|
| Saran & Komentar | updated on 16 April 2012 |
|||||||
|
CahayaPengharapanMinistries Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan |
|||||||
|
|
|||||||
|
Sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya. CPM
Kisah ini diceritakan oleh seorang
dokter yang bekerja di Afrika. Kami juga tidak mempunyai fasilitas untuk memberi makan bayi prematur. Walaupun kami tinggal di daerah tropis, namun pada malam hari, cuacanya seringkali menjadi sangat dingin yang disertai angin kencang. Seorang suster mencari sebuah kotak kecil lalu membungkus bayi itu dengan kain wol dan meletakkannya di dalam kotak kecil tersebut. Seorang lagi menyalakan api dan memasukkan air panas ke botol air panas yang terbuat dari bahan karet. Selang beberapa saat kemudian, dia kembali dan dengan suara yang putus asa memberitahu saya bahwa botol air panas yang terbuat dari karet itu telah pecah. (Di iklim tropis, barang buatan karet memang cenderung mengeras). "Dan itu adalah botol air panas kita yang terakhir" kata suster itu. Tidak ada lagi yang dapat kami lakukan karena tidak ada tempat yang menjual barang-barang demikian di hutan tempat kami tinggal. "Baiklah," saya berkata, "tempatkan bayi itu di dekat unggun api dan tidur di antara bayi dan pintu agar angin tidak mengenai bayi itu. Tugas Anda adalah untuk memastikan bayi itu hangat sepanjang malam." Pada keesokan harinya, sama seperti hari-hari lainnya, saya bergabung dengan anak-anak di panti asuhan yang senang untuk berkumpul dan berdoa bersama saya. Saya memberikan beberapa pokok-pokok doa untuk didoakan dan memberitahu mereka tentang bayi prematur yang lahir tadi malam. Saya menjelaskan masalah yang kami hadapi untuk memastikan bayi itu hangat, saya menyinggung tentang botol air panas, dan bahwa jika bayi itu masuk angin, dia bisa meninggal. Saya juga memberitahu mereka bahwa anak perempuan berusia dua tahun itu menangis terus karena ibunya sudah tidak ada lagi. Saat kami sedang berdoa, seorang anak berusia 10 tahun yang bernama Ruth, memanjatkan doa yang sederhana dan singkat yang menjadi ciri khas anak-anak di Afrika. "Tolonglah Allah, kirimlah botol air panas hari ini karena kalau besok tidak ada gunanya, karena bayi itu akan meninggal, jadi kirimlah pada siang hari ini." Di dalam hati, saya berpikir betapa beraninya dia berdoa demikian. Ruth menyambung dengan berkata, "Tuhan, sekalian saja kirimkan boneka pada anak yang mamanya meninggal supaya dia tahu bahwa Tuhan mengasihi dia." Sebagaimana lazimnya berdoa dengan
anak kecil, saya tidak tahu apakah saya dapat dengan jujur berkata, "Amin"?
