| Saran & Komentar | updated on 05 March 2010

Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan

Halaman Utama

  |  Tentang Kami

  |  Hubungi Kami

  |  Izin Pemakaian Materi 

  |  Dapatkan Buletin Gratis di sini! 

Sumber Damai

Khotbah/PA


Inspirasi

Artikel/Renungan

Kesaksian Hidup


Pelatihan

Discipleship Trainings


Lain-Lain...

Siaran Mandarin Fu Yin Dian Tai

Bible Study (P.A)

Buku-buku Terbitan

Buletin Gratis!

Lagu dan Film

Potret Seorang Anak

 

Seorang pria yang kaya raya dan anaknya lelakinya sangat senang mengkoleksi karya-karya seni yang eksklusif. Mereka memiliki karya-karya besar di dalam koleksi mereka, dari Picasso sampai Rafael. Mereka suka duduk bersama dan mengagumi karya-karya seni hebat tersebut.

Pada saat pecahnya perang Vietnam, anak lelakinya pergi perang. Dia seorang yang sangat pemberani dan meninggal di medan perang pada saat menyelamatkan seorang tentara lainnya. Ayahnya menerima pemberitahuan tersebut dan sangat berduka-cita atas meninggalnya anak lelaki satu-satunya.

Satu bulan kemudian, sebelum hari Natal tiba, ada ketukan pada pintu rumah pria tua tersebut. Seorang pria muda berdiri dengan membawa paket besar di tangannya. Dia berkata, "Tuan, Anda tidak mengenal saya, tetapi saya adalah tentara yang telah diselamatkan oleh anak Anda. Dia menyelamatkan banyak orang pada hari itu, dan dia membawa saya ke tempat yang aman dimana pada saat itu peluru menghantam dia pada jantungnya dan ia langsung meninggal. Dia sering bercerita mengenai Anda, dan cinta Anda pada karya seni."

Pria muda itu memberikan paketnya.

"Saya tahu ini tidak banyak. Saya bukan seorang pelukis yang besar, tetapi saya berpikir anak Anda menginginkan Anda untuk memiliki ini."

Ayah itu membuka paketnya. Itu adalah potret anak lelakinya, dilukis oleh pria muda itu. Ayah itu memandang potret tersebut dengan sangat kagum. Tent
ara muda itu berhasil menggambarkan kepribadian anaknya pada lukisan tersebut. Ayah tersebut sangat tertarik dengan mata anaknya pada potret itu sehingga matanya sendiri dipenuhi dengan air mata. Dia berterima kasih kepada pria muda tersebut dan menawarkan untuk membayar lukisan tersebut.

 "Oh, tidak tuan, saya tidak mungkin dapat pernah membayar apa yang telah anak Anda lakukan untuk saya. "Ini adalah hadiah."

Ayah tersebut menggantung potret anaknya. Setiap ada tamu yang datang ke rumahnya dia membawa mereka untuk melihat potret anak lelakinya sebelum dia menunjukkan karya seni besar lainnya. Pria itu meninggal beberapa bulan kemudian. Lalu diadakan suatu lelang yg besar untuk lukisan-lukisannya. Banyak orang-orang penting yang berkumpul dan sangat antusias untuk dapat melihat karya-karya besar itu dan memiliki kesempatan untuk membeli salah satu dari koleksi tersebut. Pada panggung dipajang potret anak lelakinya.

Petugas lelang itu memukulkan palunya. "Kami akan memulai lelang ini dengan menawarkan potret dari anak laki-lakinya. Siapa yang akan mulai menawar lukisan ini?" Keadaan menjadi sunyi senyap. Kemudian suara datang dari belakang ruangan berteriak "Kami ingin melihat lukisan-lukisan yang terkenal. Lewati saja yang ini. "Tetapi petugas lelang berkata dengan tegas, "Adakah yang akan menawar lukisan ini? Siapa yang ingin memulai pelelangan  ini? $100, $200?" Ada suara lain yang berteriak dengan marah. "Kami tidak datang untuk melihat lukisan ini. Kami datang untuk melihat lukisan karya Van Goghs, Rembrandts. Mulailah penawaran yang sesungguhnya!" Tetapi petugas lelang tersebut masih terus berteriak. "Anak lelaki! Anak lelaki! Siapa yang akan mengambil anak lelaki ini?"

