| Saran & Komentar | updated on 01 March 2010

Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan

Halaman Utama

  |  Tentang Kami

  |  Hubungi Kami

  |  Izin Pemakaian Materi 

  |  Dapatkan Buletin Gratis di sini! 

Sumber Damai

Khotbah/PA


Inspirasi

Artikel/Renungan

Kesaksian Hidup


Pelatihan

Discipleship Trainings


Lain-Lain...

Siaran Mandarin Fu Yin Dian Tai

Bible Study (P.A)

Buku-buku Terbitan

Buletin Gratis!

Lagu dan Film

Campur Tangan Ilahi, Menolong Seorang Ayah Menemukan Anaknya

 

Itu adalah sebuah rekaman peristiwa yang menyingkapkan tragedi gempa bumi yang membuat Italia terguncang minggu ini. Berada di antara reruntuhan, tidak yakin akan menangis atau bahagia, Antonello Colangeli memegang kepalanya dan menangis ketika dia melihat anak lelakinya diangkat dari reruntuhan.

Peristiwa ini banyak terjadi di seluruh wilayah Abruzzo, sebelah timur dari Roma.  Kesedihan yang dialami orang-orang yang mencari kerabat mereka semakin bertambah setelah kejadian tersebut.

Lima hari setelah kejadian gempa bumi sebesar 6.3 menghancurkan kota L'Aquila kampung halamannya,  Dr. Colangeli menekankan jari-jarinya ke atas dahinya sekali lagi. Kali ini adalah suatu yang tidak dapat dipercaya dan dia menyebutnya sebagai keajaiban kecil yang berantai.

Anaknya adalah Giulio, yang sekarang berumur 20 tahun, hidup. Hampir 300 orang lainnya, termasuk pamannya, bibinya dan teman-temannya, tidak dapat diselamatkan.

Koran The Times menemui Dr. Colangeli, spesialis tenggorokan di rumah sakit San Salvator, yang juga sangat rusak akibat dari gempa tersebut,  disisi ranjang anaknya. "Saya seorang dokter. Saya orang yang rasional. Tetapi saya hanya dapat berkata bahwa semua tanda-tanda itu, semua kebetulan-kebetulan itu, yang menuntun saya kepada anak saya, pasti telah datang dari Tuhan," katanya.

Giulio, murid Universitas L'Aquila jurusan ekonomi, berbaring di ujung koridor, di ruang ICU. Dia dibiarkan terbius, dan didialisa ginjalnya. Kaki kirinya sudah sangat terluka dan dia sedang di rawat sebagai korban "crush syndrome"- trauma yang parah pada bagian atas tubuh yang dapat menyebabkan gagalnya organ-organ tubuh. Tetapi dokter-dokternya masih berharap dia akan sembuh.

 "Satu hal yang dikatakannya pertama kali ketika tubuhnya diangkat keluar adalah, "Papa, aku harus belajar untuk ujianku'," Dr. Colangeli berkata, tertawa atas reaksi anaknya. "Anak ini yang tidak pernah peduli akan perkerjaan sekolah di hidupnya, dan dia menunggu sampai diangkat dari reruntuhan dan kemudian khawatir akan ujian-ujiannya." Dia tersenyum, dan menggelengkan kepalanya.

Dr. Colangeli, 52, menganggap dirinya sebagai seorang ilmuwan, tetapi dia menyebutkan bahwa anak lelakinya dapat hidup karena "suatu campur tangan Illahi".

Mereka telah menghabiskan waktu akhir pekannya di villa mereka di dekat laut,  sekitar satu jam dari kota L'Aquila. Giulio tinggal di kota dan menghabiskan akhir pekannya bersama dengan teman-temannya.

Dia menelepon kita dan berkata bahwa disana ada goncangan dan dia dan sahabatnya, Lorenzo, akan tinggal di rumah teman lainnnya yang berada di jalan dekat dengan rumahnya," Dr. Colangeli katanya.