Karena sejujurnya saya tidak percaya bahwa Allah
dapat melakukan hal tersebut. Pada siang hari, saat saya sedang mengajar di sekolah perawat, ada yang mencari saya dan menyampaikan pesan bahwa ada mobil yang datang di depan rumah saya. Setiba saya ke rumah, mobil tersebut telah pergi tapi saya melihat disitu ada sebuah paket seberat 10 kg. Saya langsung merasakan air mata menetes di pipi saya. Saya tidak dapat membuka paket itu sendirian, lalu saya mengirim orang untuk memanggil anak-anak dari panti asuhan. Setelah mereka datang, kami bersama-sama membuka paket itu. Dengan sangat berhati-hati mereka membuka paket itu supaya kertasnya tidak robek, saya dapat merasakan kegembiraan yang terpancar dari wajah mereka. Sekitar 30 sampai 40 pasang mata sedang terfokus pada apa yang ada di dalam paket itu. Di dalamnya ada baju kaos yang berwarna-warni. Selain itu terdapat perban untuk pasien kusta, dan anak-anak itu terlihat tidak berminat. Lalu ada juga kismis yang akan saya buatkan roti di akhir pekan nanti. Lalu saya memasukkan tangan saya ke dalam paket dan saya dapat merasakan... apakah memang seperti yang saya pikirkan? Iya, saat saya menariknya keluar, saya melihat satu botol air panas yang baru. Saya langsung menangis. Saya tidak meminta Tuhan untuk mengirimnya; saya tidak sesungguhnya percaya bahwa Dia dapat melakukannya. Ruth berada di bagian depan. Dia langsung maju ke depan dan berkata dengan suara yang keras, "Jika Allah mengirimkan botol itu, Dia pasti mengirimkan boneka juga!" Ruth langsung menggeledah paket sampai ke bagian bawah, dan dia mengeluarkan satu boneka kecil yang sangat cantik. Matanya bersinar-sinar! Dia tidak pernah ragu! Memandang pada saya, Ruth bertanya, "Apakah saya bisa pergi bersama Anda dan memberikan boneka ini pada anak itu, supaya dia tahu bahwa Tuhan mengasihi dia?" "Tentu saja," saya menjawab! Paket itu sudah dikirim lima bulan sebelumnya oleh kelas Sekolah Minggu saya. Pemimpinnya mendengar dan menaati dorongan dari Tuhan untuk mengirim botol air panas, sekalipun ke daerah tropis. Dan salah seorang anak perempuan telah memasukkan boneka untuk seorang anak di Afrika lima bulan sebelumnya, yang menjawab doa seorang anak berusia 10 tahun yang meminta agar dikirimkan "siang itu juga." "Sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya." (Yesaya 65:24) |
Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.
Artikel: - Apakah berdoa itu suatu beban? - Bagaimana memuliakan Allah di tempat kerja? - Apakah Anda bekerja untuk Allah atau bersamaNya? - Saya suka Kristus Anda. Tapi saya tidak suka dengan orang Kristen Anda - Doa Santo Francis dari Asisi - Bagaimana Anda tidak dapat menjadi Anak Allah - Dipimpin oleh kehendak Allah - Allah bukanlah sebongkah kayu - Kita bukan konsumen. Kita adalah manusia - Allah menanggapi Anda dengan serius - Segenap hati, jiwa, pikiran dan kekuatan kita telah ditebus - Lukisan Last Supper oleh Leonardo Da Vinci - Pesan seorang ateis bagi kita - Semuanya langsung tunduk, kecuali manusia - Sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya. - Billy Graham: Penyesalan dan Himbauannya - Apa yang harusnya menjadi tekad tahun baru orang Kristen? - Natal - Apakah yang menjadikannya penting? - Gereja Eksis bukan untuk Kepentingan Anggotanya - Perbedaan bukan berarti perpecahan - Apakah Anda datang ke gereja sebagai konsumen? - Apakah gereja benar-benar perlu bagi orang Kristen? - Apakah kita kerabatnya Tuhan? - Mengapa seringkali kita menjadi orang bodoh? - Hati yang terarah pada Surga - Bagaimana kita dapat melakukan kehendak