| Saran & Komentar | updated on 01 November 2014

Menerangi Jalan Anda Menuju Allah Sumber Pengharapan

Halaman Utama

  |  Tentang Kami

  |  Hubungi Kami

  |  Izin Pemakaian Materi 

  |  Dapatkan Buletin Gratis di sini! 

Sumber Damai

Khotbah/PA


Inspirasi

Artikel/Renungan

Kesaksian Hidup


Pelatihan

Discipleship Trainings


Lain-Lain...

Buku-buku Terbitan

Lagu dan Film

Bible Study (P.A)

Siaran Mandarin

Buletin Gratis!

Follow Us


BACA ONLINE


BACA ONLINE


KATA PENGANTAR

Mengapa seringkali kita menjadi orang bodoh?

Elsie C.

Yesus membagikan orang percaya kepada dua kategori. Satu dikategorikan sebagai orang bodoh dan satu lagi orang yang bijaksana. Orang bodoh adalah orang yang membangun di atas pasir dan orang bijak digambarkan sebagai orang yang membangun di atas batu (Mat 7. 24-27).

Sudah tentu rumah yang dibangun di atas pasir tidak akan bertahan saat banjir melanda. Banjir di dalam Alkitab sering dipakai untuk menggambarkan penghakiman. Ini berarti apa yang dibangun oleh orang bodoh ini tidak akan bertahan saat dihakimi Tuhan.

Siapa orang bodoh ini? Dengan gamblang Yesus memberitahu kita bahwa orang bodoh ini adalah orang yang mendengar perkatannya tapi tidak melakukannya (Mat. 7.26).

Tidak ada orang waras yang memilih untuk menjadi orang bodoh. Saya yakin kita semua mau menjadi orang bijak yang mendengarkan perkatan Yesus dan melakukannya (Mat. 7.24). Namun kita juga harus jujur bahwa dalam kehidupan seharian kita, seringkali kita tidak melakukan apa yang sudah kita dengar. Dan ini jelas membuat kita masuk ke dalam kategori orang yang dianggap bodoh dan sedang membangun di atas pasir.

Mengapa kita sampai terjerumus ke dalam kategori orang bodoh? Mengapa kita seringkali mendengarkan tapi tidak melakukan?

  1. Lupa. Kebanyakan orang percaya mendengarkan lalu melupakannya (Yak 1.25). Dan memang benar, tidak mungkin kita dapat melakukan apa yang sudah kita lupakan. Hal yang perlu dipertanyakan adalah mengapa kita sering melupakan apa yang telah kita dengar.
    Kecenderungan kita untuk lupa menunjukkan sepenting mana perkataan Yesus itu bagi kita. Sulit untuk kita melupakan hal yang penting bagi kita tapi memang merupakan suatu hal yang lazim untuk melupakan hal yang kita anggap tidak penting. Kalau kita termasuk orang yang sering melupakan apa yang telah kita dengar, ini menunjukkan bahwa Firman Tuhan itu sebenarnya tidak penting bagi kita.
  2. Cepat mendengar Orang yang melakukan firman Tuhan adalah orang yang cepat mendengar dan lambat berbicara (Yak 1.19). Janganlah menjadi orang yang banyak berbicara tapi tidak mendengar. Kita diberikan dua telinga dan satu mulut, kita memang direncanakan Tuhan untuk mendengar dua kali lipat dari kita berbicara. Diamkan hati dan pikiran kita dan dengarkanlah Tuhan. Kita harus mendengar sebelum kita dapat melakukan.
  3. Bersihkan hati. Kita tidak akan dapat mendengarkan Tuhan saat hati kita kotor dan penuh dengan kejahatan (Yak.1.21). Hati kita, seperti tanah yang mau ditaburi benih, harus dibersihkan dari segala semak duri dan hal-hal yang najis, sebelum ia dapat dengan baik menerima benih firman Tuhan. Firman Tuhan hanya dapat bertumbuh di dalam hati yang bersih.
  4. Penundaan. Firman Tuhan itu adalah seperti kaca yang mencerminkan siapa kita (Yak. 1.23-24). Di depan cermin selalunya kita akan langsung membenahi diri kita tapi sayangnya saat firman itu menunjukkan hal yang perlu kita benahi dalam kehidupan kita, seringkali kita memilih untuk menunda-nunda. Masalah penundaan adalah persoalan kritis yang membuat kita gagal melakukan kehendak Tuhan. Yang perlu kita lakukan adalah setelah mendengarkan adalah untuk langsung melakukannya. Penundaan hanya akan membuat kita semakin berat untuk melangkah.

