|
| Saran & Komentar | updated on 30 April 2012 |
|||||||
|
CahayaPengharapanMinistries Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan |
|||||||
|
|
|||||||
|
Allah mau memakai Anda Austin Gutwein
Maggie yang seusia dengan saya tinggal bersama buyut perempuannya yang berusia 73 tahun, satu-satunya saudaranya yang masih hidup, di sebuah gubuk yang diperbuat dari tanah liat yang ukurannya sedikit lebih besar dari lemari pakaian kami. Maggie tidak bersekolah, tidak punya tempat tidur dan harus berpelukan dengan buyutnya di bawah terpal saat hujan turun. Setiap pagi saat Maggie bersama buyutnya bangun, mereka tidak tahu apakah ada makanan untuk hari itu. Mereka akan membantu tetangga atau orang kampung yang lain untuk membersihkan kebun dengan harapan bisa mendapatkan sedikit makanan. Tapi seringkali mereka tidak makan sepanjang hari. Saat saya menatap wajah Maggie di video itu, hati saya merasa sangat sedih. Bagaimana jika saya berada di posisinya? Suara dari video itu berkata,
Dan dokumenter itu diakhiri dengan dua kalimat.
Ayah mematikan layar televisi, tapi saya tidak dapat mendiamkan gejolak yang ada di dalam hati saya. Malam itu saat saya tidur di ranjang saya yang empuk dan nyaman, air mata mengalir di pipi saya. Saya membayangkan Maggie menangis karena harus bangun keesokan harinya untuk menghadapi satu lagi hari yang penuh penderitaan. Saya merasakan Allah sedang memanggil saya untuk berbuat sesuatu untuk menolong mereka. Sejak kecil, kalimat yang sering saya dengar, apakah dari orang tua, gereja atau guru sekolah minggu adalah, "Allah mau memakai kamu." Mungkin kalimat ini sudah saya dengar lebih dari ribuan kali. Tapi saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Suatu hari, ayah saya bertindak. Dia menelpon orang dari World Vision untuk mengatur pertemuan. Dia berkata, "Kami telah menonton video yang dikirim. Video itu sangat mengguncang hidup anak saya, Austin. Setiap hari selama tiga bulan terakhir ini, dia meminta kami untuk berbuat sesuatu. Apakah World Vision punya program untuk anak yang berusia 9 tahun? Orang itu bertanya. "Berapa usianya?" Ayah menjawab, "9 tahun." Orang itu tidak langsung menjawab. Ayah bertanya lagi, " Saya tahu kalian punya banyak program, apakah ada yang sesuai untuk anak saya." Orang dari World Vision itu bertanya lagi, "Berapa usianya tadi?" "9 tahun." Setelah berdiam agak lama, dia berkata, "Oke, kami punya staf di kantor pusat yang punya beberapa anak kecil. Nanti akan saya cek dan suruh dia telpon Austin". Saat saya ditelpon saya sedang menonton kartun. "Austin? Nama saya adalah Dana Buck dari World Vision...." Sejujurnya saya tidak ingat apa yang dia katakan sepanjang percakapan itu. Setelah agak lama berbicara, dia akhirnya bertanya, "Jadi Austin, apa yang menjadi minat kamu?" "Arr...Saya suka olahraga. Saya paling suka main bola basket." "Oke, kalau begitu pakailah bola basket untuk mengubah dunia." Saya sama sekali tidak tahu bagaimana bisa menggunakan bola basket untuk mengubah hidup seorang yang ada di Afrika. Tapi karena Tuan Dana berkata saya bisa, maka saya mulai mengatur rencana. Saya memutuskan untuk menggalang dana bagi anak-anak yatim piatu di Afrika dengan memasukkan bola ke dalam basket dan mengundang orang untuk menyumbang. Pada hari Aids Sedunia di 1 Desember 2004, saya mengadakan acara lemparan bebas (free throw) bola basket dan ayah membantu untuk mendesain website di mana orang bisa memberikan donasi. Pada hari itu saya melontarkan 2,057 lemparan bebas dan kami berhasil mengumpulkan USD 3,000. Uang itu dipakai oleh World Vision untuk mensponsori 8 anak yatim piatu di Afrika. Sejak 2004, ribuan orang telah bergabung dengan saya dalam mengadakan shoot-a-thon bola basket yang disebut Hoops of Hope. Dengan melakukan hal sederhana seperti melemparkan lemparan bebas bola basket, kami telah menggalang lebih dari USD 2 juta. Anak-anak yatim piatu yang orang tuanya mati karena penyakit Aids sekarang punya akses kepada makanan, pakaian, tempat tinggal, sebuah sekolah baru dan juga sebuah klinik yang kami diberitahu bisa menyelamatkan satu generasi baru. Balai pengobatan yang kedua sedang dibangun sekarang. Saya benar-benar percaya bahwa, setiap orang, tidak kira apa usia dan keahlian kita, dapat dipakai Allah untuk berbuat sesuatu yang berdampak kepada hidup orang lain. (Bagi yang berminat untuk menonton video Maggie dan mengetahui lebih banyak tentang Hoops of Hope bisa mengakses www.youtube.com/hoopsofhope dan klik di link videonya. Kisah Austin dapat dibaca dengan lengkap di bukunya Take Your Best Shot terbitan Thomas Nelson.) |
Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.
