| Saran & Komentar | updated on 16 April 2012

Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan

Halaman Utama

  |  Tentang Kami

  |  Hubungi Kami

  |  Izin Pemakaian Materi 

  |  Dapatkan Buletin Gratis di sini! 

Sumber Damai

Khotbah/PA


Inspirasi

Artikel/Renungan

Kesaksian Hidup


Pelatihan

Discipleship Trainings


Lain-Lain...

Buku-buku Terbitan 

Lagu dan Film 

Bible Study (P.A)

Siaran Mandarin

Buletin Gratis!

Follow Us


BACA ONLINE


KATA PENGANTAR

Pelukan Seorang Bayi

Tetapi jikalau kamu memandang muka, kamu berbuat dosa - Yakobus 2.9

Kami merupakan satu-satunya keluarga dengan bayi di restoran itu. Saya menempatkan Erik di kursi anak-anak. Suasana rumah makan itu tenang dan nyaman. Tiba-tiba Erik ketawa dengan suara yang keras dan berkata, "Hi" sambil memukul-mukul tangan mungilnya di nampan tempat makan bayi. Matanya penuh dengan keceriaan dan mulutnya tertawa terkikih-kikih penuh sukacita.

Saya memandang ke belakang dan melihat apa yang membuat Erik begitu senang. Saya melihat seorang pria yang bercelana longgar, dengan ritsleting yang tidak dikancing dengan baik dan mengenakan sepatu yang sudah berlobang-lobang sedang melambai-lambai ke arahnya. Bajunya kotor dan rambutnya berminyak dan tidak tersisir. Wajahnya sudah lama tidak dicukur. Kami terlalu jauh untuk menciumnya tetapi saya yakin, baunya pasti tidak menyenangkan juga. Pria itu terus mengelepakkan tangannya dan melambai ke arah Eric seolah-olah berkata, "Hi yang di sana, bayi; hi anak kecil. Aku melihat-mu."

Saya dan suami saling berpandangan, "Apa yang harus kita lakukan?"

Erik terus saja ketawa dan berinteraksi dengan pria itu.

Setiap orang di restoran itu memandang ke arah kami dan ke arah pria itu. Pria tua gelandangan itu dan bayi lucu kami sedang menganggu suasana nyaman tempat makan itu. Kami selesai makan dan pria tua itu terus saja bercakap-cakap dengan keras ke arah Erik.

Tidak ada yang menganggap hal itu lucu. Yang jelas pria tua itu sedang mabuk.  

Saya dan suami merasa malu. Kami makan tanpa banyak berbicara, kecuali Erik yang terus saja dengan gembira menanggapi pria tua itu.
Selesai makan saya menuju pintu keluar sementara suami saya membayar di tempat kasir. Pria tua itu menempatkan dirinya di dekat pintu. "Ya Tuhan, biarlah aku keluar dari tempat ini sebelum dia berbicara kepada aku atau Erik," doa saya. Saya coba menghindar darinya agar tidak mencium bau badannya yang kurang enak. Tetapi seraya saya menjauhinya, Erik membentangkan kedua tangannya dan mendorong tubuhnya ke arah pria tua dalam posisi yang mengundang pria tua itu merangkulnya. Sebelum sempat saya berbuat apa-apa Erik sudah berada di dalam gendongan pria kumuh itu.

Saya tertegun. Saya melihat seorang pria tua yang kotor dan berbau busuk menjalin suatu pertalian kasih dengan seorang bayi kecil yang manis dan polos. Kepala mungil bayi bersandar gembira di bahu pria tua yang kasar itu. Pria itu memejam matanya dan saya melihat beberapa tetes air mata terbentuk di bulu matanya. Tangannya mengelus-elus punggung Erik. Tidak ada dua insan yang begitu saling mencintai di dalam waktu yang begitu singkat.

Pria tua itu mengayun-ayun dan membuai-buai Erik di dalam pelukannya dan setelah ia membuka matanya, ia memandang ke saya dan berkata dengan suara yang tegas, "Engkau jaga bayi ini dengan baik."

Entah bagaimana saya mampu bersuara, "Ya, ya, pasti akan aku lakukan."
Dengan penuh kasih ia mendorong Erik yang masih memeluknya dengan erat dan mengembalikan Erik ke saya. Pria itu berkata, "Tuhan memberkati engkau nyonya, engkau telah memberikan aku kado yang sangat istimewa."

Saya hanya dapat berbisik, "Terima kasih." Dengan Erik di dalam gendongan saya, saya lari ke mobil sambil menangis. "Ya Tuhan, ampunilah aku."