Yesus berkata di Matius 7.24, "setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya adalah orang yang bijaksana". Apa yang dimaksudkan dengan "perkataan-Ku ini?" "Perkataan-Ku ini" secara khusus menunjuk kepada Khotbah di Bukit atau ajaran Yesus yang tercatat di Matius 5, 6 dan 7. Dengan kata lain, orang yang melakukan seluruh ajaran Yesus yang disampaikan di Khotbah di Bukit adalah orang bijaksana yang sedang membangun di atas dasar yang kuat yang akan bertahan buat selama-lamanya.

Orang bijaksana adalah orang yang hidupnya dilandasi oleh ajaran Yesus di Khotbah di Bukit. Kiranya kita ditemukan di antara orang bijaksana di mana kita menjalani kehidupan kita berdasarkan apa yang sudah Yesus sampaikan kepada kita di seluruh Matius 5, 6 dan 7. Janganlah kita ditemukan di antara orang yang akan hidup dalam penyesalan yang kekal karena membangun di atas foundasi pasir dengan tidak hidup sesuai dengan ajaran Yesus di Khotbah di Bukit.

Di Matius 7.21 Yesus juga menegaskan bahwa bukan semua orang yang berseru kepadanya akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan orang yang melakukan kehendak Bapa di surga. Sekali lagi, apa yang menjadi kehendak Bapa adalah seluruh ajaran Yesus yang disampaikan di Khotbah di Bukit di Matius 5, 6 dan 7.

[Download]


Sulit dibaca? Ganti ukuran huruf di sini.

Standard
Besar
Terbesar

Artikel:

- Pesan Allah dari Langit

- Kebenaran dan Kebebasan

- Sebab apa yang aku perbuat, aku tidak tahu!

- Penangkal Stres

- Mengucap syukur dalam segala hal, mengapa?

- Berita Duka

- Apa yang menjadi Tanda bagi Generasi ini?

- Kita Hidup di medan musuh

- Bahagia Meskipun Dianiaya

- Keindahan dari Keburukan

- Tiga kebenaran yang penting

- Aku Berjalan bersama Yesus

- One Solitary Life

- Rabi Yesus

- Arti tinggal di dalam Firman

- Menolak tuntunan Tuhan

- Hari pembalasan

- Kita masih bisa mendengarkan suara Tuhan

- Seperti apa kalimat wasiat terakhir Anda?

- Bagaimana kita tahu bahwa kita benar-benar “di dalam Kristus”?

- Prioritas yang Terbalik

- Kunci Pertumbuhan Jemaat yang Paling Diabaikan

- Pelayanan Pendamaian

- Sebuah Filsafat Kepemimpinan

- Kehidupan Doa Seorang Pemimpin

- Yang menang adalah yang tidak menyerah

- Apakah radio hati Anda berfungsi dengan baik?

- Lubang Jarum

- Ia Pergi dengan Sedih

- Apa gunanya memperoleh dunia dan kehilangan jiwa Anda?

- Jangan menyerah sebelum doa terjawab

- Permasalahan serius: Pertobatan palsu dalam Gereja

- Pentingnya Keremukan

- Respon kita pada Allah menentukan respon Allah pada kita

- Mengapa doa kita tidak terjawab?

- Mendengarkan Tuhan

- Selesailah tembok itu

- Apa motivasi kebaikan kita?

- Doa yang menyenangkan Allah

- Apakah berdoa itu suatu beban?

- Bagaimana memuliakan Allah di tempat kerja?

- Apakah Anda bekerja untuk Allah atau bersamaNya?