Tuhan? - Tuhan, apakah yang harus kuperbuat? - Bagaimana mengenal pengajar dan nabi palsu? - Andai aku dapat menghentikan satu hari merana - Di mana ada kasih, di situlah Allah ada - Ciri orang yang menghayati doa - Bagaimana menangani kekhawatiran? - Memahami Hukum Taurat dalam Terang Roh - Bagaimana Kebenaran Memerdekakan? - Kamu akan Mengetahui Kebenaran - Jangan Kuatir... Kristus Telah Bangkit! - Bagaimana Menjadi Seorang Pembangun Umat? - Waspadalah Terhadap Roh Pasif - Mengapa Kita Berdoa Sebelum Makan? - Apakah Hari Sabat Diciptakan untuk Manusia? - Bagaimana Mengendalikan Amarah Kita - Tujuh Cara untuk Melindungi Pernikahan Anda dari Kejatuhan Moral - Lima Resolusi Tahun Baru untuk Pemimpin Kristen - Mengapa Allah mengizinkan rasa sakit? - Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 2 - Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 1 - Bagaimana Menghindari Daya Tarik yang Fatal? - Apakah Anda Masih Tidur dan Beristirahat? - Bagaimana Memaafkan Orang yang telah Menyakiti Kita - Apakah Anda masih dikagumkan dengan Alkitab? - Kemunduran Agama, Salah Siapa? - Bagaimana Meminta Pemulihanan dari Allah? - Yesus Tidak Takut disalah-pahami - Bagaimana Menangani Keraguan? - Apakah Kita Terlalu Banyak Bicara? - Kita Perlu Memperlambat Pekerjaan Kita - Maut Harus Dialami Setiap Hari - Penderitaan itu Milik Siapa? - Melayani Orang yang Mengalami Krisis Pribadi - Mengapa orang-orang berteriak? - Ahhhh... akhirnya engkau mengerti - Kehidupan Lebih dari Apa yang Tampak - Suatu Kelahiran yang Tidak Diperhatikan - Mentalitas Seorang yang Besar - Pendidikan Tanpa Hikmat Tidak Ada Artinya - Anda Ada Bukan Karena Kebetulan - Perlakukan Orang Lain dengan Baik - Mengapa Orang Kristen Tidak Bertumbuh? - Mengasihi Teman Sekamar Saya, mungkinkah? - Kehidupan Rohani ibarat Maraton - 5 Alat Untuk Pertumbuhan Rohani - Apakah Anda Luput dari Kesalahan? - Apakah Semua yang Meminta akan Mendapatkan? - Apa Resolusi Tahun Baru Anda? - Apa yang Akan Kau Minta dari Tuhan? - "Ayo, kita gereja di Starbuck aje deh!" - Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan? - Berdiam diri di dalam Tuhan - Sumber Kekuatan Sejati - Cara untuk Mengembangkan Sukacita - Calon Pendeta yang Pasti ditolak Gereja - Dengarkan Tuhan Bukan Diri Kita Sendiri - Dunia Kita yang Penuh Kata-kata - Hanya Ketidak-Sempurnaan yang Tidak Dapat Menolerir Ketidak-Sempurnaan - Hari Ini - Jangan Lupa Paspor dan Tiket Pesawat Anda - Jangan Menilai Buku dari Sampulnya - Kejujuran Tidak Pernah Merugikan - Kekurangan Orang Lain Harus Ditanggung Dalam Kasih - Kerendahan Hati, Benar dan Palsu - Kunci menaati Perintah Tuan Empunya Tuaian - Mukjizat Natal - Kisah-kisah Nyata - Menara Api di tengah Kegelapan Dunia - Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan, Mungkinkah? - Mengasihi Seperti Diri Sendiri - Menggerakkan Orang Lewat Doa - Natal, Musim untuk Berbuat Baik? - Orang yang Melukai kita Harus Dikasihi dan Disambut sebagai Tangan Tuhan - Pendeta diabaikan di Gerejanya Sendiri - Peraturan Umum Dalam Penggunaan Waktu dan Hidup Kudus - Percakapan antara Orang Kudus dan Filsuf - Peringatan tentang Mendambakan Keberhasilan Spiritual - Salib, Sumber Kegembiraan Kita - Sejauh Manakah Anda Rela Melangkah untuk Tuhan? - Sekilas Hikmat dari Billy Graham - Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita Membutuhkannya - Setinggi-tingginya Tupai Melompat - Siapa Bilang Tidak Ada Sinterklas? |
|||||
|
Copyright 2003-2012. Semua materi di situs ini
adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries. |
|||||||