|
| Saran & Komentar | updated on 16 April 2012 |
|||||||
|
CahayaPengharapanMinistries Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan |
|||||||
|
|
|||||||
|
Perbedaan bukan berarti perpecahan Philip Yancey
Memandang ke sekeliling Di awal perjalanan ziarah hidup saya ketika kembali lagi ke dalam kehidupan bergereja, saya membuat kesalahan dengan mencari gereja yang terdiri dari orang-orang seperti saya. Saya mencari jemaat yang berpendidikan setingkat, dengan pengetahuan Alkitab yang sama, dan mempunyai kesukaan yang sama dalam himne dan liturgi. Dengan cara yang berbeda, sebenarnya saya sedang mengulangi kesalahan yang sama dengan gereja masa kanak-kanak saya, yang mencoba untuk menyingkirkan segala sesuatu tanda yang berbeda. Gereja masa kecil saya tidak menerima orang yang mempunyai kulit berwarna, merendahkan gaya emosional dari penyembahan gereja-gereja orang-orang kulit hitam yang ada di seberang kota, dan mencerca Pantekosta dan yang lainnya yang mempunyai pandangan yang berbeda tentang karunia-karunia rohani. Sebagai akibatnya kami mempunyai bentuk penyembahan yang miskin dan lemah. Walaupun saya sudah pernah menghadiri banyak gereja di dalam beberapa tahun terakhir ini, saya banyak belajar tentang gereja dari LaSalle Street Church yang berada di tengah kota Chicago. LaSalle mempunyai perselisihan yang sama tentang gaya penyembahan, pergumulan yang sama dalam keuangan, dan campuran orang-orang Kristen yang berkomitmen dan yang tidak sebagaimana yang ditemukan di kebanyakan gereja. Gereja tersebut sama sekali bukan sebuah gereja yang sempurna. Tetapi ketika saya melihat kembali ke belakang, selama tigabelas tahun saya di gereja itu, saya mendapatkan banyak hal penting yang mengajarkan kepada saya tentang apa dan bagaimana seharusnya sebuah gereja. Pada waktu saya mulai menghadiri La Salle Street Church, saya sudah menganggap gereja adalah sesautu yang perlu sebagai suatu kedisplinan rohani. Sangat mengherankan, hari Minggu pagi menjadi sesuatu yang sangat saya nanti-nantikan dan bukan sesuatu yang menakutkan Mengapa? Saya menghargai kegembiraan dari berbagai macam orang yang menghadiri La Salle. Di sana, saya belajar untuk memandang ke sekeliling dan juga ke atas. Saya memuji Tuhan di antara orang-orang yang sudah jelas berbeda dengan saya. Gereja tersebut berada di tengah-tengah masyarakat yang paling kaya dan yang paling miskin di Chicago. Dua blok ke timur terletak Gold Coast, yang berpenghasilan rata-rata $50,000; dua blok ke barat terletak proyek perumahan Cabrini-Green yang berpenghasilan di bawah $3,500. LaSalle mencoba berperan sebagai "gereja yang menjembatani" di antara dua macam masyarakat tersebut. LaSalle menjadi gereja pertama yang memberikan kepada saya wawasan tentang perbedaan. Di pagi hari, banyak sukarelawan yang memasak untuk sarapan gratis bagi penduduk miskin yang datang untuk memuji Tuhan. Saya menemukan - banyak orang-orang gelandangan yang berbakti di sana. Setengah dari para gelandangan ini adalah orang Afrika-Amerika, setengahnya lagi adalah orang berkulit putih. Di pagi hari yang dingin, banyak gelandangan yang mengantri untuk sarapan gratis juga, dan kadangkala mereka masuk lalu duduk dan kemudian berdengkur dengan kerasnya selama berlangsungnya kebaktian pagi. Di antara jemaat itu juga terdapat mahasiswa Ph.D dari sekolah yang bergengsi seperti Universitas Northwestern dan Chicago, dokter, pengacara, dan masih banyak lagi orang profesional yang berpendidikan. Karena keanekaragaman ini, setiap kali saya mengajar atau berkhotbah, saya berusaha untuk menjaga agar khotbah saya dapat diterima secara umum. Apakah kata-kata saya mengandung arti untuk orang yang tidak berpendidikan dan juga untuk mahasiswa teologi? Saya kagum dengan kemampuan Injil untuk berbicara bergantian kepada para profesional kaya dan juga kepada para