Akhirnya, ada suara yang datangnya dari ruangan yang paling belakang. Itu adalah tukang kebun yang sudah bekerja sekian tahun dengan  pria dan anaknya. Saya memberi $10 untuk lukisan itu." Sebagai orang yang miskin, itu adalah semua yang dapat dia berikan. "Ini ada penawaran $10, siapa yang akan menawar $20?" Tetapi orang banyak berteriak, "Berikan kepadanya untuk $10. Mari lihat karya-karya hebat lainnya." Petugas lelang berteriak lagi, "$10 adalah penawarannya, apakah ada yang mau menawar $20?"

Hadirin mulai marah. Mereka tidak mau potret anak lelaki itu. Mereka hanya mau karya-karya seni yang berharga untuk menambah koleksi mereka. Petugas lelang itu memukulkan palunya. "Satu, dua, dan terjual seharga $10!" Seorang pria yang duduk di baris kedua berteriak. "Sekarang mari kita teruskan dengan koleksinya!"

Petugas lelang meletakkan palunya.

"Maafkan saya, pelelangan ini sudah berakhir. Ketika saya dipanggil untuk melaksanakan pelelangan ini, saya diberitahu akan permintaan rahasia di warisan pria itu. Saya tidak boleh membocorkan permintaan rahasia tersebut sampai pada saat pelelangan berakhir. Hanya lukisan anak lelaki itu yang akan dilelangkan. Siapapun yang membeli lukisan tersebut akan mewarisi seluruh kekayaan, termasuk lukisan-lukisan yang lain. Orang yang membeli anak lelaki itu mendapatkan semuanya!"

Tuhan memberikan anaknya 2,000 tahun yang lalu untuk meninggal dengan kejamnya diatas kayu salib. Seperti kebanyakan dari pelelangan, Pesannya hari ini adalah, "Anak lelaki, anak lelaki, siapa yang mau menerima anak lelaki?

- Anny H.

[Download]


Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.

Standard
Besar
Terbesar

Artikel:

- Mengapa Kita Berdoa Sebelum Makan?

- Apakah Hari Sabat Diciptakan untuk Manusia?

- Orang-orang Kristen itu

- Bagaimana Mengendalikan Amarah Kita

- Tujuh Cara untuk Melindungi Pernikahan Anda dari Kejatuhan Moral

- Lima Resolusi Tahun Baru untuk Pemimpin Kristen

- Dalam memberi kita menerima

- Mengapa Allah mengizinkan rasa sakit?

- Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 2

- Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 1

- Bagaimana Menghindari Daya Tarik yang Fatal?

- Apakah Anda Masih Tidur dan Beristirahat?

- Bagaimana Memaafkan Orang yang telah Menyakiti Kita

- Cara Yesus Menyembuhkan

- Bagaimana Menangani Amarah?

- Apakah Anda masih dikagumkan dengan Alkitab?

- Kemunduran Agama, Salah Siapa?

- Bagaimana Meminta Pemulihanan dari Allah?

- Yesus Tidak Takut disalah-pahami

- Bagaimana Menangani Keraguan?

- Apakah Kita Terlalu Banyak Bicara?

- Kita Perlu Memperlambat Pekerjaan Kita

- Maut Harus Dialami Setiap Hari

- Penderitaan itu Milik Siapa?

- Melayani Orang yang Mengalami Krisis Pribadi

- Cara Tuhan Bekerja

- Logika yang Sederhana

- Mengapa orang-orang berteriak?

- Paskah: Pengadilan Yesus

- Ahhhh... akhirnya engkau mengerti

- Rencana Sempurna dari Iblis

- Bila aku adalah Iblis

- Ingat Bebek Itu

- Apakah Gubuk-mu Terbakar?

