| Saran & Komentar | updated on 04 February 2012

Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan

Halaman Utama

  |  Tentang Kami

  |  Hubungi Kami

  |  Izin Pemakaian Materi 

  |  Dapatkan Buletin Gratis di sini! 

Sumber Damai

Khotbah/PA


Inspirasi

Artikel/Renungan

Kesaksian Hidup


Pelatihan

Discipleship Trainings


Lain-Lain...

Buku-buku Terbitan 

Lagu dan Film 

Bible Study (P.A)

Siaran Mandarin

Buletin Gratis!

Follow Us


BUKU BARU


BACA ONLINE

Apakah ada bedanya, jika kita berdoa atau tidak?

oleh Philip Yancey

Sebagai seorang Kristen, saya merasa diri saya sangat kurang dalam hal berdoa. Dan saya menemukan bahwa saya tidak sendirian dalam hal ini. Sangat ironis bahwa seorang Kristen mempunyai penghargaan yang begitu besar untuk berkomunikasi dengan Allah semesta alam, namun kita bergumul untuk berkomunikasi dengan-Nya.

Saya mulai bertanya mengapa ada doa yang dijawab dan ada yang tidak? Mengapa ada kalanya kita berhadapan dengan tembok bisu Allah. Apakah ada bedanya jika satu orang atau sepuluh juta orang yang berdoa untuk kesembuhan seseorang? Apakah doa mengubah Allah atau mengubah kita? Mengapa menyampaikan sesuatu kepada Allah padahal Dia sudah mengetahuinya? Jadi pada intinya, pertanyaan saya adalah apakah ada bedanya jika kita berdoa atau tidak?

Thomas Merton pernah berkata bahwa dalam hal berdoa kita semua adalah pemula (beginners). Dan hal ini sedikit menghibur saya.

Sebagai anak kecil, doa saya sangat tradisional seperti kita semua. Kita mau Allah menuntaskan permasalahan kita, apakah untuk mencarikan barang-barang kita yang hilang ataupun menyembuhkan anjing kita yang sakit. Saya yakin Allah menjawab doa-doa saya pada waktu itu, sekalipun tidak semua. Bahkan di saat itu, saya sudah mulai bertanya, mengapa tidak semua doa terjawab? Bagaimana memahami misteri doa?

Bagi saya, doa beralih dari pendekatan di mana kita bertransaksi dengan Allah kepada meluangkan waktu bersama Allah. Sejalan dengan pertumbuhan saya, saya merasakan tembok pemisah di antara doa dan kehidupan seharian saya semakin kurang kentara. Saya melihat doa sebagai perenungan sepanjang hari bersama Allah, yang selalu ada dan merindukan perhatian kita. Di pihak kita, kita perlu menyetel frekuensi kita agar kita berada di gelombang yang sama dengan Allah, dan ini sudah tentu membutuhkan perhatian dan displin.

Dengan berjalannya waktu, saya menjadi lebih santai tentang doa. Ada yang bertanya apakah saya sedang melakukannya dengan benar. Menurut saya, seperti yang saya tuliskan dalam buku saya (Doa: Apakah ada dampaknya?), selagi Anda berdoa, Anda melakukan dengan benar. Dalam penelitian saya, saya menemukan berbagai macam pendekatan dan gaya doa, yang sesuai dengan pelbagai watak dan kepribadian orang.

Masalahnya adalah kita menjalani hidup yang penuh dengan kebisingan: email, faks, televisi, radio, internet. Untuk mendengarkan Allah kita perlu berhenti dari semua kegiatan dan memberikan perhatian kepada Allah. Untuk bisa melakukan ini sepanjang hari, saya membutuhkan keahlian yang tinggi, yang menuntut saya untuk berlatih seumur hidup saya.

Bagi saya alam sangat membantu. Alam memenuhi saya dengan kemuliaan dan pujian. Alam merupakan satu petunjuk yang mengarahkan saya kepada Allah. Melihat terumbu karang yang unik dan bunga-bunga liar di hutan memberitahu saya seperti apa Allah itu dan ciptaan-Nya menimbulkan rasa syukur yang luar biasa di dalam hati saya. Karena hati saya dipenuhi rasa syukur, saya mencari-cari kepada siapa saya harus berterima kasih.

"Diamlah dan ketahuilah bahwa Aku Tuhan," kata salah satu pemazmur. Doa merendahkan saya karena ia mengingatkan saya bahwa saya bukan pusat bagi alam semesta ini, dan di saat yang bersamaan, hal berdoa, meninggikan saya karena saya diberi jaminan bahwa Allah peduli bahkan pada hal yang paling sepele dalam hidup saya.

