|
| Saran & Komentar | updated on 05 March 2010 |
|||||||
|
CahayaPengharapanMinistries Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan |
|||||||
|
|
|||||||
|
Pendidikan Tanpa Hikmat Tidak Ada Artinya oleh Zig Zaglar Albert Einstein mengatakan, "Sungguh penting bagi seorang pelajar untuk dapat memahami serta merasa antusias terhadap nilai-nilai. Ia harus mendapatkan perasaan yang jelas tentang yang indah dan yang baik secara moral, kalau tidak, ia - dengan pengetahuan khususnya - lebih mirip seekor anjing terlatih ketimbang seseorang yang berkembang secara harmonis". Daniel Webster mengatakan, "Pengetahuan tidak mencakup segala yang termuat dalam istilah besar pendidikan. Perasaan-perasaan juga harus didisplinkan, semangat harus dikendalikan, motif-motif sejati serta layak harus diinspirasikan, perasaan beragama yang mendalam harus ditanamkan, dan moralitas murni ditanamkan di bawah segala keadaan. Semuanya inilah yang disebut dengan pendidikan". James Truslow Adams mengatakan bahwa jelaslah ada dua pendidikan: Yang satu mengajar kita mencari nafkah dan yang lain mengajar kita bagaimana seharusnya kita hidup. Untuk mendapatkan kedua pendidikan ini, ada tiga hal penting yang harus dipenuhi: Kita membutuhkan informasi, pengetahuan, dan hikmat. Kita mendapatkan pengetahuan dari buku-buku yang baik, ensiklopedia, kuliah dan seminar. Namun informasi dan pengetahuan itu tidak akan memberi kita kedua jenis pendidikan itu. Jika informasi dan pengetahuan adalah jawaban yang lengkap, setiap penyandang gelar Ph.D di dunia ini akan kaya dan bahagia, dan setiap anak putus sekolah menengah akan miskin dan sengsara. Jelaslah bahwa ini tidak benar. Dimensi ketiga dari pendidikan adalah hikmat. Hikmat adalah penggunaan yang benar dari kebenaran dalam pengetahuan yang kita miliki. Hikmat memungkinkan kita mendapatkan informasi dan pengetahuan kemudian menggunakannya untuk mengambil keputusan-keputusan yang baik. Secara pribadi, Ibu saya menyelesaikan sekolah hanya sampai kelas lima, menjadi janda selama terjadi Depresi Besar, dan memiliki enam orang anak yang masih terlalu kecil untuk bekerja. Jelaslah bahwa ia membutuhkan hikmat untuk menggunakan pengetahuan yang ia miliki dalam mengambil keputusan-keputusan yang benar untuk membesarkan keluarganya dengan sukses. Untungnya, ia memiliki hikmat yang datang dari Allah, yang Yakobus bicarakan dalam suratnya: "Tetapi apabila di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, - yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit, maka hal itu akan diberikan kepadanya." (1:5). |
Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.
Artikel: - Mengapa Kita Berdoa Sebelum Makan? - Apakah Hari Sabat Diciptakan untuk Manusia? - Bagaimana Mengendalikan Amarah Kita - Tujuh Cara untuk Melindungi Pernikahan Anda dari Kejatuhan Moral - Lima Resolusi Tahun Baru untuk Pemimpin Kristen - Mengapa Allah mengizinkan rasa sakit? - Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 2 - Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 1 - Bagaimana Menghindari Daya Tarik yang Fatal? - Apakah Anda Masih Tidur dan Beristirahat? - Bagaimana Memaafkan Orang yang telah Menyakiti Kita - Apakah Anda masih dikagumkan dengan Alkitab? - Kemunduran Agama, Salah Siapa? - Bagaimana Meminta Pemulihanan dari Allah? - Yesus Tidak Takut disalah-pahami - Bagaimana Menangani Keraguan? - Apakah Kita Terlalu Banyak Bicara? - Kita Perlu Memperlambat Pekerjaan Kita - Maut Harus Dialami Setiap Hari - Penderitaan itu Milik Siapa? - Melayani Orang yang Mengalami Krisis Pribadi - Mengapa orang-orang berteriak? - Ahhhh... akhirnya engkau mengerti - Kehidupan Lebih dari Apa yang Tampak - Suatu Kelahiran yang Tidak Diperhatikan - Mentalitas Seorang yang Besar - Pendidikan Tanpa Hikmat Tidak Ada Artinya - Anda Ada Bukan Karena Kebetulan - Perlakukan Orang Lain dengan Baik - Mengapa Orang Kristen Tidak Bertumbuh? - Mengasihi Teman Sekamar Saya, mungkinkah? - Kehidupan Rohani ibarat Maraton - 5 Alat Untuk Pertumbuhan Rohani - Apakah Anda Luput dari Kesalahan? - Apakah Semua yang Meminta akan Mendapatkan? - Apa Resolusi Tahun Baru Anda? - Apa yang Akan Kau Minta dari Tuhan? - "Ayo, kita gereja di Starbuck aje deh!" - Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan? - Berdiam diri di dalam Tuhan - Sumber Kekuatan Sejati - Cara untuk Mengembangkan Sukacita - Calon Pendeta yang Pasti ditolak Gereja - Dengarkan Tuhan Bukan Diri Kita Sendiri - Dunia Kita yang Penuh Kata-kata - Hanya Ketidak-Sempurnaan yang Tidak Dapat Menolerir Ketidak-Sempurnaan - Hari Ini - Jangan Lupa Paspor dan Tiket Pesawat Anda - Jangan Menilai Buku dari Sampulnya - Kejujuran Tidak Pernah Merugikan - Kekurangan Orang Lain Harus Ditanggung Dalam Kasih - Kerendahan Hati, Benar dan Palsu - Kunci menaati Perintah Tuan Empunya Tuaian - Mukjizat Natal - Kisah-kisah Nyata - Menara Api di tengah Kegelapan Dunia - Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan, Mungkinkah? - Mengasihi Seperti Diri Sendiri - Menggerakkan Orang Lewat Doa - Natal, Musim untuk Berbuat Baik? - Orang yang Melukai kita Harus Dikasihi dan Disambut sebagai Tangan Tuhan - Pendeta diabaikan di Gerejanya Sendiri - Peraturan Umum Dalam Penggunaan Waktu dan Hidup Kudus - Percakapan antara Orang Kudus dan Filsuf - Peringatan tentang Mendambakan Keberhasilan Spiritual - Salib, Sumber Kegembiraan Kita - Sejauh Manakah Anda Rela Melangkah untuk Tuhan? - Sekilas Hikmat dari Billy Graham - Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita Membutuhkannya - Setinggi-tingginya Tupai Melompat - Siapa Bilang Tidak Ada Sinterklas? |
|||||
|
Copyright 2003-2007. Semua materi di situs ini
adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries. |
|||||||