gelandangan yang tanpa pendidikan. Dan saya mulai merindukan gereja sebagai tempat yang mengelilingi saya dengan orang-orang yang berbeda dengan saya. Di luar kita tidak mempunyai banyak persamaan, tetapi komitmen kita kepada Yesus Kristus membawa banyak persamaan. Sekali waktu, saya pernah menghadiri sebuah retreat akhir pekan yang diadakan oleh Scott Peck, yang mengundang sepuluh orang Yahudi, sepuluh orang Kristen, dan sepuluh orang Muslim untuk menguji teorinya tentang kemasyarakatan. Peck percaya bahwa kebanyakan orang melihat mundur ke belakang: kita berpikir bahwa sebuah masyarakat terbentuk sesudah orang-orang yang berbeda itu menyelesaikan konflik mereka. Contohnya di Timur Tengah, para pemimpin dari perselisihan ini berkumpul bersama dan menandatangani pejanjian perdamaian dan sesudah itu mungkin (atau tidak) orang-orangnya akan hidup dengan damai. Menurut Peck, kedamaian pertama-tama akan datang dengan sendirinya jika para pemimpin terlebih dahulu mau belajar untuk hidup di dalam masyarakatnya itu dan kemudian bekerja sama untuk menyelesaikan masalah. Saya selalu merasa sangat bersyukur dapat berakhir pekan dengan Peck karena retreat itu mengajarkan kepada saya masyarakat seperti apakah yang seharusnya gereja perjuangkan. Orang Kristen yang berdasarkan komunitas dan kasih Allah yang mengampuni lebih penting daripada perbedaan kebangsaan, ras, kelas, usia dan jenis kelamin. Seharusnya persamaan kita menjadi hal yang terpenting melebihi hal-hal yang dapat memisahkan kita. Di LaSalle dan beberapa tempat lainnya, saya melihat sekilas tentang apa yang dapat terjadi ketika masyarakat melingkari persamaan-persamaan mereka. Pada waktu satu keluarga Tuhan muncul, seseorang yang berada di dalam kesatuan tidak berarti adanya keseragaman dan juga tidak berarti bahwa perbedaan adalah perpecahan. Kita sering lupa bahwa sesungguhnya gereja Kristen adalah institusi pertama di dalam sejarah dunia yang membawa persatuan terhadap orang-orang Yahudi dan orang-orang bukan Yahudi, laki-laki dan perempuan, budak dan orang merdeka. Orang Kristen mula-mula meruntuhkan penghalang-penghalang tersebut. Orang-orang Yunani memisahkan para budak dari kelompok sosial mereka, sedangkan orang-orang Kristen memasukkan mereka ke dalam lingkungannya. Orang-orang Yahudi memisahkan para penyembah menurut suku dan jenis kelamin; dan orang-orang Kristen membawa mereka bersama-sama mengelilingi meja Tuhan. Berbeda dengan gereja Roma yang kebanyakan menekankan kearistokratan kaum laki-laki, sebaliknya orang Kristen membiarkan kaum wanita dan orang miskin untuk ikut ambil bagian di dalam kepemimpinan. Saya sadar, tentu saja, bahwa perbedaan itu sendiri mempunyai pelbagai macam bentuk. Bahkan semua gereja kulit putih ataupun kulit hitam mempunyai keanekaragaman dalam usia kelompok dan latar belakang pendidikan, demikian juga kelas sosial ekonomi. Gereja adalah suatu tempat yang saya kunjungi setiap Minggu yang menyatukan semua generasi: bayi-bayi yang masih menyusui berada di dalam dekapan ibunya, anak-anak yang bergerak ke sana ke mari dan tertawa-tawa pada waktu yang tidak tepat, orang dewasa yang bertanggungjawab yang tahu cara bertingkah laku secara tepat sepanjang waktu, dan orangtua yang seringkali tertidur kalau pendetannya berkhotbah terlalu lama. Sekarang ketika saya mencari sebuah gereja, saya memandang ke sekeliling saya ke arah orang-orang yang duduk di bangku atau kursi gereja. Saya belajar banyak dari gaya menyembah orang-orang Afrika-Amerika dan orang-orang Pantekosta, dari iman yang kuat dari para gelandangan, dari kerepotan sehari-hari para ibu dengan anak-anak balitanya. Saya benar-benar merindukan jemaat yang terdiri dari orang - orang yang berbeda dengan saya. (Dikutip dan diedit seperlunya dari buku Gereja: Mengapa dirisaukan?) |
Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.