Namun seringkali saya tidak menemukan jawaban dan harus mengandalkan iman dalam hal berdoa. Saya tidak akan pernah dapat menuntaskan misteri doa. Begitu banyak pertanyaan. Mengapa Allah tidak campur tangan di Auschwitz, dan karena Ia tidak campur tangan dalam hal yang sepenting itu, bagaimana saya mengharapkan Allah campur tangan dengan hal-hal dalam kehidupan saya, yang jika dibandingkan dengan Auschwitz begitu sepele? Saya kira tidak ada orang yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan itu.

Pada intinya, doa adalah satu deklarasi atau pernyataan kepercayaan. Yesus memberikan kita model di Getsemani. Doanya dimulai dengan, "Biarlah cawan ini berlalu daripada-Ku," kepada "Bukan kehendak-Ku, tapi kehendak-Mu yang jadi." Sendirian, teman-temannya sedang tidur, dikeliling oleh para musuh-Nya, Dia juga merasakan perasaan terasing dan keputus-asaan yang ada kalanya juga kita rasakan saat kita berdoa.

Kehidupan doa saya juga ada jatuh bangunnya. Ada periode di mana berdoa itu kelihatannya sia-sia bagi saya, seperti satu kegiatan mengomel sendirian di dalam kegelapan dan kata-kata itu seolah-olah dipantul kembali kepada kita tanpa ada yang mendengarnya. Hal ini berlanjut sampai satu tahun. Pada waktu itu, saya berpaling kepada doa-doa orang lain, yang dari Alkitab maupun yang dari penulis-penulis besar yang lain. Saya meminta Allah menjadikan doa-doa mereka itu doa saya sendiri. Saya bersandar pada iman mereka di saat saya tidak memiliki iman saya sendiri. Lalu suatu hari, awan itu terangkat dan saya bertanya-tanya apa yang sebenarnya merupakan masalah saya.

Hal berdoa dapat saya samakan dengan kegiatan menulis saya. Saya tidak pernah duduk dan menanti datangnya inspirasi, jika saya melakukan itu, tidak akan ada buku yang tertulis. Saya bekerja keras setiap hari, menuliskan kata-kata di kertas sekalipun kata-kata itu sepertinya lemah dan tidak mantap. Namun saya terus melakukannya dan akhirnya akan ada hasil yang muncul.

Jika saya ditanya apakah hal yang paling sulit tentang hal berdoa? Bagi saya adalah bagaimana mendamaikan keengganan Allah untuk campur tangan dalam hal-hal besar seperti Auschwitz dan penghimbauan dari Alkitab yang meminta kita untuk mendoakan hal-hal yang kecil. Saya tidak dapat mendamaikan kedua hal tersebut.

Menurut saya, salah satu kekeliruan yang paling besar orang Kristen adalah menganggap persoalan doa sebagai satu transaksi dengan Allah, dan bukannya satu persoalan persahabatan. Hal berdoa bukan soal rumus atau prosedur. Doa itu bukan suatu displin tapi satu penghargaan. Saya menemukan banyak buku-buku yang bagus tentang doa dan kebanyakan buku-buku ini merupakan tulisan dari para penulis Katolik.

Menurut pengalaman banyak orang, jawaban-jawaban doa yang paling spektakuler selalunya didoakan oleh orang yang imannya baru bertumbuh. Seolah-olah ada satu prinsip kebalikan: semakin dewasa orang itu secara rohani, semakin banyak ujian yang datang, dan semakin kurang doanya akan dijawab sesuai dengan keinginannya.

Bagi saya sekarang, apa saja dapat diubah menjadi doa. Saat saya mengalami sesuatu yang indah ketika mendengar musik atau menikmati alam, saya mengubah itu menjadi suatu doa dan ucapan syukur. Saat saya bertemu dengan orang yang menguji kesabaran saya, saya mengubah itu menjadi doa untuk memohon bantuan. Hal-hal ini membantu saya untuk menerapkan doa di dalam setiap bagian kehidupan saya, tidak hanya di waktu khusus berdoa.

(Artikel ditulis berdasarkan wawancara Philip Yancey mengenai bukunya, Prayer: Does it Make Any Difference?)

-as

[Download]


Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.

Standard
Besar
Terbesar

Kesaksian Hidup:

Hidup tanpa keterbatasan

Perjuangan saya untuk hidup

Pertolongan dari Allah yang setia

Jane Fonda - Perjalanan spiritual saya

Kisah pertobatan seorang Master Feng shui

Kekudusan adalah Kebahagiaan

Nilai suatu jiwa

Yesus atau Mama?

Yuri, ampunilah dia...

Penginjil dari George Street

Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah!

Hidup adalah tentang orang lain

Tidak ada yang terlalu berat!

Tuhan bisa memakai siapa saja

Mansur Sang

Pertama kali aku mendengar tentang Allah

Hakim pun meneteskan air mata

Selamatkanlah yang lain!

Dunia akan menjadi lebih baik jika...

