| Saran & Komentar | updated on 16 April 2012

Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan

Halaman Utama

  |  Tentang Kami

  |  Hubungi Kami

  |  Izin Pemakaian Materi 

  |  Dapatkan Buletin Gratis di sini! 

Sumber Damai

Khotbah/PA


Inspirasi

Artikel/Renungan

Kesaksian Hidup


Pelatihan

Discipleship Trainings


Lain-Lain...

Buku-buku Terbitan 

Lagu dan Film 

Bible Study (P.A)

Siaran Mandarin

Buletin Gratis!

Follow Us


BACA ONLINE


KATA PENGANTAR

Praktik lawan Ucapan

oleh Redaksi

Baru-baru ini di Amerika, seorang bapa yang merampok bank dilaporkan ke polisi oleh anaknya sendiri. Saat anaknya iseng-iseng mengakses arsip polisi di internet ia terlihat rekaman video satu perampokan yang sedang berlangsung di dalam bank. Walaupun perampok yang sedang beraksi itu memakai topeng tetapi sang anak dapat mengenal bahwa yang sedang merampok bank itu ayahnya. Kecurigaannya terbukti saat ia melihat mobil yang dipakai perampok untuk melarikan diri, model mobil itu sama persis dengan mobil milik ayahnya. Sang anak berada dalam keadaan dilematis dan ia langsung meminta semua saudaranya untuk berkumpul. Setelah mereka mendiskusikan hal itu dengan saksama, mereka dengan hati yang berat dan sedih memutuskan untuk melaporkan sang ayah yang sudah berusia 60-an tahun itu ke pihak kepolisian. Akhirnya terbongkar bahwa ayahnya sudah beberapa kali melakukan perampokan di kota yang jauh dari tempat tinggalnya. Ternyata ia membutuhkan uang untuk berjudi di kasino dan berfoya-foya dengan teman wanitanya. Saat anaknya ditanya apa yang memotivasinya untuk melaporkan ayahnya, ia berkata bahwa ia melakukan hal itu justru karena ayahnya sejak kecil telah menanamkan nilai-nilai yang baik ke dalam dirinya, termasuk menjadi warga yang baik dan taat hukum. Adalah sangat sulit baginya untuk tidak melakukan hal yang benar.

Kisah nyata ini dengan baik menggambarkan kepada kita satu hal yang lazim terjadi dalam kehidupan kita, yakni apa yang kita katakan atau ajarkan seringkali tidak sesuai dengan apa yang kita lakukan! Bukankah begitu? Sang ayah sejak kecil sudah mendidik anak-anaknya dengan baik dan ia berhasil menanamkan nilai-nilai yang positif ke dalam diri anak-anaknya, namun dirinya sendiri gagal menerapkan ajarannya sendiri.

Hal ini membuat saya mengintrospeksi diri. Sebagai seorang pengikut Kristus kita sudah menerima begitu banyak ajaran tentang apa yang baik. Sejak kecil mengikuti kelas minggu dan saban minggu mendengar khotbah. Kita tahu apa yang baik dan kita bahkan akan dengan bersungguh-sungguh dan penuh kegairahan mengatakan apa yang baik saat kita diminta untuk memberikan nasihat. Saat teman kita merasa diperlakukan tidak adil, kita akan menasihatinya untuk bersabar dan mengampuni orang yang telah menyakitinya. Namun saat kita sendiri menjadi korban ketidak-adilan, belum tentu kita dapat mengampuni. Terjadi kesenjangan di antara apa yang kita katakan dengan apa yang kita lakukan.

Orang Kristen seringkali tidak mempunyai kekuatan moral untuk memberi nasihat kepada orang lain justru karena kita hanya seperti gong yang berkumandang tetapi tidak ada isinya. Saya sendiri seringkali merasa sangat malu saat merenungkan kegagalan kita untuk hidup sesuai dengan ajaran Kristus. Tidaklah heran mengapa walaupun banyak orang yang kagum dengan Yesus dan ajaran-Nya tetapi mereka tetap tidak mau memberikan diri menjadi pengikut-Nya. Salah satu tokoh yang berkata demikian adalah Mahatma Gandhi. Dalam hidupnya ia mempunyai banyak kesempatan untuk bergaul dengan orang Kristen, walaupun ada yang memberikan dampak yang baik kepadanya, namun sayangnya banyak juga yang menjadi batu sandungan baginya.

