| Saran & Komentar | updated on 24 December 2008

Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan

Halaman Utama

| Tempat Pertemuan

 | Tentang Kami

 | Hubungi Kami

 | Dapatkan Buletin Gratis di sini! 

Sumber Damai

Khotbah/PA


Inspirasi

Artikel/Renungan

Kesaksian Hidup


Pelatihan

Discipleship Trainings


Lain-Lain...

Siaran Mandarin Fu Yin Dian Tai

Bible Study (P.A)

Buku-buku Terbitan

Buletin Gratis!

Lagu dan Film

Pengkotbah yang Populer?

Pendeta Bob Chapman MA

Pengkhotbah yang populer tidak pernah eksis di gereja mula-mula. Tidak ada catatan tentang pengkotbah-pengkhotbah di Perjanjian Baru dipuja, dikagumi, disembah dan disanjung oleh kaum religius atau pemerintah yang berkuasa. Malah yang terjadi adalah yang sebaliknya. Pemberitaan Injil menjengkelkan orang banyak khususnya kaum religius yang memanas-manasi pemerintah setempat untuk menganiaya dan membunuh mereka yang memberitakan Injil.

Jadi, kita bisa saja bertanya, apa yang keliru pada hari ini? Mengapa di kebanyakan negara di Barat (maupun di Timur), pengkhotbah dihormati, dipuja, dikagumi, diteladani, disembah, disanjung dan diterima baik oleh pihak otoritas?

Jawabannya sangat sederhana: Mereka tidak sedang memberitakan pesan yang paling ofensif yang pernah didengar dunia - yakni Injil!

Injil itu ofensif karena pesan itu sengaja disampaikan untuk memotong sampai ke lubuk hati; bukan untuk menyenangkan hati. Tujuan pemberitaan Injil adalah untuk mengungkapkan dosa, bukan untuk menolerir dosa. Tujuannya adalah untuk memerintahkan pertobatan, bukan hanya penyesalan. (Kis. 17.30).

Tujuan pemberitaan Injil adalah untuk mengutuk gaya hidup yang popular, bukan membenarkannya. Maksud pemberitaan Injil adalah untuk mengumumkan pemerintahan Anak Allah satu-satunya!

Akhir dari Injil yang sejati adalah maut! Mati kepada semua yang popular! Mati kepada semua yang nyaman! Mati kepada semua yang gampang dan mati kepada semua yang aman! Jika kematian sedemikian tidak muncul dari pemberitaan Injil, maka satu-satunya kesimpulan adalah pembawa berita itu harus diteliti bukan pesan itu sendiri.

Saya yakin, sudah sesungguhnya waktu bagi kita untuk melihat dengan seksama para pembawa pesan ini. Apakah kita sedang memberitakan Injil yang diberitakan oleh para rasul atau yang diberitakan itu justru hanyalah sesuatu yang kedengarannya seperti Injil!

Apakah pesan yang diberitakan itu menghasilkan pertobatan? Apakah pesan yang kita beritakan itu mengubah kehidupan atau hanya mengiringi gaya hidup kita yang sudah sedia ada sekarang ini? Apakah pesan yang kita beritakan itu menantang atau hanya menggelitik telinga kita? Apakah pesan yang kita beritakan itu menyinggung atau dirancang untuk menyenangkan?

Waspadalah terhadap pengkhotbah yang disanjung dan dipuja terutamanya oleh orang-orang yang hidupnya tidak sesuai dengan Injil!

-as

[Download]


Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.

Standard
Besar
Terbesar

Artikel:

- Suatu Kelahiran yang Tidak Diperhatikan

- Mentalitas Seorang yang Besar

- Pendidikan Tanpa Hikmat Tidak Ada Artinya

- Menanti Hari Itu

- Yesus dan Agama Lain

- Anda Ada Bukan Karena Kebetulan

- Takut akan Tuhan

- Celana Basah

- Perlakukan Orang Lain dengan Baik

- Kualitas Seorang Pemimpin

- Mengapa Orang Kristen Tidak Bertumbuh?