Mereka Akan ingat

Reuni di malam Natal

Allah mau memakai Anda

Kakek dan kaca matanya

Hidup adalah Kristus

Saya seorang Kristen

Janganlah kamu kuatir akan hari besok

Bebas Dari Belenggu Rasa Takut Akan Maut

Memberitakan Yesus kepada perampok

Karunia kita

Peristiwa 9/11 mengubah hidup saya selamanya

Ibaragi Kun

Ibu adalah wanita yang sangat cantik

Nenek Brand: Semangatnya masih hidup

Begitulah Caranya Menjadi Tua

Janganlah Ayah Menjadi Seorang Pengkhianat

Keluarlah dari Zona Nyaman Anda

Rasa Takut Berubah Menjadi Rasa Tenang Ilahi

Tuhan akan Berkerja kalau Kita Setia

Billy Graham: Usia Tua Bukan Untuk Para Penakut

Kertas Dinding yang paling Mahal

Jual rumah untuk memberi kepada orang miskin!

"Siapapun yang mengaku dirinya Kristen patut mati!"

Kesaksian Natal

Yesus, Tuhan dan Juru Selamat saya

Ada Sayap-Sayap Malaikat yang Tersembunyi di dalam Kotak Itu

Kematian yang Memberi Hidup

Kesempatan Kedua bagi Gadis-Gadis Nakal

Kutuk Berubah Menjadi Berkat

Apakah Anda Mangsa yang Mudah bagi Musuh?

Siapa Bilang Allah itu Tidak Nyata?

Mangkuk Kayu

Apakah ada Bedanya Jika Kita Berdoa atau Tidak?

Apakah Saya Menjadi Teladan bagi Anak Saya?

Mimpi Berbicara

Kesaksian Saya - John Sung

Apakah Anda Telah dilahirkan Kembali?

Menjalani Kehidupan Ganda

Dia adalah Pahlawan-ku

Nikolai Khamara dari Rusia

Dua Wanita Membagi Persahabatan dan Ginjal

Missionaris Memaafkan

Doa Abjad

Campur Tangan Ilahi, Menolong Seorang Ayah Menemukan Anaknya

Apakah Anda Alkitab yang dibaca orang lain?

Apa Nilai Firman Bagi Anda?

Ignasius dari Roma

Aku Tidak Akan Melepaskannya

Minumlah Anggur itu

Tidak Ada yang Kebetulan

Diselamatkan Oleh Telpon Selular

Kekuatan dari Doa

Rasa Bersyukur

Kasih Seorang Anak Kecil

Kekuatan di Saat Kita Berserah

Kebangkitan Rohani dan Doa

Hati Seorang Misionaris

Berikan Apa yang Ada

Hidup ini Bukan Milik-ku

Penulis Buku "Basic Instinct" Menulis Tentang Iman

Hapus Air Matamu & Bangkitlah...

Waktu untuk Mendengar

86 Tahun Aku Mengikut-Nya

"Aku dulunya hilang, tetapi sekarang ditemukan" ... Kasih karunia yang ajaib!

Aku Hanya seorang Manusia yang Lemah

Ambil dan Bacalah

Anak Kecil Pemain Drum

Apa Pilihanmu - Surga atau Neraka?

Apakah Allah Nyata?

Arti Penderitaan: Pengalaman Melalui Lembah Bayang-Bayang Kematian Yang Mendatangkan Sukacita

Beritahukan Kepada Dunia untuk Saya

Biarlah Terang itu Datang

Dapatkah Kita Mengubah Diri Kita Sendiri?

Di Saat Semuanya Menjadi Tidak Berarti

Diculik Di Manila!

Ditawan oleh Pengharapan

Doa Menyelamatkan Dua Pilot

Gadis Korban Bom Napalm Menemukan Pengampunan

Hidup Dalam Penyerahan

Hidup yang Bergema

Hukum Emas di dalam Dunia Bisnis

Iman dan Kekhawatiran

Kristen 'Daun' atau Kristen 'Akar'

Kepercayaan-ku pada Yesus

Kuasa Kasih

Matahari dan Pertumbuhan Kita

Menyelesaikan Apa yang Dimulai

Pemberian Spesial dari Tuhan

Pengalaman Misi di Vanuatu

Pengorbanan yang Langka

Pergilah... Aku akan menyertai-mu!

Perjanjian Seorang Anak dengan Tuhan-nya

"Setan Asing" menjadi Wanita Kue

Pengakuan Seorang Ateis

Puasa dari Mengkritik

Jalan Raya Kekudusan

John Paton - Pengabar Injil kepada Suku Kanibal

Sadhu Sundar Singh - The Beginning

Sadhu Sundar Singh - The Journey

Semangat Yang Tak Terkalahkan

Sinar Terang di Afrika

Tidak Akan Saya Lupakan

Copyright 2003-2012. Semua materi di situs ini adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries.
E-mail kami untuk mendapatkan izin untuk menggunakan materi di situs ini.
Best viewed with IE6.0 and 1024 by 768 resolution.