Gandhi terkenal sebagai sosok yang tidak akan mengatakan apa yang ia sendiri tidak lakukan. Sekali peristiwa, seorang wanita di kampungnya meminta Gandhi untuk menyuruh putranya untuk berhenti mengudap gula karena kebiasaan itu tidak baik bagi kesehatannya. Anaknya tidak mau mendengar larangannya, namun wanita itu tahu ia akan mendengarkan perintah Gandhi. Jadi suatu hari ia membawa anaknya untuk bertemu Gandhi. Dalam pertemuan pertama itu,Gandhi mengatakan, "Bawa kembali anakmu ke sini dalam waktu satu minggu, dan aku akan menyuruhnya untuk tidak makan gula lagi." Sesuai janji, seminggu kemudian wanita itu kembali dengan putranya. Gandhi menatap mata anak tersebut dan berkata kepadanya untuk tidak lagi memakan gula. Setelah anaknya meninggalkan ruangan, sang ibu bertanya ke Gandhi, "Bapu, mengapa Bapu harus menunggu sampai seminggu? Bukankah Bapu bisa mengatakannya minggu lalu? "Tidak bisa", jawab Gandhi. "Minggu lalu aku sendiri makan gula." Itulah kekuatan moral dari seorang Gandhi.

Jika setiap dari kita, pengikut Yesus, menerapkan apa yang kita ucapkan, niscaya kata-kata kita juga akan berdampak ke atas orang yang mendengarkan kita. Janganlah kita menjadi seperti orang Farisi yang tidak menjalankan apa yang mereka ajarkan (Matius 23:3).

[Download]


Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.

Standard
Besar
Terbesar

Artikel:

- Apa motivasi kebaikan kita?

- Doa yang menyenangkan Allah

- Apakah berdoa itu suatu beban?

- Bagaimana memuliakan Allah di tempat kerja?

- Apakah Anda bekerja untuk Allah atau bersamaNya?

- Saya suka Kristus Anda. Tapi saya tidak suka dengan orang Kristen Anda

- Doa Santo Francis dari Asisi

- Bagaimana Anda tidak dapat menjadi Anak Allah

- Dipimpin oleh kehendak Allah

- Allah bukanlah sebongkah kayu

- Orang yang dipakai Allah

- Kita bukan konsumen. Kita adalah manusia

- Kesatuan membawa pemulihan

- Allah menanggapi Anda dengan serius

- Segenap hati, jiwa, pikiran dan kekuatan kita telah ditebus

- Lukisan Last Supper oleh Leonardo Da Vinci

- Pencarian akan Kebahagiaan

- Pesan seorang ateis bagi kita

- Kebangkitan Kristus

- Sedikit Air dan Roti

- Semuanya langsung tunduk, kecuali manusia

- Iman dan keraguan

- Sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya.

- Billy Graham: Penyesalan dan Himbauannya

- Apa yang harusnya menjadi tekad tahun baru orang Kristen?

- Natal - Apakah yang menjadikannya penting?

- Saya percaya...

- Gereja Eksis bukan untuk Kepentingan Anggotanya

- Perbedaan bukan berarti perpecahan

- Apakah Anda datang ke gereja sebagai konsumen?

- Apakah gereja benar-benar perlu bagi orang Kristen?

- Apakah kita kerabatnya Tuhan?

- Rumah di sisi jalan

- Mengapa seringkali kita menjadi orang bodoh?

- Hati yang terarah pada Surga

- Bagaimana kita dapat melakukan kehendak Tuhan?

- Tuhan, apakah yang harus kuperbuat?

- Doa bukan "ban serep"

- Bagaimana mengenal pengajar dan nabi palsu?

- Dosa Kelalaian

- Doa Seorang Anak

- Andai aku dapat menghentikan satu hari merana

- Di mana ada kasih, di situlah Allah ada

- Anggaplah hari itu sia-sia

- Tidak Berarti di Mata Dunia

- Ciri orang yang menghayati doa

- Bagaimana menangani kekhawatiran?

- Rahasia Doa

- Memahami Hukum Taurat dalam Terang Roh

- Bagaimana Kebenaran Memerdekakan?

- Kamu akan Mengetahui Kebenaran

- Jangan Kuatir... Kristus Telah Bangkit!

- Bagaimana Menjadi Seorang Pembangun Umat?

- Waspadalah Terhadap Roh Pasif

- Mengapa Kita Berdoa Sebelum Makan?

- Apakah Hari Sabat Diciptakan untuk Manusia?

- Orang-orang Kristen itu

- Bagaimana Mengendalikan Amarah Kita

- Tujuh Cara untuk Melindungi Pernikahan Anda dari Kejatuhan Moral

- Lima Resolusi Tahun Baru untuk Pemimpin Kristen

- Dalam memberi kita menerima

- Mengapa Allah mengizinkan rasa sakit?

- Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 2

- Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 1

- Bagaimana Menghindari Daya Tarik yang Fatal?

- Apakah Anda Masih Tidur dan Beristirahat?

- Bagaimana Memaafkan Orang yang telah Menyakiti Kita

- Cara Yesus Menyembuhkan

- Bagaimana Menangani Amarah?

- Apakah Anda masih dikagumkan dengan Alkitab?

- Kemunduran Agama, Salah Siapa?

- Bagaimana Meminta Pemulihanan dari Allah?

- Yesus Tidak Takut disalah-pahami

- Bagaimana Menangani Keraguan?

- Apakah Kita Terlalu Banyak Bicara?