Keluarganya kembali pada hari minggu malam. Ketika gempa bumi terjadi setelah jam 3:30am pada malam itu, mereka semua dapat berlari keluar dari apartemen yang kemudian hancur disekeliling mereka. Reaksi pertama Dr. Colangeli adalah sangat menakutkan."Saya tidak dapat mengingat jalan dimana Giulio berkata dia akan tinggal. Dapatkah kamu membayangkan betapa menyeramkan engkau tidak tahu dimana dapat mencari anakmu? Saat itu masih gelap. Dan dingin. Dan saya tidak punya sedikit ide pun dimana anakku berada. Saya panik. Saya hanya memiliki intuisi.

Ketika dia meraba-raba melewati reruntuhan, dibawah balkoni yang hancur dan potongan besi yang bergelantungan  diatas,  dia berjalan dengan bantuan beberapa orang asing ke arah dimana dia kira anaknya tinggal. Dia tidak mengetahui dimana alamatnya, tetapi bagaimanapun bangunannya sudah tidak ada disana.  Yang ada hanyalah reruntuhan tembok-tembok dan kaca-kaca yang hancur.

 "Pada saat itu banyak sekali peralatan mekanik,  yang bergerak diantara reruntuhan dengan perlahan dan pasti. Saya tidak tahu apa yang mesti saya lakukan," katanya. "Saya melihat salah satu relawan dari pertambangan yang turut membantu mencari korban. Saya bukan orang gila tetapi saya bersumpah saya melihat ada lingkaran cahaya di atas kepala orang itu. Saya mengikut dia sampai ke ujung tepi dari reruntuhan, sambil berteriak, 'Giulio!', 'Giulio!'."

"Saya mendengar - suara yang lemah, berkata, 'Papa, aku disini, aku tidak dapat bernapas'."

Pada saat itu,  ketika mendengar suara anaknya dari bawah reruntuhan,  Dr Colangeli difoto. Fotonya berada di depan surat kabar diseluruh dunia, memperingati miliaran orang pada penderitaan yang diakibatkan oleh peristiwa ini.

Pertemuan antara ayah dan anak ini,  yang digotong diatas tandu,  juga difoto. "Anak saya adalah seorang yang terpenting bagi saya di dunia ini. Ketika dia lahir, dia mengalami kesulitan bernapas, dan kekuatiran itu tidak pernah hilang. Melihat dia ditarik seperti itu, adalah suatu perpaduan emosi  yang sangat luar biasa  - penderitaan, ketakutan, dan kelegaan."

Dr. Colangeli mengaku bahwa dia bukan seorang yang mempercayai suatu takhyul, tetapi dia menyebut serangkaian peristiwa yang terjadi. "Ketika Giulio digotong keluar, saya berlari dan memanggil ambulan yang lewat. Saya bertanya kemana mereka akan pergi dan apakah mereka memiliki tempat. Mereka berkata iya."

Pasien yang berada di dalam ambulan itu adalah salah satu pasiennya, seorang pria tua yang sedang dibawa oleh anak perempuannya yang juga seorang dokter. "Itu seperti suatu pertukaran Illahi. Saya merawat ayahnya, dan anak pasien saya ini, ia membantu anak saya."

Dia juga telah mengetahui teman baik anaknya tidak berhasil diselamatkan. "Perasaan saya bercampur baur. Saya merasa bahwa saya beruntung telah menemukan anak saya, tetapi juga ada rasa sakit di hati saya karena Lorenzo. Saya mengenal anak itu seluruh hidupnya, saya mengajari dia olah raga ketika dia masih kecil, sekarang dia telah meninggal."

Dia tidak yakin ketika hari raya Paskah ini datang apa para penduduk Aquilani akan merayakan untuk orang-orang yang berhasil diselamatkan, atau berduka akan penduduk yang meninggal,  tetapi arti dari Paskah tidak hilang bagi Dr. Colangeli atau seluruh penduduk yang memiliki latar belakang Katolik yang kuat. Hari Jumat Agung adalah hari berduka nasional dan hari itu akan dihabiskan untuk mengubur ratusan korban.

Paskah, katanya, biasanya adalah hari dimana seluruh jemaat akan membacakan ayat di Lukas 24:1-12 mengenai kebangkitan. "Ketika mencari Giulio diantara reruntuhan malam itu, saya terus saja memikirkan kata-kata itu. "Mengapa engkau mencari yang hidup diantara yang telah mati?"

(Publikasi The Times, London 10 April 2009)

[Download]


Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.