- Saya suka Kristus Anda. Tapi saya tidak suka dengan orang Kristen Anda

- Doa Santo Francis dari Asisi

- Bagaimana Anda tidak dapat menjadi Anak Allah

- Dipimpin oleh kehendak Allah

- Allah bukanlah sebongkah kayu

- Orang yang dipakai Allah

- Kita bukan konsumen. Kita adalah manusia

- Kesatuan membawa pemulihan

- Allah menanggapi Anda dengan serius

- Segenap hati, jiwa, pikiran dan kekuatan kita telah ditebus

- Lukisan Last Supper oleh Leonardo Da Vinci

- Pencarian akan Kebahagiaan

- Pesan seorang ateis bagi kita

- Kebangkitan Kristus

- Sedikit Air dan Roti

- Semuanya langsung tunduk, kecuali manusia

- Iman dan keraguan

- Sebelum mereka memanggil, Aku sudah menjawabnya.

- Billy Graham: Penyesalan dan Himbauannya

- Apa yang harusnya menjadi tekad tahun baru orang Kristen?

- Natal - Apakah yang menjadikannya penting?

- Saya percaya...

- Gereja Eksis bukan untuk Kepentingan Anggotanya

- Perbedaan bukan berarti perpecahan

- Apakah Anda datang ke gereja sebagai konsumen?

- Apakah gereja benar-benar perlu bagi orang Kristen?

- Apakah kita kerabatnya Tuhan?

- Rumah di sisi jalan

- Mengapa seringkali kita menjadi orang bodoh?

- Hati yang terarah pada Surga

- Bagaimana kita dapat melakukan kehendak Tuhan?

- Tuhan, apakah yang harus kuperbuat?

- Doa bukan "ban serep"

- Bagaimana mengenal pengajar dan nabi palsu?

- Dosa Kelalaian

- Doa Seorang Anak

- Andai aku dapat menghentikan satu hari merana

- Di mana ada kasih, di situlah Allah ada

- Anggaplah hari itu sia-sia

- Tidak Berarti di Mata Dunia

- Ciri orang yang menghayati doa

- Bagaimana menangani kekhawatiran?

- Rahasia Doa

- Memahami Hukum Taurat dalam Terang Roh

- Bagaimana Kebenaran Memerdekakan?

- Kamu akan Mengetahui Kebenaran

- Jangan Kuatir... Kristus Telah Bangkit!

- Bagaimana Menjadi Seorang Pembangun Umat?

- Waspadalah Terhadap Roh Pasif

- Mengapa Kita Berdoa Sebelum Makan?

- Apakah Hari Sabat Diciptakan untuk Manusia?

- Orang-orang Kristen itu

- Bagaimana Mengendalikan Amarah Kita

- Tujuh Cara untuk Melindungi Pernikahan Anda dari Kejatuhan Moral

- Lima Resolusi Tahun Baru untuk Pemimpin Kristen

- Dalam memberi kita menerima

- Mengapa Allah mengizinkan rasa sakit?

- Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 2

- Pertobatan yang Sejati dan yang Palsu - 1

- Bagaimana Menghindari Daya Tarik yang Fatal?

- Apakah Anda Masih Tidur dan Beristirahat?

- Bagaimana Memaafkan Orang yang telah Menyakiti Kita

- Cara Yesus Menyembuhkan

- Bagaimana Menangani Amarah?

- Apakah Anda masih dikagumkan dengan Alkitab?

- Kemunduran Agama, Salah Siapa?

- Bagaimana Meminta Pemulihanan dari Allah?

- Yesus Tidak Takut disalah-pahami

- Bagaimana Menangani Keraguan?

- Apakah Kita Terlalu Banyak Bicara?

- Kita Perlu Memperlambat Pekerjaan Kita

- Maut Harus Dialami Setiap Hari

- Penderitaan itu Milik Siapa?

- Melayani Orang yang Mengalami Krisis Pribadi

- Cara Tuhan Bekerja

- Logika yang Sederhana

- Mengapa orang-orang berteriak?

- Paskah: Pengadilan Yesus

- Ahhhh... akhirnya engkau mengerti

- Rencana Sempurna dari Iblis

- Bila aku adalah Iblis

- Ingat Bebek Itu

- Apakah Gubuk-mu Terbakar?

- Kehidupan Lebih dari Apa yang Tampak

- Potret Seorang Anak

- Yesus Seorang Pecundang

- Suatu Kelahiran yang Tidak Diperhatikan

- Mentalitas Seorang yang Besar

- Pendidikan Tanpa Hikmat Tidak Ada Artinya

- Menanti Hari Itu

- Yesus dan Agama Lain

- Anda Ada Bukan Karena Kebetulan

- Takut akan Tuhan

- Celana Basah

- Perlakukan Orang Lain dengan Baik

- Kualitas Seorang Pemimpin

- Mengapa Orang Kristen Tidak Bertumbuh?