- Mengasihi Teman Sekamar Saya, mungkinkah?

- Hikmat Secangkir Kopi Panas

- Kehidupan Rohani ibarat Maraton

- Push-Up dan Donut

- 5 Alat Untuk Pertumbuhan Rohani

- 5 Roti dan 2 Ikan

- Adakah Hari Esok Bagimu?

- Apa artinya Natal?

- Apakah Anda Luput dari Kesalahan?

- Apakah Semua yang Meminta akan Mendapatkan?

- Apa Resolusi Tahun Baru Anda?

- Apa yang Akan Kau Minta dari Tuhan?

- "Ayo, kita gereja di Starbuck aje deh!"

- Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan?

- Berdiam diri di dalam Tuhan - Sumber Kekuatan Sejati

- Cara untuk Mengembangkan Sukacita

- Calon Pendeta yang Pasti ditolak Gereja

- Dampak Pengampunan

- Dengarkan Tuhan Bukan Diri Kita Sendiri

- Di Manakah Tuhan?

- Doa Seorang Nabi Kecil

- Dunia Kita yang Penuh Kata-kata

- Empat Istri

- Hanya Ketidak-Sempurnaan yang Tidak Dapat Menolerir Ketidak-Sempurnaan

- Hari Ini

- Jangan Lupa Paspor dan Tiket Pesawat Anda

- Jangan Menilai Buku dari Sampulnya

- Janganlah Kamu Menghakimi

- Kebaikan dan Kebesaran

- Keheningan

- Ketidak-percayaan Kita

- Kita Tidak Cukup Rendah

- Lepaskan Dulu

- Takut akan Maut

- Kapan Malam Berakhir?

- Kejujuran Tidak Pernah Merugikan

- Kekurangan Orang Lain Harus Ditanggung Dalam Kasih

- Kerendahan Hati, Benar dan Palsu

- Kunci menaati Perintah Tuan Empunya Tuaian

- Mukjizat Natal - Kisah-kisah Nyata

- Menara Api di tengah Kegelapan Dunia

- Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan, Mungkinkah?

- Mengasihi Seperti Diri Sendiri

- Menggerakkan Orang Lewat Doa

- Natal, Musim untuk Berbuat Baik?

- Nilai sebuah Kehidupan

- Orang yang Melukai kita Harus Dikasihi dan Disambut sebagai Tangan Tuhan

- Pendeta diabaikan di Gerejanya Sendiri

- Pengaruh Kristus

- Pengkhotbah yang Populer

- Pentingnya Pergumulan

- Pentingnya Sikap

- Peraturan Umum Dalam Penggunaan Waktu dan Hidup Kudus

- Percakapan antara Orang Kudus dan Filsuf

- Peringatan tentang Mendambakan Keberhasilan Spiritual

- Persahabatan dengan 'Musuh'

- Praktik lawan Ucapan

- Rangkulan Seorang Bayi

- Resiko seorang Hamba Tuhan

- Salib dan Si Aku

- Salib, Sumber Kegembiraan Kita

- Satu Kisah Cinta

- Sejauh Manakah Anda Rela Melangkah untuk Tuhan?

- Sekilas Hikmat dari Billy Graham

- Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita Membutuhkannya

- Sesungguhnya Buta

- Setinggi-tingginya Tupai Melompat

- Siapa Bilang Tidak Ada Sinterklas?

- Tidak semua hal dapat dilihat dengan mata

- Tujuan Ciptaan Baru

- Warisan Pengampunan

- Yang Paling Diberkati

- Yang Sudah Berlalu

Copyright 2003-2007. Semua materi di situs ini adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries.
E-mail kami untuk mendapatkan izin untuk menggunakan materi di situs ini.
Best viewed with IE6.0 and 1024 by 768 resolution.