Kesaksian Hidup: - Jeremy Lin: "Iman dalam Tuhan yang memulai semuanya." - Pertolongan dari Allah yang setia - Jane Fonda - Perjalanan spiritual saya - Kisah pertobatan seorang Master Feng shui - Kekudusan adalah Kebahagiaan - Penginjil dari George Street - Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah! - Hidup adalah tentang orang lain - Tidak ada yang terlalu berat! - Tuhan bisa memakai siapa saja - Pertama kali aku mendengar tentang Allah - Hakim pun meneteskan air mata - Dunia akan menjadi lebih baik jika... - Janganlah kamu kuatir akan hari besok - Bebas Dari Belenggu Rasa Takut Akan Maut - Memberitakan Yesus kepada perampok - Peristiwa 9/11 mengubah hidup saya selamanya - Ibu adalah wanita yang sangat cantik - Nenek Brand: Semangatnya masih hidup - Begitulah Caranya Menjadi Tua - Janganlah Ayah Menjadi Seorang Pengkhianat - Keluarlah dari Zona Nyaman Anda - Rasa Takut Berubah Menjadi Rasa Tenang Ilahi - Tuhan akan Berkerja kalau Kita Setia - Billy Graham: Usia Tua Bukan Untuk Para Penakut - Kertas Dinding yang paling Mahal - Jual rumah untuk memberi kepada orang miskin! - "Siapapun yang mengaku dirinya Kristen patut mati!" - Yesus, Tuhan dan Juru Selamat saya - Ada Sayap-Sayap Malaikat yang Tersembunyi di dalam Kotak Itu - Kesempatan Kedua bagi Gadis-Gadis Nakal - Kutuk Berubah Menjadi Berkat - Apakah Anda Mangsa yang Mudah bagi Musuh? - Siapa Bilang Allah itu Tidak Nyata? - Apakah ada Bedanya Jika Kita Berdoa atau Tidak? - Apakah Saya Menjadi Teladan bagi Anak Saya? - Apakah Anda Telah dilahirkan Kembali? - Dua Wanita Membagi Persahabatan dan Ginjal - Campur Tangan Ilahi, Menolong Seorang Ayah Menemukan Anaknya - Apakah Anda Alkitab yang dibaca orang lain? - Aku Tidak Akan Melepaskannya - Diselamatkan Oleh Telpon Selular - Kekuatan di Saat Kita Berserah - Penulis Buku "Basic Instinct" Menulis Tentang Iman - Hapus Air Matamu & Bangkitlah... - "Aku dulunya hilang, tetapi sekarang ditemukan" ... Kasih karunia yang ajaib! - Aku Hanya seorang Manusia yang Lemah - Apa Pilihanmu - Surga atau Neraka? - Arti Penderitaan: Pengalaman Melalui Lembah Bayang-Bayang Kematian Yang Mendatangkan Sukacita - Beritahukan Kepada Dunia untuk Saya - Dapatkah Kita Mengubah Diri Kita Sendiri? - Di Saat Semuanya Menjadi Tidak Berarti - Gadis Korban Bom Napalm Menemukan Pengampunan - Hukum Emas di dalam Dunia Bisnis - Kristen 'Daun' atau Kristen 'Akar' - Matahari dan Pertumbuhan Kita - Menyelesaikan Apa yang Dimulai - Pemberian Spesial dari Tuhan - Pergilah... Aku akan menyertai-mu! - Perjanjian Seorang Anak dengan Tuhan-nya - "Setan Asing" menjadi Wanita Kue - John Paton - Pengabar Injil kepada Suku Kanibal - Sadhu Sundar Singh - The Beginning - Sadhu Sundar Singh - The Journey |
|||||
|
Copyright 2003-2012. Semua materi di situs ini
adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries. |
|||||||