Aku baru saja menyaksikan kasih Kristus lewat kepolosan seorang anak kecil yang tidak melihat dosa, yang tidak menghakimi; seorang bayi yang melihat pada jiwa seseorang dan seorang ibu yang memandang pada pakaian dan tampilan luar. Aku seorang Kristen yang buta yang sedang menggendong seorang anak yang tidak buta.

Saya merasakan seolah-olah Tuhan sedang bertanya, "Apakah engkau rela membagikan anak engkau buat sesaat?" Padahal Ia telah membagikan Anak-Nya dengan kita buat kekekalan!

(Dirangkum dan diterjemahkan dari www.christianblessings.com, A baby's hug)

[Download]


Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.

Standard
Besar
Terbesar

Artikel:

- Apa motivasi kebaikan kita?

- Doa yang menyenangkan Allah

- Apakah berdoa itu suatu beban?

- Bagaimana memuliakan Allah di tempat kerja?

- Apakah Anda bekerja untuk Allah atau bersamaNya?

- Saya suka Kristus Anda. Tapi saya tidak suka dengan orang Kristen Anda

- Doa Santo Francis dari Asisi

- Bagaimana Anda tidak dapat menjadi Anak Allah

- Dipimpin oleh kehendak Allah

- Allah bukanlah sebongkah kayu

- Orang yang dipakai Allah

- Kita bukan konsumen. Kita adalah manusia

- Kesatuan membawa pemulihan

- Allah menanggapi Anda dengan serius

- Segenap hati, jiwa, pikiran dan kekuatan kita telah ditebus

- Lukisan Last Supper oleh Leonardo Da Vinci

- Pencarian akan Kebahagiaan

- Pesan seorang ateis bagi kita

- Kebangkitan Kristus

- Sedikit Air dan Roti

- Semuanya langsung tunduk, kecuali manusia

- Iman dan keraguan

- Sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya.

- Billy Graham: Penyesalan dan Himbauannya

- Apa yang harusnya menjadi tekad tahun baru orang Kristen?

- Natal - Apakah yang menjadikannya penting?

- Saya percaya...

- Gereja Eksis bukan untuk Kepentingan Anggotanya

- Perbedaan bukan berarti perpecahan

- Apakah Anda datang ke gereja sebagai konsumen?

- Apakah gereja benar-benar perlu bagi orang Kristen?

- Apakah kita kerabatnya Tuhan?

- Rumah di sisi jalan

- Mengapa seringkali kita menjadi orang bodoh?

- Hati yang terarah pada Surga

- Bagaimana kita dapat melakukan kehendak Tuhan?

- Tuhan, apakah yang harus kuperbuat?

- Doa bukan "ban serep"

- Bagaimana mengenal pengajar dan nabi palsu?

- Dosa Kelalaian

- Doa Seorang Anak

- Andai aku dapat menghentikan satu hari merana

- Di mana ada kasih, di situlah Allah ada

- Anggaplah hari itu sia-sia

- Tidak Berarti di Mata Dunia

- Ciri orang yang menghayati doa

- Bagaimana menangani kekhawatiran?

- Rahasia Doa

- Memahami Hukum Taurat dalam Terang Roh

- Bagaimana Kebenaran Memerdekakan?

- Kamu akan Mengetahui Kebenaran

- Jangan Kuatir... Kristus Telah Bangkit!

- Bagaimana Menjadi Seorang Pembangun Umat?

- Waspadalah Terhadap Roh Pasif

- Mengapa Kita Berdoa Sebelum Makan?

- Apakah Hari Sabat Diciptakan untuk Manusia?

- Orang-orang Kristen itu

- Bagaimana Mengendalikan Amarah Kita

- Tujuh Cara untuk Melindungi Pernikahan Anda dari Kejatuhan Moral

- Lima Resolusi Tahun Baru untuk Pemimpin Kristen

- Dalam memberi kita menerima

- Mengapa Allah mengizinkan rasa sakit?

- Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 2

- Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 1

- Bagaimana Menghindari Daya Tarik yang Fatal?

- Apakah Anda Masih Tidur dan Beristirahat?

- Bagaimana Memaafkan Orang yang telah Menyakiti Kita

- Cara Yesus Menyembuhkan

- Bagaimana Menangani Amarah?

- Apakah Anda masih dikagumkan dengan Alkitab?

- Kemunduran Agama, Salah Siapa?

- Bagaimana Meminta Pemulihanan dari Allah?

- Yesus Tidak Takut disalah-pahami

- Bagaimana Menangani Keraguan?

- Apakah Kita Terlalu Banyak Bicara?

- Kita Perlu Memperlambat Pekerjaan Kita

- Maut Harus Dialami Setiap Hari

- Penderitaan itu Milik Siapa?

- Melayani Orang yang Mengalami Krisis Pribadi

- Cara Tuhan Bekerja

- Logika yang Sederhana

- Mengapa orang-orang berteriak?