- Kehidupan Lebih dari Apa yang Tampak

- Potret Seorang Anak

- Yesus Seorang Pecundang

- Suatu Kelahiran yang Tidak Diperhatikan

- Mentalitas Seorang yang Besar

- Pendidikan Tanpa Hikmat Tidak Ada Artinya

- Menanti Hari Itu

- Yesus dan Agama Lain

- Anda Ada Bukan Karena Kebetulan

- Takut akan Tuhan

- Celana Basah

- Perlakukan Orang Lain dengan Baik

- Kualitas Seorang Pemimpin

- Mengapa Orang Kristen Tidak Bertumbuh?

- Mengasihi Teman Sekamar Saya, mungkinkah?

- Hikmat Secangkir Kopi Panas

- Kehidupan Rohani ibarat Maraton

- Push-Up dan Donut

- 5 Alat Untuk Pertumbuhan Rohani

- 5 Roti dan 2 Ikan

- Adakah Hari Esok Bagimu?

- Apa artinya Natal?

- Apakah Anda Luput dari Kesalahan?

- Apakah Semua yang Meminta akan Mendapatkan?

- Apa Resolusi Tahun Baru Anda?

- Apa yang Akan Kau Minta dari Tuhan?

- "Ayo, kita gereja di Starbuck aje deh!"

- Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan?

- Berdiam diri di dalam Tuhan - Sumber Kekuatan Sejati

- Cara untuk Mengembangkan Sukacita

- Calon Pendeta yang Pasti ditolak Gereja

- Dampak Pengampunan

- Dengarkan Tuhan Bukan Diri Kita Sendiri

- Di Manakah Tuhan?

- Doa Seorang Nabi Kecil

- Dunia Kita yang Penuh Kata-kata

- Empat Istri

- Hanya Ketidak-Sempurnaan yang Tidak Dapat Menolerir Ketidak-Sempurnaan

- Hari Ini

- Jangan Lupa Paspor dan Tiket Pesawat Anda

- Jangan Menilai Buku dari Sampulnya

- Janganlah Kamu Menghakimi

- Kebaikan dan Kebesaran

- Keheningan

- Ketidak-percayaan Kita

- Kita Tidak Cukup Rendah

- Lepaskan Dulu

- Takut akan Maut

- Kapan Malam Berakhir?

- Kejujuran Tidak Pernah Merugikan

- Kekurangan Orang Lain Harus Ditanggung Dalam Kasih

- Kerendahan Hati, Benar dan Palsu

- Kunci menaati Perintah Tuan Empunya Tuaian

- Mukjizat Natal - Kisah-kisah Nyata

- Menara Api di tengah Kegelapan Dunia

- Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan, Mungkinkah?

- Mengasihi Seperti Diri Sendiri

- Menggerakkan Orang Lewat Doa

- Natal, Musim untuk Berbuat Baik?

- Nilai sebuah Kehidupan

- Orang yang Melukai kita Harus Dikasihi dan Disambut sebagai Tangan Tuhan

- Pendeta diabaikan di Gerejanya Sendiri

- Pengaruh Kristus

- Pengkhotbah yang Populer

- Pentingnya Pergumulan

- Pentingnya Sikap

- Peraturan Umum Dalam Penggunaan Waktu dan Hidup Kudus

- Percakapan antara Orang Kudus dan Filsuf

- Peringatan tentang Mendambakan Keberhasilan Spiritual

- Persahabatan dengan 'Musuh'

- Praktik lawan Ucapan

- Rangkulan Seorang Bayi

- Resiko seorang Hamba Tuhan

- Salib dan Si Aku

- Salib, Sumber Kegembiraan Kita

- Satu Kisah Cinta

- Sejauh Manakah Anda Rela Melangkah untuk Tuhan?

- Sekilas Hikmat dari Billy Graham

- Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita Membutuhkannya

- Sesungguhnya Buta

- Setinggi-tingginya Tupai Melompat

- Siapa Bilang Tidak Ada Sinterklas?

- Tidak semua hal dapat dilihat dengan mata

- Tujuan Ciptaan Baru

- Warisan Pengampunan

- Yang Paling Diberkati

- Yang Sudah Berlalu

Copyright 2003-2007. Semua materi di situs ini adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries.
E-mail kami untuk mendapatkan izin untuk menggunakan materi di situs ini.
Best viewed with IE6.0 and 1024 by 768 resolution.