Standard
Besar
Terbesar

Kesaksian Hidup:

Billy Graham: Usia Tua Bukan Untuk Para Penakut

Kertas Dinding yang paling Mahal

Jual rumah untuk memberi kepada orang miskin!

"Siapapun yang mengaku dirinya Kristen patut mati!"

Kesaksian Natal

Yesus, Tuhan dan Juru Selamat saya

Ada Sayap-Sayap Malaikat yang Tersembunyi di dalam Kotak Itu

Kematian yang Memberi Hidup

Kesempatan Kedua bagi Gadis-Gadis Nakal

Kutuk Berubah Menjadi Berkat

Apakah Anda Mangsa yang Mudah bagi Musuh?

Siapa Bilang Allah itu Tidak Nyata?

Mangkuk Kayu

Apakah ada Bedanya Jika Kita Berdoa atau Tidak?

Apakah Saya Menjadi Teladan bagi Anak Saya?

Mimpi Berbicara

Kesaksian Saya - John Sung

Apakah Anda Telah dilahirkan Kembali?

Menjalani Kehidupan Ganda

Dia adalah Pahlawan-ku

Nikolai Khamara dari Rusia

Dua Wanita Membagi Persahabatan dan Ginjal

Missionaris Memaafkan

Doa Abjad

Campur Tangan Ilahi, Menolong Seorang Ayah Menemukan Anaknya

Apakah Anda Alkitab yang dibaca orang lain?

Apa Nilai Firman Bagi Anda?

Ignasius dari Roma

Aku Tidak Akan Melepaskannya

Minumlah Anggur itu

Tidak Ada yang Kebetulan

Diselamatkan Oleh Telpon Selular

Kekuatan dari Doa

Rasa Bersyukur

Kasih Seorang Anak Kecil

Kekuatan di Saat Kita Berserah

Kebangkitan Rohani dan Doa

Hati Seorang Misionaris

Berikan Apa yang Ada

Hidup ini Bukan Milik-ku

Penulis Buku "Basic Instinct" Menulis Tentang Iman

Hapus Air Matamu & Bangkitlah...

Waktu untuk Mendengar

86 Tahun Aku Mengikut-Nya

"Aku dulunya hilang, tetapi sekarang ditemukan" ... Kasih karunia yang ajaib!

Aku Hanya seorang Manusia yang Lemah

Ambil dan Bacalah

Anak Kecil Pemain Drum

Apa Pilihanmu - Surga atau Neraka?

Apakah Allah Nyata?

Arti Penderitaan: Pengalaman Melalui Lembah Bayang-Bayang Kematian Yang Mendatangkan Sukacita

Beritahukan Kepada Dunia untuk Saya

Biarlah Terang itu Datang

Dapatkah Kita Mengubah Diri Kita Sendiri?

Di Saat Semuanya Menjadi Tidak Berarti

Diculik Di Manila!

Ditawan oleh Pengharapan

Doa Menyelamatkan Dua Pilot

Gadis Korban Bom Napalm Menemukan Pengampunan

Hidup Dalam Penyerahan

Hidup yang Bergema

Hukum Emas di dalam Dunia Bisnis

Iman dan Kekhawatiran

Kristen 'Daun' atau Kristen 'Akar'

Kepercayaan-ku pada Yesus

Kuasa Kasih

Matahari dan Pertumbuhan Kita

Menyelesaikan Apa yang Dimulai

Pemberian Spesial dari Tuhan

Pengalaman Misi di Vanuatu

Pengorbanan yang Langka

Pergilah... Aku akan menyertai-mu!

Perjanjian Seorang Anak dengan Tuhan-nya

"Setan Asing" menjadi Wanita Kue

Pengakuan Seorang Ateis

Puasa dari Mengkritik

Jalan Raya Kekudusan

John Paton - Pengabar Injil kepada Suku Kanibal

Sadhu Sundar Singh - The Beginning

Sadhu Sundar Singh - The Journey

Semangat Yang Tak Terkalahkan

Sinar Terang di Afrika

Tidak Akan Saya Lupakan

Yesus atau Mama?

Copyright 2003-2007. Semua materi di situs ini adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries.
E-mail kami untuk mendapatkan izin untuk menggunakan materi di situs ini.
Best viewed with IE6.0 and 1024 by 768 resolution.