|
| Saran & Komentar | updated on 05 March 2010 |
|||||||
|
CahayaPengharapanMinistries Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan |
|||||||
|
|
|||||||
|
Mengasihi Seperti Diri Sendiri Oleh Anthony De Mello Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri - Matius 22:39 Terdapat dua saudara - satu bujang dan satu lagi sudah berkeluarga. Mereka memiliki sebidang tanah yang subur yang memberikan hasil panen yang berlimpahan. Mereka membagi sama rata hasil panen itu. Segalanya berjalan dengan baik pada awalnya. Lalu saudara yang sudah berkeluarga itu mulai bangun di tengah malam dan berpikir, "Ini tidak adil. Saudara aku belum bernikah, ia hidup sendirian, dan ia hanya mendapat separuh dari hasil panen. Aku sendiri mempunyai istri dan lima orang anak, jadi aku memiliki segalanya untuk menjamin hari tua aku. Tetapi siapa yang akan merawat saudara aku saat ia tua nanti? Ia perlu menabung lebih banyak untuk masa depannya. Jadi kebutuhannya jelas lebih tinggi dari aku." Dengan pemikiran itu ia bangkit dari tempat tidurnya dan menyusup ke tempat saudaranya dan menuangkan sekarung besar padi ke lumbungnya. Saudaranya yang lajang itu juga mulai mendapat serangan kekhawatiran yang sama. Ia sering bangun di tengah malam dan berkata kepada dirinya, "Ini sama sekali tidak adil. Saudara aku mempunyai istri dan lima orang anak dan ia hanya memperoleh separuh dari hasil panen. Aku hanya sendirian dan tidak perlu membiayai sesiapa pun. Jadi, saudara aku itu jelas-jelas mempunyai lebih banyak kebutuhan dibandingkan dengan aku, tetapi ia hanya mendapatkan hasil yang sama dengan aku!" Lalu ia bangun dari tempat tidurnya dan menuangkan sekarung besar padi ke lumbung saudaranya. Hal ini berjalan terus dan suatu malam mereka bangun di waktu yang bersamaan dan bertemu satu sama lain, setiap satu sedang memikul sekarung padi di pundak masing-masing! Banyak tahun setelah itu, setelah kematian mereka, kisah tentang hal ini tersebar. Jadi, saat orang di desa itu mau membangun sebuah tempat ibadah, mereka memilih lokasi di mana kedua saudara itu bertemu, karena menurut mereka tidak ada lokasi lain di desa itu yang lebih kudus dari tempat itu. Perbedaan religius yang penting bukanlah di antara mereka yang menyembah dan yang tidak menyembah, tetapi di antara mereka yang mengasihi dan yang tidak mengasihi. (Kisah ini dikutip dari buku Taking Flight, 1988) |
Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.
Artikel: - Mengapa Kita Berdoa Sebelum Makan? - Apakah Hari Sabat Diciptakan untuk Manusia? - Bagaimana Mengendalikan Amarah Kita - Tujuh Cara untuk Melindungi Pernikahan Anda dari Kejatuhan Moral - Lima Resolusi Tahun Baru untuk Pemimpin Kristen - Mengapa Allah mengizinkan rasa sakit? - Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 2 - Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 1 - Bagaimana Menghindari Daya Tarik yang Fatal? - Apakah Anda Masih Tidur dan Beristirahat? - Bagaimana Memaafkan Orang yang telah Menyakiti Kita - Apakah Anda masih dikagumkan dengan Alkitab? - Kemunduran Agama, Salah Siapa? - Bagaimana Meminta Pemulihanan dari Allah? - Yesus Tidak Takut disalah-pahami - Bagaimana Menangani Keraguan? - Apakah Kita Terlalu Banyak Bicara? - Kita Perlu Memperlambat Pekerjaan Kita - Maut Harus Dialami Setiap Hari - Penderitaan itu Milik Siapa? - Melayani Orang yang Mengalami Krisis Pribadi - Mengapa orang-orang berteriak? - Ahhhh... akhirnya engkau mengerti - Kehidupan Lebih dari Apa yang Tampak - Suatu Kelahiran yang Tidak Diperhatikan - Mentalitas Seorang yang Besar - Pendidikan Tanpa Hikmat Tidak Ada Artinya - Anda Ada Bukan Karena Kebetulan - Perlakukan Orang Lain dengan Baik - Mengapa Orang Kristen Tidak Bertumbuh? - Mengasihi Teman Sekamar Saya, mungkinkah? - Kehidupan Rohani ibarat Maraton - 5 Alat Untuk Pertumbuhan Rohani - Apakah Anda Luput dari Kesalahan? - Apakah Semua yang Meminta akan Mendapatkan? - Apa Resolusi Tahun Baru Anda? - Apa yang Akan Kau Minta dari Tuhan? - "Ayo, kita gereja di Starbuck aje deh!" - Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan? - Berdiam diri di dalam Tuhan - Sumber Kekuatan Sejati - Cara untuk Mengembangkan Sukacita - Calon Pendeta yang Pasti ditolak Gereja - Dengarkan Tuhan Bukan Diri Kita Sendiri - Dunia Kita yang Penuh Kata-kata - Hanya Ketidak-Sempurnaan yang Tidak Dapat Menolerir Ketidak-Sempurnaan - Hari Ini - Jangan Lupa Paspor dan Tiket Pesawat Anda - Jangan Menilai Buku dari Sampulnya - Kejujuran Tidak Pernah Merugikan - Kekurangan Orang Lain Harus Ditanggung Dalam Kasih - Kerendahan Hati, Benar dan Palsu - Kunci menaati Perintah Tuan Empunya Tuaian - Mukjizat Natal - Kisah-kisah Nyata - Menara Api di tengah Kegelapan Dunia - Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan, Mungkinkah? - Mengasihi Seperti Diri Sendiri - Menggerakkan Orang Lewat Doa - Natal, Musim untuk Berbuat Baik? - Orang yang Melukai kita Harus Dikasihi dan Disambut sebagai Tangan Tuhan - Pendeta diabaikan di Gerejanya Sendiri - Peraturan Umum Dalam Penggunaan Waktu dan Hidup Kudus - Percakapan antara Orang Kudus dan Filsuf - Peringatan tentang Mendambakan Keberhasilan Spiritual - Salib, Sumber Kegembiraan Kita - Sejauh Manakah Anda Rela Melangkah untuk Tuhan? - Sekilas Hikmat dari Billy Graham - Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita Membutuhkannya - Setinggi-tingginya Tupai Melompat - Siapa Bilang Tidak Ada Sinterklas? |
|||||
|
Copyright 2003-2007. Semua materi di situs ini
adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries. |
|||||||