- Mengasihi Teman Sekamar Saya, mungkinkah?

- Hikmat Secangkir Kopi Panas

- Kehidupan Rohani ibarat Maraton

- Push-Up dan Donut

- 5 Alat Untuk Pertumbuhan Rohani

- 5 Roti dan 2 Ikan

- Adakah Hari Esok Bagimu?

- Apa artinya Natal?

- Apakah Anda Luput dari Kesalahan?

- Apakah Semua yang Meminta akan Mendapatkan?

- Apa Resolusi Tahun Baru Anda?

- Apa yang Akan Kau Minta dari Tuhan?

- "Ayo, kita gereja di Starbuck aje deh!"

- Bagaimana Mengetahui Kehendak Tuhan?

- Berdiam diri di dalam Tuhan - Sumber Kekuatan Sejati

- Cara untuk Mengembangkan Sukacita

- Calon Pendeta yang Pasti ditolak Gereja

- Dampak Pengampunan

- Dengarkan Tuhan Bukan Diri Kita Sendiri

- Di Manakah Tuhan?

- Doa Seorang Nabi Kecil

- Dunia Kita yang Penuh Kata-kata

- Empat Istri

- Hanya Ketidak-Sempurnaan yang Tidak Dapat Menolerir Ketidak-Sempurnaan

- Hari Ini

- Jangan Lupa Paspor dan Tiket Pesawat Anda

- Jangan Menilai Buku dari Sampulnya

- Janganlah Kamu Menghakimi

- Kebaikan dan Kebesaran

- Keheningan

- Ketidak-percayaan Kita

- Kita Tidak Cukup Rendah

- Lepaskan Dulu

- Takut akan Maut

- Kapan Malam Berakhir?

- Kejujuran Tidak Pernah Merugikan

- Kekurangan Orang Lain Harus Ditanggung Dalam Kasih

- Kerendahan Hati, Benar dan Palsu

- Kunci menaati Perintah Tuan Empunya Tuaian

- Mukjizat Natal - Kisah-kisah Nyata

- Menara Api di tengah Kegelapan Dunia

- Mengalahkan Kejahatan dengan Kebaikan, Mungkinkah?

- Mengasihi Seperti Diri Sendiri

- Menggerakkan Orang Lewat Doa

- Natal, Musim untuk Berbuat Baik?

- Nilai sebuah Kehidupan

- Orang yang Melukai kita Harus Dikasihi dan Disambut sebagai Tangan Tuhan

- Pendeta diabaikan di Gerejanya Sendiri

- Pengaruh Kristus

- Pengkhotbah yang Populer

- Pentingnya Pergumulan

- Pentingnya Sikap

- Peraturan Umum Dalam Penggunaan Waktu dan Hidup Kudus

- Percakapan antara Orang Kudus dan Filsuf

- Peringatan tentang Mendambakan Keberhasilan Spiritual

- Persahabatan dengan 'Musuh'

- Praktik lawan Ucapan

- Rangkulan Seorang Bayi

- Resiko seorang Hamba Tuhan

- Salib dan Si Aku

- Salib, Sumber Kegembiraan Kita

- Satu Kisah Cinta

- Sejauh Manakah Anda Rela Melangkah untuk Tuhan?

- Sekilas Hikmat dari Billy Graham

- Sensitivitas kepada Teguran adalah Tanda Pasti bahwa kita Membutuhkannya

- Sesungguhnya Buta

- Setinggi-tingginya Tupai Melompat

- Siapa Bilang Tidak Ada Sinterklas?

- Tidak semua hal dapat dilihat dengan mata

- Tujuan Ciptaan Baru

- Warisan Pengampunan

- Yang Paling Diberkati

- Yang Sudah Berlalu

Copyright 2002-2014. Semua materi di situs ini adalah milik eksklusif Cahaya Pengharapan Ministries.
E-mail kami untuk mendapatkan izin untuk menggunakan materi di situs ini.
Best viewed with IE6.0 and 1024 by 768 resolution.