Artikel: - Apakah berdoa itu suatu beban? - Bagaimana memuliakan Allah di tempat kerja? - Apakah Anda bekerja untuk Allah atau bersamaNya? - Saya suka Kristus Anda. Tapi saya tidak suka dengan orang Kristen Anda - Doa Santo Francis dari Asisi - Bagaimana Anda tidak dapat menjadi Anak Allah - Dipimpin oleh kehendak Allah - Allah bukanlah sebongkah kayu - Kita bukan konsumen. Kita adalah manusia - Allah menanggapi Anda dengan serius - Segenap hati, jiwa, pikiran dan kekuatan kita telah ditebus - Lukisan Last Supper oleh Leonardo Da Vinci - Pesan seorang ateis bagi kita - Semuanya langsung tunduk, kecuali manusia - Sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya. - Billy Graham: Penyesalan dan Himbauannya - Apa yang harusnya menjadi tekad tahun baru orang Kristen? - Natal - Apakah yang menjadikannya penting? - Gereja Eksis bukan untuk Kepentingan Anggotanya - Perbedaan bukan berarti perpecahan - Apakah Anda datang ke gereja sebagai konsumen? - Apakah gereja benar-benar perlu bagi orang Kristen? - Apakah kita kerabatnya Tuhan? - Mengapa seringkali kita menjadi orang bodoh? - Hati yang terarah pada Surga - Bagaimana kita dapat melakukan kehendak Tuhan? - Tuhan, apakah yang harus kuperbuat? - Bagaimana mengenal pengajar dan nabi palsu? - Andai aku dapat menghentikan satu hari merana - Di mana ada kasih, di situlah Allah ada - Ciri orang yang menghayati doa - Bagaimana menangani kekhawatiran? - Memahami Hukum Taurat dalam Terang Roh - Bagaimana Kebenaran Memerdekakan? - Kamu akan Mengetahui Kebenaran - Jangan Kuatir... Kristus Telah Bangkit! - Bagaimana Menjadi Seorang Pembangun Umat? - Waspadalah Terhadap Roh Pasif - Mengapa Kita Berdoa Sebelum Makan? - Apakah Hari Sabat Diciptakan untuk Manusia? - Bagaimana Mengendalikan Amarah Kita - Tujuh Cara untuk Melindungi Pernikahan Anda dari Kejatuhan Moral - Lima Resolusi Tahun Baru untuk Pemimpin Kristen - Mengapa Allah mengizinkan rasa sakit? - Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 2 - Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 1 - Bagaimana Menghindari Daya Tarik yang Fatal? - Apakah Anda Masih Tidur dan Beristirahat? - Bagaimana Memaafkan Orang yang telah Menyakiti Kita - Apakah Anda masih dikagumkan dengan Alkitab? - Kemunduran Agama, Salah Siapa? - Bagaimana Meminta Pemulihanan dari Allah? - Yesus Tidak Takut disalah-pahami - Bagaimana Menangani Keraguan? - Apakah Kita Terlalu Banyak Bicara? - Kita Perlu Memperlambat Pekerjaan Kita - Maut Harus Dialami Setiap Hari - Penderitaan itu Milik Siapa? - Melayani Orang yang Mengalami Krisis Pribadi - Mengapa orang-orang berteriak? - Ahhhh... akhirnya engkau mengerti - Kehidupan Lebih dari Apa yang Tampak - Suatu Kelahiran yang Tidak Diperhatikan - Mentalitas Seorang yang Besar - Pendidikan Tanpa Hikmat Tidak Ada Artinya - Anda Ada Bukan Karena Kebetulan - Perlakukan Orang Lain dengan Baik - Mengapa Orang Kristen Tidak Bertumbuh? - Mengasihi Teman Sekamar Saya, mungkinkah? - Kehidupan Rohani ibarat Maraton - 5 Alat Untuk Pertumbuhan Rohani - Apakah Anda Luput dari Kesalahan? - Apakah Semua yang Meminta akan Mendapatkan? - Apa Resolusi Tahun Baru Anda? - Apa yang Akan Kau Minta dari Tuhan? - "Ayo, kita gereja di Starbuck aje deh!" - Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan? - Berdiam diri di dalam Tuhan - Sumber Kekuatan Sejati - Cara untuk Mengembangkan Sukacita - Calon Pendeta yang Pasti ditolak Gereja - Dengarkan Tuhan Bukan Diri Kita Sendiri - Dunia Kita yang Penuh Kata-kata - Hanya Ketidak-Sempurnaan yang Tidak Dapat Menolerir Ketidak-Sempurnaan - Hari Ini - Jangan Lupa Paspor dan Tiket Pesawat Anda - Jangan Menilai Buku dari Sampulnya - Kejujuran Tidak Pernah Merugikan - Kekurangan Orang Lain Harus Ditanggung Dalam Kasih - Kerendahan Hati, Benar dan Palsu - Kunci menaati Perintah Tuan Empunya Tuaian - Mukjizat Natal - Kisah-kisah Nyata - Menara Api di tengah Kegelapan Dunia - Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan, Mungkinkah? - Mengasihi Seperti Diri Sendiri - Menggerakkan Orang Lewat Doa - Natal, Musim untuk Berbuat Baik? - Orang yang Melukai kita Harus Dikasihi dan Disambut sebagai Tangan Tuhan - Pendeta diabaikan di Gerejanya Sendiri - Peraturan Umum Dalam Penggunaan Waktu dan Hidup Kudus - Percakapan antara Orang Kudus dan Filsuf - Peringatan tentang Mendambakan Keberhasilan Spiritual - Salib, Sumber Kegembiraan Kita - Sejauh Manakah Anda Rela Melangkah untuk Tuhan? - Sekilas Hikmat dari Billy Graham - Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita Membutuhkannya - Setinggi-tingginya Tupai Melompat - Siapa Bilang Tidak Ada Sinterklas? |
|||||
|
Copyright 2003-2012. Semua materi di situs ini
adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries. |
|||||||