|
| Saran & Komentar | updated on 04 February 2012 |
|||||||
|
CahayaPengharapanMinistries Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan |
|||||||
|
|
|||||||
|
Siapa Bilang Tidak Ada Sinterklas? anonim Saya masih ingat petualangan Natal pertama saya dengan nenek. Saya masih seorang anak kecil pada waktu itu. Kakak saya menyampaikan suatu hal yang begitu mengejutkan saya, "Tidak ada Sinterklas," katanya mengejek, "Bahkan orang bodoh tahu itu!" Saya langsung keluar rumah dan bersepeda ke rumah nenek. Nenek seorang yang sangat jujur, saya tahu ia akan memberitahu saya apa adanya. Setiba di rumah nenek, saya menceritakan semuanya kepadanya. Nenek kaget, "Tidak ada Sinterklas?" Ia bergumam... "Tidak masuk di akal! Jangan percaya ngomong kosong seperti itu. Sudah bertahun-tahun kabar angin itu tersebar dan hal ini membuat saya sangat marah!! Nah, sekarang kenakan mantelmu." "Pergi ke mana?" tanya saya. Ternyata nenek membawa saya ke satu-satunya toko di kota yang menjual beraneka macam barang. Ketika kami masuk ke dalam toko, nenek memberi saya 10 dolar. Suatu jumlah uang yang besar pada waktu itu. "Ambil uang ini", katanya, "dan belilah sesuatu untuk orang yang membutuhkannya. Aku akan tunggu di dalam mobil." Lalu nenek meninggalkan saya sendirian di dalam toko. Usia saya hanya delapan tahun dan saya selalu berbelanja bersama ibu, saya tidak pernah berbelanja sendirian. Toko itu kelihatannya besar dan penuh dengan orang yang sedang berlomba-lomba untuk menyelesaikan belanjaan buat persediaan Natal. Untuk beberapa saat, saya hanya berdiri di situ, bingung sambil memegang erat uang 10 dolar itu. Saya berpikir keras tentang apa yang harus saya beli dan saya memikirkan semua orang yang saya kenal: keluarga saya, teman-teman, tetangga dan anak-anak di sekolah dan teman-teman gereja. Tiba-tiba saya teringat Bobby Decker. Seorang anak yang mulutnya berbau dan rambutnya selalu berantakan. Ia duduk di bangku belakang saya di dalam kelas. Bobby Decker tidak memiliki mantel. Saya tahu itu karena saat jam istirahat di musim dingin, ia tidak pernah mau keluar bermain. Ibunya selalu menulis sebuah catatan bahwa ia pilek dan batuk, tetapi semua anak-anak tahu bahwa Bobby Decker tidak sakit tetapi ia tidak dapat keluar bermain karena tidak memiliki mantel yang bagus. Dengan gairah saya mendekati tempat menjual mantel. Saya akan membelikan Bobby Decker mantel yang bagus. Saya memilih yang berwarna merah. Mantel itu kelihatan hangat dan saya yakin Bobby akan menyukainya. "Apakah ini kado Natal untuk seseorang?" tanya wanita yang melayani saya ketika saya memberinya uang 10 dolar. "Ya, nyonya," saya menjawab dengan agak malu-malu. "Itu untuk Bobby." Wanita yang baik hati itu tersenyum saat saya menceritakan tentang Bobby yang benar-benar membutuhkan sebuah mantel yang bagus untuk musim dingin. Tidak ada uang kembalian dan ia memasukkan mantel itu ke dalam tas dan menyerahkan ke saya. Sore itu nenek membantu saya membungkus mantel itu dalam kertas kado.
(Kartu harga terjatuh dari mantel itu dan nenek menyimpannya di dalam
Alkitabnya.) Nenek menulis di atas kado itu, "Kepada Bobby, Dari
Sinterklas". Saya menarik napas dalam-dalam dan berlari ke arah pintu, melemparkan kado di depan pintu dan menekan bel rumah lalu dengan cepat saya berlari kembali ke tempat nenek sedang bersembunyi. Kami bersama-sama mengintai dari balik pohon. Akhirnya, Bobby keluar dan berdiri di depan pintunya. Lima puluh tahun sudah berlalu dan saya masih dapat merasakan sensasi pada malam dingin itu saat saya berdiri kedinginan di balik pepohonan di depan rumah Bobby bersama nenek. Malam itu menyakinkan saya bahwa kabar angin tentang tidak adanya Sinterklas adalah suatu hal yang tidak masuk di akal. Sinterklas masih hidup dan baik-baik saja dan kita semua berada di dalam timnya. Saya masih memiliki Alkitab dengan kartu harga mantel itu, $19.95. SELESAI |
Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.
