|
| Saran & Komentar | updated on 24 December 2008 |
|||||||
|
CahayaPengharapanMinistries Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan |
|||||||
|
|
|||||||
|
Sejauh Manakah Anda Rela Melangkah untuk Tuhan? Oleh Redaksi Steve Vaught, seorang pria berumur 40 tahun dengan berat badan 190 kg mengambil langkah drastik berjalan kaki sejauh 4500 km dari San Diego ke New York dengan harapan dapat menurunkan berat badannya. Perjalanan yang ditempuhnya mengambil waktu lebih dari satu tahun. Hal ini dilakukannya karena merasa tidak lagi dapat menikmati hidup karena badannya yang sudah terlalu gemuk. Untuk menyelesaikan perjalanan yang panjang dan melelahkan ini Steve harus membayar harga yang mahal. Katanya, "Apa yang saya lakukan bukan tanpa pengorbanan. Saya dan keluarga saya tahu dan menerima itu. Saya hanya akan melihat istri dan anak-anak satu atau dua kali dalam waktu satu tahun ini. Kondisi keuangan saya juga tidak memungkinkan saya melakukan perjalanan ini, saya sudah menerima kenyataan bahwa saya akan kehilangan mobil dan properti saya. Hal-hal itu, bagaimanapun, sangat tidak berarti saat dibandingkan dengan jika saya tidak menempuh perjalanan ini. Saya bisa saja membeli mobil atau properti yang lain, tetapi saya tidak akan dapat membeli hidup yang lain. Satu-satunya hal yang paling berharga adalah hal yang tidak dapat dibeli dengan uang...yakni hidup." Harga yang perlu dibayarnya ternyata lebih tinggi dari yang diperkirakannya. Istrinya, April, yang pada awalnya mendukung perjalanannya, akhirnya berubah pikiran dan menceraikan dia. Walaupun harga yang harus dibayarnya begitu tinggi tetapi Steve tidak menyesal karena imbalan yang diperolehinya tidak membuat usahanya sia-sia. Katanya, "Saya telah menghabiskan 15 tahun menyesali masa lalu saya dan merasa takut memikirkan masa depan saya. Sekarang saya hidup buat waktu ini." Lima belas tahun yang lalu Steve merupakan seorang pria langsing yang tidak mempunyai masalah dengan berat badan. Tetapi ia mulai menjadikan makanan sebagai suatu bentuk pelarian setelah ia tanpa sengaja menabrak mati dua wanita tua saat mengemudi. Rasa bersalah yang menghantui nuraninya membuatnya berusaha menutupi rasa bersalah itu dengan mencari penghiburan dalam makanan. Dan untuk merebut kembali hidupnya ia tahu ia harus keluar dari lingkaran setan itu. Jadi perjalanan ini bukan sekadar tentang penurunan berat badan tetapi lebih merupakan satu perjalanan untuk memurnikan jiwa dan raganya. Langkah yang diambil oleh Steve memang sangat patut dipuji walaupun tetap saja ada yang mengkritik dia sebagai egois dan gagal bertanggungjawab terhadap keluarganya. Tetapi baginya perjalanan panjang ini harus dilakukannya untuk merebut kembali hidupnya. Katanya, "Saya mengorbankan waktu 1 tahun dari kehidupan saya sekarang untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik, lebih kurus, sehat dan sejahtera selama 30-40 tahun ke depan." Satu pertukaran yang memang pantas dilakukan. Steve rela membayar harga yang cukup tinggi untuk memperoleh 30-40 tahun kehidupan yang lebih baik di dunia ini. Hal ini membuat saya berpikir, kira-kiranya apakah yang rela kita korbankan untuk mendapatkan hidup yang bahkan lebih dari 3000 - 4000 tahun? Menurut pengamatan Thomas Kempis, penulis buku klasik Imitation of Christ, "Untuk imbalan kecil, manusia akan bergegas melakukan perjalanan yang panjang, tapi untuk hidup kekal, banyak yang enggan mengambil bahkan satu langkah pun." Sejauh manakah sudah kita melangkah menuju hidup yang kekal? |
Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.
Artikel: - Suatu Kelahiran yang Tidak Diperhatikan - Mentalitas Seorang yang Besar - Pendidikan Tanpa Hikmat Tidak Ada Artinya - Anda Ada Bukan Karena Kebetulan - Perlakukan Orang Lain dengan Baik - Mengapa Orang Kristen Tidak Bertumbuh? - Mengasihi Teman Sekamar Saya, mungkinkah? - Kehidupan Rohani ibarat Maraton - 5 Alat Untuk Pertumbuhan Rohani - Apakah Anda Luput dari Kesalahan? - Apakah Semua yang Meminta akan Mendapatkan? - Apa Resolusi Tahun Baru Anda? - Apa yang Akan Kau Minta dari Tuhan? - "Ayo, kita gereja di Starbuck aje deh!" - Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan? - Berdiam diri di dalam Tuhan - Sumber Kekuatan Sejati - Cara untuk Mengembangkan Sukacita - Calon Pendeta yang Pasti ditolak Gereja - Dengarkan Tuhan Bukan Diri Kita Sendiri - Dunia Kita yang Penuh Kata-kata - Hanya Ketidak-Sempurnaan yang Tidak Dapat Menolerir Ketidak-Sempurnaan - Hari Ini - Jangan Lupa Paspor dan Tiket Pesawat Anda - Jangan Menilai Buku dari Sampulnya - Kejujuran Tidak Pernah Merugikan - Kekurangan Orang Lain Harus Ditanggung Dalam Kasih - Kerendahan Hati, Benar dan Palsu - Kunci menaati Perintah Tuan Empunya Tuaian - Mukjizat Natal - Kisah-kisah Nyata - Menara Api di tengah Kegelapan Dunia - Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan, Mungkinkah? - Mengasihi Seperti Diri Sendiri - Menggerakkan Orang Lewat Doa - Natal, Musim untuk Berbuat Baik? - Orang yang Melukai kita Harus Dikasihi dan Disambut sebagai Tangan Tuhan - Pendeta diabaikan di Gerejanya Sendiri - Peraturan Umum Dalam Penggunaan Waktu dan Hidup Kudus - Percakapan antara Orang Kudus dan Filsuf - Peringatan tentang Mendambakan Keberhasilan Spiritual - Salib, Sumber Kegembiraan Kita - Sejauh Manakah Anda Rela Melangkah untuk Tuhan? - Sekilas Hikmat dari Billy Graham - Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita Membutuhkannya - Setinggi-tingginya Tupai Melompat - Siapa Bilang Tidak Ada Sinterklas? |
|||||
|
Copyright 2003-2007. Semua materi di situs ini
adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries. |
|||||||