|
| Saran & Komentar | updated on 05 March 2010 |
|||||||
|
CahayaPengharapanMinistries Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan |
|||||||
|
|
|||||||
|
Pentingnya Pergumulan
Ini sebuah kisah sederhana tentang pergumulan dan pentingnya hal ini dalam pembentukan kepribadian kita. "Seorang pria menemukan satu kepompong kupu-kupu. Suatu hari satu celah kecil muncul di kulit kepompong itu; pria itu duduk dan memerhatikan bagaimana kupu-kupu itu bergumul selama berjam-jam untuk memaksa tubuhnya keluar dari celah yang sempit itu. Namun setelah beberapa waktu, sepertinya tidak ada perkembangan yang berarti. Bagi sang pemerhati kupu-kupu itu sudah menyerah dan tidak lagi dapat berbuat apa-apa. Lalu pria yang baik hati itu memutuskan untuk membantu kupu-kupu itu. Ia mengambil gunting dan memotong sarang ulat itu. Dengan bantuan pria itu, kupu-kupu tersebut dengan mudahnya dapat keluar dari kepompongnya. Tetapi tubuhnya terlihat bengkak dan tidak seimbang dengan sayapnya yang kecil. Pria itu terus memerhatikan kupu-kupu itu karena ia menyangka dengan cepat sayapnya akan menjadi besar dan akan dapat menopang tubuhnya yang pasti akan mengecil. Tetapi kedua hal tersebut tidak terjadi, kupu-kupu itu hanya dapat merangkak dan coba mengimbangi tubuhnya yang besar dengan sayapnya yang cacat. Sepanjang hidupnya ia berada dalam keadaan yang menyedihkan itu. Ia tidak pernah dapat terbang. Pria yang baik itu dalam keinginannya untuk membantu gagal untuk memahami bahwa celah sempit dan pergumulan yang dibutuhkan oleh kupu-kupu itu untuk keluar adalah cara alam memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu untuk masuk ke dalam sayapnya. Dengan demikian kupu-kupu itu akan siap terbang saat ia berhasil bergumul keluar dari kepompong itu. Ada kalanya pergumulan justru merupakan apa yang kita perlukan di dalam kehidupan kita. Jika alam mengizinkan kita melewati hidup kita tanpa hambatan apa pun, hidup kita malah akan dilumpuhkan. Kita tidak akan menjadi sekuat yang diperlukan. Dan kita tidak akan pernah dapat terbang." Tentu saja, kita semua memerlukan bantuan di titik-titik tertentu di dalam kehidupan kita. Dan yang kuat harus selalu memerhatikan yang lemah. Tetapi saya percaya cara yang lebih baik adalah untuk memimpin lewat teladan dan mengajarkan orang bagaimana untuk bergumul; dan bukan malah menghilangkan kesempatan untuk mereka bergumul. (Dikutip dan diterjemahkan dari tulisan yasminthestoryteller) |
Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.
Artikel: - Mengapa Kita Berdoa Sebelum Makan? - Apakah Hari Sabat Diciptakan untuk Manusia? - Bagaimana Mengendalikan Amarah Kita - Tujuh Cara untuk Melindungi Pernikahan Anda dari Kejatuhan Moral - Lima Resolusi Tahun Baru untuk Pemimpin Kristen - Mengapa Allah mengizinkan rasa sakit? - Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 2 - Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 1 - Bagaimana Menghindari Daya Tarik yang Fatal? - Apakah Anda Masih Tidur dan Beristirahat? - Bagaimana Memaafkan Orang yang telah Menyakiti Kita - Apakah Anda masih dikagumkan dengan Alkitab? - Kemunduran Agama, Salah Siapa? - Bagaimana Meminta Pemulihanan dari Allah? - Yesus Tidak Takut disalah-pahami - Bagaimana Menangani Keraguan? - Apakah Kita Terlalu Banyak Bicara? - Kita Perlu Memperlambat Pekerjaan Kita - Maut Harus Dialami Setiap Hari - Penderitaan itu Milik Siapa? - Melayani Orang yang Mengalami Krisis Pribadi - Mengapa orang-orang berteriak? - Ahhhh... akhirnya engkau mengerti - Kehidupan Lebih dari Apa yang Tampak - Suatu Kelahiran yang Tidak Diperhatikan - Mentalitas Seorang yang Besar - Pendidikan Tanpa Hikmat Tidak Ada Artinya - Anda Ada Bukan Karena Kebetulan - Perlakukan Orang Lain dengan Baik - Mengapa Orang Kristen Tidak Bertumbuh? - Mengasihi Teman Sekamar Saya, mungkinkah? - Kehidupan Rohani ibarat Maraton - 5 Alat Untuk Pertumbuhan Rohani - Apakah Anda Luput dari Kesalahan? - Apakah Semua yang Meminta akan Mendapatkan? - Apa Resolusi Tahun Baru Anda? - Apa yang Akan Kau Minta dari Tuhan? - "Ayo, kita gereja di Starbuck aje deh!" - Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan? - Berdiam diri di dalam Tuhan - Sumber Kekuatan Sejati - Cara untuk Mengembangkan Sukacita - Calon Pendeta yang Pasti ditolak Gereja - Dengarkan Tuhan Bukan Diri Kita Sendiri - Dunia Kita yang Penuh Kata-kata - Hanya Ketidak-Sempurnaan yang Tidak Dapat Menolerir Ketidak-Sempurnaan - Hari Ini - Jangan Lupa Paspor dan Tiket Pesawat Anda - Jangan Menilai Buku dari Sampulnya - Kejujuran Tidak Pernah Merugikan - Kekurangan Orang Lain Harus Ditanggung Dalam Kasih - Kerendahan Hati, Benar dan Palsu - Kunci menaati Perintah Tuan Empunya Tuaian - Mukjizat Natal - Kisah-kisah Nyata - Menara Api di tengah Kegelapan Dunia - Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan, Mungkinkah? - Mengasihi Seperti Diri Sendiri - Menggerakkan Orang Lewat Doa - Natal, Musim untuk Berbuat Baik? - Orang yang Melukai kita Harus Dikasihi dan Disambut sebagai Tangan Tuhan - Pendeta diabaikan di Gerejanya Sendiri - Peraturan Umum Dalam Penggunaan Waktu dan Hidup Kudus - Percakapan antara Orang Kudus dan Filsuf - Peringatan tentang Mendambakan Keberhasilan Spiritual - Salib, Sumber Kegembiraan Kita - Sejauh Manakah Anda Rela Melangkah untuk Tuhan? - Sekilas Hikmat dari Billy Graham - Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita Membutuhkannya - Setinggi-tingginya Tupai Melompat - Siapa Bilang Tidak Ada Sinterklas? |
|||||
|
Copyright 2003-2007. Semua materi di situs ini
adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries. |
|||||||