Artikel: - Saya suka Kristus Anda. Tapi saya tidak suka dengan orang Kristen Anda - Doa Santo Francis dari Asisi - Bagaimana Anda tidak dapat menjadi Anak Allah - Dipimpin oleh kehendak Allah - Allah bukanlah sebongkah kayu - Kita bukan konsumen. Kita adalah manusia - Allah menanggapi Anda dengan serius - Segenap hati, jiwa, pikiran dan kekuatan kita telah ditebus - Lukisan Last Supper oleh Leonardo Da Vinci - Pesan seorang ateis bagi kita - Semuanya langsung tunduk, kecuali manusia - Sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya. - Billy Graham: Penyesalan dan Himbauannya - Apa yang harusnya menjadi tekad tahun baru orang Kristen? - Natal - Apakah yang menjadikannya penting? - Gereja Eksis bukan untuk Kepentingan Anggotanya - Perbedaan bukan berarti perpecahan - Apakah Anda datang ke gereja sebagai konsumen? - Apakah gereja benar-benar perlu bagi orang Kristen? - Apakah kita kerabatnya Tuhan? - Mengapa seringkali kita menjadi orang bodoh? - Hati yang terarah pada Surga - Bagaimana kita dapat melakukan kehendak Tuhan? - Tuhan, apakah yang harus kuperbuat? - Bagaimana mengenal pengajar dan nabi palsu? - Andai aku dapat menghentikan satu hari merana - Di mana ada kasih, di situlah Allah ada - Ciri orang yang menghayati doa - Bagaimana menangani kekhawatiran? - Memahami Hukum Taurat dalam Terang Roh - Bagaimana Kebenaran Memerdekakan? - Kamu akan Mengetahui Kebenaran - Jangan Kuatir... Kristus Telah Bangkit! - Bagaimana Menjadi Seorang Pembangun Umat? - Waspadalah Terhadap Roh Pasif - Mengapa Kita Berdoa Sebelum Makan? - Apakah Hari Sabat Diciptakan untuk Manusia? - Bagaimana Mengendalikan Amarah Kita - Tujuh Cara untuk Melindungi Pernikahan Anda dari Kejatuhan Moral - Lima Resolusi Tahun Baru untuk Pemimpin Kristen - Mengapa Allah mengizinkan rasa sakit? - Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 2 - Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 1 - Bagaimana Menghindari Daya Tarik yang Fatal? - Apakah Anda Masih Tidur dan Beristirahat? - Bagaimana Memaafkan Orang yang telah Menyakiti Kita - Apakah Anda masih dikagumkan dengan Alkitab? - Kemunduran Agama, Salah Siapa? - Bagaimana Meminta Pemulihanan dari Allah? - Yesus Tidak Takut disalah-pahami - Bagaimana Menangani Keraguan? - Apakah Kita Terlalu Banyak Bicara? - Kita Perlu Memperlambat Pekerjaan Kita - Maut Harus Dialami Setiap Hari - Penderitaan itu Milik Siapa? - Melayani Orang yang Mengalami Krisis Pribadi - Mengapa orang-orang berteriak? - Ahhhh... akhirnya engkau mengerti - Kehidupan Lebih dari Apa yang Tampak - Suatu Kelahiran yang Tidak Diperhatikan - Mentalitas Seorang yang Besar - Pendidikan Tanpa Hikmat Tidak Ada Artinya - Anda Ada Bukan Karena Kebetulan - Perlakukan Orang Lain dengan Baik - Mengapa Orang Kristen Tidak Bertumbuh? - Mengasihi Teman Sekamar Saya, mungkinkah? - Kehidupan Rohani ibarat Maraton - 5 Alat Untuk Pertumbuhan Rohani - Apakah Anda Luput dari Kesalahan? - Apakah Semua yang Meminta akan Mendapatkan? - Apa Resolusi Tahun Baru Anda? - Apa yang Akan Kau Minta dari Tuhan? - "Ayo, kita gereja di Starbuck aje deh!" - Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan? - Berdiam diri di dalam Tuhan - Sumber Kekuatan Sejati - Cara untuk Mengembangkan Sukacita - Calon Pendeta yang Pasti ditolak Gereja - Dengarkan Tuhan Bukan Diri Kita Sendiri - Dunia Kita yang Penuh Kata-kata - Hanya Ketidak-Sempurnaan yang Tidak Dapat Menolerir Ketidak-Sempurnaan - Hari Ini - Jangan Lupa Paspor dan Tiket Pesawat Anda - Jangan Menilai Buku dari Sampulnya - Kejujuran Tidak Pernah Merugikan - Kekurangan Orang Lain Harus Ditanggung Dalam Kasih - Kerendahan Hati, Benar dan Palsu - Kunci menaati Perintah Tuan Empunya Tuaian - Mukjizat Natal - Kisah-kisah Nyata - Menara Api di tengah Kegelapan Dunia - Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan, Mungkinkah? - Mengasihi Seperti Diri Sendiri - Menggerakkan Orang Lewat Doa - Natal, Musim untuk Berbuat Baik? - Orang yang Melukai kita Harus Dikasihi dan Disambut sebagai Tangan Tuhan - Pendeta diabaikan di Gerejanya Sendiri - Peraturan Umum Dalam Penggunaan Waktu dan Hidup Kudus - Percakapan antara Orang Kudus dan Filsuf - Peringatan tentang Mendambakan Keberhasilan Spiritual - Salib, Sumber Kegembiraan Kita - Sejauh Manakah Anda Rela Melangkah untuk Tuhan? - Sekilas Hikmat dari Billy Graham - Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita Membutuhkannya - Setinggi-tingginya Tupai Melompat - Siapa Bilang Tidak Ada Sinterklas? |
|||||
|
Copyright 2003-2012. Semua materi di situs ini
adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries. |
|||||||