- Kita Perlu Memperlambat Pekerjaan Kita

- Maut Harus Dialami Setiap Hari

- Penderitaan itu Milik Siapa?

- Melayani Orang yang Mengalami Krisis Pribadi

- Cara Tuhan Bekerja

- Logika yang Sederhana

- Mengapa orang-orang berteriak?

- Paskah: Pengadilan Yesus

- Ahhhh... akhirnya engkau mengerti

- Rencana Sempurna dari Iblis

- Bila aku adalah Iblis

- Ingat Bebek Itu

- Apakah Gubuk-mu Terbakar?

- Kehidupan Lebih dari Apa yang Tampak

- Potret Seorang Anak

- Yesus Seorang Pecundang

- Suatu Kelahiran yang Tidak Diperhatikan

- Mentalitas Seorang yang Besar

- Pendidikan Tanpa Hikmat Tidak Ada Artinya

- Menanti Hari Itu

- Yesus dan Agama Lain

- Anda Ada Bukan Karena Kebetulan

- Takut akan Tuhan

- Celana Basah

- Perlakukan Orang Lain dengan Baik

- Kualitas Seorang Pemimpin

- Mengapa Orang Kristen Tidak Bertumbuh?

- Mengasihi Teman Sekamar Saya, mungkinkah?

- Hikmat Secangkir Kopi Panas

- Kehidupan Rohani ibarat Maraton

- Push-Up dan Donut

- 5 Alat Untuk Pertumbuhan Rohani

- 5 Roti dan 2 Ikan

- Adakah Hari Esok Bagimu?

- Apa artinya Natal?

- Apakah Anda Luput dari Kesalahan?

- Apakah Semua yang Meminta akan Mendapatkan?

- Apa Resolusi Tahun Baru Anda?

- Apa yang Akan Kau Minta dari Tuhan?

- "Ayo, kita gereja di Starbuck aje deh!"

- Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan?

- Berdiam diri di dalam Tuhan - Sumber Kekuatan Sejati

- Cara untuk Mengembangkan Sukacita

- Calon Pendeta yang Pasti ditolak Gereja

- Dampak Pengampunan

- Dengarkan Tuhan Bukan Diri Kita Sendiri

- Di Manakah Tuhan?

- Doa Seorang Nabi Kecil

- Dunia Kita yang Penuh Kata-kata

- Empat Istri

- Hanya Ketidak-Sempurnaan yang Tidak Dapat Menolerir Ketidak-Sempurnaan

- Hari Ini

- Jangan Lupa Paspor dan Tiket Pesawat Anda

- Jangan Menilai Buku dari Sampulnya

- Janganlah Kamu Menghakimi

- Kebaikan dan Kebesaran

- Keheningan

- Ketidak-percayaan Kita

- Kita Tidak Cukup Rendah

- Lepaskan Dulu

- Takut akan Maut

- Kapan Malam Berakhir?

- Kejujuran Tidak Pernah Merugikan

- Kekurangan Orang Lain Harus Ditanggung Dalam Kasih

- Kerendahan Hati, Benar dan Palsu

- Kunci menaati Perintah Tuan Empunya Tuaian

- Mukjizat Natal - Kisah-kisah Nyata

- Menara Api di tengah Kegelapan Dunia

- Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan, Mungkinkah?

- Mengasihi Seperti Diri Sendiri

- Menggerakkan Orang Lewat Doa

- Natal, Musim untuk Berbuat Baik?

- Nilai sebuah Kehidupan

- Orang yang Melukai kita Harus Dikasihi dan Disambut sebagai Tangan Tuhan

- Pendeta diabaikan di Gerejanya Sendiri

- Pengaruh Kristus

- Pengkhotbah yang Populer

- Pentingnya Pergumulan

- Pentingnya Sikap

- Peraturan Umum Dalam Penggunaan Waktu dan Hidup Kudus

- Percakapan antara Orang Kudus dan Filsuf

- Peringatan tentang Mendambakan Keberhasilan Spiritual

- Persahabatan dengan 'Musuh'

- Praktik lawan Ucapan

- Rangkulan Seorang Bayi

- Resiko seorang Hamba Tuhan

- Salib dan Si Aku

- Salib, Sumber Kegembiraan Kita

- Satu Kisah Cinta

- Sejauh Manakah Anda Rela Melangkah untuk Tuhan?

- Sekilas Hikmat dari Billy Graham

- Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita Membutuhkannya

- Sesungguhnya Buta

- Setinggi-tingginya Tupai Melompat

- Siapa Bilang Tidak Ada Sinterklas?

- Tidak semua hal dapat dilihat dengan mata

- Tujuan Ciptaan Baru

- Warisan Pengampunan

- Yang Paling Diberkati

- Yang Sudah Berlalu

Copyright 2003-2012. Semua materi di situs ini adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries.
E-mail kami untuk mendapatkan izin untuk menggunakan materi di situs ini.
Best viewed with IE6.0 and 1024 by 768 resolution.