|
| Saran & Komentar | updated on 07 January 2009 |
||||||
|
CahayaPengharapanMinistries Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan |
||||||
|
|
||||||
|
Tujuan Ciptaan Baru oleh Redaksi Salah satu klise yang sering kita dengar adalah semua agama mengajarkan umatnya untuk berbuat baik. Dan memang saat Dalai Lama ditanya apa yang diperlukan untuk menjadi seorang Budha yang baik, ia dengan sederhana juga menjawab, "Jadilah baik dan berbuat baiklah." Akan tetapi di antara orang-orang Kristen, banyak yang suka bersembunyi di balik dalih, "Perbuatan baik tidak menyelamatkan kita, hanya Tuhan yang menyelamatkan." Dengan berkata demikian mereka seolah-olah menyepelekan perbuatan baik yang dilakukan oleh orang lain. Dan yang lebih parah lagi, dengan berkata demikian mereka seolah-olah mengecualikan diri mereka daripada berbuat baik. Memang benar, perbuatan baik tidak menyelamatkan kita, hanya Tuhan yang dapat menyelamatkan kita. Tetapi tidakkah kita tahu bahwa Tuhan menyelamatkan kita agar kita dapat berbuat baik kepada sesama? Dengan kata lain, tujuan mengapa kita diciptakan sebagai manusia baru adalah agar kita berbuat baik. Inilah yang dikatakan oleh Efesus 2 ayat 10, bahwa kita diciptakan untuk melakukan perbuatan baik. Perbuatan baik memang tidak menyelamatkan kita, tetapi perbuatan baik merupakan bukti bahwa kita telah dilahirkan kembali menjadi ciptaan baru. Perbuatan baik adalah bukti bahwa kita telah menjadi baik! Dengan demikian iman di dalam Kristus secara tak terelakkan memimpin kita kepada perbuatan baik, karena untuk tujuan inilah kita diciptakan. Jadi seharusnya, kita bukannya meremehkan perbuatan baik tetapi malah harus giat melakukannya seperti kata Paulus di Galatia 6 ayat 9, janganlah kita jemu-jemu berbuat baik. Bagaimana kita tahu bahwa kita telah diselamatkan (dalam artikata sudah dilahirkan kembali)? Tanda dan bukti bahwa kita adalah ciptaan baru adalah apakah perbuatan baik mencirikan kehidupan kita. Banyak orang tidak mengerti bahwa mereka tidak dihakimi berdasarkan iman mereka tetapi berdasarkan perbuatan mereka. Roma 2 ayat 6 berkata , Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya dan ayat 10 berbunyi, tetapi kemuliaan, kehormatan dan damai sejahtera akan diperoleh semua orang yang berbuat baik. Seluruh Alkitab mengajarkan bahwa penghakiman adalah berdasarkan perbuatan. Iman kita membawa kita kepada Kristus dan kita dijadikan ciptaan baru. Dan selanjutnya kita dihakimi sebagai seorang Kristen berdasarkan bagaimana kita menjalani hidup kita. Dengan kata lain, yang akan dihakimi nanti adalah perbuatan kita bukannya iman kita. Jadi apakah kita perlu berbuat baik? Penghakiman Anda di hari itu bergantung sepenuhnya pada hal ini. Iman yang sejati menghasilkan perbuatan baik. Dan iman tanpa perbuatan baik, adalah iman yang mati! Apakah iman yang Anda miliki itu iman yang hidup atau yang mati? (Originally written and uploaded by Cahaya Pengharapan Ministries) -as |
Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.
Artikel: - Suatu Kelahiran yang Tidak Diperhatikan - Mentalitas Seorang yang Besar - Pendidikan Tanpa Hikmat Tidak Ada Artinya - Anda Ada Bukan Karena Kebetulan - Perlakukan Orang Lain dengan Baik - Mengapa Orang Kristen Tidak Bertumbuh? - Mengasihi Teman Sekamar Saya, mungkinkah? - Kehidupan Rohani ibarat Maraton - 5 Alat Untuk Pertumbuhan Rohani - Apakah Anda Luput dari Kesalahan? - Apakah Semua yang Meminta akan Mendapatkan? - Apa Resolusi Tahun Baru Anda? - Apa yang Akan Kau Minta dari Tuhan? - "Ayo, kita gereja di Starbuck aje deh!" - Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan? - Berdiam diri di dalam Tuhan - Sumber Kekuatan Sejati - Cara untuk Mengembangkan Sukacita - Calon Pendeta yang Pasti ditolak Gereja - Dengarkan Tuhan Bukan Diri Kita Sendiri - Dunia Kita yang Penuh Kata-kata - Hanya Ketidak-Sempurnaan yang Tidak Dapat Menolerir Ketidak-Sempurnaan - Hari Ini - Jangan Lupa Paspor dan Tiket Pesawat Anda - Jangan Menilai Buku dari Sampulnya - Kejujuran Tidak Pernah Merugikan - Kekurangan Orang Lain Harus Ditanggung Dalam Kasih - Kerendahan Hati, Benar dan Palsu - Kunci menaati Perintah Tuan Empunya Tuaian - Mukjizat Natal - Kisah-kisah Nyata - Menara Api di tengah Kegelapan Dunia - Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan, Mungkinkah? - Mengasihi Seperti Diri Sendiri - Menggerakkan Orang Lewat Doa - Natal, Musim untuk Berbuat Baik? - Orang yang Melukai kita Harus Dikasihi dan Disambut sebagai Tangan Tuhan - Pendeta diabaikan di Gerejanya Sendiri - Peraturan Umum Dalam Penggunaan Waktu dan Hidup Kudus - Percakapan antara Orang Kudus dan Filsuf - Peringatan tentang Mendambakan Keberhasilan Spiritual - Salib, Sumber Kegembiraan Kita - Sejauh Manakah Anda Rela Melangkah untuk Tuhan? - Sekilas Hikmat dari Billy Graham - Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita Membutuhkannya - Setinggi-tingginya Tupai Melompat - Siapa Bilang Tidak Ada Sinterklas? |
||||
|
Copyright 2003-2007. Semua materi di situs ini
adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries. |
||||||