|
| Saran & Komentar | updated on 06 September 2010 |
|||||||
|
CahayaPengharapanMinistries Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan |
|||||||
|
|
|||||||
|
Apakah Saya Menjadi Teladan bagi Anak Saya? oleh Elizabeth H.
Saya merasa sangat dikuatkan dan diberkati oleh kesaksian mingguan - yang berisi kesaksian tentang pengalaman, pergumulan, sukacita dan berkat-berkat yang kita alami bersama anak-anak kita - pada minggu yang lalu di gereja. Sejak saat itu, saya merenungkan kembali peran dan tujuan hidup saya sebagai seorang ibu. Bagi mereka yang mengenal saya, mereka tahu bahwa saya ini bukan ibu yang serba bisa. Saya punya kelemahan dan kekurangan, dan saya bahkan sering membuat keputusan yang menyedihkan hati anak saya. Sering saya bertanya pada diri sendiri, "Akankah saya mampu untuk menjalankan apa yang diperintahkan di dalam Amsal 22:6: Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang dari pada jalan itu." Akankah saya mampu untuk menjadikan anak saya, Ean agar takut akan Tuhan? Untuk mengakui Tuhan di setiap langkahnya? Saya bertanya kepada Tuhan, "Bagaimana dan dari mana harus memulainya?" Tuhan mengingatkan saya akan anak-anak Nuh. Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Nuh: "Masuklah ke dalam bahtera itu, engkau dan seisi rumahmu, sebab engkaulah yang Kulihat benar di hadapan-Ku di antara orang zaman ini." Kejadian 7:1 Anak-anak Nuh menghadapi suatu keputusan yang sangat menentukan. Mereka hidup di dunia di mana semua orang dengan gegabahnya mengabaikan Allah. Kelicikan menjadi pedoman umum saat itu. Tak seorang pun yang akan mengecam anak-anak Nuh jika menjalani hidup dengan cara yang jahat seperti masyarakat lainnya - tak seorang pun, kecuali ayahnya. Di dunia yang penuh oleh perilaku durjana dan segala bentuk kelicikan, mereka beruntung menjadi anak-anak Nuh. Saat ayah mereka mengundang mereka untuk mencurahkan waktu sampai ratusan tahun membangun sebuah bahtera untuk mentaati firman dari Allah, anak-anak Nuh berhadapan dengan pilihan untuk mempercayai orang-orang di sekitar mereka atau kepada ayah mereka. Mereka memilih untuk ikut dengan ayah mereka. Sungguh suatu kesaksian yang indah, yakni tentang pengaruh kesalehan Nuh di tengah keluarganya! Betapa beruntungnya Sem, Ham dan Yafet, karena ayah mereka menolak untuk mengorbankan integritasnya, sekalipun orang-orang lain di tengah masyarakat mereka telah melakukan hal itu. Saya bersyukur kepada Bapa surgawi yang mengingatkan saya; yakni bahwa hidup saya memiliki dampak yang besar bagi orang-orang di sekitar saya, khususnya terhadap anak saya. Orang-orang di sekitar saya sangat terpengaruh oleh pilihan-pilihan saya. Mereka yang bekerja bersama saya, para tetangga, sahabat-sahabat saya dan terutama keluarga saya, semua akan terkena dampak dari pilihan-pilihan dan cara hidup saya. Saat dunia merayu orang-orang untuk mengikuti standarnya, saya berdoa agar hidup saya bisa tetap teguh dalam standar yang berlawanan, berdiri sebagai contoh orang benar, sebagai orang yang memilih untuk ikut jalan Tuhan. Saya berharap bahwa suatu hari nanti, ketika waktunya tiba untuk masuk ke dalam bahtera, anak saya juga ikut dengan saya! |
Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.
Kesaksian Hidup: - Ibu adalah wanita yang sangat cantik - Nenek Brand: Semangatnya masih hidup - Begitulah Caranya Menjadi Tua - Janganlah Ayah Menjadi Seorang Pengkhianat - Keluarlah dari Zona Nyaman Anda - Rasa Takut Berubah Menjadi Rasa Tenang Ilahi - Tuhan akan Berkerja kalau Kita Setia - Billy Graham: Usia Tua Bukan Untuk Para Penakut - Kertas Dinding yang paling Mahal - Jual rumah untuk memberi kepada orang miskin! - "Siapapun yang mengaku dirinya Kristen patut mati!" - Yesus, Tuhan dan Juru Selamat saya - Ada Sayap-Sayap Malaikat yang Tersembunyi di dalam Kotak Itu - Kesempatan Kedua bagi Gadis-Gadis Nakal - Kutuk Berubah Menjadi Berkat - Apakah Anda Mangsa yang Mudah bagi Musuh? - Siapa Bilang Allah itu Tidak Nyata? - Apakah ada Bedanya Jika Kita Berdoa atau Tidak? - Apakah Saya Menjadi Teladan bagi Anak Saya? - Apakah Anda Telah dilahirkan Kembali? - Dua Wanita Membagi Persahabatan dan Ginjal - Campur Tangan Ilahi, Menolong Seorang Ayah Menemukan Anaknya - Apakah Anda Alkitab yang dibaca orang lain? - Aku Tidak Akan Melepaskannya - Diselamatkan Oleh Telpon Selular - Kekuatan di Saat Kita Berserah - Penulis Buku "Basic Instinct" Menulis Tentang Iman - Hapus Air Matamu & Bangkitlah... - "Aku dulunya hilang, tetapi sekarang ditemukan" ... Kasih karunia yang ajaib! - Aku Hanya seorang Manusia yang Lemah - Apa Pilihanmu - Surga atau Neraka? - Arti Penderitaan: Pengalaman Melalui Lembah Bayang-Bayang Kematian Yang Mendatangkan Sukacita - Beritahukan Kepada Dunia untuk Saya - Dapatkah Kita Mengubah Diri Kita Sendiri? - Di Saat Semuanya Menjadi Tidak Berarti - Gadis Korban Bom Napalm Menemukan Pengampunan - Hukum Emas di dalam Dunia Bisnis - Kristen 'Daun' atau Kristen 'Akar' - Matahari dan Pertumbuhan Kita - Menyelesaikan Apa yang Dimulai - Pemberian Spesial dari Tuhan - Pergilah... Aku akan menyertai-mu! - Perjanjian Seorang Anak dengan Tuhan-nya - "Setan Asing" menjadi Wanita Kue - John Paton - Pengabar Injil kepada Suku Kanibal - Sadhu Sundar Singh - The Beginning - Sadhu Sundar Singh - The Journey |
|||||
|
Copyright 2003-2007. Semua materi di situs ini
adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries. |
|||||||