- Paskah: Pengadilan Yesus

- Ahhhh... akhirnya engkau mengerti

- Rencana Sempurna dari Iblis

- Bila aku adalah Iblis

- Ingat Bebek Itu

- Apakah Gubuk-mu Terbakar?

- Kehidupan Lebih dari Apa yang Tampak

- Potret Seorang Anak

- Yesus Seorang Pecundang

- Suatu Kelahiran yang Tidak Diperhatikan

- Mentalitas Seorang yang Besar

- Pendidikan Tanpa Hikmat Tidak Ada Artinya

- Menanti Hari Itu

- Yesus dan Agama Lain

- Anda Ada Bukan Karena Kebetulan

- Takut akan Tuhan

- Celana Basah

- Perlakukan Orang Lain dengan Baik

- Kualitas Seorang Pemimpin

- Mengapa Orang Kristen Tidak Bertumbuh?

- Mengasihi Teman Sekamar Saya, mungkinkah?

- Hikmat Secangkir Kopi Panas

- Kehidupan Rohani ibarat Maraton

- Push-Up dan Donut

- 5 Alat Untuk Pertumbuhan Rohani

- 5 Roti dan 2 Ikan

- Adakah Hari Esok Bagimu?

- Apa artinya Natal?

- Apakah Anda Luput dari Kesalahan?

- Apakah Semua yang Meminta akan Mendapatkan?

- Apa Resolusi Tahun Baru Anda?

- Apa yang Akan Kau Minta dari Tuhan?

- "Ayo, kita gereja di Starbuck aje deh!"

- Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan?

- Berdiam diri di dalam Tuhan - Sumber Kekuatan Sejati

- Cara untuk Mengembangkan Sukacita

- Calon Pendeta yang Pasti ditolak Gereja

- Dampak Pengampunan

- Dengarkan Tuhan Bukan Diri Kita Sendiri

- Di Manakah Tuhan?

- Doa Seorang Nabi Kecil

- Dunia Kita yang Penuh Kata-kata

- Empat Istri

- Hanya Ketidak-Sempurnaan yang Tidak Dapat Menolerir Ketidak-Sempurnaan

- Hari Ini

- Jangan Lupa Paspor dan Tiket Pesawat Anda

- Jangan Menilai Buku dari Sampulnya

- Janganlah Kamu Menghakimi

- Kebaikan dan Kebesaran

- Keheningan

- Ketidak-percayaan Kita

- Kita Tidak Cukup Rendah

- Lepaskan Dulu

- Takut akan Maut

- Kapan Malam Berakhir?

- Kejujuran Tidak Pernah Merugikan

- Kekurangan Orang Lain Harus Ditanggung Dalam Kasih

- Kerendahan Hati, Benar dan Palsu

- Kunci menaati Perintah Tuan Empunya Tuaian

- Mukjizat Natal - Kisah-kisah Nyata

- Menara Api di tengah Kegelapan Dunia

- Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan, Mungkinkah?

- Mengasihi Seperti Diri Sendiri

- Menggerakkan Orang Lewat Doa

- Natal, Musim untuk Berbuat Baik?

- Nilai sebuah Kehidupan

- Orang yang Melukai kita Harus Dikasihi dan Disambut sebagai Tangan Tuhan

- Pendeta diabaikan di Gerejanya Sendiri

- Pengaruh Kristus

- Pengkhotbah yang Populer

- Pentingnya Pergumulan

- Pentingnya Sikap

- Peraturan Umum Dalam Penggunaan Waktu dan Hidup Kudus

- Percakapan antara Orang Kudus dan Filsuf

- Peringatan tentang Mendambakan Keberhasilan Spiritual

- Persahabatan dengan 'Musuh'

- Praktik lawan Ucapan

- Rangkulan Seorang Bayi

- Resiko seorang Hamba Tuhan

- Salib dan Si Aku

- Salib, Sumber Kegembiraan Kita

- Satu Kisah Cinta

- Sejauh Manakah Anda Rela Melangkah untuk Tuhan?

- Sekilas Hikmat dari Billy Graham

- Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita Membutuhkannya

- Sesungguhnya Buta

- Setinggi-tingginya Tupai Melompat

- Siapa Bilang Tidak Ada Sinterklas?

- Tidak semua hal dapat dilihat dengan mata

- Tujuan Ciptaan Baru

- Warisan Pengampunan

- Yang Paling Diberkati

- Yang Sudah Berlalu

Copyright 2003-2012. Semua materi di situs ini adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries.
E-mail kami untuk mendapatkan izin untuk menggunakan materi di situs ini.
Best viewed with IE6.0 and 1024 by 768 resolution.