut Injil. Setiap kali kita melihat jurang di antara keduanya, kita akan tergoda untuk meninggalkan apa yang Injil ajarkan karena kita menyimpulkan bahwa itu tidak mungkin diraih. Mungkin lebih mudah untuk kita berkata kepada orang yang mengkritik kita, "Seranglah aku, janganlah serang jalur yang aku ikuti."

Mahatma Gandhi yang menemukan inspirasi untuk prinsip-prinsip anti-kekerasan dari buku Tolstoy, The Kingdom of God is Within You, justru memberikan tantangan kepada kita lewat komentarnya, "Jika saja setiap orang Kristen hidup sesuai dengan ajaran Injil, maka tidak akan ada orang yang tidak percaya."

Philip Yancey di dalam bukunya Soul Survivor dengan tepat mengungkapkan sumber kegagalan Tolstoy, "Yang menyedihkan, Tolstoy tidak pernah mengizinkan Injil menghadirkan penghiburan di dalam hidupnya. Ia tidak mampu mengambil langkah lebih jauh untuk mempercayai kasih karunia Tuhan guna mengatasi kegagalannya itu." Demikianlah hanya sekadar mengandalkan prinsip-prinsip dan doktrin-doktrin semata dan tanpa kasih karunia dari Tuhan, memang mustahil kita dapat menggenapi cita-cita Injil di dalam hidup kita.

Tolstoy sebagaimana yang diakuinya memang telah gagal mengubah dirinya sendiri karena tidak kira sekeras mana kita mencobanya, harimau tidaklah dapat mengubah belangnya (Yer.13.23). Hanya Tuhan yang dapat mengubah kita. Di matanya sendiri Tolstoy menilai bahwa dirinya telah gagal tetapi sejarah tidaklah menilai demikian karena kejujuran dan upayanya untuk mengejar iman yang sesungguhnya tetap menjadi inspirasi bagi banyak orang sampai ke hari ini.

SELESAI

-as

[Download]


Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.

Standard
Besar
Terbesar

Kesaksian Hidup:

Hidup tanpa keterbatasan

Perjuangan saya untuk hidup

Pertolongan dari Allah yang setia

Jane Fonda - Perjalanan spiritual saya

Kisah pertobatan seorang Master Feng shui

Kekudusan adalah Kebahagiaan

Nilai suatu jiwa

Yesus atau Mama?

Yuri, ampunilah dia...

Penginjil dari George Street

Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah!

Hidup adalah tentang orang lain

Tidak ada yang terlalu berat!

Tuhan bisa memakai siapa saja

Mansur Sang

Pertama kali aku mendengar tentang Allah

Hakim pun meneteskan air mata

Selamatkanlah yang lain!

Dunia akan menjadi lebih baik jika...

Mereka Akan ingat

Reuni di malam Natal

Allah mau memakai Anda

Kakek dan kaca matanya

Hidup adalah Kristus

Saya seorang Kristen

Janganlah kamu kuatir akan hari besok

Bebas Dari Belenggu Rasa Takut Akan Maut

Memberitakan Yesus kepada perampok

Karunia kita

Peristiwa 9/11 mengubah hidup saya selamanya

Ibaragi Kun

Ibu adalah wanita yang sangat cantik

Nenek Brand: Semangatnya masih hidup

Begitulah Caranya Menjadi Tua

Janganlah Ayah Menjadi Seorang Pengkhianat

Keluarlah dari Zona Nyaman Anda

Rasa Takut Berubah Menjadi Rasa Tenang Ilahi

Tuhan akan Berkerja kalau Kita Setia

Billy Graham: Usia Tua Bukan Untuk Para Penakut

Kertas Dinding yang paling Mahal

Jual rumah untuk memberi kepada orang miskin!

"Siapapun yang mengaku dirinya Kristen patut mati!"

Kesaksian Natal

Yesus, Tuhan dan Juru Selamat saya

Ada Sayap-Sayap Malaikat yang Tersembunyi di dalam Kotak Itu

Kematian yang Memberi Hidup

Kesempatan Kedua bagi Gadis-Gadis Nakal

Kutuk Berubah Menjadi Berkat

Apakah Anda Mangsa yang Mudah bagi Musuh?

Siapa Bilang Allah itu Tidak Nyata?

Mangkuk Kayu

Apakah ada Bedanya Jika Kita Berdoa atau Tidak?

Apakah Saya Menjadi Teladan bagi Anak Saya?

Mimpi Berbicara

Kesaksian Saya - John Sung

Apakah Anda Telah dilahirkan Kembali?

Menjalani Kehidupan Ganda

Dia adalah Pahlawan-ku

Nikolai Khamara dari Rusia

Dua Wanita Membagi Persahabatan dan Ginjal

Missionaris Memaafkan

Doa Abjad

Campur Tangan Ilahi, Menolong Seorang Ayah Menemukan Anaknya

Apakah Anda Alkitab yang dibaca orang lain?

Apa Nilai Firman Bagi Anda?

Ignasius dari Roma

Aku Tidak Akan Melepaskannya

Minumlah Anggur itu

Tidak Ada yang Kebetulan

Diselamatkan Oleh Telpon Selular

Kekuatan dari Doa

Rasa Bersyukur

Kasih Seorang Anak Kecil

Kekuatan di Saat Kita Berserah

Kebangkitan Rohani dan Doa

Hati Seorang Misionaris

Berikan Apa yang Ada

Hidup ini Bukan Milik-ku

Penulis Buku "Basic Instinct" Menulis Tentang Iman

Hapus Air Matamu & Bangkitlah...

Waktu untuk Mendengar

86 Tahun Aku Mengikut-Nya

"Aku dulunya hilang, tetapi sekarang ditemukan" ... Kasih karunia yang ajaib!

Aku Hanya seorang Manusia yang Lemah

Ambil dan Bacalah

Anak Kecil Pemain Drum

Apa Pilihanmu - Surga atau Neraka?

Apakah Allah Nyata?

Arti Penderitaan: Pengalaman Melalui Lembah Bayang-Bayang Kematian Yang Mendatangkan Sukacita

Beritahukan Kepada Dunia untuk Saya

Biarlah Terang itu Datang

Dapatkah Kita Mengubah Diri Kita Sendiri?

Di Saat Semuanya Menjadi Tidak Berarti

Diculik Di Manila!

Ditawan oleh Pengharapan

Doa Menyelamatkan Dua Pilot

Gadis Korban Bom Napalm Menemukan Pengampunan

Hidup Dalam Penyerahan

Hidup yang Bergema

Hukum Emas di dalam Dunia Bisnis

Iman dan Kekhawatiran

Kristen 'Daun' atau Kristen 'Akar'

Kepercayaan-ku pada Yesus

Kuasa Kasih

Matahari dan Pertumbuhan Kita

Menyelesaikan Apa yang Dimulai

Pemberian Spesial dari Tuhan

Pengalaman Misi di Vanuatu

Pengorbanan yang Langka

Pergilah... Aku akan menyertai-mu!

Perjanjian Seorang Anak dengan Tuhan-nya

"Setan Asing" menjadi Wanita Kue

Pengakuan Seorang Ateis

Puasa dari Mengkritik

Jalan Raya Kekudusan

John Paton - Pengabar Injil kepada Suku Kanibal

Sadhu Sundar Singh - The Beginning

Sadhu Sundar Singh - The Journey

Semangat Yang Tak Terkalahkan

Sinar Terang di Afrika

Tidak Akan Saya Lupakan

Copyright 2003-2012. Semua materi di situs ini adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries.
E-mail kami untuk mendapatkan izin untuk menggunakan materi di situs ini.
Best viewed with IE6.0 and 1024 by 768 resolution.